KISS ME, HOLD ME, LOVE ME
Pairing : KaiHun
Rated : Semi M
Kenapa sekarang aku ngerasa ff KaiHun semakin langka ya, jarang banget ada yng publish di ffn. Sampe sampe teman bilang, yang update hanya akun Bearbunny ma syakila8894 mulu, yang lain pada kemana? Terus killa ngomong, killa mo hiatus aja yah, langsung dijitakin ma temen #plakk katanya kalo ga update terus bisa bisa ff KaiHun bakal punah. Chingu, KaiHun ga bakal punah kok selama para KaiHun shipper masih ada. #smile
Untuk yang nanya kelanjutan ff My Love Is Werewolf, aku masih nunggu eonnie kesayangan nulis bagian rated M nya dulu, hehehehe... jadi mungkin agak lama baru bisa update.
No edit.
Syakila8894
.
.
.
.
.
.
"Hunnie..."
Sehun yang sudah hampir memejamkan matanya, kembali membuka lebar matanya dan menengok pada orang yang sudah memanggilnya. Ia melenguh pelan, saat menyadari siapa orang itu. Tak lain dan tak bukan adalah kekasih hatinya sendiri, Kim Jongin.
"Nini... aku lelah..." gumam Sehun. ia kembali memejamkan matanya dan menyamankan posisinya berbaring di sofa yang ada di dalam kamar hotel tempatnya dan member EXO yang lain menginap.
Tak ada jawaban dari Jongin, Sehun hanya merasakan seseorang yang duduk di dekat kakinya dan mungkin sedang memandanginya sekarang.
"Eomma dan noona akan tiba sebentar lagi di sini."
Mendengar ucapan Jongin, Sehun langsung membuka lebar matanya. "Kau serius?"
"Eumm, mereka sedang dalam perjalanan dari bandara ke sini."
"Ahh..." Sehun bangkit dan kemudian duduk di dekat Jongin. "Lalu kau mau aku menjauh darimu?"
Jongin mengernyitkan alisnya, "kenapa kau bisa bicara seperti itu?"
"Entahlah," Sehun menggedikkan bahunya. "Mungkin kau akan lebih banyak bermain dengan Kyungsoo hyung, eomma Kim bukankah sangat menyukainya."
"Sehun..."
"Aku tak apa Jongina," Sehun menoleh pada kekasihnya dan memaksakan senyumnya. "Aku akan meminta Suho hyung untuk tidur denganku, kau bisa tidur dengan Kyungsoo hyung."
"Sehun..."
"Kau harus menyenangkan hati orang tuamu kan?" Sehun memalingkan wajahnya, tak ingin bertatapan dengan kekasihnya lagi.
"Aku minta maaf..." suara Jongin terdengar lemah.
"Kenapa harus minta maaf, bukan salahmu kalau orang tuamu lebih menyukai kau bersama Kyungsoo hyung dibandingkan denganku, mungkin disini akulah yang jahat."
"Sehun..."
"Bukankah sangat egois, aku tak ingin melepaskanmu padahal orang tuamu..."
Jongin menarik tubuh kurus Sehun ke dalam pelukannya. "Eomma menyukaimu Sehuna, percayalah... ia hanya mungkin sedikit canggung saat bersamamu."
Sehun tersenyum sedih, "Tentu saja, aku bukan calon menantu keinginannya. Aku tidak seramah Kyungsoo hyung, aku juga tak seperti dia yang pintar memasak."
"Sehunie, berhentilah membandingkan dirimu dengan orang lain, aku memilihmu bukan untuk membuatmu membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain." Suara Jongin terdengar marah.
"Maaf..."
"Sudahlah, sekarang kau istirahatlah, aku akan membangunkanmu saat orang tuaku datang." Jongin mengecup kening Sehun sebelum kemudian ia menggendong tubuh Sehun dan membawanya berbaring di kasur empuk di kamar itu.
"Nini..."
"Hmm..."
"Apa dia juga..."
Jongin menatap lekat wajah cantik Sehun dan kemudian tersenyum lebar. "Tentu saja dia juga ikut, sayang."
"Ahh... apa aku boleh... bersamanya?"
"Tentu saja, kita akan menghabiskan waktu bersamanya nanti. Sekarang tidurlah." Jongin menyelimuti tubuh Sehun, mengecup bibirnya sekilas lalu beranjak meninggalkan Sehun. "Kau harus istirahat." Kata itu yang terakhir Sehun dengar sebelum Jongin menghilang dibalik pintu dan ia juga terjatuh kedalam dunia mimpinya.
Rasanya sudah lama sekali Sehun tertidur saat akhirnya ia terbangun dari tidurnya karena mendengar suara teriakan anak kecil dan juga gelak tawa orang dewasa di luar kamarnya.
Sehun perlahan bangun dari tempat tidur, berjalan dengan langkah gontai ke kamar mandi untuk mencuci muka, dan kemudian keluar dari kamar setelah merasa yakin kalau ia sudah dalam keadaan tidak seberantakan tadi.
Pemandangan pertama yang Sehun lihat saat ia keluar dari kamar adalah, ibu dari Kim Jongin yang sedang bercanda dengan Kyungsoo dan Rahee yang duduk dengan nyaman di pangkuan Kyungsoo. Sehun menghela napas lelah, sebelum ia menoleh ke arah lain dan bertatapan langsung dengan noona Jongin yang menatap penuh simpati padanya. Sehun berusaha tersenyum lebar, mengisyaratkan kalau ia baik baik saja.
"Sehunie, kau sudah bangun. Kata Jongin kau tidak enak badan. Apa kau sudah tidak apa apa?"
Entah sejak kapan Sehun melamun hingga ia tidak menyadari kehadiran Suho di depannya. Leadernya itu tengah menatap cemas ke arahnya.
"Aku tak apa apa hyung." Jawabnya berusaha menenangkan. Dari ekor matanya, Sehun bisa melihat kalau ibu dari kekasihnya itu tengah menatap ke arahnya.
"Jangan bohong, wajahmu tampak lebih pucat dari biasanya." Celetuk Chanyeol, ia menatap Sehun dengan penuh kekhawatiran di wajahnya. "Kau pasti kelelahan Sehuna."
"Aku tak apa hyung, nanti setelah minum obat, aku akan baik baik saja. Sudahlah, jangan menampakkan wajah yang seperti itu, kau jadi jelek hyung." Sehun berusaha bercanda. Ia tidak mau ibu dari kekasihnya itu menganggapnya lemah dan tak bisa di andalkan.
"Jangan bercanda Sehuna, kau benar benar butuh istirahat yang cukup."
"Jangan pikirkan itu hyung, lagi pula aku mendapat jatah libur setelah konser selesai."
Sehun melangkah menjauh setelah lebih dulu menarik tangan Suho untuk ikut bersamanya. "Hyung, nanti malam aku tidur di kamar hyung ya."
"Loh kenapa, bukankah kau tidur dengan Jongin?" Suho tampak bingung, sebelum kemudian ia menangkap kode dari Sehun dan kemudian ia mengangguk tanda mengerti. "Baiklah, aku akan meminta Kyungsoo untuk bertukar kamar denganmu."
"Gomawo hyung, kau memang yang terbaik." Sehun memeluk tubuh Suho dengan erat. Setelah itu ia melepaskan pelukannya dan melangkah menuju pintu.
"Kau mau kemana Sehuna?" tanya Chanyeol.
"Latihan..."
"Yak Sehuna, jangan memaksakan dirimu." Protes Chanyeol, ia sudah hampir menyusul Sehun, sebelum Suho menahan tangannya.
"Biarkan ia sendiri."
"Tapi hyung..."
"Sehun perlu waktu sendirian Yeollie..." Suho menatap sendu pada pintu yang telah tertutup itu. "Ia perlu menata hati dan moodnya lagi untuk tampil di stage malam ini."
Semua orang yang ada di ruangan itu terdiam mendengar ucapan Suho.
"Apa ia akan baik baik saja?" tanya Chanyeol pelan.
"Tentu saja, seperti ucapannya tadi malam. Jika ada malaikat di dunia ini, itu adalah dirinya sendiri. Tak ada orang yang sekuat dan setulus Sehunie, bahkan ku rasa meski kekasih hatinya di rebut tepat di depan matanya, ia akan tetap tersenyum dan mengatakan ia baik baik saja. Kau tau bagaimana loyalnya ia bukan, apapun akan ia lakukan untuk keutuhan grup kita meski itu harus menyakiti dirinya sendiri." Suho menepuk pundak Chanyeol sebelum berlalu menuju kamar yang ditempati Sehun dan Jongin, ia bermaksud membereskan semua barang Sehun dan membawanya ke kamarnya.
Meninggalkan ibu Jongin yang tampak termenung dan juga kyungsoo yang terus menundukkan wajahnya. Suho tak tahu apa yang tengah mereka pikirkan, namun bolehkan ia berharap, setelah ini keadaan tak akan menjadi sekacau ini.
.
.
.
.
.
.
Apa yang dikatakan Suho memang benar, malam itu Sehun tampil di atas stage dengan keadaan yang baik baik saja, ia masih bisa bercanda bersama member lain. Justru Kyungsoo lah yang terlihat tidak baik baik saja, karena berulang kali ia lupa lirik dengan lagu yang mereka bawakan, hingga harus di tegur oleh member lain.
Sehun mengerutkan keningnya. Apa berbicara dengan orang tua Jongin membuat pikiran Kyungsoo kacau, memang apa yang mereka bicarakan?
"Jangan memikirkan yang lain, hanya cukup pikirkan dia dan juga aku yang akan selalu ada untukmu Sehuna."
Masih teringat di benak Sehun ucapan Suho saat namja itu mencium pipinya dan itu sukses membuat Sehun tersenyum, ia tak mungkin melupakan dia yang mungkin sudah menunggunya di hotel. Sesaat Sehun menatap pada Jongin yang tampak lebih bersemangat dari biasanya, mungkin karena efek dari keluarganya yang datang dan menonton malam ini.
"Kau tampak makin cantik malam ini. Aku mencintaimu..."
Sehun hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada fans saat Jongin tiba tiba datang dan merangkulnya. Keduanya berjalan masih dengan kegiatan melambaikan tangan pada fans.
"Bukankah ini seperti sepasang pengantin yang sedang berjalan di hadapan tamu undangan?" bisik Jongin.
"Nini, jangan bercanda..." ucap Sehun pelan.
"Suatu saat kita pasti akan melakukannya Sehuna, itu janjiku padamu."
Setelah itu Jongin melepaskan rangkulannya dan berjalan menjauh dari Sehun, menyisakan namja manis itu yang berjalan sambil sedikit melamun, memikirkan ucapan Jongin. Mungkinkah hal itu akan terjadi?
Usai konser yang lumayan menguras tenaga itu, semua member kembali ke hotel dan Jongin tak bisa menyembunyikan kemarahannya saat tahu kalau Sehun benar benar pindah kamar.
"Aku akan menghukummu kalau kau benar benar tidur dengan Suho hyung."
"Nini... ku mohon mengertilah." Ucap Sehun dengan nada memelas.
"Bagian mana yang harus aku mengerti? Kau yang meninggalkanku dan tidur dengan Suho hyung atau ada yang lain?"
Sehun melirik pada ibu Jongin yang tidak mengucapkan apa apa, lalu beralih pada dia yang ada di gendongan noona Jongin. "Kau pergilah makan malam dengan keluargamu. Jangan biarkan mereka menunggu, kita akan bicarakan ini nanti."
"Tidak. Aku tak akan pergi kemanapun sebelum kau mengatakan padaku kalau kau akan tidur di kamar yang sama denganku. bukankah kau bilang kau rindu padanya?" Jongin menunjuk ke arah bayi digendongan noonanya. "Akupun juga sama dan bagaimana kita melepas rindu dan memberikan kasih sayang padanya kalau kau tak mau sekamar denganku. Haruskah aku juga tidur di kamar Suho hyung bersama bayi kita."
"Aish, baiklah... aku akan tidur denganmu tuan pemaksa. Sekarang pergilah kau makan malam sana."
Jongin tersenyum dan mencium kening Sehun dengan lembut. "Kau tak mau ikut makan malam denganku?"
"Tidak, aku tak ingin merusak makan malam keluargamu."
"Kau lupa sayang, kau juga bagian dari keluarga Kim, bahkan kita sudah punya Kim junior sekarang."
Sehun nyengir. "Kali ini tidak..." Sehun melirik pada eomma Kim dan tersenyum kaku.
Jongin menghela napas panjang. "Baiklah, kau ingin aku belikan apa?"
"Tak perlu, aku hanya ingin jalan jalan sebentar dengannya." Sehun berjalan menghampiri noona Jongin dan mengambil Kim Junior dari gendongannya.
"Ini mungkin akan sedikit sulit, bagaimana kalau ada fans yang tau." Jongin tampak cemas.
"Biar aku ikut dengan Sehun." ucap Chanyeol, "Kami akan muncul sebentar di tempat keramaian dan setelah itu akan mencari cara untuk membiarkan Sehun menyelinap pergi bersama dengannya."
"Terima kasih hyung." Ucap Jongin tulus.
"Aku akan ikut dengan kalian." Ucap Baekhyun.
"Oke..." sahut Chanyeol.
"Tapi kurasa itu saja tidak cukup, mereka pasti akan menyadari kalau Sehunie menghilang." Ucap Jongin lagi.
"Biar eomma yang melakukannya," sela eomma Kim. "Eomma dan Jongin akan berjalan jalan di sekitar sini untuk mengalihkan perhatian mereka, sementara itu kau bisa membawa anakmu jalan jalan menantuku."
Wajah Sehun memerah mendengar ucapan eomma Kim. "Terima kasih eomma..." ucapnya canggung.
Jongin merangkul pundak Sehun dan mencium lehernya sekilas. "Bukankah sudah aku bilang, eomma menyukaimu sayang, kau dan eomma hanya terlalu merasa canggung untuk bisa ngobrol bersama. Kurasa kau harus sedikit lebih mendekatkan diri dengan eomma."
Sehun mengangguk dan tersenyum. "Ya, akan kulakukan nanti."
Dan sesuai rencana mereka, Sehun akhirnya berhasil menyelinap pergi dengan membawa bayinya di dalam gendongannya.
"Kau yakin akan melewati gang sempit ini?" tanya Chanyeol agak khawatir.
"Eumm..." Sehun mengangguk. "Nini bilang ia akan menungguku di ujung gang sana." Sehun merapatkan jaket tebal yang dipakai anaknya, agar bayi tampan itu tidak kedinginan. "Ah ya, hyung..."
"Apa...?"
"Sebelum kau dan Baekhyun hyung pergi, bisakah kau memfoto diriku?"
"Di sini? Di tempat gelap ini?"
"Umm... kalau di tempat yang lebih terang, anakku akan terlihat hyung."
"Aish... nanti fansmu akan mengira kau sedang galau Sehuna." Gerutu Chanyeol namun tak urung ia melakukan keinginan Sehun. "Ini semua samchon lakukan demi dirimu Kim junior."
Sehun tertawa kecil mendengar ucapan Chanyeol, "Gomawo hyung, kalau begitu aku pergi dulu."
"Hati hati Sehuna, jangan sampai ketahuan wartawan atau fans."
"Ya, hyung..."
.
.
.
.
.
"Jalan jalan yang menyenangkan." Jongin melepas jaketnya dan melemparnya ke sofa.
"Ya, kurasa kau benar." Sehun tersenyum mengingat bagaimana canggungnya ia dan ibu Jongin saat bersama tadi, namun karena anaknya yang menangis karena haus, ia dan ibu Jongin malah jadi heboh sendiri karena takut tangisan Kim Junior akan menarik perhatian orang banyak dan akhirnya berkat itu mereka jadi bisa lumayan lebih akrab dan tidak canggung lagi.
"Memikirkan apa?" Jongin mengelus pipi mulus Sehun yang sedang membaringkan anak mereka di tengah ranjang besar itu.
"Eumm, tidak ada." Gumam Sehun. Ia menepuk nepuk pelan pantat bayinya agar tetap tertidur pulas meski tidak di dalam dekapan hangatnya lagi.
"Dia pulas sekali." Gumam Jongin. Menatap takjub pada bayi yang begitu mirip dengannya, minus hidung, alis dan juga kulitnya yang mirip dengan Sehun.
"Noona bilang ia akan terbangun setiap tengah malam untuk meminum susunya." Gumam Sehun, ia menoleh pada Jongin dan menepuk pipinya dengan lembut. "Kau tak mau mandi? Ini sudah larut malam."
Jongin menatap Sehun dengan tatapan penuh arti. "Tidak, aku mungkin hanya ingin minum susu sebelum jatah susunya di ambil Reon nanti."
"Kau ingin minum susu bayi?" Sehun menatap tak percaya pada Jongin.
"Bukan yang itu, tapi ini." Jongin menepuk dada Sehun sekilas.
Sehun langsung mundur. "Dasar mesum, menjauh sana, kau tak lihat ada bayi di sini, jangan berpikir macam macam."
"Aku tak berpikiran yang macam macam kok, aku hanya memikirkanmu." Jongin menarik tubuh Sehun untuk merapat ke tubuhnya.
"Nini... ingat ada Reon di sini." Ucap Sehun lirih.
"Eumm, kita bisa melakukannya dengan lembut." Gumam Jongin sembari mencium bibir Sehun dengan lembut. Ia melepaskan pelukannya. Dan kemudia memindahkan anaknya untuk lebih ke tepi ranjang dan tak lupa menaruh guling di sekitarnya agar anaknya tidak terjatuh.
"Kau gila, kenapa tidak disofa saja Nini?"
"Dan mengambil resiko kau akan meninggalkanku sendiri dengan kondisi telanjang saat Reon menangis. Lebih baik di sini saja."
"Tapi Reon bisa bangun."
"Dia tidak akan bangun kalau kau tidak berisik. Kau harus menahan desahanmu sayang."
Jongin menatap sayang pada Sehun, tangannya mengelus pipi Sehun pelan... "I love you," bisiknya lembut.
Sehun terdiam sejenak, sebelum tersenyum dan balas menatap Jongin dengan tatapan yang lembut. "I Love you too."
Dan entah siapa yang memulai kedua wajah keduanya sudah miring ke sisi yang berlawanan dan perlahan menyatukan bibir mereka. Saling memagut dengan lembut dan Jongin memeluk tubuh Sehun dengan erat sebelum ciumannya berubah semakin liar dan menuntut. Lenguhan tertahan lolos dari bibir Sehun saat Jongin meremas kasar kedua belah pantatnya.
Pekikan tertahan Sehun kembali muncul saat bibir Jongin turun ke lehernya, mengecup, menyesap dan kemudian menjilatnya dengan lembut. "Ahh... Nini... jangan tinggalkan jejak.. please..." rintih Sehun mengingatkan Jongin. Bagaimanapun mereka masih harus konser satu hari lagi dan Sehun tak mau ada jejak ciuman di lehernya yang akan membuat fans mereka curiga nantinya.
Jongin mengerang, kembali pada aktivitasnya di leher sehun tak lupa mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak menyesap leher Sehun dengan kuat.
Perlahan pakaian keduanya mulai terlepas satu persatu, meninggalkan tubuh naked keduanya yang sedang saling meraba.
Bibir Jongin dengan lembut mengecup puncak dada Sehun, membuat Sehun menggigit bibirnya menahan desahan.
Tangan Jongin mengelus perut rata Sehun dan terus turun ke bawah dan berakhir di kejantanannya. Jongin membelai dengan lembut kejantanan Sehun sementara mulutnya mulai mengemut puncak dada Sehun dengan gerakan yang tak kalah lembut.
"Nini..." bisik Sehun.
"Hmmm..."
"Ini...ahhh... hampir tengah malam..."
"Lalu..."
"Reon bisa bangun..."
Jongin mengecup kedua dada Sehun bergantian sebelum kembali melumat bibir Sehun, lidahnya menyusup masuk dan bertukar saliva dengan Sehun.
Dengan perlahan, Jongin mengarahkan kejantanannya ke hole Sehun. Sehun yang mengerti makin membuka lebar kedua pahanya, memberi jalan untuk kekasih hatinya.
"Mungkin ini akan ssedikit lebih sakit dari biasanya, aku tak sempat melakukan penetrasi, tapi aku akan berusaha membuatmu nyaman." Bisik Jongin.
Sehun hanya mengangguk dan kembali melumat bibir Jongin dengan kedua tangan yang merangkul leher namja tampan itu dengan erat.
Jongin mulai mendorong pelan, inci demi inci... berusaha untuk tidak menyakiti kekasihnya... hingga akhirnya miliknya tenggelam sepenuhnya di dalam hole Sehun, di iringi ringisan dari mulut mungil Sehun.
Jongin mengecup kening Sehun yang basah keringat. "Are you okey?"
"Ummm..."
Jongin kemudian mendorong lembut, berusaha untuk tidak terlalu menimbulkan suara yang mungkin akan membangunkan Reon yang masih nyenyak tertidur. Namun saat Sehun medesah tertahan dan mulai mengangkat pinggulnya untuk membalas gerakan Jongin, gerakan mereka menjadi lebih cpeat dan seirama.
Jongin dapat merasakan hole Sehun yang semakin mengetat, kekasihnya sudah hampir mencapai puncaknya, ia semakin mempercepat gerakannya, karena iapun merasa sudah hampir mencapai puncaknya.
Gerakannya semakin cepat hingga tubuh Sehun tersentak sentak dan akhirnya...
"Aaahhhh..." keduanya mencapai puncak secara bersamaan. Jongin mengecup bibir Sehun seblum berguling ke samping dan mendekap tubuh Sehun dengan erat.
Keduanya sudah hampir terlelap saat suara tangisan terdengar, Kim Junior terbangun. Sehun sontak membuka matanya dan menyikut tubuh Jongin dengan sikunya. "Lepaskan pelukan dan milikmu Nini... anak kita sudah bangun."
Jongin bergerak dengan malas, melepaskan pelukannya dan juga kejantanannya yang tadinya masih bersarang di dalam hole Sehun.
"hiks... hiks..."
"Cup cup... anak mama... haus ya..." masih dengan kondisi telanjang Sehun mengangkat tubuh Reon ke dalam gendongannya. Ia memeriksa popok yang di pakai Reon, masih kering, jadi benar anaknya terbangun karena haus. "Sebentar ya, mama akan buatkan susu du.. ahh..." Sehun terpekik kecil.
"Ada apa sayang?" Jongin bangun dari berbaringnya dan menatap Sehun dengan tatapan khawatir.
Sehun menatap Jongin dengan wajah memerah menahan malu. "Nini..." rengeknya.
"Hmm..." Jongin menengok ke depan Sehun dan langsung terdiam melihat Reon yang menghisap nipple Sehun dengan rakus tanpa peduli tak ada air susu yang keluar dari sana.
"Anak papa pintar ya, mencari kesempatan saat mama tidak memakai baju." Jongin terkekeh geli. Ia mengusap surai hitam anaknya dengan gerakan lembut. Dan putranya itu hanya membalasnya dengan mengerjapkan matanya dan kemudian kembali fokus pada acara menyusunya.
"Uhh, Reonnn..." Sehun menggigit bibirnya, menahan geli. Rasanya ada yang beda dari cara Jongin dan Reon menghisapnya. "Nini, buatkan susu untuk Reon, aku yakin sebentar lagi ia akan kembali menangis karena air susunya tidak keluar juga."
"Baiklah." Jongin turun dari ranjang dan memakai boksernya. Ia melangkah ke meja tempat semua keperluan reon tersedia.
"Hiks... hiks..." Reon kembali menangis, mungkin frustasi karena tak ada air susu yang keluar dari nipple Sehun.
"Nini..." pekik Sehun pelan.
"Iya sayang ini susunya..." Jongin berjalan dengan cepat menghampiri Sehun dan menyerahkan botol susu itu.
Dengan cekatan Sehun melepas nipplenya dari hisapan mulut kecil Reon dan menggantinya dengan susu botol ditangannya.
"Hiks..."
"Baby jangan nangis lagi, minum yang banyak ya biar cepat besar." Gumam Sehun, ia mencium kening anaknya dengan lembut lalu bertatapan dengan Jongin yang tersenyum ke arahnya.
"Kau tahu Sehunie, hal apa yang paling membahagiakan untukku?"
"Apa?"
Sehun bergerak sedikit tak nyaman, mengingat ia yang masih telanjang saat ini.
"Melihatmu menyusui anak kita seperti ini. Dan menyadari kenyataan bahwa kau masih ada di sini bersamaku, membesarkan anak kita, sungguh membuatku bahagia."
Sehun tersenyum, ia mengisyaratkan pada Jongin untuk menunduk dan kemudian mengecup kilat bibirnya. "Aku akan selalu ada di sini, tetap bersamamu. Selama kau masih menginginkannya."
"Dan aku menginginkanmu bersamaku seumur hidupku."
.
.
.
.
.
END
Gaje n absurb banget ya. Inspirasi dari sana sini dan pastinya juga dari keluarga Kim yang datang ke konser dan juga dua ponakan Jongin, rahee dan dedeknya. Hihihi...
Ini juga diketik ditengah kegalauan karena author fav hiatus dari dunia wp. Huweeee... sayang banget padahal dikit lagi end itu.
Mohon reviewnya ya...
Salam damai kaihun hardshipper
Syakila8894
