'

Author :

'

Fasha Lusya Sasa

'

Title :

'

Marriage Contract

'

Main Cast/Pairing :

'

Park Chanyeol

'

Byun Baekhyun

'

Support Cast :

'

Other

'

Genre :

'

Yaoi, Boy X Boy, Married Life, Romance, Sad, and etc

'

Rated :

'

T

'

Lenght :

'

Chaptered

'

Summary :

'

"Aish! Kenapa aku menangis? Byun Baekhyun! Kau tidak boleh terlihat menyedihkan! Oke, tarik napas, keluarkan. Hurff...kau bisa melewatinya. HWAITING!"/"Dan jangan lupakan hutangmu itu?"

'

Backsong :

'

Winner ─ Empty

#mian klo nggak sesuai#

'

Disclaimer :

'

This fanfict is real mine, so don't plagiarism!

'

'

'

~~~HAPPY READING~~~

'

'

'

Chapter 2

'

Baekhyun POV

'

Namja itu benar-benar gila, menyuruhku menikah kontrak? Agh! Benar-benar gila, sepertinya dia pasien dari RSJ. Kepalaku rasanya mau meledak memikirkan semua ini. Masalah dengan ahjussi sudah selesai, eh masalah baru muncul dan sialnya malah tambah buruk.

'

"Oh ahjumma, waegoraeyo?" Tanyaku saat bibi kontrakan tiba-tiba berdiri di depan pintu rumahku. Ia terdiam sambil menatapku sinis lalu berjalan mendekatiku.

'

"Kau harus keluar dari rumah ini sekarang juga" kata bibi itu yang sontak membuatku terkejut.

'

"MWO? Wae ahjumma? Bukankah kau bilang dua hari lagi?" Tanyaku mengingatkan ucapannya pagi tadi.

'

"Tidak bisa, pemilik rumah ini sudah ingin menempatinya malam ini. Jadi kau harus pergi!"

'

"Tapi ini tidak adil ahjumma! Kumohon beri aku waktu sampai besok saja, ahjumma? Kalau aku pergi malam ini, aku harus tidur dimana?" Pintaku dengan sangat, bahkan sampai membuatku ingin menangis.

'

"Tidak-tidak! Lebih baik cepat kau bereskan barang-barangmu dan pergi dari sini sebelum pemilik yang baru itu datang! Kau mengerti?!" Kata bibi Yoon yang kemudian pergi meninggalkanku.

'

Ahg...hiks, bagaimana ini? Kenapa hari ini aku sial sekali? Ahh.. Eomma, appa, jebal tolong aku? Kenapa hidup ini sulit sekali bagiku? Apa aku harus ikut kalian saja? Aku sudah tidak tahan menghadapi hidup seperti ini! Aghhh! Apa aku harus menerima kesepakatan laki-laki gila itu? Menjadi istri kontraknya selama tiga bulan? Tapi aku namja! Kenapa dia ingin menikah dengan seorang namja? Dia gay...dan itu sama sepertiku?! Ough! Menyebalkan. Lalu...bagaimana dengan impianku untuk menikah dengan seorang yang kucintai? Mungkinkah aku harus membuang impian itu? Aish! Kenapa takdirku seperti ini?!

'

Aku keluar dari 'bekas rumahku' dengan sempoyongan karena barang-barang beratku. Tubuhku terasa sangat lemas, kepalaku pusing. Rasanya ingin pingsan saja.

'

"Byun Baekhyun?"

'

Sebuah suara seketika membuatku terkejut. Suara itu...

'

"Gege?" Gumanku saat kulihat seorang laki-laki di depanku. Dia... Orang yang sangat kurindukan selama ini. Yah, dia adalah cinta pertamaku. Wu Yifan aka Kris.

'

"Lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu sekarang, humm?" Tanya-nya sambil menghampiriku.

'

"Nan...nan...gwaenchana-yo?" Jawabku yang mungkin terdengar sedikit gemetar. Aku masih belum mempercayai ini, bahwa Kris telah kembali. Tunggu! Apakah ini mimpi? Kalau memang ini mimpi, kenapa terlihat sangat nyata?

'

"Hmm...kau tinggal di daerah sini juga?"

'

"Engg...sudah tidak disini lagi, aku ingin pindah"

'

"Kenapa? Aku malah baru saja pindah kesini. Aish, apa kau menghindariku?"

'

"Anniya! Jangan bilang begitu ge. Aku pindah karene disini jauh dari tempat kerjaku" jawabku berbohong. Yah, aku tak ingin merepotkannya jika aku menceritakan semuanya.

'

"Oh begitu rupanya, kapan-kapan bolehkah aku berkunjung dirumahmu atau tempat kerjamu?" Kata Kris dengan senyum manisnya.

'

"Ahh, geurae" jawabku manggut-manggut dan berharap dia tidak menanyakan alamat rumahku saat ini juga.

'

"Kalau begitu, aku pergi dulu?" Kata Siwon oppa sebelum ia pergi meninggalkanku.

'

"Ne, Kris ge" jawabku lirih. Kukira dia akan pergi setelah meminta nomor ponselku, tapi ternyata tidak. Apakah masih sulit untukmu menerimaku Kris?

'

Kris sudah menghilang dari pandanganku, tapi aku masih berdiri diam sejak tadi. Aku rasa air mataku telah membasahi kedua pipiku. Hari ini sungguh membuatku muak. Benar-benar menyebalkan! Bukankah seharusnya pertemuan tadi menjadi sesuatu yang menyenangkan? Apakah kau tidak merindukanku?

'

"Aish! Kenapa aku menangis? Byun Baekhyun! Kau tidak boleh terlihat menyedihkan! Oke, tarik napas, keluarkan. Hurff...kau bisa melewatinya. HWAITING!"

'

"Dan jangan lupakan hutangmu itu?"

'

"YAK! NEOL?!" Teriakku begitu melihatnya.

'

Chanyeol POV

'

Dimana sebenarnya namja itu tinggal?! Paman Kim bilang dia tinggal di daerah sini, tapi kenapa dari tadi aku tak menemukannya? Apa dia tinggal dirumah siput? Aish njinja! Kalau bukan karena eomma, sudah pasti aku tidak akan begini. Tunggu! Bukankah itu si namja gila? Ah, benar.

'

Aku segera menepikan mobilku dan menghampirinya. Lihat? Dia benar-benar gila, kenapa berteriak tidak jelas malam-alam begini? Tapi kurasa aku jauh lebih gila karena ingin menikahinya. Eh, Aish! Sadar Park Chanyeol, hanya menikah kontrak bukan sungguhan.

'

"Aish! Kenapa aku menangis? Byun Baekhyun! Kau tidak boleh terlihat menyedihkan! Oke, tarik napas, keluarkan. Hurff...kau bisa melewatinya. HWAITING!"

'

"Dan jangan lupakan hutangmu itu?" Ucapku yang seketika membuatnya terkejut.

'

"YAK! NEOL?!" Teriaknya yang membuat gendang telingaku terasa pecah. Dia menatapku dengan sinis seakan-akan ingin memakanku. Cih, apa dia marah padaku? Beraninya dia berteriak seperti itu, memangnya dia itu siapa?! *Author : *dia'kan calon istrimu, oppa"*

'

"Kenapa kau bisa ada disini, huh?!" Tanyanya sinis.

'

"Tentu saja menagih hutang" jawabku yang seketika membuat ekspresi wajahnya agak ketakutan.

'

"Saat ini aku belum punya uang, jadi...tolong beri aku waktu" ucapnya lirih.

'

Ckk, apa sekarang dia minta belas kasihku setelah tadi berteriak-teriak? Cih, jangan harap aku memberikan waktu padamu!

'

"Anniyo, kau harus membayar hutangmu sekarang. Atau kalau tidak, menikah kontraklah denganku"

'

"Kau gila?! Ini namanya pemaksaan!" Katanya yang kembali meneriakiku.

'

"Terserahlah, yang jelas, pilih salah satu dari kedua pilihan tadi" kataku yang tak kalah sinis.

'

"Aish, kumohon hanya satu hari saja!"

'

"Memangnya kau bisa dapat uang 200 juta dalam satu hari?! MUSTAHIL. Tunggu, Jangan-jangan kau ingin kabur dariku?!" Ucapku dengan mengambil beberapa langkah mendekatinya. Dia terlihat ketakutan sekarang. Dan aku semakin mendekatinya sampai ia membentur tiang listrik. Aish, matanya bener-benar membuatku merasa iba. Ahg! Tidak-tidak, aku tidak akan tertipu lagi oleh mata itu. Aku semakin menghimpitnya dan hal itu membuat ia semakin ketakutan.

'

"Mwo-mwoya?" Katanya dengan gugup.

'

"Bagaimana kau bisa membayar hutangku? kau bahkan tidak punya tempat tinggal" ucapku sambil menyeringai licik. Dia tampak kesal atas ucapanku tadi. Aku menatapnya tajam, dan dia berusaha menghindarinya.

'

"Geurae, aku setuju. TAPI! Hanya 5 bulan eoh?!"

'

"Geurae, kajja ikut aku" ucapku yang langsung menarik tangannya.

'

"HIYA! Kau mau membawaku kemana?"

'

"Sudah kau diam saja"

'

apartment

'

Baekhyun POV

'

Dia membawaku ke sebuah apartemen mewah, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan padaku kali ini. Aduh...! Bagaimana ini? Bagaimana kalau dia berbuat macam-macam padaku? Dia membuka pintu sebuah ruangan yang agak besar. Dan...ough! Ige mwoya? Sebuah kamar? Dia membawaku masuk, tapi dengan segera aku menolaknya.

'

"Mwoya?" Tanyanya yang terlihat kebingungan.

'

"Kenapa kita harus masuk ke kamar?" Tidak menjawab pertanyaannya tapi aku malah balik bertanya. Dia menghembuskan napas panjang dan berkacak pinggang.

'

"Apa kau berpikir aku akan melakukan sesuatu yang buruk denganmu? Ckk, yang benar saja" ucapnya yang sedikit membuatku kesal.

'

"Tidak ada yang tahu'kan?"

'

"Ckk, kau itu sama sekali bukan tipeku. Mana mungkin aku menyentuhmu?"

'

"Lagi pula siapa yang mau di sentuh dengan orang macam KAU?!" Ucapku yang kemudian melangkah masuk ke dalam kamar. Tunggu, agh! Aku ini memang payah. Aku sendiri yang menolak memasuki kamar ini, tapi sekarang apa yang kulakukan? Malah aku sendiri yang pertama kali memasukinya. Aku yakin namja itu pasti menganggapku munafik. Chakkaman, apakah aku belum mengenalnya? Agh, benar. Ternyata aku memang belum mengetahui namanya.

'

"Apa kau tinggal disini sendirian?" Tanyaku sambil melihat sekeliling.

'

"Hmm" gumannya sambil merebahkan diri ke sofa.

'

"Kenapa kau tidak tinggal bersama keluargamu?" Tanyaku penasaran.

'

"Apa perdulimu?" Jawabnya dengan ketus. Ck, kalau bukan aku berhutang budi padamu, sudah kujitak tuh kepala.

'

"Kita harus buat perjanjian" ucapku yang seketika membuatnya terkejut.

'

"Mwoya?"

'

Aku melangkah mendekat dan duduk di sofa yang lain. Dan dia menatapku dengan bingung.

'

"Kau tidak boleh ikut campur masalahku, dan yang paling penting tidak boleh ada kontak tabuh. ARRA!" Ucapku tegas.

'

"Geurae, tapi kau juga hurus melakukan tugasmu sebagai seorang istri sungguhan, kucuali kontak tubuh, seperti yang kau inginkan. Dan selain itu, kau yang harus melakukannya. Seperti menyiapkan makanan dan baju kerjaku, membersihkan rumah, ahh...pokoknya semua tugas seorang istri. Termasuk memakaikan dasi"

'

"Mwo? Memakaikan dasi? Mamangnya kau sendiri tidak bisa, apa?" Tanyaku dengan nada agak keras.

'

"Tidak bisa"

'

"Geurae, kalau begitu aku mau tidur" ucapku yang kemudian beranjak. Tapi beberapa detik kemudian aku berhenti melangkah menuju ranjang. Sesuatu tiba-tiba terlintas dalam otakku. Dimana dia tidur sementara ranjang disini hanya ada satu. Tidur seranjang? Aish! Pikiran apa itu? Hilangkan-hilangkan. Aku berbalik malihatnya, dan dia hanya menatapku dengan cuek.

'

"Kau mau tidur dimana?" Tanyaku was-was.

'

"Tentu saja disini" jawabnya enteng.

'

"Di...ran-jang?"

'

"Memangnya kau mau kita tidur seranjang? Bukan'kah kau tadi bilang tidak mau ada kontak tubuh?" Ucapnya yang membuatku kesal.

'

"HIYA! Aku tidak sedang bercanda"

'

"Aku juga tidak sedang bercanda" ucapnya yang kemudian berjalan mendekatiku. Aku tidak tahu apa yang sedang namja itu pikirkan sekarang. Tapi yang jelas, tatapannya sungguh menakutkan. Dia semakin mendekat, dan aku pun semakin memundurkan tubuhku sampai pada akhirnya kakiku sudah membentur tepian ranjang.

'

"HIYA?! Apa yang ingin kau lakukan, huh?" Ucapku dengan gugup. Aduh...bagaimana ini? Aku sangat takut dia melakukan sesuatu padaku. Dia semakin mendekat dan aku sudah tidak bisa lagi untuk menjauh. Aku sangat ketakutan sekarang.

'

Brukk _

'

Akhirnya aku jatuh ke ranjang. Dan saat ini dia tepat berada di atasku. Omo! Bagaimana ini?

'

"Dasar pembohong! Kau bilang aku bukan tipemu, tapi kenapa kau seperti ini?" Ucapku sambil menutup wajah dengan kedua tangan.

'

"Dasar bodoh" ucap namja itu yang sontak membuatku terkejut. Kini aku melihatnya berdiri di hadapanku sambil membawa sebuah bantal sambil berusaha menahan tawanya. Aish! Apa aku baru saja di kerjai? Agh! Bodohnya diriku.

'

"Ckk, kau itu benar-benar bodoh ya. Apa kau berpikir aku akan menyentuhmu? Ckckck. Agh! Sudahlah lebih baik cepatlah tidur" ucapnya yang kemudian berjalan menuju sofa.

'

"Oh ya, besok kita akan bertemu ibuku, jadi kau harus siap-siap. Arraseo?"

'

Aish cerewet sekali dia? Kenapa di dunia ini ada namja secerewet dia sih? Menyebalkan. Di tambah lagi, berani sekali dia mengerjaiku. Huh! Awas saja kau.

'

'

'

FiN

'

'

'

TBC

'

Eotthokae chingu? Gaje-kah? Aku yakin ceritanya pasti biasa aja. Tapi mau bagaimana lagi? Aku bukan-lah penulis yang handal kayak yang lain. Dan hanya ini yang bisa kulakukan. Maaf jika kalian tidak menyukainya. Part selanjutnya mohon ditunggu yah, jika kalian tidak keberatan. Gamsahamnida.

'

'

'

6104_real^^