Title: Youniverse
Chapter: 3. London, December 31st
Genre: Romance/Yaoi, AU, angst, fluff
Rating: M
Main Cast:
Naruto Uzumaki
Sabaku Gaara
-oOo-
HALO!
Saya kembali membawa chapter tiga yang pastinya…
Sangat singkat. Heheheheh
Biar ceritanya penasaran gitu kan ga asik kalo langsung semuanya : /ngga
Terima kasih banyak yang sudah review ❤
Saya tahu kok pair ini mungkin dah tenggelem dan sepi peminat (?) tapi mari kita doakan saja semoga mereka bisa kembali renang, seperti kata author aslinya, tsucchi73, meskipun mereka dah tenggelem, tapi semoga aja itu kayak kapal selam, diam-diam renang di lautan dalam HEHEHEHEHEHEHE /slapped
Okelah kalo begitu, check this out!
-oOo-
London – December 31st
"Kujemput jam sembilan, oke?" ujar seorang pria bermata pucat saat Gaara keluar dari mobilnya. Yang diberi janji menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih, Neji," Gaara melambaikan tangannya pada Neji—si pria mata pucat—sembari tersenyum tipis saat mobil kekasihnya itu kembali bergerak menyusuri jalanan bersalju. Tentu saja, bulan ini musim dingin, tentunya salju turun setiap hari. Meskipun untuk hari ini salju sedang berhenti menghujani bumi, namun angina dingin yang meniup masih mampu menusuk tulang—dan mungkin bisa saja membekukan tulang-tulang itu.
"Aku pulang."
Hening. Tidak ada yang menyahut—seperti biasa. Gaara hidup sendirian sudah bertahun-tahun lamanya, bahkan ia pikir Tokyo dan London tidak jauh berbeda. Musim dingin tahun ini benar-benar dingin menurutnya, membuatnya teringat kembali dengan musim dingin di Tokyo yang sama dinginnya seperti ini. Ya… meskipun ada seseorang disana yang mampu memeluknya dengan begitu mudahnya—asal tahu saja ia orang yang tidak suka disentuh—menariknya tenggelam dalam hangat dekapannya.
Sialan! Tidak, Gaara! Tidak lagi!
Gaara mendengus. Semua sudah berakhir, kan? Setidaknya itu yang ada di pikiran si mata panda itu. Ia tidak mengerti, apa ada yang salah dengan otaknya? Seharusnya ia bisa berhenti memikirkan si pirang itu! Ya, Sabaku Gaara, bisakah kau berhenti untu mengingatnya?
Tanpa menunda waktu, ia segera pergi ke kamar mandi dan mengisi penuh bathtub-nya dengan air panas, bersamaan dengan dirinya melucuti pakaiannya dan segera menenggelamkan diri dalam kubangan air panas itu—berharap dirinya merasa lebih rileks tanpa beban pikiran apapun. Ia merasa lebih tenang saat pori-porinya menerima air panas itu. Ya… tidak ada hal yang mampu menandingi air panas di tengah musim dingin seperti ini, bahkan pelukannya….
Fuck.
Sabaku Gaara, kupikir kau sudah gila sekarang.
Ia benar-benar tidak habis pikir, bagaimana sosok lelaki itu selalu hadir di pikirannya? Sungguh, ia begitu lelah. Benar-benar lelah sampai ia sendiri kehabisan kata-kata untuk menggambarkan betapa letihnya ia saat ini.
Si mata biru langit itu mengatakan bahwa ia baik-baik saja dengan semua keputusan ini. Jadi… ia tidak perlu memikirkan hal ini lagi, kan? Ia percaya kalau ini adalah jalan terbaik bagi mereka berdua, dan Gaara berpikir mungkin ia juga beranggapan yang sama dengannya. Kalau lelaki Uzumaki itu tidak memikirkan hal yang sama dengan si rambut merah, pasti ia akan mencoba menghubunginya lagi. Namun, ia bahkan tidak pernah menghubungi Gaara sekalipun setelah kejadian tiga minggu yang lalu itu. Gaara yakin, pasti mantan pacarnya itu sedang mencoba untuk hidup di dalam dunianya, seperti dulu.
Ya, seperti dulu.
-To Be Continued-
BHAHAHAHAHAHAHA
Pendek banget ya :v
Iya emang saya kan uda bilang pendek banget, karena ini emang apa ya… bisa jadi oneshot sih tapi kan kalo oneshot jadi nggak pada penasaran nanti /?
Ya udah deh, terakhir…
Mind to RnR? Terima kasih banyak ❤
-with love,
Lianatta.
