Haaaii laagiii~~ Huaa.. Gomeennn neeee, comebacknya lamaaa… T_T
Sebenarnya ada beberapa alasan yang aku ingin kalian sebagai readersku yang setia *huhu, aku terharu* mengerti akan situasinya, diantaranya :
Aku mau UN… YEEEE~~ *nangis dalam hati*
Karena mau UN, jadwalku penuh. Ya, penuh. Senin – sabtu ada les, belum termasuk kerkom, tugas individu yang berat *misal praktek*, dll
Sejujurnya, saking sibuknya aku sampai hampir lupa dengan alurnya. Bahkan aku harus membaca semua cerita yang sudah aku buat dari awal saking lupanya *author g-l-k*.
Tapi, berkat kalian yang setia menunggu bahkan memberikan semangat untukku, aku sampai menyingkirkan tumpukan tugas yang bejibun demi kalian. Semua review kalian aku baca lhooo, dan semuanya selalu membuat aku bahagia. Apalagi kalau aku lagi down mood lalu tiba – tiba ada email dari kalian yang terus mendukungku, aku senang banget.
Aku gak bisa janji cerita ini dan cerita sebelah akan update lagi kapan, tapi kalau idenya bertebaran dan aku punya waktu luang. Ku persembahkan untuk kalian.
Happy Reading~~
" Hai, Hanazono-san. Kudengar kau murid baru ya? Apa kau masih ingat aku? "
Tunggu sebentar... rambutnya yang panjang.. berwarna indigo.. pake pita ..
" OH! IYA, AKU INGAT. Kamu yang waktu itu kan? Yang ngasih tau jalan ke ruang kepala sekolah? Yang bilang omongan aku tidak sopan? Aku ingat! "
" Baguslah. Sekarang, sebagai balasannya, aku mau minta sesuatu "
" Apa...? "
.
" Sekarang, ikut aku ke ruang osis. "
.
.
.
APAA?!
.
.
My Enemy, My Love
Kamichama Karin Chu! © Koge Donbo
Warning : AU, OC, OOC, Bad Story, Much Typo, DLL.
.
KARIN POV
" Tungguuu ! Aku murid baru disini, dan aku baru 2 hari di sekolah ini, Aku ngelakuin kesalahan apa!? "
" Pokoknya ikut aku secepatnya " Ujar perempuan itu
" Aku bahkan gak tau namamu "
" Baiklah. Kazusa-chan " dia menjabatkan tangannya padaku
" Haduuh… Yaudah " aku pun mengikutinya dari belakang
.
Selama di perjalanan, kami hanya saling diam. Tak ada komunikasi. Melirik pun tak ada. Aku hanya penasaran, apa alasannya? Apa salahku hingga tiba – tiba harus ke ruang osis? Ini diluar jangkauanku!
.
*srreeeet*
Kazusa membuka pintu ruang osis. Aku bisa lihat dengan jelas isi ruang osis, termasuk yang ada di dalamnya. Semua pejabat organisasi sekolah itu ada di sana, mulai dari sekretarisnya yang di kenal 'nakal' hingga ketua osisnya yang di kenal 'dingin'.
" Hoo… jadi ini ya, gadis yang mengguncang sekolah konglomerat ini? Keliatannya lumayan juga."
Aku tau dia, Jin Kuga.
" Perasaan semua cewek juga kamu bilang 'lumayan', Jin " ucap gadis berkucir itu.
" Hahah.. yang ini mah special lhaa "
" Sudah, kalian tuh. Hanazono-san, ada beberapa hal yang mau aku tanya tentangmu " suara ketua osisnya keren /?
" Baik " dengan sigap aku jawab, siapa coba yang gak ngapung dipanggil sama ketua osis /?
" Nama Lengkap? "
" Hanazono Karin "
" Lahir? "
" Tokyo "
" Hobi? "
" Dengerin music "
" Bunga yang disuka- eh salah… umur berapa? "
" xx "*karena kalau xxx , bahaya.*
" Sudah, cukup. Kamu boleh keluar. "
" ***** cuman gitu doang? Udah diseret seret paksa, ditanya hal yang gak penting, terus disuruh pergi? S***n emang " gumamku dalam hati
" Denger gak? Udah sana keluar. " seru ketos itu lagi
" Ba-baiklah.. " aku pun keluar, tak lupa… hasrat amarah dalam diriku aku lontarkan di sepanjang koridor.. aku gak ngerti, kenapa cowok JELEK, DINGIN, GALAK, TIDAK BERKEREMI *ups, salah* BERKEPERIMANUSIAAN KAYAK GITU BISA JADI IDOLA? JADI KETOS PULA! huh, kesel banget.
Normal POV
*di ruang osis*
" Kamu yakin cuman mau bilang gitu aja, Kazune? Gak seru ah " ucap Jin sambil ogah – ogahan
" Aku gak ngerti? Kamu yakin cewek kayak gitu itu dia? Kok aku gak yakin ya? " ucap Kazusa
" Sejak dulu aku memang gak pernah percaya sama insting kamu, terlalu lemah. " jawaban Kazune mampu membuat orang seperti Kazusa diam tak berkutik.
" Daripada mengurusinya, lebih baik kita kerjakan tugas dari pak ****. Aku tidak ingin nanti disuruh pulang terlambat hanya karena telat ngumpulin 3 menit. " Himeka Serius-mode on.
" Baiklah, Jin tolong kerjakan yang ini. Kazusa, tolong kerjakan tugas ini " ucap Kazune sambil menyerahkan beberapa lembar.
.
Pagi pun berlalu. Siang pun berlalu. Tak peduli sepanas apa diluar, kegiatan kita berbeda. Setidaknya untuk saat ini.
KARIN POV
Hari sudah mulai sore. Jalanan pun mulai dipenuhi oleh para pekerja yang baru pulang kantor. Aku baru ingat, stok makanan di rumahku sudah menipis. Artinya, waktunya untuk berbelanja. Agak males sih sebenarnya, karena supermarket yang lengkap jaraknya cukup jauh, harus pakai kereta. Tapi mau gimana lagi, daripada nanti malem aku tidur kelaparan.
" Haahh.. melelahkan sekali hari ini.. seharusnya hari – hari ini seperti ini tuh aku lalui dengan menyenangkan, malah jadi semrawut gini. " ucapku dalam hati.
" Hei. " seseorang menepuk bahuku dari belakang, kayaknya aku tau deh suaranya, aku menoleh daan..
" Lh-lho.. Ke-keketos?! Kok disini?! " teriakku setengah mati. Serasa bertemu setan.
" Harusnya aku yang nanya, ngapain kamu disini? Arah rumahmu kan bukan ke sini " Kazune dengan santainya berbicara padaku
" Soalnya aku mau ke to- Tunggu, KOK KAMU TAU RUMAH AKU?! " teriakku lagi membuat orang – orang menoleh
" Bisa gak sih ngomongnya biasa aja? Lagipula kan aku ketos, pasti punya daftar murid pindahan. Manggilnya juga jangan ketos, panggil namaku aja " lagi – lagi jawabannya sinis
" Be-benar juga ya.. aku lupa.. hehe.. tapi kenapa harus memanggil namamu? Kesannya tak sopan "
" Entahlah… aku hanya ingin dipanggil denganmu. " Oke fix, ucapannya membuatku malu
Tak lama, kereta pun datang. Beberapa orang turun dari kereta kemudian semua orang masuk, termasuk aku dan Kazune. Selama di perjalanan, suasana sangatlah hening. Tak ada satu hal pun yang keluar dari mulut kita. Terkadang aku mencuri – curi pandang padanya, dan ternyata dia juga melihatku. Sungguh, itu malu banget. Membuatku tambah mengurungkan niatku untuk memulai pembicaraan.
Hari sudah senja, beberapa orang turun dari kereta. Ketika aku keluar, Kazune juga ikut keluar.
" Lho, Kazune tinggal di dekat sini? "
" Ya. " jawaban yang singkat.
" O-oh.. baiklah.. jadi, kita berpisah disini ya? "
" Kamu mau aku temenin? " cih, jawabannya itu membuat jantungku berdebar
" G-g-gak usah.. supermarketnya deket kok dari sini.. jadi kamu tidak perlu menemaniku juga.. hehe .. terima kasih a-atas tawarannya.." ucapku dengan nafas tersendat – sendat
" Oh, baiklah. Aku duluan ya. Bye " ucapnya lalu pergi meninggalkanku.
Aku tidak mengerti… padahal dia sangat sinis dan dingin kepadaku.. tapi kenapa.. jantungku berdebar – debar setiap menatapnya?
*Di lain tempat*
" Sepertinya gadis itu boleh juga.. Bagaimana menurutmu nee-san? "
" Jangan terburu – buru.. Kita ikuti saja kisah mereka… Aku berharap endingnya sama seperti waktu itu.. "
Akan kubuat kau menyesalinya, Kujyou Kazune.
- To Be Continued -
Waahh.. selesai juga ya chapter iniii.. OwO
Gomen kalau pendek, karena di chapter selanjutnya, permasalahannya sudah berbeda.. Jadi rasanya aneh kalau disatukan..
Ceritaku yang satu lagi sedang dalam tahap pengetikan kok, ditunggu saja ya say~ OwO
Keep or Delete?
So
Read and Review, please? ^-^
