Kenneth Oh, Kevin Oh dan Keira Oh, tiga malaikat kecil milik Oh Sehun itu menatap sang ayah takut-takut, siap menerima apapun yang akan ayahnya pidatokan pagi ini.

"Kids, Papi tidak menyangkan kalian akan berlaku nakal lagi, kenapa kalian mengerjai Nany Jiyeon hingga menangis dan minta berhenti bekerja? Ayolah Kids, sudah 8 Nanies yang tidak sanggup mengatasi kalian, dan Papi butuh mereka untuk mengawasi kalian, sementara Papi pergi bekerja, ada yang punya penjelasan disini?"

Tiga replika Oh Sehun itu terdiam, saling menyikut kanan kiri dan berbisik agar salah satu memberi penjelasan pada sang Ayah. Minggu ini mereka berhasil menyingkirkan si centil Park Jiyeon dari rumah mereka, sungguh, perempuan menjengkelkan berkedok Baby Sitter itu terus-terusan berusaha menggoda sang Ayah, entah sok perhatian dengan mengurus sarapan, sok dekat dengan menyiapkan baju Sehun sebelum berangkat bekerja, dan yang paling menjengkelkan Oh bersaudara, wanita itu berkali-kali berusaha menyelinap ke dalam kamar Ayahnya. lagipula mereka tidak keterlaluan kok, hanya membuat si nany kelabakan dan memberontak.

"Ayo kids, speak up, Ken ada yang bisa kau jelaskan?"

Kenneth si sulung, segera memandang ayahnya dengan tatapan anak anjing minta dikasihani, sungguh Oh Sehun pasti akan luluh dengan itu, semarah apapun!

"Nany.. Nany.. nakal Pi" seloroh Ken takut takut

"Nakal?"

"Iya Pi, nany sering bilang mau jadi Mami kami, kami tidak mau Pi" giliran Kevin, si tengah bersuara

Sehun mengusap tenguknya jengah, sudah delapan nanies berhenti, dan anak-anaknya selalu memberikan alasan yang sama pula. Ia tahu betul, anak-anaknya tidak suka figur Luhan, sang Ibu tergantikan oleh siapapun, semenjak Luhan meninggal dunia 3 tahun silam karena melahirkan si bungsu.

"Kids.. kalian tahu kan, Papi bekerja dari pagi hingga sore, belum lagi kalau Papi harus ke luar kota untuk pergi meneliti, kalian butuh satu orang dewasa di rumah kan? Kalau tidak ada Nany, Papi tidak tenang pergi bekerja sayang.."

"Kan ada Johnny Uncle dan Taemin Eonni, Kei lebih suka dijaga mereka Pi" si bungsu ikut bersuara

"Johnny Uncle sibuk bekerja nak, dan Taemin sudah mulai masuk kuliah, mereka tidak mungkin Papi repoti terus sayang"

"Suruh Johnny Uncle bekerja sama Papi saja, Pi.. jadi biar bisa menjaga kami, sambil bekerja, ya Pi yaaaa..."

Keira masih bersikeras, seraya mengeluarkan Aegyo andalan Princess Oh.

"Johnny Uncle tidak bisa meninggalkan pekerjaanya sayang.. Johnny uncle harus stay di Mesir paling cepat 5 tahun"

"Kenapa Pi? Memang melihat tengkorak manusia harus selama itu? Lebih asyik main sama Kei daripada sama tengkorak, tengkorak tidak bisa berjalan, hanya diam di tempat"

Sehun mengusak sayang rambut Keira, gemas akan jawaban nona Oh, anak-anak jaman sekarang, Kritis sekali!

"Ya sudah begini saja, sementara kalian akan dijaga Jeno dan Jaemin, apa kalian suka kids?"

Pekikan gembira langsung pecah di ruang keluarga Oh, sungguh Papi mereka memang yang terbaik, kalau Johnny dan Taemin favorit pertama, Jeno dan Jaemin favorit mereka yang utama.

- PAPI PROF AND HIS THREE DRAWFS -

Sehun masih menekuri thesis di hadapannya, sidang akhir sang anak didik hanya tinggal berapa hari lagi, tapi hasil laporan akhir di tangannya ini belum memenuhi ekspektasinya, ia menghela nafas berat, sementara sang anak didik terduduk kaku dihadapannya, ekspresi cemas dan tegang menguar dari sang mahasiswa, Professor Oh Sehun terkenal dengan ketajaman lidahnya saat membimbing. Ditambah lagi wajah stoiknya, hmm.. kesan angker bin galak pasti yang pertama kali didapatkan setiap mahasiswanya, Tapi yakinlah, mahasiswa yang dibimbingnya tidak pernah ada yang gagal, semua lulus dengan nilai sempurna dan karier yang cemerlang setelahnya.

"Kim Taehyung"

"Ne.. Prof.."

"Kamu yakin akan memaparkan hasilmu penelitianmu ini?"

"Ye.. Prof.."

"Analisismu kurang tajam, antara hipotesa dan hasil sama sekali tidak sinkron, dan referensimu? Jangan menggunakan yang terlalu umum, coba perbanyak literatur asing, yang kau paparkan ini tidak lebih dari karangan anak TK, perbaki sekarang, kutunggu sampai sore, arrachi? Oh iya, perbaiki juga tanda baca dan penggunaan huruf kapital, tata letak pengetikan juga harus diperhatikan, berapa spasi yang digunakan, berapa marginnya, ingat saya suka kerapian"

"Ne Prof.. saya undur diri"

Sehun hanya menggumam ya dengan singkat, tak selang lama, pintu ruangannya kembali diketuk, di ikuti kepala Park Chanyeol, sahabat seprofesinya, menyembul di balik daun pintu. tak lupa dua kantung berlogokan fast food terkenal mengayun di udara.

"Makan siang Prof Oh?"

Sehun mengucap terima kasih sebelum menerima sekantung bento dari Chanyeol, sudah kebiasaan dua lelaki dewasa ini menghabiskan waktu makan siang bersama, entah di kantin fakultas, di cafe langanan maupun makan siang di salah satu ruangan mereka, berdua seperti ini.

Mereka berdua memang dekat semenjak mengajar di universitas, Tiga tahun silam, banyak kesamaan diantara keduanya, sama-sama dosen muda di bidang eksakta yang memusingkan, (keduanya ahli di bidang fisika quantum), dan yang paling penting, dua-duanya sama-sama ganteng dan SINGEL, bedanya Chanyeol bujang matang (menuju lapuk) yang keren, sementara Sehun duda keren bapakable beranak tiga, jangan lupakan ratusan mahasiswi yang menjadi fans mereka, tentu dong itu sebagai bukti popularitas mereka.

Saking dekatnya mereka, banyak rumor yang berhembus kalau mereka menjalin hubungan lebih dari sekedar rekan kerja, ada yang bilang mereka pasangan sesama jenis lah (ini sih gara-gara Chanyeol yang sering kepergok membelikan si Duda makan siang, dan dengan polosnya ketika orang menanyakan porsi yang satunya untuk siapa, Chanyeol dengan semangat akan menjawab "untuk uri Prof Oh") karena sama-sama kesepian dan jarang dapat belaian (diperkuat dengan jam makan siang mereka berdua yang kadang molor lebih dari satu jam, entah Sehun yang nongkrong di ruangan Chanyeol, atau sebaliknya). Namun semua itu tidak diambil pusing oleh keduanya, terserah apa kata publik, yang penting mereka tidak mengangu dan membiarkan sepasang sahabat itu melakukan apa yang mereka sukai.

"Kenapa penampilanmu kacau sekali sih, Hun?"

Chanyeol mulai mengkritik, Sehun memang terlihat agak ewh! hari ini, bagaimana tidak dasi dan kemejanya tidak matching, kombinasi kemeja putih bergaris pink dan dasi warna orange ngejreng, jas yang dipakai juga tidak senada dengan celana denimnya, untung rambut Sehun masih tertata dengan rapi.

"Tidak ada yang membantu mempersiapkan bajuku lagi, Chan"

" Jiyeon kemana?"

"She was fired by my Kids yesterday"

"Again?"

"Yea.. dan aku terpaksa memaksa Donghae Hyung meminjamkan Jeno dan Jaemin untuk membantuku menjaga Ken, Kev dan Kei, untung dua anak Hyungku masih libur semester, aku sedikit tertolong Chan"

"Oh gosh, sorry to hear that Hun, bagaimana dengan nany penganti? Aku punya rekomendasi bagus untuk itu"

"No.. delapan Nany anakku semua rekomendasimu, semuanya bertahan tidak lebih dari 4 bulan, jika masih setipe Jiyeon dkk, aku yakin nasibnya akan sama, merepotkan Chan"

"Apa penyebabnya sih? Masih soal si Nany flirting padamu?"

"Yep"

"Bukannya bagus jika memang kau katuh cinta pada pengasuh anakmu? Mereka akan dapat ibu baru"

"Luhan tidak terganti, posisinya akan tetap sama di hati anak - anakku"

"Tapi kau perlu seseorang untuk mengurusi hidupmu, yang memasak, mencuci baju, mengawasi anak-anak, dan memuaskanmu di atas ranjang, ayolah, hidup single itu tidak enak"

"Seperti kau sudah pernah menikah saja"

"Setidaknya aku punya seseorang untuk mengurusiku, tinggal menunggu Baekkiku lulus SMA saja, maka vice versa, aku akan menjadi lelaki paling bahagia di muka dunia ini, jangan-jangan malah bukan anak-anak yang menjadi alasan, kau sendiri biang masalahnya"

"Entahlah Chan"

"Atau emang kamu belok Hun?"

Dan satu takbam manja mendarat di jidat Chanyeol setelahnya.

- PAPI PROF AND HIS THREE DRAWFS -

Si mungil Keira Oh masih setia dengan berbagai macam pensil warna dan kertas gambar yang baru saja diberikan Taehyung Oppa, adik dari guru kesayangannya di taman kanak-kanak, Keira memang biasa memyalurkan minatnya menggambar sembari menunggu Papinya datang menjemput.

Taehyung oppa sepertinya sedang sedih dan kesal, wajahnya dari tadi ditekuk dan helaan nafas terdengar beberapa kali dari yang lebih tua, huk.. kasian sekali Taehyung Oppanya. Ruangan bu guru Kim jadi sepi, kalau Taehyung Oppa hanya diam dan tidak berisik seperti biasanya, Keira kan lebih suka Taehyung Oppa yang hiperaktif dan tertawa lepas.

"TaeTae Oppa"

"Ne.. Kei"

"Oppa lagi sedih ya?"

"Kok Kei tahu?"

"Habisnya Oppa kayak Jeno Oppa kalo lagi sedih, manyun terus"

Taehyung mengulas senyum, uuh malaikat kecil ini, berhasil membuat mood Taehyung membaik, terberkatilah orang tua Keira, mempunyai anak perempuan cantik, menggemaskan dan pintar.

"TaeTae Oppa mau pukpuk? Kata Papi kalo orang sedih harus di pukpuk, biar bisa senyum lagi"

Taehyung segera mensejajarkan tingginya dengan Keira, membiarkan tepukan tangan mungil itu mendarat nyaman di punggungnya.

"Sedih pergilah.. biar TaeTae Oppa bisa senyum lagi, Tae Oppa, siapa yang nakal sama Oppa? Biar nanti peri baik hati hukum yang nakal"

"Dosennya Tae Oppa, Kei"

"Galak?"

"Iya"

"Serem?"

"Iya"

"Kayak saya ya, Kim Taehyung?"

"Iya.. Prof Oh.. Eiy?"

Taehyung segera mendongakkan kepalanya, mendapati sosok penyebab kemurungan dia seharian ini, loh kok Dospemnya ada di sini? Ngapain? Ini kan TK, bukan universitas ternama tempat seharusnya pak Prof yang terhormat berada, ga mungkin kan Dospemnya itu punya mabing (Mahasiswa Bimbingan) di TK.

"Papiiiii..." Pekikan Keira segera memperjelas jawaban atas pertanyaan Taehyung, pun ketika tubuh mungil Kei berada di pelukan Prof Oh, tak lupa kecupsn sayang mendarat bertubi-tubi di pipi sang princess.

Kalo saja Taehyung perempuan dan salah satu fans dari seorang Professor Oh Sehun, pasti dia sudah teriak-teriak kegirangan. Sumpah, aura ke-papi-an Oh Sehun bisa membuat gadis-gadis rela mengantri hanya untuk menjadi istrinya.

"Mana ibu guru nak? Kita pamitan"

Tepat Sehun menutup mulutnya, sesosok gadis cantik memakai seragam khas ibu guru TK, berkulit Tan, tinggi sedang, berhidung minimalis, tapi pas sekali dengan wajahnya yang oval dan berahang tegas, rambut hitam legam sebahunya menambah kesan manis sang gadis, dan the fucking hot! bibir kisable miliknya yang nampak sangat menggoda seolah meneriakkan 'Cium aku sekarang' miliknya, tersenyum mengembang menawan, membuat netra sang empunya membentuk garis tipis.

BRRUUUH! SUPER DUPER CANTIKNYA!

Detik itu juga Sehun merasa kosong, blank, otaknya tidak bisa bekerja normal, saking fucking good looking sekali mahluk ciptaan Tuhan dihadapannya.

"Itu Kim Songsaenim, Pi.. Kei mau turun.."

Keira sudah memberontak di dalam gendongan Papinya, minta diturunkan agar bisa segera menghambur ke pelukan sang guru, sementara sang Papi yang masih seperti tersihir, bergerak menuruti kemauan si Bungsu. Adegan selanjutnya antara Kei dan Bu guru Kim semakin membius Sehun, bagaimana cara bu guru memeluk Kei, dan menaikkan si mungil dalam gendongannya, tak lupa kecupan Kei hadiahkan di pipi kanan kiri gurunya, bonus di kening tiga kali. Astagaa.. Mami-able sekali, cocok untuk dijadikan istri duda hot macam pak prof Oh Sehun ini kan?

Sehun baru sedikit agak menguasai dirinya, ketika tangan berjari lentik milik bu guru Kim, terulur kearahnya, entah sejak kapan, ah! Perkenalan secara formal tentu saja, Sehun segera masuk ke mode Professor sok galaknya, lalu menyambut jemari lentik itu, uwoow! Tangan bu guru Kim halus seperti tofu favorit Kevin.

"Salam kenal, Kim Jongin Imnida, Guru pengganti untuk kelas Keira, Pak, sementara ibu Do Kyungsoo cuti hamil"

Fugh! Suaranya seindah melodi gubahan Sebastian Bach, alus-alus mendayu menenangkan hati gitu. Apalagi kalo dipakai untuk mendesahkan nama Sehun, saat mereka sedang bercinta, Fugh! Melodi komplit nan kaya milik Ludwig van Bethoveen mah tidak ada apa-apanya! Eh kok jadi urusan ranjang sih? Sehun kembali blank, sumpah! Wanita di depannya ini benar-benar daebak! dan Deheman Taehyung entah diujung mana, kembali menarik pak Prof ke alam sadarnya.

"Ah.. saya Professor Oh Sehun, Ayah Keira"

Mata Jongin membesar beberapa inchi, persis seperti gadis ketemu boyband oppa-oppa koreyah. Sehun jadi blank lagi, sungguh, Bu guru Kim kalo lagi terpesona gitu, cantiknya ribuan eh jutaan kali lipat.

"Professor Oh Sehun yang mengajar di SNU bukan? Professor termuda di bidang fisika? Professor yang berhasil mengantarkan Kim Minggyu, adik saya, bekerja di NASA?"

Sehun hanya menganguk singkat, Kim Minggyu, Sehun ingat betul mahasiswanya itu, bocah ajaib yang ia rekomendasikan atas namanya sendiri ke NASA, si Jenius kembaran Kim Taehyung, mahasiswa abadinya yang entah alasan apa belum kelar-kelar juga mengerjarkan Thesisnya.

Eh tunggu? Kalo Kim Minggyu adik Bu guru Kim, Berarti Bu guru cantik, kakaknya Kim Taehyung dong? Sebersit ide brilian segera tercetus di otak maha pintar pak Prof, seraya mendengarkan dan menimpali ucapan terima kasih dan basa basi Bu Bidadari eh Bu Guru Jongin, Sehun mengisyaratkan tangannya memangil Taehyung, yang di kode langsung peka, mendekati Prof Volde- eh Prof Oh cepat-cepat.

"Ye Prof?"

"Jangan lupa revisimu ya, nanti sore, Saya habis antar pulang Kei balik kampus lagi kok"

"Siap Prof"

"Oh jadi kamu bimbingan sama Prof Oh juga Tae? Yaa ampun, kenapa ga bilang sih?" Interupsi Jongin

"Lah Noona ga nanya, lagian kalo Tae cerita, Noonanya juga ikut kesel kan? Noona juga bilang kalo Prof Oh.. hhmmmpfth"

Jongin gerak cepat menutup mulut Taehyung, mengabaikan tatapan kepo Sehun, bisa mati pasarannya di depan pak Prof super ganteng ini, kalo beliau tahu Jongin pernah menyerapahinya Botak, karatan dan impoten gara-gara kebawa sebel sama cerita Taehyung soal dospemnya yang galak, nyebelin, plus duda jablay tingkat akut. Jongin nyesel banget, lah orang yang disumpahin 360 derajat beda sama bayangannya. Yang dihadapannya ini bener-bener Professor kekinian, liat dong stylenya, ala-ala hot daddy gitu, kemeja press body (lukira body mobil kali ah Jong, pake prass press segala) warna hitam yang lengannya digulung sebatas siku, celana kerja ketat, dan rambut pomadenya yang disisir up, mamerin jidat Sehun yang melambai-lambai manja minta dikecup. Ingin Jongin teriakan 'mas boleh ga kukecup sekali saja, jidatmu itu'

Kadang-kadang emang bener kata pepatah, dont judge the book by its cover. Ntar nyesel belakangan.

Jongin sudah kemakan omongan Taehyung, dan ilfeel ga jelas sama si dospem.

Fix! Ini semua salah Taehyung!

"Papii.. ayok pulang, Kei ngantuk sama laper"

Sehun langsung mengambil si bungsu dalam dekapannya, kebiasaan Keira kalo ngantuk, harus nempel sama sang Papi. Tanpa buang waktu lagi Sehun segera pamit, tak lupa mengerjai Taehyung agar bertemu dengannya jam 4 sore teng! Pas! tidak boleh molor, anak itu hanya menganguk patuh, tak lupa Sehun pamit juga dengan Jongin, dan satu senyum tulus Jongin langsung membuat jantung Sehun dag dig dug lebih cepat ratusan kali, ala mak! Habis ini kayanya Sehun perlu konsultasi ke poli jantung Prof Cho Kyuhyun deh, ngecek si Jantung sekaligus nanya apa hubungan senyuman Jongin sama kesehatan jantungnya, kok kayak berpotensi bikin penyakitan sih?

- PAPI PROF AND HIS THREE DRAWFS -