Summary:
Bagaimanapun juga akan kubalas orang yang telah membunuh Hani. Akan kubuat dia menyesal dan tak sanggup untuk hidup lagi...
...
Sebelumnya
"arasseo, kita hubungi Sehun lagi besok".
Chanyeol hanya menganggukan kepalanya, sesekali Ia menggerakkan kakinya gelisah. Saat Kai menceritakan apa yang Ia dengar tadi Chanyeol kaget dan tidak percaya seorang Kris yang merupakan sahabat sekaligus saudara angkat Sehun karena Presdir Oh telah mengangkatnya menjadi anak, tega melakukan hal seperti itu.
Title: Misunderstanding
Rate M
Warning: Typo, Bahasa tidak baku
Pairing HunHan. YAOI
Ch 6
...
Ruangan Tersembunyi
Sehun menggerakan badannya hendak berganti posisi merasa ada yang menindih lengannya akhirnya membuka matanya perlahan, Sehun sangat kaget saat mengetahui yang menindih lengannya adalah Luhan yang sedang tidur pulas sambil melingkarkan tangannya ke tubuh Sehun. Sehun mengangkat kepala Luhan perlahan agar tidak membangunkannya, melepaskan pelukan erat Luhan di perutnya dengan hati – hati agar sang rusa kecil itu tidak bangun dari tidurnya. Sehun berhasil melepaskan diri dari Luhan dan hendak beranjak dari kasur tiba – tiba ada yang menarik kemejanya lemah. Sehun menolehkan kepalanya ke belakang tampak Luhan sedang memegang kemejanya dan memandan Sehun dengan tatapan setengah ketakutan.
"Ada apa?"
"Se...sehun, a...ku minta maaf jika aku punya salah. Tapi tak bisakah kau melepaskanku? Appa pasti khawatir jika aku tak segera pulang"
Sehun menepis tangan Luhan dengan sedikit kasar lalu meninggalkan Luhan tanpa menjawab pertanyaannya. Luhan hanya dapat menatap Sehun dengan pandangan sendu,'apakah Sehun yang semalam hanyalah mimpi' pikirnya.
...
Sehun kembali ke kamarnya, Ia sedikit menyesal karena telah menepis tangan Luhan dengan sedikit kasar. Ego Sehun masih belum dapat menerima maaf dari Luhan padahal semalam Ia sudah berjanji untuk tidak membohongi kata hatinya lagi. Sehun mengambil handphonenya yang telah dicharge semalaman kaget karena ada banyak panggilan tak terjawab dari Chanyeol. Sehun takut Chanyeol menghubungi karena ada sesuatu dengan appanya langsung menghubungi Chanyeol.
"Chan, Kau kenapa mengh.."
"YA! Darimana saja kau ?aku sudah menghubungimu sejak kemarin malam, tadi pagi kuhubungi pun kau tak mengangkat"
"Mian, aku tak membawa handphoneku Chan, lalu ada apa kau menghubungi ku?"
"Sehun aku ingin mengatakan sesuatu tapi ku minta kau untuk mendengarkan dengan tenang dari awal sampai akhir dan jangan memotong pembicaraanku. Kusarankan kau mendengarkanku sambil duduk dengan tenang"
"Baiklah, aku sudah siap", Sehun duduk dipinggir kasurnya.
"Jadi Sehun kemarin malam setelah mengantar dirimu ke lobby kami kembali ke atas untuk menjaga appamu, lalu kami melihat seseorang hendak masuk ke dalam ruangan appamu dan orang tersebut tidak asing dengan kita, tolong jangan memotong pembicaraanku ya. Awalnya kita ingin memanggil orang tersebut, tapi orang tersebut sudah masuk lebih dahulu. Lalu aku dan Kai menyusulnya menuju kamar appamu, saat kami akan membuka pintu kami mendengar orang tersebut berbicara dan kami langsung membeku ditempat antara syok dan tidak percaya bahwa ia tega melakukan hal tersebut Hun. Orang yang telah merencanakan kecelakaan ayahmu dan yang telah membunuh Hani adalah dia Hun".
"Siapa Chan ?"
"Orang itu adalah Kris, Hun"
Sehun mendengar nama Kris disebutkan oleh Chanyeol langsung terlonjak kaget.
"Maksudmu apa Chan? Tidak mungkin Kris melakukan semua hal itu, Ia bahkan sudah kuanggap sebagai saudara kandungku dan kau sudah lupa Kris lah yang paling terpuruk saat Hani meninggal !"
Hun, lebih baik kau ke rumah sakit sekarang", Kai mengambil alih handphone Chanyeol.
"Baik, aku berangkat sekarang", Sehun langsung berjalan setengah berlari, jantungnya berdebar dengan kencang, hatinya belum siap menerima kenyataan yang ada. Dan yang paling membuat Sehun terpukul adalah kenapa pelaku sebenarnya harus Kris, dari sekian banyak orang di dunia.
...
Rumah Sakit
Sesampainya Sehun di rumah sakit, Chanyeol langsung mengantar Sehun untuk duduk di sofa. Kai bangun dari duduknya menuju meja untuk mengambil handphonenya,
"Jika kau tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Chanyeol aku memiliki bukti Hun, kemarin aku meninggalkan handphoneku di meja dalam keadaan masih record suara. Tadi aku berencana ingin membuat rekaman untuk Kyungsoo tapi terhenti untuk mengantar kau sampai ke lobby untuk pulang Hun"
"Dan yang mendengar di balik pintu itu hanya aku, Chanyeol datang terlambat karena Ia pergi ke kantin dulu sebelum ke sini"
Kai menyerahkan handphone miliknya ke Sehun dan Sehun mendengarkan rekaman suara orang yang masuk ke dalam kamar appanya dan suara tersebut sudah dipastikan adalah suara Kris. Sehun mendadak lemas, Ia merasa sangat bodoh dan selama ini Ia telah percaya dengan orang yang salah. Sehun langsung teringat Luhan, Ia harus menyelesaikan masalahnya dengan Luhan. Ia akan meminta maaf kepada Luhan, mengantar Luhan pulang, dan saat Luhan telah memaafkannya, Ia akan sekali lagi mengajaknya berbicara dan mengutarakan perasaannya yang telah lama dipendamnya.
"Aku harus menyelesaikan masalah di rumah, dan bisakah kalian menghubungi Lay hyung? Katakan padanya semua yang kalian ketahui dan kirimkan rekaman suara tersebut ke emailnya, aku akan berusaha menghubungi Kris dan menanyakan keberadaannya"
"Siap Hun, kita tidak boleh kalah cepat darinya", Chanyeol menjawab dengan semangat menggebu.
"Terima kasih kalian, sekarang hanya kalian yang dapat kupercaya"
"Iya Hun, kami akan berusaha yang terbaik", Kai menjawab sambil berusaha menyemangati Sehun.
Sehun bergegas untuk kembali kerumahnya, Ia juga terus berusaha untuk menghubungi Kris tapi belum bisa terhubung.
...
Ruangan Tersembunyi
Luhan termenung sendiri, Ia telah memakan makanan dan memakai pakaian yang telah disediakan oleh Sehun. Luhan sudah tidak perlu meminum obatnya lagi, Ia merasa Sehun bukanlah orang yang jahat dan Ia tidak takut lagi dengannnya. Hanya saja Luhan membenci Sehun saat Sehun melakukan hal – hal yang membuatnya sakit baik fisik maupun hatinya, ya Luhan sudah menyukai Sehun. Setiap Sehun menghukumnya, Luhan selalu merasa Sehun melakukannya dengan setengah hati dan selalu terselip rasa sedih di dalamnya. Hal tersebut yang membuat Luhan merasa Sehun adalah orang yang baik dan saat Sehun kemari lagi Ia harus mengajaknya bicara dengan baik – baik.
Luhan berjalan tanpa arah mengelilingi kamar yang hanya berbentuk persegi berulang – ulang hingga akhirnya Ia duduk lagi di atas kasur. Saking merasa jenuhnya Luhan memutuskan untuk mencuci mukanya di kamar mandi. Saat Luhan di kamar mandi terdengar suara pintu terbuka dan suara langkah kaki menuruni tangga. Suara langkah kaki tersebut bukanlah suara langkah kaki yang biasanya Luhan dengar, dan suara langkah kaki tersebut terdengar lebih dari satu orang. Luhan dengan hati – hati berjalan ke dalam bathtub untuk bersembunyi kalah cepat dan terbukalah pintu kamar mandi. Dan benar saja itu bukanlah Sehun.
Luhan diseret keluar oleh dua orang yang menggunakan penutup kepala, badan mereka besar dan memiliki otot yang kekar. Luhan yang pasti bukan tandingan mereka dengan pasrah ditarik keluar dan didudukkan di pinggir tempat tidur. Luhan melihat ada sekitar lima orang berbadan besar termasuk dua orang yang menyeretnya dari kamar mandi dan ada seorang pria membelakanginya.
Pria tersebut membalikkan badannya dan betapa kagetnya Luhan saat melihat wajah pria tersebut, wajah yang sama seperti dua tahun yang lalu, wajah yang selalu membuat Luhan terbangun di malam hari akibat bermimpi buruk, wajah yang membuat Luhan menjadi histeris dan sesak napas saat terlintas di benaknya, dan wajah yang membuatnya harus menjalani pengobatan di Jepang dua tahun yang lalu.
"Halo, Luhan sudah lama tidak berjumpa", pria tersebut tersenyum dan melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman yang menurut Luhan adalah sebuah senyuman yang jahat dan palsu. Luhan langsung berusaha untuk berdiri namun kedua bahunya di tahan oleh dua pria berbadan besar di kiri dan kanannya.
"Jangan terburu – buru seperti itu, aku disini hanya ingin membantumu bebas dari Sehun, aku akan membawamu kembali kepada keluargamu Lu"
"A..ku tidak mau menerima bantuan mu, kau yang orang jahat disini dan aku tidak percaya padamu", Luhan menjawab dengan berani, walaupun jantungnya berpacu dengan cepat sepertinya Ia harus meminum obatnya lagi.
"Sepertinya kau sudah mengingat kejadian dua tahun yang lalu ya dan Sehun juga sepertinya sudah mengetahui bahwa aku adalah pelakunya dari dua temannya yang bodoh itu, hmm.. berarti kau tidak dapat kubiarkan tetap disini, dengan menghilangnya dirimu pasti akan membuat hidup Sehun semakin hancur, seret dia ke mobil"
Kris berbalik menuju tangga dengan diikutin Luhan yang diseret paksa oleh anak buah Kris.
...
Rumah Sehun
Sehun memarkirkan mobilnya didepan pintu rumahnya, Ia berjalan terburu – buru karena sudah tak sabar untuk berjumpa dengan rusa kecilnya itu. Saat memasuki kamarnya Sehun terkaget karena pintu menuju ruangan rahasianya telah terbuka. Sehun berlari menuruni tangga dan benar saja Luhan telah menghilang dari ruangan tersebut. Ruangan tersebut tampak tidak berubah seperti saat Ia tinggalkan tadi pagi. Sehun kembali menaiki tangga menuju kamarnya dan membuka komputer untuk melihat cctv dari kamar rahasianya itu dan benar saja tampak terlihat ada Kris dan 5 orang berbadan besar menuruni tangga hingga Luhan yang ikut diseret menaiki tangga meninggalkan kamar tersebut.
Sehun keluar kamar dan berusaha mencari Ahjumma, Sehun takut terjadi apa – apa dengan wanita tua tersebut dan benar saja sang ahjumma Ia temukan dalam keadaan terikat dikamarnya. Sehun melepaskan ikatan di badan sang ahjumma dan menanyakan keadaan sang ahjumma.
"saya tidak apa – apa Sehun, tapi aku melihat ada seorang anak laki – laki dibawa paksa dari kamar tuan Sehun dan aku tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang dibawa paksa"
"Tidak apa – apa ahjumma, yang penting ahjumma baik – baik saja"
"Iya tuan Sehun"
Saat Sehun berdiri hendak meninggalkan kamar sang ahjumma, Sehun ditahan tangannya dan...
"Tuan Sehun, saya baru ingat selain anak laki – laki, Tuan Kris juga dibawa oleh mereka. Bagaimana ini apakah saya perlu melaporkan ke pihak kepolisian?"
Sudah kuduga, batin Sehun.
"Tidak perlu ahjumma, jika kita melaporkan ke pihak kepolisian berita akan tersebar dan akan berdampak ke perusahaan appa, aku akan menghubungi pihak keamanan perusahaan saja dan jangan sampai berita ini tersebar ke luar ne ahjumma"
"Baik tuan Sehun, saya akan tutup mulut akan peristiwa ini dan semoga tuan Kris dan anak laki – laki itu baik – baik saja", ahjumma melepaskan genggaman tangannya pada Sehun dan Sehun hanya menganggukan kepalanya sambil berlalu meninggalkan kamar sang ahjumma.
...
Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi di daerah yang jauh dari Seoul, mobil tersebut mulai memasuki daerah hutan yang sepi dan tidak ada pemukiman penduduk sepanjang jalan yang terlintas. Di dalam mobil tersebut terdapat Luhan yang ditidurkan kursi belakang dalam keadaan terikat kaki dan tangannya, di kursi tengah ada Kris dan anak buahnya, seingat Luhan anak buah yang ikut dalam mobil tersebut berjumlah 3 orang.
"Kau.. akan membawa diriku kemana ?"
Kris tersenyum dengan sinisnya dan menjawab,"Ketempat dimana Sehun tak akan dapat menemukanmu kecil"
"Hiks.. tak b..isakahh kau melepaskanku? Aku tak ada hubungannya dengan masalah kalian, aku ingin pulang", Luhan mulai menitikkan air mata, sepertinya Ia sudah lelah dengan segala yang telah terjadi kepadanya.
"Kau tentu saja ada hubungannya dengan masalah kami rusa kecil, pertama kau adalah saksi dari apa yang telah kuperbuat kepada adik Sehun, dan kedua kau adalah cinta pertama dan sepertinya sampai saat ini pun Sehun masih mencintaimu"
"A..apa!", Luhan yang kaget mendengar jawaban dari Kris langsung berhenti menangis, seorang Sehun mencintainya adalah mimpi yang tidak akan pernah terjadi dalam hidupnya.
"Terserah kau mau percaya atau tidak aku tidak peduli, karena kau juga tidak akan pernah bersatu dengan Sehun, begitu kita sampai ke gudang, kau akan langsung ku jual ke investor terbesarku dan kau akan menjadi budak seumur hidupmu", Kris menjawab dengan dingin dan diakhiri dengan tawa yang cukup mengerikan yang membuat aura dingin mengudara di dalam mobil tersebut.
Luhan mendengar perkataan terakhir dari Kris langsung merasakan gemetar dan keringat dingin ditubuhnya, Ia hanya dapat berdoa semoga ada yang cepat menyelamatkannya siapapun itu.
...
Rumah Luhan
"Apa kau bilang?"
"Maafkan saya Ahjussi, saya yang men..."
'BUGH'
Sehun dipukul oleh Suho hingga tersungkur jatuh kebelakang.
"Kau bisa – bisanya melakukan hal tersebut kepada anakku, apa salahnya ya Tuhan", Suho berteriak dan ingin menghajar Sehun lagi, namun di tahan oleh Tao yang juga sudah menangis.
"Maafkan saya Ahjussi, saya baru mengetahui akar dari semua masalah ini, saya datang kemari untuk meminta bantuan Ahjussi untuk menangkap akar dari semua masalah ini yang juga merupakan orang yang membawa lari Luhan sekarang"
"Setelah Luhan kembali ke tangan kami, kami ingin kau bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan kepada anak kami, Sehun", Tao akhirnya mengeluarkan suaranya setelah mengalami shock sebelumnnya.
"Ne Ahjumma, saya akan bertanggung jawab kepada Luhan, karena Luhan akan menjadi istri dan ibu dari anak masa depan saya nanti", Sehun menjawab dengan tegas, tidak tampak keraguan dimatanya.
Tao yang mendengar jawaban dari Sehun, akhirnya dapat tenang, ternyata anak itu mencintai anakku batinnya.
"Aku masih belum dapat merestuimu sebelum anakku ditemukan Sehun, ayo ikut aku saatnya kita beraksi", Suho bangkit dari kursi kebesarannya menuju ke ruang pribadinya.
...
TBC
