Minggu pagi yang cerah,Kuroko terlihat bersamangat. Menuruni tangga menuju ruang tamu kediamannya. Tersenyum saat melihat para sahabatnya telah menunggunya.

"Ohayou Kurokocchi." Ujar si pirang bernama Kise Ryouta. Si biru tua hanya menggosok telinganya saat mendengar terikan cempreng Kise.

"Yoo Tetsu." Ucap malas Aomine Daiki,si pemuda biru tua.

"Selamat pagi,Kuroko." Ucap pemuda bersurai hijau,bernama Midorima Shintarou.

"Ah,Ohayou Kuro-Chin." Ucap malas si besar bersurai ungu,bernama Murasakibara Atsusi. Kuroko tersenyum.

"Emm,,Ohayou minna."

"Emm,,ja ayo kita berangkat-ssu." Ujar Kise bersemangat.

.

.

Majiba,menjadi tempat kumpul mereka. Sekarang Kuroko tengah memesan Vanilla Shake kesukaanya. Saat dia akan kembali kemejanya. Tak sengaja,ia menyengol sesorang yang membawa sebuah kopi hitan panas. Kopi itu tumpah mengenai baju si pembawa. Kuroko terkejut,setelah melihat seseorang itu ternyata Furihata. Kuroko segera mengeluarkan saputanganya untuk membersihkan noda kopi tersebut. Tapi,sebuah tangan menepisnya kasar.

"Apa yang kau lakukan pada kekasihku,jalang." Suara itu,Suara yang membuatnya bahagia dan sakit secara bersamaan. Hatinya pecah mendengar kalimat itu. Matanya membelalak. Sebegitu rendahnya kah dirinya. Furihata terus saja berteriak panas,membuat pengunjung memandangnya berbagai macam arti.

"M-Maaf,,M-Maaf,,A-Aku benar benar tidak sengaja,,Maafkan aku." Akashi menatap tajam penuh benci.

"A,Aku akan menggantinya,,aku akan bertangung jawab." Ujar Kuroko seraya akan membersihkan pakaian Furihata,tapi sebelum itu terjadi sebuah tangan mendarat dengan kencang dipipinya.

Plakkk.

Kejadian itu sangat cepat. Akashi Seijuro menatap penuh benci Kuroko yang tengah membelalak. Furihata sangat terkejut,melihatnya. Kise,Aomine,Midorima serta Murasakibara ngeratkan rahangnya. Mereka tak terima.

"A-Akashi-kun." Lirih Kuroko. Matanya menutup rapat saat dilihatnya tangan itu akan kembali menamparnya. Namun,dia tak merasakan apa apa. Membuka matanya perlahan,sampai matanya membola kaget melihat pemuda kelabu menahan tangan Akashi yang akan menamparnya.

"M-M-Mayuzumi-kun." Lirih Kuroko. Mayuzumi pun menengok ke belakang,memasang senyum sejuta pesona.

"Kau tak apa,Kuroko?" Tanya si pemuda kelabu bernama Mayuzumi menganguk. Akashi mendecih tak suka. Menepis kasar tangan Mayuzumi.

"Apa,maumu brengsek,jangan berani kau menyentuhku dengan tangan kotormu." Ujarnya. Mayuzumi hanya tersenyum tipis. Sombong sekali rupanya seorang Akashi ini.

"Jangan menyakiti Kuroko lagi." Kuroko tertegun mendengarnya. Akashi pun sama,entah kenapa hatinya terasa sesak mendengar itu. Akashi pun mengeram marah.

"Apa urusamu hah? Memang dia siapamu? Ahhh jangan jangan kau adalah pelangannya ya? Rendah sekali dirimu Kuroko." Kuroko membelalak. Ia ingin mengatakan sesuatu tapi tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Aomine menggeram marah.

"Woy,Bakashi,Apa maksudmu hah? Kau kira dia murahan seperti Kekasihmu itu hah?" Marah Aomine. Mayuzumi menyeringai. Akashi murka seketika,mendengar sang kekasih di anggap murahan.

"Kau,Aomine Daiki. Berani sekali kau mengatakan hal tersebut. Minta maaflah pada Kouki sekarang atau aku akan membunuhmu." Aura hitam kemurkaan Akashi mengudara. Membuat semua orang merinding. Tapi tidak dengan Kuroko,Mayuzumi dan sahabat Kuroko.

"Sampai kapanpun aku tak akan pernah sudi meminta maaf pada jalang menjijikan itu." Sarkas Aomine. Akashi siap meninju Aomine tapi kepalan tangan itu terhenti oleh Mayuzumi.

"Wah,Wah,Wah,Tuan Muda Akashi murka rupanya. Buka matamu wahai tuan muda,kau telah dibutakan oleh rasa cintamu,bagaimana jika cintamu hanya sepihak? Bagaimana jika kau hanya dimanfaatkan? Sadarlah,lihat sekelilingmu,ada dia orang yang sangat mencintaimu,bahkan dia rela disakiti olehmu,Sadarlah Akashi." Ucap Mayuzumi. Wajahnya datar dan dingan saat mengatakannya. Akashi mendengus.

"Hahaha,Apa maksudmu brengsek? Kau kira cintaku hanya sepihak? Buka mataku? yang ada buka matamu brengsek,lihatlah Kouki membalas cintaku,dia juga tak pernah memanfaatkanku,seperti jalang dibelakangmu itu,ayahnya menujual dirinya hanya untuk bekerjasama dengan perusahaanku. Bukalah mata kalian,lihatlah jalang yang sebenarnya." Ucapan Akashi sangat memancing amarah bagi Aomine.

"Hah?kau bilang apa? maksudmu Tetsu lah jalang sebenarnya? Kau,jaga ucapanmu,,jalang sebenarnya bukankah kekasihmu tercinta tuan muda?" Tak terima sahabat kecil dikata jalang. Aomine yang kalap langsung saja hendak meninju Akashi. Namun,teriakan Kise menghentikannya.

"KUROKOCCHIIIII." Kise mendekap tubuh Kuroko yang tak sadarkan diri. Wajahnya terlihat sangat pucat. Midorima segera menelpon ambulans rumah sakit miliknya. Aomine,Muraskibara,serta Mayuzumi langsung mendekat pada Kuroko. Darah mengalir deras dari hidung Kuroko. Semuanya tanpak sangat panik,bahkan Kise sampai menangis.

Wiuwiuwiuwiuwiu.. /anngapajasuaraambulans/

Sirine ambulans terdengar,tim medis segera mengangkat Kuroko. Aomine pun menelpon ayah Kuroko. Semuanya tanpak panik. Akashi merasakan dadanya amat sesak melihat Kuroko tak sadarkan diri. Tapi,egonya terlalu tinggi untuk mengakui itu. Akhirnya,dia pergi sambil membawa Furihata.

.

.

Ayah kuroko,Kuroko Chuuya terlihat sangat panik sesampainya di rumah sakit. Aomine terlihat menenangkan Kise yang masih saja terisak. Midorima,Mayuzumi terlihat tenang namun sebenarnya mereka sangat gelisah,Muraskibara pun demikian sampai sampai ia mengabaikan makanan ringan yang ia bawa. Semuanya,semuanya tampak khawatir dengan Kuroko,si malaikat kecil yang baik hati.

Dokter pun keluar. Ayah Kuroko segera menghampiri dokter yang merupakan ayah dari Midorima Shintarou,Midorima Mikoto.

"Midorima-san,,Bagaimana keadaan anak saya? Apakah dia baik baik saja?" Midorima Mikoto menghela nafas sejenak,raut wajahnya sukar untuk dijelaskan,sorot matanya mengisyaratkan kepedihan.

"Kuroko-san,sebaiknya kita membicarakanya di ruanganku saja." Midorima Mikoto menepuk pelan bahu Kuroko Chuuya seraya beranjak lebih dulu. Kuroko Chuuya pun mengikutinya.

.

.

Sekarang,Kuroko Chuuya dan Midorima Mikoto tengah terdiam. Midorima Mikoto pun memulai percakapan terlebih dahulu.

"Maaf,,jika ini akan membuatmu terkejut sahabatku,,anakmu Kuroko Tetsuya menderita leukimia stadium 2 yang saat ini masih jalan menuju ke stadium 3."

Jantung Kuroko Chuuya berpacu sangat cepat. Matanya membelalak,air mata menggenang. Midorima Mikoto menghela nafas prihatin. Cobaan apa lagi ini,sahabatnya yang malang setelah ditinggal sang isteri sekarang sang anak menderita leukimia.

"M-Mikoto,,T-Tolong jangan bercanda." Ucap Kuroko Chuuya masih tak percaya. Midorima Mikoto pun menatap sahabatnya. Raut itu sangat serius.

"Aku tidak bercanda,Chuuya."

Air mata lolos melintasi pipi pria paruh baya tersebut. Hatinya hancur,anak semata wayangnya yang tak berdosa,mengapa harus memikul penyakit seperti ini.

"J-jaa,,A-Aku,,Akan membayar berapapun asalkan anaku sembuh Mikoto."

"Dengar Chuuya,Aku sungguh tak mengharapkan bayaran,tapi aku akan melakukan semampu yang ku bisa untuk merawat anakmu,aku akan membuatnya sembuh,walau kemungkinan itu sangat kecil." Ujar Midorima Mikoto mantap sambil menepuk pelan bahu Kuroko Chuuya yang masih bergetar hebat.

"T-Terimakasih,Mikoto." Midorima Mikoto tersenyum.

"Hmm,Kau juga harus kuat Chuuya,jangan sampai Tetsuya melihatmu seperti ini,Kuatkanlah dirimu,berdoa saja yang terbaik untuk kesembuhan Tetsuya." Kuroko Chuuya pun tersenyum.

"Hm,kau benar Mikoto,Aku tak akan membiarkan orang yang aku sayangi pergi meningalkanku lagi." Keduanya pun tersenyum.

.

.

Kelima pemuda bersurai warna warni pun masih menungu di depan kamar rawat Kuroko. Kelima pemuda itu sontak berdiri saat melihat Ayah Kuroko datang. Mudorima pun bertanya.

"Paman,Apa yang terjadi dengan Kuroko? Tolong jelaskan pada kami." Ujarnya. Kuroko Chuuya pun tersenyum miris.

"Dia,tak apa-apa kalian tak usah khawatir." Mayuzumi menatap penuh selidik.

"Maafkan kelancangan saya Kuroko-san,tapi tolong katakan yang sejujurnya,ada apa dengan Kuroko Tetsuya? Saya tahu anda tengah menyembunyikan sesuatu." Kuroko Chuuya tertegun,Pemuda kelabu ini sangat mirip denga Kuroko dan Mendiang isterinya,dia bisa mengetahui semua gerak geriknya. Manik Azure yang sama dengan Kuroko pun memandang kelima pemuda yang merupakan sahabat baik puteranya,terdapat sorot penasaran,kekhawatiran,serta keseriusan. Kuroko Chuuya pun menghela nafas.

"Baiklah,Aku akan memberi tahu kalian,dengan syarat." Ujarnya. Kelimanya pun serentak menganguk mantap.

"Baiklah,,syaratnya,jangan pernah kalian meningalkan anakku dalam kesendirian,jangan menjauhinya."

"Kami bersedia/ssu/nanodayo." Ujar mereka serempak. Kuroko Chuuya pun tersenyum,membuat kelima sahabat kuroko ikut tersenyum,merasakan ketabahan seorang Kuroko Chuuya.

"Anakku,Kuroko Tetsuya,mengidap Leukimia stadium 2 yang akan beranjak menuju stadium 3." Mereka berlima membelalak tak percaya. Menegang,merasakan dunia ini begitu tak adil. Tak puaskah dengan adanya Akashi yang selalu membuat Kuroko tersakiti,kini ditambah lagi dengan penyakit Leukimia. Tak puaskah Kami-Sama membuat Kuroko menderita.

Kuroko Chuuya tersenyum miris melihat kelima pemuda di hadapannya. Mereka terlihat sangat terpukul. Tak salah anaknya memiliki sahabat seperti ini. Mayuzumi pun menatap Kuroko Chuuya.

"Kuroko-san,izinkan saya untuk menemani Kuroko Tetsuya selama dia mendapatkan perawatan di Rumah Sakit." Kuroko Chuuya tertegun melihat kesungguhan di sorot manik kelabu tersebut. Kuroko Chuuya tersenyum.

"Hm,,baiklah emm"

"Mayuzumi,nama saya Mayuzumi Chihiro."

"Ah ya,,baiklah Mayuzumi-kun,tapi bagaimana dengan sekolahmu?" Ujar Kuroko Chuuya.

"Kami akan kesini setiap pulang sekolah paman." Balas Aomine,dianguki Kise,Murasakibara serta Midorima.

"Ahh,,Baiklah,Dai-chan,Ryou-chan,Shin-chan,Atsushi-chan,Dan Mayuzumi-kun tolong jaga anakku,aku berharap pada kalian,temani dia." Ucapnya seraya beranjak masuk ke kamar Kuroko.

TBC

Review dong beb :* /ditendang/

Fav foll juga ya ^^ *ketjupmanja

Balasan Review Zone :

Anitayei : ini udah dilanjut sayang /huek/ thanks udah baca ^^

EmperorVer : ini udah lanjut ^^ wahh aku juga pengen liat mayukuro,iya akashi minta digolok nih *siapingolok thanks udah baca say ^^

Aishary : nyutt kenapa k'broo XD hooh ini udah lanjut ^^ thanks udah baca ^^

Vanilla parfait : yooo,,sip ini udah lanjut beb ^^ tenang sei bakalan nyesel kok ^^ Thanks udah mampir and baca ^^

Rpuspitasary21 : iya nih :v akashi memang bangsad,,sabar *hug Thanks udah baca ^^

ShirShira : bukan say,ini chap satunya ^^ thanks udah baca ^^

Shinju Hatsune : akashi emang bajingan bangsad yang kayak upil anoa XD dia kejam,pasti akan kena karma kok ^^ sipp,,akashi pasti bakal nyesel ^^ thanks udah baca ^^

Narura aihara : sipp,,akashi pasti bakal nyesel kok ^^

Cielfuntom69 : hooh akashi keterlaluan *hiks aku juga rela dia sm mayuyu ^^ thanks udah baca^^

Akakuro-nanodayo : iya,tetsuya hatinya berlapis lapis jadi kuatlah dia *ngikuthugcuya thanks udah baca ^^

Kaluki Lukari : okey,aku simpen dalem botol dulu tuh wasiat XD tenang akashi bakal nyesel senyesel nyeselnya orang nyesel kok,orang cem dia patut dikasih anu XD thanks udah baca fic ini ^^

Anthea : wkwkwk :v iyaaa,,okey ini udah lanjut say ^^ thanks udah baca ^^

Rai : tendang,tendang ae tuh cihuahua kurang belaian :v akashi akan mendapat ganjaran dari yang maha kuasa kok ^^ wkwkwk kuroko hanya mencintai akashi sayangnya :v haiii,,ini udah lanjut say ^^ thanks udah baca fic abal ini ^^

Yuka : benarkah? Wahh trims ya ^^ kuroko pasti happy end ko tenang ^^ ehhh,,tunggu aja nanti kelanjutannya ^^ yoi,urwell,thanks juga udah baca ^^

Obey carly : ciahh,,laper :v hooh tetsuya tersiksa banget :v siapa sih yang bikin,kurang ajar banget bikin tetsuya menderita :v *dzingg akashi nyesel kok ^^ thanks udah baca ^^

Nimuix : aku jugaa gregtssss loh XD tabok aja tabok aja tuh iblis merah :v akashi nyesel kok^^ thanks udah baca ^^

Thanks for Review ^^ *ciumsatusatu

LynAkmn.