KISS ME, HOLD ME, LOVE ME
Pairing : KaiHun
Rated : T
Ini untuk yang punya penname Guest maaf kalau hasilnya ga bagus. Ini absurd parah. Tercipta dari keisengan aku yang lagi main game di laptop, tiba tiba aja pengen ngetik yang ga karuan kek gini. Dari pada aku delete lagi lebih baik aku post seadanya. Hahaha...
Syakila8894
.
.
.
.
.
.
Sehun mengerucutkan bibirnya saat membaca sebaris artikel dilayar handphone miliknya. "Ish, menyebalkan..."
"Ada apa Hunna?" Kyungsoo yang sedang asyik membalas pesan sahabatnya menatap heran pada maknae yang sepertinya sedang kesal itu.
"Hyuuuungggg..." rengek Sehun manja, tangannya merangkul erat pundak Kyungsoo. "Ayo temani Hunnie ke salon."
"Huh..." Kyungsoo mengerjapkan mata bulatnya. "Salon? Untuk apa?"
"Jangan pergi kemana mana maknae, sebentar lagi kita harus pergi." Suho yang mendengar rengekan Sehun langsung memberi peringatan.
"Ish, Suho hyung tidak seru. Boleh ya hyung, hanya sebentar kok." Harap Sehun.
"Memangnya kau mau dandan ke salon? Bukankah biasanya juga noona yang mengurus semuanya." Kali ini Baekhyun yang menyela.
"Tidak mau, pokoknya Hunnie mau ke salon..."
Suho menghela napas lelah. "Sehuna, dua jam lagi kita harus berangkat, kau tak mau kita terlambat kan, lagi pula memangnya kau bisa datang tepat waktu ke dorm kalau harus ke salon dulu?"
"Aku akan meminta manager hyung untuk mengantarkan langsung ke tempat acara. Boleh ya hyung... bbuing... bbuing..."
Suho menepuk jidat, tidak tahan melihat kelakuan maknaenya yang terlampau imut itu. "Baiklah, tapi jangan lama lama."
Sehun langsung berteriak dan melompat kegirangan. "Yes... ayo Kyungsoo hyung, kita berangkaaaattttt..."
Jongin yang baru keluar dari kamarnya, masih dengan muka mengantuk, hanya bisa menatap ke arah kekasihnya yang tengah menarik paksa tangan Kyungsoo untuk berdiri. "Mau kemana Hunna?" tanyanya sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.
"Keluar sebentar." Jawab Sehun, ia menoleh pada kekasihnya dan mengerutkan dahi. "Ish, Nini juga kucel seperti itu kenapa aku yang kena sih."
"Huh..." Jongin tampak bingung mendengar ucapan Sehun yang ambigu. "Apa..."
"Ah sudahlah, Nini berangkat bersama yang lain saja ya."
"Kau mau kemana?" tanya Jongin lagi.
"Salon..." itu kata terakhir Sehun sebelum meninggalkan kekasihnya yang tampak kebingungan.
"kau makin jelek kalau seperti itu Jongina." Ucap Baekhyun, melihat Jongin yang menggaruk kepalanya dengan ekspresi bingung.
"Paling tidak, aku lebih seksi darimu hyung." Balas Jongin cuek.
"Yak, bocah dekil, apa katamu..."
"Sudah, jangan bertengkar, oh ya Jongin, tolong simpan handphone Sehun, sepertinya ia lupa membawanya." Suho menarik Baekhyun yang memberontak ingin menjambak rambut berantakan milik dongsaengnya itu dan membawanya masuk ke dalam kamar, meninggalkan Jongin yang tengah mengambil handphone Sehun di atas meja.
"Tumben sekali, Hunnie ingin ke salon." Gumam Jongin, iseng ia membuka aplikasi yang ternyata belum sempat ditutup oleh Sehun. "Apa ini..." Jongin membaca dalam diam apa yang tertulis di artikel itu dan tersenyum. "Kau bahkan sudah cantik meski tanpa harus sering perawatan Sehuna..." gumamnya. "Dan aku juga tak punya keinginan untuk berpaling darimu."
.
.
.
.
.
"Jadi..." Kyungsoo menjitak dahi Sehun dengan gemas. "Hanya karena artikel bodoh itu kau memintaku untuk menemanimu ke salon?"
"Ish, ini sakit hyung..." Sehun merengut, ia mengusap dahinya pelan. "Lagi pula aku kan tidak melakukan kesalahan apapun, kenapa hyung menjitakku."
"Itu salahmu, kenapa juga kau percaya pada artikel bodoh itu." sahut Kyungsoo.
"Tapi kalau Jongin hyung meninggalkanku demi wanita lain hanya karena kulitku kusam bagaimana hyung. Aku terlalu sibuk syuting sampai lupa melakukan perawatan." Sehun meringis ketika mengingat jadwal syutingnya yang gila gilaan. "Lagi pula, aku tak ingin seperti hyung, nanti kalau aku juga jerawatan bagaimana?"
Plakk
"Aww..."
"Kata siapa aku jerawatan." Ucap Kyungsoo galak.
"Iya, iya, jerawat hyung sudah menghilang, tapi kulit hyung makin gelap sekarang." Gerutu Sehun. "Karena itu ayo perawatan bareng."
"Siapa yang bayar?" tanya Kyungsoo.
"Hyung..."
Oh rasanya Kyungsoo ingin sekali menggeplak kepala Sehun sekali lagi, tapi mengingat maknaenya ini sangat cengeng, ada kemungkinan ia akan menangis dan membuatnya lebih repot lagi mengurusnya kalau itu sampai terjadi. Karena itu Kyungsoo lebih memilih diam dan pasrah saja saat Sehun menariknya masuk ke sebuah tempat yang merupakan langganan member EXO saat mereka ingin melakukan perawatan tubuh.
"Ingat, kita harus selesai dalam waktu dua jam." Gumam Kyungsoo.
"Sip, hyung... tidak akan butuh waktu lama kok." Jawab Sehun.
Namun nyatanya tidak lama versi Sehun itu bahkan melebihi batas waktu yang ditentukan, dan kini keduanya tengah tergesa gesa untuk pergi ke acara Asia Artist Award dimana seperti kata manager, member lain sudah lebih dulu pergi ke sana.
"Kita akan ketinggalan red carpet." Gumam Kyungsoo.
"Maafkan Hunnie, hyung..."
"Sudahlah, aku juga salah, lupa mengingatkan kalau waktu kita mepet." Sahut Kyungsoo, ia sibuk membalas membalas pesan dari sang leader yang tampaknya mulai cerewet menanyakan keberadaan mereka.
"Yah, paling tidak kita akan tiba lebih dulu sebelum Chanyeol hyung yang berangkat dari Jeju." Sehun menggigit bibirnya.
"Kau benar, ayo siap siap, kita sudah sampai."
Ketika mereka akhirnya bisa bergabung dengan member Exo yang lain, Sehun tidak sempat berinteraksi dengan Jongin karena Suho lebih dulu menariknya dan memberinya ceramah gratisan lewat bisikan tentunya.
"Jangan ulangi lagi, kau tau betapa banyaknya fans yang cemas karena tidak melihatmu dan Kyungsoo muncul."
"Maaf hyung..." gumam Sehun pelan.
Dan saat akhirnya nama Exo di umumkan sebagai pemenang, Sehun berjalan dengan langkah yang sedikit lebih lambat dari yang lain, sengaja, agar ia bisa berdiri berdekatan dengan kekasihnya.
"Sehuna..." bisik Jongin, ia sedikit menarik jas yang dipakai Sehun.
Sehun menoleh dan Jongin langsung membisikkan sesuatu padanya.
"Apa..." karena teriakan fans, tidak bisa mendengar apa yang diucapkan Jongin, ia makin mendekatkan wajahnya begitupun juga dengan Jongin.
"Kamu cantik sekali malam ini." Bisik Jongin lembut.
"Benarkah?"
"Ya."
Sehun menegakkan lagi badannya dan berusaha menampilkan wajah datarnya untuk menyembunyikan senyumannya yang hampir saja tersungging di bibirnya. Namun tak urung ia sering memainkan bibirnya agar tidak terlalu kentara kalau dirinya yang sedang bahagia dan ingin berteriak.
Sikap Sehun yang seperti itu tentu saja tak luput dari lirikan para hyung, tapi mereka memilih diam saja karena Sehun dan Jongin juga berusaha bersikap sewajar mungkin di depan fans, walau sepanjang EXO mendapatkan penghargaan malam itu, keduanya terus menempel dan kadang saling berbisik. Menimbulkan jeritan dari fans shipper mereka yang mendapat tontonan gratis langsung dari idolanya.
"Aku tak tahu apa yang kalian bicarakan." Ucap Suho saat akhirnya mereka tiba di dorm kembali. "Tapi jangan terlalu menempel kalau tak ingin ada berita berita aneh lagi yang muncul."
"Kurasa berita yang muncul malah tentang EXO yang memborong piala." Ucap Chanyeol. "Aku sudah melihatnya tadi." Ia melirik pada Jongin yang menguap dan Sehun yang matanya juga mulai sayu. "Kalian tidurlah." Ucapnya, tak tega melihat kedua adik yang disayanginya itu terlihat kelelahan
"Ne, hyung..." Jongin segera merangkul Sehun dan membawanya masuk ke dalam kamar.
"Apa yang terjadi pada keduanya, tadi mereka tampak bersemangat sekali." Ucap Suho heran.
"Mungkin kelelahan. Ayo uri leader juga harus istirahat." Chanyeol mendorong Suho untuk masuk ke dalam kamar juga.
.
.
.
.
.
"Akh... rasanya menyenangkan sekali..." Sehun yang baru selesai mandi dan sudah mengenakan kaos dan boksernya, langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Jongin yang terbaring telentang di atas ranjang.
"Baby, kau berat..." gumam Jongin.
"Benarkah, apa aku harus diet juga sepertimu?" Sehun mendongakkan kepalanya yang sedarit adi terbenam di dada bidang Jongin.
"Jangan, aku tak suka kalau kau terlalu kurus, tubuhmu yang sekarang sudah sangat bagus. Dan makin lebih bagus karena ini..." tangan Jongin merayap ke pantat Sehun dan meremasnya. "Ini juga tambah besar."
"Yak, Nini mesum..." Sehun mencubit lengan kekar Jongin dengan gemas.
Jongin terkekeh pelan, ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping Sehun dan memeluknya dengan erat.
"Baby..."
"Hmm..." gumam Sehun yang tampak mulai mengantuk.
"Lain kali tidak perlu memaksakan diri untuk ke salon kalau kau tak punya cukup banyak waktu."
"Kau tahu ?" Sehun mendongakkan kepalanya, menatap wajah serius Jongin dihadapannya.
"Hmmm... aku membaca apa yang kau baca di handphonemu. Kau tak percaya padaku?"
"Tentu saja Hunnie percaya pada Nini... hanya saja fans kadang sering membandingkan aku dengan yeoja itu dan..."
"Karena itu kau jadi rajin untuk merawat tubuhmu?"
"Huum..." Sehun mengangguk dengan wajah imut.
"Kau tahu... bahkan tanpa melakukan itu semua, kau tetap yang terbaik Sehuna... kau pikir kenapa aku lebih memilihmu dibandingkan semua yeoja yang katanya bertubuh seksi dan indah yang berusaha mendekatiku, itu karena kau adalah hal terindah yang pernah aku lihat, aku menginginkanmu untuk kumiliki sendiri. Kau mungkin memang seorang laki laki, tapi kau punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh wanita ataupun pria lain. Kau cantik dengan caramu sendiri, kau manis dengan gayamu sendiri, jadi... jangan terlalu memaksakan dirimu untuk melakukan segala sesuatu yang tidak begitu kau sukai. Lakukan apapun yang kau sukai dan aku akan tetap menyukaimu seperti apapun adanya dirimu."
"Nini..."
Jongin membelai wajah mulus Sehun dengan lembut. "Karena seorang Kim Jongin mencintai Oh Sehun tanpa adanya batasan harus tampil cantik atau jelek. Aku mencintaimu apa adanya, sama sepertimu yang menerimaku apa adanya."
"Nini..." Sehun menarik tubuhnya untuk lebih maju dan mengecup bibir tebal Jongin. "Jangan diteruskan lagi, atau aku tidak akan bisa tidur malam ini karena gombalanmu."
Jongin terkekeh. "Baiklah ayo tidur sekarang my princess..."
.
.
.
.
.
.
End
Gaje ? Absurd ? sudah pasti ini mah. Hahahaha... nyoba yang sweet tanpa nc, malah jadinya gagal total n ancur kek gini #plakk
Masih ada yang mau review ?
Salam damai KaiHun Shipper
Syakila8894
