Title: Youniverse

Chapter: 6. London, January 1st

Genre: Romance/Yaoi, AU, angst, fluff

Rating: M

Main Cast:

Naruto Uzumaki

Sabaku Gaara

WARN!

SMUT INSIDE!

Adegan di dalam chapter ini adalah smut, well… Kalau nggak suka bisa di-skip aja hehehehe ^^"

-oOo-

London – January 1st

Mereka melakukannya seolah mereka begitu kelaparan. Gaara benar-benar tidak bisa menahan desahannya setiap kali Neji memompa kejantannya dengan kasar pada lubang sempit milik Gaara. Lelaki berambut merah itu merangkul leher Neji, menariknya lebih dekat. Gaara menemukan bibir manis milik kekasihnya itu dan tanpa membuang waktu ia segera mencicipi setiap jengkal mulut kekasihnya itu.

"Fuck! Please… Do it harder…" ia memohon pada pria Hyuga itu dengan mata setengah tertutup. Bibirnya tergigit, ia tak sanggup menahan kenikmatannya sendiri.

Neji melirik Gaara. Wajah menggoda si mata panda itu benar-benar membuatnya semakin bernafsu. Mata sayunya, bibir pink-nya yang terbuka tak pernah berhenti mengeluarkan desahan dan selalu memohon untuk lebih, wajahnya yang memerah… Neji semakin memasuki Gaara dengan kasar—hanya itu yang bisa ia lakukan demi merasakan sebuah kepuasan.

Ia memutar tubuh Gaara, menarik pantat sekal itu mendekat padanya lalu menjilat paha mulus itu—merasakan betapa manis jusnya. Gaara meremas bantal hingga kukunya memutih. Ia benar-benar tidak bisa menggambarkan rasa puas yang seperti apa yang saat ini menyelimutinya.

Neji menggesekkan kejantannya itu pada lubang merah muda milik Gaara. "Katakan, kau menginginkannya!"

Gigi Gaara gemeretak. "K-kumohon… stuck it in…"

Neji menampar pantat chubby itu. "My pleasure, babe," dan ia langsung memasukkan kemaluannya dalam sekali hentak.

Gaara membiarkan desahannya lolos ketika ia merasakan sesuatu memenuhi dirinya lagi. Memang benar kekasih bermata pucatnya itu melakukannya dengan begitu lembut—pada awalnya. Namun ia tahu, kekasihnya itu suka permainan kasar—meskipun tidak sampai level sadomasochist.

Neji menyentuh tengkuk Gaara yang bebas dengan kedua belah bibirnya, menghisap darahnya, lalu dengan sengaja meninggalkan beberapa kissmark yang cukup berbahaya untuk dilihat orang lain. Bibirnya turun untuk menjelajahi punggung seksi itu, memberikan sensasi menggelitik yang membuat keduanya merasakan kenikmatan yang lebih lagi.

Gaara tahu ia tidak bisa menahannya lagi. Ia sudah berada pada batasnya, namun sesuatu di dalam tubuhnya terus memompa lubang sempitnya semakin dalam dan itu benar-benar membuatnya gila.

"A-aku… a-aku sudah… t-tidak…"

"Let's come together, honey!"

Neji masuk semakin dalam, dan Gaara dapat merasakan lubang sempitnya penuh dengan cairan hangat kekasihnya—bahkan cairan itu mengalir di pahanya dan membasahi sprei.

"N-naruto…" rasanya seperti mimpi, setelah sekian lama ia tidak merasakan kepuasan itu lagi.

Ya, kepuasan itu.

-oOo-

London – January 1st

"Selamat pagi, Gaara!" Gaara bisa merasakan dua buah lengan melingkari pinggang rampingnya serta sebuah nafas yang menyentuh telinganya. Sang pemilik lengan menyandarkan kepala pada bahu Gaara yang sempit.

"Pagi, Neji!" Gaara menyahut. Ia bisa melihat wajah Neji yang masih mengantuk serta rambutnya yang berantakan ala orang baru bangun tidur. Gaara jadi merasa geli sendiri.

"Apa yang kau lakukan, hmm?" dengan mata tertutup ia bertanya pada si mata panda. Namun, bukan berarti matanya tertutup, ia tidak bisa mencium tengkuk Gaara dengan iseng.

"Membuat pancake," Gaara membalik adonan di atas teflon itu dan menangkap Neji yang menguap. "Tidurlah lima menit lagi."

"Tapi aku lapar," Neji menarik Gaara ke dada telanjangnya. Ia tampak begitu imut ketika ia lapar.

"Kalau begitu, berhenti menggelayut padaku! Kau itu berat, Mr. Long-Hair," Gaara mendorong pacarnya itu denga nagak keras.

"Siapa Naruto?"

Gaara membeku sejenak. Ia sangat yakin pendengarannya masih berfungsi dengan baik. "S-siapa Naruto?"

"Itu pertanyaanku, Gaara," suara lembut Neji kembali menggema di telinga Gaara. "Kau menyebut namanya saat kau mendesah semalam."

"A-aku?" Gaara mencoba menyembunyikan rasa kagetnya dan memasang wajah kalem cool yang biasa ia pamerkan pada semua orang. Jujur, ia tidak percaya kalau ia… melakukan hal sekeji itu.

"Tidak masalah, tentu saja," tidak seperti sebelumnya, suara lembut itu berubah. Ia terdengar begitu putus asa. "Aku… aku juga melarikan diri dari Shikamaru."

Pelukan itu mengerat. Gaara menggigit bibir bawahnya. Ia terdiam cukup lama sebelum ia membuka suara, "Apa kau masih mencintai dia?"

"Lebih dari apapun," suaranya terdengar begitu berat. "Tapi sudah sangat terlambat untuk mendapatkannya kembali."

Tentu saja, karena Shikamaru sudah menikah.

Ia memutar tubuh ramping itu lalu tersenyum lembut. Tangannya bergerak mengusap lembut surai merah itu. "Perbaiki semuanya, kau dan Naruto, sebelum kau kehilangan dia seperti aku kehilangan Shikamaru."

-To Be Continued-

HOLA!

Saya kembali dengan lanjutannya!

Gimana panjang tyda?! Tentu saja tyd aya wkwkwkwk xD

Authornya kemaren lagi jalan-jalan keluar kota makanya lama banget updatenya huhuhu :c maapkeun yha~

Sebagai penggantinya, saya langsung kasih dua chapter nih /? Wkwkwkwk xD

Okay, silahkan next page untuk lanjutannya, ya! ❤

-with love,

Lianatta.