Title: Youniverse

Chapter: 5. Tokyo, December 31st

Genre: Romance/Yaoi, AU, angst, fluff

Rating: M

Main Cast:

Naruto Uzumaki

Sabaku Gaara

P.S. Chapter ini, flashback, okay?! ^^

-oOo-

London – December 31st

"Hei!" Gaara menoleh saat merasa dirinya dipanggil. Ia menemukan sesosok lelaki berdiri di sampingnya. Lelaki yang memiliki tiga garis pipi seperti kumis kucing itu tersenyum hangat pada Gaara.

"U-uhm, h-hei," balas Gaara ragu—senyumnya semakin menguatkan bahwa ia canggung dan tak terbiasa dengan keadaan seperti ini. Ia tidak berharap ada seseorang yang menemukan dirinya yang tengah berdiri di balkon sementara siswa yang lain sudah menyelami pesta malam itu.

"Kenapa kamu disini?" tanya si lelaki pirang itu.

Gaara menggedikkan bahunya. "Uhm… menunggu kembang api? Hehehe."

Pria itu mendekat ke arah Gaara. Ia menyodorkan segelas beer pada Gaara yang menatap pria dan gelas beer-nya bergantian. "Untukmu."

"T-terima kasih," si mata panda mengambil gelas itu malu-malu membuat si kumis kucing tertawa kecil.

"Kau tidak menikmati pestanya, hmm?" anak itu meneguk beer-nya sembari melirik Gaara. Yang diberi pertanyaan memainkan jemari lentiknya yang tengah memegang gelas.

"Aku… aku tidak sering datang ke acara seperti ini—ah maksudku… aku jarang pergi ke pesta… jadi…"

"Kau lebih menikmati saat sendiri," pria itu menyelesaikan kalimat Gaara. Hanya menebak, namun pria itu tahu pasti bahwa tebakannya mengenai sasaran.

Yang pikirannya tertebak tertawa kecil. "Y-ya… begitulah…"

"Ah, aku pikir tidak seharusnya aku disini. Maaf, ya? Aku mengganggumu ya?" pria itu berinisiatif untuk pergi namun sebuah tangan yang lebih kecil segera menahannya pergi.

"E-eh! T-tunggu!" secara refleks mata panda itu melebar. Instingnya yang membuatnya memegang pergelangan tangan pria berkulit tan itu. "A-aku tidak bilang kalau kau tidak boleh berada disini, kok!"

Mata biru langit itu mengerjap bingung. Ia tidak menyangka kalau reaksi lelaki berkulit pucat yang ada di hadapannya ini begitu… polos? Tiba-tiba tawanya pecah, membuat Gaara kebingungan. Namun detik selanjutnya ia segera menyadari perbuatannya dan buru-buru ia melepaskan genggaman tangannya pada laki-laki itu. Ia melirik kebingungan, berusaha menutupi pipinya yang tampak kemerahan.

"Aku tahu, aku tahu. Aku takkan kemana-mana, okay?"

Bibir mungil itu mengerucut bersamaan dengan perutnya yang bergejolak aneh. "Terserah," gumam Gaara. Si pirang yang masih menyisakan tawa semakin mendekat ke arah Gaara sampai pria itu bisa merasakan kalau Gaara menggigil. Bukan, bukan karena angin dingin yang bertiup. Mungkin hal lain? Entahlah, si pirang tidak ambil pusing dengan hal itu.

"Kita tidak pernah mengobrol sebelumnya."

"Tentu saja, kita berbeda kelas, kan? Aku rasa… uhm… kita seangkatan?" Gaara menyesap beer itu perlahan setelah menanggapi si pirang.

"Aku Naruto."

"Gaara," balas si mata panda lalu bersalaman dengan Naruto—si pirang.

"Aku sudah tahu," Naruto menyeringai. Seringai yang tidak bisa terbaca apa maksudnya, membuat mata panda yang cantik itu melebar lagi.

"O-oh… benarkah?" tampak jelas raut kebingungan terpatri di wajah pucatnya.

Naruto mengangguk. "Siapa lagi di sekolah ini yang memiliki tato kanji ai di dahinya selain dirimu? Seseorang bermata panda yang menyanyi lagu ballad dengan suara lembutnya di festival sekolah? Tentu saja aku mengenalmu," bersamaan dengan ucapan Naruto barusan, pipi lembut itu menghangat. Bukan, bukan karena beer. Tentu saja karena ucapan Naruto. "Banyak orang yang membicarakanmu. Menyebutmu mata panda, permata hijau, atau panggilan aneh apalagi yang kudengar. Well… Aku sadar sekarang mengapa mereka menyebutmu permata hijau."

"Kenapa?"

"Matamu hijau berbinar. Itu cantik. Dan aku suka."

Seketika kupu-kupu memenuhi rongga perut Gaara. Ia benar-benar tidak memiliki persiapan apapun untuk pujian bertubi-tubi dari lelaki yang baru saja ia kenali ini. Mata polos itu mengerjap, membuatnya tampak benar-benar seorang innocent yang ketika kau melihatnya, akan mengingatkanmu pada cinta pertama yang begitu polos.

Naruto bisa melihat dengan jelas semburat merah menghiasi pipi berkulit seputih susu itu. Ditambah dengan kerjapan mata kebingungannya, serta sinar mata hijaunya itu, membuatnya tampak begitu indah di mata Naruto. Benar-benar sosok yang begitu cantik. Naruto selama ini hanya melihat Gaara dari kejauhan dan dengan jarak sejelas ini…

Dia adalah ciptaan Tuhan yang terindah yang pernah ia temui.

"U-uhm aku minta maaf," Gaara perlahan membuka suara—meskipun suara yang ia keluarkan begitu kecil hingga Naruto nyaris tidak bisa mendengarnya. "Kau tahu banyak tentangku tapi aku tidak tahu sedikitpun tentangmu."

"Tidak masalah," Naruto memamerkan gigi putihnya saat ia tersenyum dengan sangat cerahnya. "Kita bisa berteman baik kan, sejak sekarang?"

"Tapi… itu tidak adil."

Naruto hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Jadi… kau benar-benar ingin tahu tentang diriku?"

Gaara langsung menoleh ke arah Naruto dan seketika ia langsung sadar akan kesalahannya. Mata mereka saling bertemu, saling menyelami lebih dalam. Ada sesuatu yang tak tertahankan. Keheningan tercipta, namun kali ini bukanlah keheningan karena kecanggungan yang menerpa mereka. Tatapan mereka semakin intens, seolah mereka berdua sama-sama tenggelam di sebuah dunia yang baru saja mereka temukan. Kupu-kupu semakin memenuhi keduanya, juga mata itu semakin dekat.

Hingga akhirnya yang mereka ingat saat itu, ketika mata biru langit itu memenjarakan si permata hijau ke dalamnya. Ketika mata itu sama-sama tertutup seolah tidak merelakan satu sama lain keluar dari perangkapnya masing-masing.

Saat bibir juicy itu menyentuh bibir mungil pink yang sudah lama menggodanya.

Dan saat itulah mereka menyadari, waktu tak bisa diputar, namun mereka berharap waktu bisa berhenti.

-To Be Continued-

HOLA!

Sudah lumayan panjang loh chapter ini?! Wkwkwkwkwk xD

Terima kasih banget oke bagi yang sudah membaca, ini karena aku lagi rajin /? Makanya aku translatenya cepet :'D

Aku sayang semua yang sempet membaca ❤

Sekali lagi, aku disini author baru untuk fandom ini, jadi aku bener-bener butuh bimbingan kalian :'D

Ya takutnya aku salah sebut nama karakter ato gimana gitu hehehe ^^

Oke, last~

Mind to RnR? Sankyu~~ ^^ ❤

-with love,

Lianatta.