WARNING : OOC, OC, AU, DIKSI BIASA AJA, EYD BERANTAKAN.
DON'T LIKE, DON'T READ
Don't be stubborn, I've warned you.
SUMMARY :
Apakah ini karma bagiku ?
Aku yang dulu membencinya.
Perasaan itu perlahan-lahan berubah seiring berjalannya waktu.
Kebersamaan kami selama ini.
Apakah ini cinta ?
.
.
.
.
.
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
Rival Love © Fine-chan Uchiha (Carmelion Alyssum)
Pairings : Sasuke Uchiha – Sakura Haruno
.
.
.
.
A chain of short story about their distance.
Saat kesetiaan diuji dan semua harapan seolah sirna.
RIVAL LOVE (Chapter 4)
SAKURA POV
Andai Ino mengatakan lebih awal bahwa dia setuju Aku bersama Sasuke, mungkin semuanya gak akan kayak gini. Mungkin gak akan butuh pengorbanan banyak orang. Semuanya terlambat…..
Sudah satu tahun lamanya waktu berlalu. Akan tetapi, memory akan kejadian tahun lalu masih terasa segar dalam otakku. Ingin sekali rasanya aku mengenyahkan semua perasaan yang selama ini membelenggu. Aku sudah berusaha keras untuk melupakannya, mencoba menghilangkan semua memory tentangnya. Akan tetapi, hati kecilku selalu menjerit tidak rela saat aku akan membuang semua barang pemberiannya.
Dia pergi begitu saja tanpa memberitahuku. Dulu, biasanya ia selalu memberitahuku jika ia akan pergi keluar kota untuk mengikuti kompetisi renang. Dia selalu memintaku berdo'a untuknya, dan dengan senang hati aku selalu mendo'akannya. Sekarang, jangankan memnta do'a memberiku informasi dimana ia berada saja sekarang rasanya itu sangat mustahil. Dia memutuskan kontak secara sepihak. Aku sama sekali tidak bisa menghubunginya.
Dasar Sasuke bodoh….
Terkadang, aku sedikit menyesal dengan keputusanku tahun lalu. Menolak Sasuke mentah-mentah. Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Aku menatap kosong pemandangan yang tersaji dihadapanku.
"Sampai kapan kau akan bengong seperti itu?" Suara baritone seorang pria membuyarkan lamunanku.
"Hmmm… Aku tak tau." Ucapku tak acuh.
"Sepertinya kau sangat menyukai tempat ini. Terlebih lagi jika musim semi seperti saat ini." Pria itu berkata, memandang 3600 keadaan sekitarnya.
"Aku suka musim semi. Semuanya terbangun kembali." Aku tersenyum tipis. Sedangkan Yuuji hanya tersenyum, mengelus rambutku pelan.
"Aku mau pulang." Ucapku datar, bangkit dari tempatku duduk tadi.
Sejujurnya, aku tidak mempunyai perasaan apapun pada Yuuji. Aku berpacaran dengannya akan tetapi aku tidak mencintainya. Aku hanya menjadikannya pelampiasan agar aku bisa melupakan Sasuke. Akan tetapi semua rencanaku bertentangan dengan apa yang tertulis dalam suratan takdir. Bukannya melupakannya, akan tetapi aku malah semakin mencintainya. Aku menginginkannya berada disisinya saat itu akan tetapi aku tidak ingin melukai perasaan Ino. Sungguh, aku merindukannya saat ini. Aku membenci jarak yang memisahkan aku dan Sasuke, aku sungguh membencinya!
"Kuantar." Ucap Yuuji padaku.
"Tidak usah." Aku mencoba menolaknya dengan sehalus menautkan kedua alisnya.
"Kau kelihatan berbeda belakangan ini. Ada apa?" Terdengar sepercik rasa khawatir di dalamnya.
"Aku rasa, hubungan kita cukup sampai disini saja." Ucapku to the point. Ia menghampiriku.
"Kenapa?" Dia berada dihadapanku sekarang.
"Aku hanya ingin sendiri saat ini." Ucapku dengan wajah datar.
"Kurasa itu bukanlah sebuah alasan." Ujarnya menatap iris emerald dihadapannya.
"Maafkan aku. Selamat tinggal." Kataku, langsung melesat pergi menjauhinya.
===oOo===
Semenjak Sasuke pergi—entah kemana. Aku dan orang tuaku memutuskan pindah ke salah satu kota yang berada di Hokkaido. Dan sekarang aku mengenyam pendidikan di salah satu Akademi Perawat yang cukup terkenal di kota ini. Ponselku bergetar pertanda ada sebuah e-mail masuk.
From:Ten-ten
Besok jangan lupa bawa buku anatomi yang kemarin ku pinjam :)
Aku hanya terdiam lalu membalas e-mail darinya.
To : Ten-ten
Oke.
Aku memandang kosong jendela kamarku. Menatap awan hitam yang berarak mendekatiku. Kurasa sebentar lagi hujan akan turun. Dan dugaanku benar. Tak lama kemudian tetes-tetes air hujan mulai membasahi permukaan bumi. Aku menyukai hujan, aku menyukai bau tanah yang menguar saat tetesan air hujan membasahinya, aku menyukai saat tetesan air itu mengetuk-ngetuk atap rumahku seolah-olah mengajakku untuk bermain bersamanya. Tiba-tiba ponselku bergetar untuk yang kedua kalinya.
From :Sai
Hai sakura, bagaimana kabarmu? Sudah setahun lamanya ya kita tidak pernah bertemu :)
Sai, salah satu temanku saat duduk dibangku SMA, pria berambut hitam klimis serta bermata onyx mirip dengan err—Sasuke. Hatiku sedikit miris tatkala menyebut namanya. Berteman dekat denganku, dan wajahnya tak pernah luput dari senyum. Aku tersenyum tipis lalu mulai mengeti balasan.
To : Sai
Hai juga sai. Aku baik-baik saja :D bagaimana denganmu?
Iya, sudah setahun lamanya kita tidak pernah bertemu ya. Aku jadi kangen sma. :D
Lalu kupencet tombol send. Aku tersenyum setelahnya. Tak terasa hujan sudah mulai reda. Awan hitam yang sedari tadi menemani, mulai berganti menjadi langit biru cerah dengan sinar keemasan matahari yang menemaninya. Ponselku bergetar.
From : Sai
Syukurlah jika kau baik-baik saja :) aku disini baik-baik saja.
Memangnya kau saja.
Begitulah tulisnya. Aku terkekeh pelan lalu mulai membalas e-mail darinya. Sepanjang sore itu kuhabiskan waktuku untuk bere-mail ria. Sampai pada akhirnya e-mail darinya membuatku tercengang.
From : Sai
Sakura, sebenarnya aku menyukaimu. AKu menyukaimu sejak SMA. Dulu aku tidak berani menyatakkannya padamu karena aku tau kau menyukai kau mau menjadi pacarku? :)
Aku terdiam sejenak, memikirkan jawaban apa yang akan kuberikan padanya. Aku masih sangat mencintai Sasuke, akan tetapi disisi lain aku ingin melupakannya. Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk move on.
To : Sai
Hmmm… iya, aku mau :)
Tulisku tanpa tersenyum sedikitpun. Tak ada perasaan yang hinggap tatkala ia menyatakan cintanya padanya padaku. Kuputuskan untuk menyalakan laptopku dan mulai menyetel musik. Dari ribuan music yang tersimpan rapih didalam harddisk-ku, kuputuskan untuk mendengarkan first love milik Utada hikaru. Sekarang, lagu itu mengalun merdu di ruangan ini.
Tanpa kusadari air mata sudah membasahi pipiku….
===oOo===
Sudah sebulan lamanya aku berhubungan dengan Sai, tanpa ada rasa cinta sedikitpun. Aku tau ini salah dan harus segera menyadarinya, bahwa aku terjebak dalam permainanku sendiri. Aku ingin memutuskan benang transparan yang kini tengah mengikatku dengan sai. Akan tetapi, itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sai sangat betah bersamaku, dan aku tidak tega untuk memutuskannya sekarang. Sungguh, aku tidak ingin dia terluka. Dan baru aku sadari, bahwa aku
Membohongi diriku sendiri…..
.
.
.
.
.
.
TBC
A/n:
Perasaan ini fanfic jadi nambah gaje ceritanya.
Udah pendek gaje pula. TAT
Tadinya saya mau buat chapter ini panjang, akan tetapi idenya putus ditengah jalan. Jadinya kayak gini deh.
Sekedar pemberitahuan, kemungkinan di chapter depan fic ini bakalan ending. Tapi itu masih kemungkinan dan belum pasti.
Oke, daripada saya kebanyakan bacot saya akhiri saja dengan
REVIEW OR CONCRIT PLEASE (LEBIH DIUTAMAKAN CONCRIT)
Terimakasih sudah membaca….
Sign.
Fine-chan Uchiha (Carmelion Alyssum)
