Kyungsoo menggeret kopernya dengan kepala tertunduk. Wanita itu bingung harus kemana sekarang. Dia sudah pergi dari flat kontrakannya, seluruh barang yang disana sudah dia sumbangkan dan dia juga sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Semua yang dia punya hanya sebatas baju dan barang-barang berharga yang berada didalam koper lusuhnya. Dia ingin mencari tempat tinggal baru, namun uang yang dia punya hanya tinggal sedikit dan jika itu digunakan untuk menyewa tempat baru maka Kyungsoo akan terancam tidak dapat makan untuk minggu depan. Sementara dia sendiri belum menemukan pekerjaan. Jikalaupun dia sudah menemukan pekerjaan, maka paling tidak gajinya akan diberikan sebulan lagi.

Sekali lagi wanita itu menghela nafasnya berat. Hidupnya benar-benar terasa hancur dan tak berarti lagi. semua yang dia punya pergi meninggalkannya. Tidak ada yang menginkannya lagi. bahkan Kyungsoo berfikir mungkin lebih baik dia mengakhiri hidupnya, tapi sekali lagi pikiran itu segera ditepis dari otaknya. Dia hanya tidak ingin terlihat semakin menyedihkan dengan mati bunuh diri. Setidaknya jika dia mati, dia harus mati dengan terhormat.

Saking sibuknya dengan pikirannya, Kyungsoo sampai-sampai tidak memerhatikan jalan dan berakhir dengan menabrak seseorang dari arah berlawanan darinya.

Wanita itu segera membungkukkan badannya berkali-kali dan meminta maaf kepada orang yang ditabraknya secara tidak sengaja.

"Maafkan saya tuan. Maafkan saya tidak melihat jalan dan menabrak anda. Sekali lagi maafkan saya tuan." Mohonnya. Namun seseorang yang ditabrak Kyungsoo itu hanya diam, lelaki itu sibuk membereskan barangnya yang tidak sengaja terjatuh karena tertabrak Kyungsoo.

Kyungsoo berinisatif berjongkok dan membantu membereskan barang-barang dari lelaki yang menjadi korban tabrakannya.

Setelah selesai membereskan semua barang yang jatuh, sekali lagi Kyungsoo meminta maaf atas kecerohannya.

"Sekali lagi saya mohon maaf atas kecerobahan yang saya lakukan tuan."

Kyungsoo mendongakkan kepalanya yang sedari tertunduk tak berani menatap orang yang ditabrak, sampai dia dibuat membeku ketika melihat siapa yang dia tabrak.

Tak berbeda jauh dengan Kyungsoo. Lelaki yang ditabrak Kyungsoo itu pun menampilkan wajah kerkejutnya yang sangat kentara ketika melihat Kyungsoo. Seolah-olah Kyungsoo itu adalah hantu.

Terjadi keheningan beberapa lama diantara mereka sampai Kyungsoo kembali membuka mulutnya lebih dahulu.

"Oppa..."

"Seungsoo oppa..."

Bibir Kyungsoo bergetar. Wanita itu menahan tangisnya. selama 15 tahun lamanya dia tidak pernah mengucapkan nama itu dan hari ini, dia kembali mengucapkannya.

Kyungsoo memundurkan langkahnya. Dia takut. Dia takut bertemu lelaki dihadapannya. Dia tidak siap untuk kembali bertemu dengan lelaki itu. Untuk itu Kyungsoo sudah bersiap-siap untuk segera lari dari sana.

Namun secepat itu pula lelaki yang dipanggil Seungsoo oleh Kyungsoo itu mencekal tangan Kyungsoo. Meraup tubuhnya dan membawanya kedalam pelukannya. Dan tidak ada alasan untuk Kyungsoo tidak menangis untuk saat itu juga.

Setelah 15 tahun berlalu, akhirnya Kyungsoo kembali merasakan pelukan hangat dari lelaki ini. lelaki yang tak lain dan tak bukan adalah kakaknya. Kakak kandungnya. Do Seungsoo. Lelaki yang selalu memanjakan dan menyayangi Kyungsoo dulu. Tapi dia juga lelaki yang pertama membentak dan menolak Kyungsoo ketika mendapati adik kecilnya memiliki kehidupan lain diperutnya.

Kyungsoo terisak kencang didada kakaknya, begitu juga dengan lelaki itu. Mereka sama-sama merasakan penyesalan yang sama. Bahkan tak putus-putus kata maaf yang dikatak Seungsoo untuk Kyungsoo atas perlakuannya diterakhir pertemuan mereka.

Mereka bahkan tidak memperdulikan orang-orang yang menatap aneh pada drama keduanya yang berpelukan sembari menangis ditengah-tengah jalan.

Ya Kyungsoo tidak peduli. Kini malaikat pelindungnya kembali yang berarti kebahagiaannya juga akan segera kembali kepadanya, seperti dulu kala.

.

.

.

.

.

REPEATING

...Baby_Vee...

KAISOO – GS

.

.

.

.

.

Dan siang itu juga, setelah pertemuannya dengan Seungsoo. Kyungsoo langsung dibawa kembali ke Seoul menuju istananya yang dulu sempat Kyungsoo tinggalkan.

Awalnya Kyungsoo menolak. Dia tidak mau dan tidak ingin kembali lagi kesana karena bagaimana pun dia sudah diusir dari sana yang berarti ayah dan ibunya sudah tidak menginkan kehadiran Kyungsoo.

Tapi setelah Seungsoo mengatakan,

"Tidak ada yang akan menolakmu. Bahkan kami sudah mencarimu sejak 15 tahun lalu. Namun hasilnya nihil. Bahkan kami berfikir kau mungkin pindah ke luar negri. Ayah dan ibu menyesal setelah kau benar-benar keluar dari rumah. Untuk itu kembalilah, mereka semua merindukanmu. Bahkan penyakin ayah akan kambuh jika dia teringat penyesalannya tentang sikapnya dulu kepada anak kesayangannya. Jadi... mau ya kembali kesana bersama oppa?"

Lantas Kyungsoo harus menjawab apa jika kakaknya sudah mengatakan seperti itu? Tentu saja Kyungsoo akan mengatakan ya. Karena mau bagaimanapun, Kyungsoo itu memiliki hati yang terlalu baik. Dan Seungsoo bersyukur sekaligus tak menyukai sifat adiknya itu.

Bersyukur karena Kyungsoo mudah memaafkan dan bukan pendendam, namun tak menyukainya karena akhirnya banyak yang memanfaatkan kebaikan hati malaikatnya itu. Dan untuk itu Seungsoo berjanji akan benar-benar menjaga adiknya lebih lagi. dia tidak akan mengulangi keteledorannya dulu di 15 tahun yang lalu.

Jadi setelah membatalkan segenap agenda meetingnya yang harus dilakukan selama 3 hari kedepan di Busan. Seungsoo segera memboyong kembali Kyungsoo ke Seoul. Dia tidak perduli dengan pekerjaannya, toh nanti akan ada investor baru jika investornya membatalkan kontrak dengannya. Dan prioritasnya sekarang adalah mengembalikan Kyungsoo kemana harusnya adiknya itu berada.

.

Kyungsoo disambut dengan tangis haru dari ibu dan ayahnya setelah dia sampai kembali di istana tempatnya dibesarkan.

Ibu dan ayahnya membang sudah diberitahu oleh Seungsoo bahwa lelaki itu sudah menemukan Kyungsoo dan akan membawanya langsung pulang ke Seoul saat itu juga.

Ibu Kyungsoo bahkan sempat pingsan saking tidak percayanya bahwa setelah 15 tahun akhirnya anak kesayangnnya kembali ditemukan. Dan hal itu tak berbeda jauh dengan ayah Kyungsoo. Lelaki paruh baya itu juga dibuat langsung meninggalkan meetingnya yang tengah berjalan untuk kembali kerumah saat diberitahu oleh asistennya bahwa Seungsoo berada dalam perjalanan menuju Seoul dengan membawa Kyungsoo.

Kyungsoo anaknya yang pernah diusir tanpa uang sepeserpun 15 tahun lalu dari rumahnya. Anak kesayangannya yang harus menjalani hidup malang diluar sana tanpa segala sesuatu fasilitas mewah yang selalu diberikannya sejak anaknya itu lahir di dunia. Dan sekarang anaknya kembali.

Lantas apa yang membuat tuan Do masih harus berada di kantor jika anaknya sudah berada diperjalanan untuk pulang?

Untuk itu, meski Kyungsoo baru akan sampai beberapa jam lagi. tuan Do segera pulang dan berencana menyiapkan segala sesuatunya untuk putri kesayangannya. Dia tidak ingin terlambat dan terlewat satu moment pun saat kedatangan anaknya.

.

"Sayang, maafkan sikap appa dan eomma dulu yang pernah mengusirmu." Ucap ibu Kyungsoo terus memeluk putrinya.

Kyungsoo menggeleng, "Gweanchana eomma, aku benar-benar tak kenapa-napa sungguh." Dan Kyungsoo mengakhirnya dengan senyuman yang manis.

Ibu Kyungsoo mau tidak mau ikut tersenyum melihat putrinya yang juga tersenyum.

"Lalu bagaimana dengan anakmu yang kau kandung dulu? Cucu eomma. Dia laki-laki atau perempuan? Ahh bukankah seharusnya dia sudah besar sekarang? Eomma ingin bertemu dengannya." Ibu Kyungsoo mengucapkannya dengan senyum ceria.

Tapi bukannya ikut tersenyum, Kyungsoo malah melengkungkan bibirnya. Dan ibu Kyungsoo tak melewatkan ekspresi sedih anaknya membuatnya jadi bertanya-tanya kenapa senyum Kyungsoo tiba-tiba menghilang.

"Apa eomma salah berbicara?" tanya ibu Kyungsoo hati-hati.

Kyungsoo kembali menggeleng dan kembali menenggelamkan kepalanya dipelukan ibunya.

"Eomma tidak salah berbicara. Anakku memang sudah besar, dia anak perempuan. Namanya Taerin," ucap Kyungsoo tersenyum mengingat kembali gadis cantinya.

"Taerin? Nama yang cantik. Pasti dia juga sangat cantik kan?"

Kyungsoo mengangguk, "Dia memang tumbuh menjadi gadis yang cantik eomma. Sayang, dia sudah pergi..."

Ibu Kyungsoo menjauhkan pelukannya kepada Kyungsoo. Wanita itu memandang bingung kepada anak perempuannya itu. Dia memandang tak mengerti kepada Kyungsoo.

"Apa maksudmu sudah pergi? Jangan bilang jika dia sudah tidak ada?"

"tidak, bukan itu eomma." Sangkal Kyungsoo, dan hal itu semakin membuat ibu Kyungsoo tak mengerti.

"Lalu apa? Jelaskan pada eomma." Tuntut ibu Kyungsoo. Kyungsoo menatap ibunya sebentar. Wanita itu menimang apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya kepada ibunya atau tidak. Tapi melihat bagaimana wajah penasaran dari ibunya, membuat Kyungsoo mau tidak mau menghela nafas dan sepertinya dia memang harus bercerita.

"Dia... pergi bersama ayahnya. Kim Jongin."

Ibu Kyungsoo membelalakkan matanya mendengar apa yang dikatakan Kyungsoo, "Jelaskan pada eomma apa maksud dari semua ini."

Dan Kyungsoo mau tidak mau memang harus bercerita. Karena bagaimanapun dia memang harus membagi bebannya kepada orang lain. Setidaknya itu akan membuatnya sedikit merasa lega.

Kyungsoo mulai menceritakan semua dari awal kepada ibunya. Ibunya mendengarkan dengan baik tanpa menyela ucapan Kyungsoo sama sekali. Wanita itu membiarkan anaknya menceritakan semuanya sebelum dia nanti menyikapi bagaimana akhirnya.

Kyungsoo menceritakan sejak awal bagaimana hidupnya saat diusir dari sini tanpa sepeser uangpun. Bagaimana Baekhyun yang dengan sukarela menampungnya diminggu-minggu pertama namun Kyungsoo meninggalkan apartemen wanita itu diminggi ketiga karena merasa tidak enak dengan Baekhyun meskipun Baekhyun sahabatnya. Luhan pun demikian, namun dia menolaknya dan memilih untuk mencari pekerjaan dan menyewa tempat sendiri meski awalnya tempat itu dibayar Baekhyun karena bagaimana wanita itu memaksa untuk membantu Kyungsoo.

Lalu dilanjutkan dengan bagaimana dia harus berjuang mempertahankan Taerin padahal dokter sudah mengatakan ketidak mungkinan Taerin untuk bertahan dirahimnya karena saking lemahnya janin itu dan kecapekan Kyungsoo juga yang ikut mempengaruhi. Sampai akhirnya dia tetap bisa mempertahankan anaknya hingga lahir membuat semua dokter dan suster dirumah sakit itu menitikan air matanya melihat bayi mungil yang dilahirkan Kyungsoo.

Cerita berlanjut dari bagaimana dia yang harus kerja mati-matian untuk menghidupi Taerin bahkan dihari ke-7 setelah dia melahirkan Taerin kedunia. Padahal Baekhyun dan Luhan sudah menyuruhnya istirahat dan mereka yang akan menanggung segala biaya tentang dirinya dan Taerin selama Kyungsoo dalam masa penyembuhan. Namun sekali lagi Kyungsoo terlalu keras kepala untuk diingatkan. Bahkan dia harus membawa Taerin ditempat kerjanya karena dia tidak bisa menitipkan Taerin pada siapapun karena sahabatnya berada jauh darinya.

Tak sampai situ, Kyungsoo juga bercerita bagaimana orang-orang mencemoohnya karena memiliki anak tanpa suami namun dia tak menghiraukannya. Kyungsoo juga bercerita bagaimana selama 15 tahun ini dia bertahan jarang makan untuk mencukupi kebutuhan anaknya tersebut. Dia ingin anaknya memiliki apa yang dimiliki oleh teman lainnya.

Sampai akhirnya Kyungsoo tiba dimana cerita tentang Jongin yang tiba-tiba datang yang membuat Taerin berpaling darinya dan memilih untuk bersama Jongin. lalu keduanya pergi meninggalkan Kyungsoo sendiri.

Setelah cerita diakhiri, ibu Kyungsoo tak henti-hentinya menangis. Dadanya sesak mendengar sebegitu beratnya perjuangan anaknya yang selama ini selalu diperlakukannya layaknya putri raja yang tak pernah kekurangan apapun.

Jelas hatinya terluka menjadi seorang ibu jika mendengar anaknya begitu tegar ketika menceritakan kehidupannya yang begitu menyedihkan. Mungkin dia tidak akan kuat jika berada diposisi Kyungsoo saat itu. Tapi memang putrinya adalah gadis yang baik, dan dia percaya dibalik kebaikan Kyungsoo itu tersimpan jiwa yang kuat didalamnya.

.

Setelah beberapa menit berlalu akhirnya ibu Kyungsoo bisa mengatur tangisnya. tangisnya sudah berhenti, namun sakit hatinya masih sangat terasa ketika mendengar anaknya diperlakukan tidak adil seperti itu. Dan mulai saat itu dia bersumpah akan membalas setiap orang yang sudah berlaku tidak adil kepada putrinya, yaitu Kim Jongin dan Kim Taerin.

"Kau harus membalasnya nak." Ucap wanita itu. Kyungsoo menggeleng dan tersenyum kearah ibunya.

"Tidak eomma. Bagaimana pun juga aku seorang ibu jadi aku tidak mungkin bisa membalas anakku, seberapa jahatnya pun dia kepadaku. Bagaimanapun dia anakku eomma."

"Tidak! Kau harus membalasnya. Bagiamanapun juga ini merupakan suatu penghinaan untuk keluarga kita. Bagaimana bisa setelah dia menolakmu dan tiba-tiba datang kepadamu lalu membawa pergi anaknya yang bahkan dulu dia tolak."

"eomma_"

"Kyungsoo dengarkan eomma!" potong wanita itu.

"Jangan terlalu baik jadi orang, akan banyak orang yang memanfaatkanmu nantinya. Dan sekarang, buat mereka menyesal karena perbuatannya kepadamu. Bagaimanapun juga dia harus merasakan segala perjuanganmu. Entah itu Jongin maupun itu Taerin. Mereka benar-benar memeliki sifat sama. Eomma muak lama-lama dengan keluarga Kim itu. Mungkin juga karena ini dulu Jongin tidak jadi menikah 2 tahun lalu. Cih, dasar lelaki tidak tau malu."

"Apa maksud eomma Jongin tidak tau menikah?"

"Kau tidak tau?" tanya ibunya, dan Kyungsoo menggeleng karena memang tidak tau apapun.

"Jongin sempat akan menikah 2 tahun lalu. Berita pernikahan itu benar-benar membuat segala kaum atas penasaran karena katanya keluarga kim tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang faktastis untuk pernikahan ini. namun menjelang kurang beberapa minggu pernikahan itu berlangsung, tiba-tiba pernikahan itu dibatalkan. Menurut kabar yang beredar katanya calon pengantin wanitanya kedapatan mengandung bayi dari pria lain. Dan menurut eomma, mungkin itu adalah salah satu hukum karma dari lelaki Kim itu."

Kyungsoo hanya diam mendengarkan ocehan ibunya. Wanita itu bahkan tetap diam sampai ibunya kembali berbicara.

"Jadi, eomma ingin kau merubah dirimu. Lupakan mereka semua. Balaskan semuanya hingga setimpal dengan apa yang mereka lakukan kepadamu. Tunjukkan siapa dirimu. Tunjukkan bahwa kau adalah Do Kyungsoo. Putri kesayangan dari keluarga Do."

Karena bagaimanapun keluarga Kyungsoo itu tidak ada bedanya dengan keluarga Jongin. mereka sama-sama sombong karena mereka merupan orang-orang yang berpengaruh di negara tersebut. Namun entah bagaimana ceritanya Kyungsoo tumbuh menjadi gadis sederhana dan tidak congkak. Gadis penurut yang akan selalu mengiyakan perintah orang tuannya.

Begitu juga sekarang. Dia juga pasti mengiyakan permintaan ibunya. Karena sekali lagi, dia tidak ingin membuat ibunya kecewa untuk yang kedua kalinya.

.

.

.

.

.

Suasana kelas Taerin yang tadinya ribut kini berubah senyap kala seorang guru tiba-tiba memasuki kelas dengan membawa seorang gadis cantik tengah tersenyum didepan sana. Taerin bisa melihat bagaimana teman-temannya merasa penasaran dengan gadis cantik berkulit yang sedikit berbeda dengan orang korea kebanyakan. Bahkan muka-mukanya terlihat kebarat-baratan. Dan Taerin bisa menyimpulkan bahwa gadis yang berdiri didepan sana adalah gadis dari hasil pernikahan campuran dari dua negara.

"Hay semua, perkenalkan namaku Jessy Do. Kalian bisa memanggilku Jessy. Aku pindahkan dari Chicago. Jadi, mohon bantuannya. Senang berkenalan dengan kalian semua." Dan setelahnya gadis itu menutupnya dengan senyum yang cantik. Membuat Taerin juga mau tidak mau ikut tersenyum karena sepertinya dia akan memiliki teman baru yang menyenangkan.

.

Seperti tebakannya, Jessy memang menyenangkan. Begitulah kesan pertama dari Taerin. Tadi setelah memperkenalkan diri didepan kelas, guru yang membawa Jessy masuk menyuruh Jessy untuk memilih tempat duduk. Dan berhubung hanya kursi disebelah Taerin yang kosong jadi gadis itu duduk disebelah Taerin dan menjadi teman sebangkunya.

Mereka langsung berkenalan dan dengan mudah langsung akrab. Bahkan kini mereka sedang makan siang bersama dikantin. Mereka saling membagikan cerita untuk satu sama lain.

"Ahhh jadi kau di Chicago tinggal bersama kakek dan nenek mu?"

Gadis itu mengangguk, "Yups, orangtuaku terlalu sibuk dan tidak akan ada yang mengawasiku disini jadi mereka menyuruhku untuk menetap disana karena bagaimanapun disana ada banyak saudara ibuku yang bisa mengawasiku."

Taerin mengangguk, lalu kembali lagi bertanya. "Lalu kenapa kau kembali lagi kemari? Bukankah disana lebih menyenangkan? Aku bahkan berharap bisa tinggal disana nantinya."

Jessy mengipas-ngipaskan tangannya kearah Taerin, "Tidak semenyenangkan itu. Aku bahkan lebih menyukai disini. Setidaknya anak-anak disini lebih baik dari pada berandalan disana."

Gadis itu berhenti sejenak menelan ice creamnya, "Dan lagi sekarang adik dari ayahku sudah kembali. Jadi saat Dad menawariku untuk pindah, aku mengiyakan begitu saja karena memang sedari lama aku ingin hidup dikorea. Dan terlebih adik ayahku adalah wanita yang baik, jadi aku semakin merasa senang tinggal disini."

Taerin hendak bertanya kembali, namun ketika mulutnya sudah terbuka bell tanda istirahat berakhir sudah bunyi membuat Taerin kembali menutup mulutnya.

Jessy yang sudah menyelesaikan memakan ice creamnya langsung menarik tangan Taerin untuk segera kembali kedalam kelas mereka.

"Taerin-ah, ayo! Aku sudah tidak sabar untuk kembali belajar pelajaran selanjutnya."

Dan melihat bagaimana Jessy yang begitu semangat membuat Taerin mau tidak mau juga jadi ikut semangat. Kedua gadis cantik itu segera kembali kelas dengan berlari-lari kecil serta tangan yang saling bertautan.

.

.

Bell pulang sekolah sudah berbunyi 10 menit yang lalu. Para penghuni sekolah mulai berhamburan keluar dari area sekolah untuk segera kembali kerumah masing-masing. Begitu juga dengan Taerin dan Jessy.

Sejak mulai pertama kali mereka berkenalan hingga sekarang. Keduanya jadi benar-benar lengket dan tak terpisahkan. Seperti sahabat yang memang sudah berteman cukup lama.

Keduanya kini sama-sama menunggu mobil jemputan. Taerin sudah mengabari ayahnya dan lelaki itu sudah bilang bahwa akan sampai 15 menit lagi. dan ternyata Jessy juga masih menunggu karena mobil jemputannya belum datang.

15 menit berlalu dan terdengar suara klakson mobil membuat kedua gadis yang berdiri berdampingan itu menoleh secara serentak. Jessy langsung tersenyum cerah ketika mengetahui bahwa mobil jemputannya sudah datang.

"Taerin-ah... aku pulang dulu ya. Mobil jemputanku sudah datang. Sampai bertemu besok lagi." gadis itu melambai kearah Taerin sembari berlari kemobil jemputannya.

Jessy semakin menjauh dan ketika sampai didepan mobil, pintu belakang mobil Jessy terbuka dan menampilkan seorang wanita cantik berbalut matel merah dengan bulu-bulu diarea lehernya. Wanita itu melepas kacamatanya dan tersenyum cantik kearah Jessy. Dan setelahnya wanita itu membawa Jessy kepelukannya.

Taerin masih disana. Matanya membola ketika mengenali siapa wanita yang menjemput sahabat barunya. Itu Ibunya. Taerin sedikit bertanya-tanya bagaimana ibunya bisa mengenal Jessy?

Gadis cantik itu segera berjalan menuju mobil Jessy. Namun saat sampai pada langkah ke 5, dia harus menelan kecewa saat Jessy dan wanita yang diyakini ibunya itu sudah masuk kedalam mobil.

Taerin hendak berlari mengejar mobil itu sebelum mobil itu semakin berjalan jauh. Namun tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara klakson dibelakangnya. Taerin menoleh dan mendapati ayahnya yang tengah melongokkan kepalanya dari jendela menyuruhnya segera masuk.

Taerin kembali menoleh kearah mobil jemputan Jessy tadi. Tapi ternyata mobil itu sudah berjalan jauh membuat Taerin merengutkan bibirnya.

Dengan berat hati gadis cantik itu menyeret kakinya menuju mobil ayahnya yang sudah menunggu. Dia mendudukkan dirinya dikursi penumpang dengan lesu. Dia tau betul jika di atadi tidak salah lihat. Dia yakin benar itu ibunya.

Meski pakaian dan makeup yang digunakan, dia tetap tau bagaimanapun itu pasti ibunya. Untuk itu, Taerin bertekat akan menanyakannya besok kepada Jessy.

.

.

.

.

.

Te Be Ce

.

.

.

.

.

Baby vee no coment buat chapter ini *tutupmulut*

Intinya semua akan kebongkar seiring berjalannya waktu. Jangan teralalu menyalahkan Taerin karena bagiamanapun Taerin itu kan remaja labil jadi yaaa gitu dehhh

Kalo mau nyalahin nyalain aja ke jongong. Kan yang jahat jongong, wkwkwkwkwk

Entah kenapa baby vee seneng banget ngenistain entu orang serius XD mukanya pantes banget jadi orang yang kagak baek-baek

Terus pesannya Cuma satu "KADANG ORANG JAHAT ITU BERASAL DARI ORANG BAIK YANG DISAKITI" jadi kalo ada yang mintak Kyungsoo dibuat baek terus, emmm sorry. Baby vee pingin gitu dia sadis disini biar kenak feelnya. Dan liat, baby vee punya cast baru yang bakalan ngelancarin misi Kyungsoo buat ngebuat Taerin semakin menyesal.

Akhir kata, baby vee mau terimakasih buat yang udah ngerepiu ep-ep ini. serius thanks to reviewnya. Kalian terbaik. Cuman gitu kenapa banyak yang marah-marah kalo ngereview sehhh? Pertanyaan besar baby vee dari kemarin-kemarin itu.

Au ah! Dah ya, see you next chap... have nice a day... love you :* :* :*

.

Thank's to :

Nesyarera ... 21hana ... Guest (1) ... kimkaaaaai ... KrispyKriss ... Youta Mo ... Priscillamh ... chansekyuu ... kyungsolovv ... Nara ... Uee750 ... erikaalni ... ssuhoshnet ... ndsookai ... itsrain222 ... TulangRusuknyaDyo ... channiemolly ... T.a ... zoldyk ... ChocoSoo ... Rizkinovitasarii ... dhyamanta1214 ... dinadokyungsoo1 ... Lovesoo ... sara jong ... ryaauliao ... Ahan2021 ... wulankai500 ... Guest (2) ... dohchoco ... Insoo1288 ... karifka1201 ... Loyh ... kyungkyung ... kim gongju ... anindyakp ... BubbleXia ... Kyungie love ... raisa1234 ... misslah

.

p.s : Please! Check ot my new story. Thanks you