Annyeong, readers…

Saatnya balasan reviews. Untuk yg punya account, Yuya dah bls scr PM ya.

kyouichi91: Iya, aku suka YunJae + SUJU sih, perpaduan yg bagus kan? Hhe.. ini udh cpt lum?

VitaMinnieMin: gomawo dah review. sudah cepat lum niy? Hhe,, iya jaemma hrs tegar donk

Alwayskyu: ini udh update sekilat mungkin, chingu… haha,, gomawo dh review

KyuMinnie: pertama baca tp ngena kan? Hhe gomawo loooh dh review n doain aku.

Priss Uchun: gomawo dh review. smpe reviewnya 4x. semangat bgt. Smoga sesuai harapan ya!

Kyu-Kyu: jahatnya aku bikin org2 nangis. Gomawo dh review. ini udh sekilat jet updatenya. Hhe

ori-chan:gomawo dh review n liat typo aku. Wajarlah aku lg sakit jd g dicek lg. soal PLASTY itu ga typo, chingu,, dalam bidang kedokteran memang Plasty tulisannya, Cuma orang2 salah aja ngomongnya jadi plastik. Dokter yg ngajar aku waktu kuliah dulu yg kasih tau, dan dy benar. Hhe,,, makasih ya… ini aku Update~ baca FFku yg lain juga ya!


Hear What Your Heart Says

Twoshoot / Last Part

By Yuya Matsumoto

Desclaimer: Sungmin is always MINE… forever Pair: YunJae, KyuMin, Genderswitch (Jaejoong, Sungmin)

Summary: Penantian Yunho berbuah hasil. Jaejoong hamil. Tapi ada sesuatu yang berbeda pada malaikat kecil mereka. Apa itu? YunJae. RnR please

.

.

\(^w^)/~ Happy Reading ~\(^0^)9

.

.

"Appa!" Seorang bocah menghampiriku dengan kakinya yang mungil. Aku langsung menyambut kedatangannya. Kutundukkan tubuhku agar dapat dijangkaunya. Ia memelukku erat. Jasku mulai basah dan isak tangis terdengar dari bibir mungilnya.

"Gwenchana, Kyu?"tanyaku sambil menghapus jejak airmata di kedua pipinya.

Kyu, malaikat kecilku, kembali memeluk tubuhku. Bisa kurasakan luka dalam hatinya. Aku tahu penyebabnya. Pasti hal itu.

"Kyu jeyek ya appa?"tanya Kyu masih dengan mata yang berbinar-binar.

"Ani. You are the most handsome boy in the world"kataku sambil menusuk-nusuk pipi Kyu dengan jemariku.

Kyuhyun tertawa lepas. "Tapi kenapa meleka biyang Kyu aneh?"tanya Kyu dengan suara cadelnya.

Aku menggendong anakku yang masih berusia tiga tahun itu. Aku mendudukkannya di atas sofa di ruang tamu. Kami duduk berdampingan.

"Mereka hanya iri padamu. Iri karena kamu sangat tampan seperti appa"jelasku sambil menggelitik perutnya.

Kyuhyun tertawa lepas. Ia meronta-ronta di atas sofa. Sesekali ia memintaku untuk berhenti. Sesaat kemudian Jaejoong datang dengan secangkir teh untukku. Ia ikut serta dalam canda tawa kami. Jae memeluk erat Kyu.

"Hayo! Kalau Appa-nya pulang, eomma terlupakan ya! Kyu nggak sayang eomma nih"kata Jae sambil mengerucutkan bibirnya. Jae pura-pura marah.

Kyu yang masih duduk diantara kami, langsung merangkak ke atas pangkuan ibunya. Cup! Kyu mencium bibir Jae sekilas.

"Kyu sayang eomma, tapi lebih sayang sama appa"ujar Kyu. Ia melompat ke pangkuanku. Ia menjulurkan lidahnya kepada Jae.

Aku shock mendengar gurauannya. Jae langsung menggelitik Kyu, karena gemas melihat pola laku anak semata wayangnya.

.

\($.$)/~At Hospital

.

"Bagaimana dokter? Perkembangan Kyu bagus kan?"tanya Jae sangat khawatir.

Saat ini kami sedang melakukan check up rutin untuk Kyu. Kyu sendiri sedang asyik menghisap ibu jarinya dan terlelap dalam mimpi di pangkuan Jae.

"Sejauh ini bagus. Sepertinya Kyu bisa mendengar dengan baik, walau terkadang responnya terlambat. Itu hal wajar"jelas dokter Gu, dokter yang selama ini menjadi dokter pribadi Kyu.

"Bagaimana soal donor dok?"tanyaku antusias.

"Sampai saat ini belum ada donor yang tepat untuk Kyu. Terutama ia masih dalam masa pertumbuhan. Sulit mencari telinga yang pas untuk anak sekecil dia"jelas sang dokter lagi.

"Oh kalau begitu terima kasih ya dok! Saya senang mendengarnya"ucap Jae sambil menjabat tangan sang dokter.

Kami bertiga meninggalkan ruangan itu. Inilah yang terbaik untuk Kyu. Kami berdua bersyukur. Kyu tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Ia sudah bisa melakukan hal-hal yang belum bisa dilakukan anak-anak lainnya. Kosakata bahasanya cukup banyak. Dia sudah mengenal huruf dan angka. Belum lagi, ia sudah melukis dengan baik, melebihi anak seusianya. Aku bangga kepada Kyu.

.

Lima tahun kemudian ("^3^)7

.

Saat ini Kyu sudah beranjak kelas tiga di International Elementary School. Prestasi Kyu sangat membanggakan. Ia selalu menjadi juara satu angkatannya. Ia menguasai berbagai bidang akademik kecuali olahraga. Kyu membenci sayur, belum lagi ia mudah sakit dan lemah. Nilai olahraga didapat dari nilai teorinya yang sangat baik.

Satu hal yang sulit Kyu lakukan. Ia sulit bergaul dengan teman-temannya. Kyu lebih senang menyendiri dengan PSP kesayangannya. Sebenarnya tidak banyak teman Kyu yang menyadari 'keistimewaan'nya karena tertutup rambut ikal Kyu yang panjang seleher. Entah karena apa, ia lebih tertarik dengan PSPnya.

BRAAAK!

"APPA!" Sebuah teriakan mengusik keasyikanku bersama Jae di dapur. Aku tidak masuk kerja hari ini, karena sudah lama ingin menggoda Jae. Tak kusangka Kyu pulang sekolah lebih cepat dari biasanya.

"APPA! Where are you?"teriak Kyu sekali lagi karena belum mendapat jawaban apapun dariku.

"I'm coming, darling!"jawabku, bergegas menghampiri Kyu di ruang tamu.

Astaga! Aku membelalakan mataku melihat kondisi Kyu saat ini. "JAE! CEPAT KEMARI"panggilku kepada Jaejoong.

Kyu langsung menubrukkan tubuhnya padaku. Hal ini sudah lama tak pernah ia lakukan padaku. Kyu menangis keras. Aku mengelus punggung Kyu dengan lembut. Kyu memang manja padaku.

"Ommo! Apa yang terjadi?"tanya Jae yang ikut shock melihat kondisi Kyu.

Saat ini Kyu terlihat sangat berantakan. Rambutnya basah. Tercium bau menyengat dari tubuhnya. Kotoran seperti bekas makanan, lumpur atau air got bercampur pada tubuhnya. Baju seragam Kyu sobek di sana-sini memperlihatkan kaos singletnya. Tas Kyu juga dicorat-coret. Alien, begitulah kata-kata yang terlukis di sana. Satu kata, Bully. Kyu di-bully oleh teman-temannya.

Kyu sudah cukup tenang saat ini. Aku meminta Kyu untuk mandi bersama. Aku ikut terkena bau dan basah dari pakaian Kyu. Jaejoong menelepon semua keluarga untuk berkumpul. Ia berharap keluarga yang lain bisa memperbaiki mood Kyu yang rusak.

.

\(*.*!\)Pertemuan Keluarga

.

"Ini bukan kali pertama Kyu pulang dengan keadaan mengenaskan seperti itu"kata Junsu mengawali perbincangan kami.

"Betul itu, hyung. Bagaimana keadaan Kyu sekarang?"tanya Yoochun sambil menyeruput tehnya.

"Ia sedang berada di kamarnya. Ia kelihatan tidak mood. Jae sedang merayunya untuk turun"jelasku.

Tak berapa lama Kyu turun dari tangga bersama Jae. Kyu mengerucutkan bibirnya. Ia menggenggam PSPnya dengan erat. Aku memanggil Kyu agar duduk di sampingku. Kyu menurutinya. Ia tidak menyapa paman dan bibinya seperti biasa. Kyu hanya diam sambil memainkan PSPnya di sebelahku.

"Ngomong-ngomong, dimana Changmin? Aku belum melihatnya"tanya Jae sambil melihat ke sekeliling.

"Pasangan baru. Pasti lagi nanggung tuh"cibir Yoochun.

"Enak saja! Aku tidak begitu, hyung"sela Changmin yang baru saja datang dari arah ruang tamu.

"Malam, eomma!"sapanya kepada Jae sambil mencium pipi kanan-kiri Jae, membuatku geram.

"Annyeong, ahjumma-ahjussi" Terdengar suara imut dari belakang Changmin. Derap langkah mungil membahana di ruangan ini.

"Annyeong, Minnie!"balas Yoochun dan Junsu bersamaan. Mereka mencubit pipi chubby milik si mungil yang datang bersama Changmin itu.

"Apa kabar, eonni? Ini, aku buatkan cake. Semoga suka"sapa Kibum sambil memberikan sebuah bungkusan kepada Jae. Jae menerima bungkusan itu, lalu memberikan kepada salah satu pelayan kami.

Changmin, Kibum dan Sungmin duduk bersama kami di ruang keluarga. Aku menghidupkan film anak-anak untuk mereka. Changmin meminta Sungmin untuk merayu Kyu. Ini adalah pertama kalinya Kyu dan Sungmin bertemu.

Sungmin adalah anak dari Lee Jinki dan Kim Kibum. Dikarenakan Kibum sudah cerai dari Jinki beberapa tahun lalu, Sungmin ikut asuhannya. Kibum baru saja menikah dengan Changmin dua bulan lalu. Untuk menghormati appa Sungmin, Kibum tetap membiarkan Sungmin menggunakan marga Lee.

"Annyeong, Kyuhyun. Choneun Sungmin imnida. Bangapseumnida"kata Sungmin memperkenalkan diri. Kyu hanya membalas dengan gumamannya. Ia masih fokus pada layar PSPnya.

"Kyu main apa sih? Aku boleh lihat ya?"pinta Sungmin sambil mengintip ke layar kecil PSP itu. Kyu mendekatkan PSP pada tubuhnya, tidak membiarkan sekecil pun celah untuk Sungmin. Sungmin mengerucutkan bibirnya.

Aku melihat usaha Sungmin untuk dekat dengan Kyu. Usaha yang keras, namun tidak mampu meluluhkan hati Kyu yang mengeras seperti batu. Waktu juga kian bergulir, sepertinya usaha kali ini tidak mampu merobohkan benteng pertahanan Kyu. Kami sekeluarga memutuskan untuk merayu Kyu kembali di lain waktu.

"Kyu-chagiya! Bangun yuk! Sudah siang! Ayo berangkat sekolah"kataku merayu Kyu yang masih bergelut dengan selimutnya. Bukannya bangun, Kyu semakin mengeratkan selimut itu pada tubuhnya.

"Anak appa yang pintar. Ayo sekolah. Katanya mau jadi presiden, ya harus sekolah dong"rayuku sekali lagi. Aku berusaha menarik selimut Kyu.

"Appa, Kyu nggak mau sekolah. Kyu nggak mau ketemu sama teman-teman Kyu yang jahat. Kyu capek dikerjai oleh mereka"rengek Kyu dibalik selimutnya.

"Duduk dulu. Appa mau tahu emangnya Kyu selama ini diapain sama mereka di sekolah?"tanyaku.

Kyu keluar dari persembunyiannya. Ia terlihat menahan tangis. Airmata telah menumpuk di sudut matanya. Kyu memelukku. "Mereka senang menyembunyikan tas Kyu. Mereka bilang Kyu ini aneh. Kyu seperti alien karena tidak memiliki telinga. Mereka bilang Kyu anak haram sehingga Kyu cacat seperti ini, appa. Apakah semua itu benar?" Tangisan meledak begitu saja.

Hatiku sakit mendengar curhatan Kyu. Aku membalas pelukan Kyu. Aku mengelus punggung Kyu. "Itu tidak benar, Kyu. Kamu adalah malaikat eomma dan appa. Memangnya Kyu tahu apa tentang anak haram? Mereka tahu darimana kata seperti itu?"

"Mereka bilang orangtua-nya yang mengatakan itu, Appa. Jangan paksa Kyu kembali ke sekolah itu. Mereka senang merusak barang-barang Kyu dan membuangnya. Kyu cuma punya PSP saja. Please, appa. Don't push me"mohon Kyu dengan mata berbinar-binar.

"Ne, chagiya. Uljima. Tapi kenapa Kyu tidak pernah menceritakannya pada appa?"

"Kyu tidak mau Appa dan Eomma pusing memikirkan Kyu. Setiap beberapa bulan saja eomma-appa sudah sibuk membawa Kyu ke dokter Gu. Maafkan Kyu, appa"

Aku memeluk tubuh mungil Kyu. Anak sekecil dia belum pantas menerima perlakuan keras seperti itu. Aku pikir dengan menyekolahkannya di sekolah taraf Internasional yang notabene orangtua mereka berpendidikan tinggi, ternyata tidak menjamin segalanya. Aku menghapus airmata Kyu yang masih mengalir. Aku membiarkan Kyu kembali tidur. Hanya alam mimpi yang mampu melepasnya dari segala kepedihan hati.

Aku melihat Jae berdiri di pinggir pintu. Airmatanya mengalir deras. Kini isak tangisnya bisa kudengar. Aku menutup pintu kamar Kyu. Aku menuntun Jae ke kamar kami yang ada di sebelah kamar Kyu.

"Kenapa harus Kyu yang mereka sakiti? Kenapa mereka begitu jahat kepadanya? Kenapa harus Kyu, Yun?"tuntut Jae tidak terima dengan kenyataan yang menerpa anaknya.

"Aku juga tidak mengerti. Aku yakin ada hikmah di balik kisah yang dilukis Tuhan ini, Boo. Kyu anak yang kuat. Dia pasti bisa menghadapinya. Aku yakin"kataku, sedikit memberikan harapan kepada Jae. Harapan yang jelas-jelas aku sendiri tidak yakin dengan semua ini.

Sebulan lebih Kyu menolak kembali ke sekolah. Ia mengurung diri setiap kali diminta bersekolah. Segala cara kami lakukan untuk membujuknya, namun gagal. Sore ini sekali lagi, kami sekeluarga mencoba menata hati Kyu yang hancur. Yoochun dan Junsu membawa beberapa CD game terbaru untuk Kyu. Jelas sekali Kyu senang dibawa game limited edition itu. Ia berjingkrak senang, bahkan kembali mengurung diri di kamarnya. Asyik dengan dunianya.

"Sepertinya besok-besok kita tidak usah membawakan Kyu game lagi. Bukannya berinteraksi dengan kita, ia malah asyik ber-autis ria dengan dunianya itu"usul Junsu.

"Mmm… bagaimana kalau aku bawakan dia majalah saja?"ujar Yoochun.

PLETAK!

"Jangan campuri otak anakku dengan sifat yadongmu"omelku pada Yoochun yang masih meringis sakit.

"Aku tidak se-pervert adikmu, Changmin. The King of Yadong. Dia saja sering sekali memanggil Kyu manis dan cantik. Tidak jarang aku memergoki Changmin mencium anakmu dengan seduktif. Untung saja sekarang dia sudah menikah. Hati-hati dengan adikmu itu, hyung. Jangan-jangan dia pedhopil"kata Yoochun panjang lebar. Ia tidak terima dibilang pervert dan yadong olehku. Kata-katanya membuatku tercengang. Aku shock.

"Huaaaa… Lepaskan aku, Changmin gila! Akuh… tidhaak… hmmp… bisaah… huft… bernapas"lirih Yoochun dengan napas setengah-setengah. Ia memberontak.

Tangannya menggapai udara, berusaha menyerang Changmin yang sudah seperti kerasukan iblis. Changmin, yang entah sejak kapan ada di ruang keluarga, sedang mencekik leher Yoochun dengan sangat keras. Junsu berusaha membantu Yoochun lepas dari Raja Iblis itu. Aku hanya diam, masih berusaha mencerna penjelasan Yoochun sebelumnya.

"YA! CHANGMIN! Dasar berengsek! Jadi selama ini kamu senang mengajak main Kyu karena ada apa-apanya! Changmin Yadong!"teriakku kepada Changmin begitu loading otakku selesai.

Aku menarik Changmin menjauh dari Yoochun. Aku mengapit lehernya dengan lenganku. Changmin mengaduh keras. Aku tidak peduli teriakannya meminta ampun. Suasana di ruang keluarga menjadi sangat ramai karena perkelahian kami. Jae berusaha melepas cengkramanku dari Changmin. Akhirnya cengkramanku terlepas dari Changmin. Jae memelukku agar tidak menyerang Changmin lagi.

"Aku tidak seperti itu, hyung. Siapa suruh anakmu begitu manis? Lagipula aku sudah punya Key. Aku tidak akan mengganggu Kyu lagi. Janji deh hyung"kata Changmin di belakang punggung Key. Key hanya bisa diam. Ia terlihat bingung dengan topik yang kami bicarakan apalagi namanya disebut-sebut.

"Apa? BERENGSEK KAU, CHANGMINNIE!"teriak Jae kali ini. Dia baru mengerti permasalahan yang aku debatkan sedaritadi. Jae meledak, bahkan ia akan mencincang Changmin dengan pisau dapurnya jika sebuah suara tidak menginterupsi kami.

"Eomma kenapa? Seram sekali. Ada apa ini? Ahjumma-ahjussi? Appa-Eomma? Sedang berkelahi?"tanya Kyu sambil menatap kami satu per satu.

"Eh, Kyu. Kok sudah selesai main game-nya?"tanya Junsu mengalihkan situasi.

"Kyu mau makan Cake sama Sungmin-noona. Abis itu aku mau menggambar dengan Sungmin-noona. Iya kan noona?"jawab Kyu dengan nada manja yang hanya biasa ia lontarkan padaku dan Jae. Ia mengaitkan lengannya pada lengan Sungmin. Sungmin mengangguk pelan sambil memberikan senyumnya kepada Kyu.

Aku dan Jae saling berpandangan melihat tingkah imut malaikat kami ini. Ugh, menggemaskan. Aku melihat mata serigala Changmin sedang menelanjangi Kyu dari atas ke bawah. Sebelum terjadi hal yang tidak kuinginkan, aku mendorong Kyu ke dalam dapur.

Sejak hari itu, Kyu dan Sungmin semakin dekat. Mereka berdua sering menghabiskan waktunya di kamar Kyu, bermain playstation atau menggambar sesuatu. Sungmin juga bisa membuat Kyu memakan sayuran yang selama ini dibencinya. Entah ilmu hitam apa yang diarahkan olehnya kepada Kyu. Jae saja tidak bisa merayu Kyu.

Tadi malam Kyu mengajak aku dan Jae untuk bicara di ruang keluarga setelah Sungmin dan Kibum pulang. Family meeting, katanya dengan tatapan serius darinya. Aku dan Jae menuruti keinginan Kyu.

"Ada apa, Kyu?"tanya Jae dengan lembut.

"Family meeting"jawab Kyu serius. Kini ia duduk di sofa yang ada di hadapan aku dan Jae.

"Sepertinya serius nih"kataku sedikit mencairkan suasana di sekitar kami.

"Aku mau sekolah lagi. Di sekolah Sungmin-noona dan harus sekelas dengannya"kata Kyu to the point.

"Tapi Kyu, Sungmin itu dua tahun di atasmu. Bagaimana bisa? Dia sudah kelas lima, kamu masih kelas tiga"jelas Jae memberitahu kenyataan pada Kyu.

"Kyu nggak peduli. Kalau nggak bisa, Kyu nggak akan pernah sekolah lagi. Eomma dan Appa nggak sayang sama Kyu. Kyu nggak mau ketemu orang-orang jahat itu lagi"kekeuh Kyu tetap pada pendiriannya.

Jae sudah akan angkat bicara, namun aku menggenggam tangan Jae untuk tetap diam. "Baik, Kyu. Appa akan usahakan, tapi Kyu harus test dulu. Kalau Kyu lulus, Kyu baru bisa sekolah bersama Sungmin. Bagaimana?"

Kyu berdiri. Matanya berbinar riang. "Kyu setuju! Kyu pasti bisa. Gomawo Appa!"teriaknya sambil berlari ke arahku. Ia memelukku erat.

"Tapi dengan satu syarat"kata Jae mengakhiri adegan dramatis antara aku dan Kyu.

Kyu melepas pelukannya. Ia mengerucutkan bibirnya sebal. "Syarat apa lagi sih eomma?"

"Kamu harus berjanji tidak akan ngambek lagi. Kamu akan membalas setiap perilaku jahat dari orang lain dengan prestasimu. Kamu nggak akan menyerah dengan semua keadaan yang kamu punya"ujar Jae panjang lebar. "Sanggup?"tanya Jae dengan pandangan meremehkan kepada Kyu.

Kyu membusungkan dadanya. "Kyu siap! Kyu janji. Kyu ini anak hebat. Anak dari direktur utama Jung corporation, Jung Yunho, yang kuat dan gagah. Juga anak dari designer terkenal, Jung Jaejoong, yang manis dan pintar. Kyu nggak akan kalah. Pegang janji Kyu, eomma!"ujar Kyu meyakinkan. Ia memeluk Jae erat, lalu mencium bibir ibunya itu.

Sejak malam itu dimulailah perjuangan Kyu. Kyu belajar giat untuk bisa lulus menyelesaikan soal pelajaran kelas lima. Dengan sedikit bantuan Sungmin, akhirnya Kyu berhasil masuk sekolah favorit itu dan sekelas dengan Sungmin.

.

Sembilan tahun kemudian (^/^)

.

Kyu berhasil masuk ke sekolah favorit di Seoul, Kim Hyeok International High School. Dia ikut menyeret Sungmin untuk masuk ke sekolah itu. Kini Sungmin selalu jadi bahan incaran Kyu untuk belajar bersama. Toh otak jenius Kyu sulit dikalahkan Sungmin. Kyu memang egois. Dia yang membutuhkan Sungmin, tapi justru Sungmin yang harus terseok-seok mengikutinya.

"Kyu, cepatlah kita harus ke gereja sekarang"panggil Sungmin di depan kamar Kyu.

Hari ini hari minggu, sudah manjadi kebiasaan bagi dua remaja itu pergi beribadah ke gereja. Sungmin menundukkan kepalanya ketika melihat aku keluar dari kamar. Aku mengajak Sungmin turun untuk sarapan bersama. Sungmin menuruti permintaanku. Tak beberapa lama Kyu juga ikut serta dalam sarapan pagi bersamaku, Jae dan Sungmin.

"Makan sayurannya, Kyu"paksa Sungmin saat melihat Kyu mulai menyingkirkan sayuran di pinggir piring.

"Nggak mau, noona! Sayuran itu pahit"tolak Kyu. Ia memberikan tampang jijik saat Sungmin menaruh sayuran pada sendoknya.

"Makan! Buka mulutmu! Aaaa…"paksa Sungmin sambil menyuapi Kyu. Kyu menelan suapan Sungmin dengan susah payah. "Kyu pintar"puji Sungmin. Ia mengacak rambut Kyu pelan.

"Aku bukan anak kecil lagi, noona!"bantah Kyu atas perlakuan Sungmin.

"Buktikan kalau kamu lebih hebat, gagah dan perkasa dibandingkan Choi Siwon. Ah, cepat makannya Kyu! Nanti Khotbah keburu selesai. Aku tidak mau melewatkannya. Kalau kamu terus seperti ini, lebih baik aku dijemput Siwon saja tadi"kata Sungmin. Ia mempercepat acara makannya.

Perkataan Sungmin membuat Kyu sebal. Kyu paling sebal mendengar nama anak pastur, Choi Siwon, yang menurutnya saingan terberatnya untuk mendapatkan Sungmin. Aku dan Jae tersenyum melihat situasi di depan kami. Ini bukan pertama kalinya mereka berkelahi tentang hal yang sama. Memang Kyu itu tidak peka. Siwon hanyalah alasan Sungmin agar Kyu menjadi manusia yang taat beribadah dan sehat. Rencana Sungmin berhasil, karena Kyu jadi mau ke gereja, makan sayur dan sedikit berolahraga.

Di gereja, Kyu mengikuti panduan suara. Ia menjadi salah satu penyanyi utama. Kyu lihai memainkan clarinet-nya yang sering membuatnya tampil mewakilkan organisasi gereja. Di sekolah, Kyu menjadi salah satu peserta olimpiade Matematika. Kejeniusannya tidak diragukan lagi karena ia kemudian dinobatkan menjadi pemenang olimpiade Matematika se-Korea Selatan. Aku sebagai orangtuan-nya sangatlah merasa bangga dengan prestasi yang dicetak Kyu.

Kyu selalu bisa bangkit dari ketepurukannya. Ia menepati janjinya kepada Jae. Kyu tumbuh menjadi anak yang kuat dan tegar. Ia tidak terlalu mempedulikan masalah daun telinganya. Semakin banyak yang mencaci makinya, semakin kuat melawan mereka yang menghalanginya.

Malam ini Kyu mengajak kami sekeluarga dan keluarga yang lain untuk berkumpul. Wajahnya terlihat sumringah. Ia juga meminta Jae memasak makanan enak baginya dan yang lain. Setelah semua anggota keluarga telah berkumpul, Kyu menyampaikan sesuatu yang membuat kami penasaran sedaritadi.

"Yeorobun, aku diterima menjadi trainee di SM Entertainment!"jeritnya bahagia. Ia berjingkrak senang.

Aku dan yang lain terlihat masih shock dengan ucapan Kyu barusan. Sungmin langsung bangun dari duduknya, lalu memeluk erat Kyu. "Chukkae, Kyu"ucapnya sambil mencium pipi Kyu. Kyu terlihat tersenyum malu. Wajahnya memerah.

Jae memandangku dengan tatapan cemas dan takut. "Bagaimana soal…"jeda Jae. Ia mengambil napas panjang. "…Itu?"tunjuk pada telinganya di balik rambut pendeknya.

Kyu langsung menundukkan kepalanya. Ia terlihat sedih. "Agensi bilang aku harus secepatnya mendapatkan donor yang tepat selama aku di-training. Jika sampai waktu yang ditentukan aku belum jua mendapatkannya, mereka akan mengeluarkanku. Selain itu aku diwajibkan membayar royalti yang tidak murah, eomma" Tergurat takut dan kekhawatiran dalam sorot matanya.

Jae menggenggam tangan anaknya yang masih berdiri di tengah ruang keluarga itu. "Kyu ingin sekali menjadi penyanyi ya?"tanya Jae yang dibalas dengan anggukan mantap oleh Kyu. "Tenang saja, chagiya. Kamu berusaha yang terbaik, biar Appa dan Eomma yang mencari donor yang tepat ya"

Kyu memeluk Jae dengan sangat lembut. "Gomawo, eomma"lirihnya.

Setelah pertemuan keluarga itu, aku dan Jae mendiskusikan masa depan Kyu. Jae terlihat sangat stress. Ia hanya takut jika impian anaknya tidak akan terkabul. Ia takut Kyu akan depresi karena memang ini yang dicita-citakan oleh Kyu. Aku memeluk Jae, menyalurkan kehangatan ke dalam hatinya yang galau.

"Kita pasti bisa mendapatkannya. Selama ini kita kan sudah melupakan soal donor itu, jadi kita belum menemukannya. Sekarang aku akan ikut mencari ke luar negeri. Tenang saja Jae. Kita lakukan yang terbaik untuk buah hati kita"

Pencarian terus dilakukan. Kyu melakukan training dengan sangat baik. Bakat-bakatnya di bidang seni semakin terasah. Kyu sudah beberapa kali diikutsertakan dalam event-event kecil. Ia juga pernah menjadi salah satu model di MV penyanyi yang sedang naik daun. Kyu pernah ikut dalam K-drama walau ia hanya mendapat peran sangat kecil dan hanya beberapa scenes saja. Kyu belum diperkenalkan secara resmi kepada publik. Hal ini terganjal oleh ke'istimewa'an Kyu itu. Kyu seringkali merasa dilema. Terlebih lagi masa akhir trainingnya sudah di depan mata. Kyu terlihat sangat putus asa. Ia ingin sekali menyerah pada keadaannya. Ini pertama kalinya Kyu merasa terpuruk setelah kejadian kelas tiga dulu.

Aku menelepon Kyu untuk mengosongkan waktunya dua hari pada bulan ini. Kyu menanyakan ada apa. Aku tidak menjawabnya, karena ingin memberikan sebuah kejutan padanya. Setelah bersusah payah merayu agensi, Kyu mendapatkan libur. Dua hari penuh yang segera kumanfaatkan untuk operasi Kyu. Ya, kami sudah menemukan donor yang tepat untuk Kyu.

Seminggu, waktu yang kami perlukan untuk pemulihan kesehatan Kyu. Jae tersenyum senang melihat Kyu yang semakin tampan. Jae terus menerus memeluk dan mencium Kyu. Bentuk rasa syukurnya kepada operasi yang berhasil. Tak butuh waktu lama, Kyu pun diperkenalkan secara resmi kepada publik sebagai salah satu anggota K.R.Y.

Eksistensi K.R.Y diterima baik oleh masyarakat luas di Korea atau pun di negara lain. K.R.Y juga sudah melebarkan sayapnya sampai ke Jepang dan Taiwan. Kyu semakin terkenal. Ia memainkan beberapa drama musikal bersama teman segrupnya. Ia juga beberapa kali menjadi penyanyi solo untuk soundtrack film dan K-drama. Jadwal Kyu semakin ketat saja. Waktu bersama keluarga semakin sedikit. Kyu jarang sekali mendapatkan liburan.

Kyu sangat pintar menjaga hubungannya dengan keluarga dan kekasihnya, Sungmin. Sebelum Kyu pergi ke Jepang untuk pertama kali dan jadwal mencekiknya, ia meminta Sungmin untuk menjadi kekasihnya. Kyu memanfaatkan kesempatan ini agar Sungmin tidak direbut oleh Siwon. Ia menyempatkan waktu di sela-sela kesibukkannya dengan mengirim kabar kepada kami melalui telepon, sms, ataupun situs pribadinya. Aku dan Jae bangga sekali padanya.

"Sungmin, would you marry me?"tanya Kyu di atas panggung saat ia sedang menjalankan konser K.R.Y yang sekian kali.

Jutaan lampu menyorot Kyu yang sedang bersimpuh dengan tangannya yang memegang balon-balon pink dan sebuah kotak dengan cincin di dalamnya. Sorotan lampu berpindah ke salah satu sudut bangku penonton. Cahayanya menyilaukan mata kami. Aku, Jae, Yoochun, Junsu, Changmin, Key dan Sungmin yang sedang menonton konser itu, sedikit terganggu dengan cahaya yang menyorot kami. Fans berteriak histeris ketika Yesung, salah satu teman se-grup Kyu, meminta Sungmin naik ke atas panggung. Ryeowook, teman Kyu yang lain, sibuk mengiringi peristiwa paling bahagia ini dengan alunan piano.

Sungmin menangis haru. Begitu pula dengan kami semua yang masih setia menonton adegan itu dari bangku penonton. Ia mengangguk setuju dengan permintaan Kyu. Kyu memeluk Sungmin. Sontak ruangan konser itu menjadi riuh ramai. Semua fans bersorak gembira, ada pula yang menangis haru. Kyuhyun sukses menyatakan cintanya.

Tak selang berapa lama, Kyu menikah dengan Sungmin. Para Fans ikut menghadiri pernikahan Sungmin dan Kyu yang megah dan meriah. Doa fans menyertai mereka. Sungmin telah menjadi selebriti sekarang. Pasangan KyuMin yang tersohor. Syukurlah pernikahan Kyu tidak menjadi kendala baginya untuk meneruskan karir.

Kyu masih sibuk dengan dunia keartisannya walau ia sekarang telah menjadi Direktur Utama Jung Corporation. Sedikit demi sedikit Kyu mengurangi dunia artisnya, digantikan oleh Sungmin yang entah sejak kapan dilirik oleh agensi Kyu. Jadi sekarang pasangan itu telah menjadi selebriti terkenal seantero Korea Selatan dan beberapa negara lainnya.

Aku dan Jae memutuskan untuk tinggal di Pulau Jeju, menikmati masa tua kami. Jae sudah lama ingin menghabiskan waktunya di pulau ini. Aku sangat bahagia dengan hidupku. Aku menghabiskan hidup bersama istri yang cantik, pintar, baik dan sangat sempurna di mataku. Aku juga memiliki seorang malaikat mungil yang tegar dan begitu membanggakan. Tidak ada hal lain yang kupinta lagi selain tetap bersama mereka yang kucintai. Namun kali ini doaku tidak direstui oleh Tuhan. Jae lebih dahulu meninggalkanku.

"Appa sabar ya! Eomma pasti tenang di sana"ujar Kyu menenangkanku.

Aku menarik Kyu untuk mendekati peti ibunya. Aku tersenyum memandang wajah Jae yang damai. "Eomma-mu cantik ya Kyu. Wanita tercantik di bumi ini. Aku mencintainya dan ia begitu mencintaimu"ujarku.

Aku menyibakkan helai rambutnya. Aku melihat Kyu membelalakan matanya. Seketika airmata Kyu mengalir dengan deras.

"Appa, jangan bilang?"ucap Kyu tak percaya.

Aku mengangguk lemah. "Mianhae, Kyu. Selama ini kami berbohong. Ini alasan mengapa Eomma-mu ingin memanjangkan rambutnya"jelasku.

"Huaaaa... Eomma! Gomawo, eomma! Mianhae... Jeongmal mianhae, eomma!"teriak Kyu frustasi sambil memeluk tubuh eomma-nya yang terbujur kaku.

Jae, tidurlah yang tenang. Anak kita sudah sangat bahagia. Begitupun aku. Kenangan bersamamu selalu menjadi bagian terindah hidupku. Akan kulihat sosokmu dalam diri Kyu. Dengarlah setiap panggilanku melalui daun telinga yang telah kau berikan pada Kyu. Aku mencintaimu, Jung Jaejoong. Selamanya.

.

("^0^)/..::The End::..\(TwT")

.

~~Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat dilihat. Cinta sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan tanpa diketahui.~~ Happy Mother's Day! I love you, Mom!


..::Cuap2 Author::..

Akhirnya selesai juga. Mianhae kalo endingnya nggak memuaskan, abal dan terkesan maksa. Selamat hari ibu. Cintai ibu kita masing-masing ya! Cinta dan pengorbanan seorang ibu tak terkira. Hiks… aku sayang mama.

Oke dari pada ber-melankolis ria. Lebih baik tekan tombol REVIEW di bawah.

REVIEW yang banyak ya readers. Jangan sampai nggak! Review kalian semangat aku untuk berkarya. KRITIK DIPERLUKAN. Saran juga diikutsertakan ya.

Gomawo dah mau baca. Untuk semua readers yg lum aku cantumin dan baru review sekarang, tulisan review kalian selalu masuk file aku dan akan ikut dicetak jadi buku pribadiku. So partisipasi kalian berharga bgt untukku.

So don't be Silent Reader! REVIEW… REVIEW… hi, SiDers… ayo review!