Never Ever Love

Adaptation from manga with the same title

Cast :

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Kai

Genre:

Romance

Yaoi

School life

Chapter 2

Keesokan harinya Baekhyun berangkat sekolah dengan tampang cemberut dan kesal. Baekhyun lalu bertemu Kai didepan gerbang sekolah.

"Selamat pa...gihh.." sapa Baekhyun yang masih merasa kesal.

"Apa kau masih marah soal kemarin?" tanya Kai.

"Hah? Aku tidak marah. Kenapa aku harus marah? Apalagi karena orang menyebalkan itu!" suara Baekhyun saat mengatakannya perlahan-lahan meninggi.

Dia dan Kai berjalan memasuki gerbang sekolah. Setelah memasuki gerbang, tak sengaja Baekhyun melihat Chanyeol yang sudah dikerubungi banyak siswi.

"Selamat pagi Chanyeol-ah," sapa salah seorang siswi yang ikut mengerubungi Chanyeol.

"Chanyeol-ah wajahmu sangat indah walaupun masih pagi begini." puji salah seorang siswi diantara mereka.

"Wah sepertinya Chanyeol adalah orang yang selama ini ingin kau impikan tapi sepertinya untukmu itu tidak akan tercapai," kata Kai sambil melihat Chanyeol.

Mendengarnya saja sudah membuat Baekhyun marah dan kehilangan akal. Langsung saja dia mencari-cari sesuatu.

Hah! Itu dia! pikir Baekhyun

Baekhyun langsung melempar Chanyeol dengan segenggam kotoran yang diambilnya tadi. Kotoran itu mengenai baju seragam di pundak kiri Chanyeol.

"Rasakan itu... jadi sekarang orang itu terkena pup di pundaknya. Dan mulai hari ini namanya adalah p-" Buagh! Baekhyun terkena lemparan tas milik salah satu siswi yang mengerubungi Chanyeol. Mereka langsung mengepung Baekhyun dan memberinya pukulan bertubi-tubi.

"Kau- jangan bercanda! Memangnya kau ini siapa? Bisa-bisanya menganiaya Chanyeol"

"Dasar pup bodoh,"

"Mati saja sana,"

Baekhyun dicecar dan dipukuli oleh siswi-siswi itu. Tapi tiba-tiba Chanyeol menepuk salah satu siswi disitu.

"Ini bukan apa-apa. Aku baik-baik saja sekarang," Chanyeol berbicara dengan senyum lembut dan mendekatkan dirinya pada siswi itu.

Siswi itu terpesona dengan Chanyeol.

"Wah Jihyo sudah takhluk padanya,"

"Aku sangat iri!"

Mereka mengabaikan Baekhyun dan masih terpesona dengan Chanyeol.

"... ya kan, pup bodoh?" Chanyeol menyeringai pada Baekhyun yang sudah tengkurap tak berdaya sehabis dipukuli oleh para siswi itu.

"Sudah kuduga kau ingat! Dasar bre- Augh.." Baekhyun terkena pukulan tas lagi.

"Bukankah kami sudah menyuruhmu diam!" ucap salah satu siswi itu.

Chanyeol sudah menjadi idola di sekolah sekarang. Dimana-mana selalu saja ada siswi yang mengerubunginya ataupun hanya mengintipnya dengan pandangan terpesona. Sedangkan Baekhyun hari itu lesu dan menidurkan kepalanya di meja kelas. Baekhyun berpikir kalau Chanyeol hanya menunjukkan sisi jahatnya padanya.

"Sangat iri..."

"Baekhyun, kau benar-benar terkenal sekarang ya, ya kan...? ejek Yua, teman sekelasnya. Yah Baekhyun terkenal karena julukan pup itu.

"Diam!" Baekhyun benar-benar mau menghilang saja.

"Tapi sebelum soal pup itu, sebenarnya kau itu sudah menjadi pengganggu untuk semua siswi di sekolah ini." Karena kebiasaan Baekhyun yang suka merayu siswi-siswi di sekolah membuatnya menjadi pengganggu.

"Jae in, tahu tidak ...?"

"Tadi aku mendengar kalau Jihyo sunbae dari kelas tiga memanggil Chanyeol ke atap sekolah untuk menyatakan cinta." kata Eunji, salah satu teman sekelas Baekhyun.

Baekhyun yang mendengar itu langsung mengakkan kepalanya dari meja.

"Kau serius?! Kalau Jihyo sunbae menyatakan cinta dan Chanyeol menerimanya akan jadi gawat."

"...Hey.." Baekhyun sudah berdiri dihadapan kedua siswi tadi.

"Eunji apa yang kau katakan tadi?"

"Aku bilang kalau Jihyo sunbae mau menyatakan cinta, baekhyun si pup."

"Aku bukan pup! Ehm maksudku tempat yang tadi kau katakan."

"Ah itu, dia memanggilnya ke atap sekolah, itu kan yang kau maksud..."

Baekhyun membelalakkan matanya. Atap sekolah dan Chanyeol. Dua kombinasi yang buruk.

Di atap sekolah.

Chanyeol berhadapan dengan Jihyo yang akan menyatakan cinta padanya.

"Chanyeol...aku tahu kamu baru pindah ke sekolah ini..."

"...Sebenarnya meskipun aku tidak mendapat jawaban apapun darimu, aku mulai menyukaimu..."

"...Ji-jika kau mau, bisakah kita berteman?"

Karena Chanyeol yang hanya diam saja, Jihyo pikir Chanyeol menolaknya dan hanya memintanya berteman.

"Ummm...Chanyeol...?" Panggil Jihyo karena Chanyeol masih saja terdiam.

Klek. Suara pintu atap sekolah terbuka.

"HAAA!" Baekhyun datang dengan muka merah dan tersenggal-senggal seperti habis berlari. Dia langsung memegang pundak Chanyeol.

"Ohhhh... Jihyo sunbae kau masih cantik seperti biasanya," senyum Baekhyun.

"Maaf mengganggu kalian tapi seonsaenim memanggilmu tadi Chanyeol,"

Baekhyun lalu mendorong Chanyeol untuk berjalan keluar dari atap sekolah.

"E-eh...tapi..." Jihyo memanggil mereka.

"Maaf Jihyo sunbae sepertinya kalian tidak bisa pacaran sekarang," kata Baekhyun tersenyum sambil menutup pintu. Setelah itu raut mukanya berubah serius.

"Oi... sekarang bagaimana? Semuanya sudah selesai bodoh... apa kau baik-baik saja?"

Chanyeol memegang pundak Baekhyun dan menyandarkan keningnya disana. Baekhyun terlihat terkejut.

"...Tidak...Aku tidak baik-baik saja..."

Dan...

TBC

Oke karena gak ada review apapun jadi dengan terpaksa ff ini akan kuhapus kalau misalnya chapter ini gak nyampe 10 review. So please review, follow and favorite ya.