Chapter 5

Warning: WonKyu, Chaptered, Slash, Mpreg, OOC, AU, Typo(s)

Disclaimer: This story is mine.

.

Summary:

Menikah dengan Siwon adalah bencana terbesar dalam hidupnya yang tidak pernah terlupakan. -Kyuhyun-

.

oooOoooOooo

Tubuh kurus berkulit pucat yang tengah terlelap, mulai menggeliat di atas sebuah ranjang.

Duk

Ketika Kyuhyun berguling ke samping, tiba-tiba saja keningnya membentur sesuatu yang cukup keras. Siapa yang berani lacang mengubah letak ranjangnya? Seingatnya, Kyuhyun tidak pernah suka jika ranjangnya diletakkan berhimpitan dengan tembok.

Sebelah matanya terbuka. Mengerut tak suka begitu menyadari bahwa yang membentur keningnya tadi bukanlah tembok, melainkan sebuah punggung kokoh milik seorang...

Namja ?

Spontan Kyuhyun menjerit histeris. Kakinya menendang tubuh bagian belakang si namja kurang ajar, agar segera menyingkir dari ranjangnya.

"Hei, siapa kau! Kenapa kau tidur di ranjangku, brengsek!"

Well, Siwon adalah satu-satunya orang yang tidur bersama Kyuhyun saat ini. Tidur dalam satu ranjang. Mimpinya terusik ketika merasakan tubuhnya terdorong-dorong dari belakang. Susah payah Siwon membuka mata. Memancing kesadarannya agar terlepas dari kantuk. Semalam memang dia tidur agak larut karena memperdebatkan suatu hal.

"Baby, ada apa?" Sama paniknya dengan Kyuhyun, Siwon bertanya dengan suara serak bangun tidur, lalu beringsut memeluk istrinya. "Apa kau mimpi buruk, Baby? Sshh, tenanglah.. aku di sini." Siwon berbisik lembut, antara menenangkan Kyuhyun dan menahan rasa kantuknya.

"Yah! Menyingkir kau, sialan!"

Brukk

Rasa kantuknya menghilang. Siwon mengelus bokongnya yang baru saja menghantam lantai karena mendapat tendangan selamat pagi dari Kyuhyun.

"Jadi itu bukan mimpi buruk. Mungkin ini hukuman untukku karena tidak pernah pergi ke gereja," gumam Kyuhyun disela kantuknya.

"Appo, Baby. Kau ini kasar sekali."

Si pucat langsung beranjak dari ranjang, hendak menuju kamar mandi. Tanpa menghiraukan keluhan Siwon yang memelas, masih bersimpuh di atas lantai sambil mengelus bokongnya.

"Baby–"

"Berhenti memanggilku dengan sebutan menjijikan itu, Choi! Aku ingin mandi. Bisakah kau diam!"

Sedikit memijat pangkal hidungnya berlebihan. Wajah mengantuk Kyuhyun menunjukkan bahwa ia benar-benar frustasi. Jika harus berhadapan dengan situasi seperti ini setiap pagi, dirinya mungkin bisa gila hanya dalam waktu satu bulan.

"Apa tidak ada morning kiss untukku?"

Kyuhyun melotot sempurna. Mungkin pria berlesung pipi itu memang benar-benar sudah gila, pikirnya. Apa katanya tadi? Morning kiss?

"Dalam mimpimu, Choi!"

Siwon terkekeh saat mendengar debuman pintu kamar mandinya yang sengaja di banting dari dalam–tentu saja oleh Kyuhyun.

"Kyu.. setelah mandi, langsung ke bawah, ne. Akan ku buatkan sarapan untukmu."

"Terserah." Walaupun kesal, tapi Kyuhyun tetap menjawabnya meskipun dengan sebuah teriakan.

.

"Pagi, hyung," sapa Siwon begitu sampai di ruang makan. Ada Jaejoong di sana, sedang berkutat dengan botol susu. Mungkin sedang membuat sarapan untuk Moonbin. "Apa yang lainnya sudah berangkat?"

Semua orang di rumah ini memang bekerja. Terkecuali Jaejoong, karena ia harus menjaga putranya yang masih berumur lima bulan.

"Pagi, Siwon-ah. Ya, mereka sudah berangkat." Jaejoong menutup botol susu lalu mengocoknya agar tercampur sempurna. "Tidak biasanya kau kesiangan. Apa karena malam pertama?" Jaejoong terkikik menggoda.

Wajah mengantuk Siwon yang ditekuk, menjawab semua pertanyaan Jaejoong. "Lebih indah dari malam pertama, hyung. Bahkan pagi ini aku didepak dari ranjang."

"Lalu dimana istrimu? Apa masih belum bangun?"

"BabyKyu sedang mandi sekarang. Ah, aku harus cepat, aku sudah berjanji akan membuatkannya sarapan."

"Tentu. Sebelum nyonya muda Choi marah besar," canda Jaejoong, kemudian mereka tertawa bersama.

.

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan ringan keluar kamar mandi. Tubuhnya yang lelah–walau baru saja bangun tidur–kini sudah segar kembali.

Mengedarkan pandangan ke segala penjuru kamar, Kyuhyun mencari dimana Siwon menyimpan kopernya. Cukup lama mencari, tapi tak juga mendapatkan keberadaan kopernya. Tubuh setengah basahnya mulai menggigil. Tak mampu lagi menahan dingin, karena keluar hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang. Tidak ingin menggigil lebih lama, ia memutuskan membuka lemari enam pintu di kamar itu; meminjam baju Siwon.

Dia terpaksa melakukannya, ingat?

"Cih, kenapa tidak bilang dari tadi," makinya entah pada siapa.

Ternyata Siwon sudah memindahkan bajunya dari koper ke dalam lemari. Terdiam sejenak. Kyuhyun memandangi bajunya yang berdampingan dengan baju milik Siwon, dalam tumpukan yang sangat rapi. Hampir bercampur menjadi satu, namun Kyuhyun masih bisa mengenali yang mana baju miliknya.

Tapi..

Tetap saja terasa aneh. Kyuhyun biasa mendapat perlakuan istimewa, menjadi nomer satu, dan sekarang rasanya ia seperti tinggal dalam asrama.

Atau lebih parah lagi, ia menumpang sekarang.

Berbagi lemari, berbagi kamar, bahkan berbagi ranjang; itu adalah kenyataan yang harus diterimanya mulai detik ini. Appanya benar-benar membuangnya; menyerahkannya pada seorang namja, dalam ikatan sebuah pernikahan. Hell.

"Arrghh! Namja tua itu pasti sudah gila."

Setelah mendapatkan bajunya, Kyuhyun buru-buru kembali ke kamar mandi dengan berlari kecil. Sebelum si pemilik kamar kembali dan mendapatkan Kyuhyun dalam keadaan memalukan. Dengan tubuh setengah telanjangnya yang menggigil kedinginan.

.

Si pucat sedang menggosok rambut ikalnya yang masih setengah basah dengan handuk. Coklat karamelnya berkelana selagi menunggu, menjelajah seisi kamar yang akan ditempatinya hari ini, esok, dan hari-hari seterusnya.

Ini adalah hari pertama Kyuhyun membuka mata dan menemukan dirinya berada di kamar asing–selain kamar hotel. Di ranjang yang bukan miliknya. Dan lebih parahnya lagi, akan ada orang lain yang akan Kyuhyun lihat ketika dia membuka mata setiap pagi. Tolong jangan sebutkan namanya!

Sempurna. Tuhan benar-benar menghukumnya karena selama ini Kyuhyun tidak menjadi anak baik. Tapi siapa peduli. Tuhan juga tidak pernah memberikannya kesenangan dengan menjadi anak baik sekalipun.

Matanya berkelana ke penjuru ruang bersekat empat yang biasa disebut kamar. Kamar milik Siwon.

Kesan pertama Kyuhyun tentang kamar itu adalah.. membosankan dan kecil. Dindingnya bercat putih. Tidak banyak perabotan. Hanya ada sebuah sofa yang diletakkan di dekat jendela, lemari enam pintu, dan meja kecil di sudut kamar–yang mungkin berfungsi menjadi meja rias. Juga ada satu lemari kecil untuk rak buku. Dan yang terakhir adalah ranjang.

Dilihatnya lagi ranjang yang semalam digunakannya untuk tidur. Kyuhyun tidak bisa menahan diri untuk tidak berdecih. Percayalah, dia punya satu ranjang yang ukurannya tiga kali lebih besar dari pada double bed milik Siwon. Hingga bisa berguling kesana-kemari tanpa harus takut jatuh. Juga tidak perlu tidur berdesakan seperti para korban gempa yang mengungsi dalam satu tenda beramai-ramai.

Ranjang miliknya sangatlah empuk, rasanya seperti tidur di atas gumpalan awan. Dilapisi sprei berbahan sutera pilihan–yang dikirim langsung dari China. Sulit dibayangkan, berapa banyak ulat sutera yang sudah dikorbankan hanya demi kenyaman tuan muda Cho untuk melukis mimpinya. Tentu membutuhkan uang yang tidak sedikit untuk membawa sprei berbahan sutera itu pulang. Benar-benar nyaman ketika bersentuhan dengan kulit lembutnya.

Belum lagi bantal yang berisi helaian bulu angsa yang tentu saja menjadi favorite Kyuhyun. Dan ranjang miliknya dilengkapi empat tiang yang berguna untuk menggantung tirai, seperti layaknya ranjang para putri raja. Terakhir, Kyuhyun mempunyai perapian mungil yang benar-benar bisa diandalkan untuk menjaga suhu kamarnya ketika suhu dingin mulai menggila.

Kyuhyun tidak pernah memusingkan soal baju atau sarapan di pagi hari. Yang biasanya ia dapatkan adalah semuanya sudah siap ketika membuka mata. Akan selalu ada satu bath up yang sudah terisi air hangat, dengan tambahan sedikit aromatherapy untuk berendam. Bajunya juga sudah tersedia dalam lemari kecil di kamar mandi, tanpa harus Kyuhyun berteriak memintanya. Lengkap, bahkan sampai ke pakaian dalamnya. Dan begitu selesai dengan ritual mandinya, sebuah troli berisi makanan menu sarapan sudah menunggu untuk disantap. Ingin sarapan beralaskan meja atau sarapan di atas tempat tidur, semua terserah padanya.

Di mansionnya, Kyuhyun mempunyai dua orang koki yang akan bergantian bertugas menyediakan makanan. Dari mulai membuka mata, sampai kembali tertidur. Tidak pernah satu hari pun ia kecewa karena bosan dengan menu makanannya. Di sana ada lebih dari tiga puluh maid yang siap menerima tugas apapun yang Kyuhyun perintahkan.

Sama sekali tidak berlebihan menggambarkan keadaan di mansionnya. Itu nyata adanya. Kyuhyun selalu mendapatkan perlakuan istimewa, tanpa ada yang mampu menolak apapun yang ia inginkan. Di rumahnya, dia adalah raja.

Tapi di sini? Semua berbanding terbalik. Bahkan tidak ada satu bathrobe pun yang tersedia di kamar mandi. Kyuhyun hanya menemukan sebuah handuk kecil yang sama sekali tidak bisa menghalau dingin di tubuhnya.

Berteriak pun percuma, karena tidak ada yang bisa menolongnya keluar dari neraka ini.

Kyuhyun memijat kepalanya sekali lagi. Sebenarnya apa yang direncanakan Yeunghwan? Kyuhyun mengerti jika hulu semua permasalahan ini hanyalah tentang bisnis. Tapi, tidak cukupkah Yeunghwan membuat Kyuhyun menderita dengan mengacuhkannya selama ini? Hingga ia menyiksanya lagi, dengan memaksa Kyuhyun untuk menikah? Dengan seorang namja yang seksualitasnya menyimpang seperti Siwon?

Meskipun Kyuhyun sudah berlapang dada menerima takdir hidupnya yang menyedihkan, tapi mungkin ia tidak akan pernah bisa membaur dengan pria itu. Umurnya masih delapan belas tahun, sedangkan Siwon sudah berumur dua puluh tujuh tahun–kalau dia tidak salah. Usia mereka terpaut sembilan tahun. Tentu akan sulit. Akan ada banyak sekali perbedaan. Terutama tentang kebiasaan dan cara berpikir.

Entahlah.

Lupakan sejenak segala urusan yang bisa membuatnya gila. Sekarang ia harus bergegas keluar dari rumah terkutuk ini, mengingat ia punya janji siang nanti.

.

.

.

Erangan dan celotehan bayi yang tidak jelas, terdengar begitu Kyuhyun memasuki ruang makan. Di sana, Siwon sedang memangku bayi–yang kemarin sore memberikan salam perkenalan padanya–si bayi lima bulan bernama Moonbin. Dan di hadapan Siwon duduk si namja gay, istri Choi Yunho, yang sedang membujuk anaknya untuk minum susu.

Sekilas mereka seperti sebuah keluarga kecil. Sayangnya Jaejoong adalah namja, jika saja namja berwajah cantik itu seorang yeoja, mereka akan benar-benar seperti keluarga kecil yang bahagia.

"Cih, mereka berdua itu gay," gumamnya sambil bergidik ngeri. Sedikit berdeham untuk menginterupsi tiga orang yang sedang bercengkrama, dalam suasana sarapan pagi yang menyenangkan.

Siwon adalah orang pertama yang melihatnya. Dengan satu tangan, ia menarik kursi yang ada di sebelahnya untuk Kyuhyun duduk.

"Binnie, ayo beri salam untuk Kyuhyunnie hyung. Celamat pagi, hyungie," sapa Siwon sambil mengubah suaranya seperti suara anak-anak. Sedangkan Moonbin hanya tertawa senang melihat kedatangan Kyuhyun.

"Selamat pagi, Kyu. Apa tidurmu nyenyak?" Jaejoong ikut menyapa dengan senyum ramahnya.

Sayang sekali. Dia–yang disapa, sama sekali tidak merespon. Satu alisnya pun ikut naik mendengar sapaan hangat yang tertuju untuknya. Kyuhyun juga menghiraukan Siwon. Ia menarik bangku lain, yang letaknya agak jauh dari si namja tampan.

Sementara Siwon hanya bisa membuang nafas pasrah. Setelah mengembalikan Moonbin ke dalam dekapan eommanya, ia berpindah duduk ke samping Kyuhyun. "Makanlah, Kyu. Kuharap kau suka."

Siwon meletakkan sesuatu di atas meja Kyuhyun. Beberapa buah pancake yang ditumpuk dalam sebuah piring dan disirami dengan cairan hijau bening itu adalah buatannya. Tanpa campur tangan orang lain. Di atasnya terdapat whipcream dan beberapa potong buah segar sebagai topping.

Ada sedikit cemas melintas di benaknya melihat kening Kyuhyun berkerut menilai sarapan pagi buatannya.

Ujung garpu mungil yang digenggam Kyuhyun mulai mengiris kecil ujung pancake buatan Siwon. Sebelum masuk ke dalam mulutnya, Kyuhyun sedikit mengendus. Mencurigai jika ada bau aneh yang tertangkap penciumannya. Hanya mengantisipasi, jika saja Siwon ingin membunuhnya–mungkin. Walaupun plattingnya kurang rapi, tapi rasanya tidak buruk. Sebenarnya Kyuhyun malas mengakui bahwa pancake yang diberikan Siwon memiliki rasa yang enak. Karena di rumahnya, Kyuhyun punya Koki pribadi yang selalu menyajikan makanan terbaiknya untuk Kyuhyun. Ingat?

Jaejoong tersenyum melihat keduanya. Siwon yang dimabuk cinta dan Kyuhyun yang sepertinya masih malu. Tak ingin mengganggu, akhirnya ia memutuskan untuk pamit ke kamar, meskipun Moonbin meronta dalam dekapannya. Sepertinya Moonbin sangat penasaran pada namja muda itu. Sejak Kyuhyun datang kemarin sore, Moonbin selalu berbinar ketika melihatnya. Mungkin Moonbin menyukai Kyuhyun seperti ia menyukai pamannya yang tampan, Choi Siwon, dan ingin mengajaknya bermain.

.

Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan Siwon, selain asik memperhatikan Kyuhyun yang sedang menikmati sarapannya dalam diam. Sesekali ia menyesap americanonya yang masih mengepul. Siwon tidak bisa berhenti tersenyum melihatnya. Ia bersyukur Kyuhyun mau memakan pancake yang ia buat sendiri, walaupun terlihat tidak semangat.

Tiba-tiba Kyuhyun berdiri lalu melangkah menuju dapur. Dan kembali membawa sebotol air mineral.

"Aku sudah menyiapkan minuman untukmu, Kyu." Dengan dagunya, Siwon menunjuk susu strawberry dekat piring milik Kyuhyun.

Si pucat malah mendengus. Minuman berwarna merah muda cantik itu ternyata terlihat amat menjijikan di matanya. Melihatnya saja sudah membuatnya muak. Sebenarnya apa maksud Siwon memberikan itu padanya ?

"Kau pikir aku ini apa, huh?" Kyuhyun malah balik bertanya. Kesal. "Aku tidak minum susu," sambungnya.

"Lalu kau ingin apa? Nanti akan ku buatkan."

Diliriknya cairan hitam pekat yang memenuhi separuh cangkir mungil milik Siwon. "Kopi."

"Baiklah, tunggu sebentar." Siwon berteriak dari dapur, "Baby, mau berapa sendok gula?"

Teringat suatu hal. Dulu teman-temannya pernah berbincang, mereka mengatakan bahwa 'semua pria pasti menyukai kopi'. Para pecinta kopi lebih menyukai sensasi pahit kopi yang dominan. Bahkan tidak sedikit yang meminta untuk tidak menambahkan gula pada kopinya. Satu hal yang masih tersimpan baik di otaknya, ketika satu orang temannya berkata, 'Hanya wanita yang menyukai manis.'

Terlepas dari benar atau tidaknya cerita yang ia dengar.

Kita sedang berbicara soal Kyuhyun. Remaja pemilik kulit pucat itu pasti akan melakukan apapun untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah Lelaki sejati di hadapan Siwon. Walaupun hanya dengan secangkir kopi.

Smirk andalan terulas kembali. "Aku mau tanpa gula," jawabnya. Nada bicaranya seolah menantang Siwon.

Alis tebal Siwon berkerut. "Kau yakin?"

"Aku sudah menjawab pertanyaanmu. Perlu ku ulang kembali?"

Siwon tidak lagi berkomentar. Kembali pada kopi yang dipesan si pucat kesayangannya.

.

"Pesananmu, sayang."

Siwon datang dengan membawa secangkir kopi. Namja berdimple indah itu kembali ke tempat duduknya, di sebelah Kyuhyun. Kembali pada kegiatannya yang sempat tertunda, yaitu memadangi malaikatnya yang baru saja turun dari Surga dalam wujud manusia.

"Apa ini?!" tanya Kyuhyun kaget.

Matanya sampai membulat karena terkejut. Ia habis mencicipi kopi buatan Siwon. Tidak ada rasa lain yang tersisa pada lidahnya, selain pahit. Ya, Kyuhyun tau jika kopinya dibuat tanpa gula. Tapi ia sama sekali tidak menyangka jika rasanya akan sepahit ini.

"Itu kopi yang kubuat sesuai dengan permintaanmu, Baby. Ada yang salah?" Siwon mulai lagi dengan keusilannya, menggoda Kyuhyun yang keningnya sampai berkerut karena meminum kopi buatannya. "Apa kau tidak bisa minum minuman pahit, Kyu? Aku sudah menyiapkan susu untukmu, tapi kau menolak," ingatnya.

"Cih! Jadi kau meragukanku, Choi?"

Dengan sekali teguk, Kyuhyun menghabiskan cairan hitam kental yang memiliki aroma khas.

Magnae keluarga Choi mengernyit khawatir, karena melihat Kyuhyun sampai bergidik menghabiskan cairan hitam dalam gelas mungilnya. Ia sudah membuat sesuai yang Kyuhyun minta. Tidak mungkinkan jika Kyuhyun belum pernah minum kopi tanpa gula sebelumnya?

Buru-buru Siwon memberikan air putih untuk menetralisir rasa pahitnya. Yang langsung diterima Kyuhyun dan meneguknya rakus.

"Puih, pahit sekali. Apa dia berniat membunuhku? Lihat saja Choi, dengan siapa kau berurusan," gerutunya.

Satu gelas air tak dapat menghapus rasa pahit di lidahnya. Tapi untungnya sirup apel dalam pancakenya bisa menutup rasa pahit yang membungkus seluruh lidahnya.

.

.

.

"Berhenti di sini."

Siwon melirik melalui spion tengah mobilnya. Mengamati namja yang baru saja memberinya perintah. "Tapi ini masih jauh dari kampusmu, Kyu."

"Aku bilang berhenti!" perintahnya membentak.

Mau tidak mau Siwon langsung menepikan mobilnya sebelum malaikatnya murka. "Untukmu."

Diliriknya beberapa lembar Won yang disodorkan Siwon di hadapannya. Kyuhyun sama sekali tidak berniat mengambilnya. Entah uang itu dari Siwon atau dari Appanya. Selama ini Kyuhyun tidak pernah memakai uang yang Yeunghwan berikan untuk membeli keperluannya. Kyuhyun hanya akan menghabiskan uang milik Yeunghwan yang tidak berseri itu hanya untuk bersenang-senang. Tapi jika uang itu milik Siwon, Kyuhyun pun tidak sudi mengambilnya. Dia tidak terima uang belas kasihan dari Siwon.

"Simpan saja", ujarnya lalu bergegas keluar dari mobil Siwon setelah memastikan tidak ada orang yang melihat.

Kaki jenjangnya melangkah makin cepat. Tak perlu berbalik untuk memastikan, karena Kyuhyun tau bahwa Audi putih yang tadi ia tumpangi masih mengikutinya di belakang. Siwon sudah merampas kebahagiaannya secara paksa. Apakah itu belum cukup? Haruskah Siwon mencampuri urusannya juga?

Matanya berbinar ketika sebuah Chevrolet Tropper putih mendekat ke arah pertigaan di depannya. Kyuhyun mengenal pemiliknya. Sedikit berlari, Kyuhyun menghampiri. Tak lupa melambaikan tangan agar keberadaannya terlihat oleh sang pengemudi.

"Hai, Cho. Kau menggelandang lagi?" ejek si pengemudi begitu sampai di hadapan Kyuhyun.

Tanpa sungkan Kyuhun langsung masuk. Duduk di samping si pengemudi dan menyamankan diri. "Sialan kau, Jung. Sudah jangan banyak bicara, cepat kemudikan rongsokan tuamu ini jika tidak ingin terlambat," timpalnya.

"Cih", Yonghwa berdecih sinis. "Jadi Appamu masih menahan mereka?"

"Kau tau sendiri, Jung. Si tua itu senang sekali menyiksaku."

"Omong-omong apa kau naik bus? Kemana para pengawal yang biasa mengantarmu?"

Kyuhyun sengaja menoleh, dan dia makin kesal ketika melihat Siwon masih mengikutinya. Semoga Yonghwa tidak menyadari ada yang mengikutinya.

"Yeah, aku sengaja naik bus."

Yonghwa terkekeh. Senang di atas penderitaan sahabatnya. "Jadi kau sedang merajuk ya? Usaha yang bagus. Pasti Appamu akan meringankan hukumannya agar anak kesayangannya tidak terus-terusan merajuk. Semoga usahamu berhasil, Cho."

"Jung Yonghwa keparat!"

Tawa Yonghwa membahana mendengar makian Kyuhyun untuknya.

.

Kyuhyun menghela nafas lega. Mobil Siwon benar-benar lenyap setelah diriya melewati gerbang kampus. Untungnya Siwon tidak nekat mengikuti sampai ke dalam. Jika itu sampai terjadi, Kyuhyun tidak segan-segan untuk membuat perhitungan dengannya.

"Cho, kau ingin bolos pelajaran pertama?" Itu bukan pertanyaan, melainkan sebuah ejekan.

Menoleh ke samping. Kyuhyun mendapatkan Yonghwa sedang bercermin–merapikan rambutnya–di spion sebelah. Ah, ternyata ia melamun, sehingga tidak sadar jika Yonghwa sudah keluar dari mobil.

"Cih," Kyuhyun berdecih lagi. Ia ingin memaki Yonghwa yang senang sekali mengejeknya. Padahal mereka berdua sama. Sama-sama suka membolos.

"Pagi, sunbaenim." Suara lembut nan merdu mengalun. Menginterupsi percakapan dua orang namja berbeda sifat.

Ejekan yang ingin dilontarkan Kyuhyun tertelan begitu saja, melihat seseorang sudah berdiri di antara dirinya dan Yonghwa. Senyumnya mengembang. Bahkan senyumnya terpancar sampai ke mata. Binar bahagia tidak mampu ditutupi dari wajah berkulit pucat. Benar-benar hal langka yang bisa ditemukan pada Kyuhyun.

"Oh, pagi, Seohyun-ssi. Apa kabar?"

Kyuhyun melirik Yonghwa sinis karena telah mendahuluinya. Harusnya dia yang menyapa Seohyun terlebih dahulu.

"Pagi Seohyun-ssi. Kau terlihat cantik pagi ini." Kyuhyun mulai menggoda Seohyun, tapi langsung membenarkan kalimatnya begitu melihat gadis di depannya menunduk. "M-maksudku dress itu sangat cocok untukmu."

"Benarkah? Gomawoyo, Sunbaenim."

Kyuhyun benar-benar ingin melayang, hanya karena melihat yeoja bersurai panjang di depannya tersenyum.

"Sunbae, terima kasih untuk bukunya. Tapi aku menemukan kesulitan. Bisakah menolongku?"

Keparat! Seandainya saja Kyuhyun bisa mengatakan kalimat itu pada Seohyun, 'Tentu saja, Seohyun. Dengan senang hati aku akan membantumu.'

Tapi sayangnya dia tidak.

Akhir-akhir ini Seohyun sedang mendapat tugas untuk membuat sebuah pertunjukkan bersama teman-teman sekelompoknya. Gadis itu mendapat tugas memainkan gitar. Dan gitar bukanlah keahlian Kyuhyun. Seandainya Seohyun mendapat tugas bermain piano atau clarinet, dengan senang hati Kyuhyun akan meluangkan waktunya untuk mengajarkan segalanya pada Seohyun. Agar dia bisa membuat Seohyun mendapat nilai sempurnya dan membuat pertunjukan kecilnya tidak akan pernah bisa dilupakan semua orang yang menonton pertunjukkannya itu.

"Tentu. Dimana kita bisa memulai?" Yonghwa menjawab pertanyaan yang ingin sekali dijawab oleh Kyuhyun.

Seohyun berbinar. Menatap Yonghwa seperti para wanita menatap clutch edisi terbatas dari Chanel. "Apa sunbaenim tidak ada kelas pagi ini?"

Yonghwa menggeleng. "Aku ada kelas Mrs. Lee nanti siang. Dan hanya sengaja datang pagi hari ini." Jelas saja dia berbohong.

Yonghwa dan Seohyun berlalu. Meninggalkan Kyuhyun sendiran berjalan di belakang. Merana dan terlupakan.

Kesal tentu saja. Dia menyukai gadis itu sejak pertama kali mereka bertemu di kampus. Kyuhyun sempat membantu Seohyun. Menunjukkan letak ruang pendaftaran. Menunggui gadis itu mengisi formulir. Dan sempat nyaris berteriak kesenangan saat tau bahwa Seohyun memilih jurusan yang sama degannya. Seni musik.

Tapi sahabatnya yang keparat, Jung Yonghwa, juga mengatakan bahwa ia pun menyukai Seohyun. Akhirnya Kyuhyun selalu bersaing dengan sahabat keparatnya untuk mendapatkan perhatian hoobaenya yang memiliki suara terlampau merdu, Seo Joo Hyun. Atau yang sering dipanggil Seohyun, oleh teman-temannya.

.

TBC

.

Apa ini? Duh.. T_T

Baru hari pertamanya BabyKyu di rumah Daddy aja sudah sepanjang ini. Ditambah penjelasan kalau ternyata Baby naksir berat sama Seohyun dan malah saingan sama sahabatnya, Jung Yonghwa, untuk ngedapetin Seohyun.

Alya sungkeman dulu sama readers karena hampir 3 bulan ga update. Apa masih ada yang inget sama ff ini? Gak ada ya? Hiks..

2/Maret/2016. AlyaFarah.