GIRLS NEED (WONWOO Version)

.

.

.

Kim Mingyu

Jeon Wonwoo

.

.

.

Genderswicth

.

.

.

"Teman-temanmu datang. Aku duduk bersama Jihoon ya? Pulang sekolah tunggu aku." Wonwoo beranjak dari hadapan Mingyu. Mingyu hanya mengangguk menyetujui keputusan Wonwoo setelah matanya menangkap tiga orang teman lelaki dari klub basket berjalan kearahnya.

Bukannya Wonwoo tidak sopan. Tapi sebagai seorang gadis yang berstatus pacarnya Mingyu, ia juga ingin memberikan waktu pribadi untuk Mingyu bisa bergaul dengan orang lain.

Toh mereka bisa bersama kapanpun. Pergi sekolah, pulang sekolah, dirumah (yang berada di satu komplek) atau kapanpun mereka mau.

Wonwoo tidak mau dianggap sebagai perempuan yang posesif jika terus memonopoli waktu Mingyu untuk bersamanya.

"Uh tidak ada tempat kosong. Aku mau duduk dengan kalian." Wonwoo merengut kesal ketika sadar keempat bangku di sudut kantin sudah terisi penuh.

Sudah ada Jihoon, Jisoo, Jeonghan dan Seungkwan disana. Wonwoo berdiri di pinggir meja ketika matanya menatap sekeliling mencari setidaknya ada satu bangku yang bisa ia tarik mendekat.

Hingga seseorang memeluknya dari belakang. Wonwoo terkejut.

"Kau pasti lupa tanggal periodemu lagi kan, noona?" Suara berat Mingyu, kekasihnya membuat Wonwoo menghela nafas.

Ia berpikir bahwa ada orang lain yang berani memeluknya di depan umum. Bahkan mungkin Mingyu bisa melihat adegan itu dari meja yang ia duduki tadi. Tapi ternyata pelakunya adalah Mingyu sendiri.

Eh. Kenapa Mingyu malah kesini? Kan sudah diberi waktu bersama teman-temannya.

Wonwoo melirik lengan Mingyu yang melingkar di pinggangnya. Mengikat dua lengan kain dari jaket yang Mingyu kenakan tadi di pinggangnya. Oh tuhan! Wonwoo ingat.

"Tembus ya, gyu? Astaga, bodohnya aku.." Wonwoo berbalik. Menatap Mingyu yang sudah selesai mengikatkan jaketnya di tubuh Wonwoo. Menutupi noda kemerahan yang bertengger di bagian belakang rok seragam Wonwoo.

"Padahal jadwal menstruasimu teratur noona. Kenapa selalu lupa sih?" Mingyu merogoh saku celana untuk mencari sebuah benda.

Wonwoo hanya meringis menyadari keteledorannya. Dia seorang gadis yang ceroboh. Terlalu cuek dengan sekitar sampai penampilan pun teramat biasa. Terkadang Wonwoo heran kenapa Mingyu bisa suka padanya. Sudah jelas Wonwoo bisanya merepotkan. Tukang ngambek dan seenaknya.

"Dimobil ada rok cadangan, juga ada stok pembalut kan? Cepat sana ganti. Sebentar lagi masuk." Mingyu menyerahkan sebuah kunci mobil ke Wonwoo. Wonwoo tersenyum ketika Mingyu mengacak rambutnya dengan senyum yang terpatri di bibir Mingyu. Tampan sekali kekasihnya.

"Jihoon ayo temani aku. Aku pergi dulu, gyu. Terima kasih, pacarku." Wonwoo terburu menarik lengan mungil Jihoon untuk menemaninya ke parkiran mobil.

Benar-benar ceroboh. Bagaimana seorang gadis bisa melupakan jadwal menstruasinya tiap bulan sedangkan kekasihnya bisa ingat dengan detil kebiasaannya?

Itulah Wonwoo.

Tapi Wonwoo tidak mau ambil pusing.

Kebutuhan wanita. Girls period reminder. Coret.

Kebutuhan Wonwoo. Kim Mingyu. Checklist.

.

.

.

Kkeut

.

.

.

Noona awalnya bingung mau jadiin ini fiksi yang bagaimana. Fokus noona sedang terbagi ke banyak hal akhir-akhir ini. Jadi untuk memikirkan plot cerita yang panjang sedikit mager.

Ini cuma selingan ajah sambil menunggu noona kelar dengan webe dan konsep terbaru untuk fiksi terbaru nantinya.

Selamat menikmati. (Berasa makanan)

Kim Noona

Wed, 9th Nov 2016