.
Author :
.
Fasha Lusya Sasa
.
Title :
.
Marriage Contract
.
Main Cast/Pairing :
.
Park Chanyeol
.
Byun Baekhyun
.
Support Cast :
.
Other
.
Genre :
.
Yaoi, Boy x Boy, Married Life, Romance, Sad, and etc
.
Rated :
.
T
.
Lenght :
.
Chaptered
.
Summary :
.
"Dialah kekasih dan calon istriku"/ "Mwo? Ca-calon istri?"/ "Ne, eomma. Aku mencintainya, dan aku yakin eomma pasti tak percaya kalau aku adalah seorang gay"
.
Backsong :
.
Chen [EXO ─ The Best Luck
#mian klo nggak sesuai#
.
Disclaimer :
.
This fanfict is real mine, so don't plagiarism!
.
.
.
~~~HAPPY READING~~~
.
.
.
Chapter 3
.
07.00 KST
.
Author POV
.
Seorang namja cantik kini masih tertidur lelap bersama dengan mimpi indahnya. Sementara itu, seorang namja tampan tengah duduk di sofa dengan pakaian rapi. Sudah lima belas menit ia duduk berdiam di sana sambil melihat namja cantik nan mungil yang terlelap di ranjang. Pikirannya melanyang entah kemana. Bingung memikirkan sesuatu yang berulang kali melintas dalam otaknya.
.
Byun Baekhyun mengeliat kecil dalam tidurnya sampai akhirnya ia terbangun. Pandangannya langsung bertemu dengan seorang namja yang saat ini duduk di sofa. Seketika itu ia beranjak dari ranjang dan memperbaiki pakaiannya yang agak berantakan.
.
"Cepatlah mandi, setelah ini kita akan segera bertemu ibuku" ucap Chanyeol yang kemudian beranjak dari sofanya dan pergi meninggalkan Baekhyun.
.
"Kau mau kemana?" Tanya Baekhyun yang seketika menghentikan langkah kaki Chanyeol.
.
"Aku mau keluar sebentar" jawab Chanyeol yang sama sekali tidak menatap lawan bicaranya dan kemuadian pergi. Baekhyun berdecak lidah mendapat jawaban seperti itu.
.
"Apa-apaan dia, tentu saja aku sudah tahu kalau dia mau keluar. Maksudku itu, dia mau keluar kemana?"
.
Tidak mau ambil pusing dengan memikirkan kemana perginya Chanyeol, Baekhyun segera melesat memasuki kamar mandi.
.
#15 menit berlalu#
.
Chanyeol sudah kembali ke apartemennya dengan membawa beberapa kantong plastik di kedua tangannya. Satu kantong plastik itu berisi sebuah baju, dan kantong yang lain berisi makanan siap saji. Dia meletakkan baju itu di ranjang dan makanan di meja makan. Tak lama setelah itu, Baekhyun keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan kimono handuk. Dia sangat terkejut begitu melihat Chanyeol yang sudah kembali.
.
"Ce-cepat sekali kau kembali" ucap Baekhyun agak gugup. Tentu saja saja ia gugup, saat ini ia hanya menggunakan kimono dan seorang namja *gay/#seme tengah memperhatikannya.
.
"Cepatlah kau pakai baju itu" kata Chanyeol sambil menunjuk baju di ranjang dengan dagunya dan sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
.
Chanyeol POV
.
Ini sudah lima belas menit sejak aku pergi namja itu di dalam kamar mandi. Aish! Sebenarnya apa yang dia lakukan di dalam sana? Apa semua namja*uke itu lama sekali kalau sedang mandi? Ahh...dari pada mati kelaparan karena menungggunya, lebih baik aku makan dulu.
.
Clekk *pintu terbuka*
.
Omo, apa-apaan dia. Memakai kimono seperti itu di hadapanku. Apa dia sengaja ingin menggodaku? Karena jujur, dia benar-benar cantik, dan kadang membuatku lupa kalau dia hanya akan menjadi istri kontrakku. Bukan istri sungguhanku. Aku selalu berusaha untuk menahan hasratku untuk tidak menyentuhnya, karena aku sangat takut jika aku menyentuhnya, aku akan bertindak lebih buruk daripada itu. Tunggu! Pikiran macam apa ini? Singkirkan-singkirkan Park Chanyeol.
.
"Ce-cepat sekali kau kembali" ucapnya terdengar gugup.
.
"Cepatlah kau pakai baju itu" kataku sebisa mungkin tak menunjukkan kegugupanku juga, lalu melahap makanan yang sudah ada di tanganku dari tadi.
.
"Baiklah" ucapnya lalu dengan segera mengambil baju itu dan kembali ke kamar mandi.
.
Aku segera menyelesaikan sarapanku dan beralih duduk kembali ke sofa sambil bermain game online dalam ponselku. Tak lama setelah itu, aku kembali mendengar pintu terbuka. Yah, kuyakin dia sudah memakai baju tadi. Tapi aku sama sekali tak berniat mengalihakan pandanganku dari permainanku untuk melihatnya.
.
"Apa aku juga perlu berdandan?" Ucapnya.
.
"Terserah kau saja, tapi jangan lama-lama. Setelah itu makanlah, dan kita akan berangkat bertemu ibuku" kataku yang masih belum beralih dari game-ku.
.
"Geurae"
.
*$$$beberapa lama kemudian$$$*
.
"Cah, yeoppo-da. Ya, bagaimana menurutmu?"
.
Tiba-tiba aku mendengar suaranya kembali. Kali ini aku beralih menatapnya karena permainanku sudah 'game over'. Dan...Omo-na? Kenapa dia terlihat lebih cantik dari sebelumnya? Sadar Park Chanyeol! Dia bukanlah siapa-siapa, kau tidak mungkin menyukainya.
.
"Eotte-yo? Apa aku terlihat imut?" Tanyanya sambil melakukan aegyo yang membuatku berusaha mati-matian untuk tidak menyentuhnya atau lebih tepatnya mendekati 'menyerangnya'.
.
"Berhenti melakukan aegyo dan cepatlah makan!" Ucapku dengan nada agak keras.
.
"Waeyo? Bukankah ini sangat lucu? Lagi pula aku tidak sedang lapar" katanya yang masih melakukan aegyo di depanku.
.
"Apa kau tidak takut aku menyerangmu sekarang juga?" Ucapku tak tahan melihat tingkahnya. Aish! Kenapa aku bisa berhadapan dengan namja seperti dia?
.
"Bukankah kau bilang aku bukan tipemu? Jadi kenapa aku harus takut? Sudah pasti kau tidak akan melakukannya, bukan?" Ucapnya yang akhirnya berhenti melakukan hal bodoh tadi.
.
"Lalu seme mana yang tahan jika kau terus bersikap seperti itu?!" Kataku yang seketika membuat raut wajahnya berubah.
.
"Termasuk kau?" Ucapnya dengan wajah tak berdosa.
.
"Geurae! Aish sudahlah, lebih baik kita segera berangkat" kataku dengan penuh penekanan dan langsung menarik tangannya.
.
"HIYA! Lepaskan! Aku bisa jalan sendiri!" Teriaknya tepat di telingaku. Aish! menyebalkan. Kalau bukan aku membutuhkanmu sekarang, sudah kubiarkan kau kemarin di bawa ahjushi-ahjushi itu.
.
Baekhyun POV
.
Sekarang aku dan dia akan pergi bertemu dengan ibunya. Hurff, jujur aku sangat gugup. Bagaimana jika kabohongan kami ketahuan? Terlebih...Aaa oh iya, aku belum tahu nama namja*seme mesum itu. Yah benar, dia orang mesum. Masa iya dia ingin menyerangku hanya dengan melihatku ber-aegyo? Apakah aku sangat mempesona? Atau...sangat menggoda? Aish! Pikiran apa ini. Hilangkan-hilangkan. Neol pabo-ya Byun Baekhyun.
.
"Siapa namamu?" Tanyaku padanya yang sedang terfokus pada jalanan.
.
"Park Chanyeol" jawabnya singkat dan jelas. Bahkan sama sekali tak melirik ke arahku.
.
Chanyeol menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah minimalis yang tampak mewah.
.
"Kau tidak mau turun?" Teriak namja itu yang seketika membuatku tersadar dari lamunan.
.
"Aish, njinja! Tidak usah berteriak-teriak seperti itu bisa'kan?!" Kataku dengan kesal dan langsung turun menyusulnya.
.
"Chanyeol-ssi, apa ibumu sangat galak?" Tanyaku dengan hati-hati, takut dia tersinggung.
.
"Hmm. Oleh karena itu, jangan sampai sandiwara kita terbongkar. Kalau itu terjadi, awas saja kau! Dan satu lagi, jangan pernah bilang sesuatu yang aneh-aneh eoh?" Ucapnya dingin.
.
"Sesuatu yang aneh-aneh itu seperti apa?" Tanyaku sekali lagi.
.
"Tentu saja yang membuat ibuku curiga!"
.
"Lalu apa ibumu akan menerimaku? Aku ini namja, dan hubungan sesama itu masih tabu, Yeol. Kau yakin ibumu akan merestui kita?" tanyaku menyakinkannya sebelum terlambat. Dia mendengus kesal dan menatapku dengan tajam "Oleh karena itu, buat ibuku bisa menerimamu"
.
"Tapi bagaimana jika─"
.
"Aaa eomma?" seru Chanyeol yang seketika memotong ucapanku dan membuatku beralih mengikuti pandangannya.
.
"Chanyeol?" Ucap wanita paruh baya di depanku. Kini Chanyeol dan eommanya tengah berpelukan, dan itu mengingatkanku pada ibuku yang dulu selalu memelukku ketika kami bertemu. Aku masih mematung melihat mereka, rasanya air mataku hampir menetes. Tapi dengan segera aku tersadar dan tersenyum pada eommanya Chanyeol yang saat ini tengah menatapku.
.
"Anyeonghaseo-eommoni" sapaku sambil membungkukkan badan.
.
"Kau siapa?" Tanyanya padaku.
.
"Aku..."
.
"Dialah kekasih dan calon istriku" kata Chanyeol yang kembali memotong ucapanku. Dan kini kulihat eommanya tampak terkejut.
.
"Mwo? Ca-calon istri?" kata eomma Chanyeol yang sepertinya tak percaya.
.
"Ne, eomma. Aku mencintainya, dan aku yakin eomma pasti tak percaya kalau aku adalah seorang gay" kata Chanyeol yang membuat eommanya tersenyum smirk.
.
"Rupanya kau sudah bosan dengan wanita, Chanyeol-ah. Geurae, eomma bisa mengerti itu"
.
"Mwo? Jadi eomma merestui hubungan kami?" tanya Chanyeol tak percaya kalau eommanya merestui hubungan kami.
.
"Ne, lagi pula dia juga manis dan cantik. Eomma menyukainya" jawab eomma Chanyeol sambil tersenyum padaku dan akupun ikut tersenyum juga.
.
"Gamsahamnida, eommoni" ucapku.
.
"Jangan panggil aku seperti itu. Panggil aku Eomma. Kau'kan sebentar lagi jadi menantuku"
.
"Ne eomma"
.
"Baiklah kalau begitu, lebih baik kita bicara di dalam saja" ucap eomma sambil menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam rumah. Aku sejenak mengalihkan pandanganku pada Park Chanyeol, tapi dia hanya menatapku dengan dingin. Aish menyebalkan!
.
"Park Yoora? Kau tidak ingin menyapa calon adik iparmu?" teriak eomma memanggil seseorang.
.
"Diakah calon istri Chanyeol, eomma?" ucap seorang wanita cantik yang sepertinya tak percaya dan sambil berjalan mendekatiku.
.
"Kau...namja?" tanya Yoora noona padaku.
.
"Ya dia namja, dan dia adalah calon istriku. Wae, noona tiak setuju?" kata Chanyeol yang malah menjawab pertanyan kkaknya.
.
"Tentu saja aku setuju, dia sangat imut" ucap Yoo noona sambil tersenyum padaku "Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita makan terlebih dahulu, baru setelah itu bicara pernikahan kalian. Ya'kan eomma?" Kata Yoora noona melanjutkan.
.
Aku duduk di samping Park Chnyeol dan berhadapan langsung dengan eomma-nya. Agh? Kenapa aku jadi gugup seperti ini? Nan, molla-yo. Biasanya aku langsung akrab dengan siapa saja yang baru kutemui, tapi kenapa kali ini aku tak bisa? Apa karena Chanyeol sudah memberi tahuku kalau ibunya galak? Sehingga membuatku ketakutan terlebih dahulu?
.
"Siapa namamu?" tanya eomma sambil mengambilkanku makanan.
.
Aku tersenyum "Byun Baekhyun imnida"
.
"Chanyeol pasti sangat beruntung mendapatkan calon istri sepertimu" kata eomma yang membuatku sedikit malu. Tapi kurasa apa yang dikatakan eomma memang benar, kalau Chanyeol pasti sangat beruntung mendapatkan calon istri sepertiku, sekalipun itu hanya kontrak.
.
"Mwo? Yang ada dia yang beruntung mendapatkan calon suami sepertiku, eomma" protes Chanyeol tepat di depan telingaku. Seketika aku menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tajam.
.
"Apa kau mau membuat gendang telingaku pecah, eoh?" kataku agak keras. Tapi setelah itu aku sadar bahwa sekarang bukan hanya ada aku dan Chanyol, tetapi juga ada ibu dan kakak-nya. Aduhhh bagaimana ini? Perlahan kuputar kembali kepalaku, dan menatap eomma yang tampak terkejut dengan sikapku barusan.
.
"A...emm..., jeo...jeosonghamnida-jeosonghamnida" ucapku sambi menunduk malu.
.
"Wahhh? Njinja, kalian benar-benar romantis?" kata Yoora noona yang membuatku terkejut dan agak heran. Kenapa bisa dia bilang aku dan Chanyeol romantis? Ckk, aish njinja! Kurasa keluarga ini sangat aneh. Dan sialnya aku akan menjadi bagian dari keluarga aneh ini? Omo! Sungguh sialnya hidupku ini.
.
"Kau benar Yoora, mereka sangat romantis" ucap eomma yang membuatku hanya geleng-geleng kepala.
.
.
.
FIN
.
.
.
TBC
.
Eotthokae chingu? Gaje-kah? Aku yakin ceritanya pasti biasa aja. Tapi mau bagaimana lagi? Aku bukan-lah penulis yang handal kayak yang lain. Dan hanya ini yang bisa kulakukan. Maaf jika alurnya terlalu maksa. Part selanjutnya mohon ditunggu yah, jika kalian tidak keberatan. Gamsahamnida.
.
.
.
6104_real^^
