Akashi Seijuro pun telah sampai di Canada. Dia sudah di jumput oleh supir keluarga Akashi. Melaju menuju rumah sakit tempat Kuroko berada.
.
.
Canada International Hospital /Anggepajaada/ Akashi Seijuro telah berada di depan gedung rumah sakit ternama itu. Melangkah pasti menuju tempat Kuroko berada. Langkah kaki itu kian cepat,seakan tak sabar untuk bertemu dengan sang terkasih. Namun,perlahan langkah kaki itu melambat. Matanya membelalak saat sampai di depan pintu kamar Kuroko. Mengapa? Mengapa semuanya menangis? Kise,Aomine,Murasakibara,Midorima,Bahkan Mayuzumi pun menangis. Paman Chuuya pun terisak hebat sembari memangil manggil nama Kuroko Tetsuya. Kenapa otak cerdas ini kian melambat,kenapa? Ada apa sebenarnya?
"A-A-Ada apa ini?" Aomine hanya memandang sendu Akashi. Semuanya larut dalam kesedihan.
"A-A-ADA APA?! KENAPA?! KENAPA KALIAN MENANGIS?! JANGAN MEMBUATKU TAKUT?! TOLONG?! JELASKAN PADAKU?!" Bentak Akashi,cairan bening pun sukses menuruni pipinya. Akashi Seijuro kembali terisak.
"Sudah berakhir,,,Kurokocchi pergi-ssu,,dia pergi untuk selamanya Akashicchi,,dia pergi meningalkan kita semua-ssu." Lirih Kise. Lagi,Akashi seakan tercabut nyawanya,hatinya perih. Cairan bening terus mengalir deras menuruni pipinya,hancur. Hancur. Hancur. Itulah yang mengambarkan seorang Akashi sekarang.
"T-Tetauya,,T-Tetsuya,,TETSUYAAA...KANAPA?! KENAPA?! MAAF,,,MAAFKAN DIRIKU SUNGGUH,,AKU MOHONN,,,BUKA MATAMUUUU,,TETSUYAA!" Raung Seijuro kalap. Aomine yang merasa iba namun kesal pun meninju Akashi.
"Sudahlah,,dia sudah tiada Akashi,jangan membuatnya bersedih lagi dengan ini semua,,sudahlah,,,dia bahagia,,dia meningalkan kita semua dengan senyuman manis dibibirnya." Lirih Aomine. Akashi termenung,badanya bergetar hebat. Sungguh,Akashi ingin sekali bangun dari mimpi buruk ini,tapi inilah kenyataanya.
.
.
Langit menangis mengantar kepergian Kuroko Tetsuya,Hewan,tumbuhan bahkan seisi bumi ini ikut berkabung mengantar kepergian Kuroko. Akashi Seijuro,pemuda tampan bersurai crimson masih setia berada di samping makam Kuroko. Tanganya meremat selambar kertas. Kertas berisi sebuah pesan untuknya dari sang terkasih.
Akashi Pov.
'Halo Seijuro-kun,,bolehkah aku memangil nama depanmu hehehe,pasti tak boleh ya^^ tapi aku akan tetap memangilmu seperti itu,,Ahh Seijuro-kun bagaimana keadaanmu sekarang? Semoga kau baik baik saja…
Apanya yang baik baik saja bodoh?! Aku menderita disini,,sangat menyakitkan jika tiada dirimu disampingku.
Bagaimana hari-harimu? Pasti menyenangkan bukan ^^ uuuhhh rasanya aku ingin selalu berada bersama sei-kun dan menikmati hari hari kita bersama„tapi itu hanya delusi belaka bukan…
Apanya yang delusi? Jika itu keinginanmu,maka cepatlah kembali sekarang,perlihatkan kepadaku manik azure indahmu,kembalilah padaku sekarang,dan kita akan menghabiskan hari hari bersama selalu,kapanpun kau mau.
Ahh,,Kau tahu Sei-kun. Aku sangat sangat mencintaimu. Sangat mencintaimu,sampai sampai hati ini merasa sesak jika aku tak bisa melihatmu…
Aku pun sama,jadi cepatlah kembali,hapus semua kebohongan ini,kembalilah padaku agar kau selalu melihatku,aku mencintaimu sungguh sungguh mencintaimu sampai kapanpun,aku akan tetap mencintaimu.
Ah iya,surat ini ku tulis dari perasaanku yang paling dalam,maaf jika saat kau membaca surat ini aku sudah tak ada di dunia ini lagi,,maaf,,tapi ketahuilah Sei-kun,,Aku sangat mencintaimu dari lubuk yang paling dalam.'
Kenapa? Kenapa kau tega Tetsuya? Kenapa? Kenapa kau meningalkanku,sementara aku disini mencoba membangun kembali hubungan ini. Kanapa kau minta maaf bodoh? Akulah si brengsek yang patut mengemis maaf padamu,bukan kau? Bukan seorang malaikat seperti dirimu. Kukatakan berkali kali pun aku sanggup,Aku sangat mencintaimu,melebihi dirimu yang mencintai orang brengsek seperti ku.
Akashi Pov End.
Akashi Seijuro,memandang gundukan tanah didepanya dengan sendu. Kedua tanganya memeluk kertas berisi pesan dari Kuroko. Matanya masih sibuk meneteskan cairan asin yang bercampur dengan air hujan.
"Terlambatkan aku untuk mengatakan,,Ikanaide?" Terkekeh pelan,merutuki kalimatnya sendiri. Seharusnya,ia datang lebih cepat untuk mengatakan itu. Tapi sekarang sudah terlambat baginya.
"Jaa,,Sayonara Tetsuya,Aku akan selalu mencintaimu." Akashi pun beranjak pergi meningalkan makam Kuroko. Tak menyadari bayangan putih Kuroko Tetsuya terus memperhatikannya dengan tersenyum lembut.
.
.
Akashi Seijuro dengan masih mengenakan pakaian yang basah akibat hujan,kini tengah berdiri di pinggir jembatan sungai besar. Hujan deras masih saja turun,seolah itu menggambarkan perasaan seorang Akashi Seijuro yang sedang hancur karena kepargian sang terkasih yang baru beberapa saat lalu dikebumikan. Mata hetero itu masih saja mengalirkan cairan bening. Bibir pucat itu terus bergumam kata maaf. Dengan perlahan kedua kaki itu melangkah kian menepi. Tersenyum pilu,Akashi Seijuro pun terjun menuju sungai yang arusnya deras tersebut
.
'tunggu aku Tetsuya,tunggu aku disana.'
Byurr...
Akashi Seijuro akhirnya memilih bunuh diri untuk menebus dosanya. Penyesalannya terbawa hilang dengannya,hingga ia menggapai Kuroko Tetsuya di sana.
-Akakuro-
Omake.
10 tahun kemudian.
Akashi Seijuro,si pria tampan dengan surai crimsonya disisir kebelakang,serta kacamata berframe tipis bertenger indah menutupi manik hetero itu. Akashi Seijuro,seorang CEO Akashi Corp. Berwajah dingin namun penuh wibawa. Berjalan angkuh menusuri trotoar,salahkan mobilnya yang seenaknya mogok begitu saja.
Brukk...
Sialnya sekarang. Akashi malah ditabrak makhluk mungil didepanya. Ingin mengomeli tapi mata itu membelalak seketika.
"Anooo,,tuan,,apa ada yang salah dengan wajahku?" Ujarnya.
"Kau,,Tetsuya." Pemuda biru itu mengrenyit bingung. Bagaimana ia tahu namaku,batinya.
"Eehh,,bagaimana kau tahu namaku tuan? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Akashi tersentak saat menyadari kalimatnya tadi. Entah,Akashi pun tak tahu mengapa iya refleks mengucapkan sebuah nama itu. Nama itu terlintas begitu saja di pikirannya.
"Ahh maafkan aku,itu terlintas begitu saja di pikiranku,maaf." Tetsuya pun menganguk.
"Kuroko Tetsuya,itu namaku tuan." Akashi tersentak,entah kenpa ia begitu sangat merindukan nama tersebut.
"Ahh,Aku Akashi Seijuro,Salam kenal,Tetsuya." Kuroko Tetsuya mengrenyit saat pria dihadapannya memangil nama depannya. Akashi yang keceplosan pun segera minta maaf.
"Ahh,,tak apa Akashi…-kun? Boleh kupangil begitu kan?" Ujarnya. Akashi tersenyum.
"Tentu saja,Tetsuya." Tetsuya terlihat tengah memperhatikan jam tanganya. Mata itu membulat lucu,membuat Akashi ingin mencubit pipi gembil itu.
"Ahh,,sial,Aku terlambat,,,maaf Akashi-kun,aku duluan." Ucapnya seraya berlari meninggalkan Akashi. Akashi pun melambaikan tangannya.
"Semoga kita bertemu lagi,Tetsuya." Teriak Akashi. Kuroko pun berhenti sejenak dan menengok ke belakang.
"Hai,,sampai jumpa Akashi-kun." Balasnya seraya berlari kembali.
Akashi Seijuro tersenyum. Hatinya terasa mekar kembali,entah kenapa ia begitu merindukan sosok tersebut. Jujur,ia sagat ingin mendekapnya. Jaa bolehkah ia berharap memilikinya. Memiliki kembali sosok Kuroko Tetsuya. Berharap ia di takdirkan bersama kuroko Tetsuya dengan benang merah yang saling mengikat.
END /Beneran/
Arigatou Gozaimasu Minnaaaaa ^^ sudah mau baca ff nista ini
Ini udah end loh XD kalian boleh bunuh authornya kok tenang ^^
Arigatou udah ngeReview,Fav,Foll ff nista ini ^^ lope lope buat para readers yang setia nungguin ff nista ini ^^
Okey,sekian cuap cuapnya ^^
*ciumReadersAtuAtu :*
*kaburr
LynAkmn
END /Beneran/
Arigatou Gozaimasu Minnaaaaa ^^ sudah mau baca ff nista ini
Ini udah end loh XD kalian boleh bunuh authornya kok tenang ^^
Arigatou udah ngeReview,Fav,Foll ff nista ini ^^ lope lope buat para readers yang setia nungguin ff nista ini ^^
Okey,sekian cuap cuapnya ^^
*ciumReadersAtuAtu :*
*kaburr
LynAkmn
