Kiss Me
Cast : Kai, Sehun, Reon, etc
Rated : Semi M
Ini ff untuk akun Ayam Rasa Mbul yang udah request. Maaf kalo hasilnya ga sesuai harapan.
No Edit.
Syakila8894
.
.
.
.
.
Ini adalah malam terakhir EXO di Osaka karena besok mereka harus kembali ke Seoul, kembali pada pekerjaan lain yang telah menunggu. Di salah satu kamar tampak seorang namja cantik yang sedang sibuk memasukkan pakaian ke dalam koper.
"Kau benar benar akan ke Tokyo besok ?"
Namja cantik itu, Oh Sehun, menoleh pada kekasihnya yang tengah menggendong Reon yang agak rewel malam ini. "Tentu saja, aku masih kangen sama Reon dan ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengannya." Sehun menutup kopernya dan melangkah mendekati kekasihnya, mengecup pipi Jongin sekilas sebelum kemudian mengambil alih Reon dari gendongan Jongin.
"Mma... Mma..." Reon menatap wajah Sehun dan menepuk nepuk pipinya dengan tangannya yang gempal.
"Apa baby... Reon kangen mama eoh..."
"Mma... Ppa..." Reon berceloteh lagi kali ini sambil bertepuk tangan.
"Reon sepertinya ingin liburan bersama mama dan papa ya." Jongin mengelus pipi gembul Reon dengan lembut. "Maafkan papa sayang, papa tidak bisa ikut, tapi nanti ada Chanyeol samchon yang akan ikut menjagamu."
Sehun mencebikkan bibirnya, "Kau benar benar tak bisa ikut ya ? Kau tahu aku cukup gerah karena akhir akhir ini sering di gosipkan dengan Chan hyung."
"Maaf sayang, aku benar benar tidak bisa." sesal Jongin, ia teringat pada ucapan managernya yang melarang ia ikut liburan bersama Sehun dan Chanyeol. Alasannya sepele sih, untuk menghindari gosip katanya. Hell, bahkan Sehun bersama Chanyeol saja juga bisa menimbulkan gosip baru, tapi kenapa manager hyung tidak melarangnya ?
"Memikirkan gosip diriku yang mungkin akan diberitakan berkencan dengan Chanyeol hyung lagi?" Sehun menepuk nepuk pantat Reon dengan pelan saat bayinya itu mulai rewel lagi.
"Sedikit," jawab Jongin jujur.
Tangan Sehun yang sedari tadi menepuk pantat Reon kini beralih memencet hidung kurang mancung Jongin dengan gemas. "Kita bahkan sudah punya anak dan kau masih memikirkan itu."
Reon menatap wajah ayahnya, lalu tertawa memamerkan giginya yang baru tumbuh sedikit.
"Hei anak nakal jangan menertawakan papa," Jongin yang gemas segera menyumpal mulut Reon dengan dot berwarna kuning.
"Kau pernah bilangkan, abaikan gosip apapun yang beredar di luar sana dan hanya fokus pada diri kita sendiri. Lagi pula mereka yang benar benar fans kita pasti melihat perbedaannya saat aku jalan jalan dengan Chan hyung dan denganmu."
"Apa itu ?" Jongin mengerling jahil pada Sehun. "Kau yang selalu berjalan sejajar denganku, mendekatkan tubuhmu saat kita jalan jalan berdua, dan sementara saat jalan bersama Chan hyung dia lebih terlihat seperti pengawalmu dengan kau yang jalan di depan dan dia di belakang menjagamu."
"Nah itu kau tahu," sahut Sehun. "Sebagai kekasihmu tentu saja aku selalu ingin berada disampingmu untuk membuktikan bahwa aku milikmu dan kau milikku. Chan hyung juga mengerti itu, karena itulah ia lebih sering berada di belakangku, menjagaku, kau kan tau dia sudah menganggap aku seperti adiknya sendiri, adik yang harus ia jaga seperti tanggung jawab kakak pada adiknya."
Cup
"Nini..." Sehun mendelikkan matanya saat Jongin mengecup bibirnya.
"Kau berbicara terlalu banyak sayang, lebih baik kau simpan suaramu untuk mendesah menyebutkan namaku saja, mungkin nanti kita bisa memberikan adik untuk Reon."
"Nini... Jangan gila. Reon masih terlalu kecil untuk punya adik." Sehun melirik pada anaknya yang masih asyik dengan dotnya tanpa peduli dengan apa yang dilakukan orang tuanya.
"Aku hanya bercanda sayang."
Sehun cemberut, "Tidak lucu tau."
Jongin terkekeh pelan, "jadi besok jam berapa kesayanganku ini akan berangkat?"
"Mungkin sebelum kalian berangkat ke bandara."
Jongin mengangguk, "Kalau begitu ayo kita tidur dulu. Reon sepertinya juga mulai mengantuk." Jongin memperhatikan bayinya yang mulai memejamkan mata.
"Umm, aku juga mulai lelah."
Setelah itu ketiganya berbaring di atas kasur dengan posisi Reon berada di tengah mereka. Tangan Jongin tergerak untuk membenarkan letak selimut di tubuh kedua orang tercintanya.
"Goodnight baby kesayangan papa yang tampan." Jongin mengecup kening Reon yang tertidur masih dengan dot di mulutnya. Setelah itu perhatian Jongin teralih pada Sehum yang tengah menatapnya. Namja tampan itu sedikit memajukan tubuhnya, tanganya meraih tengkuk Sehun, bibirnya menempel dengan bibir Sehun, terdiam sejenak sebelum kemudian menyesap bibir itu dengan lembut. Cukup lama keduanya berciuman hingga kemudian dengan berat hati Jongin menyudahinya.
"Goodnight cantik..." bisik Jongin pelan, ia mengecup sekilas bibir Sehun lagi.
"Goodnight tampan..." Sehun balas mengecup bibir Jongin sebelum membenarkan posisi tidurnya.
Jongin meraih tangan Sehun dan menautkan jemarinya dengan jemari Sehun sebelum memejamkan matanya dan tertidur beberapa saat kemudian.
.
.
.
.
.
Sehun memperhatikan ibu Jongin yang tampak berpelukan erat dengan Kyungsoo di ujung ruangan, tersenyum tipis sebelum ia meraih kopernya dan mengambil Reon dari gendongan Jongin.
"Kau sudah mau berangkat?" Jongin tampak tak rela harus berpisah dari kekasih hatinya.
"Ya, sebelum fans mengetahuinya."
"Kau tenang saja Jongin, aku akan menjaga Sehun dengan baik."
"Jangan terlalu menempel dengan Chan hyung," Jongin tidak menghiraukan ucapan Chanyeol, ia hanya fokus pada Sehun yang sedikit kerepotan dengan Reon dan juga kopernya.
"Oke, aku akan menjauh dari Chan hyung, Nini tenang saja." Sehun maju selangkah, mengecup bibir Jongin. "Aku akan merindukanmu." bisiknya lirih.
"Honey, jangan menangis..." Jongin mengusap pipi Sehun. "Nikmati liburanmu."
Sehun menganguk, matanya melirik pada ibu Jongin yang masih bersama Kyungsoo. "Nini... Titip salam pada eomma ya. Aku pergi dulu."
"Kau tidak ingin bicara langsung pada eomma?" Jongin melihat pada eommanya yang melangkah ke arah mereka.
Sehun menggeleng lemah, "Aku tidak ingin mengganggu momen eomma bersama menantu idamannya." Sehun mengusap punggung Reon pelan tanpa menyadari kehadiran ibu Jongin yang berada di belakangnya. "Aku pergi dulu."
"Hati hati sayang, jangan sampai fans atau wartawan mengetahui keberadaan kalian." Jongin tampak cemas.
"Kau tak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri, dan juga ada Chan hyung yang akan membanut menjagaku."
"Kau sudah akan berangkat Sehunie?"
Sehun menoleh dan langsung membungkukkan badannya begitu tahu kalau orang itu adalah ibu Jongin. "Ya, eomma."
"Tidak ingin berlibur di sini dulu?"
Sehun melirik pada Reon kemudian menggelengkan kepalanya. "Aku tak bisa ambil resiko fans mengetahui keberadaan Reon." Jawabnya pelan.
"Kau bisa menitipkan Reon pada eomma,"
"Eh, eomma akan liburan lebih lama di Jepang?" tanya Sehun tak percaya.
"Apa kau pikir eomma akan membiarkan menantu eomma bersedih karena tak bisa menikmati waktu liburnya dan hanya mengurus Reon di kamar. Pergilah dengan Chanyeol biar Reon sementara eomma yang urus."
"Terima kasih eomma..." Sehun memeluk tubuh ibu Jongin, sedikit mengabaikan putranya yang tak nyaman karena terjepit di antara tubuh mereka.
"Kau tau Sehuna, aku menyayangimu seperti aku menyayangi Jongin, bersenang senanglah, nikmati waktu liburmu. Kau makin kurus akhir akhir ini."
"Ya, eomma... gomawo..." Sehun melepaskan pelukannya dan menoleh pada Jongin yang tersenyum lebar padanya. tatapan namja itu seperti mengatakan 'apa ku bilang, eomma itu menyayangimu' Sehun balas tersenyum dan mengangguk.
Dan jadilah sore itu setelah semua member kembali ke Korea meninggalkan Sehun dan Chanyeol, kedua namja bertubuh tinggi itu berangkat ke Universal Studio, menikmati wkatu libu mereka sebelum malamnya berangkat ke Kyoto dan tentunya Sehun masih bersama ibu Jongin yang senantiasa menjaga Reon saat Sehun harus muncul di depan umum bersama Chanyeol.
pagi menjelang siang itu ketika Sehun terbangun di kamar tempatnya menginap selama di Kyoto, ia hampir saja berteriak kaget saat merasakan ada sepasang tangan yang melingkari pinggang rampingnya.
"Baby, aku masih mengantuk..." gumaman itu menyadarkan Sehun pada sesuatu. Bukankah itu suara Jongin, kenapa namja itu ada di sini?
Dengan cepat Sehun menoleh dan langsung bertemu pandang dengan Jongin yang balas menatapnya dengan matanya yang sayu.
"Kenapa Nini ada di sini?"
"Menurutmu? Kau pikir aku akan tega meninggalkanmu bersama Reon di Jepang sementara aku berada di Korea?"
"Apa kau benar benar pulang ke Korea kemarin?" tanya Sehun curiga.
"Tentu saja, tapi setelah istirahat dan aku merasa kesepian karena kau tidak ada di kamar bersamaku. Aku memutuskan untuk menyewa pesawat pribadi dan berangkat ke sini."
"Apa member lain tau?" tanya Sehun.
Jongin menggeleng, dan kemudian tertawa membayangkan Suho yang mungkin panik karena dirinya yang menghilang tanpa pesan.
"Nini... cepat beritahu Suho hyung sebelum ia marah marah padamu."
"Oke, aku akan mengirimkan pesan padanya." Jongin meraih handphonenya dan kemudian mengetik dengan cepat pesan untuk Suho. "Sudah, sekarang ayo kembali berbaring. Aku mengantuk."
Ketukan di pintu mengurungkan niat Sehun untuk kembali berbaring, ia menoleh ke arah pintu.
"Sehuna, kau ingin jalan jalan?"
"Tidak hyung, aku ingin di kamar saja. Aku agak lelah."
"Baiklah, kalau begitu aku pergi sendiri,"
Sehun memilih tak menjawab dan ia dapat mendengar suara langkah kaki Chanyeol yang menjauh.
"Sekarang apa yang kita lakukan? Eomma bilang dia akan membawa Reon jalan jalan siang ini," ucap Sehun.
"Hmmm... mungkin bercinta?"
"Nini.. apa hanya itu yang ada di dalam otakmu?" Sehun mencubit pinggang Jongin dengan cukup keras hingga namja itu mengaduh pelan.
"Hei, jangan kasar kasar pada suamimu,"
"Suami apa? suami mesum sih iya." Sehun cemberut.
"Tapi kau menyukai aku yang mesum ini kan?" Jongin mendekatkan tubuhnya pada Sehun dan menarik tubuh itu untuk merapat dengan tubuhnya. "Aku merindukanmu."
"Rindu padaku apa tubuhku?"
"Dua duanya sayang..." jawab Jongin sembari mengelus pantat Sehun dengan gerakan pelan. Wajahnya mendekat ke wajah Sehun dan perlahan ia mencium bibir Sehun dengan lembut.
Sehun memejamkan matanya membiarkan Jongin mengulum bibirnya , mendesakkan lidahnya dan mengeksplor isi mulutnya. Ia hanya bisa melingkarkan tangannya di leher Jongin, sembari membalas ciuman Jongin.
Entah berapa lama keduanya berciuman sebelum Jongin kemudian melepaskan ciumannya dan menyeringai jahil pada Sehun. "Mau dilanjutkan?"
Sehun cemberut, "Kenapa masih bertanya lagi sih."
Jongin terkekeh pelan, sebelum kembali mendekatkan bibirnya, mengecup lalu melumat bibir Sehun dengan lembut. Keduanya berciuman kembali, saling pagut dan berusaha mendominasi.
Entah sejak kapan, Sehun bahkan tidak sadar saat Jongin melepaskan seluruh pakaian di tubuhnya, hingga kini ia terbaring telanjang dengan Jongin yang berada di atasnya juga sama telanjangnya dengannya.
Desahan demi desaha meluncur dari mulut Sehun saat Jongin mengecupi area lehernya, melumatnya dan memberikan tanda yang tidak begitu kentara di kulit Sehun, ciuman Jongin turun ke tulang selangka, terus turun hingga berhenti di dadanya, bermain main di kedua nipplenya hingga basah dan membengkak.
"Nini..." Sehun melengkungkan tubuhnya ketika hisapan Jongin di kedua nipplenya makin kuat.
Ciuman Jongin kemudian kembali turun menyusuri perutnya dan terus ke bawah hingga betemu dengan kejantanannya, tangan Jongin meremas lembut pantat Sehun sementara mulutnya mengecup ujung kejantanan Sehun hingga membuat namja cantik itu makin melengkungkan tubuhnya ke atas sembari melenguh pelan.
Jemari Jongin mengusap area sekitar hole Sehun, sebelum tangannya beralih membuka lebar paha Sehun, kemudian tangan Jongin menangkup pantat berisi Sehun dan mengangkat tubuh Sehun sedikit ke atas hingga holenya terpampang dengan jelas di hadapan Jongin. Jongin menjilat hole Sehun dengan lembut sebelum menghisapnya dengan kuat.
"Ahhh... Nini..." jemari Sehun meremas sprei dengan kuat. Tak kuasa menahan kenikmatan yang melanda tubuhnya.
Jongin merangkak kembali berhadapan dengan wajah Sehun, mengecup bibirnya sekilas sebelum mengarahkan kejantanannya ke depan hole Sehun. Jongin menarik tangan Sehun dan meletakkannya di sisi kepala namja putih itu sebelum kemudian ia mulai menghujamkan miliknya ke dalam hole Sehun. menekannya pelan, menarik dan kembali menyentakkan pinggulnya kuat kuat hingga bagian tubuh mereka bertemu dengan rapat.
"Akhhh..." Sehun meringis namun ia tetap mencoba merilekskan tubuhnya. Jongin tak menunggu lama untuk kemudian kembali bergerak menarik dan mendorong miliknya berulang ulang.
Gerakan Jongin makin lama makin cepat hingga tubuh Sehun tersentak sentak tak beraturan.
"Niniiii..."
"Ahhh..."
Keduanya mengerang bersamaan saat mencapai klimaks. Jongin menekan miliknya dengan kuat, merasakan hole Sehun yang berkedut meremas miliknya hingga kemudian cairan hangatnya mengalir masuk ke dalam tubuh Sehun.
"Lelah?" tanya Jongin dengan napas yang masih belum teratur.
"Belum..."
Jongin menyeringai, "Ronde selanjutnya sayang..." dan jadilah siang itu keduanya terus bergumul di atas ranjang mereka.
.
.
.
.
.
.
"Tubuhku sakit semua," gumam Sehun, ia nampak lesu, kelelahan sore ini."
"Apa yang kalian lakukan seharian di kamar?" Ibu Jongin menatap curiga.
"Membuat adik untuk Reon," jawab Jongin
Pletakk
"Yak, Reon masih kecil dan kau sudah ingin menambah cucu lagi untukku. Setidaknya kurangi jadwal kalian agar anak kalian tidak merasa kekurangan kasih sayang."
"Iya, eomma..." sahut Jongin sembari mengusap keningnya yang sakit karena jitakan ibunya.
"Kau sebaiknya berendam di air panas Sehuna, itu akan membuat tubuhmu sedikit lebih segar." Ucap Eomma Kim.
"Haruskah kita ke pemandian air panas?" tanya Jongin. "Aku mungkin bisa ikut diam diam dengan kalian." Ia menatap pada Chanyeol yang sedari tadi diam.
"Baiklah kebetulan aku juga ingin berendam," ucap Chanyeol.
Sehun tampak sedikit murung, "Pasti aku tak bisa berduaan dengan Nini di sana kan?"
Jongin tersenyum lembut, "Jangan menampilkan wajah sedih seperti itu sayang. Yang penting kan aku ikut."
"Ish, kenapa Nini harus balik ke Korea semalam sih andai saja Nini tidak balik ke Korea dulu sebelum kembali ke sini diam diam, aku pasti bisa update foto kita berdua dan bukan hanya fotoku dengan Chanyeol hyung."
"Dan kemudian agency mungkin akan memunculkan berita kencanku lagi, terima kasih. Aku lebih memilih menjadi bayanganmu saja sayang, dari pada harus membuatmu bersedih karena berita itu."
Mata Sehun terlihat berkaca kaca mendengar ucapan Jongin. "Nini, kau tau tak peduli kau makin hitam atau apapun itu, aku makin mencintaimu."
Jongin terkekeh pelan, "ya, kau memang harus terus mencintaiku sayang. Forever."
.
.
.
.
.
.
END
Terima kasih sebelumnya untuk yang udah pada review di ff ini, dan mohon reviewnya lagi ya. mohon berikan cinta juga untuk ff aku yang baru The Half Blood Vampire 3 yang udah aku update kemaren di akun yang satunya lagi. Untuk FF Bukan Istri Pengganti, aku update berbarengan dengan ff ini.
Terus aku mau promoin author KaiHUn yang baru, nama akunnya Ayam Rasa Mbul, dia kemarin dah share ff pertamanya, tolong berikan banyak cinta juga untuk karyanya, agar dia tetap semangat untuk nulis ff baru lagi. #terima kasih
Terakhir buat yang ultah hari ini, aktor fav Killa, Theo James. Happy Birthday abang Theo, Love U.
Salam damai kaihun hardsipper
Syakila8894
