KISS ME, HOLD ME, LOVE ME

Pairing : KaiHun

Rated : M

Hanya oneshoot dan bukan sequel chap yang kemaren.

Ini ff special untuk kak Juju Jongodult, maaf kalo ga bagus ya kaka masih baper ma drama oppa. Wahahaha...

Syakila8894

.

.

.

.

.

Sehun baru saja selesai mengenakan kaos putih di tubuhnya ketika orang yang dicintainya keluar dari kamar mandi dengan tampangnya yang masih mengantuk.

"Kau mau kemana, baby ?" tanya Jongin dengan suara serak, khas dirinya yang baru bangun tidur dan cuci muka.

"Nini lupa, ada jadwal fansign hari ini."

"Ah, yang dengan Chan hyung itu ?"

Sehun mengangguk, "Bersama Kyungsoo hyung dan Suho hyung juga." jemari lentik Sehun meraih cardigan yang ia letakkan di atas ranjang dan berjalan keluar kamar, di ikuti oleh Jongin di belakangnya.

"Eoh, kemana para hyung ?"Sehun menatap ke sekeliling yang sangat sepi.

"Mungkin masih bersiap di kamar." tebak Jongin.

Sehun tak berbicara lagi, namja manis itu menyampirkan cardigannya di atas bantalan sofa dan duduk malas malasan di sofa tunggal di sana.

"Kau lelah?" Jongin berjongkok di depan Sehun, sebelah tangannya mengusap pipi mulus Sehun dengan gerakan lembut.

"Hmm, hanya mengantuk."Sehun membuka matanya yang tadi sempat terpejam dan tersenyum menatap kekasihnya yang tampak khawatir.

"Bersabarlah, setelah ini kita harus ke Nagoya dan kau mungkin baru bisa tidur di pesawat, atau kau mau aku gantikan agar bisa istirahat di kamar ?"

"Jangan, nanti fans kecewa dan berpikir yang tidak tidak lagi."

Jongin tersenyum, "Kalau begitu, biar aku beri vitamin saja."

"Oh tidak lagi," keluh Sehun."Tadi Suho hyung sudah memberiku vitamin, dan aku tidak mau menelannya lagi."

"Bukan vitamin itu, baby..."Jongin mencubit kedua pipi Sehun sebelum menangkupnya dan sedikit mendongakkan kepala Sehun."Tapi vitamin yang ini..."

Cup

Jongin menempelkan bibirnya di bibir Sehun dan mulai melumat dengan yang sudah mengerti maksud Jongin langsung melingkarkan kedua lengannya di leher Jongin dan membuka mulutnya, membiarkan lidah Jongin masuk ke dalam mulutnya dan bertautan dengan lama keduanya berperang lidah dan ketika merasa Sehun sudah mulai kehabisan napas, Jongin mengakhiri tautan mereka setelah menghisap keras bibir atas dan bawah Sehun bergantian.

"Merasa lebih baik ?"

Sehun tersenyum, ia melepaskan rangkulan di leher Jongin, jemarinya yang lentik mengusap bibir Jongin yang basah karena ciuman tadi. "Aku selalu merasa lebih baik saat bersama Nini..."

Jongin meraih tangan Sehun, sedikit menunduk untuk menciumi buku buku jarinya."Aku pun begitu baby, jadi jangan pernah menjauh dariku..."

"Tentu... Aaahhh... Haruskah aku berfoto dulu sebelum berangkat ? Mungkin aku bisa share di instagram ?"

"Dengan bibir seperti itu ?" tunjuk Jongin.

Sehun meraba bibirnya yang agak membengkak."Akh, Nini menyebalkan."Sehun menutupi wajahnya dengan cardigan dan Jongin mengambil kesempatan itu untuk memfoto Sehun.

"Foto ini saja, aku tidak mau kau memamerkan wajah berantakanmu pada semua fans di luar sana."

"Nini... Aku berantakan karenamu juga."

Jongin tertawa dan ia segera menarik tangan Sehun, meminta namja cantik itu untuk berdiri dan ia yang menggantikan Sehun duduk. "Kau terlihat makin menggoda, baby..."Tangan Jongin yang bebas menepuk pantat Sehun yang tercetak jelas di balik celana ketat yang dipakai kekasihnya.

Sehun yang memahami kode Jongin langsung duduk di pangkuan sang kekasih sementara jemarinya dengan lincah membuka aplikasi instagram dari handphonenya yang baru diserahkan Jongin.

"Sudah..." ucap Sehun dengan riang, "Tinggal menunggu komentar yang masuk."

Jongin mengecup leher Sehun yang terekspos di depannya."Aku harap tidak ada komentar yang aneh aneh."

"Biasanya sih..." ucapan Sehun terhenti saat ia membaca salah satu komentar dari fans, dengan cepat ia berpaling menatap pada Jongin, khawatir kalau kekasihnya itu marah. Namun raut wajah Jongin tetap seperti biasanya, hanya ada sedikit kerutan dikeningnya.

"Baby..."

"Umm, apa ?"Sehun menggigit bibir bawahnya, sedikit cemas menunggu jawaban Jongin.

"Bisakah kau sedikit menjaga jarak dari Chanyeol hyung..."

Sehun sudah membuka mulutnya untuk bicara tapi Jongin buru buru menambahkan. "Bukannya aku tak percaya padamu atau Chan hyung, tapi fans kalian sepertinya..."

"Aku mengerti... Nini tenang saja, aku akan menjaga jarak dari Chan hyung. Lagi pula..." Sehun sedikit menggantungkan kalimatnya saat melihat Kyungsoo dan Suho keluar dari kamar yang sama.

"Apa, baby ?"

Sehun mendekatkan mulutnya ke telinga Jongin."Aku takut kena marah istri istri Chan hyung?"Bisiknya.

"Istri ?" Tawa Jongin meledak saat ia mengerti maksud Sehun.

"Apa yang kau tertawakan ?"Kyungsoo melirik pada pasangan di sofa.

"Tidak apa apa hyung."Jawab Jongin setelah berhasil mengendalikan tawanya.

"Kalian sudah siap ?" Chanyeol yang baru keluar dari kamar yang lain segera menghampiri Suho dan Kyungsoo.

"Taruhan..." bisik Jongin. "Chan hyung pasti kerepotan mau mendekati istrinya yang mana nanti saat fansign."

"Mungkin dia akan mendekatiku?" duga Sehun.

"Tidak baby, kau lihat saja nanti."Jongin melirik pada ketiga orang itu."Kau akan kalah taruhan dariku."

"Tapi biasanya Chan hyung akan mendekatiku."

"Karena itu kita taruhan, baby."

"Kalau aku menang, apa hadiahku?"

"Kau boleh minta apapun padaku dan kalau kau kalah kau juga harus menuruti ?"

"Aku tidak tau apa yang kalian bicarakan, tapi Sehuna, kita harus berangkat sekarang." ucap Suho.

"Ya, hyung."Sehun mengenakan cardigan miliknya sebelum bangkit dari duduknya.

"Baby, jangan lupa jaga jarak aman..."

Sehun mengangguk, ia membungkuk untuk mengecup bibir Jongin sekilas. "Ngomong ngomong aku setuju dengan taruhannya."Dan setelah itu Sehun pergi menyusul ketiga hyungnya yang sudah berjalan keluar lebih dulu.

Apa yang di ucapkan Sehun benar benar ia lakukan sore ini, Sehun terkesan menjaga jarak dari para hyungnya, bahkan ia terkesan lebih membiarkan ketiga hyungnya saling berinteraksi satu sama lain. Melupakan fakta ia yang sedang taruhan dengan kekasihnya.

"Sehuna, kita selfie dulu."

Sehun melangkah mendekati Chanyeol yang berdiri di dekat Kyungsoo dan Suho, ia berhenti melangkah dan menyisakan cukup banyak jarak antara dirinya dengan Chanyeol. Sehun memasukkan kedua tangan ke saku dan agak membungkukkan badan agak kesamping agar wajahnya masuk ke kamera dan tersenyum manis. Ah, ia jadi tidak sabar untuk pulang dan mengatakan pada Jongin kalau ia berhasil menjaga jarak dengan hyungnya itu.

"Sehuna," ucap Chanyeol pelan.

"Apa hyung ?"

"Kau marah pada hyung, dari tadi kau terkesan menjauh."

"Tidak hyung, aku hanya ingin hyung menghabiskan banyak waktu dengan kedua istri hyung," Sehun nyengir.

"Yak..." oh, andai saja ini bukan di stage ingin sekali Chanyeol mencubit maknae evil itu, tapi kalau dipikir pikir, ia sekarang memang terlihat seperti sedang beristri dua saat berbicara dengan Suho dan Kyungsoo.

.

.

.

.

.

"Nini..." setelah menutup pintu kamar dan menguncinya Sehun langsung berlari masuk kedalam dekapan hangat kekasihnya.

"Kenapa, hmm..."

"Ah, aku seperti obat nyamuk di sana tadi." keluh Sehun.

"Kau ingin mengatakan kalau kau kalah taruhan denganku?"

Sehun mengerucutkan bibirnya."Huum, tapi aku juga sudah memegang janjiku pada Nini kok, jaga jarak aman. Jadi Nini ingin minta apa ?"

Jongin tersenyum, "Bukan sesuatu yang mahal hanya ingin baby memberiku vitamin sebelum kita berangkat ke bandara."

Sehun memperhatikan wajah Jongin yang terlihat langsung mengalungkan tangannya ke leher Jongin dan mengecup bibirnya.

Ciuman itu dimulai dengan sangat perlahan dan lembut, hingga Jongin yang tidak tahan lagi dengan gairahnya segera melumat bibir Sehun, memaksa bibir itu membuka dan menyusupkan lidahnya, menjelajahi seluruh isi mulut kekasihnya itu. Jongin mendorong tubuh Sehun dan menekannya ke dinding, hingga badan Sehun tertahan di sana.

Tautan bibir mereka terlepas saat keduanya sudah sama sama hampir kehabisan udara. Jongin tersenyum seraya menempelkan bibirnya ke bibir Sehun lagi."Kau tau, betapa susahnya aku harus menahan ini selama beberapa jam ke depan." ucapnya seraya meraih salah satu tangan Sehun dan mengarahkan ke miliknya yang sudah mengeras sepenuhnya.

"Masih ada waktu kurang dari satu jam lagi sebelum kita ke bandara," suara Sehun terdengar serak.

Perlahan Jongin mengusap pipi mulus Sehun, jemarinya terus turun hingga ke leher dan kemudian dada Sehun yang masih tertutup pakaian. Ditatapnya mata Sehun sebelum kembali melumat bibir Sehun yang agak membengkak dan basah karena ciuman sebelumnya. Tangannya yang nakal menyusp masuk ke dalam pakaian yang dikenakan Sehun dan meremas dadanya yang berisi.

Sehun mengerang pelan saat jemari Jongin mempermainkan nipplenya hingga menegang. Sebelah tangan Jongin yang lain mengusap lembut paha Sehun naik turun.

"Nini... please..."

"Tidak sayang... tidak sekarang... kita harus berangkat ke bandara sebentar lagi."Suara Jongin terdengar begitu frustasi.

"Sehunie, Jongin, kalian di dalam?"

Suara ketukan pintu disertai suara lembut itu membuat keduanya terkesiap kaget.

"Ya, Hyung..."

"Jangan tidur, oke... 45 menit lagi kita berangkat."

"Oke..."

Terdengar suara langkah kaki menjauh dan sepasang kekasih itu bisa menarik napas lega sekarang.

"Mau melanjutkan yang tadi?"

Sehun tersenyum dan mengangguk.

Keduanya kemudian saling melepaskan pakaian yang melekat di tubuh mereka dengan cepat, menyadari waktu yang mereka miliki tidaklah banyak.

"Ssshhh..."Sehun mendesah saat ia baru melepas celana dalamnya dan Jongin yang langsung menyentuh miliknya.

Jongin menarik tubuh Sehun untuk lebih mendekat dan langsung meraup bibirnya dan melumatnya dengan kasar, Sehun membalas dengan meremas rambutnya dan mengusap punggung kekasihnya itu dengan gerakan lembut.

"Ahh... Nini..." Sehun mendongakkan kepalanya ke atas saat ciuman Jongin berpindah ke lehernya. "Jangan tinggalkan jejak..."

Ciuman Jongin semakin turun dan kini namja tampan itu tengah menghisap dengan kuat nipple kanan Sehun sementara tangannya menarik dan memelintir nipple kiri Sehun seirama dengan hisapan dan gigitannya.

"Ooohhh... Ssshhh... ahhhh... Niniiii..."Sehun gemetar menerima kenikmatan yang datang bertubi tubi diterimanya. Ia membuka dengan lebar kakinya saat tangan Jongin menyusup ke bawah dan menyentuh holenya.

"Ahhh, kita tak punya banyak waktu sayang... tahan sebentar ya..."

Sehun hanya mengangguk dan membiarkan Jongin menaikkan satu kakinya ke pinggang namja itu dan menahannya di sana. "Aku mulai..."

Jongin mencoba memasukkan kejantanannya yang panjang dan besar itu ke dalam hole milik Sehun.

"Akkhhh..." Sehun memejamkan matanya, berusaha menahan perih yang ia rasakan sekarang. Kejantanan Jongin masih mencoba untuk terus masuk ke dalam miliknya yang begitu sempit. "Nini..."

"Sedikit lagi sayang..."ini benar benar sulit, mereka sudah sangat sering melakukannya namun hole Sehun tetap saja sangat susah untuk dimasuki, entah karena miliknya yang terlalu besar atau milik Sehun yang terlalu sempit, yang jelas setiap kali mereka melakukannya, Jongin selalu melihat ekspresi kesakitan Sehun dan holenya yang sedikit robek ketika menerima kejantanannya.

Jongin melumat bibir Sehun dengan lembut saat ia menekan dengan kuat ke depan.

Jleb

"Akhhh..."Sehun kembali meringis kesakitan saat milik Jongin sudah sepenuhnya tertanam di dalam holenya. Ia meremas rambut Jongin dengan kuat.

"Masih sangat sakit?"Jongin menunduk untuk menggigit nipple Sehun dan kemudian menghisapnya dengan kuat.

"Umm..."

"Yakin masih ingin melanjutkan?"

Sehun menyipitkan matanya. "Kau mau berhenti?"

"Tentu saja tidak, sayang..."Jongin melumat bibir Sehun dan sedikit menggerakkan miliknya.

Sehun dapat merasakan holenya yang terasa sangat penuh, terisi dengan milik Jongin.

"Aku bergerak sekarang ya."Bisik Jongin setelah ciuman mereka terlepas. Ia menggerakkan pinggulnya, awalnya pelan namun kemudian semakin cepat. Sehun melingkarkan kedua kakinya di pinggang Jongin dan membiarkan kekasihnya itu menopang pantat seksinya.

"Ahh... Nini..."

Jongin meremas pantat Sehun dengan kuat, lalu memompanya dengan gerakan cepat. Mulutnya yang bebas melahap nipplenya bergantian.

"Ahhh... Nini... aku..."

"Tahan sayang..."gumam Jongin disela kegiatannya mengulum puncak dada Sehun.

"Ahhh... tapi..."Sehun mengerang karena Jongin sama sekali tidak menghiraukan ucapannya.

"Aaaahhhhhh..."

Sehun dan Jongin sama sama terengah saat beberapa menit kemudian keduanya mencapai puncak kepuasan.

Secara perlahan Jongin menurunkan tubuh Sehun, setelah sebelumnya melepaskan tautan tubuh mereka. Sehun berdiri dengan menyandarkan separuh tubuhnya di badan Jongin, kakinya masih melemas selepas orgasme tadi.

"Ayo mandi..." bisik Jongin saat merasa napasnya sudah kembali stabil.

Sehun hanya mengangguk ia mengalungkan tangannya di leher Jongin dan membiarkan kekasihnya itu membawanya masuk ke dalam kamar mandi.

"Masih tersisa dua puluh menit lagi sebelum kita berangkat." Ucap Jongin. Ia menurunkan tubuh Sehun di bathub yang sudah terisi air dan kemudian menyusul untuk duduk di belakang Sehun. tak ada air hangat kali ini, karena mereka yang sedang buru buru.

Sehun sedikit menaikkan pinggulnya untuk duduk dengan nyaman di pangkuan Jongin. "Ssshhh..."ia mendesis saat tak sengaja pantatnya menyenggol kejantanan milik Jongin yang belum sepenuhnya tertidur.

"Sayang..."Jongin mengerang pelan. Tangannya merambat ke paha mulus Sehun dan terus bergerak hingga mencapai bibir hole Sehun.

"Ahhh..." Sehun menggigit bibirnya saat dua jari Jongin menyusup masuk ke dalam holenya yang masih perih. Ia menggelinjang dan melengkungkan badannya ke belakang saat jari Jongin menyentuh titik sensitifnya. "Nini..."

Jongin terus menggerakkan jarinya di sana sementara kepalanya menyusup di antara ketiak Sehun dan mulai menghisap dadanya, melumatnya dengan kasar seperti bayi yang kehausan.

"Niniiii..."

"ya, sayang..."Jongin mempercepat gerakan jarinya.

"Aaaahhhh..."Sehun sudah hampir mencapai orgasme lagi sebelum Jongin dengan cepat melepas jarinya dan mengangkat pinggul Sehun.

Jleb

"Oouuhhh..."Sehun mendongakkan kepalanya, sembari menggigit bibirnya, rasa sakit dan perih itu kembali datang saat kejantanan Jongin masuk ke dalam holenya.

Jongin memegang pinggang Sehun dengan kuat, lalu memompanya ke atas dan kebawah dengan gerakan cepat, air terciprat kemana mana karena ulah mereka.

"Ahh... Nini..."

Jongin yang terus meremas dada Sehun dan pinggangnya yang terus bergerak memompa dengan cepat membuat Sehun tak kuasa lagi untuk menahan setiap erangannya. Ini terlalu nikmat.

Keringat bercampur air dari bathub terus membanjir di tubuh mereka dan Sehun yang merasa sudah semakin dekat, hanya bisa mencengkeram dengan erat tangan Jongin.

"Akhh... Nini..." Sehun berpaling untuk melumat bibir Jongin saat ia juga merasakan semburan hangat di dalam holenya.

Jongin kemudian melepaskan tautan tubuh keduanya. Ia mengecup dengan penuh sayang."I love you..." bisiknya lembut.

"Love you too..." balas Sehun.

Sayangnya momen mesra keduanya itu harus terganggu dengan gedoran di pintu kamar mandi.

"Kim Jongin, Oh Sehun, kalau kalian tidak keluar dalam waktu lima menit, aku bersumpah akan menghukum kalian."

Sehun memandang ke arah Jongin dengan bibir mengerucut. "Suho hyung mengganggu sekali."

"Sudahlah sayang, lebih baik kita membersihkan diri dan keluar sebelum Suho hyung mendobrak pintunya."

Tak sampai lima menit kemudian, keduanya sudah keluar kamar mandi dan langsung berpakaian secepat yang keduanya bisa, masih dengan Suho yang setia mengawasi.

"Kalian tau kalau kita sebentar lagi akan berangkat ke Jepang bukan ? Kenapa masih juga melakukan itu ?"

Suho sedang marah dan keduanya belum ada niat untuk mengajukan alasan saat ini.

"Sudahlah hyung, maklumi saja, keduanya jarang bertemu karena jadwal pribadi yang padat." Chanyeol berdiri di depan kamar dengan raut wajah lelahnya.

"Tapi tetap saja mereka harus di hukum, agar tidak mengulanginya lagi," ucap Suho. "Aku tidak keberatan kalau kalian melalukannya di saat kita tak ada jadwal, tapi tidak untuk saat seperti ini."

"Hyuuuunggg..." rengek Sehun.

"Jangan merengek Sehuna dan kau juga Jongin jangan coba coba membela diri, terima saja hukuman dariku, tenang saja, ini hanya berlaku saat kita di Nagoya kok."

"Apa itu hyung ?" Jongin tampak agak tegang menunggu ucapan Suho, begitupun juga dengan Sehun.

"Hukumannya adalah..."

Dan setelah mendengar ucapan Suho, tampang kedua maknae itu berubah menjadi kusut.

Bahkan sampai mereka tiba di bandara, wajah Jongin tetap saja cemberut, begitupun dengan Sehun. Yah, walau maknae itu lebih pintar menyembunyikan ekspresinya di balik masker.

Di sisi lain, Suho hampir tertawa melihat wajah cemberut kedua maknae. Terlihat begitu menggemaskan menurutnya. "Hei, jangan cemberut seperti itu, nanti fans mengira kau sedang bertengkar dengan kekasihmu."

"Masa bodoh, hyung sudah menyiksaku." sahut Jongin. "Bagaimana bisa hyung memisahkan kamarku dengan Sehun dan tidak memperbolehkanku menyentuhnya." rasanya Jongin ingin menjambak rambutnya sendiri yang sudah kusut itu.

"Hanya tiga hari Jongin." gumam Chanyeol.

"Yeah, dan setelah tiga hari itu, aku akan pastikan hyung harus mengenakan headset setiap malam." Jongin menyeringai.

"Mwoooo..."

Di saat yang lain berteriak, Sehun malah kemudian menunduk dan tersenyum tipis dibalik maskernya. Mengerti apa maksud di balik hukuman dari hyungnya setelah melihat Chanyeol mengedipkan matanya padanya. Pancingan ya, okelah mungkin ia bisa melakukannya nanti, sedikit agresif di atas stage mungkin...

.

.

.

.

.

END

Sekali lagi aku mau tekankan satu hal, percaya dengan apa yang kamu percayai. Rasanya ga enak, masa setelah aku share ff Kiss Me, akun aku yang jadi sasaran. Setelah twitter sekarang Instagram aku juga kena bajak #plakk aku bukan admin atau apapun yang seperti itu. Gitu akun aku balik rasanya mau ketawa, sejak kapan aku demen like foto couple selain KaiHun ? Mungkin yang bajak kecewa kali yah karena ga da sesuatu yang wow di akun aku. Ya jelas lah, aku bukan orang yg akan bilang ini itu, koar koar di sosmed bilang kode atau yg sejenisnya, sama seperti artisnya yang lebih milih bungkam, aku juga menghargai privacy mereka, jadi meski aku tahu sesuatu, aku hanya akan tetap diam ditempat.

Ada banyak hal yang ingin aku katakan tapi aq ga bisa bilang. Jadi mohon tetap review ff ini ya.

Untuk ff My Love Is Werewolf, ff itu akan aku lanjutin kalo review udah mencapai 20 orang n itu ff memang rencananya sebagai pengganti Half Blood yang tinggal beberapa chapter lagi end.

For someone, tebakan aku bener kan, aku dah curiga dari kemarin yang di ... sih, #smile ayo tebak tebakan lagi untuk nanti malam. Kalo kamu buka ffn n baca ini, cepetan on ya.

Salam damai KaiHun Shipper

Syakila8894