KISS ME, HOLD ME, LOVE ME
Pairing : KaiHun
Rated : Semi M
Sejujurnya aku ga pernah punya niat untuk menelantarkan setiap ff yang ku buat, hanya saja aku bukanlah orang yang bisa ngetik saat aku lagi ga mood n ga punya feel untuk ffnya ya aku ga akan bisa fokus. Jadi meski banyak ide bertebaran di otak, kalo feel ga ada, aku hanya akan diam di kamar n baca buku. Selain itu, pekerjaan yang numpuk juga bikin aku ga bisa ngetik ff. Jadi mohon maaf n tolong maklumi kalau aku selalu lelet dalam hal update. Meski ga bisa janji bakal update cepat, tapi aku akan usahakan untuk update secepat yang aku bisa.
Untuk chap ini aku ngambil momen KaiHun waktu di MBC Gayo kemaren. Entah feelnya dapat atau ga #plakk. Mohon reviewnya ya...
NO EDIT.
Syakila8894
.
.
.
.
.
.
"Tersenyumlah Sehuna, kau bisa membuat fans terus bertanya tanya kenapa kau terus berwajah datar seperti itu," tegur Suho pelan saat mereka berjalan menuju tempat duduk yang sudah di sediakan untuk mereka di acara itu.
"Aku benci Nini..." gumam Sehun saat akhirnya ia duduk di tengah-tengah antara Kyungsoo dan Chanyeol.
"Kenapa? Bukankah dia terlihat seksi?" tanya Chanyeol dengan suara pelan, ia sedikit bingung karena biasanya Sehun akan memasang wajah terpesona saat melihat keseksian seorang Kim Jongin. Tapi kali ini? Sehun bahkan membuat ekspresi muka yang begitu datar dan bibir yang kadang mengerucut, khas seorang Oh Sehun kalau lagi marah atau kesal.
Sehun mengerucutkan bibirnya tapi sedetik kemudian ia kembali memasang wajah datar saat Chanyeol mengatakan kalau kekasih tannya itu seksi. Moodnya makin memburuk saat ia teringat kejadian di belakang panggung tadi.
Flashback
"Mana Nini?" Sehun yang baru selesai mengganti bajunya dengan baju yang akan ia kenakan saat mereka tampil nanti terlihat menengokkan kepalanya ke segala arah.
"Masih di ruang ganti," Suho yang juga baru selesai di rias menolehkan kepalanya pada Sehun.
"Tumben dia lama, biasanya kan dia paling cepat." Chanyeol yang mendengar percakapan mereka mulai ikut nimbrung.
Suho mengangkat bahu, " Entahlah, katanya dia perlu menyiapkan diri untuk terlihat seksi malam ini."
"Seksi?" entah kenapa perasaan Sehun menjadi tidak enak saat mendengar kata itu.
"Hei, jangan berpikir yang aneh-aneh," Tegur Kyungsoo yang sedari tadi hanya diam. "Mungkin dia ingin menampilkan sesuatu yang beda karena ini akan menjadi pertama kali baginya menarikan Lotto dengan kita di atas panggung."
Meskipun Kyungsoo berkata begitu, namun namja bertubuh mungil itu juga tak kuasa untuk tidak melongo saat Jongin akhirnya keluar dari ruang ganti dan berjalan santai ke arah mereka. "Itu benar-benar Jongin?" telunjuk Kyungsoo mengarah pada Jongin dengan mata besarnya yang terbuka lebar.
Andai saja Sehun sedang tidak kesal ketika melihat penampilan Jongin, ia pasti sudah tertawa keras bersama Chanyeol ketika melihat ekspresi Kyungsoo. Dengan langkah cepat Sehun menghampiri Jongin yang tersenyum lebar ke arahnya.
"Hunny Bunny..." Jongin bersiap memeluk tubuh Sehun, namun namja manis itu justru menjambak rambutnya yang sudah rapi. "Aww, Hunny Bunny kau kenapa?"
"Kenapa berpakaian seperti itu?" teriak Sehun kesal.
Suho buru-buru menengok keluar, takut ada yang menguping pembicaraan mereka. Aman, tidak ada seorangpun yang tengah berada didekat ruangan tempat mereka berada sekarang.
"Apa ada yang aneh dengan pakaianku?" Jongin memperhatikan baju yang ia kenakan, lalu meringis karena lagi-lagi Sehun menjambak rambutnya.
"Ganti..."
"Huh?" entah kenapa Jongin merasa lemot sekali malam ini, ia tidak mengerti kenapa Sehun jadi semarah ini padanya.
"Aku tidak suka Nini pamer seperti itu." Sehun melepaskan jambakan tangannya, lalu berpaling membelakangi Jongin dengan muka cemberut. Di sudut ruangan Chen terkikik pelan bersama Xiumin namun keduanya segera menutup mulut karena Sehun mendelik ke arah keduanya. Maknae yang marah itu terlihat begitu mengerikan dengan ekspresinya yang sedatar tembok ruangan saat ini.
"Apa yang aku pamerkan sayang, aku rasa pakaianku masih tidak terlalu terbuka," Jongin berusaha untuk sabar menghadapi kekasihnya yang sedang ngambek itu.
"Aku tetap tidak suka, kau memakai pakaian yang terbuka seperti itu." Suara Sehun terdengar begitu pelan, dan Jongin sadar kalau kekasihnya sedang berusaha menahan tangisnya.
Perlahan Jongin memegang pundak Sehun dan kemudian menarik tubuh Sehun untuk menghadap padanya. kali ini Jongin memilih tak peduli apa yang akan dikatakan para hyung padanya, karena yang ia inginkan sekarang hanyalah kekasihnya itu tidak ngambek lagi padanya.
"Hunny Bunny..." Jongin menempelkan keningnya dengan kening Sehun dan tangannya melingkari pinggang Sehun dan memeluknya dengan erat. "Maaf, kalau aku telah membuatmu sedih tapi bisakah kau memahamiku kali ini saja."
Sehun tetap diam tapi ia tidak mencoba menjauh dari Jongin.
"Kau tau berapa lama aku harus menahan diriku untuk bisa kembali menari dengan kalian di atas panggung?"
"Tiga bulan?" tanya Sehun ragu, ia lupa berapa lama Jongin harus menahan diri untuk bisa menari lagi bersama setelah mengalami cidera.
"Lebih sayang, dan apa kau tahu bagaimana tersiksanya aku. Aku bukan hanya tak bisa melakukan apa yang aku suka, tapi aku juga telah mengecewakan begitu banyak fans kita di luar sana. Mereka begitu mengharapkan aku bisa menari lagi bersama kalian dan kali ini, malam ini, untuk pertama kalinya aku bisa menari lagu Lotto bersama kalian. Aku sangat senang dan aku berpikir kalau aku harus melakukan sesuatu untuk para fans kita di luar sana."
Sehun tidak berkomentar apapun, ia hanya diam menunggu Jongin melanjutkan kata-katanya.
"Karena aku tak mungkin membuka pakaianku di atas panggung, karena itulah aku berpakaian seperti ini."
"Dengan memamerkan dada dan perutmu?"
"Kau bahkan sudah pernah membuka bajumu sayang," Jongin mengingatkan.
"Jadi kau ingin membalasnya?" tanya Sehun.
"Tidak, aku hanya ingin kau menyadarinya sayang, kau melakukan itu semua demi menyenangkan hati fans bukan? Akupun demikian. Lagi pula Hunny Bunny baby... mereka mungkin bisa melihatku tapi hanya kau yang bisa menyentuhnya. Aku tetap milikmu sepenuhnya."
Sehun menatap tepat di mata Jongin. "Tetap saja aku tidak suka kalau Nini memamerkannya terlalu lama."
"Jadi..."
"Nini harus tetap di sini sampai giliran kita akan tampil," ucap Sehun. "Kalau Nini tidak mau, aku akan tetap marah."
Jongin tersenyum, "Apapun demi Hunny Bunny ku."
"Jangan merayuku," meski nada suara Sehun meninggi, tapi tak urung wajahnya memerah mendengar ucapan Jongin.
"Ekhem... aku tak berniat mengganggu, tapi kita harus keluar sekarang," ucap Suho.
Jongin melepaskan pelukannya setelah sebelumnya mengecup kening Sehun.
"Nini tetap di sini, jangan keluar!" perintah Sehun.
"Baiklah princessku yang cantik."
"Aku bukan princess... duduk diam dan jangan sampai ketiduran atau akan menendang bokongmu."
"Dan aku akan membuatmu tidak bisa jalan lagi setelahnya," balas Jongin.
"Nini..."
Flashback End
"Jangan pasang raut wajah datar seperti itu," Chanyeol berusaha mengajak Sehun bicara, tapi raut wajah Sehun tetap saja datar.
"Diamlah hyung..."
Chanyeol meraih tangan Sehun dan menggenggamnya, tapi Sehun bahkan tidak membalas genggaman tangan Chanyeol, ia tetap memasang wajah datarnya. "Jangan terlalu dipikirkan, Jongin kan tidak berniat untuk mencari pacar baru." Chanyeol melepaskan tangannya saat Sehun meliriknya dengan tatapan tajam.
"Nini hanya milikku," sahut Sehun ketus.
Chanyeol nyengir, sepertinya ia tidak bisa memperbaiki mood Sehun yang sedang buruk itu. Ia hanya bisa berharap fans mereka tidak berpikir macam-macam tentang Sehun yang terus memasang wajah datar seperti itu.
Untungnya menjelang tengah malam saat para fans dan juga artis yang mengisi acara sedang menunggu detik-detik pergantian tahun, Jongin muncul dan Sehun langsung tersenyum cerah. Diam-diam di sebelah Sehun, Suho mendengus, ya tentu saja meski ada banyak orang di sini, hanya satu orang yang bisa merubah mood Sehun yang buruk menjadi baik, orang yang kini sedang di gandeng Sehun, Kim Jongin.
"Nini jangan jauh-jauh dariku," bisik Sehun.
"Kau takut aku di ambil orang ya," canda Jongin.
"Nini..." Sehun tertawa pelan. "Tentu saja aku tak mau Nini di ambil orang." Sehun menatap ke atas dan secara refleks tangannya kemudian melingkar di pinggang Jongin. "Nini... kembang api..."
Jongin ikut mendongak ke atas sementara tangan Sehun sudah beralih memeluk lengannya. Pesta kembang api di mulai saat pergantian tahun terjadi, diam-diam Jongin merapalkan doa di dalam hatinya. Ia meminta kepada Tuhan agar hubungannya dengan Sehun kedepannya akan lebih baik lagi begitupun dengan kariernya dan juga karier semua member EXO.
"Amin..."
Jongin menoleh pada Sehun dengan tatapan sedikit bingung.
"Aku tahu apa doa apa yang kamu ucapkan dan aku rasa doa kita sama," bisik Sehun.
Jongin tersenyum, "Tentu saja, karena kau belahan jiwaku." Diam-diam Jongin menggenggam tangan Sehun sekilas, genggaman itu hanya sebentar karena Jongin tak ingin kamera merekam mereka di saat seperti itu.
"Kembang apinya berhenti." Gumam Sehun.
"Kita bisa melihatnya lagi nanti. Sekarang fokus saja, karena kita akan segera tampil."
Sehun tersenyum dan mengangguk.
.
.
.
.
.
.
.
"Rasanya sedikit melelahkan." Sehun yang baru saja selesai mandi dan hanya mengenakan bathrobe melangkah menghampiri Jongin yang berbaring telentang di atas kasur dengan hanya mengenakan bokser pendeknya. Namja tampan itu sudah lebih dulu mandi dari pada Sehun.
Jongin meletakkan hp yang sedari tadi dipegangnya ke atas meja nakas dan kemudian merentangkan tangannya. "Kemarilah."
Sehun tersenyum dan segera melompat ke atas tubuh Jongin.
"Aww... pelan-pelan sayang," Jongin mengusap punggung Sehun saat namja manis itu akhirnya berbaring di atas tubuhnya.
"Apakah sakit?" tanya Sehun dengan suara teredam, ya namja manis itu memilih menenggelamkan wajahnya di leher Jongin. Menghirup aroma Jongin yang begitu disukainya.
"Tidak, aku hanya takut kalau aegi akan terluka nantinya."
Mendengar ucapan Jongin, Sehun langsung bangun dan duduk di atas perut Jongin. "Kau mengetahuinya?"
"Hmmm..." tangan Jongin membelai paha Sehun yang terbuka dengan gerakan lembut.
"Sejak kapan?"
"Mungkin sekitar seminggu yang lalu atau lebih."
"Ish, padahal aku baru ingin memberitahumu malam ini." Sehun merengut.
"Maaf, tapi aku terlalu hapal dengan semua apa yang ada ditubuhmu Hunny Bunny, dan aku yakin mungkin juga ada fans diluar sana yang tahu."
"Ehh..."
"Kau ingat saat kita tampil di SBS dan menari One and Only. Bajumu yang basah mencetak perutmu yang sudah agak berisi sayang," tangan Jongin beralih melepaskan tali yang mengikat bathrobe Sehun hingga terbuka dan menampilkan perut Sehun yang memang terlihat lebih berisi. "Kali ini apa Reon akan punya adik namja atau yeoja?"
Sehun menunduk memperhatikan perutnya yang sedang di usap Jongin. "Aku tidak tahu, mungkin namja?"
"Bagaimana kalau aku lihat dulu?"
"Huh?" Sehun mengerjapkan matanya.
"Ayo ucapkan happy new year untuk adik Reon," Jongin mengedipkan sebelah matanya.
Sehun yang mengerti maksud Jongin hanya bisa tersenyum malu-malu, namun ia kemudian menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Jongin. "Happy New Year kekasihku yang tampan, appanya anak-anak."
"Happy New Year kekasih hatiku, eommanya anak-anak." Jongin menarik tengkuk Sehun untuk lebih mendekat dan kemudian kembali menyatukan bibir mereka. Sehun yang cepat tanggap langsung membuka mulutnya dan membiarkan lidah Jongin menyusup masuk dan bermain di dalam mulutnya.
Tangan Jongin turun perlahan dari tengkuk Sehun, menyibak bathrobe yang dipakai kekasihnya itu dam mulai meremas dadanya yang berisi.
"Ahhh..." Sehun mendesah lembut diantara ciuman mereka saat Jongin mempermainkan kedua nipplenya kanan dan kiri bergantian.
Merasa bathrobe itu mulai menghalangi gerakannya, Jongin kemudian melepasnya dan melemparkan ke sembarang tempat, tubuh polos nan seksi Sehun langsung terpampang dengan jelas di depannya dan itu makin menambah gairah Jongin semakin besar. Jongin menarik Sehun untuk turun dari atas tubuhnya sementara ia melepas celananya sendiri.
"Kita lakukan dengan cepat ya, aku tak mau kau kelelahan dan bayi kita kenapa kenapa."
Sehun hanya mengangguk saat Jongin kembali menaruh kedua tangannya di pinggulnya dan memposisikan Sehun duduk tepat di atas kejantanannya. Jongin menarik kepala Sehun untuk mendekat dengan wajahnya lalu ia segera menciumnya dengan rakus. Sehun berusaha mengimbangi ciuman Jongin yang tak bisa dikatakan lembut itu, ia meremas rambut Jongin dengan sedikit kasar saat Jongin menggigit bibirnya hingga sedikit terluka.
Jongin berguling dan membawa tubuh Sehun untuk rebah di bawah tubuhnya. Tangannya segera bergerak menjelajahi tubuh polos Sehun.
Sehun hanya bisa mengerang saat Jongin menjilat dan menghisap nipplenya dengan kuat sementara tangannya meremas dan memelintir nipple Sehun yang satunya lagi. Sebelah tangan Jongin yang bebas menyentuh kejantanan Sehun dan menggenggamnya sesekali ia menaik turunkan tangannya di sana, merangsang Sehun untuk mendesah lebih keras lagi.
Sehun memekik tertahan saat akhirnya ia orgasme hanya dengan kocokan tangan Jongin di kejantanannya.
Jongin menurunkan tubuhnya, menciumi perut Sehun yang mulai terlihat berisi lalu turun ke kejantanannya, dengan lembut Jongin mengecup ujung kejantanan Sehun sebelum menjilatnya.
"Ahhh... Niniii... cepatlah..."
Jongin yang tahu Sehun agak lelah segera merangkak naik dan kembali mencium bibir merah membengkak itu. ia memposisikan tubuhnya di atas tubuh Sehun, dan membiarkan tangan Sehun merambat turun ke kejantanannya yang sudah sangat tegang.
"Kau makin pintar.." bisik Jongin seraya mengecup bibir Sehun saat jemari lentik Sehun mengusap dan meremas kejantanan miliknya.
Kedua tangan Jongin meremas lebut dada Sehun saat merasakan nikmat dari kocokan tangan Sehun.
"Ahhh... sekarang sayang..."
Sehun yang mengerti langsung melepaskan tangannya dan membiarkan Jongin mengarahkan kejantanan besar itu ke depan hole miliknya. Dengan sekali sentakan, Jongin menekan pinggulnya dan melesakkan kejantanannya ke dalam hole Sehun.
Sehun memekik tertahan, tangannya mencengkeram lengan kekar Jongin, menahan sakit.
Jongin terdiam sejenak, membiarkan milik Sehun beradaptasi dengan miliknya, bibirnya masih bermain di dada Sehun berusaha sedikit mengalihkan rasa sakit yang dirasakan Sehun. setelah melihat Sehun mulai relaks, Jonginpun mulai bergerak, mula-mula perlahan, lalu makin cepat dan semakin cepat.
"Ahhhhh..." Sehun mendesah saat Jongin terus menumbuk spotnya. Tubuhna terguncang di dalam pelukan Jongin.
"Ahhh... Nini..."
Jongin makin mempererat pelukannya di tubuh Sehun yang basah keringat, merasakan hole Sehun yang meremas kuat kejantanannya di dalam sana hingga berkedut dan kemudian menyemburkan cairannya bersamaan dengan cairan Sehun yang juga keluar.
Jongin tersenyum, mengecup kening, mata dan bibir Sehun sembari membisikkan kata-kata cinta. Ia perlahan melepaskan kejantanannya dari dalam hole Sehun dan berbaring di sisi namja manis itu. Sehun yang merasa sedikit kedinginan segera naik ke atas tubuh Jongin dan berbaring di dalam dekapan hangat Jongin.
"Sudah melihat kembang apinya?" tanya Jongin pelan.
"Hmmm..." Sehun bergumam saat menyadari makna ucapan Jongin. "Ya, aku merasakannya di dalam sini," tangan Sehun meraba dada Jongin. "Kembang apinya terasa meletus di dadaku, dan mungkin juga dihatimu."
Jongin memejamkan matanya dan makin merapatkan pelukannya. "Bukankah itu lebih abadi dibandingkan kembang api yang diluar?"
Sehun tidak menjawab, ia hanya mengecup dada Jongin sebagai jawabannya. Dan dengan tindakan sederhana itu Jongin tahu apa jawaban Sehun. Ia tersenyum lembut, merasakan kedamaian di malam pergantian tahun dengan orang yang teramat sangat dicintainya.
.
.
.
.
.
.
END
Akhirnya selesai lagi satu chapter. Hehehe...
Ide ff ini tercipta dari obrolan ga penting dengan teman. Dia KhS n sekaligus juga Chanhunship.
Friend : La, kamu streaming EXO ga?"
Me : Nggak
Friend : Kenapa? Takut banyak momen Chanhun ya. Aku yakin mereka akan banyak skinship malam ini.
Me : Terserah sajalah, aku lagi nunggu siaran bola nih.
Beberapa menit kemudian
Friend : La, muka Sehun kok jutek amat.
Me : Lakinya lagi ga ada, liat aja ntar kalo Jongin nongol dia bakal ketawa.
Friend : Chanyeol juga bisa bikin dia ketawa.
Me : Hmmm...
Beberapa menit kemudian
Friend : Chanyeol megang tangan Sehun
Me : Trus?
Friend : Sehun ga ngebalas n lo bener dia ga ketawa
Entah berapa menit kemudian
Friend : Lala kok bener sih, Jojong muncul tuh Sehun happy lagi
Me : Kan udah aku bilang...
Obrolan ga bermakna emang tapi entah kenapa karena tebak-tebakan aku yang seperti itu, jadi banyak yang nanya apa yang aku tahu tentang mereka, aku diem aja, dan ternyata diem aku bikin akun aku kena hack mulu, kali ini please siapapun yang hack akun aku baik twitter n yang lain, percuma aja ngehack karena ga da info apapun didalamnya #plakk
Yang dulu juga pernah sih, waktu Sehun share foto dua pasang kaki di akun ig dia, teman aku langsung nebak kalau itu Chanhun (karena dia fans couple itu) trus aku bilang bukan. Dia ga percaya n ternyata abis itu Sehun share lagi kali ini vidnya dan setelah itu ia tampil di SBS dan nari bareng Jongin dan akhirnya tebakan itu memang menjelaskan kalau itu kaki KaiHun.
Kenapa aku selalu nebak KaiHun ?
Bagaimana kalau aku jawab, itu hanya insting seorang KHS ? #SMILE
Jadi please siapapun itu jangan hack akun aku ya.
Salam KaiHun HardShipper
Syakila8894
