WARNING!
Baby vee gak tanggung jawab buat yang nangis taupun baper waktu baca ff ini :p :v
Oke, happy reading guys...
.
.
.
Ketika ibunya menurunkan tangannya. Kyungsoo langsung menggunakan kesempatan itu untuk keluar dari pintu dan menghampiri Taerin.
Tanpa membawa payung ataupun alas kaki Kyungsoo langsung saja berlari menembus hujan. Tujuannya hanya satu. Tempat dimana Taerin bersimpuh.
Sementara itu diantara derasnya hujan yang turun, samar-samar Taerin melihat sekelebat bayangan seseorang yang berlari menghampirinya. Gadis itu mengusap wajahnya berkali-kali untuk menghalangi air hujan yang mengguyur wajah ayunya.
Semakin dekat, semakin jelas bayangan seseorang yang mendekatinya. Percaya tidak bercaya, kini sosok yang tidak lain adalah ibunya itu berdiri dihadapannya. Lalu ikut bersimpuh mensejajarkan badan mereka.
Dengan bibir yang bergetar karena kedinginan, Taerin berhasil menyebut nama wanita didepannya itu.
"Ibu..."
Wanita didepan Taerin itu mengangguk dan menjawab, "Iya sayang, ini ibu."
Dan Taerin tidak bisa membendung air matanya untuk jatuh kembali meski tidak terlihat karena hujan. Gadis itu langsung memeluk erat tubuh ibunya yang juga dibalas erat. Taerin menangis sejadi-jadinya dipelukan ibunya. Bibirnya yang membiru itu semakin bergetar hebat antara kedinginan dan tangisnya yang berderai.
"Ibu.."
"ibu..."
"ibu.."
"Maafkan Taerin bu. Maafkan Taerin salah bu. Taerin mohon maafkan Taerin bu, jangan pergi lagi."
Taerin terus menerus melapalkan kata-kata tersebut. Sementara Kyungsoo hanya mengangguk dan terus mendekap Taerin seperti enggan melepaskannya.
Diantara tangisannya itu, Taerin tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa memeluk ibunya.
"Eomma, bogoshipo..." dan setelah mengucapkan itu Taerin tidak mengingat apapun kecuali semua yang mulai menghitam.
.
.
.
.
.
Title : REPEATING
By : Baby vee
Main cast : Do Kyungsoo x Kim Jongin x (Kim) Taerin
Rate : T
.
.
.
.
.
Jongin segera berlari tergesa-gesa menuju ICU. Dia baru sampai dari Jepang karena sejak 3 jam lalu anak buahnya mengabarkan tentang Taerin yang menghilang, kabur lewat jendela kamarnya dilantai dua. Jongin yang cemas langsung secepat kilat memesan tiket pulang ke Korea saat itu juga. Dan saat kakinya baru keluar dari pintu kedatangan bandara, salah satu anak buahnya mengabarkan jika Taerin masuk ruang ICU.
Dan selanjutnya kalian pasti bisa menebak bagaimana Jongin yang langsung membuang tasnya kepada anak buahnya dan merebut kunci mobil, mengendarainya dengan gila-gilaan dari bandara sampai rumah sakit. Bahkan dia tak jarang mendapatan umpatan dari mobil lain tapi toh Jongin tidak peduli yang penting sekarang bagaimana keadaan anaknya.
Semakin dekat ruang ICU Jongin bisa melihat sosok lain yang tengah duduk sembari menundukkan kepalanya. Lelaki itu berjalan mendekat dan betapa kagetnya dia mendapati Kyungsoo duduk disana dengan keadaan yang basah kuyup.
"Kyungsoo..."
Kyungsoo mendongak saat mendengar namanya dipanggil. Mata bulatnya langsung membola sempurna melihat Jongin berdiri disebelahnya dengan pandangan bingung kearahnya. Refleks Kyungsoo langsung berdiri sehingga keduanya kini berdiri berhadap-hadapan.
"Jongin. bagaimana kau bisa ada disini?"
Jongin mengernyit mendengar pertanyaan Kyungsoo. "Maksudmu? Seharusnya aku yang bertanya bagaimana kau bisa berada disini bersama Taerin."
Kyungsoo bungkam. Dia tidak berani menjawab pertanyaan Jongin karena secara tidak langsung dia lah yang membuat Taerin bisa sampai masuk kemari.
Dan diamnya Kyungsoo itu semakin membuat Jongin mencurigai Kyungsoo.
"Kau tau sesuatu tentang bagaimana Taerin bisa berada disini?"
Wanita itu masih tetap memilih bungkam. Jongin sendiri enggan menanyakannya berulang jadi lelaki itu hanya diam memperhatikan Kyungsoo didepannya dengan pandangan menuntut penjelasan. Hening menerpa keduanya. Kyungsoo masih bersikukuh untuk diam sementara Jongin sendiri lebih keras kepala dari pada Kyungsoo. Sampai akhirnya Kyungsoo menyerah. Wanita itu menghela nafas sebelum mengatakan,
"Maaf. Taerin bisa masuk kemari karena ku."
Mata Jongin membesar, lelaki itu menatap tajam kearah Kyungsoo yang menunduk enggan menatapnya.
"Apa maksudmu Taerin masuk kemari karenamu?"
"Taerin pingsan karena kehujanan saat menungguku keluar dari rumah. Aku sendiri tidak tau jika Taerin berada didepan rumahku jika saja Jessy tidak memberitahuku saat aku bangun tidur."
Jongin mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Kyungsoo.
"Sial." Umpat lelaki itu.
"Kau bangun tidur sementara Taerin kehujanan diluar?" tanyanya. "Demi Tuhan, mana ada ibu yang tega membiarkan anaknya kehujanan diluar? Kau ini benar-benar ibunya atau bukan hingga tega berbuat seperti itu kepada anakmu sendiri."
"Maaf. Aku sungguh tidak tau jika Taerin berada diluar. Aku sedang demam jadi aku tidur. Sementara yang berada dirumah hanya ada ibuku dan Jessy. Jessy tidak bisa berbuat apa-apa ketika ibuku mengusir Taerin. Sungguh aku minta maaf untuk itu."
Jongin mendengus keras. "Ibu mengusir Taerin? Dia neneknya dan tega seperti itu kepada cucunya?"
Kyungsoo hanya diam. Wanita itu tidak berani menjawab apapun karena dengan jelas dia bisa melihat bagaimana emosinya Jongin saat ini. bahkan wajah lelaki itu memerah meredam amarahnya. Untuk itu Kyungsoo hanya bungkam bermaksud tidak menambah amarah Jongin.
"Mungkin jika kau tidak bersikap egois dengan mengabaikan Taerin mungkin Taerin tidak akan sampai seperti ini."
"Kau tau seberapa Taerin merindukanmu. Apa kau juga tau bagaimana Taerin yang selalu mengigau memanggil namamu ditidurnya? Apa kau juga tau bagaimana Taerin menangis ditidurnya dan terus menerus meminta maaf kepadamu disana. Apa kau tau semua itu? Jawab aku! Apa kau tau seberapa menderitanya Taerin selama kau tidak ada? Kau egois hanya memikirkan egomu saja!"
"Maafkan aku.." ucap Kyungsoo pelan. wanita itu menangis ketika mendengar ucapan Jongin. dia tidak tau akan seperti itu efeknya kepada Taerin.
Kyungsoo terus mengucapkan maaf dari setiap ucapan pedas yang dilontarkan Jongin kepadanya. Dia menyadari jika ini salahnya Taerin bisa masuk rumah sakit jadi Kyungsoo hanya bisa diam menerima segala amarah Jongin.
Namun amarah Kyungsoo tersulut ketika Jongin mengucapkan, "Kau tidak pantas dipanggil sebagai ibunya." Kyungsoo langsung mendongak menatap nyalang kearah Jongin.
"Aku tidak pantas dipanggil ibunya?" wanita itu mendengus. "Lalu kau sendiri memang apakah pantas dipanggil sebagai ayahnya? Jangan hanya karena kau bersikap selayaknya ayah selama bebrapa bulan ini jadi kau melupakan kesalahanmu selama ini. kemana kau saat aku mengandung Taerin? Kemana kau saat aku melahirkan Taerin dan kemana kau saat aku membesarkan Taerin mati-matian? KUTANYA KAU KEMANA SELAMA INI BRENGSEK! Jangan hanya menyalahkanku karena semua ini juga terjadi karenamu! Jika kau tidak tiba-tiba datang diantara aku dan Taerin mungkin aku dan Taerin tetap akan hidup bahagia seperti biasanya. Jadi jangan bersikap seolah-olah kau bersih disini Jongin!"
Dan kali ini giliran Jongin yang bungkam. Perkataan Kyungsoo barusan seperti menemparnya kembali. Dia melupakan jika semua ini berakar darinya. Andai saja jika dulu dia tidak menghambili Kyungsoo. Andai saja jika dulu dia tidak menyuruh Kyungsoo menggugurkan janin Taerin dan memintanya pergi. Andai saja dulu dia mau mempertanggung jawabkan perbuatannya. Andai saja jika dulu dia mencari mereka lebih awal. Atau andai saja jika dia tidak menemui Kyungsoo dan Taerin yang sudah bahagia bersama. Tapi sekali lagi, semua hanya perandaian yang tidak akan bisa Jongin ulang. Jadi jika semua diurutkan maka penyebab segala kekacauan ini adalah dirinya sendiri.
Hening kembali menerpa keduanya sampai pintu ICU dibuka oleh seorang dokter yang tadi masuk untuk menangani Taerin. Kyungsoo dan Jongin langsung berhamburan kearah dokter tersebut bergantian menanyakan bagaimana keadaan Taerin didalam.
Namun dokter tersebut hanya tersenyum maklum mendengar serentetan pertanyaan dari dua orang dihadapannya.
"Keadaan nona Taerin baik-baik saja tuan dan nyonya." Tenangnya yang membuat Kyungsoo dan Jongin seketika menghembuskan nafas lega.
"Nona Taerin hanya kedinginan karena terlalu lama terpapar air hujan namun selebihnya nona Taerin baik-baik saja setelah kami tangani."
"Apa saya boleh melihatnya dok?" tanya Kyungsoo.
"Tentu boleh, namun nona Taerin harus dipindahkan keruang rawat biasa dulu. Untuk itu silahkan tuan dan nyonya menyelesaikannya dibagian administrasi terlebih dulu."
Setelah mengetakannya dokter tersebut kembali masuk kedalam setelah berpamitan menyisahkan Kyungsoo dan Jongin berduaan diluar.
"Kau temani Taerin dulu, aku akan menyelesaikan administrasinya."
Kyungsoo hanya mengangguk mengikuti perintah Jongin yang kemudian pergi menuju bagian administrasi.
.
.
Jongin membuka pintu ruang rawat Taerin. Lelaki itu mendapati Kyungsoo yang memandang kearahnya ketika dia masuk, namun beberapa detik kemudian wanita itu kembali memusatkan perhatiannya kepada taerin yang masih tertidur diranjangnya.
Jongin berjalan mendekat lalu menaruh sebuah paper bag didepan Kyungsoo. Kyungsoo mengernyit menatap paper bag yang disodorkan oleh Jongin. wanita itu lalu memandang Jongin dengan penuh tanya. Saat Kyungsoo hendak membuka mulutnya, Jongin memotongnya terlebih dahulu.
"Itu baju gantimu. Gantilah baju dikamar mandi terlebih dahulu."
Kyungsoo menggeleng, "Tidak terima kasih." Wanita itu menolaknya membuat Jongin sedikit sebal karena sekali lagi Kyungsoo tidak memikirkan dirinya sendiri.
"Kau tidak mungkin menunggui Taerin sampai sadar dengan baju yang basah seperti itu kan Soo?"
Jongin bisa melihat Kyungsoo yang terlihat seperti sedang berfikir dan melihat kembali tampilannya yang bisa dibilang berantakan.
Untuk itu Jongin mengambil paper bag didepan Kyungsoo lalu menaruhnya ditangan wanita itu.
"Ganti bajumu. Setidaknya pikirkan juga kondisimu. Kau bisa terkena demam lagi jika memakai baju yang basah seperti ini. jika kau juga sakit lalu siapa yang akan menjaga Taerin nanti? Ganti baju dulu ya?" Jongin mencoba memberi pengertian kepada Kyungsoo. Membujuk wanita itu untuk mengganti bajunya. Dan bujukannya itu berhasil saat Jongin melihat kyungsoo yang menegakkan badannya lalu berjalan menuju kamar mandi. Namun saat Kyungsoo menyentuh knop pintu, tanpa berbalik wanita itu mengucapkan terimakasih kepada Jongin yang sukses membuat senyuman terbit dibibir lelaki beranak satu itu.
Jongin dengan senyum cerahnya menghampiri Taerin lalu mengecup pelipisnya sebelum berbisik,
"Kau akan mendapatkan ibumu lagi sayang. Ayah berjanji."
.
.
Kyungsoo keluar dari kamar mandi 15 menit kemudian. Hal pertama yang dilihatnya ketika membuka pintu kamar mandi adalah Taerin yang masih tertidur sedang Jongin terlihat sibuk membaca berita dikoran dengan kaki yang terlipat diatas sofa dipojok ruangan.
Kyungsoo memperbaiki dress yang dibelikan oleh Jongin sebelum kembali melangkahkan kakinya menuju ranjang Taerin. Wanita itu kembali mendudukkan dirinya lalu menggenggam erat tangan Taerin. Dilihatnya sekali lagi anaknya itu. Lagi-lagi rasa sesal kembali menggerogoti hatinya. Dia benar-benar menyesal membuat anaknya seperti ini.
Kyungsoo yang tenggelam dalam lamunannya sedikit tersentak ketika merasakan tangan Taerin bergerak digenggamannya. Refleks Kyungsoo berdiri untuk melihat Taerin yang sepertinya sudah hendak sadar.
"Taerin-ah.." panggil wanita itu lembut.
Jongin yang mendengar Kyungsoo memanggil Taerin lalu menghampiri keduanya.
"Ada apa dengan Taerin?" tanyanya khawatir. Kyungsoo yang mendengar suara Jongin menoleh kearahnya.
"Sepertinya Taerin akan bangun sebentar lagi."
"Benarkah?" kyungsoo hanya mengangguk dan kemudian kembali memusatkan perhatiannya kepada Taerin.
Keduanya kini bisa melihat bagaimana mata Taerin yang mulai terbuka perlahan-lahan. Hal itu sontak membuat Kyungsoo dan Jongin tersenyum senang karenanya.
"Taerin-ah.." sekali lagi Kyungsoo memanggil anak gadisnya.
Taerin yang masih setengah sadar langsung menoleh ketika mendengar suara Kyungsoo memanggilnya.
"Ibu.." panggilnya dengan suara pelan.
Kyungsoo mengangguk, "Iya sayang ini ibu. Ibu disini."
Mendengar itu Taerin langsung bangkit lalu memeluk Kyungsoo erat. Kyungsoo tentu terkejut dengan reaksi putrinya itu. Apalagi Taerin baru sadar dan pasti badannya masih lemas.
"Sayang jangan terlalu bergerak banyak dulu. Badanmu masih lemas." Ingat Kyungsoo. Namun Taerin tidak menjawab membuat Kyungsoo bingung hingga wanita itu mendengar isakan kecil dari Taerin.
"Hiks..."
"Taerin-ah, kau menangis?" Kyungsoo langsung melepas pelukan Taerin lalu membawa kedua tangannya untuk menangkup wajah Taerin yang dialiri oleh air mata.
"Kenapa menangis sayang? Ada apa? Katakan pada ibu." Namun Taerin menggeleng membuat Kyungsoo semakin bingung dibuatnya.
"Hiks.. ibu, maafkan Taerin bu." Ucap gadis itu disela isakannya.
Kyungsoo tersenyum mendengar ucapan gadis itu lalu kembali membawa gadis itu kedalam pelukannya.
"Hey sudah tidak apa-apa. Ibu juga minta maaf ya."
Taerin menggeleng kembali dipelukan Kyungsoo. "Ani. Ibu tidak salah apa-apa, disini Taerin yang salah karena meninggalkan ibu jadi maafkan Taerin bu. Taerin tidak akan nakal lagi seperti itu."
"Sttt... sudah sudah sudah. Ibu sudah memaafkanmu sayang, jadi sekarang Taerin tidak boleh menangis lagi oke?"
"Benarkah ibu sudah memaafkan Taerin?"
"Iya sayang."
"Terimakasih bu. Jangan tinggalkan Taerin lagi bu."
"Tidak sayang. Ibu tidak akan meninggalkanmu lagi."
Lalu keduanya larut dalam pelukan kebahagian. Jongin yang menyaksikannya ikut terharu. Lelaki itu sebenarnya ingin ikut menangis namun dia seorang lelaki disini apalagi disini dia seorang ayah jadi dia harus kuat tidak boleh cengeng untuk itu Jongin menyalurkan keharuannya itu dengan tersenyum lembut memandang bahagia kearah kedua malaikatnya tersebut.
Taerin yang masih asik memeluk ibunya merasakan seseorang seperti memandang terus kearahnya. Gadis itu lalu mendongak dan sedikit tersentak ketika mendapati ayahnya sedang berdiri sembari memandang kearahnya.
Kyungsoo yang merasakan Taerin tersentak lalu melepaskan pelukannya. Wanita itu memberikan jarak antara tubuhnya dan Taerin bermaksud melihat wajah anaknya.
"Sayang ada apa?" tanya Kyungsoo. Namun Taerin tidak menjawab dan malah memandang lurus kearah belakang Kyungsoo. Kyungsoo yang penasaran pun akhirnya memilih mengikuti arah pandang Taerin. Dan Kyungsoo melihat Jongin berdiri disana. Kyungsoo bingung kenapa Taerin seolah kaget dengan kehadiran Jongin disini.
"A-ayah?"
"Bagaimana ayah ada disini?" tanya Taerin sedikit takut.
Jongin lalu berjalan mendekat membuat Taerin memberingsut mendekat kearah Kyungsoo.
"Hai anak nakal, kenapa kau kaget ayah disini? Kau tidak menyangka ayah menemukanmu yang kabur dari rumah ya?"
"Kabur?" tanya Kyungsoo bingung. Sementara Jongin hanya mengangguk menjawab pertanyaan Kyungsoo.
"Ya, nona muda ini kabur dari pagi dari rumah dan membuat seluruh penjaga serta maid pusing mencarinya. Bahkan aku langsung terbang dari Jepang karena takut ada apa-apa dengannya." Jelas Jongin.
Sementara Taerin sendiri hanya bisa bersembunyi dibelakang Kyungsoo.
"Ayah maafkan Taerin. Taerin hanya ingin bertemu dengan ibu saja. Sungguh Taerin tidak bermaksud kabur dari rumah." Jelasnya.
Jongin mendekat lalu menepuk pelan pucuk kepala Taerin.
"Hey, jangan ulangi lagi. ayah benar-benar menghawatirkanmu."
Taerin mengangguk, "Hm, Taerin janji tidak akan mengulanginya. Tapi maafkan Taerin dulu."
"Ayah sudah memaafkanmu. Sudah sini peluk ayah dulu."
Dan Taerin langsung berhamburan memeluk ayahnya. Ya bagaimana pun dia merindukan ayahnya karena dua hari ini dia tidak bertemu dengan ayahnya. Dan lagi dia juga bahagia karena disini juga ada ibunya. Untuk itu Taerin lalu melepas pelukan ayahnya.
"Ibu ayo kita berpelukan bersama." Ucap Taerin bersemangat. Namun sepertinya Kyungsoo menolak membuat Taerin melunturkan senyumnya.
"Sayang ibu ti_"
"Aku hanya ingin merasakan memiliki keluarga yang utuh, apa salah bu?" potong Taerin.
Kyungsoo yang tidak tega akhirnya dengan ragu ikut mendekat dan ikut berpelukan bersama dengan Taerin dan Jongin. taerin tersenyum senang saat dirinya berada ditengah-tengah kedua orang tuanya.
"Aku mencintai kalian, ayah ibu.." dan ucapan itu membuat kedua hati orang dewasa disana menghangat. Sungguh hanya perlu hal kecil seperti ini untuk merasakan sebuah kebahagiaan.
.
.
.
.
.
Tebece
.
.
.
.
.
Yuhuuuuu, ketemu baby vee lagi... up asap yess.. anggep pengganti kenapa baby vee gak up 10 hari. Jangan bahas dikitnya karena emang ini dikit. Chap besok lagi baby vee coba banyakin dahhh...
Oh ya sebenrnya banyak yang mau baby vee omongin chap kemarin, cuman baby vee udah keburu sebel sama ffn jadi udah deh baby singkat aja. Untuk masalah mau end emang ini mau end dan baby vee udah buat ff baru buat ganti ini, tapi masih dirahasiain tunggu ff ini kelar sama ff satu juga hampir kelar entar baru baby vee publish. Jujur ngerjain dua ff itu susah pakek banget karena apa baby vee kadang salah nulis cerita kayak ini waktu ngetik masak iya baby vee jadi ngetik yang die for you :v udah ahhh jangan dibahas kesel entar baby vee jadinya udah ngetik banyak ehhh salah kan sebel..
Oh ya, thanks buat yang review chap kemarin, dikit ya gak kayak biasanya tapi biarin dah gpp penting ada yang review :D
Akhir kata, see you next chap, love you :* bye-byee...
.
Thank's to (Chap 6)
zoldyk ... ndsookai ... wulankai500 ... ripusi1288 ... sara jong ... Rizkinovitasarii ... dinadokyungsoo1 ... Nara ... deaacn ... Krispykriss ... Eunmi88 ... Lovesoo ... karifka1201 ... BubbleXia ... kimkaaaaai ... Sleepyinsomniacx ... lovekaisoo ... anindyakp ... T.a ... khusnulkhatimah952 ... ayudesy1222 ... misslah ... dhyamanta1214 ... Guest (1) ... Gita7702 ... channiemolly ... Siti Aisyah648 ... Loyh ... Menma ... Dea ... itsrain222 ... 21hana ... Ahan2021 ... dohchoco ... ditha ... ssuhoshnet ... ryaauliao ... XOXO178 ... kyungkyung ... Yoon Hwa Young ... KittiToKitti ... Park RinHyun-Uchiha ... Guest (2) ... Kimkkkkkkk ... akaindhe
.
Thank's to (Chap 7)
ripusi1288 ... detiandini45 ... misslah ... KittiToKitti ... itsrain222 ... Nara ... TulangRusuknyaDyo ... ryaauliao ... kjongsoo1214 ... sara jong ... 1214 ... Dea ... channiemolly ... ndsookai ... kimkaaaaai ... khusnulkhatimah952 ... dinadokyungsoo1 ... Park RinHyun-Uchiha ... kyungiee ... BubbleXia ... Guest ... Lovesoo ... wulankai500 ... ssuhoshnet ... dhyamanta1214 ... nadoxoxo ... 21hana ... Youta Mo ... kim gongju
.
p.s : kuy abis baca ini baca Die For You, baby vee up barengan lhooo^^,
