Tittle : Hurt

Cast : Kim Jongin, Do Kyungsoo (GS), Park Chayeol, Byun Baekhyun (GS), Kim Jongdae, Kim Minseok (GS), and other (akan bertambah sesuai alur).

Rate : M (?)

.

Happy Reading

.

Suara hingar bingar dan dentuman musik dj menjadi latar dari tempat di mana Kyungsoo menghabiskan malamnya. Victory Bar. Kyungsoo duduk di meja counter, menatap kosong deretan minuman yang tertata rapi di back bar. Sudah sejam ia duduk di sini, sesekali matanya memerhatikan para bartender yang sedang bekerja meracik minuman keras yang tamu inginkan. Tapi, untuk Kyungsoo sendiri, ia sama sekali belum memesan apapun. Karena daripada mabuk, Kyungsoo hanya butuh keramaian untuk menghilangkan segala ingatan tentang lelaki yang beberapa hari yang lalu ditemuinya, dan Kyungsoo mengumpat dalam hati entah pada siapa karena sosok Kim Jongin menjelma apa saja di hadapannya. Seperti saat ini, ia seperti melihat Kim Jongin dari arah pintu masuk menatap tajam ke arahanya.

"Shit!!!!" Kyungsoo benar-benar mengumpat dengan keras. Salah satu bartender dibuat kaget olehnya, tapi Kyungsoo mengabaikan. Sialan. Kim Jongin, pria itu bagaimana bisa selalu berotasi di sekitarnya. Kyungsoo rasa ia mulai mabuk. Mabuk aroma tubuh Kim Jongin yang entah mengapa secara permanen mengendap di indera penciumannya.

Kyungsoo megalihkan kembali pandangannya dari Jongin, ia menatap apa saja asal bukan mata itu. Mata yang entah mengapa menyimpan luka, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, tanpa adanya rasa bersalah.

Tiba-tiba, pandangan Kyungsoo menggelap, seseorang menutup matanya dengan telapak tangan. Dari wangi parfumnya, Kyungsoo bisa menebak siapa gerangan orang tersebut.

"Aku sedang tidak ingin bercanda, oppa." Kyungsoo melepas telapak tangan lelaki tersebut, mendengus malas mendengar kekehan lelaki tersebut.

"Kau ada masalah." Itu bukan pertanyaan melainkan pernyataan. Kyungsoo memutar matanya ketika lelaki tersebut duduk dengan senyum miring di sampingnya. Beberapa bartender menyapa sopan pria tersebut, karena memang, pria tersebut adalah pemilik Victory Bar, bar yang Kyungsoo datangi malam ini.

"Masih terlalu sore, dan kau sudah berada di tempat ini. Kali ini siapa yang mematahkan hatimu?" Lelaki di sampingnya menyalakan rokok batangan, mengisap sesaat namun terbatuk-batuk kemudian.

"Kau bukan perokok namun memiliki se-pack rokok di sakumu." Kyungsoo mengambil rokok di jemari pria tersebut, menghisap sekilas kemudian mematikan apinya di asbak yang terdapat di counter bar. Lelaki di hadapannya terkekeh melihat tingkah Kyungsoo.

"Pertahanan diri yang begitu buruk." Kyungsoo menatap tajam ke arah pria itu sedang pria tersebut masih menampilkan senyum mengejeknya.

"Pergilah. Jangan ganggu aku. Hus. Hus." Kyungsoo mendorong bahu pria itu namun tak tergeser sedikitpun. Mempoutkan bibirnya kesal, si pria di hadapan jadi bingung, Kyungsoo ini wanita dewasa atau anak sekolah menengah.

"Yifan hyung." Kyungoo tersentak kala suara berat seorang pria menyapa telinganya, ingin sekali berbalik namun suara pria tersebut membekukan gerakannya. Suara pria itu meredam segala hingar bingar di sekitar Kyungsoo, kembali membuat Kyungsoo tersesat di kubangan masa lalu.

"Oh Jongin. Kau datang." Lelaki yang di panggil Yifan berdiri menyambut Jongin, saling berpelukan sesaat sebagai salam penyapa setelah sekian tahun tidak bertemu.

"Apa aku terlalu cepat?" Jongin bertanya sembari memerhatikan keseluruhan bar, poin utamanya adalah ia memerhatikan Kyungsoo yang duduk diam di sampingnya. Kyungsoo hanya menatap kosong ke arah sepatunya.

"Ku kira, sebentar lagi mereka tiba," Yifan mengabaikan Kyungsoo yang tiba-tiba menjadi sangat diam, "Jadi, bagaimana hari pertamamu bekerja?" Lanjutnya.

"Aku pikir, proyek besar menungguku. Nyatanya, aku di suruh layaknya anak magang." Jongin menjawab pertanyaan Yifan dengan sangat kesal karena memang ia merasa kesal. Yifan sendiri hanya tertawa terbahak mendengan penuturan Jongin. Menurut Yifan, Jongin tidak banyak berubah, masih kekanakkan dan sedikit egois.

"Kau harus merangkak dari bawah. Ini bukan Jepang, bro!" Jongin mendengus mendengar perkataan Yifan, sedang matanya sesekali mencuri lirik ke wanita di sampingnya.

"Appa saja yang keterlaluan padaku."

"Kau masih akan tetap menjadi Boss jika saja menyetujui pernikahan yang ayahmu inginkan."

Jongin mengabaikan Yifan dan beralih melihat reaksi Kyungsoo, namun gerakan Kyungsoo yang tiba-tiba saja berdiri membuat ia harus mundur sedikit kebelakang.

"Oppa, aku pulang." Kyungsoo mengambil pouchnya di counter bar, berjalan sedikit kaku ketika ia melewati Jongin.

"Kyungsoo!!" Teriak Yifan saat Kyungsoo berdiri tidak jauh darinya, ia harus berteriak karena suara musik DJ masih saja menggema di seluruh dinding bar.

Kyungsoo berbalik, menatap malas ke arah Yifan, ia sedikit terkesiap saat matanya tak sengaja melihat ke arah Jongin, tatapan Jongin entah mengapa sarat akan kemarahan.

"Apa?" Mengabaikan tatapan Jongin, Kyungsoo menanti jawaban Yifan dengan penuh antisipasi.

"Aku belum menciummu!!!!" Teriakan Yifan menggema di telinga Kyungsoo. Dan demi seluruh koleksi eyeliner milik Baekhyun, Kyungsoo ingin sekali memotong junior Yifan dan menjadikannya santapan makhluk luar angkasa.

"Fuck you, Wu Yifan!!!!! " Kyungsoo berbalik, mengabaikan Yifan yang terbahak dan Jongin yang mengepalkan kedua telapak tangannya penuh amarah.

Kyungsoo berjalan keluar bar dengan sumpah serapah di mulutnya. Ia menggerutu kesal dengn mulut kotor Yifan. Yifan adalah salah satu kelaki di lingkar pertemanan kotor yang termasuk Chanyeol di dalamnya. Yifan juga adalah awal mulanya ia memilih jalan paling kotor di dunia miliknya. Meskipun begitu, Yifan adalah sosok penyelamat bagi Kyungsoo, ia menjadikan Kyungsoo adik kecil yang harus ia jaga dan sayangi. Kyungsoo pernah memilih mati sebagai pilihan hidup satu-satunya, namun Baekhyun dan Yifan lah yang mengubah pilihan itu untuknya. Kyungsoo bersyukur akan hal itu, meskipun kini ia merasa kematian kembali datang dalam sosok seorang pria-

"Kau terlihat baik-baik saja."

-dan pria itu kini berada di balik punggungnya.

Kyungsoo mengurungkan niatnya memasuki mobil. Ia berbalik, menatap santai ke arah Kim Jongin. Ia tak mengira Jongin akan menyusulnya seperti ini. Dan ini adalah pertemuan ke dua mereka dengan memilih untuk saling mengenal.

"Apa ada alasan untuk aku terlihat menyedihkan?" Balas Kyungsoo. Jongin mengeryit, kalimat Kyungsoo entah mengapa berkebalikan dengan raut wajahnya. Jongin sedikit linglung saat mendapati mata Kyungsoo sarat akan kepedihan. Tapi, kenapa? Batinnya.

"Kyungsoo," Jongin memanggil nama Kyungsoo untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Ada getar lain dalam hatinya saat menyebut nama itu, seakan rasa rindunya semakin bertambah keluar berkali-kali lipat, namun ia tepis karena baginya Kyungsoo sangat tidak lagi pantas mendapatkannya. Kyungsoo pun sama, ia merasa seperti akan pusing dengan panggilan Jongin untuknya, Ia merasa terluka karena Jongin terlihat baik-baik saja namun Kyungsoo sangat menderita di dalam hatinya. Kyungsoo adalah wanita, tapi entah mengapa di hadapan Jongin ia menjadi lemah dan ia benci itu.

"Aku tak mengira kita bertemu lagi, dan aku terkejut mengetahui bahwa kau kenal baik dengan teman-temanku." Kyungsoo menemukan nada sarkastik di dalam kalimat Jongin.

"Aku rasa tidak ada hal yang ingin ku bicarakan dengan anda Tuan Kim. Dan menurutku, dengan siapa saya berteman, itu bukan urusan anda. Permisi." Kyungsoo berbalik, hendak membuka pintu mobil namun Jongin menarik kasar lengannya hingga ia kembali menghadap Jongin. Kyungsoo hendak memaki marah pada Jongin namun saat matanya menatap langsung ke mata pria itu, nyali Kyungsoo seakan hilang, ia terdiam. Mengapa Jongin terlihat sangat marah.

"Kau tidur dengan Chanyeol." Jongin menekan kata tidur dan suaranya menusuk dingin ke dalam hati Kyungsoo. Kyungsoo merasa terluka karena baginya itu bukan hal yang bisa Jongin campuri.

"Lepaskan aku, Tuan Kim!!! Anda tidak berhak melakukan ini pada saya." Kyungsoo menyentakkan tangan Jongin namun Jongin mencengkeram erat pergelangan tangannya. Ia menatap Jongin tajam sedang Jongin memamerkan senyum mengejeknya. Dalam satu tarikan keras, Jongin membawa Kyungsoo masuk ke pelukannya, Kyungsoo kaget dan meberontak mencoba lepas dari Jongin namun Jongin menahan punggung Kyungsoo, bibirnya mendekat ke telinga Kyungsoo, berbisik,

"Aku tak mengira kau masih wanita murahan, Kyungsoo."

Jongin melepas kasar pelukannya, sehingga membuat Kyungsoo terdorong ke belakang menabrak mobilnya. Dari pada mengaduh kesakitan, Kyungsoo hanya diam menatap ke arah Jongin, kalimat Jongin barusan menjelma sesuatu yang tajam, yang bisa menyayat bekas lukanya kembali. Kyungsoo ingin menangis, tapi tidak ingin di depan pria brengsek itu. Ia ingin menampar mulut kotor Jongin, tapi tenanganya terserap habis entah kemana.

Jongin sendiri masih menatap tajam ke arah Kyungsoo, ia tidak merasa telah berlaku kasar pada Kyungsoo karena baginya Kyungsoo bahkan harus mendapatkan yang lebih buruk dari itu. Namun, melihat mata Kyungsoo yang hendak menangis, jongin langsung saja terkesiap.

"Mengapa Kyungsoo terlihat sangat menderita? Kenapa aku merasa terluka?" batin Jongin.

"Jongin, Kyungsoo," Jongin kaget dengan sapaan orang di balik punggungnya, dan alangkah kagetnya ia di sana sudah ada Chanyeol, Yifan, dan Jongdae.

"Kyungsoo, aku kira kau pulang." Yifan menatap ke arah Kyungsoo dan Jongin bergantian, ia juga merasa heran dengan Jongin yang ternyata bersama Kyungsoo, karena di dalam bar tadi, ia tidak menemukan interaksi keduanya.

"Mengapa kalian berdua di sini?" Chanyeol menatap heran ke arah Jongin dan Kyungsoo, pasalnya mereka terlihat akrab tapi juga tidak.

"Apa kalian saling mengenal?" Tanya Jongdae. Jongdae merupakan lelaki yang juga termasuk ke dalam lingkar pertemanan kotor Kyungsoo, Jongdae juga adalah teman dari Jongin.

"Mereka bertemu beberapa hari yang lalu. Tapi, apa yang kalian lakukan di sini?." Chanyeol menjawab kebingungan Yifan dan Jongdae, ia mengernyit heran saat melihat wajah Jongin yang tegang dan Kyungsoo yang terlihat kacau.

"Kyungsoo, ada apa?" Chanyeol kembali bertanya karena tak menemukan jawaban dari kedua. Ia melangkah mendekat menuju Kyungsoo. Ketiga lelaki lainnya yang ada di situ hanya memerhatikan Chanyeol.

"Kyungie?" Chanyeol memanggil lembut Kyungsoo, ia mengagkat wajah Kyungsoo dan terkejut saat menemukan ada genangan air di mata Kyungsoo. Kyungsoo menggeleng pelan, air mata pertamanya jatuh mengenai tangan Chanyeol. Chanyeol dengan tergesa membawa Kyungsoo dalam pelukannya.

"Tidak Kyungsoo, kau baik-baik saja." Chanyeol menyapu pelan punggung Kyungsoo, ia tahu jika Kyungsoo menangis, Kyungsoo bisa saja melakukan tindakan bodoh seperti dulu. Chanyeol melirik tajam ke arah Jongin.

"Apa yang terjadi, Jongin?" Suara Jongdae membuat Jongin kaget dan merinding. Itu sangat tajam dan menusuk. Jongin sendiri heran dengan perubahan ekspresi ketiga hyungnya itu.

"Aku tak melakukan apapun." Jawab Jongin sekenanya. Ia masih bingung dengan perilaku ketiga orang tersebut. Mengapa mereka terlihat sangat peduli dengan Kyungsoo? Apalagi Chanyeol, Jongin tak mengira Chanyeol akan terlihat sangat marah. Jika saja Chanyeol tahu apa siapa sebenarnya Kyungsoo, pasti Chanyeol tidak akan memeluk lembut Kyungsoo seperti itu.

"Jongin, apa yang kau lakukan?" Itu Yifan, dan tidak berbeda jauh dengan Jongdae, Yifan pun terlihat sangat marah.

"Ti-tidak oppa. Jongin tidak salah. Aku hanya terkejut." Jongin baru sadar jika Kyungsoo menangis. Tapi kenapa?

"Ada apa Kyung? Mengapa menangis, hmm??" Chanyeol mengusap airmata Kyungsoo lembut,Yifan dan Jongdae pun terlihat menunggu jawaban Kyungsoo.

Kyungsoo sendiri bingung harus berbohong seperti apa. Ia melihat sekilas ke arah Jongin.

"Dia kembali, Yeol." Kyungsoo langsung memeluk erat Chanyeol, bersembunyi.

"Brengsek!!!! Lantas di mana dia sekarang??" Yifan sontak saja marah dan memerhatikan sekitar. Yifan mendekat ke arah Chanyeol dan Kyungsoo. Ia menarik pelan Kyungsoo dari pelukan Chanyeol.

"Di mana lelaki brengsek itu sekarang Kyung??" Yifan bertanya lembut, namun matanya sarat akan kemarahan. Kyungsoo menggeleng, "Dia pergi begitu saja, Oppa."

"Brengsek!!!!" Yifan kembali memaki membuat Jongin kebingungan. Sebenarnya siapa yang dimaksud Kyungsoo? Siapa yang kembali? mengapa mereka sangat marah saat Kyungsoo menyebut kata 'dia' dan yang paling penting, siapa 'dia' yang dimaksud Kyungsoo? Sedari tadi hanya mereka berdua disini. Atau. itu hanya akal-akalan Kyungsoo saja?

"Katakan siapa namanya, Kyung. Aku bisa menemukannya untukmu dan membunuhnya sekarang juga." Jongdae semakin geram saat Kyungsoo hanya menggeleng. Selalu saja begitu, Kyungsoo seperti melindungi pria brengsek itu dari mereka. Kalau saja Jongdae tahu siapa pria brengsek itu, ia tidak akan segan-segan membuat pria itu menderita.

"Chanyeollie, bisa antar aku pulang?" Chanyeol mengangguk tersenyum ke arah Kyungsoo. Membuka pintu mobil Kyungsoo, menuntunnya masuk.

"Ku rasa, pesta penyambutan Jongin harus batal." Chanyeol menatap ke tiga orang pria di sana secara bergantian. Mereka mengangguk setuju, meski Jongin sedikit bingung.

"Pastikan dia hidup, Yeol." Yifan berkata di angguki Jongdae.

"Aku tidak ingin melihat sayatan luka di pergelangan tangannya lagi." Chanyeol mengangguk, "Akan ku pastikan itu hyung. Aku pergi." Chanyeol berputar memasuk kursi kemudi. Ia melihat ke samping, Kyungsoo sudah tertidur dengan damainya.

"Apa kau melihat lelaki yang bertemu dengan Kyungsoo, Jongin-ah?" Yifan bertanya sembari berjalan kembali memasuki bar. Mereka bertiga memutuskan untuk kembali masuk ke dalam bar saja.

Jongin menggeleng karena memang ia tidak melihat siapapun yang bertemu Kyungsoo kecuali dirinya.

"Memangnya kenapa, Hyung?"

"Karena aku ingin membunuhnya." Jongdae menyahut, langkah kakinya mendahului Jongin dan Yifan. Ia memilih duduk di salah satu sofa di ikuti Yifan dan Jongin

"Semoga Chanyeol bisa mengatasinya kali ini." Yifan mengamini kalimat Jongdae sedang Jongin hanya terpekur memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Jongin mengingat kembali perlakuannya pada Kyungsoo di hall parkir. Kyungsoo terlihat kacau sesaat setelah Jongin membisikkan kalimat jahat itu pada Kyungsoo. Jika memang 'dia' yang di maksud adalah Jongin, mengapa Kyungsoo tidak mengatakannya saja? Sebenarnya, apa yang tidak diketahuinya? Batin Jongin frustasi.

.

Chanyeol menggedong Kyungsoo yang tertidur di perjalanan, langkahnya pelan menuju lantai apartmen Kyungsoo. Begitu sampai, menencet bel, sesaat kemudia, pintu terbuka menampilkan seorang wanita cantik yang dikenal Chanyeol dengan nama Baekhyun. Chanyeol dan Kyungsoo sudah berteman lama, namun ia tidak mengetahui jika Kyungsoo berteman dengan wanita ini.

"Astaga. Apa yang terjadi??" Baekhyun panik saat melihat Kyungsoo dalam gendongan Chanyeol, Kyungsoo terlihat sedikit pucat.

"Akan ku ceritakan setelah menidurkannya. Boleh aku masuk?" Chanyeol sedikit terkekeh saat melihat Baekhyun memasang wajah besalah karena saking paniknya ia lupa menyuruh Chanyeol masuk.

Chanyeol menaruh hati-hati Kyungsoo di ranjang, Baekhyun langsung saja membuka sepatu Kyungoo dan mengenakan selimut untuknya. Baekhyun melirik Chanyeol dan di angguki oleh lelaki itu. Chanyeol mengikuti langkah Baekhyun setelah ia mengusap dahi Kyungsoo.

"Jadi apa yang terjadi?" Baekhyun langsung bertanya begitu ia mempersilahkan Chanyeol untuk duduk.

"Aku tidak tahu. Begitu aku tiba di sana, Kyungsoo sudah begitu." Jawab Chanyeol jujur.

"Di sana? Di mana?" Tanya Baekhyun lagi.

"Victory Bar."

"Oh, tempat Yifan Oppa?"

"Kau kenal Yifan hyung?" Chanyeol bertanya kaget, ia tak mengira Baekhyun dan Yifn saling mengenal.

"Ya dan abaikan. Kyungsoo tak memberitahuku ia akan pergi ke Victory. Apa kalian janjian?"

"Aku sendiri tidak mengira akan bertemu dengannya di Victory. Saat aku tiba, Kyungsoo sudah terlihat kacau. Aku bertanya pada sepupuku karena ia juga berada di sana, tapi sepupu-

"Sepupumu?" Baekhyun merasa ia menemukan akar masalahnya. Chanyeol mengangguk dan merasa aneh dengan reaksi Baekhyun. "Sepupumu siapa?" Tanya Baekhyun memastikan.

"Kau ingat, lelaki yang kau tampar tanpa ala-"

"Brengsek!" Chanyeol terkejut melihat Baekhyun yang terlihat sangat marahp. Dalam hati bertanya-tanya mengapa Baekhyun terkuhat sangat membenci Jongin. Apa Baekhyun dan Jongin slaing mengenal? Tapi, kata Jongin ia tak mengenal siapa itu Baekhyun. Chanyeol kembali memerhatiakn Baekhyun, wanita itu menghembuskan nafasnya kasar.

"Lalu. apa yang di katakan Kyungsoo sebagai alasan?" Chanyeol mengetahui bahwa perempuan itu mencoba menahan emosinya.

"Kyungsoo hanya bilang, mmm, kau tahu lelaki yang di benci Kyungsok itu-" Baekhyun mengangguk mengerti siapa yang di maksud Chanyeol bahkan ia lebih tahu siapa sebenarnya lelaki tersebut, "-lelaki itu menemuinya. Aku bertanya di mana lelaki itu, tapi aju juga tidak mengerti mengapa Kyungsoo terlihat sangat melindunginya." Baekhyun mendengus, Kyungsoo terlalu baik untuk menyakiti orang lain.

"Kyungsoo hanya tidak ingin membuat orang lain merasa bersalah. Sudahlah, sebaiknya kau pulang."

"Kau mengusirku?" Baekhyun mengernyit, ia menatap Chanyeol lama, dan baru sadar lelaki itu terlihat, yah, tampan. Baekhyun harus memberi penghargaan pada Kyungsoo karena terlibat pertemanan dengan sekumpulan pria tampan dan kaya raya. Baekhyun mengenal beberapa tapi bsru mengenal lelaki bernama Parn Chanyeol kalau Baekhyun tidak salah ingat.

"Aku tidak mengusirmu. Tapi aku harus mengurus Kyungsoo. Aku berterima kasih karena sudah mengantar Kyungsoo, dan karena ku rasa kau tidak lagi berkepentingan, sebaiknya kau kembali." Baekhyun berdiri di ikut Chanyeol.

"Tapi aku harus memastikan kalau-"

"Kalau dia hidup. Aku akan pastikan itu. Kau lihat, Yifan oppa sudah mengabariku." Baekhyun menunjukan pesan masuk di ponselnya yang memang berasal dari Yifan.

Chanyeol merasa berat meninggalkan apartmen Baekhyun dan Kyungsoo. Selain karena ia khawatir pada keadaan Kyungsoo, ia juga tidak rela meninggalkan Baekhyun. Chanyeol masih ingin berlama-lama menatap wajah Baekhyun, mendengar suara merdunya, menatap bibir tipisnya yang bergerak lucu saat marah. Chanyeol menyadari, ia menemukan seseorang yang telah ia cari.

"Baekhyun-ssi," Chanyeol berbalik mengahadap Baekhyun sesaat sebelum ia menarik gagang pintu. Baekhyun menunggu apa yang Ingin Chanyeol sampaikan.

"Aku rasa, aku jatuh cinta padamu." Chanyeol menatap seirus Baekhyun, keduanya terdiam.

"Mau jadi pacarku?" Lanjut Chanyeol setelah beberapa detik.

Baekhyun tersadar dari keterkejutannya. Apa pria di hadapannya sedang main-main? Tapi, wajah Chanyeol terlihat serius. Sialan, Baekhyun merasa ada yang bergetar di hatinya. Menggeleng kepelanya cepat, Baekhyun langsung saja mendorong Chanyeol hingga keluar apartmennya, dan langsung menutup pintu.

"Yak!! Baekhyun-ssi, kau belum menjawab pengakuanku! Baekhyun-ssi, jangan mengusirku!!!! Baekhyun-ssi!!??"

Chanyeol berteriak seperti orang gila dari luar apartment, sedang Baekhyun tidak mendengarnya karena lebih memilih mengurus Kyungsoo dari pada pria konyol seperti Chanyeol.

.

TBC

.

Author note:

Anna's here. Ada yang Kobam gak gara gara the eve? Oh em jong, pair dance KAISOO is fucking good. Hahahah. Banyak yang hamil Onlen ye???

Jadi, karena mood lagi bagus, aku berusaha lanjutin FF ini. Maaf jika tidak sesuai yg kalian harapkan. Ff ini mungkin akan segera ku tamatkan. mungkin 2 atau 3 chapter lagi karena aku ada hal yang hsrus ku kerjakan. makanya aku berusaha buat sesegera mungkin untuk mengakhiri seluruh ff yg aku tulis.

Silahkan review, kritik dan saran juga.

Terima kasih buat yang sudah memfollow, fav. dan review sebelumnya. Maaf karena aku gak bisa balas satu satu, tapi aku bahagia membaca setiap review yang kalian berikan di setiap chapternya.

Aku mencintai kalian semua. Aku mencintai KAISOO juga.

Selamat menikmati, maafkan banyak typo dan jika plotnya gak menarik. hehe.

salam sayang,

Anna.

mwah.