MENDADAK NIKAH by Daesdream

Chapter 03

.

.

.

CAST :

Park Chanyeol as Lead Male

Byun Baekhyun as Lead Female

Do (Park) Kyungsoo as Chanyeol's Sister

Park Sandara as Chanyeol's Mother

Choi (Park) Seunghyun as Chanyeol's Father (RIP)

Lee (Byun) Jieun (IU) as Baekhyun's Mother

Lee (Byun) Junki as Baekhyuns's Father (RIP)

Kim Jongin as Chanyeol's Bestfriend

Oh Sehun as Chanyeol's Cousin

Etc.

.

.

.

WARNING : GS!UKE, AGE GAP, NOT FOR CHILD, SEMI-NON-BAKU (?), DONT COPY PASTE MY HARDWORK!, CHICKLIT!AU!

.

.

.

Enjoy!

.

.

.

Sedikit ada adegan 17+ tapi bukan ChanXOC (untuk kepentingan cerita, kalo udah nikah sama Baek nanti sama baek doang ko. Maaf ya) mohon jadi pembaca yang berpikiran positif ya

.

.

.

SEDIKIT ADEGAN NC CHANYEOL X OC, BOLEH DI SKIP SAMPAI TANDA END SKIP

"Arghhh..." tubuh wanita di bawah Chanyeol menegang. Wanita itu sudah orgasme yang kedua kalinya sedangkan Chanyeol belum. Padahal wanita itu sudah melakukan apapun agar pelanggannga puas. Ini salah Chanyeol. Dia memang seperti itu

Chanyeol kembali menggerakkan pinggulnya, kali ini sangat cepat. Membuat wanita dibawahnya kembali kelojotan. Pelepasannya sebentar lagi sampai. Gerakkan Chanyeol makin tidak terkendali.

Mengetahui pelanggannya akan Orgasme, wanita itu mengetatkan Vagina nya dengan teknik yang dia tau dan menggerakkan pinggulny berlawanan arah juga. Suara geraman Chanyeol terdengar. Gerakannya makin cepat, cepat, cepat dan-"Argh! Fuck!"

Chanyeol mengeram kuat. Akhirnya dia Orgasme. Setelah napasnya normal Chanyeol mengeluarkan penisnya dan mencopot kondom yang menampung spermanya. Dia selalu bermain aman. Maklum kehidupan malam Seoul terlalu liar kalau dia mau main asal celup saja.

Chanyeol melirik ke arah wanita yang dia sewa untuk memuaskannya.

"Mba, uang saya taruh di meja ya. Hotel saya yang bayar. Thanks." Ujar Chanyeol. Lalu dia buru-buru berpakaian dan meninggalkan wanita yang disewanya itu.

END SKIP

Sex nyatanya membuat pikiran Chanyeol lumayan tenang. Chanyeol memutuskan untuk ke Apartemen pribadinya saja. Tidak mungkin dia kembali kerumah di jam hampir pagi begini dengan keadaan jelas habis melakukan sex. Bisa dipenggal sama Mamihnya nanti.

Chanyeol mengirim pesan ke Jongin via Whatsapp. Takut temannya itu mencari Chanyeol. Sebenarnya tidak mungkin, Jongin tadi sibuk dengan dua wanita sebelum Chanyeol meninggalkan dia di Bar. Chanyeol termasuk pelaku sex aktif, seminggu minimal sekali. Paling banyak dia pernah melakukan sex, um, setiap hari. Hehe. Makanya dia yakin orang-orang yang menyebar gosip Chanyeol gay itu pasti sama sekali tidak tahu menahu kehidupan Chanyeol di malam hari. Memang sih teman badungnya hanya Jongin, tapi Chanyeol kan juga tidak harus laporan ke siapapun kalau dia mau berhubungan intim dengan lawan jenis hanya untuk membuktikan kalau gosip dia gay itu salah. Jadi Chanyeol membiarkan saja.

Apartemen pribadinya berlokasi tidak terlalu jauh dari klub yang biasa dia datangi bersama Jongin, juga tidak jauh dari kantornya. Lokasi yang sangat strategis kalau-kalau Chanyeol tidak bisa pulang ke rumah.

begitu sampai di apartemen, Chanyeol langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Badannya rileks dan dia benar-benar mengantuk. Tapi dia harus mandi dan Chanyeol merasa malas sekali. Ketika sedang memejamkan matanya ponsel Chanyeol berbunyi. Ingin nya diabaikan saja, tapi sepertinya si penelpon tidak jera menelpon nya. Lagu Pallete milik IU terus melantun.

Siapa sih nelpon jam segini. Batin Chanyeol. Dia mengeram malas dan mengangkat teleponnya, "Halo"

"Ka! Ya ampun Ka! Akhirnya diangkat juga!"

Chanyeol mengernyitkan alisnya dan menatap teleponnya, dia melihat ID Caller. 'Satansoo' adalah nama yang tertera di display HP nya. Nama kontak yang dia berikan untuk Kyungsoo, adiknya.

"Halo, Ka! Kok diem! Kakkk!"

"Ck. Apaansih lo malem-malem ganggu orang aja."

"Hiks. Ka, tolongin gue... . "

Chanyeol mengernyitkan alisnya. Adiknya menangis?

"Kenapa lo?"

"Jemput gue, Please. Hiks. Gue mau pulang. Taxi online gak dapet-dapet, hiks. Please, Ka. Urgent please."

"Tunggu, tunggu, emang lo dimana?" Chanyeol mulai panik. Ini sudah hampir pagi.

"Gue di Exodus.*" suara adiknya terdengar parau.

"WHAT?!"

"Jangan ngamuk dulu, Ka. Nanti gue jelasin. Please jemput gue dulu." Kyungsoo memelas.

"Yaudah tungguin, gue otw!" Ujarnya sambil mematikan panggilan.

Chanyeol kaget, buat apa adiknya ada di Exodus? Seoul memang kota metropolitan dengan segala kebebasannya, Chanyeol juga bagian dari lifestyle itu, tapi Kyungsoo bukan. Adiknya itu semenyebalkan apapun adalah anak yang tidak mungkin menginjakkan kaki di dunia malam Jakarta. Mamih nya dengan tegas membatasi pergaulan Kyungsoo. Jadi Chanyeol bingung bagaimana bisa adiknya di waktu hampir pagi begini ada di Exodus dan dalam keadaan sedang menangis.

Desta segera berlari ke basement Apartemennya dan segera menaiki mobilnya.

Jalanan Seoul malam hari cukup lenggang, meskipun masih ramai.

"SHIT!" tiba-tiba mobil Chanyeol berhenti. Mobilnya tidak mungkin mogok, dia selalu melakukan perawatan rutin untuk mobil nya. Dia kehabisan bensin. Ditengah jalan hampir pagi. Sialan. Batinya.

Dia bingung, jarak yang harus ditempuh untuk menjemput Kyungsoo masih lumyan jauh.

Chanyeol membuka handphonennya untuk memeaan taxi online. Dari GPS terlihau jumlah taxi yang masih beroperasi hanya sedikit. Meski begitu Chanyeol tetap mencoba untuk order. Sudah sekitar lima belas menit dia masih belum ada yang mengambil orderan Chanyeol. Bahkan Chanyeol mencoba tiga aplikasi transportasi online berbeda.

"Sialan!" makinya.

HP nya berdering, ID caller 'Satansoo' memanggilnya.

"Halo." ujar Chanyeol lemas

"Ka lo dimana, hiks. Hiks. Please, Ka gue gak kuat. Hiks. Hiks... . " Tut... tut... tut..

"HALO! KYUNGSOO! HALO! KYUNGSOO JANGAN DIMATIIN!" Chanyeol panik. Ada apa dengan Adiknya, kenapa Kyungsoo sesegukan?

Chanyeol menelpon kembali adiknya, sayangnya operator yang menjawab memberitahukan ponsel adiknya tidak aktif.

"Arhhg!" Chanyeol bingung.

Dia mencari kontak orang yang sekiranya bisa membantunya, "Halo, Jong?! Jongin!"

"Santai, Bro. Kenapa?"

"Lo dimana, Jong? Bantuin gue Please. "

"Di Shangri-la abis naena hehe. Bantuin apa boss?" Ujar Jongin

"Tolong cari Kyungsoo di Exodus. Tadi dia nelpon gue nangis minta dijemput. Mobil gue mogok" Chanyeol memelas. Mudah-mudahan Jongin mau membantunya.

"Kyungsoo, adek lo? Di Exodus? Serius?" Disebrang sana terdengar suara kekagetan Jongin.

"Gue juga gak tau dia ngapain disana. Please, Jong bantuin gue. Kyungsoo tadi nangis. Gue khawatir banget."

"Oke-oke, gue OTW. Lo tenang aja."

"Thanks banget Jong. Please pastiin adek gue gakenapa kenapa Jong."

"Oke, Bro. Gue matiin ya."

"Oke Jong. Thanks." Chanyeol dapat bernapas sedikit lega. Setidaknya ada Jongin yang akan menjemput Kyungsoo. Chanyeol kembali menghubungi nomor ponsel Kyungsoo tapi tetap yang menjawab adalah operator yang berkata kalau nomor Kyungsoo tidak aktif. Chanyeol menghela napas lemas. Dalam hati berdoa semoga adiknya tidak kenapa-kenapa.

Chanyeol memutuskan untuk menunggu hingga pagi di mobil kehabisan bensinnya. Nanti dia akan memesan taxi online untuk pulang jika sudah pagi, pasti banyak yang sudah beroperasi. Lalu dia menelpon derek mobil agar mobilnya bisa dipindahkan. Kepala Chanyeol pusing sepertinya efek Whisky yang diminumnya semalam mulai terasa. Perlahan tanpa Chanyeol sadari matanya terpejam.

.

.

.

Saat ini Chanyeol sedang di dalam Taxi online yang akhirnya dia dapatkan. Dia memutuskan untuk kembali ke apartemennya mengingat dia masih belum mandi. Di dalam mobil dia sibuk menelpon Jongin yang tidak kunjung diangkat-angkat.

kemana sih tuh anak. batinnya.

Setelah sampai di apartemen dia buru-buru mandi dan mengganti pakaiannya yang lengket. Lagu IU bergema di kamarnya. "Mamih" terpampang di Display HP nya.

"Halo?"

"Chan. Nanti siang kamu sibuk gak?" Tanya Mamihnya.

Chanyeol mengingat ingat jadwalnya, sepertinya hari ini hanya ada satu pertemuan "Gak terlalu, Mih. Kenapa?"

"Mamih mau ketemuin kamu sama Baekhyun. Jam 3 di Resto kemarin bisa, Chan?"

"Hm, oke Mih," ujar Chanyeol ogah-ogahan, "Mih, Kyungsoo ada di rumah?" sambungnya.

"Nggak. Dia lagi nginep dirumah temennya yang sering kesini itu loh. Si Soojung"

Chanyeol terdiam. "Dari kemarin, Mih?"

"Iya, palingan juga pulang hari ini. Kenapa, Chan? tumben kamu nyariin Kyungsoo" Ujar Mamihnya.

"Nggak, mau minjem flashdisk nya aja. Yaudah yah Mih Nanti jam 3 kita ketemuan" Chanyeol berbohong dan mengakhiri panggilannya.

Jadi, adiknya izin menginap dirumah temannya, kenapa bisa berakhir di Exodus? Apa Kyungsoo berbohong? Dia juga belum pulang, berarti masih bersama Jongin. Sedangkan Jongin susah dihubungi. Chanyeol makin khawatir pada adiknya.

Chanyeol memutuskan segera bersiap ke kantor, barangkali dia bisa bertemu Jongin di kantor.

.

.

.

TBC

.

.

.

*Exodus : Anggep aja klub terkenal di seoul muehehehehe

Baru chap depan ya Baekhyunnya muncul hehe.

btw, diriku berusaha supaya gak ada typo sama sekali, tapi kalo misalkan masih ada typo tolong dikasih tau ya dan dikasih kritik gak apa-apa.

Maaf gak sempat balas Review, tapi percayalah diriku baca. Terima kasih banyak yang udah review ya.

btw, apakah diriku ada salah di chap sebelumnya mengenai usia chanbaek ? perbedaan usia Chanbaek itu 19 tahun, tapi aku baca review dari Rly. katanya selisih usia mereka 2 tahun huhuhuhu maaf ya kalo aku salah, nanti mungkin kalo semua chap udah end aku revisi lagi ya dari awal Chap

Makasih banyak ya sekali lagi yang udah Review, Follow, and Fave.

sampai ketemu chap depan. Bye-bye

.

.

.

Dae