Something Called Love by LukeTan
Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka, Plot cerita punya author dengan gendre BoysLove apabila tidak menyukainya mohon jangan di baca. karena author juga manusia mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pengetikan dan hal lainnya.
Line 6
Choi Seung Ho dengan panik segera membawa Wonwoo ke Rumah sakit tentunya dengan bantuan Mingyu, walaupun saat ini ia sangat kesal atas perbuatan Mingyu.
"Ya! Kau Dimana Seungcheol?!" kata Choi Seung Ho segera menelpon anaknya saat sudah sampai di rumah sakit.
"Aku masih di rumah Jeonghan. Ada apa appa menelpon pagi ... "
"Cepat kau kemari! Wonwoo masuk rumah sakit!" kesal Sang ayah.
"MWO?!"
Panggilan pun langsung terputus, Tentu saja Seungcheol kaget dengan berita yang di sampaikan sang appa. Belum ada 24 jam ia berpisah dengan Wonwoo tapi ia sudah mendapatkan kabar yang tidak baik. Ia pun segera pamit kepada Keluarga Jeonghan, tadinya Jeonghan juga ingin ikut akan tetapi karena sebentar lagi acara keluarganya akan di selenggarakan maka ia tidak dapat pergi.
Seungcheol seharusnya mengikuti acara keluarga besar dari keluarga Yoon. Jeonghan sudah meminta sang kekasih untuk di perkenalkan kepada keluarga besarnya, bukan terburu-buru Jeonghan ingin mengenalkan Seungcheol kepada keluarga besarnya akan tetapi karena Jeonghan sudah mengenal Seungcheol dan yakin dengan perasaannya makanya ia berani memperkenalkan Seungcheol kepada keluarga besarnya.
Seungcheol bukannya lebih mementingkan Wonwoo daripada Jeonghan, tetapi karena ia lebih merasa lebih terdesak apa yang terjadi pada Dongsaengnya dari pada harus menghadiri acara keluarga besar Yoon yang nantinya dapat ia datangi kembali. Jeonghan sangat mengerti dan menjelaskan keadaan terbersebut kepada keluarga besarnya nanti.
-LukeTan-
Sudah 2 jam Wonwoo berada di Kamar rawat inap, tetapi ia belum juga sadar. Choi Seung ho sungguh cemas, lantaran saat Song uisa selesai memeriksa Wonwoo di ruang unit gawat darurat, ia menjelaskan akan diadakan periksa secara lebih lanjut karena selain terjadinya peradangan pada usus terjadi keanehan seperti penggumpalan darah kotor yang berlebih.
"Aku ingin kau jujur, apa kau melakukannya kepada anak ku?" Tanya SeungHo.
"Aku bersumpah tidak melakukan hal itu paman." Jelas Mingyu.
"Lantas mengapa kalian tidak mengenakan pakaian samasekali?" desak SeungHo menahan emosi.
"itu ..."
"YA! Kim Mingyu Kau melakukan apa? Bertelanjang?!" kesal Seungcheol setelah membuka Pintu saat mendengar perkataan sang appa.
"eh, itu ..."
"Kau tau aku mempercayakan Wonwoo pada mu. tapi apa yang kau perbuat kepada dongsaeng ku?!" Kesal Seungcheol sambil meraih kerah Mingyu.
"Sumpah hyung! Aku tidak melakukan anal sama sekali. Ia hanya membetuku saja." Jelasnya.
"kalau hanya seperti itu bagaimana mungkin sekarang Wonwoo berada disini?!"
"Sudah tenanglah Cheollie." Berusaha menenangkan dirinya dan Seungcheol.
Seungcheol lalu berjalan mendekati Wonwoo sambil memegang tangan kiri Wonwoo sedangkan tangan kanannya sejak tadi digenggam oleh Mingyu.
"Aku harap kau berkata jujur Mingyu." Kata Seungcheol.
Perlahan Wonwoo menggerakan jarinya.
"Wonwoo!" kata Seungcheol dan Mingyu bersamaan.
"Dia sudah sadar?!" kata Seungho menekan tombol darurat yang terletak di samping kasur.
"ehmhhh..." lenguh Wonwoo/
"Sebentar Wonnie, Uisa akan segera datang memeriksamu."
"Bagaimana keadaannya Uisa-nim" Kata Mingyu kali ini dengan cemas.
"Tenang saja ia baik-baik saja sepertinya. Tubuhnya hanya lemas saja karna mengeluarkan darah berlebih." Jelas Song uisa.
"Pasti kau melakukannya kan Mingyu? Tidak mungkin ia mengeluarkan darah berlebih kalau kau tidak melakukannya!" kata Seungcheol kesal.
"Sumpah hyung aku bersumpah tidak melakukan anal sama sekali."
"Jangan mengelak!"
"tenangkan dirimu Seungcheol-sshi, Yang dikatakan Mingyu-sshi benar. Pendarahan berlebih itu bukan karena melakukan anal sex. Kami sedang melakukan beberapa tes untuk memastikan apa spekulasi kami benar. Tetapi nanti akan kami jelaskan kalau hasil pastinya keluar." Jelas Song Uisa.
"uisa-nim anal sex itu apa?" Tanya Wonwoo yang heran karena dari tadi ia tidak mengerti dengan pembicaraan yang terjadi di tambah tubuhnya melemas dan juga sakit di bagian perut bagian bawahnya membuatnya menjadi semakin pusing.
"Ah itu ketika lubang anal di penetrasikan ..."
"Sudah uisa-nim jangan di launjutkan lagi, ia masih kecil belum waktunya mengerti hal tersebut." Potong Seungcheol.
"Hyung, aku bukan anak kecil lagi" kesal Wonwoo masih dengan suara lemasnya.
"Iya, tapi kau masih belum boleh memahami seputar ini." Jelas Seungcheol.
"memang iya uisa-nim?" tanya Wonwoo. Kedua mata keluarga Choi saat ini menatap tajam Song uisa membuat sang uisa sedikit ragu sambil berkata " ah iya. Kau masih belum cukup umur untuk memahaminya."
Kini sang appa sudah pergi meninggalkan ruangan sehingga hanya ada Mingyu, dan Seungcheol yang menjaga Wonwoo.
"Jadi apa yang kalian lakukan?" Tanya Seungcheol.
"Aku hanya melakukan oral sex hyung seperti yang hyung lakukan dengan Jeonghan Hyung." Jawab Wonwoo.
"Hah? Eh apa? Aku tidak melakukan hal itu." Elak Seungcheol.
"Jangan bohong hyung, aku melihat yang kau lakukan makanya aku mencobanya pada Yanan dan juga Mingyu." Balasnya kembali.
"Eh?! Kau melakukannya juga pada Yanan?!" Kaget seungcheol.
"Iya, tapi tidak seperti yang kulakukan pada Mingyu." Balas Wonwoo kembali yang membuat Mingyu senang.
'Setidaknya dia memberikan sesuatu yang istimewa kepadaku'
"Kenapa kau melakukan itu Wonnie?" Tanya Seungcheol.
"hmmmm kalo Yanan aku melakukannya karena dia sedang setress hyung. Sebagai teman yang baik aku hanya membantunya. Kalo untuk Mingyu aku juga tidak tau, aku saat itu ingin melakukannya saja. Lagi pula aku sangat senang saat melakukannya dengan Mingyu. Apa Mingyu senang?" tanyanya kembali.
"Ah... eh iya tentu saja hyung." Balas Mingyu sambil bersemu merah.
*Plak*
"sakit hyung." Secara tidak sadar mengeluh kepada Seungcheol yang memukul kepalanya.
"Jangan melakukan yang aneh – aneh kepada dongsaeng ku."
"Aku tidak melakukan hal aneh yung, kan hyung juga melakukannya dengan Jeonghan."
Untuk kali ini Seungcheol bingung bagaimana menjelaskannya kepada Wonwoo salahnya juga sebagai Hyung dia tidak dapat memberikan contoh yang baik.
Tidak terasa karena sudah dua hari di rawat Wonwoo pun di perbolehkan pulang. Menurut penjelasan appanya, Wonwoo hanya kelelahan dan juga karena penyakit Gastritis yang kambuh. Sebenarnya Seungcheol heran dengan pernyataan yang di katakan appanya karena biasanya apabila penyakit Wonwoo yang satu itu kambuh pasti adiknya itu mual-mual terlebih dahulu dan tidak dapat memakan apapun.
"Mingyu? Apakah selama kalian di perjalanan ke Changwon Wonwoo tidak napsu makan dan selalu mual?" tanya Seungcheol yang penasaran saat berada di ruang keluarga setelah Wonwoo diantar ke kamarnya untuk beristirahat.
"Ani, bahkan dia sering mengemil." Balas Mingyu.
"hmmmm...apakah kau benar-benar menyukai Wonwoo?" tanyanya tiba – tiba.
"Eh... sebenarnya iya hyung kalau aku boleh jujur"
"Kalau kau benar – benar menyukai dongsaeng ku ku harap kau tidaqk melakukan hal yang lebih aneh lagi Mingyu, kalian masih muda dan aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi."Nasihat Seungcheol.
"Sebenarnya kemarin Wonwoo hyung yang meminta duluan. Walaupun aku yang memulainya." Jujur Mingyu pada Seungcheol.
"Itu namanya kau yang mengodanya, dasar anak nakal." Kesal Seungcheol.
"ani hyung. Memang aku terangsang karena perkataan Wonwoo tapi dia yang melakukan semuannya." Bela Mingyu.
"Aish, Dongsaengku itu memang polos dia pikir harus membantu setiap orang yang sedang terangsang apa?" kesal Seungcheol karena kebaikan dan kepolosoan Dongsaengnya dan pergi meninggalkan Mingyu.
Malampun tiba, kini mereka berempat sedang duduk dan makan malam bersama, tadi siang setelah Wonwoo bangun Seungkwan dan Seokmin sempat bermain tapi sekarag sudah pulang jadi suasana di meja makan menjadi lebih sepi.
"Wonwoo nanti tidur dengan hyung ya, biar Mingyu tidur di kamarmu malam ini"kata sang appa.
"ne appa, Gyui tidak apakan malam ini tidur sendiri?" kata Wonwoo karena selama ini Mingyu dan Seungcheol selalu menemani Wonwoo saat di rumah sakit.
"Tentu hyung aku kan namja." Balas Mingyu.
"Aku juga Namja. Aku ingin tidur sendiri juga." Kesal Wonwoo.
"bukan begityu maksud Mingyu, Wonnie. Maksudnya dia tidak apa – apa kalau tidur sendiri. Bukannya kalau namja harus tidur sendiri." Jelas Seungcheol.
"oh, begitu. Tapikan kita masih ada kamar tamu."
"Bibi Jang belum bisa datang karena harus merawat anaknya yang sedang sakit jadi kamar tamu belum dibereskan jadi Wonu tidur di kamar hyung dulu ya." Jelas sang appa memberi pengertian.
"Ne appa"
Wonwoo sekarang masih bersama Mingyu di kamar Wonwoo. Ia sedang bercerita tetang pertemanan Seungkwan, Seokmin dan dirinya.
"... Jadi menurutmu Seungkwan dan Seokmin seperti apa?" tanyanya.
"Gyuie..." sambil menatap Mingyu yang ternyata sudah tertidur.
"Aish bahkan sekarang baru pukul setengah sepuluh ia sudah tertidur" Gumam Wonwoo yang ternyata menjadikan lengan Mingyu menjadi bantalnya.
"Gyuie~~ bangun~~"
"hemmmm" yang hanya di balas gumaman dari Mingyu.
Wonwoo bukannya membangunkan untuk meminta Mingyu mendengarkan ceritanya. Ia tau kalau Mingyu pasti lelah karena selama ini selalu menemaninya tidur di rumah sakit dengan sofa yang tidak nyaman dan baru kali ini ia tidur dengan kasur yang nyaman.
Wonwoo lalu memegang pinggan Mingyu lalu menariknya kebawah agar kepalanya tidak bersandar lagi dengan kepala tempat tidur agar tidurnya lebih nyaman.
"hmmmm hyung aku sungguh mengantuk" dengan suara khas Mingyu yang serak karena tidurnya terganggu.
"Tapi posisimu tidak nyaman tutunkan sedikit agar lebih nyaman" dan tentunya Mingyu mematuhi apa yang di katakan wonwoo walau dengan mata yang masih tertutup,
Mingyu mengeratkan pelukannya secara tidak sadar menganggap bahwa Wonwoo adalah bantal guling. Wonwoo secara tidak langsung kaget dengan yang mingyu perbuat. akan tetapi, karena ia merasa nyaman dengan kepalanya yang kali ini dengan yaman berada di dada Mingyu yang berlaku seperti bantal dan juga tangan Mingyu yang berada di kepala Wonwoo membuat dirinya nyaman.
'Aish, baunya Mingyu sungguh menenangkan, aku jadi ingin tidur disini.'
tetapi Wonwoo ingat dengan perkataan SeungHo sang appa jadi ia bergerak perlahan untuk melonggarkan pelukan Mingyu agar Mingyu tidak terusik dengan gerakan yang Wonwoo lakukan agar tidak menganggunya.
Wonwoo merasa tenggorokannya kering maka langsung bergerak menuruni tangga untuk menuju dapur. Rumah Wonwoo dapat dikatakan cukup luas karena berada di daerah juga sehingga memiliki rumah yang cukup besar, dan bukan hanya rumahnya saja tapi taman yang berada di belakang rumahnya memiliki luas lebih dari 4 kali lebih luas dari bangunan rumahnya. Tamannya dulu di urus oleh Wonwoo mulai dari sayuran, tanaman buah dan juga bunga terdapat di tamannya, tapi sekarang di urus oleh paman Lee.
"Appa belum tidur?" tanya Wonwoo saat melihat sang appa masih menonton televisi.
"Appa?" tanyanya lagi karena tidak ada balasan lalu menyentuh pundak sang ayah.
"Ah Wonu, kau belum tidur?" tanya SeungHo
"Aku bahkan bertanya duluan appa. Dan appa malah bertanya kembali." Balasnya sambil mempoutkan bibirnya tanda bahwa ia kesal karena tidak dihiraukan appanya.
"Ah maafkan appa, ini appa baru akan masuk kamar. Kau tidak tidur?" tanyanya lagi.
"Aku ingin minum appa, lalu pergi ke kamar hyung. Sepertinya Mingyu sudah lelah jadi aku di dihiraukan karena ia tertidur."
"ya sudah habis minum kau segera ke kamar, kan kamu abis masuk rumah sakit jadi masih harus banyak istirahat."
"Appa sedang banyak pikiran, apa appa sedang ada masalah?"
"Ah tidak aku hanya mengkihawatirkan mu saja."
"Aku sudah tidak apa-apa, buktinya aku sudah keluar dari rumah sakit. Jadi appa tak perlu memikirkan aku. Sebaiknya appa segera tidur besok kan appa harus kerja"
"baiklah kau juga tidur ya." Lalu Wonwoo mencium pipi appanya.
"Jaljayo appa" sambil berlari kedapur.
Seungho hanya tersenyum dengan perbuatan anak bungsunya yang sungguh menggemaskan. Dari dulu Wonwoo itu anak yang pemalu jadi ketika melakukan perbuatan yang manis ia akan segera pergi karena takut orang lain akan melihat wajahnya yang akan memerah karena malu.
"Hyungie~" kata Wonwoo saat membuka pintu kamar hyungnya.
"Ah... Jeongahnnie, sekarang ada wonwoo kita lanjutkan nanti saja ya."
"Jaljayo hannie" lalu mengakhiri telpon.
"ah... Wonnie sudah mau tidur?" Tanya Seungcheol saat Wonwoo judah berjalan mendekati kasur.
"Sebenarnya aku belum mengantuk hyung." Balas Wonwoo yang bingung melihat hyungnya sepertinya sibuk dengan sesuatu di balik selimutnya.
"Apa yang hyung lakukan" sambil membuka lebar selimut yang membuat Seungcheol paniki lalu dengan cepat segera menutup kembali selibut yang sempat terbuka.
"Ah ani. Aku tidak melakukan apapun." Balas Seungcheol panik.
"Lalu kenapa hyung bertelpon dengan melepas celana hyung?"
Seungcheol panik setengah mati dengan pertanyaan Wonwoo.
"Ani aku hanya kegerahan" Sanggahnya.
"Aku tau hyung kalau tidur tidak menggunakan atasan tapi aku baru tau kalau hyung melepaskan celana juga dalaman."
"Ah iya... "
"Jadi kalau hyung sekamar dengan Jeonghan hyung, hyung tidak menggunakan apapun?" tanya Wonwoo kali ini.
Seungcheol bingun menjawabnya kali ini tapi sebenarnya tentu saja Seungcheol tidak menggunakan sehelai benang pun saat tidur baik ketika ia melakukan sesuatu dengan Jeonghan atau tidak. Karena setelah bersama dengan Jeonghan ia tidak pernah semalam pun tidur dengan keadaan menggunakan pakaian karena akan lebih nyaman.
"ah iya Wonnie karena lebih nyaman dengan tidur tanpa pakian" balasnya.
"Tapi kian hyung belum tidur dan hyung masuih menggunakan atasan."
SkakMat. Seungcheol sudah pusing harus menjawab apa lagi dengan pertanyaan dari Dongsaengnya.
"hemmm..."
"Ah hyung sedang melakukan Phone sex ya?" tanya Wonwoo yang membuat Seungcheol kaget.
"Bagaimana ..."
"teman teman di sekolah banyak yang mengatakannya hyung tapi aku tidak mengerti apa itu."
'Aish dasar anak-anak jaman sekarang bagaimana mungkin mereka membicarakan hal privasi seperti itu apa lagi mengatakannya di depan anak yang polos seperti dongsaengku ini'
"Hyung sudah selesai?"
Karena otak Seungcheol yang sudah pusing secara tidak sadar ia mengelengkan kepalanya
"hmmmm, ya sudah hyung sini aku bantu.
"eh? Jangan Wonnie kau masih kecil."
"Aish sudah jangan malu hyung, aku bukan anak kecil lagi. Aku juga sudah melakukannya dengan Mingyu dan Yanan jadi hyung tak usah menolaknya" paksa Wonwoo.
'Aish jadi seperti ini situasi yang di katakan Mingyu? Aku bahkan bingung bagaimana menolaknya'
"kata teman – teman di kelasku kita sebagai pacar harus memuaskan pasangan hyung jadi kalau aku nanti punya pacar aku harus melayaninya." Kata Wonwoo yang membuat Seungcheol kali ini pusing dengan masa depan dongsaengnya yang polos ini.
"itu ... "
"Jadi hyung harus mengajari ku ya" katanya sambil memeluk hyungnya dengan posisi tiduran.
Tidak sengaja kaki Wonwoo menyentuh sang adik dari Seungcheol yang mengeras akibat Phone Sexnya dengan Jeonghan .
"Lihat hyung, ini bahkan sudah sangat keras." Kata Wonwoo sambil membuka selimut dan menyentuh kemaluan Seungcheol.
"aish kau sungguh keras kepala. Baiklah akan ku ajari tapi dengan satu syarat."
"untuk apa syarat hyung? Kan aku membantu hyung juga." Sambil masih mengelus kepala kemaluan Seungcheol yang terdapat precum yang setekah itu jari Wonwoo bergerak melingkar kecil yang memberikan sensasi mengejutkan kepada Seungcheol.
"Ahhh... Wonnie, hetikan.. dulu..." Sambil mengontrol dirinya.
"abis hyung pake syarat – syarat segala membuatkui kesal." Balas Wonwoo masih melakukan perbuatannya.
"Aish... tapi.., ini.. penting.. Wonnie..."
"Baiklah apa hyung?"
"Kau melakukannya hanya kepada pacarmu, janga melakukannya juga pada teman mu." Dengan nafas yang masih sedikit terengah.
"Baik hyung jadi apa yang ku lakukan" sambil bergerak dan duduk di perut hyungnya.
"Kenapa kau duduk di atas perutku Wonnie?"
"Aku kan akan belajar jadi aku melakukan posisinya"
"baiklah kau pernah ciuman?" tanya Seungcheol.
:tentu saja seperti ini kan?" sambil mengecut hyungnya. "kan kita pernah melakukannya.
"bukan yang seperti itu tapi yang kau lakukan namanya kecupan bukan ciuman."
Seungcheol lalu melumat bibir Wonwoo. Wonwoo bingung harus apa karena merasakan tidak ada perbuatan yang di lakukan oleh Wonwoo,
"Kau harus membalasnya Wonnie lakukan apa yang aku lakukan."
Wonwoo pun melakukan apa yang di perintahkan Seungcheol. Seungcheol mengigit bibir bagian bawah Wonwoo sehingga membuat Wonwoo mendesah dan membuka mulutnya lalu seungcheol memasukan lidahnya masuk ke mulut woneoo dan Wonwoo melakukan apa yang sama di lakukan oleh Seungcheol.
"haaaah.. haaaah.. Jadi itu... hyung.. ciuman?" tanya Wonwoo yang masih berusaha bernafas.
"ya, selain itu kau juga harus melakukan ciuman di beberapa titik sensitive seperti di belakang telinga"
"ahhhh... Wonnie kau jangan langsung melakukannya biarkan aku menyebutkannya dulu" Sesal Seungcheol dengan ke agresifan dongsaengnya.
"Akukan harus mengetesnya hyung, kali saja hyung hanya bercanda." Balas Wonwoo.
"jadi kalau aku bilang puting juga kau akan melakukannya?"
"tentu saja."
"aku kan masih menggunakan baju..."
Belum sempat Seungcheol menyelesaikan kata-katanya Wonwoo langsung menarik baju hyungnya membuat kini Seungcheol tidak menggunakan apapun.
"Ahhhh... Wonnie... hentikan..." karena setelahnya Wonwoo langsung mencium puting milik Seungcheol.
"Ish hyung, kau dari tadi niat tidak sih mengajuariku." Sambil mempoutkan bibirnya.
"Tentu saja tapi kau terlalu cepat Wonnie, tunggu sampai aku menyelesaikan perkataanku"
"Aish langsung saja hyung ke inti." Sambil bergerak turun kali ini ia mengenggam penis Seungcheol.
"kalau yang ini titik sesnsitifnya dimana hyung" sambil menggerakan tangannya naik turun.
"Ahhh itu.. hmmm. Di... bagian... antara.. kepala.. argh.. dan ba...tang Won..nie" Balasnya terengah engah dengan perbuatan Wonwoo lalu langsung mencium bagian yang di sebutkan.
"ahhhhh won... ia disitu..."
"Selai itu hyung?"
"kepala penis juga daerah sensitive jadi Agrhh..." Kini Wonwoo melumat kepala penis Seungcheol bagaikan permen.
Selanjutnya Wonwoo tidak lagi mendengar intruksi dari Seungcheol karena hyungnya kali ini hanya menikmati apa yang dilakukan oleh Dongsaengnya.
Wonwoo terus melakuakn apa yang sebelumnya di katakan Seungcheol secara bergantian membuat diri Seungcheol melayang akan kenikmatan yang di berikan. Sesekali Wonwoo memasukan seluruh bagian penis Seungcheol dan sedikit melumat bagian twinsball hyungnya.
Saat Wonwoo memasukan seluruh bagian penis Seungcheol ia mencoba menanyakan sesuatu sehingga membuat getaran yang membuat Seungcheol merasa kenikmatan yang lebih.
"Arghhhh... won, apa.. yang... kau lakukan?" tanya Seungcheol
"aku tadi bertanya hyung." Sambil melepaskan kulumannya tadi.
"karena kau mencoba mengatakan sesuatu membuat penisku merasa kenikmatan akibat getaran dari tenggorokanmu Won." Sambil mengatur nafasnya.
"hmmmmm begitu aku jadi ingin lagi" lalu melakukan apa yang sebelumnya ia lakukan tapi dengan ritme yang lebih lama.
"Ahhhh... aku... sudah... tidak... kuat.. Won..nie'
Seungcheol mengeluarkan air maninya membuat Wonwoo tersedak dantidak sengaja menelan seluruh cairannya.
"Pantas saja Mingyu tidak tahan denganmu Wonnie, kau sungguh memuaskan." Balas Seungcheol.
"Yeey, nanti kalau aku punya pacar aku akan melakukannya pada pacarku agar iya tidak pindah kelain hati. Trimakasih hyung" balas Wonwoo sambil memeluk hyungnya.
"haah... kau tidak tegang juga Wonnie?" tanya Seungcheol.
"tidak, tapi waktu aku melakukannya dengan Mingyu aku sempat tegang juga hyung."
"haah... kalau begitu kau tidak boleh melakukannya dengan Mingyu ne?"
"aish kalau nanti aku pacaran dengan Mingyu kau memperbolehkan ku melakukannya dengannya hyung?"
"Sudahlah tak usah dipikirkan, hyung sekarang lelah ayo kita tidur."
"aish hyung ini kita baru melakukannya 40 menitan, bahkan kau kemarin masih melanjutkannya di kamar mandi hyung." Balas Wonwoo kesal.
"kau berbeda Wonwoo, kau bahkan lebih hebat dari jeonghan."
"benarkah." Senang dengan pujian hyungnya.
"untuk apa aku berbohong?"
"tapi hyung juga jangan melakukannya lagi dengan Jeonghan hyung ya? Kalian kan bukan pacaran, jadi kau juga tidak boleh melakukannya lagi dengan Jeonghan hyung. Aku saja yang melakyukannya." Balas Wonwoo.
"memang kau pacarku? Hmmmm?" goda Seungcheol.
"Setidaknya kita keluarga hyung kita harus saling membantu" sambil merebahkan tubuhnya di badan hyungnya.
"baiklah" Jawab Seungcheol seadanya.
-LukeTan-
Tidak terasa sudah 1 Minggu Mingyu berada di ChangWon. Di Korea, liburan musimpanas terjadi mulai dari pertengahan Juli sampai akhir Agustus. Wonwoo pun sudah mulai di perbolehkan untuk berjalan-jalan.
"Seungkwan menurutmu kita bawa Mingyu kemana?" tanya Wonwoo saat berkumpul bersama dengan Seokmin dan juga Mingyu.
"Aku juga bingung hyung. Biasanya para turis kesini saat musim semi bukan saat musim panas seperti ini. Menurutmu bagaimana?" balasnya sambil memandang Seokmin.
"Changwon Marine Park?"
"Disana tidak banyak yang dilihat DoKyeommie kau ingin Mingyu melihat apa disana? Kapal Perang?!" kesal Seungkwan.
"Ada kapal perang? Aku belum pernah kesana." Jelas Mingyu.
"kau ingin melihatnya?" tanya Wonwoo.
"tentu saja itu kedengarannya menarik."
"tuh kan apa ku bilang pasti Mintgyu suka."
"Kau bahkan tidak menganjurkannya!"
"tapi kan aku yang mengatakan tujuan kita."
"Kau hanya menyebutkan tidak menganjurkan."
"Ya Diva Boo kau ingin membuatku marah?" kesalnya.
:Ani kau yang terlalu membanggakan dirimu."
"Sudah – sudah kalian tidak usah berkelahi karena hal kecil seperti ini."
"tapi Wonu hyung dia ingin sekali di puji, aku kesal melihatnya."
"Ani, aku hanya ..."
"Sudah – sudah ayo kita kesana dari pada mendengar kalian ribut seperti ini lebih baik kita kesana." Kata Mingyu menengahi.
Mingyu tentunya sangat senang pada saat berada di Changwon Merine Park, bukan karena ia melihat Isi dari kapal perang tapi karena sepanjang mereka di sana Mingyu terus saja memegang tangan Wonwoo dengan alasan agar tidak terpisah karena sekarang ini banyak sekali anak kecil dan keluarganya yang mengunjungi tempat ini karena sudah memasuki musim liburan.
Selesai dari melihat kapal perang mereka terus pergi ke tempat – tempat yang menjual makanan unruk makan siang dan tidak lupa membeli ice cream karena cuacah yang panas. Wonwoo bahkan meminta untuk di belikan ice cream setiap 2 jam karena panasnya cuaca.
"hyung mau kemana?" tanya Wonwoo melihat Seungcheol saat baru saja pulang.
"Aku akan pergi ke tempat Jisoo, Jeonghan memutuskan untuk menghabisakan beberapa hari disana." Jelas Seungcheol.
"Lusa saja hyung, aku juga akan pergi ke Anyang bersama Mingyu." Pinta Wonwoo.
"Jeonghan sudah bosan di rumah katanya, nanti sebelum liburan berakhir aku akan kembali ke sini karena Jeonghan dan jisoo juga ingin kemari. Untuk apa ke Anyang?"
"Mingyu ingin bertemu dengan keluaganya hyung." Balas Wonwoo.
"Aish jadi hyung ingin menemui calon mertua." Balas Seungkwan.
"eh bukan begitu .."
"lalu untuk apa kau pergi menemani Mingyu?" tanya Seungcheol kali ini.
"kan Mingyu sudah menemaniku untuk kemari hyung, aku jadi juga akan menemaninya untuk liburan juga disana." Balas Wonwoo.
Mingyu sangat senang karena Kemarin saat Eommanya menelpon menanyakan kapan kembali mengatakan akan menemaninya dan liburan sebentar di rumahnya. Sang Eomma juga senang karena Mingyu akan membawa temannya untuk liburan kali ini karena anak perempuannya yang satu itu juga sama seperti Mingyu liburan bersama dengan teman-temannya yang lain.
"ya sudah Mingyu aku titip Wonwoo, aku percayakan wonwoo padamu. Tapi ingat jangan melakukan hal – hal yang membyuatku cemas akan dongsaeng ku." Balas Seungcheol dan segera pamit untuk pergi.
Malampun tiba dan kali ini Wonwoo hanya makan malam bersama dengan Mingyu karena Appanya sedang akerja di luar kota sedangkan Seungkwan dan Seokmin pergi meninggalkan mereka karena harus pulang.
"hyung nanti kita kembali kesini lagi" Tanya Mingyu saat membantu wonwoo membereskan perlengkapan dapur setelah makan.
"tidak tau, Gyuiie mau kesini lagi?"
"ah, kalau aku terserah hyung saja."
"kalau begitu liat keadaan nanti saja gyuie. Nanti kita tidur bersama ya."
"eh,ah, ya tentu tak apa." Balas Mingyu yang sempat berfikir kotor.
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam saat ini, Mingyu dan Wonwoo sekarang sedang tidur – tiduran di kasur sambil menonton televisi.
Sekarang Wonwoo sedang terlentang menjadikan Tangan minyu sebagai bantal dan Mingyu tentunya senang dengan Wonwoonya sekarang.
"hyung tanganku pegal." Kata Mingyu.
"Ah maaf gyuie." Sambil beranjak dari posisinya dan akan duduk
"bukan begitu hyung sini" sambil mengarahkan Wonwoo untuk menyende di dada Mingyu.
"Kau tak apa Gyuie kalau aku seperti ini?" balas Wonwoo.
"tentu saja ini lebih nyaman dari pada posisi tadi."
"memang lebih nyaman sih gyu tapi apa kau tidak akan lelah kalau seperti ini?"
"tidak kenapa begitu?"
"kata hyung, kalau makin nyaman posisinya maka makin membuat yang di nyamani lebih lelah, aku sangat nyaman dengan posisi ini jadi aku pikir kau akan merasa tidak nyaman." Balas Wonwoo.
"tidak aku lebih nyaman seperti ini. Kalau Hyung mengantuk tidur saja tidak apa." Kata Mingyu yang sebenarnya sudah melihat wonwoo mulai akan memejamkan matanya
"apakah boleh"
"Tentu saja hyung sini tidur" sambil memeluk hyungnya agar lebih nyaman.
"Jaljayo Gyuie, jalan terlalu malam ya tidurnya" sambil sedikit mengeratkan pelukannya pada Mingyu karena ia merasa nyaman.
"Tentu hyung Jaljayo. Mimpi indah" balas Mingyu
