RIVAL LOVE
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairings : Sasuke Uchiha. Sakura Haruno.
WARNING : AU, OOC, TYPO, EYD AMBURADUL.
Don't Like Don't Read
SUMMARY :
Apakah ini karma bagiku ?
Aku yang dulu membencinya.
Perasaan itu perlahan-lahan berubah seiring berjalannya waktu.
Kebersamaan kami selama ini.
Apakah ini cinta ?
.
.
.
RIVAL LOVE
Chapter 2
Keesokan harinya.
" jangan buat aku emosi." ucap sakura lesu.
" hn." ucap sasuke cool.
" semuanya! ada perubahan jadwal." teriak ketua kelas. Semua siswa pun serempak menulis. Akan tetapi tidak bagi Sasuke, ia hanya menyodorkan selembar kertas dan pulpen tinta hitam pada sakura.
" tulisin yah ?" ucap sasuke sedikit ragu. Sakura mengambil kertas dan pulpen tersebut, lalu mulai menulis.
" arigatoo." ucap sasuke pelan, tapi sakura bisa mendengarnya dan menjawabnya dengan sebuah anggukan. Sementara ino matanya sudah berkaca-kaca sekarang. Ia terlalu cemburu pada kedekatan Sasuke dan Sakura yang notabene adalah sahabatnya sendiri.
Dua hari kemudian Sasuke tidak masuk sekolah dikarenakan ada hal yang sangat penting yang tidak bisa ia tinggalkan. Ia hanya mengirim surat yang diantarkan oleh supir pribadinya. Sasuke akan izin selama seminggu penuh dan itu berarti sakura tidak akan bertemu sasuke. Dan pada saat-saat seperti ini tiba-tiba sakura merindukan sasuke, Sakura menyadari bahwa jika sasuke itu rasanya tidak menyenangkan.
Kakinya perlahan-lahan melangkah menuju meja guru yang berada di depan kelas. Disambarnya sebuah surat yang ia ketahui sebagai surat kiriman sasuke. Saat ia membaca surat tersebut ia hanya tertegun tak percaya. Ternyata selama ini Sasuke adalah seorang...
.
.
.
.
.
.
.
Atlit Renang
Sakura tersenyum setengah kaget dengan apa yang ia baca.
' ternyata pantat ayam itu adalah seorang atlit renang. hahahah' batin sakura. Ia hanya menatap kertas itu dan berdo'a.
' semoga kau menang ya sasuke-kun.' batinya lagi. ' hei bodoh kenapa kau jadi memikirkannya? itu menjijikkan' hardik inner sakura.
.
.
.
Seperti biasa, setelah Sasuke pulang perang terjadi disana-sini. Dan seluruh kelas memakluminya.
Seminggu setelah Sasuke pulang, Sakura jatuh sakit. walaupun ibunya sudah melarangnya untuk masuk sekolah tapi ia tetap saja bersikeras memaksakn untuk hadir. Dan disanalah dia dengan kepala yang tertunduk berbantalkan kedua tangannya, dan seorang pria berambut raven duduk dengan santai disampingnya.
" kamu kenapa? tidur terus." ucap sasuke berusaha menutupi rasa cemasnya.
" Sasuke jangan di ganggu, sakura lagi sakit." ino ikut nimbrung, yang sekarang sedang duduk didepan bangku yang di duduki oleh sakura dan sasuke.
" oh, kamu sakit jidat?" kata sasuke melirik sakura. Sakura mengangkat kepalanya.
" hn, makanya jangan ngajak ribut dulu. pusing nih." sakura kembali membenamkan wajahnya.
" hn, yaudah aku diem." sasuke mengganti posisinya menjadi serong menghadap sakura.
" kamu pergi aja sana!" usir sakura.
" aku diem, gak ngejailin kamu." Sasuke menatap sakura.
" Lagi gencatan senjata yaaa! biasanya perang." ucap Naruto, Kiba, Shikamaru yang sedang asyik mengobrol dengan ino dibangku depan.
" hn. berisik." ucap sasuke jengah.
Sepanjang hari itu Sasuke diam tak berkutik dan diam disamping sakura.
.
.
.
.
XXXXXXXXXXXXXX
Terlihat sekumpulan siswa tengah duduk di bawah pohon bougenville dekat ring basket sekolah mereka. Sepertinya mereka tengah larut dengan percakapan masing-masing. Naruto yang tengah berbicara dengan Hinata, pacarnya. Sedangkan Kiba, Ino, Shikamaru dan Tenten tengah larut dengan percakapan mereka. Sedangkan Sasuke dan Sakura ? mereka tengah larut dalam perseteruan mereka (?)
" Ayam, aku denger kamu itu atlit renang. itu bener ?" ucap sakura sembari menyeruput jus strawberry-nya.
" Hn." ucap sasuke dingin. tetap menjaga image uchiha yang ia sandang.
" berarti kamu kenal dong dengan atlet renang yang namanya Hyuuga Neji dong ?" sakura nyengir kuda.
" apa sih?" sasuke mendeathglare sakura.
" Sasuke sombong." tiba-tiba tenten ikut nimbrung dalam percakapan tersebut.
" Iya nih. si ayam belagu banget, belum sejago Neji aja belagu." Sasuke melirik Sakura dengan tatapan sinis, karena Sakura tahu bahwa Sasuke melihatnya dia langsung angkat bicara.
" Apa ? Rambut lo tuh kaya pantat ayam! gue bosen liat tas lu!" Ucap Sakura menunjuk-nunjuk tas yang sedang digendong Sasuke.
" hn." Ucap Sasuke meremehkan. Sakura mendecih.
" Dasar manusia hn!" Sakura beranjak dari tempatnya duduk lalu melenggang pergi ke kantin. Tanpa ia sadari sedari tadi Ino mendengarkan apa yang mereka bicarakan, terlihat kini mata aquamarine-nya berkaca-kaca. Dan sebuah suara mengagetkannya.
" Ino-chan kamu kenapa ?" suara lembut hinata menyadarkan ino. Tanpa babibu Ino segera melesat pergi menuju toilet yang berada lumayan jauh dari tempat mereka berada sekarang. Sedangkan Hinata langsung mengejar Ino yang berlari dengan mata yang berkaca-kaca. Sasuke bangkit dari posisinya lalu bergegas pergi menuju kelasnya.
.
.
.
.
.
XXXXXXXXXXXXXXX
" Anak-anak, jadi jumlah maksimum = ukuran maksimum 1 + ukuran maksimum 2" ucap kurenai-sensei dengan semangat yang membara (?)
" Uchiha, kau kedepan kerjakan ini." ujar kurenai menunjuk Sasuke. Sakura terkekeh geli.
" Mana bisa kau mengerjakkannya ? keahlianmu kan didalam air." Sakura setengah berbisik namun masih bisa terdengar oleh Sasuke.
"Hn." Sasuke meremehkan perkataan Sakura lalu berjalan kedepan kelas untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh Kurenai. Sasuke mengerjakannya dengan serius, dia mengerjakann soal itu dengan cara nya sendiri.
" Bagus kau bisa mengerjakannya." Ucap kurenai bangga menepuk pelan bahu Sasuke. Senyum kemenangan tersungging diwajah indahnya.
" Siapa bilang seorang atlet gak bisa mengerjakan yang seperti itu." Ucap Sasuke dengan nada mengejek, dia menepuk pelan bahu Sakura yang tengah menenangkan dirinya sendiri, sebelum berjalan menuju bangkunya.
" Dasar ayam sombong sekalli dia!" Sakura mengepalkan tangannya. Sedangkan Sasuke, ia hanya terkekeh geli mendengar sakura berkata seperti itu.
Bel pun bernbunyi tanja jam pelajaran kedua telah berakhir dan digantikan oleh waktu istirahat. Semua siswa di kelas satu persatu mulai beranjak menuju kantin. Ruangan kelaspun terlihat lengang, hanya ada beberapa siswa yang duduk bercerita dipojok kelas dan ada pula siswa yang sedang mengerjakan PR. Sementara yang lain sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing, seorang wanita berambut pink malah menenggelamkan wajahnya diantara kedua lengannya. Dan sesekali terdengar dia menggumamkan sesuatu tak jelas. Tanpa ia sadari sepasang Onyx sedari tadi tengah memerhatikannya. Karena bosan, pria tersebut menghampiri Sakura yang sedang meracau tak jelas.
" Hey jidat! " Sasuke menepuk bahu sakura.
" Apa ?" Ucap sakura mendongak, dengan mata setengah terpejam.
" Kita bikin bintang-bintangan, aku bawa kertasnya." Ajak Sasuke.
" Gak ah, lagi pusing." Sakura kembali menenggelamkan wajahnya. Akan tetapi Sasuke menarik-narik ujung lengan seragam Sakura.
" Ayo cepet diajarin." ajak Sasuke lagi, dengan nada sedikit memaksa. Akhirnya Sakura mau, dan saat dia mencoba ternyata salah. Sasuke hanya memukul pelan kepala Sakura.
" Udah ah kesel, salah mulu." ujar Sakura beranjak dari tempatnya duduk. Akan tetapi tangan Sasuke menahannya.
" Belum apa-apa udah nyerah." Akhirnya Sakura mencoba dan berhasil.
Bel pun berbunyi kembali, menandakan jam istirahat telah habis. Sasuke beranjak menuju tempat duduknya dan sakura mulai menyimpan bintang-bintang yang tadi ia buat bersama Sasuke. Tak lama kemudian seorang guru masuk dan mengumukan bahwa hari ini mereka akan mengadakan ulangan. Akan tetapi setiap bangku harus berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Dan kebetulan Sakura dipasangkan dengan Sasuke.
ULangan pun dimulai. Keduanya tak ada yang berniat memulai percakapan sampai pada akhirnya Sakura mulai angkat bicara.
" Sas udah blum ?" Ucap Sakura dengan nada berbisik.
" Udah." Sasuke menjawab dengan nada yang super duper dingin.
" Pengen cepet pulang, pengen nonton drama korea." Sakura bergumam, namun cukup keras untukbisa didengar Sasuke.
" Kamu suka ?" Sasuke menoleh pada Sakura.
" Iya aku suka. cowoknya ganteng-ganteng. ceweknya juga cantik-cantik." Mereka larut dalam percakapan errrr mungkin bisa disebut sebagai bisikan-bisikan tentang drama korea kesukaan mereka.
" Aku juga suka sama ceweknya." Ucap Sasuke dingin (lagi)
" Apa ? Kamu suka Korea ?" Sakura terkejut mendengar penuturan Sasuke bahwa dirinya menyukai drama Korea (juga)
" Kaa-san ku kebiasaan, jadi aja suka. Tapi gak fanatik kaya kamu." Ujar Sasuke menjawab pertanyaan Sakura.
" Kamu punya dvd *ucapin salah satu judul drama korea* gak ?" Sakura menarik-narik lengan seragam milik Sasuke. Terdengar Naruto bersiul diseberang sana.
"Asiiiik PDKT nih jidat sama ayam ?" Seketika terdengar seruan 'cieeeeeee' dari seluruh siswa yang ada di dalam kelas.
" Apa enggak ih amit-amit." Ujar Sakura menyangkal tuduhan Naruto lalu melepaskan pegangannya dari lengan baju Sasuke. Sasuke hanya terdiam mendengar jawaban Sakura. Tanpa mereka sadari sedari tadi sepasan iris aquamarine tengah mengamati mereka berdua. Setelah seruan dan ejekan berakhir, Sakura melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat terputus tadi.
" pinjem Dvd-nya!" Sakura merengek.
" Bukan punya aku." Sasuke menjawab lagi-lagi dengan nada dinginnya.
" huh dasar!" Sakura beranjak dari tempat duduknya.
.
.
.
.
Keesokan harinya...
" Jidat nih." Ucap Sasuke seraya menyodorkan sebuah bungkusan.
" Apaan nih ?" Ujar Sakura penasaran seraya mengambil bungkusan tersebut lalu membukanya.
" Hn." Sasuke beranjak meninggalkan Sakura yang tengah membelalak tak percaya.
" Untukmu." Sasuke berkata sebelum Sakura mendahuluinya.
" Sasuke terimakasih." Sakkura berterimakasih dengan senyuman lebar tersungging diwajah cantiknya.
TBC
A/n :
Holla semuanya ^-^/
adakah yang kangen sama saya ?
#plak plak
Gomen kalo saya telat apdet, tugas saya menumpuk. =_="
#curcol - nangis dipojokan
Gmana fic ini nambah bagus atau nambah jelek ?
( Readers : JELEK !)
# pundung
Oke deh daripada saya ngelantur gaje, akhir kata
R
E
V
I
E
W
P
L
E
A
S
E
Au Revoir ^^/
