Something Called Love by LukeTan

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka, Plot cerita punya author dengan gendre BoysLove apabila tidak menyukainya mohon jangan di baca. karena author juga manusia mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pengetikan dan hal lainnya.

Di FF ini Terdapat adegan dewasa jadi dimohon untuk yang belum Cukup umur untuk tidak membacanya

Line 5

"hyung! Apa masih jauh?" tanya Mingyu
"Aish, ini baru setengah perjalanan Gyuie." Balas Wonwoo.
"Aku mengantunk hyung, aku tidur saja ya. Habis sepertinya buku mu lebih menarik dari pada diriku." Kesal Mingyu yang sedari tadi bosan dan bingung ingin melakukan apa.
"Ya sudah tidur saja, kalau sudah sampai nanti aku bangunkan."
"hufh... ya sudah." Kesal Mingyu 'kalau tau begini aku tidak membelikannya buku novel yang baru' kesal mingyu dalam hati.

Mingyu pun segera memejamkan matanya, dan Wonwoo karena sedang asik membaca dan tidak mengerti maksud dari Mingyu yang memintanya untuk berhenti membaca secara tidak langsung. Kalau saja Mingyu berkata sejujurnya pasti di mengerti oleh Wonwoo tapi ya, karena Wonwoo tidak terlalu peka dan terlalu asik dengan buku pemberian Mingyu jadi dia masih terus membacanya.

Wonwoo sudah tidak konsen dengan bukunya sekarang. Mungkin lelah karena terus membaca sedangkan sudah Hampir 3 jam dia terus membaca buku novel tersebut. Lalu ia melihat kearah Mingyu dan melihat kalau Mingyu terpapar sinar matahari tepat di wajahnya sehingga menimbulkan keringat dan wajah yang kurang nyaman saat ini.

Wonwoo segera menitup jendela kereta dengan gorden dan segera mengambil sapu tangan dari kantung celananya. 'Kasian Mingyu, karena aku tidak sabar jadi dia harus bangun pagi untuk ujian dan segera pergi siang harinya untuk ke rumah ku karena ingin segera bertemu dengan appa.' Sambil mengelap bulir bulir keringat akibat paparan sinar matahari dengan berdiri dan sedikit membungkuk.

Karena di rasa ada yang menyentuh wajahnya maka Mingyu dengan perlahan membuka matanya. Tapi secara tidak sadar karena saat membuka mata ia melihat hyung manisnya dengan wajah yang berdekatan dengan wajahnya maka matanya membesar dan detak jantungnya kini bergerak secara tidak normal.

"ah, aku membangunkan mu ya Gyuie? Maaf ya" Kata Wonwoo melihat mata Mingyu terbuka. "Gyu? Kau tidak apa?"

"permisi!"

Karena kaget dengan suara tiba-tiba dari Pramu saji di Kereta maka Wonwoo terkejut dan tidak sengaja duduk di pangkuan Mingyu yang masih belum merespon.

"Ah, maaf tuan membuat terkejut." Balasnya.
"Ah... tidak apa.."
"Saya ingin menawarkan Minuman, apakah anda membutuhkannya? Atau mungkin cemilan" sambil masih tersenyum.
"Gyu? Kau ingin apa?" tanya Wonwoo yang masih berada di pangkuan Mingyu dan kedua tangan bertaut di leher Mingyu.
"ah, apa?" tanyanya Mingyu yang baru saja kembali kesadarannya.
"kau ingin minum apa?" tanyanya lagi.
"oh samakan dengan mu saja." Balasnya kali ini.
"dua buah latte, apakah ada kue atau sejenisnya?" tanya Wonwoo.
"Ada red valved cake kalau anda mau, selain itu juga ada chocolate cake." Balas sang pramu saji.
"kalau begitu aku ingin masing-masing satu dari yang anda sebutkan" balas Wonwoo.
"ah baiklah di tunggu sebentar ya tuan." Sambil kembali tersenyum.

"Gyuie apa seorang Pramusaji disini harus selalu tersenyum seperti itu?" tanya Wonwoo.
"kan pramu saji harus tersenyum hyung kepada pelangan."
"tapi kan tidak perlu tersenyum seperti itu juga."
"memang dia tersenyum seperti apa hyung?" tanya Mingyu tidak mengerti.
"kau liat... "

"permisi tuan. Ini pesanan anda. Selamat menikmati." Sambil tersenyum dan langsung kembali ke luar dari ruangan.

"ish, lihat saja Gyu senyum Yeoja tadi seperti ingin tertawa dan malu-malu. Bahkan ia segera pergi setelah meletakan pesanan kita" balas Wonwoo kesal sambil menggerakgerakan tubuhnya.

"eh ada apa?" tidak nyaman Wonwoo saat sesuatu menganjal di paha sebelah kanannya.
"apanya?' tanya Mingyu bingung.
"ini gyu, ada tonjolan keras disini." Tunjuk Wonwoo ke arah selangkangan Mingyu.
"Ah tidak apa hyung, ayo segera kita makan kuenya." Alih Mingyu. Tentu saja Wonwoo langsung teralih pikirannya dan tidak bertanya lagi soal juniornya yang mengeras tadi akibat gesekan dari paha Wonwoo yang memberikan sensasi yang hmmmm... tidak dapat dijelaskan olehnya.

Keadaan sudah mulai aman terkendali tidak terasa sudah 3 jam mereka menaiki kereta menuju Changwon. Mingyu tidak pernah melakukan perjalanan yang cukup jauh tanpa keluarganya. Dan ini pertama kalinya ia pergi jauh yang pastinya menjadi pengalaman yang cukup baru.

"gyuie, aku tidak pernah mengunjungi rumahmu? Kau tinggal sendiri atau dengan orang tuamu?" tanya Wonwoo saat keluar dari kereta.
"aku dengan orang tua ku wonu, rumahku berada di anyang, tidak jauh dari sekolah sekitar 15 menit." Balas Mingyu.
"ah aku ingin main ke rumah mu saat kita kembali nanti." Balas Wonwoo.
"tentu saja hyung."
"Wonnie hyung!" panggil seseorang yang memiliki tubuh cukup berisi di badingkan Wonwoo ataupun Mingyu tidak memiliki tubuh yang gempal hanya biasa saja.
"ah! Seungkwannie!" peluk Wonwoo saat bertemu dengan orang yang memanggilnya tadi.
"aku sungguh kesepian. Kau tidak pulang dengan Jihoon hyung?" tanyanya.
"dia memiliki keperluan dengan clubnya, sedangkan aku kangen dengan appa makanya aku langsung pulang."
"aigooo, hyung kau sungguhterlalu manja dengan appa dan Seungcheol hyung."
"enak saja aku tidak manja Seungkwannie..."
"Lihat saja kau masih dengan nada merajuk mu bagaimana aku tidak menganggap hyungku yang satu ini manja." Goda Seungkwan lagi. Dan hanya di balas dengan bibir Wonwoo yang sudah menekuk.

Melihat Wonwoo tidak datang sendirian ia dengan curiga melihat Namja yang cukup tampan yang masih berada di belakan hyungnya.
"ku kira hyung datang sendiri ternyata ada temannya ya hyung?"
"ah iya ini teman ku namanya Mingyu." Lupa Wonwoo memperkenalkan temannya.
"anyong sepertinya kita seumuran ya? Namaku Kim Mingyu." Kata Mingyu memperkenalkan diri.
"ah kukira kau seumuran dengan Wonnie hyung. Namaku Boo Seungkwan." Balasnya
"tidak, aku satu tahun di bawah Wonu, ku rasa kau juga." Balasnya dan hanya di jawab dengan anggukan.
"Ya! Diva Boo! Kau jahat sekali meninggalkan ku dengan Ahn Ajjushi!" kata seseorang yang baru saja datang.
"Salahmu sendiri bukannya langsung turun!"
"Wonnie hyung lihat betapa jahatnya Diva Boo meninggalkan ku sampai sampai aku harus ikut ke parkiran" sambil memeluk Wonwoo.
"hyung jangan termakan kebohongan dia, salah dia sendiri bukannya langsung turun tetapi masih bermain dengan ponselnya." Kesal Seungkwan.
"Sudah, yang penting kan sekarang kau sudah di sini Dokyeommie" balas Wonwoo.
"ehem... ehem..."
"Ah gyuie ini teman Seungkwaniie namanya Seokmin tapi biasa di panggil Dokyeom karena dia memiliki banyak talenta."
"Kim Mingyu." Balas Mingyu yang sedikit kesal karena melihat Seokmin dekat dengan Wonwoo.
"oh jadi ini pacar hyung? Aku Seokmin panggil saja DK" balasnya.
"ih... Dokyommie..." kata Wonwoo dengan rona merah yang membuat Mingyu senang.
"belum DK, Wonu hyung belum menjadi kekasih ku" balas Mingyu.
"ah berarti kau akan menjadi pacarnya?." Goda Seungkwan.
"berarti sedang pendekatan ya makanya kau ikut kemari? Wonwoo hyung sedikit pemalu ..."
"ihhh... Do kyeommie..." rajuk Wonwoo yang mukanya sudah semakin memerah.
"Sudah kasian Wonu sudah merah begitu" balas Mingyu.
"ah kau juga lihat itu senyuman mu, aku tau kau pasti senang" Balas Seokmin
"tentu saja siapa yang tidak senan melihat Wonu hyung yang manis ini." Jawab Mingyu.
"Gyuiee... cukup... ayo antarkan aku ke rumah sebelum makin sore." Balas Wonwoo.

Tentu saja di perjalanan menuju rumah Wonwoo, Seokmin dan Seungkwan mendengar pengalaman Wonwoo semasa awal sekolah membuat Seungkwan dan Seokmin ingin juga cepat-cepat lulus dan menginjak Sekolah menengah tingkat atas. 15 menit berlalu danmereka pun sampai.

"Ahn ajusshi langsung saja pulang, aku akan pulang sendiri nanti dengan Dokyeom" Kata Seungkwan.
"ah baiklah, nanyti akan ku sampaikan kepada Ny Boo." Balas Ahn Ajusshi
"ah ini ada sedikit oleh-oleh Ajusshi sekalian buat Ajumma di rumah" kata Wonwoo memberikan kotak yang cukup besar.
"trimakasih tuan muda Jeon aku akan menyampaikannya kepada yang lain.

-Luke Tan-

Wonwoo merupakan pemuda yang sangat baik yang diketahui juga oleh para tetangganya, bahkan dulu para tetangga yang memiliki anak gadis pasti selalu mendekatkan Wonwoo dengan putri mereka akan tetapi semuanya berubah pada saat Wonwoo berumur 8 tahun ada seorang gadis sangat menyukai Wonwoo. Wonwoo pun yang waktu itu masih polos (sekarang juga sih) menerimanya saat sang gadis menyatakan perasaannya tapi setelah dua bulan berpacaran, banyak anak lain yang menyukai Wonwoo dan menyerang pacarnya denganmengatakan kalau anak itu tidak cocok dengan Wonwoo karena Wonwoo lebih manis darinya.

Awalnya sang gadis tidak peduli dengan perkataan itu sampai sampai saat mereka menginjak 6 bulan, sang gadis tidak menerima segala prilaku Wonwoo, ia menganggap kalau Wonwoo tidak membalas perasaannya maka dari itu ia selalu marah terhadap Wonwoo atas apapun yang dilakukan wonwoo. Wonwoo sebagai anak yang baik hanya menuruti apa yang di inginkan oleh gadis itu karena kata orang orang seorang pacar harus mengerti pasangannya tapi karena masalah umur wonwoo waktu itu maka ia hanya menuruti apa yang di pinta gadis itu.

"Aku minta putus!" jawab sang gadis.
"oh begitu? Kau kitak ingin memiliki hubungan denganku lagi" balas Wonwoo.
"tentu saja! Kau bahkan tidak seperti namja saat kita bersama! Lihat saja wajah mu! Kau manis seperti wanita, mahluk yang seperti ini aku yakin kalau kau bukan namja! Kau lebih cocok menjadi Yeoja saja! Aku yakin pasti orang tuamu akan malu memiliki anak seperti mu!"

Wonwoo hanya mengapa kali ini matanya kali ini berair tidak jelas karena apa.

-Luke Tan-

"Appa!" teriak Wonwoo saat melihat appanya membuka pintu.
"Aigo lihat siapa anak manja yang baru saja datang." Peluk Choi Seung Ho.
"appa jangan memanggilku anak manja." Rajuk Wonwoo pura-pura ingin melepaskan pelukan appanya.
"Aigo, tidak malu dengan teman mu kalau kau merajuk begitu" balas appanya lagi.
"appa yang membuatku merasa seperti anak kecil begini dengan berkata aku manja. Aku yakin kalau mereka menganggapku sudah dewasa." Sanggah Wonwoo.
"aku baru pertama bertemu dengan mu, siapa namanu?" tanya Seungho kepada Mingyu.
"ah maafkan aku abonim, eh maksudku Ahjussi. Kim Mingyu Immida." Jawab Mingyu gugup.
"Aish ternyata Wonnie sudah dewasa ya." Balas sang appa.
"Ya tentu saja appa. Aku sudah dewasa." Jawab Wonwoo tidak mengerti arti sebenarnya dari appanya.
"Ayo kalian semua masuk. Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan duo Mic ini" Balas appanya
"aish Ahjushi, aku tidak seribut Dokyeom." Bela Seungkwan.
"Bukannya kau lebih cerewet dari padaku Diva boo!" di iringi dengan semua masuk ke rumah Wonwoo.

Sebenarnya di kediaman Choi memiliki banyak pelayan, dan juga mempunyai supir tapi Seungkwan menawarkan diri kepada Choi Ajusshi unyuk menjemput Wonwoo karena tidak sabar bertemu dengan Wonwoo dan tentunya penasaran dengan sekolah di Seoul.

"Ah, aku jadi ingin juga sekolah di Seoul." Balas Seungkwan ketika mendengar cerita dari Wonwoo dan Mingyu.
"bilang saja kiau ingin menyusul ku kan Diva Boo!" balas Seokmin.
"Ani! Tentu saja aku ingin bersama dengan Wonnie hyung, lagi pula memang kau akan bersekolah di Pledis? Aku yakin dengan otak mu itu pasti kau tidak dapat masuk." Balas Seungkwan.
"Ya! Aku yakin aku bisa masuk sana. Seungcheol hyung saja bisa ... "

*PLAKK*

"Wonnie hyung~" kata Seokmin setelah melihat Wonwoo yang memukulnya maka dia tidak berani membentak hyungnya itu bukan karena ia takut karena Wonwoo akan melakukan hal buruk, tetapi ia sungkan karena hyungnya itu sungguh namja yang baik.

"Makanya DoKyeom-sshi kau seharusnya tidak menjelek-jelekan Seungcheol hyung." Balas Seungkwan.
"panggilan mu membuat seakan kita baru kenal diva boo. Maaf hyung aku hanya menyemangati diriku." Balasnya lagi.

-Luke Tan-

"Appa! Malam ini aku boleh tidak tidur di kebun belakang?" tanya Wonwoo saat selesai makan malam.
"Appa tergantung pada Mingyu saja, apakah mingyu mau menemani Wonwoo?" tanya appanya.
"ah kalau ..."
"Appa, itu masih terletak di halaman rumah, masa begitu saja aku harus di temani?" Sanggah Wonwoo
"Tetap saja. Appa tak mau kalau nanti terjadi sesuatu terhadap wonnie, lagi pula halaman belakang kita itu luas dan terdapat berbagai macam tanaman, mungkin saja ada ular masuk ke kebun kita." Jelas sang ayah.
"Appa ingin aku tidak manja tapi selalu saja tidak membiarkan aku melakukan sesuatunya sendiri." Gerutu Wonwoo.
"Sudahlah hyung, benar juga kata paman. Nanti aku temani." Balas Mingyu yang membuat senyum di kedua orang di dekatnya.

-LukeTan-

"Aish... ini bagaimana sih?!" tanya Wonwoo yang kesal karena sulit untuk memasang tenda.
"Memang biasas siapa yang memasangnya hyung?" tanya Mingyu yang gemas karena Wonwoo yang kesal memajukan bibirnya yang tipis di tambah kerutan ke arah bawah membuat Wonwoo sangat lucu dan manis dimatanya.
"Biasa Seungcheol hyung yang memasangkannya."
"Ya sudah sini aku akan mencoba membuatnya." Dan dalam waktu kurang dari 20 menit Mingyu sudah membuat tenda berdiri dengan tegak.
"Yeay! Trimakasih gyu!" sambil mencium pipi Mingyu.
"aku akan ke atas untuk mengambil teropong. Gyuie tunggu di sini saja ya" lalu langsung meninggalkan tanpa melihat Mingyu.

Mingyu wajahnya sudah merah. Ia merasa senang dan lagi entah mengapa kali ini hatinya berdetak lebih kencang ia merasa entahlah sesuatu yang aneh tapi membuatnya senang.

"Gyuuie jangan hanya diam saja. Ayo bantu aku untuk memasang ini." Kata Wonwoo membuat Mingyu kembali ke alam sadar.
"hyung suka bintang?" tanya Mingyu.
"Mungkin?"
"kau tidak yakin hyung?"
"Aku hanya merasa tenang saja kalau melihat bintang, aku merasa seperti ada orang yang menenangkan ku."
"Kenapa hyung berkata seperti itu?"
"kata Seungcheol hyung, ibunya ada disana. Maka aku yakin seseorang mungkin juga di sana melihat ku, jadi aku selalu merasa tenang kalau melihat bintang, selain itu ia juga bersinar sangat cantik."
"kalau begitu aku tidak akan menyukai bintang hyung!"
"mengapa begitu coba lihat ini?" sambil menyuruh Mingyu melihat teropong bintang. "bagaimana? Indah bukan"
"memang indah, tapi kau jauh lebih indah dan cantik dari pada bintang itu hyung."

Rona merah itu muncul di pipi Wonwoo. Ia merasa sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya. Mingyu yang melihat ekspresi Wonwoo juga menimbulkan perasaan aneh yang muncul di kedua adam itu,

"Kau sungguh pintar berkata Gyuie, coba rasakan ini." Kata Wonwoo menarik tanggan Mingyu dan menaruh telapak tangan Mingyu di dadanya.
"kita sama Hyung" dan melakukan sama yang dilakukan oleh Wonwoo.
"Kenapa seperti ini ya Gyuie? Aku bingung ini apa."
"aku juga bingung hyung. Tapi ini mungkin rasa suka?"
"Hmmmm... Tapi aku tidak merasakannya kepada Seungcheol hyung, Kepada Jihoon ataupun Yanan juga." Heran Wonwoo.
"Hyung menyukai Yanan?" tanya Mingyu.
"Tentu saja dia baik, aku juga pernah membantunya melakukan oral sex karena ..."
"Mwo?! Hyung memiliki kertertarikan seksual dengan dia?!" potong Mingyu terkiejut dengan jawaban Wonwoo.
"Tidak." Balalas Wonwoo bingung.
"Lalu kenapa Hyung melakukan Oral sex dengan dia?" kesal Mingyu.
"aku hanya membantu saja, dia sedang setress karena ujian kemarin. Jadi aku membantunya. Di internet juga berkata melakukan sex untuk melepas setress." Jawab Wonwoo dengan tenang.
"Jadi hyung sudah ..."
"Aish kau tidak usah berlebihan. Aku hanya membantunya. Lagi pula Seungcheol hyung dan Jeonghan hyung juga pernah melakukannya."
"Jadi hyung mengikuti apa yang Seungcheol hyung lakukan?" kaget dengan fakta yang baru saja terungkap.
"Bukan seungcheol hyung sih tapi aku hanya melihat apa yang Jeonghan hyung lakukan." Jelas Wonwoo.

Mungkin karena pembicaraan yang menjurus dan juga Mingyu membayangkan apa yang Wonwoo lakukan secara tidak sadar Mingyu Junior sudah terangsang.

"Gyu apa pernah melakukian Masturbasi?" tanya Wonwoo. Dan hanya di balas dengan anggukan dari Mingyu.
"Aish kalau begitu harus dituntaskan." Balas Wonwoo
"eh?" Bingung dengan perkataan Mingyu.
"Mingyu harus segera di pijat." Balas Wonwoo.
'Apa hubungannya pijat dengan Masturbasi' heran Mingyu dalam pikirannya sendiri.
"Sini biar ku bantu, coba angkat tangannya" balas Wonwoo yang kesal karena Mingyu hanya diam saja. "Gyuie tiduran di sana" perinta Wonwoo.
'Wonnie kenapa? Mengapa dia melepas bajuku dan menyuruhku tiduran di sana' masih juga bertanya dengan dirinya
"Angkat sedikit kakinya." Perintah Wonwoo lagi. Dengan sekali tarikan celana mingyu sudah terbuka.
"eh hyung? Apa yang akan hyung lakukan?" balas Mingyu panik dengan perbuatan Wonwoo.
"sudah, aku akan mencontohkan apa yangdi lakukan oleh Jeonghan hyung dan Seungcheol hyung." Lalu menarik celana dalam Mingyu.
"tuh kan sudah berdiri, ini harus segera dituntaskan." Kata Wonwoo dan mengambil Baby oil. "sebenarnya aku tadinya bingung untuk apa aku bawa minyak ini tapi ternyata di butuhkan juga" gumam Wonwoo.

"aku mulai dari memijat ya gyuie." Kata Wonwoo dan di balas dengan anggukan malu karena tingkahlaku juniornya.

"ahhhhh..." desah mingyu
"kenapa gyuie?" tanya Wonwoo.
"kau tidak sengaja menyenggol junior ku hyung." Kata minggu tersipu malu.

Posisi saat ini mingyu sedang terlentang dan Wonwoo segaja melepas celananya karena takut terkena minyak bayi dan dengan santainya duduk di perut mingyu.

"aku kira aku berat" balas Wonwoo.
"tentu saja tidak hyung, tubuh ramping seperti mu mana mungkin berat untuk ku." . "awww..." di balas wonwoo dengan cubitan di puting mingyu.
"kau itu gyuie bikin kesal saja." Kata Wonwoo
"hyung... kau sedang mengoda ku atau apa? Kau mencubit daerah sensitif ku. Lihat dia semakin mengeras"
"yang ini bagian terakhir gyuie, badan mu saja belum aku pijit bagaimana sih? Kau harus mengikuti aturan seperti di film film yang di tonton." Balas Wonwoo masih polos karena mengikuti apa yang pernah ia tonton.
'memang film biru jenis apa sih yang Wonnie hyung tonton' tanya mingyu dalam hati tapi hanya di balas anggukan oleh mingyu, menikuti keinginan hyungnya.

Wonwoo segera memijat dari bagian dada, mingyu sebenarnya sudah tidak tahan karena berkali kali hyungnya itu tetap menyentuh daerah sensitifnya.

"kau berbaliklah" kata wonwoo setengah menjongkok. Dan tentunya Mingyu hanya menurut.

Pijatan masih lanjut di bagian bagian yang biasa saja. Mulai dari punggung perlahan lahan turun ke kaki. Tapi saat bergerak lagi ke atas tidak sengaja Wonwoo menyenggol Junior Mingyu.

"ah... hyung, sakit. Ia sudah mulai berdiri lagi." Rengek Mingyu.
"ya sudah, kau berbalik lah." Kesal Wonwoo.

Dengan semangat Mingyu berbalik tapi karena Wonwoo belum sepenuhnya berjongkok jadi Wonwoo jatuh tengkurap dengan posisi kepala Wonwoo berada di dada Mingyu sedangkan celana dalam wonwoo tidak sengaja jatuh di Junior Mingyu.

"ah... maaf hyung." Sesal Mingyu
"tidak apa, aku akan lanjut ke inti," dan seperti sebelumnya Mingyu hanya mengangguk.

Wonwoo dengan perlahan memijat junior Minyu dan tentu saja membuat Mingyu mendesah. Tapi wonwoo terus memijatnya kali ini dengan kedua tanggannya yang di lumuri minyak bayi. Dengan tempo yang tidak lambat, tetapi juga tidak cepat.

"ah hyung... ini sungguh sangat nikmat." Sambil sedikit menggerakan pinggulnya maju mundur.

Tidak lama setelah itu keluar sedikit cairan di ujung junior Mingyu. Wonwoo yang penasaran lalu menghentikan sentuhan pada junior Mingyu.

"ahhh... hyung, kenapa di hentikan"
"ah aku hanya penasaran gyu bagai mana kalau aku melakukan ini"
"Ahhhhhhhh... ehmm" lenguhan Mingyu setelah Wonwoo memutar kecil ujung jari telunjuknya tepat di ujung kepala junior Mingyu
"bagaimana?"
"sungguh sensasi yang sangat nikmat hyunggie." Dan di balas dengan anggukan Wonwoo seakan akan mengerti perasaan Mingyu. Wonwoo memang belum pernah merasakannya maka ia hanya mengangguk tanpa memahaminya. Anggukan seperti anak kecil yang polos.

Wonwoo penasaran sebenarnya dengan rasa cairan yang keluar dari junior Mingyu karena dalam film yang pernah di liatnya dari teman sekelasnya seperti terlihat menggiurkan. Maka ia menjilat ujung jarinya

"hmmmm... rasanya sedikit asin, tapi enak."
"hyung kau menjilatnya?" tanya Mingyu yang tidak melihat Wonwoo karena masih terlena dengan perbuatah hyungnya.
"iya, aku hanya penasaran saja. Tapi aku ingin lagi."

Wonwoo mengingat apa yang Jeonghan hyung lakukan maka ia segera melakukan apa yang ia lihat.

"ahhhh... hyung..."
"kenapa Gyuie?"
"jangan di lepas! Itu sungguh nikmat." Dan segera di lanjutkan oleh Wonwoo.

Saat ini Wonwoo memegang junior Mingyu dengan kedua tangannya, tangan yang satu hanya begerak memutar di daerah kepala juniornya sedangkan tangan yang lain bergerak naik turun entah kenikmatan apa yangdi terima oleh Mingyu tetapi wajah mingyu kali ini memiliki ekspresi yang tidak biasanya. Dengan memejamkan mata di tambah gigi taringnya mengigit pelan bibirnya. Entah mengapa terlihatsangat seksi danWonwoo sangat sedang saat melihat Mingyu.

"Ah hyung aku..."

Belum selesai Mingyu menyelesaikan kalimatnya Wonwoo melepas kedua tangannya karena meligat otot perut Mingyu yang mulai sedikit mengencang tanda bahwa ia sebentar lagi akan mencapai klinaksnya.

"kenapa berhenti hyung?" tanya Mingyu yang heran.
"tidak apa, aku hanya ingin menahannya."
"Tapi aku sudah mau keluar hyung."
"Aish... kau sungguh payah Gyuie, Seungcheol hyung saja bertahan setengah jam masa kau hanya 20 menitan?"
"Ini pengalaman pertamaku hyung." Balas Mingyu membela diri.
"maka dari itu aku menghentikannya. Agar tidak jadi ejakulasi dini."
"begitukah?"
"hmmmmm." Balas Wonwoo mengangguk lucu.

Setelah mengangguk Wonwoo kembali lagi melakukan apa yang tadi ia lakukan. Mingyu yang tidak mau kalah mencoba untuk menahan nafsunya agar tidak cepat seperti tadi. Wonwoo awalnya melakukan dengan tempo lebih lambat, kemudian semakin mempercepat tangannya dan kemudian memelan lagi, begitu terus terulang sampai lebih dari setengah jam. Mingyu pun semakinlama semakin tidak tahan.

Tetapi sekali lagi Wonwoo berhenti saat melihat otot perut Mingyu mulai mengencang.

"Ahhh... hyungie kau melakukannya lagi," kesal Mingyu.
"Maaf Gyuie aku hanya lelah." Balas Wonwoo beralasan
" Aku tau kau pasti hanya hyung cepat lakukan lagi" kata Mingyu memohon.
"ah... aku punya ide bagus."

Tiba-tiba Wonwoo segera mengenggam kembali junior Mingyu akan tetapi kali ini hanya dengan satu tangan.

"hyung,seperti tadi pliss.." pinta Mingyu.
"bersabar Gyuie, yang ini nanti akan lebih spesial."
"baiklah aku hanya akan percaya padamu hyung."

"tapi tolong kali ini aku ingin sampai klimaks hyung."
"kita liat saja nanti."
"hyungie"

"AHHH.."

Kali ini tubuh Mingyu Menggelinjang. Seluruh tubuhnya menegang seakan sesuatu yang nikmat tetapi tidak bisa di tahan Oleh tubuhnya.

"Kenapa Gyuie? Apakah terkena gigiku?" Tanya Wonwoo.

Wonwoo telah melakukan Blowjob tadinya tapi karea reaksi dari Mingyu ia langsung menghentikanya,

"Ani! Lakukan seperti tadi hyung itu sesuatu yang nikmat. Bahkan aku sampai tidak bisa mengendalikan nafsu ku"

Mendengar penjelasan Mingyu kali ini Wonwoo mengulang apa yang tadi ia lakukan. Mingyu merasakan Juniornya lebih keras, sesuatuyang lembut dan hangat entah mengapa membuat gairahnya bertambah sehingga dengan gerakan agak cepat Mingyu Menggerakan pinggulnya.

Karena Kenikmatan dan gairah Mingyu meningkat jadi hanya dalam 20 menit Mingyu sudah tidak tahan lagi.

"Ah... hyung aku akan keluar! Tolong jangan hentikan lagi"
"AHHH.." desah Mingyu.

Wonwoo hanya menuruti apa yang Mingyu pinta sehingga Mingyu keluar di dalam mulut Wonwoo. Tubuh Mingyu mengelinjang saat ia mencapai klimaks. Entah berapa kali Junior Mingyu mengeluarkan air maninya. Wonwoo yang terkejut tidak sengaja menelan semuanya lalu berbatuk batuk.

"Uhuk.. Uhuh.."
"hyung maafkan aku."
"Ani" Sambil menjilat sebagianair mani yang masih berada di bibirnya.
"Hyung menelannya?" kata Mingyu tidak enak.
"Ia, habis kan kau mengeluarkannya di dalam mulutku Gyuie tapi tidak apa ini sangat gurih."

Melihat di Junior Mingyu masih ada sisa air maninya maka Wonwoo segera kembali mengulum Junior Mingyu.

"Ah! Hyung! Hentikan! Ini sungguh geli dan sedikit ngilu." Jelas Mingyu sambil mengelinjang kembali akibat perbuatan Wonwoo.
"aku hanya membersihkannya itu saja." Balas Wonwoo lalu meelepas kulumannya.

"hyung, kau sungguh luar biasa." Balas Mingyu yang puas dengan perbuatan Wonwoo.
"kau baru seluar sekali Gyuie, itu saja kau sudah tidak kuat lagi hufhsungguh payah." Kesal Wonwoo sambil cemberut.
"memang Seungcheol hyung melakukannya berapakali?" tanya Mingyu penasaran.
"entah,mereka lalu melanjutkannya di kamar mandi." Balas Wonwoo.
"Apakah kau melakukan ini juga dengan Yanan" Tanya Mingyu ragu-ragu takut hatinya sakit.
"Ani! Aku baru kali ini melakukannya. Bahkan aku hanya memijat Juniornya seperti biasa."
"benarkah?" kata Mingyu senang.
"tentu saja, entah mengapa aku inginmelakukan banyak haldengan mu tadi. Hitung – hitung aku ingin mencobanya." Balas Wonwoo.

"trimakasih hyung."
"iya, sudah kau segeralah tidur kau sepertinya kelelahan sekali"

Sebenarnya dari tadi saat berbicara Mingyu sedikit tersengal-sengal, dadanya terus naik turun akibat membutuhkan oksigen lebih.

Merekapun tertidur. Akan tetapi mereka lupa kembali mengenakan pakaian sampai sampai tibalah pagi hari, sang ayah ingin membangunkan anaknya.

"Ya! Apa yang kau perbuatpada anak ku?!" kata Choi Seung Ho panik melihat anaknya.

Mingyu pun kaget karena teriakan Appa dari Wonwoo dan panikkarenamereka dalam keadaan tidak mengenakan busana.
"Appa, sakit."

Sebenarnya Choi SeungHo belum melakukan apapun terhadap Mingyu ataupun Wonwoo. Dan ia terkejut bukan karena melihat mereka berdua dalam keadaan tidak mengenakan apapun tetapi karena ada bercak darah yang cukup banyak.

"Kau telah memperawani anak ku?!" marah Choi SeungHo.

Terkejut dengan perkataan Appa dari Wonwoo Mingyu pun kaget melihat keadaan Wonwoo karena seingatnya ia sudah terlalu lelah dan langsung tertidur.

"Ani, ini tidak seperti yang paman pikirkan." Kata Mingyu panik tapi juga heran.

"appa! Perutku sakit." Kata Wonwoo dengan suara lemah.


First Time nulis beginian maaf juga baru bisa update karena jujur aku sendiri bingung gimana cara nulisnya. maaf dan trimakasih sudah membaca. di tunggu commentnya menurut kalian dalam percakapan butuh spasi lagi apa enggak ya? kok akuliatnya kaya padet banget.