Something Called Love by LukeTan
Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka, Plot cerita punya author dengan gendre BoysLove apabila tidak menyukainya mohon jangan di baca. karena author juga manusia mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pengetikan dan hal lainnya.
Line 3
Tidak terasa acara Spring festival pun berakhir, Wonwoo sekarang sudah berada di kamarnya bersama dengan Yanan.
"Wonie, apa yang sedang kau pikirkan?" tanyanya melihat Wonwoo melamun.
"Ani, aku hanya memikirkan hal yang dikatakan Seungcheol hyung."
"Memang dia berkata apa?"
"Aku katanya tidak boleh pacaran dulu, memang apa buruknya sih? Lagi pula juga aku tidak mempunyai teman kencan bagaimana mungkin aku pacaran."
"Bukannya kau memiliki teman kencan? Jun Hyung? Teman sekalas mu yang sering mengajak mu kencan, siapa namanya? Minjae?"
"Aish... Minjae itu hanya mengajak jalan jalan saja, sedangkan Jun hyung sudah aku anggap hyung ku sendiri. Kau lihat saja dia memperlakukan ku seperti yang Seungcheol hyung lakukan."
"Terserah padamu sajalah. Berarti aku masih punya kesempatan kan Wonnie."
"ehhh... Bercanda mu lucu sekali Yanan-ah."
"Kalo aku serius bagaimana?"
"Kau itu jangan bercanda terus. Sudahlah aku mau tidur saja. Besok hari sabtu aku harus bekeja." Elaknya.
Sabtu merupakan hari bebas untuk sekolah Performance Art, tidak seperti sekolah umum dan Ekonomi yang masih belajar, tetapi sekolah ekonomi hanya setengah hari sedangkan sekolah umum sama saja seperti hari biasa.
Wonwoo pagi-pagi sudah bangun dan berbenah di Cafe, karena Jadwal kali ini ia hanya bersama dengan Soonyoung karena yang lain masih harus sekolah. Sedangkan pada hari sabtu banyak siswa jurusan PA yang biasanya mencari sarapan maka dari itu Wonwoo bersikeras meminta Jun untuk membuka cafenya di pagi hari dan Wonwoo yang mengurusnya.
Karena Cafe yang buka hanya di tempat mereka maka banyak siswa yang pergi kesana untuk menikmati secangkir kopi atau teh dan roti atau sejenisnya untuk sarapan.
"Pagi Wonwoo." Sapa Minjae.
"Mau pesan apa?"
"Americano dan Kimbab, Nanti kau bekerja sampai jam berapa Wonie?"
"Seperti biasa jam 3, kenapa?"
"Ayo jalan dengan ku."
"aku sudah sering berjalan dengan mu,hari ini aku ingin berjalan dengan Hyung." Balasnya
"ayolah, kita hari ini berkencan lagi."pintanya.
"kencan? Jadi dari kemarin kita berkencan" tanyanya agak terkejut.
"tentu saja, kitakan hanya jalan berdua. Apa namanya selain berkencan."
"Jadi kalo jalan berdua berarti berkencan?" tanyanya penasaran.
"tentu saja Wonnie. Jadi bagaimana?"
"Kencan kan kalo kita sedang pacaran atau pendekatan Minjae."
"Ya! Aku kan memang sedang pendekatan padamu!" kesalnya.
"Hah?! Benarkah?! Bagaimana ini? Hyung melarangku untuk berkencan Minjae-ya."
"ini pesanan mu Minjae-ya. Aku menambahkan beberapa Simple syrup khusus untuk mu agar moodmu cepat kembali" Kata Soonyoung datang. Minjae mengambil pesanan dan jalan ke bangku yang berisi Hanbin dan beberapa teman lainnya dengan lesu.
"Hoshi, kenapa kau memberi pemanis untuk memberikan mood booster kepadanya?" tanyanya saat minjae sudah berada cukup jauh.
"Kau secara tidak langsung menolak ajakan dia untuk menjadi teman kencannya Wonnie! Bukankah sudah jelas!" Kesal Soonyoung dengan kepolosan namja di sampingnya.
"Aish, lalu aku harus apa? Aku jadi tidak enak. Apakah aku harus memberikan bunga seperti yang dilakuakn di televisi untuk meminta maaf?" tanyanya tidak enak.
"Ya! Kalau begitu kau hanya memberikan harapan palsu." Balasnya.
"Kalau begitu mulai besok kita tidak bisa jalan berdua hoshi, nanti hyung kira kita berkencan. Aku tak mau nanti hyung marah padamu" balasnya lagi.
"YA! Yang benar saja Wonnie, Jihoon sering sibuk dan sahabat ku hanya kau! hanya dirimu! Lagi pula bukan itu maksud Minjae." Kesal dengan kepolosan Wonwoo.
"Tapi nanti kalau hyung melihat bagaimana?"
"Terserahlah! Aku malas menjelaskannya." Dan pergi meninggalkan Wonwoo ke belakang.
"Aish... ada apa dengannya. Apakah aku salah?" gumamnya.
Cafe cukup ramai pagi ini, walaupun hanya berdua, tapi koordinasi antara Wonwoo dan Soonyoung sangat baik dan cekatan. Jeonghan, Taehyung dan Jimin datang seperti weekend biasanya.
"Ada apa dengan Hoshi? Sepertinya ia sedang kesal" kata Jeonghan kepada Wonwoo saat mengantarkan makanan ke meja mereka.
"Dia kesal dengan ku hyung, karena kita tidak bisa jalan berdua lagi karena kejadian kemarin dengan Mingyu, menurut hyung aku tidak boleh berkrncan ataupun berpacaran saat ini." Jelasnya.
"memang kau dengan Hoshi sedang pendekatan? Bukannya pria itu menyukai Jihoon?" tanya Taehyung.
"Bukan seperti itu hyungdul, karena hyung melarangku untuk berkencan jadi aku tidak dapat berjalan berdua dengan namja manapun. Iya aku tau mereka sedang dekat makanya aku tidak mau membuat rumorseakan aku juga sedang berkencan dengan Hoshi" terangnya.
"Ya! Jalan berdua bukan berarti kau sedang berkencan dengannya Wonu" balas Jimin.
"hah? Bukannya jalan berdua juga disebut berkencan Hyung?"
"Siapa yang mengatakannya? Berkencan berarti salah satu dari kalian memiliki perasaan suka bukan hanya jalan berdua." Jelas Taehyung.
"tapi aku memang suka dengan Hoshi."
"hmmm, maksudku bukan suka dalam artian suka berteman dengannya Wonu-ya, tetapi suka ingin memilikinya." Jelas Jeonghan.
"begitukah? Seperti yang dilakukan Jeonghan hyung dan Seungcheol hyung itu di sebut berkencan ya?" tanyanya.
"hahahaha, kau terlalu polos Wonu-ya. Kau jangan terlalu terus terang, kau tidak lihat rona merah di pipi Jeonghan? Dia sedang malu karena menyebut mereka berkencan. Hahahah" jelas Jimin.
"ah, maafkan aku Jeonghan hyung. Tapi aku senang kalau nanti hyung berpacaran dengan Seungcheol hyung."
"Ah, jangan begitu Wonu-ya. Aku jadi malu karena perkataan mu barusan, aku hanya mengikuti alur yang hyungmu lakukan."
"nanti aku akan menanyakan kepada hyung kapan kalian akan resmi berpacaran." Jawab Wonwoo.
"eh, tidak perlu Wonu-ya."
"tidak apa, jhadi nanti kalau aku juga mempunyai teman berkencan hyung akan mengijinkan aku untuk berpacaran juga." Jelasnya.
"Ya! Jadi kau hanya memanfaatkan Jeonghan Wonu-ya" tebak Taehyung.
"bukan begitu, habis hyung melarangkiu utuk berkencan mungkin karena dia juga tidak punya poacar jadi mungkin kalau dia sudah punya dia akan lebih memahaminya."
"jadi siapa yang ingin kau ajak berkencan?" tanya Taehyung.
"eh, ah, itu belum ada hyung. Mungkin aku kurang menarik untuk saat ini."
"Jangan bercanda! Jun, teman sekelasmu yang tampan itu, ada lagi teman sekamar mujuga sepertinya tertarik dengan mu Wonu-ya." Terang Jimin.
"Jun Hyung hanya menganggapku adiknya sedangkan mereka berdua aku yakin mereka hanya menganggapku teman sepertinya aku harus membantu Hoshi aku permisi dulu hyungdul.
"baiklah kau semangat ya." Kata Jimin.
"pastinya" dan kembali ke kasir.
Wonwoo sebenarnya bingung apa yang harus dilakukan untuk menghadapi Yanan dan juga Minjae karena sepertinya dia tidak menyukai mereka sebagai pacar, ia menganggap mereka hanya seperti teman baiknya saja tidak lebih. 'sepertinya aku harus bertanya tentang ini kepada hyung' kata Wonwoo dalam hati.
-LukeTan-
Jam sudah menunjukan pukul 6 sore. Jadwal kerja Wonwoo sudah selesai dari 3 jam yang lalu bahkan ia sudah mandi dan bersiap – siap untuk pergi ke kamar hyungnya. Walaupun ia tidak memberi kabar kepada hyungnya akan kedatangannya tapi ia yakin kalau hyungnya pasti akan mau menemanihnya hari ini.
Sesampainya ia di kamar hyungnya ia membuka pintu kamar tetapi yang ia lihat hanya kamar kosong tanpa penghuni. 'Sungguh ceroboh ternyata hyung bagaimana mungkin ia meninggalkan kamar dengan keadaan pintu tidak terkunci.' Pikirnya.
"bagaimana kalau aku memberi kejutan kepada hyung?" monolognya sambil mencari tempat untuk bersembunyi. ia melihat lemari pakaian dan dengan segera membuka pintu lemari tersebut. 'Cukup berantakan, tapi masih ada tempat untuk bersembunyi jadi aku akan bersembunyi di sini saja lagi pula pintu lemarinya memiliki cela jadi aku tapat melihat keadaan' pikirnya dan segera bersembunyi.
"Ayo segera tutup pintunya Hannie, aku sudah tidak tahan" kata seseorang yang iya yakini kalau itu hyungnya.
"Tapi kali ini hanya oral ya, tidak lebih." Balas seseorang. Karena penasaran maka Wonwoo mengintip lewat cela lemari
'oh ternyata Jeonghan hyung, tapi apa yang akan mereka lakukan? Oral? Apa itu?' tanyanya dalam hati.
karena lokasi lemari yang berada di sebelah tempat tidur dan pintu yang menghadap ke arah samping kasur jadi posisi tersebut dapat melihatsecara jelas apa yang kedua namjua tersebut lakukan.
Seungcheol berada posisi tiduran sedangkan Jeonghan sedang berada di atasnya lalu mereka sedang berciuman. Kedua namja tersebut berciuman dengan lembut dan tangan Jeonghan mulai masuk ke dalam baju melewati bagian bawah kemeja Seungcheol.
"emhhhhh... kau sungguh tidak sabaran Hannie, bahkan tanganmu sudah mulai menh... ahhh... gerayangi ku sebelum kau melepas kancing – kancing kemejaku" kata Seungcheol
"Aku tau kalau adik mu sudah tidak tahan lagi untuk melakukan ini" kata Jeonghan sambil mengelus gundukan yang sudah mulai membesar karena sentuhan jeonghan
'Hah? Dia tau kalau aku sedang bersembunyi' pikir wonwoo yang di buyarkan oleh desahan Hyungnya.
"Ahhhh... Haniie, jangan siksa aku terus. Kau tidak lihat inisudah semakin sempit, bantu aku untuk segera menenagkan dan membebaskan adik ku dari tempat yang sempit ini." Katanya.
'Apakah aku ketahuan? Tapi bagaimana mungkin? Kan aku sudah ada di dalam dari 20 menitan yang lalu? Aku yakin kalau hyung tidak melihat ku saat aku memasuki kamar'
lamunan Wonwoo cukup lama sehingga pada saat ia sudah sadar mereka berdua sudah tidak menggunakan pakaian sehelaipun.
"bagaimana sekarang? Adikmu sudah ku bebaskan lihat sepertinya dia sudah tidak tahan Cheollie." Kata Jeonghan sambil mengenggam area sensitif yang sudah berdiri dengan tegak.
Seungcheol kembali mencium Jeonghan akan tetapi fokus Wonwoo beralih kepada tangan kiri Jeonghan yang menggerakan tangannya di area sensitif hyungnya. Desahan demi desahan membuat tubuh Wonwoo terasa aneh seperti badannya menegang dan sedikit kaku.
"apakah hyung sedang masturbasi? Tapi mengapa Jeonghan hyung membantu hyung? Apakah itu boleh di lakukan?" pikirnya karena mengingat apa yang pernah di lakukan Yanan.
"Ahhhhh... Hannie, terus hisap... lebih dalam lagi" kata Seungcheol yang terlihat terlena dengan apa yang di lakukan Jeonghan.
'bahkan Jeonghan hyung memakan itunya hyung?" kaget dengan tindakan Jeonghan.
Perlahan Jeonghan mengeluarkan daerah sensitif Seungcheol dan kembali menjilatinya seperti permen.
"ah terus Hannie, gerakan lebih cepat lagi" pintanya seperti memohon dan di turuti oleh Jeonghan.
Entah sudah berapa lama mereka melakukannya sampai – sampai terdengar ucapan dari Seungcheol selain desahan kenikmatan dari mulut Seungcheol
"Aku... sudah.. tidak kuat lagi... Hannie... aku keluar sekarang... ahhhhhhhhh." Desahnya
Wonwoo melihat sesuatu keluar sama seperti yang yanan keluarkan pada saat itu terlintas di pikirannya.
"Ahhh... trimakasih Hannie, sekarang gantian. Giliran mu. Kau mau di sini saja atau di kamar mandi?" tanya Seungcheol.
"kamar mandi saja, sekalian kita berbilas. Bagaimana service ku kali ini apakah kau menikmatinya?"
"tentu saja! Tapi akan lebih nikmat lagi kalau kita ..."
"Ani! Hanya oral dan tidak lebih. Ayo ke kamar mandi" balas Jeonghan sambil menarik daerah sensitif Seungheol dan hanya di ikuti oleh Seungcheol.
'Ah, ini kesempatanku untuk segera kabur sebelum hyung mengetahui keberadaannya di kamar ini sedari tadi." Katanya lalu segera pergi keluar saat terdengar bunyi air dari kamar mandi dan dengan perlahan Wonwoo meninggalkan kamar hyungnya.
-LukeTan-
satu minggu pun berlalu semenjak kejadian Seungcheol dan Jeonghan tetapi Wonwoo tidak membahas apapun. Tapi, sebenarnya Wonwoo masih penasaran dengan hal tersebut tetapi karena ia tidak mau di pandang sebagai "byuntae" maka ia tidak berani untukmenanyakan itu karena teman – teman sekelasnya apabila membahas hal tersebut akan di sebut "byuntae" jadi ia selalu mengurungkan niatnya untuk menanyakannya baik kepaha Jihoon sekali pun.
"Wonu-ya, belakangan kau seperti bingung" tanya Hoshi.
"Ah, benarkah? Mungkin hanya perasaanmu saja." Sanggahnya.
"Ani, aku serius dengan perkataan ku. Bahkan kau sering melamun."
"aku hanya bosan saja sepertinya, bagaimana kalau kita jalan-jalan?"
"Maafkan aku Wonu-ya, hari ini aku akan menemani Woozi."
"Seperinya kau semakin dekat dengan Jihoonie. Apakah kau benar-benar menyukainya Hoshi-ya?"
"Tentu saja bahkan aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama."
"Bagaimana mungkin kau jatuh cinta pada pandangan pertama? Kau hanya melihat fisiknya kalau begitu."
"Tentu saja tidak! Memang dia manis tetapi entah mengapa saat melihatnya jantung ku berdetak lebih cepat dan sedikit gugup ketika aku bertatap muka dengannya. Tapi aku menyukai perasaan ini." Jelas Soonyoung.
"hmmm, jadi seperti itu ya jatuh cinta?" 'apakah aku jatuh cinta kepada Mingyu ya? Tapi masa iya? Aku hanya bertemu dengan dia dua kali. Tapi bisa saja kan aku hanya menganggap dia sama seperti Jihoon? Aku juga nyaman dengan Jihoon, dengan Jun hyung juga nyaman dia selalu baik kepada ku. Tapi Mingyu juga baik kepadaku, ah Hoshi dan Jihoon juga baik.'
"ya! Wonu-ya?! Jangan melamun kau bahkan tidak mendengarkan ku" kata Hoshi kesal karena tidak diacuhkan orang yang diajaknya berbicara.
"hehehe... maaf Hoshi-ya. Aku hanya memikirkan apakah aku pernah jatuh cinta makanya aku tidak mengacuhkan mu."
"Kau itu tidak peka terhadap dirimu dan orang lain Wonu-ya, kau terlalu polos dan tidak mengerti bagaimana cinta jadi bagaimana kau mau jatuh cinta." Jelas Hoshi.
"ya! Aku peduli dengan orang lain."
"tapi kau tidak memeahami persaan mereka yang sebenarnya saja kan?"
"Aku mengerti! Memang kau anggap aku apa? Anak kecil? Jangan seperti para hyungdul yang berpikir kalau aku masih kecil. Kita seumuran kalau kau lupa." Kesalnya.
"tapi itu kenyataannya. Sudah tidak usah di bahas, aku akan pergi ke Studio untuk bertemu dengan Woozi, kau mau ikut atau ..."
"tidak usah! Aku akan pergi ke tempat Seungcheol hyung saja. Aku tidak mau menjadi nyamuk seperti yang teman-teman dii kelas katakan karena kita sering bertiga."
"baiklah, have a good day Wonnie" sambil berjalan dan melambaikan tangan pamit pada temannya.
Wonwoo pun mengambil ponselnya dan menelpon hyungnya.
"Hyung! Kau kosong tidak hari ini?"
"Tidak hari ini aku bersama dengan Jeonghan, Jisoo dan Jun untuk membuat proposal untuk kegiatan sekolah. Kau ingin ikut Wonnie?"
"Ahhhhh pasti aku tidak tapat membantu apapun, sebaiknya aku tidak ikut. Semoga rencanamu berjalan dengan baik hyung. Sampaikan salam ku kepada mereka."
"baiklah. Bye – bye Wonnie."
'apa yang akan ku lakukan ya hari ini? Biasanya weekend seperti ini biasanya Minjae akan mengajak ku untuk pergi, tapi karena dia sepertinya menyukaiku sedangkan aku hanya menganggapnya teman jadi aku tidak mungkin mengajaknya ya sudah aku berjalan – jalan sajalah'
Sore hari di hari sabtu Wonwoo berjalan tanta tentu arah,tetapi pada saat sampai di dekat halte bus ada seorang wanita yang menawarkan sebuah brosur.
"permisi, maaf menganggu sebentar. Aku hanya ingin menawarkan brosur sebuah pasar malam, kau dapat pergi dengan teman atau pacar mungkin?"
"Ah, tidak apa. Sepertinya acara ini sangat menyenangkan aku akan mengunjunginya nanti" sambil membungkuk mengucapkan salam perpisahan.
'acaranya cuman sampai weekend ini, sedangkan hyungdul dan teman-teman lain sibuk sendiri. Apa aku mengunjunginya sendiri saja ya? Tapi tempat itu pasti ramai setidaknya aku tidak merasa kesepian'
"Wonnie hyung?" tanya seseorang yang memiliki suara berat yang cukup familiar walaupun baru beberapa kali bertemu.
"Ah Mingyu-ya." Melihat Mingyu yang sedang bersama dengan seorang wanita.
"Apa yang kau lakukan hyung?" tanyanya.
"hanya berjalan saja" sambil terus memperhatikan wanita di samping Mingyu.
"ah perkenalkan ini teman ku Tzuyu." Dengan sedikit gugup karena melihat reaksi Wonwoo yang belum pernah di lihatnya.
"Hai, Wonwoo hyung. Aku Tzuyu, mantan Mingyu."
"Ne?" kaget Wonwoo.
"Iya Wonnie hyung dia mantan ku, tolong bantu aku jelaskan Tzuyu. Aku tidak mau salah paham."
"ah iya, kami sudah putus sekitar minggu lalu..." Jelas Tzuyu.
"eh bukan itu maksudku Tzuyu-ya." Sanggah Mingyu.
"ahhhh, iya kami putus karena dia sedang menyukai orang lain." Balasnya lagi.
"bukan itu juga maksud ku Tzuyu!" Kesal Mingyu.
"ahhh Mingyu ingin putus dari ku karena dia menyukai mu Wonnie hyung!" katanya sambil tersenyum ke arah Wonwoo hyung.
"Ne?!" kaget Wonwoo.
"Maksud ku bukan itu juga Tzuyu!" sambil memegang kepalanya yang pusing dengan apa yang di lakukian oleh sahabatnya yang satu itu.
"Jadi kau menyukai ku Mingyu-ya? Aku jadi telah membuat hubungan mu berakhir? Ini tidak bisa terjadi! Aku tidak mau di sebut PHO!" kata Wonwoo tidak enak dengan situasi ini.
"Ani! Aduh bagai mana ya menjelaskannya? Sebenarnya kosa kata korea ku masih belum lancar jadi aku sedikit sulit menjelaskannya. Intinya waktu itu Mingyu membantu ku karena banyak teman teman? Yang mendekati ku? Maka dari itu waktu itu aku meminta Mingyu karena Mingyu di takuti di sekolah? ..."
"Ya! Kau pikir aku berandalan?! Aku di pandang karena ketampanan, dan keahlian ku. Sudah aku saja yang jelaskan"
"kau terlalu percaya diri Mingyu-ya. Sudahlah intinya kau pernah menyukainya kan? Aku heran dengan pria seperti mu. Kau pikir perasaan itu mainan? Aku tidak menyukai bpria yang mempermainkan perasaan orang lain." Balasnya sambil beranjak meninggalkan mereka berdua.
"tunggu wonnie hyung, aku bisa jelaskan." Katanya sambil memagang tangan Wonwoo untuk mencegak kepergiannya.
"apa? Aku tidak suka menjadi PHO."
"dengarkan dulu aku hanya membantu Tzuyu agar tidak di ganggu teman sekolah yang lain."
"tapi tetap saja dia pacar mu."
"ani, sebenarnya kita berdua tidak menganggap kami pacaran. Aku sayang kepada Mingyu tapi sebaqtas sahabat saja Wonwoo hyung. Aku bahkan senang mendengar kabar kalau Mingyu menemukan orang yang disukainya." Jelas Tzuyu.
Etah mengapa sebenarnya jantung Wonwoosedari tadi berdetak lebih cepat seperti yang di katakahn oleh Hoshi tapi kok dia tidak merasa nyaman dengan keadaan ini? Tidak seperti yang di katakan Hoshi. Dia seperi merasa senang tapi juga sedih? Tapi tidak tau nagaimana ia harus bersikap sehingga secara tidak sadar ia memanyunkan bibirnya.
"hyung, aku serius sangat menyukai mu." Kata Mingyu dengan tegas.
Entah mengapa lagi karena kesal Wonwoo jalah memukul mukul kepala Mingyu dengan kertas selembaranyang di terima tadi.
"ya Wonnie hyung apa yang kau lakukan?" sambil memegang tangan Wonwoo untuk mencegah hyungnya memukul dirinya walaupun tidak merasa sedikitpun sakit tapi ia gemas melihat wajah hyungnya sekilas.
"tidak tau, kesal saja."
"kau cemburu?" tanyanya sedikit tersenyum.
"Aku pulang dulu ya. Aku tidak mau menjadi nyamuk disini lagi pula urusan ku dengan Mingyu sudah selesai. Bye-bye" pamit Tzuyu
"Ah, kau ingin mengajak ku ke acara ini hyung?" tanya Mingyu setelah tidak menghiraukan kepergian sahabatnya.
"Ani, aku akan pergi sendiri."
"aish, tidak seru Wonnie hyungkalau pergi sendiri. Ayo pergi dengan ku." Ajaknya.
"Tapi kalau begitu kau mengajak ku berkencan?"
"ya, bisa di bilang seperti itu."
"hyung melarang ku berkencan"
"Ya sudah, kalau begitu jangan anggap berkencan anggap saja jalan berdua."
"hmmmmm aku sering jalanberdua dan hyung sih tidak mempermasalahkannya. Jadi baiklah ayo kita pergi." Balasnya sambil tersersenyum.
"Kajja, ayo kita bersenang – senang." Balasnya.
Mereka berdua pun tiba di pasar malam sesaat setelah matahari baru saja tenggelam, sebelumnya Wonwoo ingin makan es krim jadi Mingyu menemani Wonwoo hyungnya untuk memberikan senyum di wajahnya.
"wahhh... banyak lampunya." Kata Wonwoo dengan mata berbinar.
"memang hyung belum pernah ke pasar malam?" tanyanya.
"tidak pernah, aku tidak pernah keluar malam sebelumnya. Bahkan saat pulang sekolah jam 8 saja aku akan di tunggui hyung atau terkadang bahkan ia menyuruhku untuk menunggunya dan langsung pulang ke rumah." Jelasnya.
"di pasar malam sangat menyenangkan hyung, selain banyak makanan ada juga permainan."
"wahhh... pasti menyenangkan. Ayo." Katanya sambil memasuki pintu masuk pasar malam.
Pasar malam tersebut terletak di sebelah sungai yang terdapat sebuah jalan yang cukup besar namun jalan tersebut berbentuk sebuah taman rekreasi dimana terdapat banyak tempat duduk untuk beristirahat para pengunjung yang biasanya berolah raga baik itu untuk joging ataupun permainan lainnya tetapi karena sebuah event di selenggarakan maka banyak sekali yang berjualan disana.
"wah itu ada kolam ikan." Kata Wonwoo.
"itu bukan kolam ikan hyung. Itu sebuah permainan dari jepang bernama Kingyo Sukui yaitu menangkap ikan hanya dengan alat seperti ini hyung." Jelasnya sambil mengangkat sebuah alat penangkap ikan dari kertas.
"Kau ingin mencobanya anak muda? Kalau kau dapat menangkap ikan mas sebanyak 20 ekor kami akan memberikan mu sebuah boneka rubah seperti yang ti pajang ini" kata seorang ajusshi.
"wahhh lucu sekali Mingyu-ya"
"kau bahkan lebih lucu hyung." Balasnya membuat rona merah tipis di pipi Wonwoo.
"Ya! Aku tampan mengapa kau bilang lucu."
"Baiklah aku akan mencoba mendapatkannya untuk mu."
Mingyu pun mencoba melakukannya. Dengan perlahan agar kertasnya tidak cepat rusak. Percobaan pertama gagal, Mingyu hanya dapat menangkap 7 ekor ikan itu pun membutuhkan waktu 10 menitan.
"ajusshi, ini susah sekali bahkan teman ku hanya bisa 7 ekor. Dan orang yang tadi bahkan hanya 4 ekor." Protes wonwoo.
"Kuncinya bersabar, kalau teman mu itu benar-benar ingin memberikan boneka ini padamu pasti ia tidak akan menyerah begitu saja." Balas ajusshi tersebut.
"Baiklah aku coba lagi!" kata Mingyu yang bersemangat tapi kali iniMingyu gagal lagi karena hanya berhasil menangkap 16 ekor.
"wah, kau sungguh hebat. Sangat sabar, pasti kau ingin memberikan ekepada orang yang kau sayang ya?" tanya seorang Yeoja.
"ah iya, aku berjanji memberikan boneka itu kepada namja mandi disana." Sambil menunjuk Wonwoo yang melihat dari luar tenda. Karena tempat yang ramai maka Ajusshi tadi meminta Wonwoo untuk menunggu dan melihat dari luar.
"wah, sungguberuntung ya Namja itu."
"ani, aku yang beruntung karena mengenal namja semanis dia."
"jadi dia belum menjadi pacar mu?" tanya yeoja itu lagi.
"ya sayangnya belum, tapi aku akan bersabar dan akan mendapatkan namja manis itu."
Karena penasaran maka Wonwoo berjalan sedikit mendekati Mingyu yang masih dalam mode berbicara dengan seorang yeoja.
"bagaimana? Apakah sudah dapat 20 tanyanya."
"belum Wonnie hyung. Aku gagal hanya dapat menangkap 16 saja."
"Sudahlah, ini sudah hampir setengah jam disini."
"ani, satu kali lagi hyung aku yakin yang kali ini pasti bisa."
Benar saja setelah 20 menit kemudian Wonwoo yang baru saja duduk karena pegal di kagetkan dengan Mingyu yang membawa Boneka rubah yang sangat lucu.
"Lihat hyung! Aku berhasil mendapatkannya untuk mu." Teriaknya membuat Banyak orang melihat ke arah Mingyu yang sedang berjalan ke arahnya.
"wah, itu namja yang tadi kan yang dengan sabar menangkap ikan itu?" , "wah ia memberikan untuk orang yang di cintainya sungguh beruntung namja itu", "wah namja yang boyfriend-able sekali dengan sabar ia memberikan untuk kekasihnya.", "sayang aku juga mau boneka itu, ayo berusaha untuk ku." Dan bisikan orang lain membuat rona merah tipis itu kembali muncul.
"terimakasih Mingyu-ya." Kata Wonwoo.
"kiss dulu di sini." Kata Mingyu sambil menunjuk nunjuk pipinya dan kemudian Wonwoo pun mencium pipinya.
"wah manis sekali pasangan itu", "ahhh, sangat manis kau seharusnya melakukan yang seperti itu juga oppa." Dan bisikan lainnya membuat rona merah wonwoo makin terlihat.
"ayo hyung pergi darisini masih ada cemilan lain yang bisa kita nikmati." Katanya sambil menarik tanganWonwoo dengan lembut.
"Gyuie, aku mau itu" katanya berbinar melihat sebuah makanan yang terlihat lezat.
"Tokkebi Hot dog hyung?" tanyanya. Dan hanya di balas dengan Wonwoo yang berlati ke pedagang dan menunjuk yang iya mau.
"iya, itu namanya Tokkebi Hot dog hyung, mengganti roti dengan kentang." Sambil memesan kepada ajusshi yang menjaga stand.
Mereka berdua jalan sambil memakan Tokkebi Hot Dognya, entah berapa lama mereka berjalan –jalan sampai – sampai Wonwoo merasa lelah untuk berjalan.
"Gyuie, aku lelah."
"Sini aku gendong" balasnya.
"Jinjja? Sampai asrama ya!" katanya bersemangat.
mereka pun berjalan kembali ke Asrama Wonwoo.
"Gyuie tidak lelah?" tanyanya kembali entah keberapa kali Wonwoo menanyakannya.
"Kan sudah kubilang aku masih kuat Wonnie hyung."
"tapi kan aku berat."
"Tidak, buktinya sampai sekarang aku masih bisa menggendong mu."
"pasti kau melakukannya juga dengan Tzuyu ya?"
"Ani, aku bahkan belum pernah berpegangan tangan sepanjang jalan di Pasar malam seperti tadi." Jawab Mingyu yang menimbulkan rona merah tipis di pipinya.
"Kau ternyata pandai berbicara manis Gyuie" kata Wonwoo lalu secara tidak sadar mempererat pelukannya.
"Itu hanya untuk mu seorang Wonnie hyung."
"Aku juga ingin di beri kata manis" kata Seungcheol mengagetkan Mingyu. Tidak hanya Mingyu, Wonwoo pun juga kaget dan menyembunyikan wajahnya di punggung Mingyu.
"eh hyung, emmmm..."
"Sudah tidak erlu berbasa basi. Kemarikan Dongsaeng ku." Balasnya.
"hyung~~"
"wah bahkan kau mulai belajar ber aegyo ya Wonnie."
"ah~ Hyung~ aku tidak sedang ber aegyo!"
"Sudahlah Cheollie, kau tidak lihat wajah Dongsaeng mu sudah merah begitu? Jangan kau menggodanya lagi." Kata Jeonghan.
"Tapi.."
"tidak ada tapi tapi Cheollie. Biarkan saja dia seperti itu toh dulu juga kau melakukan seperti itu padaku." Balas Jeonghan yang kini membuat Seungcheol sedikit memerah.
"Sini biar aku saja yang menggendong Wonwoo. Aku tak mau Wonwoo termakan kata manis buaya tidak berekor seperti mu" Balas Jun.
"Bahkan kau juga Buaya tidak berekor jun" kata Jisoo.
"Dibandingkan kau lebih dirinya yang menggendong Wonu." Balas Seungcheol.
"kau lebih mengenal ku dari pada namja itu Seungcheollie."
"Justru karena aku mengenalmu makanya aku lebih setuju kalau dia yang menggendong Wonwoo.
"Sudah hentikan hyung, aku akan berjalan sendiri saja" balas Wonwoo.
"Tidak usah, katanya kau lelah. Biar saja begini. Aku masih kuat Wonniw hyung."
"Lihatkan betapa Gentelman Namja itu" balas Jeonghan.
"sudah lebih baik kita kembali ke asrama." Ajak Jisoo.
Seungcheol sebenarnya tidak rela kalau Wonwoo bermanja pada orang lain, apa lagi orang asing. Tetapi karena ia tau kalau terus berdebat dengan Jeonghan maka dirinya akan kalah dan hanya berpasrah kepada hal yang terpampang di depannya.
Karena asrama yang berbeda maka Seungcheol dan teman – temannya harus berpisah.
"Jangan lakukan macam-macam kepada dongsaeng ku. Sampai aku tau kau melakukan yang tidak- tidak aku akan segera menghajarmu." Balas Seungcheol.
"Sudahlah, kita juga sudah berada di area sekolah dia tidak mungkin melakukan yang tidak-tidak." Tenang Jeonghan.
"Wonu-ya kalau ada apa-apa hubungi aku" kata Jun.
"Gyuie baik hyung, tidak mungkin melakukan hal yang tidak – tidak" kata Wonwoo.
"Memang kau tau hal yang tidak – tidak itu apa?" tanya seungcheol.
"tentu saja! Aku tidak akan mengoral Mingyu! Iya kan Gyu!"
"ehhh?!" tidak hanya Seungcheol saja yang kaget. Hyungdulnya dan Mingyu juga terkejut dengan perkataan Wonwoo.
"iya lagi pula Mingyu juga tidak akan masuk asrama hanya di depan gedung saja. Ayo Gyuie." jawab Wonwoo dan Mingyu mengarah ke arah asramanya.
"Jeonghannie? Kau dengar katanya apa?" tanya Seungcheol.
"Aku juga bingung! Apakah dia mengatakan Oral?"
"Sepertinya aku juga mendengar begitu Jeonghan." Balas Jun
"Tau dari mana Wonu dengan kata-kata itu Seungcheol?"
"aku bahkan ingin bertanya kepada kalian dari mana Wonu ku yang manis dan polos itu mengetahui kata-kata itu. Apa jangan – jangan dari namja itu?" kata Seungcheol.
"yang pasti aku tidak pernah mengatakan kata – kata itu di depan Wonu Seungcheollie." Kata Jun.
"Kita tunggu disini! Aku ingin menanyakan Namja itu!" kata Seungcheol yang di beri jawaban anggukan setuju yang lainnya.
Ga sengaja karena ngapusin FF yang lagi On Going yang ini ke delete juga. maaf banget ya aku baru bisa Update sekarang. di Cerita sebelumnya banyak masukan yang bener-bener bikin aku mencoba buat mengganti beberapa kata yang sebenernya pas di baca agak aneh tapi semoga kali ini lebih jelas. aku buka kritik dan saran buat temen - temen yang baca. dan juga trimakasih karena mau baca cerita yang agak abusrd ini...
