Something Called Love by LukeTan

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka, Plot cerita punya author dengan gendre BoysLove apabila tidak menyukainya mohon jangan di baca. karena author juga manusia mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pengetikan dan hal lainnya.

Line One

Wonwoo, Jihoon, Seungcheol, Jeonghan, dan Jun kini diantar oleh Seungcheol appa untuk kembali ke sekolahnya. Wonwoo dan Jihoon sangat bersemangat dan tidak sabar untuk segera sampai di asrama yang masih sekitar 4 jam perjalanan dari rumah Wonwoo dan Seungcheol.

"Hyung, nanti antarkan kami ke gedung asrama freshman ya." Pinta Wonwoo kepada hyungnya.

"Aku tak mau, kau kan sudah besar." Balas Seungcheol.

"Ya sudah kalo gitu." Balasnya sambil mempoutkan bibirnya tanda bahwa dia merasa kesal.

"Ya sudah wonwoo, aku saja yang mengantarkan mu dan Jihoon." Balas Jun

"Apa-apaan kau Jun. aku saja yang mengantarnya." Kata Seungcheol yang tak suka kalau Jun mencari muka dengan adiknya. Terang saja ia tidak menyukai kalau Jun mencoba untuk mendekati adiknya, Jun sudah terkenal sebagai playboy kelas kakap yang akan mendekati semua siswa-siswi yang manis menurutnya dan pastilah Wonwoo masuk kriteria manis untuk Jun.

"Tidak usah Jun hyungie saja yang mengantarkan ku." Balas Wonwoo karena sudah kesal dengan perkataan hyungnya tentang dirinya.

"Aku bilang aku yang mengantar jadi turuti saja kataku!" jawab Seungcheol yang sebenernya sudah kesal karena Wonwoo lebih memilih Jun ketimbang dengan hyungnya.

"sudahlah, kalian jangan berdebat. Wonwoo-ya ikuti saja apa kata hyung mu." Kata Choi Seung Ho sang appa menengahi.

Mood Wonwoo yang tadinya sedang naik-naiknya tiba-tiba saja turun karena Seungcheol yang tidak mau mengantarnya. Ya walaupun pada akhirnya Seungcheol mau mengantar Wonwoo tapi dalam hati Wonwoo ia berfikir takutnya hyungnya terpaksa melakukannya. Mungkin Seungcheol sudah tidak menyayangi Wonwoo lagi pikiran negativenya, hanya untuk meminta tolong mengantarkan dirinya untuk ke asrama saja hyungnya sudah tidak mau. Hal negative lainnya yang muncul dalam otak Wonwoo ia bertanya dalam hatinya apa ia selalu merepotkan hyungnya seperti yang pernah dikatakan appanya. 'apabila kau terlalu bergantung terus dengan hyungmu, bisa saja kan dia akan bosan karena harus terus mengurusimu terus.' terngiang di pikirannya.

Perjalanan menuju ke sekolah baru pun entah mengapa menjadi lebih sunyi. Bahkan ketika Jihoon menanyakan soal beberapa pertanyaan kepada Jeonghan karena suasana yang sedikit suram membuat Jeonghan harus berkali-kali meminta mengulangi pertanyaan Jihoon sehingga Jihoon terkadang mengurungkan niatnya untuk mengulangi pertanyaannya atau mengulangi lagi pertanyaannya ketika ia benar - benar ingin mengetahui jawabannya.

Sebenarnya Seungcheol hanya bercanda karena menginginkan adiknya untuk membujuk dirinya untuk mengantar ke asramanya, karena sudah lama adiknya itu tidak bermanja-manja kepada dirinya. Bahkan pada saat liburan sekolah pun Wonwoo tidak menunjukan sisi manjanya sama sekali ke pada Seungcheol makanya iya sedikit menggodanya tadi. Sebenarnya Seungcheol ingin segera minta maaf dan menjelaskannya pada Wonwoo akan tetapi tidak terasa mereka sudah berada di depan asrama freshman.

"sudah hyung mengantarku sampai sini saja" kata wonwoo sambil menarik tangan Jihoon.

"Wonu... " belum sampat Seungcheol mengatakan maafnya wonwoo lalu mengatakan "aku bukan anak kecil lagi, maafkan aku selalu merepotkan hyung. Aku akan melakukan semuanya sendiri agar aku tidak merepotkan mu." Seungcheol hanya terdiam mendengarkannya saat sadar Wonwoo sudah menghilang dari pandangannya dan membuatnya mengacak rambutnya karna frustasi atas perlakuan dongsaengnya.

"Wonwoo-ya, kau jangan begitu terhadap hyung mu." Kata Jihoon saat berjalan menuju ruang penjaga asrama.

"habis aku kesal dengannya Hoonie, dia bahkan sudah tidak peduli kepadaku." Jawabnya.

"mungkin karena dia lelah?" bela Jihoon.

"Sebenarnya appa pernah berkata kepadaku jangan terlalu bergantung pada hyung, karena mungkin hyung bisa merasa terbebani kalau aku selalu bersama dengan hyung. Bahkan nanti hyung akan bosan dengan ku." Katanya dengan raut wajah sedih.

"appa mu berkata seperti itu agar kau mandiri Wonu ya. Kau terlalu manja terhadap Seungcheol hyung, kau selalu terlihat kekanakan apabila bersama dengannya."

"Ya! Hoonie, kau ini sahabatku atau Seungcheol hyung? Bahkan aku tidak manja sedikitpun!" balasnya sambil mempoutkan bibirnya karena kesal.

"Sahabat yang baik berkata apa adanya Wonu." Bela Jihoon.

Tak terasa perdebatan kecil tadi diakhiri dengan mereka yang tiba di ruang penjaga asrama.

"Kalian dapat melihat daftar kamar kalian di papan pengumuman sebelah tangga, tapi sebelumnya sebutkan nama dan nomor siswa kalian." Kata penjaga asrama sebelum mereka sampai.

"ah! Jeon Wonwoo-imnida, 02-012-017."

"Lee Jihoon-imnida,02-012-022."

"ini daftar kelas kalian, untuk gedung Performance and Art Bernama Koguryo, besok kalian akan berkumpul disana dan map untuk sekolah ini juga ada di papan pengumuman." Jelas sang penjaga asrama.

"Gomapseumnida ..." kata Jihoon dan Wonwoo bersamaan dan sama-sama bingung karena pria tersebut belum memperkenalkan diri.

"ah... Kim Myungsoo, kalian bisa memanggilku L-Hyung(?)"

"Gomapseumnida L hyung." Balas mereka berbarengan sambil berjalan menuju papan pengumuman yang dikatakan tadi.

"apakah kau sudah menemukan kamar mu Wonu ya?" tanya Jihoon.

"Belum Hoonie, apakah kau sudah menemukan milikmu?"

"Sudah aku berada di kamar 201. Sini biar aku bantu cari."

"aku berada di kamar 220, sekamar dengan seorang anak bernama Jeon Wonwoo." Kata seseorang berbadan tinggi yang agak cukup jauh berdiri dari mereka berdua. mendengar perkataan itu membuat Wonwoo merasa bahwa namja tersebut merupakaan room matenya

"Ah, Halo. Perkenalkan namaku Jeon Wonwoo. Jadi kita satu kamar? Siapa namamu?" kata Wonwoo segera menghampiri pria tadi. Wonwoo sebenernya cukup pendfiam akan tetapi perkataan hyungnya untuk lebih banyak berbicara kepada orang lain agar lebih bersosialisasi membuat ia lebih berani untuk mencoba mencari teman baik lainnya apalagi room matenya sendiri.

"ah... Namaku Yan An, senang bisa sekamar dengan pria manis sepertimu." Katanya.

"Ehh... aku namja, aku tak mau di panggil manis." Balas wonwoo sambil mempoutkan bibirnya.

"Kau bilang tidak mau dipanggil manis tapi kau bersikap seperti itu Wonu-ya, halo perkenalkan namaku Jihoon. Sahabat Wonwoo." Balasnya sambil memperhatikian gerak-gerik namja tinggi di depannya.

"halo, Namaku Kwon Soonyoung, tapi aku sering di panggil Hoshi. Kau tahu apa arti Hoshi? Bila diterjemahkan dari bahasa jepang itu berarti bintang, kau tau mengapa mereka memanggil ku Hoshi? karena aku memiliki karisma yang sangat memikat ketika sedang di panggung, selain itu ..."

"Ya! Soonyoung-ah, bisakah kau tidak terlalu cerewet? Kau tidak melihat teman baru kita agak bingung ketika kau berbicara dengan panjang dan cepat seperti itu?" kata YanAn.

"ah, YanAn. Tidak apa ..." belum sempat selesai Wonwoo berkata, "tuh kan, kau lihat? Wonwoo saja berkata tidak merasa keberatan, jangan – jangan kau yang merasa terganggu? Iya kan?!"

"Ya! Wonwoo berkata seperti itu karena dia anak yang baik, aku tau pasti dia terganggu hanya saja tidak enak dengan kecerewetan mu itu." kata YanAn menyimpulkan pendapatnya sendiri.

"Sudah, jangan bertengkar. Lebih baik kau memberitahu ku dimana kamarnya." Kata Wonwoo mengalihkan.

"ternyata selain manis kau juga baik hati Wonwoo-ya. Ayo ikut aku, oh iya kau ruang berapa Jihoon-ah?" tanya YanAn.

"201 YanAn-ah." Balas Jihoon.

"berarti kamarmu berada di belakang kamar kami, dan kau akan sekamar dengan Soonyoung. Ayo ikut aku" balasnya sambil menarik tangan wonwoo.

"maafkan aku Wonwoo-ya, kamar kita masih berantakan." Kata Yan an sambil membuka pintu.

"ah, tidak apa. Jihoon-ah kau mau mampir dulu atau langsung ke kamar mu?" tanya Wonwoo.

"aku ke kamar saja sekalian berberes Wonu-ya."

"ya sudah ayo ikut aku" ajak Soonyoung.

Wonwoopun segera berjalan memasuki kamar bersama dengan YanAn. YanAn dan Wonwoo pun segera merapikan barang-barang mereka di saat mereka berdua membereskan barang Yanan akan bertanya tentang Wonwoo mulai dari tinggal dimana sampai kepada keluarga.

"oh, Jadi kau juga punya hyung yang bersekolah disini?" tanya Yanan setelah mendengar cerita Wonwoo.

"ya, namanya Seungcheol. Kami dulu selalu bersama." Balasnya.

"dulu? Memang sekarang kau tidak dekat lagi dengan hyungmu?" tanyanya.

"ahhh... soal itu bisakah kita tidak mau membicarakannya." Pinta Wonwoo.

"eh... tidak apa kalau tidak mau bercerita" kata Yanan tidak enak.

"bukan begitu. Aku hanya malas membahasnya." Balasnya.

Wonwoo hanya tidak mau bercerita hal yang terlalu pribadi karena Wonwoo bukanlah orang yang terbuka, walaupun Yanan merupakan teman sekamarnya tapi ia tidak akan menceritakan hal yang terlalu pribadi kepada orang sembarangan. Hanya Jihoonlah tempat ia bisa menceritakan semua yang terjadi pada Wonwoo.

Setelah pembicaraan itu maka Yanan menceritakan soal dirinya yang warga negara asing dimana dirinya selalu berjuang sendiri selama berada di korea, sudah tahun ke 2 ia menetap di korea dan bagaimana ia hidup sebelum dan sesudah di korea sampai tidak terasa acara mereka membereskan barang pun telah selesai.

"Wonu-ya" panggil Jihoon sambil mengetuk pintu kamar.

"ada apa Hoonie?" kata Wonwoo setelah membuka pintu.

"berhubung masih sore ayo kita berkeliling agar besok kita sudah mengetahui lokasi kelas kita." Balas Jihoon.

"Yanan-ah, apakah kau mau ikut dengan kami?" tanya Wonwoo.

"ah, tidak usah. aku sangat lelah sepertinya kalian saja." Balasnya

"baiklah sampai bertemu nanti. Oh iya, di atas meja ada buku dan di halaman depan ada nomor ponselku kau dapat menghubungiku kalau nanti kau mau menyusul kami." Jelas Wonwoo.

"ya baiklah, hati-hati ya."

Saat sedang berjalan keluar asrama tiba-tiba Jun datang mengarah kepada Wonwoo dan Jihoon.

"hai Wonnie, Hoonie. Apakah kalian sudah selesai berberes kamar? Aku baru saja akan menyusul kalian ke kamar." Jelas Jun.

"iya Jun hyungie, kami baru akan berkeliling. Maukah kau mengantar kami?" tanya Wonwoo.

"Justru aku kemari karena itu, Seungcheol, Jeonghan dan Josua harus segera rapat makanya aku disuruh kesini untuk menemani kalian. Tapi kalian tenang
saja nanti malam saat di ruang makan kalian bisa bertemu dengan mereka." Jelasnya lagi.

Wonwoo, Jihoon dan Jun segera berjalan menuju gedung performance art. Sebuah gedung yang cukup besar, Pledis High School merupakan sekolah umum dan khusus makanya memiliki gedung sekolah lebih banyak dari gedung sekolah lainnya. Seungcheol, dan Jun merupakan murid sekolah khusus di bidang ekonomi sedangkan Wonwoo, Jihoon,Soonyoung dan Jeonghan merupakan sekolah khusus Performing Art. Dan tidak lupa Josua dan Yanan merupakan murid sekolah umum. Sekolah umum memiliki jumlah murid lebih banyak sedangkan sekolah khusus hanya memiliki 2 kelas setiap angkatannya akan tetapi kegiatan club dan organisasi kesiswaan mereka semua bergabung bersama.

"ah, Jun hyungie. Bukannya kau siswa sekolah ekonomi?" tanya Jihoon

"ah kalian tidak tau ya? Kegiatan Club hampir semuanya di gedung PA, sedangkan kemahasiswaan di bidang ekomoni. Maka dari itu gedung PA dan Sekolah umum memiliki gedung yang hampir sama besarnya walaupun memiliki murid yang lebih sedikit." Jelas Jun yang menatap Wonwoo.

Tidak sengaja tatapan Jun bertemu dengan tatapan Wonwoo dan menyebabkan hati Jun berdetak lebih cepat dari biasanya.

"ada apa Jun hyungie?" tanya Wonwoo.

"ah tidak apa Wonnie, bagaimana dengan teman sekamarmu?" tanya Jun.

"ah, dia sangat baik namanya YanAn dia siswa dari luar negri." Balas Wonwoo

"teman sekamarku juga baik, tetapi ia sangat berisik hyungie. Ia selalu saja berbicara panjang sampai aku bingung harus menjawab setiap pertanyaannya. Bagaimana kalo nanti mereka kami ajak untuk makan malam bersama agar mengenal mereka?" kata Jihoon.

"hoonie, sepertinya kau sekarang berbicara cukup panjang. Sepertinya kau menyukai pria itu?" goda Wonwoo.

"Ah! T-Tidak, bukan begitu. Mungkin karena sepanjang hari aku bersamanya makanya aku jadi berbicara panjang begini" sanggah Jihoon tetapi menimbulkan rona merah tipis di pipinya.

"kalau suka juga tidak apa kok hoonie, iyakan Hyungie?"

"ah, iya benar"

tidak terasa mereka sudah berkeliling gedung dan Wonwoo dan Jihoon sudah mengetahui leta kelas mereka besok.

"apa kalian ingin minum dulu? Masih ada 2 jam sebelum makan malam. di sekolah ini ada beberapa kedai yang dikelola oleh anak ekonomi salah satunya cafe yang ku kelola dengan beberapa teman ku, kalian ingin mampir?" tanya Jun.

"wah, ternyata sekolah ini sangat menyenangkan ya. Ayo antar kami" balas Wonwoo sambil tersenyum.

Sekali lagi Jun di buat hatinya tidak normal. Di perjalanan menuju cafe yang di kelola Jun, Wonwoo dan Jihoon bersenandung membuat harmoni yang menarik, suara rendah Wonwoo dikombinasikan suara Johoon yang cukup tinggi membuat tidak terasa sudah sampai di tempat tujuan. Saat mereka akan memasuki cafe tiba-tiba ponsel wonwoo berbunyi.

"yoboseo?"

"yoboseo Wonwoo ini aku YanAn, aku dan Soonyoung bosan. Kau ada dimana?"

"ah, aku sedang ada di cafe yang berada di dekat Pintu gerbang utama, kau dapat kemari nama cafenya Pistachio."

"baiklah 15 menit aku akan sampai sana. Sampai Jumpa"

"Ya, aku menunggumu."

"Siapa itu Wonie?" tanya Jun.

"teman sekamarku Jun hyungie. Ia akan kemari dan nanti kita akan makan bersama juga kan makanya aku mengajak dia kesini." Balasnya.

"dia kesini sendiri?" tanya Jihoon

"kau tenang saja Hoonie,dia datang bersama dengan Soonyoung." Balas Wonwoo menggoda Jihoon.

"Ya! A-Aku biasa saja!" sanggah Jihoon.

"kau dapat membalasnya bisa saja tidak Hoonie, tidak usah dengan gugup seperti itu" Goda Wonwoo lagi.

"terserah kau lah Wonu-ya. Jun hyungie aku mau coklat hangat, untuk menenangkan emosi ku terhadap mahluk itu." Kata Jihoon.

"yang kau maksud aku atau Soonyoung, Hoonie? Aku ingin cola boleh?" kata Wonwoo.

"ah, tapi hyungmu melarangku untuk memberi mu soda Wonnie." Kata Jun teringat dengan peringatan Seungcheol soal apa yang tidak boleh di konsumsi dongsaeng kesayangannya.

"ayolah Jun hyungie, aku dapat meminumnya kalau hanya tidak ada Seugcheol hyung. Lagi pula aku sedang kesal dengannya." Balas Wonwoo agak bad mood.

"baiklah tapi hanya kali ini saja" dan di balas dengan senyuman tipis Wowoo yang membuat detak jantung Jun tidak normal.

-LukeTan-

Saat Jun mengantarkan minuman kepada Wonwoo dan Jihoon, Yanan dan Soonyoung datang. Wonwoo pun memperkenalkan Jun kepada kedua temannya.

"Ah, Jadi Sunbae teman dari hyungnya Wonwoo?" tanya Yanan.

"Iya, kami sangat dekat karena kami berada di jurusan yang sama, kalian jurusan apa?" tanya Jun.

"kalo aku sekolah umum Sunbae." Balas Yanan

"kalo aku sama seperti Jihoon dan Wonwoo sunbae." Balas Soonyoung.

"apakah kau berada di kelas yang sama dengan Wonwoo dan Jihoon?"

"Aku tidak tau, tapi aku berada di PA 1 kalian bagaimana?"

"wah kita sekelas, kebetulan kita juga di PA 1" balas Wonwoo.

"Kalo sunbae sendiri?" tanya Soonyoung.

"Kebetulan aku berada di jurusan ekonomi, aku Bendahara 2 di organisasi kesiswaan, sedangkan hyungnya Wonwoo wakil ketua organisasi kesiswaan"

Pembicaraan berlanjut ke seputar sekolah, Soonyoung yang paling banyak bertanya. Dan Jun menjelaskan yang dapat disimpulkan bahwa, Sekolah hanya menyediakan makanan di siang hari di karenakan siswa diminta untuk sarapan dan makan malam dengan apa yang mereka inginkan agar sekolah tidak membuang makanan karena selera orang berbeda akan tetapi makanan bergizi di siang hari harus dihabiskan sesuai dengan porsi yang disediakan sekolah sampai tidak tersisa. Dan juga karena besok hari pertama, untuk berkenalan dengan siswa baru lain maka diadakan makan malam khusus untuk hari pertama tahun ajaran baru.

Sampai tidak terasa sudah mendekati jam makan malam maka Jun mengajak yang lain untuk ke ruang makan.

"para siswa, untuk mendekatkan diri kepada siswa lainnya diminta untuk duduk secara acak dan setiap meja terdapat 16 siswa dan diminta untuk para senior untuk berbaur dengan adik kelas kalian." Kata wakil kepala sekolah Ms Jung.

"kita duduk disini ya, nanti seungcheol dan yang lain akan datang" kata Jun

"haruskah Seungcheol hyungie duduk disini? Aku malas melihatnya." Kata Wonwoo kepada Jun.

"Kau jangan seperti itu Wonnie, pasti ada alasan yang membuat hyung mu melakukan itu." Kata Jun menasihati Wonwoo.

"benar kata Jun hyung Wonu-ya, siapa tau nanti hyung mu menjelaskan mengapa dia berkata seperti itu." Kata Jihoon membela.

"terserahkalian sajalah." Kata Wonwoo, Soonyoung dan Yanan yang tidak mengerti apa-apa hanya diam saja tidak berniat untuk menanyakannya karena tidak enak hati.

"Bagaimana ini Jeonghan? Aku bigung menjelaskan kepada wonu." Kata Seungcheol.

"ya jelaskan saja apa yang terjadi" kesal dengan sifat kekanakan Seungcheol.

"sebentar lagi kita harus kesana tapi aku tidak tau apa yang harus aku lakukan."

"minta maaflah seperti yang biasa kau lakukan kepadanya."

"memang kesalahan apa yang kau lakukan seungcheollie?" tanya Jimin yang datang bersama Taehyung.

"Ah, begini hyungie, aku membuat dongsaeng ku marah karena suatu hal."

"hal apa?" tanya taehyung

"hmmmm... itu... itu..."

"Dia hanya ingin Wonu bermanja kepada dia dengan membuat dongsaengnya memohon kepadanya untuk di antarkan ke asramanya, tetapi menjadi salah paham karena kebodohan dirinya sendiri sehingga kali ini dongsaengnya marah padanya." Jelas Jeonghan.

"aigooo... Uri Seungcheollie ternyata ingin memanjakan dongsaengnya, lakukanlah seperti biasa kau minta maaf kepadanya." Jawab Jimin menggoda.

"Ani tapi ..."

"sudah lakukan saja, ayo kita ke tempat mereka, aku juga ingin berkenalan dengan dongsaeng mu seungcheollie." Ajak Taehyung.

Merekapun segera berjalan menuju ke ruang makan, tetapi seungcheol masih ragu untuk melakukan apa yang biasa mereka lakukan ketika mereka minta maaf seperti beberapa tahun yang lalu. Seungcheol jarang sekali berkelahi untuk hal-hal kecil karena biasanya ia akan mengalah. Terakhir kali mereka berkelahi itu sudah cukup lama yaitu saat ia kelas 6 sekolah dasar karena Wonwoo membuat Seungcheol khawatir dan pergi sampai larut malam, itupun karena Wonwoo yang tidak memberi kabar dan berlanjut 2 hari mereka tidak berbicara satu dengan yang lain walaupun Wonwoo sudah minta maaf duluan.

Lamunan Seungcheol membuat waktu terasa cepat sehingga mereka sudah dekat dengan meja yang diduduki oleh Jun.

"ah wennie, apa yang kau lakukan disini?" tanya Jimin.

"Jimin hyung? Aku sedang menemani Wonnie adik dari pria di belakang mu." Balasnya

"ah, kau yang bernama wonu ya?" tanya Taehyun.

"ah, annyeonghaseyo seonbae-nim, Jeoneun Jeon Wonwoo imnida."

"ah Wonu-ya kau manis sekali, kau dapat memanggil kami dengan hyung saja. Namaku Jimin sedangkan namja yang satu ini Taehyung."

"oh iya ini juga teman ku namanya Jihoon, Yanan dan Soonyoung, Seon- ani hyungie." Jawab Wonwoo dan mereka memperkenalkan diri mereka.

"kami akan duduk disini tak apa kan Wonu-ya?" tanya Taehyung.

"ah tentu saja Taehyung hyung, Aku akan senang bila hyungie mau duduk bersama kami." Membuat Taehyung, Jimin dan Jeonghan duduk.

"Ayo Seungcheollie, duduk. Untuk apa kau hanya berdiri disitu?" kata Jeonghan kemudian membuat Seungcheol duduk.

"kau tidak mau duduk di sebelah dongsaeng mu Seungcheollie?" kode dari Jimin.

"ah, iya aku akan duduk di sebelah Wonu hyung." Membuat Seungcheol berpindah duduk di sebelah Wonwoo yang tadinya di duduki oleh Yanan.

"argh!.." jerit Seungcheol yang di injak kakinya oleh Wonwoo.

"kenapa Seungcheollie?" tanya Jun.

"ahhh, ani tangan ku terjepit oleh bangku." Sangganya.

"ah, kau ini seungcheollie sungguh lemah hanya karena itu saja kau berteriak" balas Jeonghan.

acara pun dimulai mulai dari kata sambutan dari kepala sekolah, Jaebum sang ketua organisasi kesiswaan dan seungcheol sebagai ketua pembina siswa baru sekaligus wakil dari Jaebum. Dan setelah Seungcheol kembali ke bangku maka acara makan malam di mulai.

"ah, wonu-ya... hmmmm... hyungie minta maaf ya" kata seungcheol setelah melihat Wonwoo sudah selesai makan.

"tidak apa, aku tahu kalau hyung sudah tidak peduli lagi pada ku." Balas Wonwoo yang kesal.

"Bukan begitu Wonwoo-ya, aku hanya ingin kau untuk sedikit bermanja kepada hyung mu ini dengan membuat mu memohon untuk diantarkan ke asramamu."

"Bohong! Appa bilang kalau aku terus bermanja kepada hyung maka hyung akan bosan kepadaku." Kata Wonwoo polos.

'argh... appa memang selalu saja berkata seenaknya agar Wonwoo bisa lebih mandiri' pikir Seungcheol

"bukan begitu, itu hanya karangan appa saja Wonu-ya. Maafkan hyung ya? Ya?" sambil memelas.

"benar begitu? Tapi kata ayah..."

*cuuup*

"sudah jangan dengarkan kata ayah maafkan hyung ya." Kata seungcheol setelah mencium adiknya di bibir.

"ne hyungie" kata Wonwoo lalu mencium bibir hyungnya.

Dengan tidak sadar banyak murid lain yang melihat adegan manis itu

"Ya! Apa yang kalian lakukan?!" kata Jun dan Jeonghan kaget.

"meminta maaf? Tentu saja kan?" balas Seungcheol.

"dengan cara seperti itu?" tanya Jimin yang bingung dengan tingkah laku hyung dongsaeng di depannya.

"tentu saja Jimin hyunggie, memang apa yang salah?" tanya Wonwoo bingung dengan reaksi para hyungdul.

"dengan berciuman?!" kata Taehyung sedikit berteriak karena masih sedikit kaget.

"kalian tidak usah kaget seperti itu hyungdeul, mereka memang selalu melakukan itu setiap sehabis berantem" kata Jihoon dengan santai sambil memasukan lagi makanan kemulutnya.

"kalian seperti sepasang kekasih kalau seperti itu." Kata Jun polos.

"memang iya hyungie?" tanya Wonwoo sambil memeluk pinggang Seungcheol dan sedikit menyender kan bahunya di dada hyungnya. Walaupun tinggi mereka berbeda dan lebih tinggi Wonwoo tapi karena posisi yang sedikit miring karena jarak membuat kepala Wonwoo persis di pundak.

"tidak usah di pikirkan mungkin mereka hanya sirik saja karena tidak memiliki adik manis seperti mu Wonu-ya" sambil mencolek hidung dongsaengnya.

"hahaha... Sepertinya kau senang sekali Seungcheol memanjakan adik mu." Kata Jeonghan.

"Ani, aku yang senang hyungdul kalau aku dimanjakan Seungcheol hyung" dengan nada manjanya.

Perdebatan pun selesai akan tetapi mereka tidak sadar bahwa beredar rumor kalau Seungcheol memiliki seorang pacar yang berada di tingkat pertama oleh senior. Dan mereka berpikir bahwa selama ini Jeonghanlah pacar Seungcheol karena mereka selalu bersama. Sehingga para fans SeungHan sedikit kesal karena shipper mereka di usik oleh kehadiran pria lain yang entah siapa mereka tidak mengetahuinya.

tiba-tiba Josua datang lalu di duduk di salah satu kursi kosong di sebelah Jun.

"hai semua, aku mendengar bisikan – bisikan kalo ada adegan romantis yang dilakukan oleh Seungcheol kepada seseorang. Sepertinya aku ketinggalan hal yang menarik."

"ah, hanya adegan hyung dengan dongsaengnya saja." Kata Jeonghan.

"tapi aku mendengar bahwa ia berciuman?"

"benar Josh, tapi itu hanya adegan hyung dan dongsaengnya yang sungguh seperti orang saja walaupun mereka sodara tapi tidak mirip sama sekali." Ceplos Taehyung.

"ah, itu karena kita memang bukan saudara kandung hyungie, appa mengadopsi ku saat aku masih kecil." Kata Wonwoo menjelaskan.

"Tapi bukannya halo itu dapat menyebabkan kemungkinan akan hal yang tidak di inginkan terjadi?" tanya Jimin penasaran.

"Ani, aku sangat sayang kepasda Wonwoo tapi hanya sebatas saudara. Iyakan Wonu-ya?" dan hanya di balas dengan anggukan lucu dari Wonwoo.

"kau darimana saja Josh?" tanya Jimin.

"aku ketiduran karena tadi membuat pidato untuk pembukaan tadi jadi setelah otak ku di peras aku tertidur" jawabnya sambil tertawa.

"ah, Josua hyungie, ini teman ku Yanan,dia juga murid sekolah umum. Dan yang ini Soonyoung dia sama seperti ku." Jelas Wonwoo.

"hufh, kau musti bersabar Yanan-ah. Di saat para siswa murid khusus dapat pulang jam 7 maka kita harus pulang jam 11." Terang Josua.

"hah?! Selama itu sunbae?" kagetnya.

"Ah panggil saja Josua hyung, dan ya selama itu. Karena kita di persiapkan untuk masuk ke universitas. Tapi tenang saja, kau akan merasa terhibur dengan keberadaan siswa PA." Dan hanya di balas dengan anggukan merana.

Setelah selesai makan malam, mereka semua kembali ke asrama masing-masing untuk menyiapkan keperluan untuk besok yaitu beristirahat karena hari yang cukup panjang di tambah besok hari pertama masuk sekolah membuat mereka semua dengan cepat masuk kedunia mimpi masing-masing.

-LukeTan-

"Yan-an ah, sekarang sudah pukul 7 pagi sebaiknya kau cepat-cepat bangun"

"ehmmm..."

"Ya! Cepat bangun Yanan-ah! Sebelum kau dihukum saat hari pertama!" sambil menggoyangkan badannya.

"iya, iya wonnie..." suara khas bangun tidur akhirnya terdengar.

"aku akan pergi duluan untuk membeli sarapan kau cepatlah mandi" kata Wonwoo keluar dari kamar.

Saat jalan keluar asrama untuk membeli sarapan di supermarket dekat asrama, Wonwoo bertemu jengan Jihoon dan menanyakan bagaimana dengan tidurnya dan pergi membeli sarapan bersama. Saat sedang membeli sarapan, tiba-tiba seorang namja memanggil wonwoo.

"hai, kau Jeon Wonwoo kan?"

"ah iya benar. Kau siapa?"

" ah, aku Hanbin. Aku juga siswa PA 1 sama seperti mu."

"ah, Hanbin-ah kenalkan teman ku Jihoon." Di balas dengan sapaan Jihoon.

"Ku dengar kau berpacaran dengan Sengcheol sunbae wakil ketua kemahasiswaan ya?" tanyanya.

"ah, bukan begitu Hanbin-ah... "

"kau tidak usah sungkan, semua siswa sudah mengetahuinya. Bahkan kalian tidak sadar kalau berciuman di saat acara makan malam semalam." Godanya.

"Sebenarnya dia hyung ku Hanbin." Balasnya

"eh... hyungmu? Aish... mana mungkin."

"sayangnya kenyataannya begitu Hanbin-ah, Wonwoo dan Seungcheol hyung memang saudara, ya walaupun bukan saudara kandung makanya mereka tidak mirip" kata Jihoon sambil tertawa.

Jihoon dan Wonwoo menjelaskan kepada Hanbin agar tidak terjadi kesalah pahaman dan setelah itu Soonyoung pun muncul dan mengajak untuk pergi ke kelas setelah membeli roti dan susu untuk bekal di jalan sambil pergi ke kelas.

Ternyata hari pertama hanya berlangsung perkenalan di kelas dan juga perkealan tentang kegiatan club. Dan tentunya memilih ketua kelas.

"jadi siapa yang kalian tunjuk untuk menjadi ketua kelas?" tanya Ms Jang sang wali kelas.

"bagaimana dengan Wonwoo, Seonsaengnim?" kata seseorang bernama Jihyo.

"baiklah, kandidat pertama Wonwoo, adalagi?"
"tapi Ssaem aku tidak berminat."

"tenang saja, kita hanya mencari kandidat, ada lagi?"

"Kim Min Jae?!" kata seorang bernama Lee Hi.

"baiklah karena cuman berdua ayo kita tentukan pilihan, masukan nama yang kalian inginkan lalu nanti di hitung suaranya yang terbanyak menjadi ketua dan wakilnya untuk suara yangl ebih sedikit." Jelas Ms Jang

karena Wonwoo merupakan murid yang cukup terkenal karena gossip semalam maka kebanyakan murid memilih Wonwoo dan dengan berat hati ia menjadi ketua dan ia memilih siapa saja yang akan menjadi organisasi kelas.

setelah melakukan beberapa kegiatan tersebut Ms Jang menyuruh para murid untuk berkeliling untuk melihat kegiatan club.

tetapi saat Wonwoo dan Jihoon sedeang berjalan menuju club Jurnalis tida – tiba saat membuka pintu ada sebuah ember yang berisi air jatuh dari pintu yang membuat Wonwoo basah kuyup oleh air yang keruh dan berbau...