GgioSoi. Request by jeger, Yurisa-Shirany Kurosaki, dan yumifasolasido. Tenang saja, pair-pair yang direquest akan Cha buatkan kok kalau sempat. Entah itu canon pair atau pun crack. Selama jumlahnya tidak lebih dari tujuh. Ah ya, fic ini hanya tujuh chapter. :)

Anyway, please enjoy this fic, minna!


-Tujuh Tanda Cinta-
[Tiga : Tak Ingin Kau Benci]
Disclaimer : Bleach © Tite Kubo
Rated : T
Genre : Romance/Friendship
Pairing(s) : GgioSoi
WARNING : typo(s), OOC
Summary : Cinta... Apa kita sadar ketika ia datang? Atau, apa kita tahu saat ia menghampiri? Oh, tentu tidak, cinta itu kan aneh.


-Second POV-

Trang trang trang.

Pedangmu dan pedangnya bertemu—saling bersahutan, seakan mewakili jeritan hati kalian yang berkata bahwa tidak ingin ada pertarungan ini, atau hentikan saja, kamu tak ingin bertarung dengannya.

Kamu seperti bercermin jika melihat wajahnya. Ekspresi keras hati yang menunjukkan kalau baik kamu atau pun dia tidak akan segan-segan untuk membunuh siapa pun yang menghalangi jalan kalian. Tapi sayangnya kalian berbeda—ia shinigami, sementara kamu adalah arrancar. Tembok perbedaan yang memisahkan kalian.

Trang trang trang.

Dia masih belum merubah mimik wajahnya, masih sama seperti awal kalian bertarung. Mengerutkan dahi dan terlihat bersemangat sekali mengayunkan pedangnya. Tidak, ia tetaplah ragu dan belum mengeluarkan kekuatan sepenuhnya.

"Akuilah bahwa aku lebih kuat darimu, shi-ni-ga-mi!" ucapmu separuh menyindir—dengan penekanan pada setiap suku kata 'shinigami'.

"Jangan sok, ar-ran-car!" dia pun tak mau kalah.

Adalah fakta bahwa kalian sama kuat. Walaupun kamu menyerangnya bertubi-tubi dengan menggunakan Tigre Estoque, tapi Suzumebachi-nya bisa mengimbangi dengan cepat setiap gerakanmu. Oh, cepat sekali. Bukankah begitu? Tidak perlu waktu berjam-jam untuk kamu dan dia sama tahu kekuatan masing-masing.

Andai saja kamu punya kemampuan untuk membaca hati seseorang, kamu pasti ingin tahu sekali apa yang ada di hatinya.

Satu tendangan hampir mengenai wajah mulusnya kalau saja kamu tidak dapat menakar kekuatanmu dan menahannya. Tapi dia tidak begitu lemah, jangan lupa kalau dia adalah kapten divisi dua. Secepat kamu nyaris menendangnya, secepat itu pula ia melekukan kakinya dan nyaris mematahkan kakimu.

Kamu pun terjatuh dari udara, tentu saja. Namun—dengan satu kaki yang sedikit terkilir—kamu tetaplah bisa berdiri tegak dan pada akhirnya berhasil mempertahankan kuda-kudamu.

"Bakudou tiga puluh, Shitotsu Sansen!"

Tiga cahaya kuning yang berasal dari segitiga yang dibuat olehnya terlepas dan menghantam kedua tangan, serta tubuhmu. Menahanmu kuat di dinding sebuah gedung. Kamu pun mendecak sebal karena sempat-sempatnya lengah.

"Sudah ku bilang, jangan sok, arrancar!"

"Kidou, hah? Caramu licik, shinigami!"

"Jinteki Shakusetsu, Suzumebachi!"

Matamu membelalak lebar, dadamu berdegup kencang. Apa benar ia akan mengakhiri pertarungan ini dengan begitu cepat? Rasanya baru beberapa menit berlalu dan kamu belum bisa menerima bahwa kamu kalah dengan cara seperti ini. Tidak. Pasti masih ada cara lain.

"Suzumebachi-ku akan membunuhmu jika aku menusukkannya di tempat yang sama dua kali, jadi, bersiaplah."

Dia datang.

"Cero."

BLARR!

Satu cero darimu, dan sanggup menghancurkan bangunan tempatmu terpasung dengan kidounya. Kamu menyeringai, lalu bersonido dan menyerangnya kembali, mencoba menghancurkan wujud zanpakuto-nya yang sudah menjadi sebesar jari tengah dan berwarna emas.

"Heh, shinigami!"

"..."

"Jangan bilang kau jatuh cinta padaku."

"Jangan bicara seenaknya!"

"Hei, bodoh, aku takkan berkata seperti itu kalau tak ada buktinya."

"Apa buktinya?"

Trang trang trang.

Kamu masih belum berhenti mengayunkan pedangmu pada tangan kanannya—tempat dimana zanpakuto berwarna emas itu ditempatkan.

"Kau bodoh atau apa? Harusnya kau tadi bisa dengan mudah membunuhku!"

"Apa maksudmu?"

"Kau hanya tinggal ber-shunpo, lalu tusukkan zanpakutomu itu dua kali, dan semua selesai."

"Cih!"

"Tapi kau tidak melakukannya, kan?"

Trang trang trek.

Lengah. Satu seranganmu luput dari penglihatannya, karena dia begitu terkejut akibat zanpakuto-nya yang sedikit pecah setelah kamu serang. Gadis berkepang itu pun terdorong jauh ke belakang dan menabrak gedung tinggi.

"Makanya ku bilang dari awal, shinigami, akuilah bahwa aku lebih kuat darimu."

Ia menatapmu geram.

"Kuichigire, Tigre Estoque!"

Resurreccion. Seimbang. Kekuatan kalian pada akhirnya seimbang, bukan? Tidak ada lagi yang perlu kamu takar dan semoga saja tidak akan melukainya.

Setelah dia berbincang dengan bawahannya—yang tidak penting untuk kamu dengar, pada akhirnya dia memutuskan untuk kembali menghampirimu dan beradu kekuatan satu lawan satu denganmu.

"Sebelum kau mati, shinigami, ingatlah namaku. Ggio Vega."

"Cih! Aku tidak perlu tahu."

"Setidaknya sebutkan namamu juga, nona pemimpin omnitsukido!"

Trang trang trang.

Tidak. Kekuatan kalian tidak sama. Saat ini kamu sedikit lebih kuat darinya. Pertarungan ini lama-lama menjadi membosankan. Perlu berapa lama lagi kalian beradu pedang? Perlu berapa lama lagi kalian beradu kekuatan? Ini terlalu lama dan menjadi membosankan.

"Perlu berapa lama lagi, shinigami? Perlu berapa lama untuk membunuhku?"

"Harusnya aku yang bertanya begitu padamu, ingat jabatanmu!"

"..."

"Aku seorang kapten, dan kau hanya fraccion. Aku tentu saja jauh lebih kuat darimu, arrancar."

"Jangan merendahkanku, shinigami!"

Kena. Emosimu dengan mudah tersulut karena kata-katanya dan membuat pikiranmu jadi kacau.

BLARRR!

Kekuatanmu bertambah besar. Cahaya merah berkobar di sekelilingmu, tanda kalau kamu begitu marah dan siap untuk membunuh shinigami yang sampai saat ini belum kamu ketahui namanya.

"Jangan membenciku saat kau mati, shinigami! Tigre Estoque El Sable!"

Sraat. Jleb jleb.

Dua kali. Dua kali tak lama setelah kamu memaksimalkan kekuatanmu. Dua kali di tempat yang sama. Dua kali di alat vitalmu—jantung. Dua kali, dan kamu dapat melihatnya menunduk sedih setelah berhasil menusukmu.

"Namaku Soifon, orang yang telah membunuhmu—"

"A...apa?"

"—anata... Tolong jangan membenciku."

Crash.

Kamu dapat melihat darah mengucur deras dari dadamu. Dia berhasil membunuhmu, tapi kenapa dia malah menunduk sedih begitu? Tentu saja kamu tidak akan membencinya, karena kamu tahu bahwa dari awal, ada rasa berbeda ketika melihatnya. Cinta itu aneh dan tidak mengenal tembok perbedaan di antara kalian. Tembok pemisah antara arrancar dan shinigami.

Terpenting dari semuanya, sebelum kamu mati, akhirnya kamu tahu namanya. Soifon. Nama yang indah.

"Anata... menyukaiku?"

Kamu tidak sempat melihat reaksinya, hanya ada tanda kupu-kupu berwarna hitam seperti yang terbentuk di lukamu dan selanjutnya hilang. Kamu dan dia sama-sama tahu perasaan masing-masing dan biarlah kalian simpan sendiri.

Setidaknya tidak ada lagi rasa benci. Dia tidak membencimu dan kamu juga tidak membencinya.

.

.

~O W A R I~

.

.


#curhat : A-abal kah? Sungguh Cha agak kesulitan nyari 'chemistry' di antara mereka. Apalagi om Tite hanya menunjukkan hubungan 'canon' mereka saat pertarungan saja. :(

Well, Cha lama update, soalnya sibuk banget. Hiks. Udah tugas menumpuk, susah pula, dan akhirnya mid-test. Wohohoo... Lengkap sudah penderitaan Cha. T^T

But, anyway, karena ga sempet balas review, Cha mau memberi ucapan terima kasih untuk:

Eka Kuchiki, ayano 646 cweety, kuroliv, Arisa-Yuki-Kyutsa, krad hikari vi titania, jeger, Sin Heartless Yuuki, Michi-chan Phantomhive 626 , Matsura Akimoto, kanata., Fantome la Voleur, Zie'rain-drizZle, Kurosaki Mitsuki, Minami Tsubaki, ruki 4062 jo, Yurisa-Shirany Kurosaki, dan...

kamu semua, yang sudah membaca fic ini, tapi nggak sempat meninggalkan jejak. :)

Wanna join Bleach Vivariation Festival 2? Come join us on FB group! Or follow our Twitter bleachvivafest. Coming soon on April 2011 . Viva heterogenism! :)

Nee, mind to RnR, readers?