AKATSUKI VS KOKUBOUROU

Hello, minna-san. Si pembuat onar datang lagi. Kali ini aku akan membuat crossover Naruto & Kekkaishi. Tapi yang berperan hanya yang antagonis. Yups, apalagi kalau bukan Akatsuki dari Anime Naruto dan Kokubourou dari Kekkaishi. Halaahh daripada kelamaan, silahkan baca deh.

Chap 3

Dimarkas Akatsuki, Pein menggelar tikar, eh salah menggelar rapat dadakan. Para anggota Akatsuki-minus Pein- gemetar melihat tampang Pein yang jauh berbeda dari biasanya.

"Ada apa Pein-sama." Kata Kisame membuka pembicaraan

"Iya un. Ada apa? Dan kenapa muka Pein-sama ditekuk, un." Lanjut Deidara

"Hmm, begini. Kalian masih ingat soal pertarungan kita dengan para ayakashi itu ?" Tanya Pein

"Iya" Jawab semua anggota Akatsuki-minus Pein-

"Kita akan menyiapkan kejutan untuk ayakashi itu. Aku yakin mereka tidak akan menyerah semudah itu. Hidan, kau tahu sedikit tentang mereka kan?" Tanya Pein sambil menatap pengikut setia Dewa Jashin itu.

"Iya, mereka termasuk peran antagonis dari Anime Kekkaishi yang bernama Kokubourou. Mereka adalah target utama dari para Kekkaishi dari keluarga Sumimura ataupun dari keluarga Yukimura. Mereka mengincar kekuatan dari tanah Karasumori yang merupakan lahan sekolah yang ada di Anime mereka." Terang Hidan panjang lebar.

"Hmm, begitu ya. Kira-kira apa kau tau kekuatan khusus dari mereka?" Tanya Pein (lagi)

"Aku tak tahu banyak tapi apa kalian tahu orang yang kayak mumi dan wanita rambut hitam yang dibakar Amaterasu-nya Tobi?" Tanya Hidan pada semua anggota Akatsuki

"Ya ! Aku tahu itu. Kan Tobi yang bakar mereka, Tobi anak baik." Kata Tobi girang

"Ya, un. Mumi itu yang menghina Zetsu kan? Lihat, Zetsu jadi layu gara-gara mereka menghancurkan kebun mawarnya un." Tambah Deidara sambil menunjuk kearah Zetsu yang pundung dipojokan.

Semua anggota Akatsuki-minus Zetsu- sweatdrop melihat kejadian itu.

"Pein-sama, aku ingin membalaskan dendam mawar-mawar kesukaanku." Kata Zetsu item-putih lemah namun matanya menyorotkan dendam yang teramat besar.

"Baiklah Zetsu, kita akan menyusun rencana untuk itu. Dan Hidan, siapa mereka?" Tanya Pein

"Ya, mumi itu bernama Kaguro dan wanita itu bernama Shion." Jawab Hidan

"Hmm, begitu ya." Kata Pein puas

"Pein-sama, mereka datang lagi. Tapi ada makhluk yang serupa dengan Kyuubi." Teriak Itachi tenang

"Mirip Kyuubi !" Kata Akatsuki-minus Itachi dan Tobi yang tak sengaja melihat itu-.

"Mirip Kyuubi katamu ? Ah, jangan-jangan dia adalah pemimpinnya. Aku tak tahu namanya tapi anak buahnya menyebut dia Hime." Kata Hidan

Semua anggota Akatsuki pun langsung keluar dari markas mereka. Dan apa yang dilihat Itachi pun benar, ada makhluk yang mirip Kyuubi tepat didepan gerombolan itu.

"Kalian adalah Akatsuki yang menghancurkan portal kami !" Teriak Sakon

"Sebagai balasan kekalahan kami kemarin, kami akan menghancurkan semua benda yang ada disini." Kata Hime sambil mengeluar sebuah tehnik yang mengubah semua tempat menjadi pada rumput yang kekuningan- seperti yang di episode terakhir Kekkaishi saat Byaku menggendong Hime keluar dari istana mereka-.

Para Akatsuki hanya bisa terkejut melihat kejadian itu. Pein yang sudah kesal mengeluarkan Rinnegannya setelah melihat Hime karena dia mengingatkan Pein akan keinginannya menangkap Kyuubi yang ada di dalam tubuh Naruto.

"Semuanya membentuk formasi penyerang !" Teriak Pein kepada semua anak buahnya-ditambah keenam tubuhnya Pein yang baru tiba-.

Seketika itu juga semua anggota Akatsuki membetuk formasi itu-Dibagian depan adalah Kakuzu, Hidan dan Sasori; Dibagian tengah Pein dengan Konan disertai oleh keenam tubuh Pein lainnya; Dibagian belakang adalah Kisame, Zetsu dan Deidara; Dan dibagian sudut belakang adalah Itachi dan Tobi-. Melihat itu, Byaku pun langsung membuat formasi penyerangan-Dibagian depan adalah Kaguro, Shion, Hekian, dan Sakon; Dibagian tengah adalah Byaku, Hime, Koshu dan Aihi; Dibagian belakang adalah Gagin dan Haizen; Dibagian sayap kanan adalah Haroku dan Sanan; Dan dibagian sayap kiri adalah Sekia serta tak lupa disetiap formasi dilengkapi dengan ayakashi lain-.

DAK BRAK PRANG KENTRANG GUBRAK

Perang itupun terjadi dengan sengit, namun terlihat kalau pihak Kokubourou sedang kewalahan karena tiba-tiba ribuan kertas mengerubungi bagian sayap kanan dan sayap kiri. Bom-bom miliki Deidara pun berterbangan kearah belakang dan pasir besi dari kugutsu Sasori yang yang menyerang bagian depan. Melihat itu, Byaku dan Koshu bergerak untuk melindungi Hime sementara Aihi hanya bisa terpaku melihat Itachi yang bersembunyi dibawah pohon sambil menyerang diam-diam. Itachi yang merasa ada yang memperhatikannya pun menengok kearah Aihi yang seketika itu juga membuat semburat merah muda di pipi Aihi.

'Hmm, ayakashi yang aneh.' Kata Itachi sambil mengeluarkan Amaterasu bersama Tobi.

Tiba-tiba Byaku menyuruh para ayakashi untuk menyerang Zetsu dan Kisame yang terlihat lengah. Melihat itu, Itachi mengeluarkan jurus Susano'o untuk membentengi Akatsuki. Asura-salah satu tubuh Pein- langsung mengeluarkan bom, senapan, bazooka dari tubuhnya dan menembakkannya kearah ayakashi itu.

BOOM

Asap-asap akibat serangan itu membuat pandangan menjadi tak jelas antara kedua belah pihak. Sementara Itachi yang menutup matanya karena terlalu sering menggunakan Mangekyou Sharingan. Tobi datang dan membantu memapah Itachi dan menyuruhnya istirahat.

"Itachi, kau disini saja. Biar aku yang melawan mereka dengan Mangekyou Sharinganku yang sudah sempurna ini." Kata Tobi

"Hmm, Madara. Kira-kira apa aku bisa mati ditangan Sasuke?" Tanya Itachi tiba-tiba

"Ya, bukankah itu sudah ditakdirkan oleh mangaka kita." Jawab Tobi

"Baguslah kalau begitu, jadi aku tak akan mati disini kan?" Tanya Itachi

"Ya. Tenang saja, tujuan kita menyerang mereka kan untuk membalaskan kemarahan Zetsu." Kata Tobi sambil tersenyum.

Setelah berbincang-bincang dengan Tobi, Itachi pun istirahat. Melihat itu, Aihi merasa kasihan terhadap Itachi yang berhasil merebut hatinya. Diam-diam dia menuruni ayakashi yang ditumpanginya untuk pergi menuju Itachi. Itachi yang merasakan keberadaan makhluk lain pun jadi terbangun.

"Kau ingin mati ?" Tanya Itachi dengan ekpresi biasa

"Ti-tidak, bukan be-begitu. Aku i-ingin mem-membantumu." Kata Aihi gugup

"Huh, tak usah. Kalau menolak aku akan kubunuh, bagaimanapun juga kau termasuk ayakashi yang sudah menghancurkan kebun Zetsu dan menghina kami semua." Jawab Itachi

"Ta-tapi…" Kata Aihi

Tiba-tiba Zetsu datang untuk menyerang Aihi.

"Kau adalah anak buah Byaku yang sudah mengancurkan kebunku !" Teriak Zetsu item sambil mengeluarkan kunai-kunai dari tubuhnya.

"Ahhh !" Teriak Aihi kesakitan

Melihat itu, Haizen yang lolos dari serangan Deidara datang untuk membantu Aihi. Namun Itachi menyerang Haizen dan sayang sekali Haizen berhasil lolos sambil memapah Aihi yang kesakitan. Tiba-tiba Haizen melemparkan surat kearah Itachi dan pergi meninggalkan Itachi dan Zetsu yang sudah mengamuk.

Karena merasa kalah, Kokubourou mengundurkan diri dan menyatakan kalau mereka tidak akan menyerang Akatsuki lagi. Mendengar itu, Pein merasa puas walaupun dengan berat hati melihat keadaan sekitar markasnya yang hancur. Setelah menyatakan kekalahannya, Kokubourou pergi meninggalakan mereka.

"Hah, akhirnya perang ini selesai juga. Semuanya kembali kemarkas !" Perintah Pein

Seketika itu juga semua anggota Akatsuki masuk kemarkas mereka termasuk Itachi yang dipapah Kisame ke markasnya.

"Heh, Itachi-san. Surat apa itu?" Tanya Kisame setelah membawa Itachi kedalam markas dan tak sengaja melihat surat itu.

"Entahlah." Jawab Itachi sambil berusaha menggerakkan tangannya untuk membaca surat itu.

Kau adalah Uchiha Itachi kan?

Aku adalah Haizen, orang yang membawa wanita yang berusaha membantumu. Tapi sayang sekali, mutan tumbuhan itu menyerang wanita ini yang bernama Aihi. Aku ingin memberitahumu kalau waktu itu Aihi ingin menyatakan kalau dia menyukaimu. Aku tak tahu apa yang membuat Aihi menyukaimu tapi aku hanya ingin yang terbaik untuk Aihi.

Sekian dulu dariku, kuharap kau membaca surat ini.

Haizen

Itachi dan Kisame hanya tertegun melihat isi surat itu.

"Itach-san, ternyata ada juga ayakashi yang menyukaimu." Kata Kisame yang masih menatap isi surat itu.

"Ya, kuharap kau tak memberitahu kepada yang lain soal surat ini." Kata Itachi pada Kisame tanpa mengalihkan pandangan dari surat itu.

"Baiklah, Itachi-san. Namun, apakah kau mau mengirim balasannya ?" Tanya Kisame

"Ya, tapi hanya sekali saja. Aku tak mau berhubungan dengan para ayakashi itu." Jawab Itachi

Itachi pun menulis balasan surat itu dan mengirimnya melalui portal yang ditutupi oleh tanaman mawar Zetsu. Surat itu terbang kedalam portal itu dan sampai ditangan Haizen yang sedang menunggui Aihi. Melihat surat balasan dari Itachi, Haizen sangat senang dan dia berharap isinya takkan menyinggung hati Aihi nanti. Langsung saja Haizen menemui Aihi yang masih terbaring.

"Hei Aihi, aku tak sengaja mengirm surat untuk Itachi saat kau berusaha membantunya. Maaf kalau aku lancang namun lihat, aku mendapatkan balasannya." Kata Haizen setelah sampai di samping Aihi.

Mendengar itu, Aihi terkejut dan langsung merebut surat itu dan membacanya bersama Haizen.

Ya, Aku Uchiha Itachi

Aku juga sebenarnya ingin menghentikan serangan mutan tumbuhan yang bernama Zetsu, namun aku juga mengerti perasaannya saat kalian menghancurkan kebunnya. Maaf saja, aku tak tertarik dengan ayakashi yang bernama Aihi tapi aku akui dia yang tercantik dan paling normal diantara ayakashi lain. Aku tak punya waktu untuk ini karena aku lebih memikirkan adikku dibanding ayakashi seperti kalian. Aku harap surat ini sampai ditangan ayakashi yang bernama Aihi, aku ingin menyampaikan kalau ayakashi yang bernama Haizen itu memperhatikanmu dan kuharap kau juga mengerti.

Sekian dariku, kuharap kau tak mengirim surat lagi padaku yang hanya akan membuat peperangan dimulai lagi.

Uchiha Itachi

Membaca surat ini, Aihi pun merasa senang karena Itachi memujinya namun dia juga kecewa ternyata cintanya tak diterima. Haizen yang membacanya juga sempat malu karena Itachi menyebut namanya. Setelah membaca surat itu, Aihi langsung menatap Haizen.

"Haizen, apa benar yang ditulis oleh Itachi ?" Tanya Aihi

"Eh, ah i-itu pasti salah. Hehehe, dia kan tak tahu aku." Jawab Haizen gugup

"Tak usah bohong." Kata Aihi

"Hah, aku tak mampu melawan keinginananmu. Ya, aku memperhatikanmu karena aku menyukaimu." Lanjut Haizen sambil beranjak pergi sambil berusaha menyembunyikan semburat merah mudanya.

"Tunggu, Haizen !" Teriak Aihi yang langsung menghentikan langkah Haizen

"Ya ?" Tanya Haizen sambil menengok Aihi

"Terima kasih kau sudah menyukaiku." Kata Aihi

"Ya, sama-sama. Kuharap minatmu terhadap manusia tetap sama seperti dulu ya…" Kata Haizen

Aihi hanya tersenyum sambil mengangguk dan Haizen pun melangkah pergi.

'Hah, terima kasih Itachi, berkatmu aku bisa menyatakan perasaanku pada Aihi' Kata Haizen dalam hati sambil tersenyum.

THE END

-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-%-

ZSU : Wah, akhirnya selesai juga cerita ini. Berhubung masih author baru, jadi mohon maaf kalau ada kesalahan. Kutunggu kritik, saran bahkan flame-nya.

Mohon review-nya ya... *bungkuk-bungkuk*