Title: Youniverse

Chapter: 8. London, January 11th

Genre: Romance/Yaoi, AU, angst, fluff

Rating: M

Main Cast:

Naruto Uzumaki

Sabaku Gaara

-oOo-

Aku menyesap kopi ini, merasa bersyukur karena cuaca hari ini tidak seburuk kemarin—badai salju kemarin benar-benar membuat kami terjebak di dalam apartemen ini dalam jangka waktu yang begitu lama. Aku meraih remot TV lalu menyalakan layar kaca itu dan mengganti-ganti channel secara acak yang membuat diriku berakhir dengan menonton berita.

Detik berikutnya yang kudengar ialah bunyi ponsel. Aku segera meraih ponsel biru tua itu dan mengeceknya namun tidak ada notifikasi masuk. Aku langsung paham bahwa suara itu berasal dari ponsel Gaara, maka aku segera mencari ponsel itu dan akhirnya berhasil kutemukan di dapur. Gaara pasti meninggalkan ponsel putih itu saat ia mandi.

Dahiku mengernyit tiba-tiba. Aku yakin indera penglihatanku masih bekerja dengan apik, jadi… yang kutemukan di ponsel itu pasti tidak salah, kan?

One Message Received

From: Naruto

Hey…

Uh? Kenapa lelaki pirang itu mengirim pesan secara tiba-tiba begini?

To: Naruto

Hey, Naruto…

Yeah, sudah lama…

Message sent.

Kenapa mereka harus saling mengirim pesan? Oh, mungkin situasi akan berakhir begitu canggung kalau Naruto nekat menelepon Gaara.

One Message Received

From: Naruto

Yeah…

Aku butuh bantuanmu

Bantuan? Yang benar saja, kau serius Naruto?!

To: Naruto

Ada apa, Naruto?

Message sent.

Aku yakin, sesuatu yang tidak beres telah terjadi disini. Aku benar-benar penasaran apa yang dialami oleh Naruto.

One Message Received

From: Naruto

Supir taksi membutuhkan alamatmu, tapi aku tidak tahu alamatmu dimana…

Hah?! Kau tidak sedang becanda kan?!

To: Naruto

kau di London?

Message sent.

Dia disini? Wow! Dia benar-benar ada disini!

One Message Received

From: Naruto

Ini kota yang benar, kan?

Tentu saja, Uzumaki Naruto.

Aku segera membalas pesan itu dan berlari dengan cepat ke kamar mandi. Aku bisa mendengar nyanyian-nyanyian yang menggema di kamar mandi itu.

Aku mengetuk kamar mandi itu hingga Gaara menyadari aku ada di luar kamar mandi itu. "Gaara! Kau bisa mendengarku?!"

"Uh? Ada apa, Jay?" lelaki berambut merah itu menampilkan kepalanya dari balik pintu dengan memanggilku Jay—hanya untuk mempersingkat dari Neji menjadi Jay. Lagipula, orang-orang di London lebih mudah mengingat nama Jay daripada Neji.

"Lapar?"

"Sepertinya kau yang lapar," ia menyeringai.

"Tentu saja. Aku sangat lapar," mendengar penuturanku ia tertawa kecil. "Aku mau keluar sebentar untuk membeli ayam goreng. Kau mau?"

"Tentu. Ayam goreng, lalu kentang goreng! Ah, iya! Jangan lupa strawberry float!"

"Float? Di tengah salju begini?"

"Tapi di dalam sini hangat, Jay."

"Baiklah," aku memberi kecupan singkat di bibirnya. "Aku akan segera kembali."

I know, his long bath will buy enogh time.

-To Be Continued-

Hola!

Aku kembali dengan fanfic ini!

Eak eak, sudah mau berakhir ini, tapi kupecah jadi dua, ya ^-^

Oke, next next next~

-with love,

Lianatta