CHAPTER 2

[Tokyo,Jepang]

"Wonu-ya…",suara merdu seorang pria menembus gendang telinga Wonwoo yang masih nyaman berpelukan dengan guling kesayangannya.

Mata sipit itu perlahan terbuka sedikit,kemudian terpejam kembali.

"JEON WONWOO!"

"Ne,Hyung…",Wonwoo mengomel dalam hati.

'Aku masih mengantuk hyung pabo!'

Ia mengangkat pantatnya dari tempat tidur dengan ekspresi malas yang terlampau kentara. Mata indahnya belum terbuka seluruhnya. Dengan terhuyung ia menggeser pintu kamarnya. Dan,indra penciumannya disambut aroma roti bakar yang membuatnya menelan ludah. Netranya sontak terbuka sempurna,yang dihadiahi dengusan dari sang kakak.

JEON JUNGKOOK.

Jungkook berdiri di depan mesin pemanggang roti dengan wajah tak suka. Matanya menatap penampilan bangun tidur Wonwoo yang amat sangat kacau,begitu menggemaskan. Berbanding terbalik dengannya. Dandanannya begitu rapi,meski celemek bermotif abstrak mengantung menutupi setelan kerjanya. Wonwoo masih berdiri di depan pintu kamarnya,hanya menatap sang kakak tanpa kedip.

"Ya,pangeran tidur. Jangan menatapku seakan aku begitu mempesona. Aku tahu,aku tampan",ujar Jungkook dengan PD-nya.

"Aku bahkan lebih tampan darimu,Bunny hyung",Cibir Wonwoo. Ia melangkah menuju kamar mandi.

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu bocah!"Seru Jungkook. Wonwoo hanya menggumam disela suara kucuran air keran.

Wonwoo kembali tiga menit kemudian ,dengan penampilan lebih rapi. Wajahnya tampak lebih segar,rambutnya basah ,walaupun hanya bagian poninya saja.

Ia duduk dihadapan Jungkook yang sudah lebih dulu menyantap sarapannya.

"Makanlah..!"

"Ne,selamat makan",Wonwoo mengunyah rotinya perlahan.

"Apa rencanamu hari ini,Wonu-ya?"

"Aku ada jadwal menemui Tuan Hiruma untuk membicarakan masalah kontrak kerja-ku dengan perusahaannya,Hyung"

"Setelah itu?"

"Tidak ada. Mungkin aku akan berkeliling sebentar,sekadar jalan-jalan",Wonwoo mengangkat bahunya tak yakin.

Jungkook sudah menyelesaikan sarapannya. Pria itu berdiri ,lalu membersihkan kedua tangannya. Kemudian ia merapikan dasinya. Matanya menatap layar ponselnya.

07.23 JPT.

"Dimana kunci mobilku?"

Wonwoo menyambar kunci mobil yang terletak cukup dekat dengannya,lalu melemparnya kea rah Jungkook tanpa peringatan. Jungkook spontan menangkap kunci itu dengan aura yang menggelap.

"JEON WONWOO",teriak Jungkook,untuk yang kedua kalinya di pagi ini

"Mianhae,Hyung. Aku hanya menguji kemampuan tangkap-menangkapmu",Cengiran bersalah menghiasi wajah manis Wonwoo.

Jungkook melotot kesal,ia kemudian menuju pintu.

"Aku pergi dulu,Aku akan menjemputmu saat makan siang nanti,pastikan berdandan yang manis adikku sayang''

"Memangnya kita akan kemana?"

"Kencan tentu saja"

Blamm! Pintu itu tertutup sempurna. Wonwoo belum bereaksi,masih fokus menghabiskan rotinya. Hingga kemudian…

"KENCAN? WHAT THE HELL! APA-APAAN KELINCI BODOH ITU? BERDANDAN YANG MANIS? AKU PRIA,HYUNG IDIOT!"

[Seoul,Korea Selatan]

Apartemen sederhana yang terletak di pinggiran ibukota Korea Selatan itu terlihat sangat teratur. Mencerminkan pemiliknya yang cinta keteraturan. Dari layar kaca terdengar alunan lagu boyband yang tengah popular belakangan ini,sengaja dinyalakan untuk membunuh keheningan di ruangan ini,meski tak ada yang menonton.

Di ruangan bagian tengah,tampak seorang namja cantik dengan rambut bob yang tengah bersih-bersih.

"Jeonghan,hyung"

Suara itu mengalihkan perhatiannya. Ia berbalik,menunggu pria yang lebih muda melanjutkan ucapannya.

"Apa dia sehat ? Apa dia makan dengan baik ? Apa dia masih si ceroboh yang aku kenal ?"

"…"

"Apa dia baik-baik saja ,hyung?",suara Mingyu melirih.

"Dia akan baik-baik saja,dan dia harus baik-baik saja. Cobalah untuk percaya padanya"

"Tapi,aku tak bisa hyung…."

"Kau pasti bisa ! Berjuanglah,Mingyu-ya…"

Mingyu mengalihkan pandangannya. Mencoba menghalau tetes air matanya. Dadanya sesak,sakit sekali. Dia terlalu merindukannya,hyung kesayangannya.

"Aku akan ke kafe hari ini,Apa kau mau ikut?",Jeonghan mencoba mengubah topik obrolan.

"Tidak,hyung"

"Apa perlu kubawakan makanan?",Jeonghan bertanya.

"Tidak usah repot-repot,Hyung. Aku akan makan di luar saja",Mingyu mencoba tersenyum pada Jeonghan.

"Are you okay?"

"Nde,Hyung. Aku keluar dulu",pamit Mingyu.

Pria berbalut kaos dan jaket itu berlalu,diiringi tatapan prihatin milik Jeonghan.

"Hati-hati,Gyu-ya…"

…..

Jeon Wonwoo melangkah keluar dari ruangan boss nya dengan aura cerah. Senyumnya mengembang,membuat kadar kemanisannya semakin bertambah. Sesekali ia menyapa rekan-rekan yang berpapasan dengannya.

Dering ponsel membuyarkan senyum manisnya. Sapaan sang penelpon dibalas dengan ketus.

"Yak!Bunny hyung! KAU MERUSAK SUASANA HATIKU…."

'Benarkah ? Seharusnya kau senang aku menelepon..',kekeh Jungkook membuat wajah manis itu memerah karena kesal. Wonwoo cemberut.

"….."

'Urusanmu sudah beres,kan? Aku sudah di tempat parkir. Kemarilah',bujuk Jungkook.

"Baiklah…"

Wonwoo memasang sabuk pengamannya,masih dengan aura gelap. Di balik kemudi,Jungkook mengamati dengan senyum tipis.

"Kau ingin kemana? Bioskop? Taman hiburan? Kedai es krim?",Tanya Jungkook.

"Aku ingin ke semua tempat yang kau sebutkan…"

"Uhm…lalu?"

"Yang jelas aku ingin mengisi energiku lebih dulu"

"Ayey, berburu makanan",Jungkook berseru dengan semangat.

Mobil Jeon bersaudara itu pun meluncur menuju tempat tujuan mereka.

TBC or END? *SMIRK XD *

RinHyunee Note:

Annyeong….ketemu lagi di chapter kedua. Fyuh…akhirnya bisa post chapter ini :D Dan tadaaa…Jungkook aku jadiin hyungnya Wonu ;D

BALASAN REVIEW ::

BYDSSTYN : Halo reviewer perdana :D Siapa yang mati? Kkkk :v Wonu? Dipertimbangkan deh. Pertanyaannya banyak amat. Akan terjawab seiring bertambahnya chapter. Pendek? Maklum perdana. Maaf gabisa asap lanjutnya. Thanks ya,semoga masih berkenan mereview :D

Arlequeen Kim : Hehe namanya awal chapter. Sad ? rencananya gitu. Tapi kalo reader minta happy mungkin bisa dipikirin ;D aaa….makasih. Diusahakan,tapi kayaknya susah. Pemula soalnya. Udah lanjut. Thanks ya,ditunggu reviewnya.

Ketiiiliem : Bakal paham selaras dengan bertambahnya chapter. Udah lanjut ini. Thanks ya,REVIEW again juseyo~

KimAnita :Gomawo :D Jeonghan orang ketiga kkk :v Semoga terjawab di chapter ini. Oke udah lanjut. Thanks ya,review lagi ?

Bbnapples : Iya,kan masih prolog. Jeonghan lagi sedih chingu T.T Siip. Udah lanjut. THANKS . Review lagi ya…

DevilPrince : Bisa aja loh kalo aku nya berubah pikiran , okeh udah lanjut. Thanks ya,review egen …

Wooismine : Udah lanjut chingu,maaf lama T,T Boleh kok nebak2 :D Bisa berubah seiring bertambahnya chapter. Thanks ya,review lagi ya…

Itsathenazi : Kenapa ya? Mati chingu,karna author abal ini. Thanks for review.

THANK YOU SO MUCH *BOW*

THANK TO FOLLOWER/FAVORITES too.

Semoga suka,mind to review again?