Hal pertama yang Taerin lihat ketika membuka pintu adalah bagaimana ibunya yang dengan luesnya membereskan perlengkapannya.

"Sudah selesai ganti bajunya?"

Taerin mengangguk dan tersenyum, "Sudah bu."

"Baiklah tunggu ayahmu sebentar lalu kita pulang setelah ibu selesai membereskan ini." taerin mengangguk lalu duduk disofa sebelah ibunya yang mengepak perlengkapannya.

Tadi pagi, saat dokter mengecek keadaannya dia bilang bahwa Taerin sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang setelah menghabiskan infusnya. Tentu hal itu disambut baik oleh Kyungsoo dan Jongin. siangnya setelah infusnya habis, perawat datang untuk melepas infusnya dan Taerin bersiap untuk kembali kerumah.

Ayahnya pergi untuk mengurus masalah administrasi sedang ibunya membereskan baju-baju yang dibawa ayahnya padahal dia hanya tidur disana satu malam tapi ayahnya membawakan satu tas baju yang bisa dipakai untuk seminggu kedepan. Taerin mendengus ketika mengingat bagaimana ayahnya yang terlihat begitu konyol dengan tas-tas berisi perlengkapannya tadi malam.

Ah, Taerin juga merasa senang karena dari kemarin ibunya terus berada disampingnya. Ibunya yang dulu lembut dan penuh kasih sayang kini sudah kembali lagi. sungguh Taerin tak memiliki hal yang paling membahagiakan kecuali sekarang dia bisa berada diantara ibu dan ayahnya.

15 menit kemudian ayahnya muncul dari balik pintu dan mengajak mereka untuk segera turun. Dia meminta maaf karena terlalu lama. ayahnya memberi alasan jika dia mengambil mobilnya diparkiran dulu untuk dibawa kedepan pintu masuk agar tidak menyusahkan Taerin dan Kyungsoo nantinya.

Taerin dengan dituntun ibunya akhirnya bisa memasuki mobil. Sementara ayahnya menaruh barang-barangnya dibagasi. Dan satu hal lagi yang membuat Taerin bahagia adalah ibunya akan ikut pulang kerumah ayahnya.

.

Setelah membantu Taerin masuk kedalam mobil dan duduk dikursi bagian belakang. Kyungsoo segera memutar bermaksud untuk duduk dibangku bagian depan. Kyungsoo melihat Jongin yang duduk didepan kemudi dengan menatapnya dan Kyungsoo tersenyum membalasnya.

Ditariknya pintu mobil. Saat hendak masuk kedalam, tiba-tiba Kyungsoo merasa sebelah tangannya ditarik dari arah berlawan dengan cukup keras. Kyungsoo langsung menoleh dan wajahnya langsung memucat ketika mendapati siapa yang menarik sebelah tangannnya.

"Ayo pulang!" ucap sosok itu tegas.

Keringat dingin mulai keluar dari dahi Kyungsoo. Tangannya yang digenggam dengan erat mulai bergetar. Raut wajahnya semakin memucat melihat betapa garangnya ekspresi kakaknya.

"O-oppa.." gugup Kyungsoo. Tapi bukannya mengasihani wajah memucat Kyungsoo, Seungsoo segera menarik kasar adiknya itu membuat Kyungsoo menjauh dari mobil Jongin. tentu Kyungsoo tidak langsung menurut dibawa, wanita itu jelas terlihat memberontak dengan menarik tangannya dan memberhentikan kakaknya untuk membawanya lebih jauh.

"Oppa tunggu, jangan begini oppa!"

Seungsoo menulikan telinganya akan permohonan adiknya untuk melepaskan cekalan tangannya dan berhenti untuk menyeret tangan adiknya. Bahkan Seungsoo tetap menyeret tubuh mungil adiknya meski mendengar tangis adiknya yang mulai pecah. Entah kenapa kali ini Seungsoo seolah tidak mengiba sama sekali meski mendengar bagaimana adiknya yang menangis sembari memohon.

Tepat sekitar 5 meter Seungsoo menyeret Kyungsoo menjauh dari mobil Jongin. tiba-tiba seseorang menghadang tepat didepannya bermaksud menghentikan tindakannya menyeret Kyungsoo.

"Tunggu dulu Seungsoo-ssi anda ingin membawa Kyungsoo kemana?" cegah Jongin.

Seungsoo mendengus melihat Jongin didepannya. Dia sudah terlanjur tidak menyukai Jongin meski dia mendengar seperti apa kebaikan lelaki itu untuk anaknya bersama Kyungsoo, tapi yang jelas Seungsoo tidak menyukainya. Sama sekali tidak menyukainya. Jangankan untuk menyukainya, menatap wajahnya seperti sekarang saja rasanya Seungsoo malas.

"Apa urusanmu? Urus saja urusanmu sendiri jangan ikut campur masalah keluarga kami." Ketus Seungsoo berniat menarik Kyungsoo kembali namun urung karena tangannya dicekal oleh Jongin. dengan segera Seungsoo menghempaskan dengan kasar tangannya yang dicekal oleh Jongin.

"Brengsek, jangan pegang aku dengan tangan laknatmu itu."

Seluruh orang yang berada didepan rumah sakit seketika berkerumun dan menonton dari kejauhan. Kyungsoo yang menyadari hal itu mendekat kearah kakaknya yang sedang saling lempar tatapan sengit dengan Jongin.

"Oppa, hentikan. Semua orang melihat kearah kita." Ingat Kyungsoo. Namun rasanya ucapan Kyungsoo itu percuma karena bukannya berhenti, Seungsoo malah semakin membuat keributan.

Bugh!

Kyungsoo seketika menutup mulutnya saat melihat kakaknya dengan tiba-tiba memukul Jongin dan membuat lelaki itu oleng seketika.

"Ya tuhan Jongin." teriak Kyungsoo. Wanita itu hendak menghampiri Jongin yang terduduk ditanah dengan luka dibagian sudut kanan bibirnya. Namun gerakan refleks Kyungsoo itu bisa dibaca Seung sehingga Seungsoo menghalangi Kyungsoo.

"Diam disini dan jangan mencoba menolong bajingan itu."

Dan setelah mengucapkan itu, Seungsoo langsung berlari dan menerjang Jongin. mendudukinya dan memukulnya bertubi-tubi membuat seluruh orang menjerit histeris melihat bagaimana Jongin tergeletak tak melawan ataupun membalas hantaman Seungsoo.

Kyungsoo menangis semakin keras melihat bagaimana hancurnya wajah Jongin. seungsoo sepertinya benar-benar melampiaskan amarahnya dengan baik dan hal itu didukung dengan Jongin yang terlihat pasrah dengan segela tinjuannya.

Sampai beberapa menit kemudian, security datang dan mulai memisahkan keduanya. Awalnya memang susah karena meski sudah berhasil dipisahkan sekalipun Seungsoo tetap bernafsu untuk mengahabisi Jongin. bahkan lelaki itu tak segan menendang bagian tubuh Jongin yang didapat digapainya.

"Sial, kenapa kalian memisahkanku. Bajingan itu pantas mendapatkannya. Bahkan mungkin hal itu kurang." Maki Seungsoo. Sementara security yang menyeretnya hanya diam tak mengacuhkan segala racauan dari mulut Seungsoo yang terus memaki.

Kyungsoo bersimpuh disebelah Jongin. dengan tangan gemetar Kyungsoo menangkup wajah babak belur Jongin.

Wanita itu menelan ludahnya kasar, "J-jongin-ah.."

Mata sayu Jongin sedikit terbuka ketika mendengar suara halus Kyungsoo memanggilnya. Jongin tersenyum kecil melihat ternyata benar Kyungsoo yang berada dihadapannya.

"Aku baik-baik saja." Ucap Jongin terbata ketika melihat Kyungsoo menumpahkan air matanya tanpa suara.

Dengan perlahan Jongin membawa sebelah tangannya menuju pipi Kyungsoo dan menghapus air mata disana dengan hati-hati.

"Jangan menangis. Aku sakit jika melihatmu menangis."

Sedang Kyungsoo sendiri tangisannya semakin menjadi ketika merasakan betapa lembut Jongin menghapus air matanya. Air matanya seolah luruh begitu saja karena Jongin. hatinya semakin teriris melihat bagaimana Jongin yang mencoba tersenyum meski Kyungsoo tau bagaimana sakitnya tubuh Jongin. dan Kyungsoo kehilangan kata-katanya untuk itu.

Kyungsoo yang masih tenggelam dalam tangisnya tiba-tiba merasa kehilangan ketika merasakan tangan Jongin hilang dari sebelah pipinya.

Wanita itu melirik dari balik matanya yang berair dan menemukan Jongin yang tergeletak tak sadarkan diri dipangkuannya. Seketika panik melanda dan membuat Kyungsoo berteriak seperti orang kesetanan. Dan Kyungsoo bersyukur mereka berada diareal depan rumah sakit sehingga dengan cekatan perawat membantu Kyungsoo untuk membawa Jongin menuju ICU.

.

.

Kyungsoo mengerang sakit ketika pantatnya membentur lantai. Didepannya Seungsoo berdiri dengan angkuh dan penuh kebencian.

"Berapa kali kubilang jangan mendekati siberengsek itu lagi. tapi kenapa kau malah bersama dengannya dan anak sialannya itu dari kemarin. Kemana otakmu Soo! Kau itu bodoh tuli atau tolol sebenarnya." Gelegarnya. Sedang Kyungsoo sendiri menggelengkan kepalanya menolak segala ucapan yang dilempar oleh Seungsoo.

"Jadi sekarang kau diam disini dan tidak boleh kemanapun sampai nanti si brengsek dan anak sialannya itu berhenti berusaha menemuimu."

Seungsoo langsung pergi dan mengunci pintu kamar Kyungsoo. Dengan segera Kyungsoo berdiri, namun wanita itu terlambat karena pintunya sudah ditutup bahkan dikunci dari luar oleh kakaknya.

"Oppa! Kumohon buka pintunya. Aku harus bertemu dengan Jongin dan Taerin. Oppa kumohon!" teriak Kyungsoo.

Wanita itu terus berteriak meskipun percuma karena Seungsoo tetap tidak menampakkan tanda untuk membuka pintu kamarnya. Namun Kyungsoo tidak gentar dan tetap menyuarakan isi hatinya.

"Oppa, kumohon. Aku ingin bertemu dengan anakku, hiks."

Sampai Kyungsoo kehilangan tenaganya untuk berteriak dan memukul-mukul pintunya Seungsoo tetap tidak datang untuk membukakan pintu.

.

.

Taerin memajukan tubuhnya ketika melihat pergerakan dari tubuh ayahnya. Dan matanya berbinar ketika melihat kelopak mata ayahnya mulai terbuka secara perlahan-lahan.

"Ayah~" panggilnya.

Jongin menggulirkan atensinya kearah suara buah hatinya yang memanggil dengan lirih. Lelaki itu tersenyum kecil membuatnya mendesis sakit karena merasa wajahnya yang terasa begitu sakit.

Dan saat melihat bagaimana raut wajah panik bergelantung dimuka anaknya. Jongin segara berkata, "Ayah tidak apa-apa" untuk menenangkan anaknya.

Keduanya terdiam, sama-sama sibuk dengan pikiran masing-masing. Jongin tidak tau jelas apa yang sedang dipikirkan oleh putrinya itu hanya saja dia bisa melihat bagaimana sendunya aura yang menguar disekitar Taerin seolah-olah gadis itu tengah berduka kini.

Sedang Jongin sendiri tengah menggali ingatannya dan mengingat-ingat bagaimana dia bisa berada disini. Lelaki itu mulai merajut satu persatu serpihan memorinya tentang kejadian kemarin sampai sebuah nama terlintas dikepalanya. Kyungsoo.

Terakhir yang diingat Jongin adalah dia babak belur karena ingin menghalangi kakak Kyungsoo membawa Kyungsoo. Dia tidak tega melihat Kyungsoo yang meringis kesakitan karena tangannya diseret paksa oleh kakaknya itu. Sedang dilain sisi dia juga harus mempertahankan Kyungsoo untuk Taerin putrinya dan juga dirinya sendiri.

Bahkan dia tidak melawan sama sekali ketika kakak Kyungsoo memukulnya karena Jongin hanya ingin kakak Kyungsoo menyalurkan kekesalannya saat itu. Jongin sendiri juga merasa patut untuk mendapat luka-luka ini karena bagaimanapun dialah dalang dibalik hancurnya hidup Kyungsoo selama ini.

"Taerin-ah, ibumu dimana?"

Taerin mendongak ketika mendengar ayahnya memanggilnya, namun dengan cepat gadis itu menundukkan kepalanya kembali ketika mendengar pertanyaan dari ayahnya.

Jongin menyadari ada yang tidak beres saat ini karena terlihat jelas dari tindak tanduk dari taerin.

"Ada apa?" tanya Jongin. namun Taerin hanya melempar tatapan ragu kepada ayahnya. Namun Jongin hanya memberi senyum maklum dan menyuruh Taerin lebih halus lagi agar mau bercerita.

"Bicaralah. Ayah tau pasti ada yang tidak beres. Apa yang terjadi dengan ibumu sebenarnya Taerin-ah.."

"Sebenarnya.." Taerin melirik Jongin ragu namun Jongin segera melemparinya dengan senyum membuat Taerin menghembuskan nafasnya dan memulai ceritanya.

"Sebenarnya, tadi setelah ayah dibawa ke ICU, kakak ibu datang lagi dan menyeret ibu pergi. Ibu menolak namun ibu tidak bisa melawan karena tubuh ibu lebih kecil dan tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan oleh kakak ibu."

"Lalu Taerin tidak mencoba menolongnya?"

Taerin menggeleng dengan cepat, "Tidak. Taerin sudah mencoba menolong dan mempertahankan ibu untuk tinggal namun sekali lagi, taerin kalah ketika kakak ibu mendorong Taerin hingga jatuh. Bahkan ibu menangis semakin keras ketika diseret dibawa pergi."

Darah jongin tiba-tiba mendidih rasanya ketika mendengar ucapan anaknya yang mengaku didorong oleh Seungsoo. Jongin mungkin diam jika dia yang diperlakukan seperti itu, namun jika anaknya yang disakiti maka Jongin akan maju paling depan untuk melawan orang itu.

Jongin segera saja hendak bangkit dari tidurnya namun saat ditengah-tengah lelaki itu mengerang ketika merasakan sakit yang teramat dibahu sebelah kanannya.

"Ayah!" pekik taerin ketika melihat bagaimana Jongin mengerang kesakitan. Gadis itu bingung sendiri melihat bagaimana ayahnya mengerang sakit. Jadi taerin segera membawa ayahnya kembali berbaring ketempat semula.

"Ayah mau kemana sih! Ayah tau, ayah itu tidak boleh banyak bergerak dulu karena bahu ayah mengalami cidera."

"Ayah hanya ingin kerumah ibumu."

Taerin mengehembuskan nafas berat, "Jika kondisi ayah seperti ini bagaimana ayah akan menghadapi kakak ibu? Setidaknya ayah harus sembuh terlebih dahulu baru ayah bisa datang kerumah ibu."

Dan Jongin sepertinya membenarkan ucapan dari Taerin. Bagaimana dia bisa herdapan dengan Seungsoo jika keadaannya semenyedihkan ini. bisa-bisa bukannya dia pulang dengan Kyungsoo digandengannya malah dia akan kembali masuk rumah sakit kembali.

Oke sepertinya Jongin harus menunda misinya untuk membawa Kyungsoo selama beberapa hari kedepan.

.

.

Kyungsoo hanya menatap datar pintu kamarnya yang diketuk dari luar. Wanita itu duduk diatas kasur dengan kaki yang ditekuk kejajar dengan dadanya. Dia terus dalam posisi seperti itu selama seminggu kebelakang.

Kakaknya benar-benar mengurungnya. Mungkin awalnya Kyungsoo akan menangis dan memohon untuk dilepaskan, namun 3 hari kebelakang Kyungsoo hanya diam karena merasa percuma dengan tindakannya karena kakaknya benar-benar berlaku tega kepadanya.

Pintunya hanya dibuka sedikit lalu ditaruhkan makanan yang sama sekali Kyungsoo tidak sentuh. Selama seminggu ini Kyungsoo hanya meneguk air sebagai asupannya sehingga tidak heran berat badannya tiba-tiba jatuh.

Namun kali ini Kyungsoo tidak mendengar suara pintu dibuka melainkan suara seorang gadis yang berbisik didepan daun pintu.

"Auntie... auntie bisa mendengarku? Ini Jessy."

Dengan segera Kyungsoo mendongak dan berlari secepat kilat kearah pintu. Wanita itu menyandarkan tubuhnya dan memukulnya keras-keras.

"Jessy Jessy Jessy, tolong tolong auntie. Tolong auntie keluar disini, auntie mohon." Sekali lagi Kyungsoo menangis. Dia benar-benar frustasi karena seluruh isi rumahnya ini berada dikubu kakaknya. Membuat Kyungsoo kehilangan harapan untuk pergi menemui Taerin dan Jongin. namun saat mendengar suara jessy diluar, seketika Kyungsoo merasa seperti mendapat pencerahan.

"Shhttt, kumohon auntie jangan berteriak nanti orang-orang akan mendengar jika aku kemari karena dad melarang aku kemari."

Kyungsoo mengangguk, "Ya, auntie akan berbicara lebih pelan. tapi taerin apa kau bisa membebaskan auntie sekarang?"

"Aku tidak yakin namun jessy akan mencoba. Tapi sebelumnya jessy memiliki sebuah berita untuk auntie."

Kyungsoo mengernyit, "Berita apa?"

"Emm, ini tentang Taerin dan ayahnya."

"A-ada apa dengan taerin dan ayahnya, Jessy? Katakan kepada auntie ada apa?"

"Mereka ada disini. Lebih tepatnya ada diluar teras depan."

Kyungsoo membelalakkan matanya tidak percaya. "B-benarkah?"

"Ya, jadi jessy kemari berniat membantu auntie untuk keluar sehingga bisa menemui mereka. Auntie tunggu sebentar, jessy akan mencari cara untuk mengambil kunci dari kepala pelayan."

Kyungsoo berdiam diri ketika Jessy menghilang. Wanita itu terus berdiri mondar-mandir karena cemas. Dia cemas dengan keadaan Taerin dan Jongin diluar sana. Dia takut akan terjadi apa-apa dengan anak dan ayah anaknya itu.

Sampai beberapa menit kemudian, terdengar suara kunci pintu diputar dan pintu dibuka perlahan. Kyungsoo menoleh dan mendapati Jessy berdiri dengan senyum yang cantik diwajahnya. Seketika Kyungsoo langsung berhamburan kearah pintu yang dibuka.

"Ya tuhan, jessy terimakasih." Ucap Kyungsoo sembari memeluk keponakannya itu. Jessy hanya mengangguk dan menepuk pundak Kyungsoo pelan.

"Ya, sekarang auntie segera turun karena daddy berniat mengusir mereka. Jadi auntie harus cepat."

Kyungsoo mengangguk dan berlari secepat kilat menuruni tangga. Bahkan wanita itu menuruni tangga dengan 2 tangga sekali gus agar cepat.

Jessy yang melihat dari depan kamar Kyungsoo hanya bisa tersenyum. Gadis itu sedikit lega karena setidaknya dia bisa membantu Kyungsoo meski sekali saja.

"Good luck Aunt." Lirihnya.

.

.

.

.

.

TeBeCe

.

.

.

.

.

Hayyyyy *senyum-senyumkayakkagakpunyadosa*

Oke baby vee tau ini terlalu lama. iya emang lebih dari 2minggu kok. Baby vee juga tau kalo ini pendek. Sekali malah, huft u,u

Sebelumnya baby vee mau mintak maaf karena telat banget upnya. Baby vee punya banyak banget masalah belakang ini. masalah pertama baby vee itu tugas! Dah itu musuh terbesar. Bayangin aja baru kelar satu tugas dah muncul tugas lain, kan kesyel. Terus masalah kedua baby vee itu males XD penyakit males itu emang susuh banget ilangnya dan sebenernya ide itu banyak waktu baby vee mikir dijalan tapi giliran baby vee duduk didepan leptop ide itu ilang entah kemana, dan sekali lagi itu bikin kesel.

Jujur sebenernya baby vee niat nyeselain tulisan chap ini kemarin pulang kuliah karena kebetulan baby vee dapet ide kayak apa waktu berangkat kuliah. Tapi rencana cuman rencana, baby vee kenak musibah kemarin. Ya ampun, kemarin baby vee itu ada kuliah subuh dan waktu keluar kelas jam 8 pagi kalian tau baby vee dapet berita apa? Baby vee dapet berita rumah baby vee kebakaran. Dan baby vee suruh segera pulang. Seketika ide ide baby vee yang udah direncanain buat lanjutannya hilang begitu saja. Dan yang paling buat nyesek baby vee itu yang kebakar ternyata kamar baby vee doang. Barang-barang baby vee habis semua dan jangan tanyakan exo sfuffnya baby vee karena udah hilang jadi debu. Hiks sedih. Bahkan jas almamater baby vee lenyap tak bersisa tinggal gantungannya doang. Kan kesel. Dan yang paling bikin baby vee pingin nangis itu tiga hal. Satu D.o nya baby vee sudah melebur semua TT kedua, hellokittynya baby vee juga habis semua hiks nyesek kalo inget mana ada boneka dari mantan lagi, ketiga leptop baby vee ikut kebakar, bahkan udah ringsek pinggirannya tapi untung masih bisa dipakek dan baby vee lega saat itu juga, karena kalo enggak kenak mungkin baby vee bakalan hiatus dari ffn karena baby vee kagak suka nulis di hp, gak seleluasa nulis dileptop. Tapi untung lah kayaknya allah masih sayang baby vee.

Uhhh panjang ya curhatannya baby vee XD udah ah curcolnya. Thanks yang mau negbaca curcol baby vee ;)

Emmm, buat yang review chap kemarin thanks ya. See you next chap, love you :* byee-byee~

.

Thank's to :

nadoxoxo, Loyh, Lovesoo, sara jong, kjongsoo1214, ucrittri, ripusi1288, ndsookai, Nara, detiandini45, itsrain222, KittiToKitti, anindyakp, ssuhoshnet, SFA30, kyunginsoo, Ahan2021, ryaauliao, BaekNoona, AyyuChoi, dinadokyungsoo1, 1288, Mbul, dhyamanta1214, XOXO178, Park RinHyun-Uchiha, wulankai500, chenma, Sofia Magdalena, BubbleXia, Insoo1288, hamidah, ayudesy1222, Cimolah, Guest, firafitriy, kyungkyung

.

Ps : yang nanya Taerin punya adek enggak, jawabnnya chap besok yakkk :*

pss : Yang pengen kenalan sama baby vee bisa pm terus mintak pin bb or wa entar kita bisa chat bareng ;) kalo mau kalo kagak mau ya udah XD