Chapeter 3
Naruto dan teman-teman hanya milik MK sensei.
Saya selaku author hanya meminjam saja.

Fic ini mengandung konflik yang lumayan berat dan ada beberapa adegan Lime and Lemon di dalamnya.
Bagi pembaca yang masih usia dibawah umur saya harap agar tidak membaca Fic ini.

Genre: Romance, Hurt, NTR tingkat tinggi :v

Pair: NHL

#BACOT AUTHOR: Banyak yang bertanya kapan Sakura akan muncul dan ada juga yang mengatakan Hinata itu murahan amat.

*Sakura akan muncul di beberapa chap yang akan datang. sekarang ceritanya masih lanjutan dari Flashback.

*Elo bilang Hinata murahan, emang Hinata di fic ini sudah tidur dengan siapa saja, emang gk bisa kalau baru jumpa sudah ML, (janagn bawa bawa nama AGAMA di FIC ini). Hinata dan Sasuke berteman sejak mereka bayi, Sasuke memiliki perasaan yang lebih dari sekedar teman maupun adik kepada Hinata, tetapi Hinata tidak.
Awal pertemuannya dengan Naruto dia sudah merasa nyaman, ibarat jatuh cinta pandangan Pertama. #dalam FIC ini

Sinar matahari pagi memasuki celah kamar Hinata, mencoba mengusik kenyamanan tidur Hinata dengan rasa hangat yang mulai berubah menjadi panas yang dapat membakarkulit putih mulusnya.
burung liar di sekitar kediaman Hyuga juga sudah mulai bernyanyi dengan suara cempengnya.

"Engghh, jam berapa ini?"
Terdengar suara lembut sedikit serak karena efek bangun dari tidur lelapnya."Huaaa! Aku terlambattt!"
Teriak Hinata sambil melompat dari atas tempat tidurnya.

"Ouchh ehhsss"
Hinata sedikit mengerang karna merasakan rasa sakit di daerah selangkangannya.
Di tambah badannya serasa di remukkan.

"Ini pasti karna permainan Naruto-kun semalam, sekarang aku menderita, ughh"

Dengan perlahan Hinata mulai melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi pribadi di dalam seluruh pakaiannya, dan mulai melakukan ritual paginya dengan cepat karena jarum jam sudah menunjukkan pukul 08:10.

Dan Sasuke pasti sudah menunggunya dibawah seperti biasanya.

15 menit berlalu sudah.
Itu waktu yang sangat singkat buat seorang wanita untuk menyelesaikan mandinya.
Hinata mulai memilih pakaian cocok untuknya saat ini.

"Blazer putih dengan rok selutut mungkin terlihat cocok."
Ia lalu memakai pakaian yang ia pilih dengan cepat.
Berdiri di depan cermin sambil merapikan rambutnya.'Banyak sekali tanda merah di leherku, dasar Naruto-kun bakaaa' batin Hinata.
Agar tidak terlihat, Hinata memilih menggeraikan rambutnya agar dapat menutupi bekas kissmark dari Naruto.
Walau sedikit terlihat jika orang memperhatikan lehernya dengan penuh.

Hinata melangkahkan kakinya munuju meja belajar untuk mengecek perlengkapan tas sandang yang biasa ia gunakan agar tidak ada yang terlupakan.

Kresek kresek.

"Apa ini?"
ucap Hinata sambil mengambil benda yang asing di dalam tasnya.

"I-ini o-obat tadi malam yang aku belii bersama Naruto-kun. Mengapa aku lupa meminumnya, aghhhhk!"
Hinata mengerang frustasi karena benda yang baru ia raihh.

#kau tidak akan hamil, ini pengalaman pertamamu# kata-kata Naruto tadi malam terlintas di benaknya.

Dia mencoba meyakinkan dirinya, toh obat pencegah kehamilan akan ampuh ketika di gunakan tepat waktu.
Dan sekarang ia sudah sangat terlambat meminumnya dan juga mungkin akan terlambat di kelas pagi ini.

RzOneNHL

Hinata mulai menapaki tangga menuju ruang makan keluarga untuk melakukan sarapan.

Seperti hari biasanya, Sasuke sudah ada di sana untuk menjemputnya.

"Ohayo Tou-san, Nii-san, dan Susuke-kun."
Tidak ada Hanabi di sana, karna adiknya itu pasti sudah berangkat sekolah sedari tadi.

"Ohayo Hinata/Hinata-chan"
Balas ketiga pria di depan meja makan sambil mengobrol ringan.

"Kau terlihat semangkin cantik hari ini walau membuatku lama menunggu"
Ujar Sasuke sambil tersenyum.

"Sarapanlah, jangan buat Sasuke menunggumu lebih lama lagi."
Hiashi berujar kepada Hinata, lalu pergi ke ruang kerja yang ada di kediaman Hyuga.

"Nii-san juga mau pergi, ada kelas pagi ini."
Neji selaku Kaka dari Hinata pamit untuk pergi.
Sebenarnya mereka belajar di universitas yang sama.

RzOneNHL

Jam Sudan menunjukkan pukul 09:01.
Mobil Sasuke melaju pelan membelah keramaian kota.

"Maaf, aku tidak bisa menjemputmu semalam, ada sedikit keperluan mendadak."
Sasuke mencoba memecah keheningan di antara mereka.

"Ti-tidak masalah Sasuke-kun. Aku baik baik saja semalam."
Hinata terlihat sangat gugup saat Sasuke berbicara tentang hari semalam.
Perasaan bersalah mulai menghampiri dirinya jika mengingat apa yang ia lakukan bersama Naruto di Perpustakaan.

"Kata Oji-san kau pulang larut tadi malam, dan aku juga melihat Ino sedang bersama Sai, kau berbohong kepada Tou-san mu?"
Sasuke sengaja memancing Hinata, dia merasa penasaran tentang apa saja yang terjadi antara pria itu dan Hinata.

Deg deg deg
Jantung Hinata berdetak sangat cepat setelah mendengar pertanyaan dari Sasuke.

"Ma-maaf Sasuke-kun, setelah keluar dari perpustakaan aku tidak menemukanmu, dan orang yang aku ceritakan semalam, menawarkan ingin mengantarku."
Hinata mencoba berbohong kepada Sasuke.
Tentu saja kebohongan itu sudah bisa Sasuke tebak.

Sekarang Hinata sudah berani berbohong dengannya, hanya karna lelaki tersebut.
Mungkin itu yang sedang ada di benak Sasuke.

"Apa mengantarkanmu ke rumah butuh waktu yang sangat lama, bahkan sampai lewat jam makan malam?"
Wajah Sasuke terlihat sangat suram, dan aura tak mengenakkan juga sudah menyelimuti dirinya.
Hinata merasa sangat takut sekarang.
Nada dingin yang di lontarkan Sasuke membuatnya semangkin takut, belum lagi wajah Sasuke yang terlihat sangat mengerikan bagi Hinata.

"O-orang itu mengajakku makan malam, ma-maaf" cicit Hinata.

"Siapa orang itu, dia pria atau wanita?"
Sasuke bertanya padahal dia sudah tau identitas orang yang Hinata temui semalam.

"Di-dia pria, namanya Naruto"

Brakkk
Sasuke memukul stir mobil dengan keras, itu suskses mumbuat Hinata tersentak di sebelahnya.
Hinata semangkin takut sekarang, bahkan air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.
Sasuke yang memadang wajah Hinata langsung merasa bersalah dan menepikan sebentar mobilnya di bahu jalan.

"Maaf, aku tak bermaksud membuatmu takut, maaf"
Sasuke memeluk tubuh Hinata untuk menenangkannya.

"A-aku yang salah, karna tidak memberi tahu dirimu dan berbohong kepada Tou-san, hiks hiks hiks"
Hinata meminta maaf sambil terisak di bahu Sasuke.
Air matanya mulai mengalir membasahi bagian bahu di pakaian yang di kenakan Sasuke.

"Tenanglah, perbaiki penampilanmu, wajahmu terlihat berantakan, aku sudah memaafkanmu, aku hanya takut kau meninggalkanku, itu saja"

Hinata mengangguk sambil kembali duduk dengan tenang di bangkunya.
Sedikit merapikan penampilannya dan itu membuatnya kembali seperti semula.

RzOneNHL

Mobil Sasuke terparkir rapih di parkiran universitas.
Kedua muda mudi itu turun dan mendapat tatapan kagum dari para pengagum mereka.

Pasangan yang ideal.
Lelakinya tampan dan perempuannya juga sangat cantik.
Itulah pikiran setiap pengagum mereka.

Bremmm
Sebuah mobil sport bewarna hitam kelam mengusik Sasuke dan Hinata.
Mobil tersebut terparkir tepat di sebelah mobil Sasuke.

Pintu mobil terbuka di iringi seorang pria pirang yang keluar secera perlahan sambil melepas kaca mata hitamnya dan melemparkan benda tersebut kedalam mobilnya.

Menggunakan kaus hitam V neck ketat yang dapat dengan jelas mencetak dada bidangnya dan juga perut sixpacknya terlihat samar.
Pandangan terpesona beberapa wanita teralih ke arahnya dan itu juga berlaku kepada Hinata, ntah kenapa Hinata merasa Naruto sangat tampan hari ini, gossip-gosip nakal juga mulai terdengar dari beberapa mahasiswi, itu sedikit membuat hati Hinata terasa panas.

'Ahkk itu Naruto senpai, dia semangkin keren'

'Bukankah dia siswa pindahan itu?'

'Dia gagah sekali'

Begitulah bisik bisik wanita wanita kesepian di tempatnya belajar.

Naruto melangkahkan kakinya melewati Hinata dan Sasuke dengan santai tanpa menyapa Hinata, seakan-akan tidak mengenal gadis yang baru menjadi wanita tersebut.
Karna merasa di cuekin, Hinata menggembungkan pipinya, dia merasa sebal dengan tingkah pria tersebut, di tambah dengan beberapa wanita menghampiri Naruto dengan centilnya, dan Naruto menyapa wanita-wanita itu dengan ramah.

'Dasar mesummm, Narutoo bakaaaa!'
Hinata membatin.

"Sasuke-kun, aku duluan, ada kelas sebentar lagi, aku pergi dulu"
Hinata pamit kepada Sasuke.
Dia melangkahkan kakinya dengan cepat karna merasa cemburu dan sebal dengan Naruto.

'Dasar playboy mesum, setelah meniduriku lalu pergi begitu saja' maki Hinata dalam hati.
Ternyata Hinata bisa cemburu buta juga kepada calon pacar gelapnya.

Naruto yang melihat Hinata berjalan menjauh dari parkiran dan melihat tidak ada Sasuke bersama Hinata, langsung permisi kepada wanita yang mengerubunginya.

RzOneNHL

Srekk

"Kyaaa huapppp"
Tangan Hinata di tarik dan mulutnya di bekap dengan tangan besar seseorang.

"Hei hei, tenang lah sayang, ini aku Naruto."

Naruto menjauhkan tangannya dari mulut Hinata.

"A-apa yang kau lakukan, kau membuatku taku!"

"Hehehe, maaf, aku hanya ingin berduaan denganmu sebentar di sini."
Naruto sengaja menarik Hinata ke sebuah ruangan kelas yang kosong dan menutup pintu itu.

"Aku ada kelas Naruto-kun, aku harus pergi sekarang!"
Hinata masih sebal dengan Naruto karna sikap Naruto tadi di parkiran.

"Kau marah?"
Tanya Naruto.

"Ugh Tidak!"
Hinata membuang pandangannya dari Naruto sambil menggembungkan pipi tembem nya, kebiasaan manisnya ini membuat Naruto semakin jatuh hati dengan Hinata.

"Aku pergi dulu"
Naruto berkata dingin lalu mulai melangkah ke arah pintu.
Dia mencoba mengetes Hinata dengan berpura-pura marah.

Hinata gelagapan mendengar suara dingin Naruto, apa dia marah? Yang seharusnya marahkan aku, pikir Hinata.
secara reflek tangan Hinata menahan Naruto dengan memeluk tubuh pria tersebut dari belakang.
Naruto menyeringai karena umpannya termakan sempurna.

"Ehkk"
Hinata tersentak, karena Naruto tiba tiba berbalik badan dan menyudutkan dirinya ke dinding ruangan.

"Kau takut aku pergi?"
Naruto bertanya kepada Hinata.
Hinata hanya diam sambil menundukkan wajah ayunya.

{Ane jadi flashback saat mengetik tulisan Ayu, karna ane pernah nangis sambil guling guling saat di selingkuhin tu cewek}
Author curhat sebentar, #plakk

"Kenapa diam?"
Hinata masih tak menjawab

"Baiklah, padahal aku sangat merindukanmu, tapi karna kamu tidak merindukan aku, sebaiknya aku pergi saja."

"Ja-jangan, aku hanya sebal karna Naruto-kun berdekatan dengan wanita lain."
Cicit Hinata.

Naruto merasa hatinya berdesir saat Hinata mengucapkan kata mujarap tersebut.

"Kau cemburu?"
Hanya anggukan kecil yang di dapat Naruto atas pertanyaannya.
"Aku milikmu Hime, kau tak usah meragukan perasaanku"

"Be-benarkah?"
Hinata mengangkat wajahnya untuk menatap wajah tampan Naruto.

Naruto mengangguk dan semangkin merasa geram dengan wajah cantik Hinata, di tambah bibir kisabel Hinata yang sedikit terbuka.

"Ya, dan kau juga milikku, karna kau milikku, aku menginginkan ini."

Naruto dengan cepat menyatukan kedua bibir Meraka, melumat rakus bibir tersebut, ciuman panas dari Naruto membuat Hinata semangkin tersudut.
Hinata merasa lidah Naruto seperti meminta akses untuk masuk ke dalam mulutnya.
Dengan senang hati dia memberinya, membiarkan lidah pemuda tersebut memgapsen gigi atas dan bawahnya dan mengajak lidah Hinata untuk menari.

Kecupan kecupam itu semangkin dalam dan menuntut, Hinata juga mulai mengimbangi ciuman dari Naruto, dia merasa sangat candu dengan bibir pemuda tersebut.

Bibir mereka terlepas karna membutuhkan oksigen yang mulai menipis di paru-paru mereka.
baru sebentar menghirup udara bebas, tiba-tiba Hinata melakukan tindakan yang diluar dugaan untuk ukuran wanita pemalu seperti dirinya.

Chup!

Hinata dengan berani menyatukan bibir mereka kembali dengan menarik rambut jabrik Naruto.
Membuat pemuda itu merasa sangat bangga.
Naruto bisa merasakan bahwa Hinata juga menginginkan dirinya, menginginkan ciuman mereka, bahkan lebih.

Setelah cukup lama berciuman, akhirnya Hinata bisa tenang melepaskan bibir mereka.

Hah hah hah

Nafas keduanya memburu karna ciuman terakhir yang cukup menguras energi dan oksigen.

"Kau sangat bersemangat pagi ini, aku jadi semangkin jatuh cinta kepadamu"ujar Naruto

"Jauhi wanita wanita itu, sekarang kau kekasihku Naruto-kun!"
Hinata berkata tegas kali ini.

Naruto terkekeh pelan karna Hinata dengan seenaknya mengklaim dirinya sebagai kekasih.

"Heii sejak kapan kita menjadi kekasih?"
Naruto mencoba menggoda Hinata.

"Engg, se-sejak semalam, bukankah kau mencintaiku?"
Hinata terlihat sangat malu kali ini.
Bukankah semalam dia bilang akan mencoba untuk jatuh cinta kepada Naruto, tapi mengapa sekarang dia malah menuntut Naruto.

"Hmm sepertinya kita belum sepakat untuk menjadi kekasih, bukankah kau belum jatuh cinta kepadaku?"

"Ja-jangan ungkit masalah semalam, yang penting sekarang kamu kekasihku dan aku mencintaimu, yang semalam itu tidak penting"
Hinata menegaskan kata katanya yang seakan tidak mau kalah.

"Dasar tsundre" gumam Naruto dan kembali menyerang Hinata.

RzOneNHL

"Aku ada kelas Kakashi-sensei pagi ini, dan sekarang bahkan sudah telat 15 menit , semua karna ulahmu Naruto-kun."
Hinata mengeluh.

'Ulahku? Bahkan dia tak ingin aku tinggal tadi'
Batin Naruto.

"Tenang saja, Kakashi-sensei sedang ada urusan dengan Rektor pagi ini."

"Dari mana Naruto-kun tau? Jadi kelas ku sekarang kosong?"

"Tentu kelasmu tidak kosong, asisten kakashi-sensei yang akan menggantikan nya, mungkin asisten tersebut juga terlambat."

"Da-dari mana Naruto-kun bisa tau semua ini?"
Tanya Hinata sambil merapikan penampilannya.

Tentu saja dia tau, dia sendiri asisten Kakashi-sensei.

"Sudah jangan banyak tanya, ayo kita pergi, atau kau ingin kita lanjutkan di sini? Hmm"

"Tidakk!"
Hinata langsung berlari keluar dengan cepat dia takut Naruto menyerangnya kembali.

"Dasar Tsundre."
Naruto berjalan santai menuju ruangan Kakashi untuk mengambil materi yang sudah di siapkan Kakashi lalu pergi berjalan kearah lokal Hinata .

Naruto dulunya menumpuh pendidikan di Harvard universitas. Dia berhasil menyelesaikan Diplomat 3 nya disana, dan memilih kembali ke Jepang untuk mendapatkan gelar sarjana.
Di pilih menjadi asisten Dosen karena kemampuannya dalam berbahasa asing dan juga Dosen tersebut mantan senpainya di Harvard.

RzOneNHL

Hinata sampai di kelasnya dan menatap sekitar, melihat kelasnya masih terlihat gaduh dan belum ada Dosen yang mengajar.
ternyata Naruto benar pikir Hinata.

"Hei Hinata-chan, dari mana saja kau, beruntung Kakashi Sensei belum datang."
Ino selaku sahabat Hinata heran karna biasanya Hinata sangat tepat waktu saat mata pelajaran bahasa Inggris.

"maaf Ino-chan, aku terlambat bangun pagi ini"
ujar Hinata sambil duduk di bangku sebelah Ino.

"Apa yang kau lakukan semalaman, hingga membuatmu terlambat. Dan owhccc itu di lehermu, jangan katakan kau telah melakukannya dengan Sasuke tadi malam?"
Ino seddikit terkejut setelah memperhatikan keadaan Hinata tepatnya di are leher sahabatnya, dia mulai berfikir yang aneh-aneh tentang Sasuke dan Hinata.

"Melakukan apa maksudmu Ino-cahn?Aku tidak mengerti"
Hinata masih tidak mengerti dengan perkataan Ino, dia belum menyadari bahwa bagian Lehernya terlihat akibat rambut panjangnya tidak lagi menutupi bagian lehernya dengan sempurna.

"Ayolah Hinata, kau janagn berbohong denganku, coba lihat tanda merah di bagian lehermu, itu sangat jelas, bahkan sangat banyak, tidak kusangka Sasuke sangat ahli dalam membuat tanda merah seperti itu."

Hinata langsung memerah dengan perkataan Ino, sekarang dia mengerti apa yang di maksud sahabatnya tersbut, dengat cepat Hinata menutupi lehernya kembali dengan rambutnya seperti semula.

"Ti-tidak Ino-chan, kau salah paham, ini tak seperti yang kau pikirkan, Mu-mungkin ini gigitan nyamuk di kamarku tadi malam."
Hinata mencoba membuat Ino percaya dengan kebohongannya, mengatakan nyamuk yang menggigitnya.

"Ahh, tidak perlu malu Hinata-chan, aku juga sudah pernah melakukannya, apalagi Sasuke kan tunanganmu. Bagai mana rasanya saat sakuke menyentuhmu Hinata-chan, apa dia kasar?"
Ino mulai bertanya yang tidak-tidak kepada Hinata. Wajah Hinata sukses memerah dengan pertanyaan frontal dari Ino, dia bingung mau menjawab apa, sekarang berbohongpun tidak berguna untuk Ino.

"Su-sudah lah Ino-chan, jangan bahas itu, kau salah paham, Sasuke-kun belum pernah menyentuhku"

"Baiklah, mungkin kau belum mau menceritakannya sekarang. mungkin lain waktu kita bisa membahasnya, aku akan merahasiakan ini kepada yang lain, tenanglah"
Ino tersenyum melihihat wajah memerah Hinata, itu membuatnya sedikit kasihan dengan pemula seperti sahabat indigonya ini.

RzOneNHL

Srekk
pintu kelas Hinata terbuka dan seseorang yang Hinata sangat kenal memasuki ruang kelasnya.
'untuk apa Naruto-kun kemari. inikan bukan ruangannya.'
batin Hinata.

Pemuda pirang itu berjalan kedepan papan tulis sambil tersenyum kearah sisawa/i di kelas.
"Ohayoo mina, perkenalkan nama Saya Naruto Uzumaki , karena Kakashi sensei sedang ada urusan pagi ini, jadi beliau meminta saya selaku asistannya untuk menggantikan tugasnya sebagai pengajar di kelas ini, tapi tetap panggil saya seperti kalian biasa memanggil kakak kelas kalian"
Naruto mulai memperkenalkan dirinya dengan baik sambil menatap Hinata yang sedang shok dengan perkataan Naruto barusan.

'Kenapa Naruto-kun tidak mengatakannya sedari mereka bersama tadi'
Batin Hinata.

"Hoy Hinata, jangan menatap Naruto senpai seperti itu, ingat kau sudah punya Sasuke, jangan cari yang lain"
Canda Ino karena melihat tatapan Hinata tidak pernah lepas dari gerak gerik pemuda tampan di depan kelasnya.

"Ti-tidak Ino-chan, aku tidak menatapnya seperti yang kau pikir"
elak Hinata.

"Baiklah semua, tidak perlu berbasa basi kita kan mulai ke materi yang sudah Kakashi sensei berikan padaku. materi pagi ini adalah tentang Aksen dalam berbicara, tepatnya berbahas Iggris. "
Naruto mulai menerangkan dengan singkat sambil menulis sepenggal lirik lagu di papan tulis di depan kelas.

A hundred days have made me older since the last time I saw your pretty face

a thousands lifes have made me colder and I don't think I can look at this the same,all the miles have separate,it disappeared now when I'm reading of your face

I'm here without you baby,but you still on my lonley mind,I think about you baby,and I dream about you all the time,I'm here without you baby,but your still with me in my dreams,and tonight it's only you and meee

"Ada yang pernah mendengar lagu yang saya tulis liriknya saat ini?"
tanya Naruto kepada siswa/i di kelasnya.

"Tentu pernah Naruto senpai"
Jawab beberapa murid kelasnya.

"Baiklah, ada yang mau mencoba menyanyikannya? Atau di baca saja tidak perlu di nyanyikan juga boleh."
Naruto memberi kesempatan kepada siswa/i di kelasnya.

"Saya ingin mencobannya senpai, di baca saja tidak masalahkan senpai?"
ujar seorang gadis berambut merah.

Gadis tersebut mulai membacakan kalimat yang di tulis Naruto.

"Lumayan bagus, emm"
Naruto bingung harus memanggil wanita merah itu dengan sebutan apa, karna wanita merah itu belum sempat mengenalkan namanya.

"Panggil saya Sara-chan saja Senpai."
Sara sedikit mengerlingkan matanya ke araah Naruto.
Itu suskes membuat Naruto bergedik ngeri.
Hinata yang mendengarkan suara Sara yang sedikit menggoda Naruto merasa sangat sebal.

"Ahh baiklah, itu lumayan bagus Sara-chan, tetapi Aksen berbahasa jepang kamu masih sangat terlihat, san itulah yang kita bahas saat ini. Orang orang Asia sangat susah menghilangkan Aksen bahasanya saat berbahas Inggris. bahkan Orang Eropa maupun Afrika juga. contohnya Spanyol, Itali, dan masih banyak lagi. karana Masing masing negara memiliki bahasa tersendiri"
Naruto mulai menjelaskan panjang lebar tentang cara berbahasa Inggris yang benar.

"Tetapi ada sebuah negara yang penduduknya memiliki lidah Special. lidah orang orang dari negara tersebut sangat mahir dalam menggunakan bahasa asing. Ada yang tau negara apa itu?"

Para murid tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan dari Naruto.

"Baiklah, sepertinya tidak ada ada yang tau. Saya akan memberi sedikit informasi kepada kalin. Negara tersebut adalah Indonesia. tentu kalian tau negara tersebut bukan?"

"Ya Naruto senpai"
Jawab para sisawa serentak.

"Tetapi mengapa Naruto senpai sangat pasih dalam berbahasa Inggris. bukankah senpai orang Jepang?"
Tanya seorang sisawa kepada Naruto.

"Sebenarnya Saya memiliki darah campuran German dan Jepang, saya juga tinggal di USA sejak usia 6 tahun dan baru kembali ke Jepang beberapa bulan yang lalu."
jelas Naruto, dan mendapat anggukan dari Sisawa/i di kelasnya.

Skipp

"Mungkin penjelasan saya sudah cukup untuk saat ini, kakashi sensei meminta saya untuk menyerahkan beberapa soal dan di kumpul setelah kelas usai, dan Kamu (tunjuk Naruto kearah Hinata) bacakan soal yang saya letak di meja dan kumpulkan semua soal yang sudah di kerjakan lalu antar ke Ruangan kakashi sensei."
Naruto pergi bahkan dia tidak memperdulikan Ocehan wanita yang dia tunjuk tadi.

RzOneNHL

"Menyebalkan sekali dia"
Hinata menggrutu karna mendapat tugasa dari Naruto.

Ino yang mendengar grutuan Hinata hanya bisa tersenyum.

"Sudahlah Hinata, kau hanya di suruh membacakan soal dan mengumpulkannya, aku akan membantumu untuk mengumpulkannya, tapi tidak untuk mengantarkannya, aku ada janji dengan Sai-kun setelah kelas usai"
ujar Ino.

RzOneNHL

Naruto melangkahkan kakinya di koridor yang terlihat sunyi karna mungkin para pelajar di sini sedang ada kelas pagi.

Di ujung lorong terlihat seorang berjalan kearah yang berlawanan dengan Naruto.
posisi meraka semangkin dekat, dan dengan jelasa Naruto lihat orang itu Adalah Sasuke.

Naruto berjalan melewati Sasuke dengan santai tanpa memperdulikan tatapan menusuk.

"Aku ingin bicara denganmu"
Naruto mendengar Ucapa Orang tersebut, kata kata Sasuke sudah pasti untuk dirinya, karna tidak ada orang lain di sekitar mereka.

Naruto berhenti dan menatap Sasuke dengan tenang.
"Kau ingin berbicara denganku, apa aku mengenalmu?"

"Kau tidak mengenalku, tapi kau sudah pasti tau Aku siapa bukan?"
Jawab sasuke sengit.

"Kehh, emang siapa dirimu? Aku tak mengenalmu sama sekali"
Tentu saja sebenarnya Naruto mengenali Orang tersebut.

"sudahlah, kita langsung saja, JAUHI HINATA! Dia milikku!"
Nada ancaman Sasuke terdengar jelas di pendengaran Naruto.
memang siapa kali pemuda ini pikir Naruto.

"Apa? jauhi Hinata, yang benar saja, kalau kau mau, kita bersaing secara sehat, jangan mengklaim orang seeanknya saja, kalian masi hanya sebatas tunangan, Sebelum janur kuning melungkung dia belum milikmu dengan utuh dan jangan harap itu terjadi!"
Tentu saja Naruto tidak mau kalah dengan Ancaman Sasuke

"Jauhi dia, atau aku akan membunuhmu!"
Ancam Sasuke.

"Membunuhku? Kau terlihat konyol, bahakan menggagguku saat menindih tubuh Hinta di perpustakaan saat sore itu, kau tidak berani, sekarang kau ingin membunuhku? Kehh jangan harap. Kau mendengarnya bukan, desahan Hinata, dan suara merdunya saat memanggil namauku, aku menyadari keberadaan seseorang selain kami berdua saat itu, aku tebak itu pasti kau "
Naruto menyeringa puas dengan melihat ekspresi wajah Sasuke yang sudah terlihat memerah menahan Amarah.

"Hentikan ucapanmu brengsek, atau aku akan membunuhmu sekarang"

"Keh, kau kira aku takut, itu seperti mempi buruk buatmu bukan? Tapi sayang itu kenyataan yang tak bisa kau hindari, sebaiknya kau yang menjauhi Hinata, atau mimpi burukmu semangkin terlihat nyata saat Hinata berlari ke pelukanku!"

Naruto semangkin mamancing Amarah Sasuke dan membuat pria tersebut kalut dan langsung menyerang Naruto.

Buakhhh!
Pukulan keras di hadiahkan tangan kanan Sasuke dan itu sukses menghantam telak bagian bibir kiri Naruto.
Sebenarnya Naruto bisa menghindar dan melawan balik Sasuke, tetapi dia tidak ingin ada keributan lebih panjang lagi di sini.

Naruto kembali berdiri karena tadi sempat terseungkur oleh pukulan Sasuke.

"Ini peringatan pertama bagimu, kau akan mendapat yang lebih dari ini jika kau masih mendekati Hinata!" Sasuke tau pasti bahwa ancamannya untuk Naruto itu takakan berhasil, setidaknya dia berusaha melindungi yang dia anggap miliknya.

"Aku menunggunya Sasuke Uchiha! Janagan gunakan cara kotormu untuk mendapatkan Hinata, Atau mimpi burukmu lebih parah dari sebelumnya"

Sasuke berjalan menjauh tanpa menghiraukan ocehan Naruto.

"Berengsekkk!" ucap Naruto sambil menyekah Darah dari sudut bibirnya. Dan berlalu menuju ruangan kakashi sensei yang dia tuju sebelumnya.

TBC

Author ada sedikit konfirmasi masalah pada Fic ini
Di Jepang Ada 2 Univesitas Tokyo

-Universitas Of Tokyo
-Tokyo Internasional University.
Maka auhor memutuskan tidak mengambil kedau perguruan tersebut.
Author Memilih jalur tengah Yaitu
-Universitas Tokyo.

Ada beberapa komentar pedas yang lumayan menyakitkan dari Raider
#Thor elu makan kerang basi ya, dari semlam ngeluh ngetik pakai Handphone, bukan elu aj kali thor#
ini kutipan salah satu komentar pedas.

Elo gk pernah rasain ngeti pakai Iphone S5.
Layar Iphone S5 itu minimalis dan Key wordnya kecil amat, kalau tidak percaya Tanya saja kepada yang menggunakan Iphone S5.
Ngetik SMS 5 sampai 15 kata aja terkadang Typo.
Apalagi ngetik sampai beribu kata.
Jadi mohon di maklumi.

Kalau ada pertanyaan kirim lewat PM aja
atau kunjungi Facebook author
Muhammad rizki B'bara
cari lewai Email lebih mudah

yudarizki .id

THX

Jangan lupa tinggalkan jejak

Terimakasih atas partisivasi anda dalam membaca Fic sederhana saya ini.

Maaf untuk Fic saya yang lain karena belum bisa saya lanjut.
Author memang plin-plan dalam membuat sesuatu.

Perjuangan author dalam membuat Fic sangat terasa sulit.
Author harus mengetik menggunakan Handphoone dan memodifikasinya di WARUNG INTERNET.

Di tambah Author bukan orang yang berpendidikan.
Author hanya lulusan SMK bidang Otomotif yang biasa megang OLI dan KUNCI PAS atau RING

Di tambah saat ini Author sedang nganggur dan tidak punya semangat sama sekali.
Dan mungkin Fic Fic Author akan telat Update.

Seperti: MYMAID, COMEBEACK, Your Nightmare

THX
Salam RzOneNHL