"orang orang berbicara"
Italic – manusia, supernatural, berpikir dalam hati.
'telepatik berbicara dalam pikiran'
[spirit, dragon, berbicara dan pengaktifkan jurus atau sacred gear]
Bold - berbicara dengan bahasa asing
Bold - kata kata yang dalam/memiliki arti dalam.
Chapter 2 – Knight and Cat meet Devil.
Ise sekarang dalam situasi yang benar benar canggung.
Di depannya ialah Himari menatap santai ke arah wanita berambut merah yang sedang duduk di kursi, wanita itu terlihat kesal, aura yang keluar darinya saja sudah mengatakan dia sangat kesal.
Tak hanya itu, beberapa orang yang di ruangan ini juga menghunuskan senjata mereka ke arah Himari, gadis kecil berambut putih menatap tajam dan mempersiapkan tinjunya, pria tampan menghunuskan pedangnya, dan wanita dengan rambut hitam halus mengeluarkan aura listrik dari tubuhnya. Semuanya bersiap untuk menyerang Himari begitu dia bergerak.
"apa yang kau katakan, Yokai." Ucap perempuan berambut merah itu dengan dingin.
"biarkan aku mengulanginya, jika tak becus pulang sana, putri manja sepertimu lebih baik kembali ke kastilnya, dirimu yang egois tak perlu datang ke dunia manusia." Ejek Himari
Situasi pun semakin dingin. Haaa, kenapa seperti ini? Pikir Ise, ini semua bermula saat Ise masuk sekolah hari senin ini.
Hari itu Ise berjalan dengan lelah ke sekolah, terlihat matanya sangat merah dan bawah matanya gelap seperti orang kurang tidur. Ini semua dikarenakan Himari, tak kusangka Himari bukannya kembali ke kamar setelah menyampaikan pesannya tetapi malah tidur bersamanya.
Siapa sangka Himari sangat lekat tidurnya, selalu menmpel kepadaku. Berkat itu Ise kurang tidur karena harus menahan hormon di dalam tubuhnya. Sebenarnya dirinya mau sangat mau menjatuhkan Himari dan melakukan hubungan intim.
Toh dirinya tau Himari tak akan menolak, dirinya juga tau Himari memiliki perasaan kepadanya, tetapi Ise tak bisa. Diulangi tak bisa bukannya tak mau, karena kondisi tubuh Ise yang sedikit 'spesial' karena ulah 'seseorang'yang Ise lupakan siapa pelakunya.
Setiap dirinya mau melakukan hubungan intim kepada perempuan sesuatu yang buruk akan terjadi kepadanya. Karena itu unutk menjaga keselamatan 'dirinya' Ise harus menahan diri.
Grrr, siapapun yang memasukan kutukan sialan itu, TUNGGU! Akan kuhajar dirimu. Sumpah Ise di pikirannya. Di dalam pikirannya paling dalam Gai hanya menyeringai, menunggu betapa kaget patnernya saat tau siapa yang meletakan kutukan di tubuhnya. [pfft, Ise jika saja kau tau siapa yang memasukan kutukan itu, pfft hahahahaha].
Brrrr, kenapa aku merinding. Tiba tiba Ise merasakan sesuatu yang mengejutkan akan terjadi kepadanya di masa akan datang. "crap!, aku telat! Kaicho akan membunhku!." Melihat dirinya telat Ise pun segera berlari menuju sekolahnya.
Dirinya pun pas sampai di kelasnya dengan pas pasan, walaupun selamat tetap saja dirinye mendapat berapa omelan dari Ketua Osis Sma kuoh. Sekarang Ise pun duduk meletakan kepalanya di meja. Ahhh, tempat tidur keduaku. Ise pun tak bisa menahan ngantuknya dan tertidur.
"Hy.."
"Hyo..."
"HYODOU!" teriakan terdengar. "hah!" Ise pun terbangun dari tidurnya, yang meneriakinya adalah guru wali kelasnya. "Maaf sensei, aku kurang tidur semalam." Teman sekelasnya pun tertawa kepada Hyodou. Wali kelas itu hanya memberi peringatan lalu kembali berbicara.
"dengar hari ini kelas kita akan kedatangan murid baru, baik baik kepadanya." Serentak para murid pun berbisik satu sama lain.
"sensei, cewek apa cowok?"
"cantik ngak sensei?"
"semoga sih cewek."
"DIAM! DIAM! Muridnya adalah wanita." Serentak murid laki laki bersorak. "aku ingin kalian bersikap baik kepada dirinya, terutma kalian pervet trio jangan berani kalian menganggu nya, mengerti." Bentak guru tersebut kepada Ise, Motohama, dan Matsuda. "hai sensei." Ucap mereka berdua, tetapi dalam pikiran mereka sudah tak sabar melihat murid pindahan cewek yang cantik.
Ise hanya diam saja, dirinya terlalu lelah untuk membalas, dirinya pun meletakan kepalanya di meja sambil melihat ke luar jendela. "selahkan masuk, Noihara san." Eh! Noihara! Ise pun langsung terbangun dan melihat.
Kreek. Pintu kelas bergeser, memperlihatkan wanita cantik dengan rambut panjang hitam halus yang diikat, jalannya sangat elegan dan kecantikannya menawan laki maupun perempuan di kelas Ise.
Tetapi Ise hanya bisa membuka lebar lebar mulutnya karena terkejut. Perempuan itu pun berdiri di depan kelas. "perkenalkan namaku adalah Niohara Himari, salam kenal." Ucapnya.
"HOREEEEE"
"KYAAAA CANTIKNYA."
Para lelaki bersorai kelas mereka kedatangan cewek cantik dan seksi, para wanita juga senang murid baru terlihat sangat elegan. "DIAM DIAM, Kelas tenang. Noihara san bisa kau perkenalkan dirimu di depan kelas."
Sesaat tapi pasti saat disuruh memperkenalkan diri mata Himari menuju ke arah Ise membuat dirinya merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. "seperti yang sudah kukatan namaku adalah Niohara Himari, dan aku hanya ingin mengatakan satu hal." Ini membuat yang lainnya bingung sementara Ise merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.
"tubuh dan jiwaku ini semuanya telah kuserahkan kepada seseorang, dan seseorang itu adalah tuan mudaku, Hyodou Ise."pernyataan yang membuat semua murid terdiam bahkan guru hanya bisa membuka mutlutnya lebar lebar mendengar sebuah ucapan yang seperti pengakuan cinta.
3.
2.
1.
'"EHHHHHHHHHH!'" semua murid kelas berteriak.
...
Istirahat.
"ISE SIALAN KAU!"
"BERANINYA KAU, PENGHIANAT, TAK KUSANGKA KAU MEMILIKI WANITA CANTIK SEPERTI HIMARI SAMA."
Kedua teman mesumnya berlari dan berusaha memukulnya, tetapi Ise pun menghindar lalu menjepit kepala mereka berdua, membuat mereka kesulitan bernafas "aaa..amp..fuuu.". "I..se. ." membuat mereka pingsan karena kehabisan nafas, sekarang Ise tak ingin mendengar teriakan bodoh temannya, makanya dirinya membuat mereka tidur sementara.
"Tuan muda." Himari pun datang duduk di samping Ise dan memeluk tangannya ke dadanya. Empuknya hah! Sadar Ise sadar Ise. "Himari kenapa kau datang ke sekolahu?" tanya Ise. "tentunya dong, untuk melindungi anda, diriku harus mengawasimu bahkan di saat sekolah." Ucap Himari. "tetapi tuan muda, ini juga pertama kalinya aku merasakan hidup sekolah." Mendengar hal itu Ise pun menjadi terdiam, dirinya ingat Himari hanya tinggal di rumah kakeknya tak meraskan kesenangan gadis seumurnya, itu membuat kekesalan dan pertanyaan ise menghilang.
Dirinya pun tersenyum ke arah Himari. "lagipula, aku datang juga untuk mengatasi masalah 'iblis'." Tepat setelah Himari berkata itu.
"KYAAAAAAAAA."
"KIBA SAMA!"
"KIBA KUN."
Para wanita berteriak, Ise dan Himari melihat di depan kelasnya adalah pria pirang yang tampan, Ise mengenalya dirinya adalah Yuuto Kiba dirinya sangat tampan sampai dibiri julukan Prince of Kuoh.
"permisi, apa Hyodou ada?."
Ucapannya membuat murid perempuan mejadi Histeris.
"KIBA SAMA APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA MESUM ITU."
"APAKAH INI LAHIRNYA KIBA X HYODOU."
"PASANGAN BARU AKAN LAHIR!"
Mendengar ucapan yang membuatnya merinding Ise hanya melihat Kiba yang tersenyum saat melihat ke arah Ise. "maaf Hyodou san bisakah kau datang ke ruang Orc, ketua ku ingin bertemu." Ucapnya saat berada di depan Ise.
Entah kenapa Ise merasa ingin sekali meninju senyumnya itu. Tetapi saat dirinya ingin berkata, Himari langsung berkat duluan. "maaf ya, tetapi tuan muda tidak bisa bertemu dengan 'raja' mu sekarang, bagaimana dirimu sebagai 'servant' yang baik memberitahu, saat pulang sekolah Tuan muda dan diriku akan datang."
Wajah Kiba sempat kaget tetapi kembali tenang dengan cepat. "kalau boleh kutau siapa dirimu?" tanya dirinya. "aku hanyalah pelindung tuan muda, itu saja yang perlu kau tau, 'Servant'." Ucapnya, mata mereka saling bertatapan, sampai Kiba akhirnya mundur dan wajahnya berkeringat. "b-baiklah kalau begitu, a-aku akan memberi tahu Buchou, permisi." Dirinya pun pergi.
Ise mengerti apa yang membuat Kiba mundur dirinya hanya diam saja, membiarkan Himari yang menyelesaikan masalah. Tetapi pulang ya, akhirnya aku akan bertemu dengan salah satu fraksi besar. Pikir Ise.
Yuuto Kiba sangatlah gugup dirinya tak menyangka akan ada seorang yang memiliki kekuatan lebih kuat dari pada raja nya. Kiba dirinya adalah anggota Peerage dari Rias Gremory, sebuah Knight dari Gremory Peerage.
Seharusnya tugasnya hanyalah mudah, undang Hyodou Ise salah satu pervet trio ke ruang Orc, hanya itu saja. Tetapi siapa sangka di sebelahnya adalah orang yang begitu kuat dan hebat.
Wanita itu dapat mengeluarkan hasrat membunuhnya cuma ke arah dirinya dan tak ke yang lain, itu tandanya bahwa wanita itu sangatlah ahli, dan terutama hasrat membunuhnya benar benar membuat Kiba ketakutan, itu mengingatkan saat dirinya berlatih dengan gurunya.
"aduhh, apa yang harus kukatakan kepada Buchou." Ucapnya. Hari ini adalah hari kesialannya.
...
Pulang sekolah.
Inilah tempatnya, tempat salah satu fraksi Iblis berada, di gedung sekolah tua yang menjadi markas Orc club, yang beranggotaan seluruh murid terkenal di sekolah Kuoh.
Menurut Himari, pihak iblis di sekolah ini adalah Gremory dan Sitri. Yang memanggil Ise adalah Gremory, pewaris dari klan Gremory dan adik perempuan dari raja Iblis di underworld, Rias Gremory. Tetapi Himari hanya berkata bahwa Rias hanyalah putri manja saja.
Tok tok. Himari mengetuk pintu. "silahkan masuk." Suara terdengar dari balik pintu, Ise dan Himari pun masuk ke ruangan club ini. Kesan pertama Ise dengan ruangan club Orc, hallowen ya. Menurut Ise ruangan ini benar benar seperti hallowen liat aja gelap lah, ada aksesoris misterius, ditambah lingkaran sihir di lantai, kesannya sangat kuat, ditambah dengan labu ini akan sempurna.
"halo, Hyodou san, ah! Kau pasti murid pindahan Noihara Himari." Wanita berambut hitam berkata, Ise kenal dengan wanita ini karena dirinya sangat terkenal, salah satu dari 3 great onee sama kuoh yaitu Himejima Akeno, seorang yamato nadesiko dengan seksi bodi.
"selamat siang, Himejima sempai." Salam Hyodou. Himari hanya mnunduk kecil. Akeno pun menyuruh mereka duduk dan membuat teh lalu memberikannya kepada Ise dan Himari. "terima kasih Sempai." Ucapnya. "terima kasih." Ucap Himari. Ise pun melihat anggot lainnya, Kiba yang sedang senderan hanya melambaikan tangannya, dan gadis kecil berambut putih sedang memakan snak di pinggir sofa, gadis tersebut adalah Koneko Tojou maskot akademi Kuoh.
Minuman tehnya sangat enak, bahkan Himari mengakui bahwa teh buatan Akeno sangat enak, tetapi sudah dulu perkenalannya. "jadi, kemana 'Raja' kalian bukannya dirinya yang mengundang Tuan muda, dan diriku." Tanya Himari.
Saat Akeno ingin memberi tahu, korden belakang terbuka. "maaf, karena menunggu." Wnita berambut merah berjalan ke arah Ise dan Himari, hanya mengenakan handuk! Untuk menutupi tubuhnya!. Tentunya Ise melihat oppai dan pinggangnya dirinya tak akan menyiakan kesempatan emas yang datang.
Ooo, luar biasa, dadanya sangat besar, E-cup, tetapi Akeno sempai lebih besar sedikit E+-cup, pinggangnya juga ramping, mantap. Tentunya walaupun Ise meng ogle Rias wajahnya tetap tenang, skill ini diajarkan dari German agar dirinya dapat melihat tubuh wanita tanpa ketahuan dan tidak dituduh mesum.
Wajah Rias terlihat kecewa tetapi kembali normal dengan cepat. "maaf ya, tadi aku kepanasan dan harus mandi menggunakan Shower di ruangan ini. Tolong tunggu sebentar" Rias pun mengambil baju dari tangan Akeno lalu mengenakannya di ruangan Shower yang hanya di tutupi gorden.
Tak lama dirinya pun keluar dan duduk di kursi belakang mejanya. "maaf, karena membuat kalian menunggu, Hyodou san dan Oihara san."
"tak apa apa, dan panggil saja aku Ise sempai, aku bukanlah Fans dari formalitas." Ucap Ise, Rias pun tersenyum. "baiklah begitu, aku akan memanggilmu Ise, tetapi bagaimana dengan pasanganmu?"
"panggil saja aku Himari." Ucap nya dengan tenang.
"Sebelum aku memulai apa kalian sudah tau dengan sisi supernatural?." Tanya Rias. Ise dan Himari pun mengangguk.
"baiklah kalau begitu, tak usah basa basi, kami menyambut kalian sebagai, iblis di ruangan ini."
Pisha.
Tiba tiba seluruh anggota ruangan kecuali Ise dan Himari mengeluarkan sayap hitam seperti kelelawar di belakang mereka.
"melihat kalian tidak kaget, sepertinya kalian sudah benar benar tau tentang fraksi kami, terutama dirimu Hyodou san, kupikir kau akan kaget?." Canda Rias. "sempai, please, kemarin aku melihat mantan pacarku merobek bajunya berubah menjadi baju seperti di S&M, dan mengeluarkan sayap hitam di belakangnya, ya, cukup tersekima menurutku." Yang lainnya sedikit tertawa dengan candaan Ise. "begitu, baiklah kalau begitu apa kau sudah tau tentang 3 fraksi besar, Ise kun?." Tanya Rias, Ise pun berkata tidak tau. Dari situ Rias menceritakan tentang 3 fraksi dan 3 fraksi besar. Dirinya menjelaskan tentang keadaan malaikat, malaikat jatuh, dan iblis sampai sekarang, dirinya juga bercerita tentang perang besar yang terjadi yang melibatkan sekuruh ras, dan pada akhirnya keadaan sekarang dari pihak iblis.
"setidaknya begitulah, keadaan Pihak iblis sekarang, Ise kun." Mendengar itu membuat Ise berpikir tentang sejarah 3 fraksi, tentu dirinya sudah diberitau oleh Gai tentang 3 fraksi tetapi dirinya masih ingin mendengar dari salah satu pihak Fraksi.
"baiklah aku mengerti, jadi kenapa kau memanggil diriku Sempai?." Tanya Ise. "alasannya adalah ini, apa kau mengenal dia Ise kun." Rias memperlihatkan sebuah foto, sosok foto itu sangat Ise kenal.
"Yuuma ya."
"benar malaikat jatuh ini berusaha membunuhmu 'kemarin' karena sesuatu yang bisa mengancam mereka di dalam dirimu." Ucap Rias. "sacred gear ya." Semuanya pun kaget saat Ise mengatakannya. "k-kau sudah tau! Ise kun."
Ise hanya mengangguk dan dari tangannya muncul pedang katana sederhana, semua iblis tegang karena katana itu memiliki energi suci. "h-holy Sword, b-begitu jadi sacred gearmu adalah [Blade Blacksmith], sacred gear yang mampu menciptakan pedang suci."
Ise hanya mengangguk, merasakan tatapan tajam, Ise menoleh ke arah Kiba yang menatap tajam ke arah dirinya, atau ke arah katana yang dipegangnya. Dirinya pun menghilangkan katana itu, walaupun tatapan nya sudah tak tajam tetapi Ise merasakan Kiba memperhatikannya.
"baiklah, kalau begitu aku mempunyai proporsi untukmu, bagaimana jika dirimu menjadi bagian peer." "aku menolak." Sebelum Rias selesai Ise telah menolak.
"k-kenapa! kau bisa hidup panjang, kau bisa mendapat wanita, atau kaya loh." Tanya Rias. "aku masih ingin menjadi manusia, itu saja." Melihat wajah kaget Rias sudah menyadarkan Ise bahwa dirinya tak biasa ditolak. Tipe tuan putri yang selalu mendapat apa maunya, pikir Ise.
Dalam percakapannya kepada Ise, Rias Gremory mempunyai satu tujuan, yaitu membuat Ise menjadi bagian Peeragenya. Sifat nya mudah ditebak, karena tau sifatnya itulah Ise menolak, pasti ada sesuatu yang dirinya sembunyikan.
"tapi Ise, kupikir akan lebih baik kau menjadi bagian peerageku, dengan begitu kau dan keluargamu akan mendapatkan perlindungan dari keluarga Gremory agar keluargamu aman." Begitu sekarang dia mengancam, bergabung dengan diriku atau keluargamu dalam bahaya oleh malaikat jatuh, sekarang Ise mulai kesal, tak hanya dirinya berusaha memanipulasi Ise, sekarang dia mengancam.
Tetapi sebelum Ise bergerak Himari sudah bergerak duluan. Kling. Seluruh anggota langsug dalam posisi bertarung, Akeno dengan energi petirnya, Koneko berdiri dan menyiapkan tinjunya, serta Kiba dengan pedangnya, ini karena Himari sudah muncul di belakang Rias dan menghunuskan pedangnya ke leher Rias.
"apakah itu ancaman untuk tuanku, devil." Hasrat membunuh luar biasa membanjiri ruangan tersebut, membuat suasana ruangan terasa sangat berat, bahkan semuanya kecuali Ise bergetar ketakutan merasakan hawa membunuh yang dikeluarkan Himari.
"aku tak peduli, jika kau adik dari Lucifer, berani mengancam tuan ku akan kubunuh kau." Ungkapannya jelas, satu kalimat salah maka leher Rias akan melayang dari tubuhnya. "Himari sudah cukup, kembali."
"tapi tuan muda!"
"Kembali." Mendengar Ise yang tegas akhirnya Himari kembali ke samping Ise.
"Maaf, Gremory sempai dan semuanya tetapi Himari sangat amat memperhatikan 'diriku' dan 'keluargaku' kuharap kau bisa memaafkannya." Senyum Hyodou tetapi senyumannya tidaklah sama ini lebih dingin. "a-aku juga minta maaf sepertinya aku kelepasan bicara." Ucap Rias.
"putri tak becus." Ejek Himari.
"apa yang kau katakan Yokai." Sekarang Rias sangat marah beraninya Himari mengatai dirinya, pewaris dari klan Gremory yang merupakan High class Devil, aura merah keluar dari dalam tubuhnya.
"biarkan aku mengulanginya, pulang sana. Putri manja sepertimu lebih baik kembali ke kastilnya, tak perlu datang ke dunia manusia, tuan putri." Ejek Himari
Situasi makin tegang, Rias sudah kesal begitu juga dengan Himari, tetapi Ise hanya mencupit pipi Himari. "etetetete! Tuan muda! Apa yang kau lakukan!." Tanya Himari yang memegang pipinya. "jangan buat masalah lagi, kita pulang."
"tetapi itu benar kok. Lagipula, hei Gremory ini." Dari dalam dadanya Himari mengeluarkan sepucuk surat dan melemparnya ke arah Gremory. "apa ini? Ini kan!" Rias melihat dari surat ini terdapat emblem dari pihak Shinto.
"itu adalah surat dari pihak Shinto berisi ultimatum atas ketidakbecusanmu dalam mengawasi wilayah ini dan berkat dirimu juga pihak iblis telah melanggar perjanjian dengan pihak Shinto. Satu surat lagi telah dikirimkan langsung ke Maou underworld." Saat mengucapkan itu Himari langsung menarik Ise keluar dari ruangan menjijikan ini, tetapi sebelum Keluar Himari melihat Koneko.
"Nona muda, sebaiknya jangan kau tahan kekuatan yang mengalir di tubuhmu."
"eh!"
Koneko terlihat sangat kaget dengan perkatan Himari sebelum pergi. Bam. Pintu tertutup meninggalkan mereka.
...
Mereka berdua berjalan dengan tenang, Himari masih memgang tangan Ise menariknya, sedangkan Ise hanya mengikuti Himari, mereka berdua berhenti di taman tempat Ise hampir dibunuh, Himari pun berhenti.
"Himari?" melihat Himari berhenti membuat Ise bingung, dirinya pun segera membalik dirinya berhadapan dengan Ise, tetapi Ise tak bisa melihat karena wajah Himari menunduk ke bawah.
Kenapa ini? Apa dia marah? Banyak pemikiran muncul di pikiran Ise, tetapi dirinya tak bisa menemukan solusinya dirinya bahkan tak mengerti apa Himari marah atau apa. Pemikiran wanita tak bisa dimengerti.
"Tuan muda!." Katanya. "hai!." Himari pun langsung memeluknya. Ehhhhhhh!, "kenapa kau tak memberitahuku kau memiliki sacred gear." Himari terlihat gembira dirinya tak menyangka tuan mudanya memiliki sacred gear. "kau tidak nanya?" balas Ise. "eit! Walaupun begitu kenapa kau tak memberi tahu tuan muda, ini merupakan berkah loh." Sekarang tubuh Ise digoyang goyang dengan kencang, melihat Himari sangat heboh mengetahui Ise memiliki Sacred gear.
"E.E.E. .H..HI.." Ise berusaha menghentikan Himari, tetapi semua itu terhenti karena suara. "AUU." suara perempuan terdengar mereka berdua pun melihat sorang wanita dengan rambut pirang terjatuh dan isi tasnya berantakan kemana mana.
"awuu, cerobohnya." (Bold artinya dalam bahasa asing.)
Melihat kecerobohan nya biasanya yang lain akan tersenyum atau tertawa dengan keimutan wanita itu, tetapi tidak bagi Ise, dirinya melihat ke arah wanita itu dengan mata yang lebar, dirinya sangatlah terkejut kepada sosok wanita itu.
Sylfi!
To Be Continue.
