Summary:

Bagaimanapun juga akan kubalas orang yang telah membunuh Hani. Akan kubuat dia menyesal dan tak sanggup untuk hidup lagi...

...

Sebelumnya...

Sehun menatap Luhan dari dia di depan sampai Luhan berjalan ke belakang. Jadi ini Xi Luhan, ternyata tipe polos di depan tapi busuk di belakang. Sehun tersenyum evil dengan mata penuh kebencian...

Title: Misunderstanding

Rate M

Pairing HunHan. YAOI

Ch 2

...

Istiraharat siang...

"Luhan.. Masih ingat aku tidak?", Chanyeol bertanya sambil berjalan ke arah Luhan.

"hmm, kamu Chanyeol pacarnya Baekki ya?"

"Iya, kamu masih ingat sama aku?padahal aku sudah memanjangkan rambut sekarang"

"Aku mengingat dari suaramu, Yeol"

"Untung saja kamu masih mengingatku, tadi Baekkie line aku. Aku disuruh menjagamu katanya"

"Menjagaku dari siapa? Dia terkadang suka berlebihan Yeol"

"Iya dia memang terlalu over protective Lu, tapi hanya dia yang membuatku menyukai pria"

"Haha, Baekkie memang seperti itu"

Sehun yang duduk dua kursi di depan Luhan mendengar pembicaraan Luhan dengan Chanyeol hanya tersenyum dingin. Sehun lalu berjalan menuju kursi tempat Luhan dan Chanyeol duduk

"Yeol, aku mau pulang absenin ya"

"Lagi? Baiklah.. oh iya Luhan ini Sehun dia adalah sahabatku sejak sd"

Luhan menengadahkan kepalanya untuk melihat orang yang bernama Sehun dan terkejut saat melihat wajahnya. Sehun adalah laki - laki yang menatapnya tajam tadi pagi. Luhan berfikir untuk positive thinking mungkin saja Sehun sedang bad mood tadi pagi dan memutuskan untuk menyapanya.

"Halo, aku Luhan salam kenal"

Sehun yang disapa oleh Luhan hanya menatap Luhan tajam dan pergi keluar kelas.

"Maaf ya Lu, Sehun sifatnya memang seperti itu. Dia dingin tapi sebenarnya dia adalah pria yang baik jika kamu sudah mengenalnya dengan akrab"

"Iya Yeol tidak apa - apa", Luhan tersenyum kecil dan melanjutkan kegiatannya.

...

Rumah Sehun

Sehun masuk kamarnya. Ia menarik dasinya dengan kasar dan melemparnya dengan asal lalu ia menekan tombol tersembunyi di rak buku, tiba-tiba rak buku bergeser dan terlihat sebuah ruangan satu pintu dengan tangga menurun menuju bawah. Sehun memasuki ruangan gelap tersebut dan berjalan menuju saklar lampu, terlihat jelas isi dari ruangan tersebut, sebuah kasur king size dengan meja nakas kecil di samping kiri dan kanannya, di sudut ruangan tersebut terdapat pintu menuju ruangan lain dan lemari kayu yang terlihat tua tapi masih tetap kokoh.

Sehun menjatuhkan badannya ke kasur, pikirannya masih melayang saat ia berada di kelas tadi pagi. Sehun menyandarkan punggungnya ke kepala kasur dan menghubungi seseorang.

"Hyung"

"Yo Sehun, ada apa menelepon?"

"Luhan sudah kembali"

Hening sejenak..

"Hyung?"

"Iya Hun, kita harus membalas apa yang telah Luhan lakukan terhadap Hani"

"Iya Hyung, bagaimana kabar orang-orang suruhan Luhan? Apakah mereka sudah memberikan kesaksiannya?"

"Sudah Hun, aku sudah memenjarakan mereka semua, mereka juga sudah menceritakan semuanya ke pihak kepolisian tapi mereka tidak menyebutkan nama Luhan sama sekali seperti yang kau perintahkan."

"Bagus Hyung, terima kasih atas bantuannya 2 tahun ini. Tanpa Hyung aku tidak akan tahu kebenaran yang sebenarnya."

"Iya Hun, tapi bukankah lebih baik kita menyerahkan semuanya ke pihak berwajib?"

"Tidak Hyung, aku akan membalasnya sama seperti yang dia lakukan terhadap Hani tanpa terkecuali", dan aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri batin Sehun.

"Yasudahlah aku percaya padamu Hun, aku hanya tidak ingin kamu dibutakan oleh dendam dan tidak melihat kebenaran yang lain"

"Maksud Hyung apa? Jadi Luhan tidak bersalah melakukan hal tersebut kepada Hani?"

"Bukan begitu Hun, aku telah menyelidiki Luhan selama dia tinggal di Jepang dan dia bukanlah anak pebuat onar seperti yang diceritakan oleh orang-orang suruhannya"

"Mungkin saja dia berpura-pura Hyung! Aku tidak akan tertipu dengan muka sok polosnya itu Hyung! Aku hanya ingin mengatakan tolong jaga rahasia ini dari appa aku tidak ingin appa tahu"

"Iya Hun, aku akan terus mencari tahu karena sampai sekarang aku masih merasa ada yang ganjal"

Sehun memutus teleponnya dengan Hyungnya a.k.a Jaejoong, kakak sepupu dari pihak mamanya.

...

Rumah Luhan

Luhan memasuki rumah dengan gontai. Badannya letih dan kepalanya pusing. Sudah lama Luhan tidak beraktivitas, dan sekarang ia letih sekali. Otaknya terlalu banyak digunakan untuk berpikir saat di sekolah. Luhan memasuki kamarnya, menanggalkan seragamnya asal dan jatuh terlelap di kasur kamarnya.

Malam Harinya

"Dimana Luhan?"

"Luhan sudah tidur di kamarnya Tuan, sepertinya Luhan lelah di hari pertamanya sekolah"

"Yasudah jangan dibangunkan jika seperti itu, tapi Luhan tidak kambuh lagi kan hari ini"

"Tidak Tuan, Luhan terlalu sibuk dengan sekolahnya sehingga dia tidak kambuh Luhan"

"Baguslah jika seperti itu, tidak salah Luhan kembali ke Korea"

"Benar Tuan"

...

Keesokan harinya

Luhan hendak memasukkan sepatunya ke dalam dan menukarnya dengan sandal di dalam rak. Saat membuka raknya ada surat diletakkan di bawah sandalnya. Luhan mengambil surat tersebut dan membacanya.

'aku tahu rahasia kepindahanmu 2 tahun lalu ke Jepang, jika rahasiamu tidak ingin terbongkar datang ke taman Y jam 10 malam nanti. Kuperingatkan untuk datang sendiri atau rahasiamu terbongkar esok harinya di sekolah dan lingkungan rumahmu. Sekali kuperingatkan untuk tidak berbuat macam - macam dan membicarakannya dengan orang sekitarmu karena aku selalu mengawasimu.'

Luhan yang telah membaca black mail dari rak sepatunya berubah menjadi tegang, mukanya berubah menjadi pucat pasi. Tiba-tiba peluh keringat dingin membasahi pelipisnya. Luhan melirik ke sekelilingnya mencari tahu siapa yang sedang mengawasinya tapi sulit mengetahuinya dilihat dari banyaknya siswa yang berlalu lalang di sana. Luhan tidak memiliki pilihan selain untuk datang ke taman Y nanti malam.

...

Malam harinya

Luhan keluar rumah secara diam - diam karena tidak ingin membangunkan orag rumah termasuk appanya. Luhan membawa obat-obatnya dan alat kejut sebagai pertahanan.

Sesampainya di taman Y, Luhan tidak melihat adanya tanda – tanda manusia di sana. Merasa dia telah dibohongi, Luhan bergegas untuk pulang ke rumahnya sebelum ayahnya tahu jika ia telah keluar rumah tanpa izin dan tanpa di temani oleh pengawalnya.

Luhan yang telah berbalik arah tidak melihat ada 3 orang yang berjalan mengendap – endap menuju ke arahnya. Tiba – tiba Luhan dibekap mulutnya dengan kain yang telah di beri cairan chloroform dan Luhan pun terjatuh yang di tangkap oleh orang yang membekapnya.

Luhan dibawa ke dalam mobil putih yang sudah menunggu di parkiran taman.

"Kerja bagus kalian bertiga"

"Terima kasih bos"

"Cek kalian akan ku transfer hari ini juga"

"Siap bos sekali lagi terima kasih"

Pintu mobil putih itu tertutup dan berjalan ke luar dari perkiran taman.

"selamat datang Luhan, selamat datang di nerakamu", muncul seringai di wajah pria itu.

TBC

...

AAAhhhh akhirnya bisa update juga setelah UTS yang menggalaukan hati (*plak), maaf banget ya nggak bisa update cepet-cepet sama terima kasih banget ya yang udah ngasih review bisa buat belajar Runa yang masih belum ada apa-apanya ini. Runa yang baru pertama kali bikin ff ini tergugah gara-gara suka baca trus kepikiran ide jadi pengen nyoba bikin ff gitu, ternyata mengetik ff itu nggak semudah yang dikira ya hha...

Terima kasih Runa ucapkan kepada Ricchi-sensei yang sudah memberi support dan saran untuk menggunakan bahasa baku walaupun Runanya masih belum terbiasa.

Karena Runa mahasiswi kedokteran baru jadi belum bisa manajemen waktu jadi updatenya lama banget untung blok yang sekarang lagi nggak terlalu sibuk semoga next chapternya bisa cepat di ketik amminnn.

Sampai jumpa di chapter berikutnya... Y^~^Y