Title: Youniverse
Chapter: 4. Tokyo, December 31st
Genre: Romance/Yaoi, AU, angst, fluff
Rating: M
Main Cast:
Naruto Uzumaki
Sabaku Gaara
-oOo-
HALO!
Update saya termasuk cepat ya?
NGEHEHEHEHE yaiyalah secara cuma tinggal translate doing :
Oh iya, makasih sekali atas readers yang bersedia membaca FF ini :'D
Ada yang nanya death character kah dsni? TENANG TEMAN TEMAN NGGA ADA YANG MATI KOK DISINI TENANG JHA :'D *joged bareng Naruto*
Lalu… kenapa ini pendek sekali?
Ya salahin author aslinya yha jangan saya : *lalu ditampar tsucchi73*
Oke pemirsah, langsung saja deh ya, enjoy this~
.
P.S. Kankurou disini, bukan kakaknya Gaara ya sayang-sayangku~
-oOo-
Tokyo, December 31st
"Cheers!" gelas-gelas itu saling beradu—bersulang—lalu mereka meminum isi gelas itu. Sepertinya, para peminum itu tidak menyadari sudah berapa banyak gelas yang mereka minum.
"Kiba, kau benar-benar terbaik! Ini adalah pesta terbaik yang pernah ada!" Kankurou yang setengah mabuk berteriak ke arah Kiba. Musik yang mereka putar terlalu keras namun mereka tampak begitu menyelami alunan nada keras itu. "Aku yakin kau pasti akan menang… on that fucking dance competition."
Kiba mengangguk—merasa bangga. "Aku tahu, aku tahu itu. Hahahaha," ia tertawa dengan bangganya. "Kau bisa mendapatkan beer sebanyak yang kau mau," Kiba menuangkan beer kembali pada gelas Kankurou yang setengah kosong. "Hey, Naruto! Kau mau lagi, tidak?"
"Jangan ganggu dia, bro! Dia sedang bersenang-senang," Kankurou menegak beer-nya, tampak tidak peduli dengan sekitarnya.
Naruto tidak menjawab. Sasuke tampaknya sibuk mengunci bibir Naruto dengan bibirnya yang tipis menggoda. Mereka berbagi ciuman panjang itu, menari bersama dengan kedua lidah mereka yang bertautan, saling menghirup nafas satu sama lain. Mereka berciuman di tengah histeria pesta Kiba malam itu, saling melupakan sekitarnya.
"Aku sudah menunggu hal ini sejak lama, Naruto," Sasuke berbisik rendah di tengah ciuman mereka. Naruto terdiam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia hanya… menatap Sasuke dengan… tatapan kosongnya. Sasuke bergerak semakin dekat dengan Naruto, menekan tubuh berkulit tan itu dengan tubuhnya, lalu mulai mencium bibir juicy milik Naruto—lagi.
Naruto hanya memejamkan matanya. Memang ia ada di pesta itu dengan bibirnya yang dikuasai Sasuke. Namun, otaknya memutar film lama.
Sebuah film yang membuat pikirannya melayang, mengingat betapa manisnya bibir pinky itu untuk pertama kalinya, di pesta yang sama.
Ya, bibir mungil yang selama ini menjadi favoritnya.
-To Be Continued-
Ciluuuuuuuk~ ba!
Hehehehehe
Singkat ya? Memang :
Tapi ini agak lumayan panjang sih /nggak
Chapter depan, bakalan lebih panjang dari ini kok, jadi…
Yang sabar, ya hehehehehe.
Oh iya, terima kasih sekali lagi buat readers yang mau baca ff ini. Serius, aku awalnya ragu mau nulis ff ini tapi karena aku penasaran ngetik ff cast anime itu gimana, ya udah aku nggak peduli deh sama pair yang uda jadi kapal selam ini. Karena aku suka, aku buat aja versi mereka hehehe.
Last, mind to review?
Arigatou~~ *bow bareng Gaara*
-with love,
Lianatta.
