Summary:

Bagaimanapun juga akan kubalas orang yang telah membunuh Hani. Akan kubuat dia menyesal dan tak sanggup untuk hidup lagi...

...

Luhan takut kejadian semalam akan terulang lagi, membuat dirinya menjadi jijik akan dirinya seperti saat 2 tahun yang lalu.

Title: Misunderstanding

Rate M

Pairing HunHan. YAOI

Warning: Typo, bahasa tidak baku

Ch 4

...

Flash back

Luhan sedang berjalan pulang, ia melewati gudang tua yang tidak terpakai. Lalu ia mendengar suara yeoja meminta tolong. Karena merasa penasaran Luhan melangkahkan kakinya menuju gudang tua tersebut. Luhan mengintip melalui celah gudang dan Luhan terkejut. di dalam gudang ada seorang yeoja yang menggunakan seragam yang sama dengannya sedang di perkosa masal oleh sekelompok orang asing yang tidak dikenal Luhan.

Luhan segera mengambil ponsel di saku celananya hendak menghubungi polisi. Tanpa disadari oleh Luhan ada seseorang dibelakangnya membawa tongkat dan Luhan dipukul pingsan. Saat Luhan sadar ia sudah di dalam gudang ia diikat tangan, kaki, dan kedua matanya. Luhan mendegar suara rintihan yeoja itu dan ia menggumamkan kata 'Kris kau pasti akan menyesal' dan 'Oppa pasti tidak akan tinggal diam'. Luhan dibuka ikatan dimatanya dan ia diseret ke tengah gudang.

"Cepat tulis surat sesuai dengan yang kutulis"

"Tidak mau! Lebih baik aku mati tanpa jejak daripada aku harus mengkambing hitamkan orang yang bahkan aku tidak mengenalnya"

"Baiklah jika itu maumu, hei! Kalian boleh melakukan apa saja ke namja itu buat dia untuk tidak membocorkan hal ini tapi jangan sampai dia mati"

"Bos, bolehkan kami mencicipinya ?dia terlihat lebih cantik daripada yeoja"

"Terserah kalian"

"Siap bos"

Luhan memandang ngeri kearah orang – orang yang menghampirinya dengan raut muka lapar. Luhan berusaha menggerakkan badannya untuk menjauh dari mereka. Tiba – tiba kaki Luhan diseret menuju tengah orang – orang yang telah menunggunya dengan muka mesumnya.

"nggghhnggnh"

"Ada apa cantik? Jangan khawatir kami akan bermain dengan lembut, kau hanya perlu menikmatinya", tanya orang pertama ke Luhan.

"nggghhhngghgnngh", Luhan yang merasa panik dan takut terus berteriak dan menggerak – gerakkan badannya.

*PLAK

"Kau bisa diam tidak! Hei kau buka penutup mulutnya aku ingin mendengarkan desahannya nanti", orang kedua marah lalu menampar pipi Luhan.

Orang ketiga yang berada paling dekat dengan mulut Luhan membuka penutup mulut Luhan dan langsung melumat bibirnya dengan ganas. Luhan berusaha untuk terlihat kuat walaupun dalam hatinya Luhan sudah merasakan ketakutan yang luar biasa. Orang ketiga yang melumat bibir Luhan berusaha untuk memasukkan lidahnya tetapi Luhan tetap merapatkan bibirnya. Tiba – tiba celananya ditarik kebawah dan mengekspos bagian bawahnya dengan jelas. Orang pertama meremas penis Luhan dan memijatnya naik turun.

"Akhh nggh", Luhan mengerang dan orang ketiga langsung mengambil kesempatan tersebut untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulut hangat Luhan. Orang kedua melepas ikatan di pergelangan kaki Luhan dan ikut membuka celananya, Ia menarik kaki Luhan untuk diletakkan di atas pundaknya. Luhan sudah merasakan sesak di dadanya akibat kesulitan untuk mengambil napas, beruntung orang ketiga melepas pagutannya. Belum lama Luhan dapat bernapas tiba – tiba...

"AKKKHHHH...!"

Ada sesuatu yang besar memasuki rectumnya yag sempit. Ternyata orang kedua memasuki dirinya tanpa persiapan apapun. Orang pertama menghentikan aktivitas memijat milik Luhan.

"A...mmppun...leepphaas..ssaaa..kkkkiiiit", Luhan berteriak sambil menangis dengan kencang.

"Diam kau! Hei dongsun tutup mulutnya berisik sekali", orang ketiga berbicara dengan orang kedua yang ternyata bernama Dongsun. Dongsun berjalan menuju kepala Luhan, Ia melepas celananya dan menjambak rambut Luhan. Luhan berteriak kesakitan dan Dongsun mengambil kesempatan itu untuk memasukkan miliknya ke dalam mulut hangat Luhan.

"Blow job", Dongsun memerintah Luhan.

Luhan hanya menggelengkan kepalanya menolak untuk melakukan perintah Dongsun.

"Ck merepotkan", Dongsun langsung menjambak rambut Luhan, Luhan yakin helaian rambutnya ada yang lepas dari akarnya. Dongsun menjambak rambut Luhan dan menggerakkan kepala Luhan maju mundur dengan kasar. Luhan tidak dapat melakukan apa – apa, menangis pun Ia sudah tak sanggup. Sesekali Dongsun memaju mundurkan kepala Luhan terlalu dalam yang membuat miliknya menusuk tenggorokan Luhan. Luhan tidak tahu sudah berapa lama mereka menggunakannya, dia sudah lelah bahkan ia sudah berkali – kali pingsan. Suaranya pun tidak dapat keluar lagi karena mulutnya penuh dengan cairan putih, kental, dan menjijikkan milik mereka. Air matanya telah kering dan tidak dapat dikeluarkan lagi. Badannya tidak dapat digerakkan, terlalu letih setelah dipakai dengan parah dan tidak manusiawi. Mereka meninggalkan Luhan dalam keadaan mengangkang dan tidak tertutup kain sehelai pun.

"Ma..maafkan aku", sayup – sayup Luhan mendengar suara. Luhan menolehkan kepala ke sumber suara dengan susah payah. Ternyata suara tersebut bersumber dari yeoja cantik yang ia coba tolong tadi. Yeoja cantik tersebut juga tampak mengenaskan, kaki dan tangannya masih terikat dengan tali.

"Ma..maafkan aku seonbae"

'ternyata dia adalah juniorku', batin Luhan. Luhan mencoba bangun dan memuntahkan semua cairan putih yang memenuhi mulutnya sesekali ia terbatuk karena cairannya tertelan ke saluran menyeret kakinya untuk menghampiri yeoja tersebut.

"Gwenchana ?"

"N..ne seonbae"

Luhan menjatuhkan tubuhnya disamping yeoja tersebut, ia membuka ikatan tali di tangan dan kaki yeoja tersebut. Setelah ikatan tali terlepas Luhan merebahkan badannya di sebelah yeoja tersebut.

"Aku sangat lelah, kita istirahat dulu dan setelah itu kita akan memikirkan cara bagaimana keluar dari tempat ini"

"Ne Soenbae"

Ternyata Luhan tertidur cukup lama, hingga ia mendengar suara mobil mendekati gudang tersebut. Luhan membuka matanya dan membangunkan juniornya. Saat Luhan dan yeoja tersebut mencoba untuk berdiri dan bersembunyi, pintu gudang terbuka dan nampak orang – orang yang telah melakukan pemerkosaan terhadap Luhan. Tiba – tiba Luhan tidak dapat menggerakkan badannya, ia merasa kesulitan untuk bernapas dan Luhan jatuh karena badannya mendadak lemas. Luhan meracau histeris sendirian.

"Seonbae !"

Yoeja tersebut berusaha menenangkan Luhan, tapi Luhan tetap tidak mendengarkan.

"Ada apa ini hmm", sang ketua membuka mulutnya diakhiri dengan smirk evilnya.

"K...kris tolong seonbaeku ini dia tidak ada hubungannya dengan masalah kau dan aku"

"Bagaimana ya, dia sudah terlanjur masuk cukup dalam di masalah ini dan jika kulepaskan, dia pasti akan melaporkan semuanya pada pihak kepolisian. Aku tidak ingin semua rencanaku gagal cantik"

"Kris, kau sungguh kejam !aku sampai saat ini masih bertanya – tanya sebenarnya apa dosa keluargaku kepadamu, kau bahkan sudah dianggap sebagai anak oleh ayahku, aku mencintaimu apa adanya, dan oppa sudah menganggap dirimu sebagai saudara kandungnya sendiri !", yeoja tersebut menangis dengan putus asa.

"Tanyakan saja kepada Appamu yang telah mengambil semua kebahagiaan dari keluargaku, dan aku juga akan mengambil semua kebahagiaan dari keluargamu dan itu dimulai dari hancurnya dirimu"

"Baiklah kau boleh lakukan apapun padaku, tapi lepaskan seonbae Luhan", yeoja tersebut mengusap air matanya dan pasrah akan hidupnya yang harus berakhir secepat ini.

"Jadi namanya Luhan, baiklah aku akan melepaskannya tapi kau harus menghilang dari dunia ini HAHAHAHAHA"

Yeoja tersebut di tarik oleh bawahan sang ketua dan dibawa ke dalam mobil. Di dalam gudang tersebut hanya tersisa sang ketua alias Kris dan Luhan. Luhan masih meringkuk dan teriak histeris.

"Maafkan aku Luhan tapi sepertimya kau akan kugunakan sebagai pion dalam menjalankan rencanaku terima kasih karena kau telah datang di saat yang tepat", Kris meninggalkan Luhan di gudang tersebut sendirian.

Flash back end

...

Setelah kejadian itupun yang hanya Luhan ingat hanya kejadian pemerkosaannya saja ia tidak mengingat hal lain termasuk wajah – wajah oarang yang memerkosanya sehingga pihak kepolisian tidak dapat menindak lanjuti kasus tersebut dikarenakan kurangnya bukti. Luhan akhirnya dibawa oleh ibunya pindah ke Jepang. Disana Luhan tidak sekolah di sekolah umum karena Luhan masih takut berinteraksi dengan orang disekitarnya. Hanya dokter, ibunya dan guru home schoolingnya yang dapat berinteraksi dengannya.

...

Luhan duduk termenung lama di pinggir tempat tidur, ia bahkan tidak mendengar suara pintu terbuka hingga..

"Masih hidup juga"

Luhan kaget mendengar suara dingin yang ia sudah tahu siapa pemiliknya itu badannya mendadak membeku tidak dapat digerakkan, Luhan tidak berani menolehkan kepalanya ke sumber suara itu.

"Berani sekali tidak menatapku hmm", sang sumber suara berjalan mendekati Luhan.

"Tatap aku saat aku sedang bicara PEMBUNUH!", Sehun tepat berada di depan Luhan tapi Luhan hanya menatap ke arah lantai.

Sehun menekan tulang pipi Luhan dengan keras dan mengangkat kepalanya hingga mata mereka saling menatap.

"A..ppo Sehhun.."

Sehun yang geram mencengkram kedua bahu Luhan dan mendorong jatuh Luhan ke kasur.

"Appo kau bilang !lalu bagaimana dengan Hani yang kau bunuh brengsek dia pasti merasakan sakit beribu –ribu kali dari apa yang kau rasakan", Sehun berteriak sambil menaiki kasur hendak menggagahi Luhan lagi.

"A..ampun Hun, jangan lakukan lagi jebal hiks", Luhan memohon sambil berusaha menjauh dengan berjalan mundur ke belakang.

"Aku sedang tidak ingin berkompromi denganmu Luhan", Sehun menarik tubuh Luhan mengangkat paha Luhan hingga hole pinknya terlihat dan dimulai lagi adegan keluar masuknya milik Sehun ke hole sempit Luhan. Antara yang masuk dan yang dimasukkan sama – sama tidak mendapatkan kepuasan batin, yang memasukkan dibutakan oleh dendam hingga dia tidak dapat melihat celah kebenaran sehingga yang dimasukkan hanya merasakan sakit ditubuh dan lebih parah sakit di hati dan mentalnya. Entah sudah berapa ronde mereka melakukannya tapi yang pasti Luhan sudah tidak sanggup lagi, Luhan sudah berkali – kali terkena serangan tapi Sehun tidak menghiraukan sehingga saat Luhan pingsan pun Sehun tetap melanjutkan kegiatannya menggenjot Luhan. Sehun berkali – kali mengeluarkan cairannya didalam hole milik Luhan hingga penuh dan tak terbendung lagi.

Sehun mengeluarkan miliknya dari hole Luhan. Luhan terkulai di kasur tidak sadarkan diri. Sehun menatap Luhan sebentar lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Sehun menatap ke cermin, pikirannya sedang melayang jauh. Tiba – tiba terbesit di kepalanya apakah benar Luhan biang dari pembunuhan Hani. Setiap Sehun menggagahi Luhan, terlihat dengan jelas bahwa Luhan adalah anak yang polos dan tidak mengetahui apa – apa.

"Akhh", Sehun memukul keras cermin hingga pecah.

'Tidak, jangan percaya dengan mukanya yang pura – pura polos ya Sehun kau telah melakukannya dengan benar pembalasan dendammu adalah hal yang benar'. Sehun keluar dari kamar mandi dan menatap Luhan yang masih belum sadarkan diri. Sehun berjalan menuju lemari untuk mengambil tali dan beberapa sex toy. Diikat tangan Luhan ke tiang puncak kasur dan kakinya dilebarkan untuk diikat di ujung kiri dan kanan kasur. Tidak lupa Sehun memasukkan dildo yang dilanjutkan dengan vibrator. Vibratornya ia putar ke volume yang paling kencang. Sehun memasangkan gagball ke mulut Luhan.

"Sampai jumpa lagi Luhan, aku akan kembali lagi 5 hari itu juga jika kau masih hidup HAHAHAHAHA", Sehun tersenyum penuh kemenangan dan meninggalkan Luhan.

TBC

...