Chapeter 5
Naruto dan teman-teman hanya milik MK sensei
Saya selaku Author hanya meminjam saja
Fic ini mengandung konflik yang lumayan berat dan ada beberapa adegan Lime and Lemon di dalamnya
Bagi pembaca yang masih usia dibawah umur saya harap agar tidak membaca Fic ini
Genre: Romance, Hurt, NTR tingkat tinggi :v
Pair: NHL
Bacot author:
ENTE PADA BOLEH MENGHINA ANE, TAPI JANGAN ENTE BAWA NAMA ORANG TUA ANE.
AKUN ENTE AJA NAMANYA 'GUEST' (GK JELAS), PANTESAN BACOTNYA GK JELAS.
ADA KABAR BAIK DAN KABAR BURUK.
KABAR BURUKNYA: FIC INI BAKAL TELAT UPDATE.
KABAR BAIKNYA: ANE DAH DAPAT PEKERJAAN, JADI PIKIRAN ANE SUDAH TERBAGI SEKARANG.
mohon pengertiannya.
Matahari mulai tenggelam menyisakan langit yang kemerahan dan perlahan menggelap.
Di dalam sebuah ruangan terlihat seorang wanita cantik bersurai indigo sedang merapikan penampilannya di depan cermin besar di dalam kamarnya.
'Ini sudah cukup, aku harus segera memberi kabar Naruto-kun' batin Hinata setelah selesai dari acara berdandan nya.
#to mesum.
Naruto-kun, aku segera keluar, tunggu aku di halte dekat komplek mansion Hyuga.
Tulis Hinata untuk sang pacar GELAP
Di sebrang sana terlihat seorang pemuda tersenyum senang karena sang wanita pujaan memberi kabar baik kepadanya.
#to Hinata.
Otw sayang.
Naruto memacu motor pinjamannya dengan kecepatan seperti VR46 yang dapat mengalahkan seluruh pesaingnya di atas aspal.
Sekarang Hinata terlihat sangat terburu-buru saat menuruni tangga.
Kaki kecilnya berlari di koridor kediaman Hyuga untuk mencapai pintu utama.
"Hinata!"
Terdengar suara lelaki paruh baya memanggil nama Hinata dari arah ruang keluarga yang ia lalui.
"To-tou-san, aku mau pergi keluar sebentar, a-ada yang ingin aku cari"
Hinata tergagap karena sang ayah masih berada di ruang keluarga, bukankah saat ini waktunya jam makan malam, mengapa ayahnya masih di ruang keluarga, mungkin itu yang ada di benak Hinata saat ini.
"Sekarang sudah jam makan malam, dan kau tidak boleh kemana-mana, dan ada yang ingin Tou-san bicarakan kepadamu setelah usai makan malam"
Hiashi berujar tegas kepada Hinata, sepertinya ada hal yang sangat penting akan di bicarakan Tou-san nya itu.
"Ta-tapi Tou-san, a-aku hanya sebentar"
Hinata mencoba memohon kepada Hiashi agar di beri kesempatan pergi ke luar.
Karena wanita itu juga khawatir dengan keadaan Naruto.
"Jangan membantah, sekarang ikut Tou-san ke ruang makan!"
"Ba-baik Tou-san"
Hinata paling tidak bisa melawan sang ayah, karena semenjak ibunya meninggal, hanya ayahnya yang selalu memberinya perhatian.
RzOneNHL
Meja makan keluarga Hyuga sudah di isi oleh Hanabi dan Neji ketika Hinata dan Hiashi tiba di sana.
"Tou-san, Nee-chan, kalian lama sekali, aku sudah sangat lapar"
Hanabi adik satu satunya Hinata mengoceh karna perutnya yang sudah keroncongan.
Hiashi tersenyum lembut kepada Hanabi, "maaf, Tou-san dan Hinata tadi ada urusan sebentar, sekarang mari kita makan"
Jawaban dari Hiashi di serta anggukan oleh Hinata.
Hiashi sangat lembut kepada keluarganya, terutama Hiashi sangat menyayangi Putri kecilnya itu, tapi dia sangat tidak suka di bantah.
"Itadakimasu"
Ucap mereka serempak.
Keluarga Hyuga makan dengan sangat tenang tanpa ada suara, karna itu sudah termasuk dalam tata kerama keluarga mereka.
Ketenangan itu terganggu karena handphone Hinata berbunyi.
Drink from me, drink from me
Then we'll shoot across the sky
Symphony
Then we'll shoot across the sky
We're on a...
Drink from me, drink from me
Then we'll shoot across the sky
Symphony
(So high, so high)
Then we'll shoot across the sky
Nada dering terbaru handphone Hinata yang baru tadi dia seting berbunyi.
Lagu terbaru dari Coldplay berhasil mengusik kenyamanan keluarga tersebut.
Mesum calling.
Sekarang Hinata mulai bingung, Naruto pasti sudah menunggunya sedari tadi.
"Hinata, handphonemu, atau kau nonaktifkan itu lebih baik"
Sang kepala Hyuga berujar tegas.
"Ba-baik Tou-san"
Hinata me-reject panggilan dari Naruto.
Tak berapa lama setelah Hinata me-reject, handphone Hinata kembali berbunyi.
Drink from me, drink from me
Then we'll shoot across the sky
Symphony
Then we'll shoot across the sky
We're on a...
Drink from me, drink from me
Then we'll shoot across the sky
Symphony
(So high, so high)
Then we'll shoot across the sky
"Hinata, matikan handphone mu!"
Hinata langsung dengan cepat menonaktifkan handphone miliknya.
'Maafkan aku Naruto-kun '
Batin Hinata.
Di sebrang sana terlihat seorang pemuda sedang kesal sambil meremas handphone yang berada di tangannya, seolah ingin meremukkan handphone tersebut.
"Brengsek, kenapa dia men riject panggilan ku, dan sekarang Hinata mematikan handphonenya!"
Naruto semangkin sebal karna Hinata malah menonaktifkan handphonenya.
Tetapi Naruto masih setia menunggu Hinata di halte tersebut, dia mencoba berpikir jernih, mungkin Hinata sedang mencari alasan agar dapat keluar, itu yang ada dalam benak Naruto saat ini.
RzOneNHL
"Ikut Tou-san ke ruang keluarga, kita bicara di sana"
Hiashi berjalan meninggalkan meja makan menuju ruang keluarga terlebih dahulu, di ikuti Hinata.
Neji dan Hanabi juga mengikuti Hinata dan Hiashi yang terlebih dahulu pergi.
"Duduklah dulu, Sasuke dan keluarganya sebentar lagi akan sampai"
Hinata merasa akan ada hal buruk yang menghampiri dirinya.
"Untuk apa mereka datang kemari Tou-san?"
"Nanti kalian akan tau"
Jawaban Hiashi membuat Hinata, Hanabi maupun Neji semangkin penasaran.
RzOneNHL
Mobil keluarga Uchiha melaju melewati jalan yang berbeda di mana Naruto berada.
Tak butuh waktu yang cukup lama, akhirnya mereka tiba di kediaman Hyuga, karena letak kediaman Uchiha tidak terlalu jauh dari kediaman Hyuga.
"Selamat datang Uchiha-sama, Hyuga-sama sudah menunggu di ruang keluarga, mari saya antar"
Pelayan di keluarga Hyuga menunjukkan di mana lokasi sang Hyuga menunggu.
"Fugaku, Mikoto, kalian sudah sampai, di mana Sasuke?"
Sapa Hiashi ramah, dan menanyakan keberadaan Sasuke.
"Hiashi, maaf membuatmu lama menunggu, Sasuke sedang di jalan"
Fugaku mencoba berbasa basi sambil menunggu kedatangan Sasuke.
"Hinata-chan, kau semangkin cantik, mengapa sekarang jarang main ke rumah, dan ada Neji dan Hanabi juga ternyata"
Hinata tersenyum kecil ketika Mikoto memuluknya dengan erat, Hinata sama sekali tidak bisa melawan, sebab semenjak ibunya tiada, Mikoto selalu memberinya kasih sayang seperti seorang ibu kepadanya.
"Aku sudah tidak sabar melihat kamu dan Sasuke berada di atas altar nanti"
Pernyataan Mikoto membuat Hinata terpaku, apa yang di ucapkan Mikoto tadi berhasil membuat dirinya susah bernapas.
"Maksud Mikoto-baasan apa?"
Neji mencoba meyakinkan apa yang saat ini dia pikirkan.
Selama ini Neji mengetahui perasaan Hinata kepada Sasuke tak lebih dari sekedar perasaan adik kepada kakaknya.
Neji tidak ingin sepupu yang sudah dia anggap adiknya ini menderita karena perjodohan.
"Hiashi, kau belum memberi tau mereka?"
Fugaku bertanya kepada calon besannya itu.
"Hnn, aku ingin Sasuke yang menyampaikannya kepada mereka, ku yakin Hinata akan setuju"
"Ta-tapi Tou-s-"
Sebelum Hinata menyelesaikan kalimatnya, Sasuke tiba-tiba datang dan langsung bersuara.
"Maaf, aku telat"
"Sasuke-Kun, kau sudah tiba."
Ucap Mikoto kepada anak kesayangan nya itu.
"Ayo segera bergabung, kau harus memberi tau Hinata dan yang lain" ujar Fugaku.
RzOneNHL
"Aku ingin pernikahan kami di percepat, itu lebih baik"
Hinata dan Neji hanya bisa terpaku.
Neji semangkin khawatir melihat tatapan kosong Hinata saat ini, Hinata terlihat semangkin menderita dari sebelumnya, itu membuat Neji berusaha menenangkan Hinata.
Para orang tua asik berbicara kapan pernikahan Sasuke dan Hinata akan berlangsung, mereka tidak melihat ekspresi wajah Hinata saat ini.
"Nii-san selalu mendukungmu"
Bisik Neji di telinga Hinata, lalu melirik ke arah Sasuke.
"Sasuke, ikut aku sekarang, ada yang perlu kita bicarakan"
Neji menarik Sasuke untuk mengikutinya.
Di taman belakang keluarga Hyuga, terlihat dua pria dewasa sedang berdebat.
"Kauu! Apa maksudmu, aku sudah pernah mempringatkanmu, jangan paksa Hinata menikah denganmu!" geram Neji sambil menunjuk-nunjuk wajah Sasuke.
"Apa hakmu Neji? Hinata tunanganku, dan kami pasti akan menikah akhirnya".
Sasuke terlihat tidak mau kalah dengan Neji.
Hinata miliknya, walau Neji membunuhnya di sini, dia tidak akan mundur, karna 1 orang sudah bisa membuatnya khawatir, di tambah Neji juga mulai menentangnya, tapi Sasuke tidak akan menyerah secepat itu.
"Kau benar-benar licik Sasuke, kau memanfaatkan ke polosan Hinata, kau tau dia tidak bisa menolak perintah Tou-san nya, apa lagi Hinata sangat menghargai Mikoto-baasan, aku akan menghajarmu bila Hinata menderita, dan satu hal lagi, apa ini ada kaitannya dengan pemuda kuning di kantin siang tadi?"
tanya Neji, tapi sebelum Sasuke menjawab,
Neji sudah meninggalkan Sasuke begitu saja. Udara dingin di luar rumah cukup membuat nya menggigil.
Akan tetapi, udara dingin saat ini tidak berpengaruh kepada pemuda kuning yang masih setia berjongkok di depan motornya.
Pikirannya semangkin melayang karna udara dingin cukup membuatnya merasa beku.
-
RzOneNHL
Sakura haruno mahasiswa kedokteran dari universitas yang sama dengan Naruto tanpa sengaja menemukan pemuda kuning tergeletak di depan halte bus dekat rumahnya, saat dia baru pulang dari mini market dekat rumahnya.
"Heii, kau masih sadar? Astaga, badanmu panas sekali, wajahmu juga penuh memar"
'Gawat, tubuhnya terasa sangat panas, bagaimana ini? Aku tidak mungkin membiarkannya, mengantarnya ke rumah sakit itu sama saja bohong, mana ada bus tengah malam begini, di tambah aku tak bisa membawa motor sebesar ini dan handphoneku juga tertinggal di rumah.'
Batin sakura setelah melihat handphone yang di genggaman pemuda itu juga lowbat.
'Rumahku dalam keadaan kosong, klau aku membawanya ke rumah, itu bisa berbahaya.
Ia kalau dia orang baik-baik, kalau dia orang jahat, bias-bisa dia akan memperkosaku saat aku lengahh nanti.'
'Tidak Sakura, kau tidak boleh berfikir kotor, lebih baik kau bawa dia pulang sebelum dia mati kedinginan'
Setelah perdebatan dengan batinnya, akhirnya sakura membawa Naruto kerumah milik keluar Haruno.
Jangan tanya motor Naruto di mana, tentu saja sakura balik lagi untuk mendorong motor besar yang 3 kali berat tubuh kurusnya itu.
"Berat sekali motor ini, aku bisa mati kalau tertimpa benda sial ini"
Sakura menggerutu tapi dia masih tetap mendorong motor Ducati bewarna merah yang Naruto pinjam dari temannya tadi sore.
Sesampainya di ruangan yang telah berpenghuni Naruto, Sakura mulai mengompres pemuda tersebut.
Suhu tubuh Naruto membuatnya lumayan takut.
Dengan beberapa obat penurun panas yang tersedia di tempat tinggalnya yang sudah di minum Naruto, saat pemuda itu tadi sempat sadar.
Secara berlahan suhu tubuh Naruto menurun, walau masih terasa hangat, setidaknya itu membantu. Pikir Sakura yang saat ini mulai tertidur di bangku sebelah kasur yang Naruto tempati.
RzOneNHL
Naruto terbangun dari tidur pulasnya.
Menatap kamar ber cat putih dengan beberapa hiasan dinding yang dia rasa sangat berbeda dengan kamar di rumahnya.
Tangan sebelah kanannya juga terasa sangat berat seperti ada yang menindihnya.
Rambut bewarna pink yang dia rasa warna yang cukup aneh untuk ukuran manusia sekarang tepat berada di hadapannya.
Naruto mulai mengingat-ingat kejadian malam tadi.
"Ternyata dia yang membantuku tadi malam"
Gumam Naruto.
Naruto masih ingat di mana wanita pink ini mengoceh tak jelas karena membopong tubuh besar dan berat miliknya.
Sakura merasa terganggu karena tangan Naruto yang dia jadikan bantal mulai bergerak.
"Engghh, kau sudah bangun?"
Sakura bangkit dari duduknya sambil merenggangkan otot ototnya karena tidur dalam posisi duduk sangat menyakitkan.
"Terimakasih karna menolong ku"
Ucap Naruto sambil tersenyum lembut yang sukses membuat wajah sakura memerah tipis.
"Ahhh, tidak masalah, aku hanya kebetulan lewat tadi malam, dan melihatmu terbaring mengenaskan di sana, apa yang membuatmu bisa berada di sana"
Sakura penasaran tentang apa yang di lakukan pemuda tampan ini di halte sendirian.
"Aku hanya sedang menunggu teman, tetapi dia tidak datang"
Naruto kembali mengingat kejadian di mana Hinata mematikan handphone nya dan me-riject panggilan darinya.
'Setidaknya dia mengirimkan pesan kalau tidak ingin membuatku menunggu'
Batin Naruto.
"Sakura, Sakura Haruno, panggil saja Sakura"
Sakura mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan pemuda di depannya.
"Naruto uzumaki, panggil saja Naruto" ucap Naruto sambil menerima uluran tangan dari Sakura.
"Aku akan membuat sarapan, kau mandilah, pakai saja handuk yang tergantung di sana, itu milikku"
Sakura berjalan keluar dari kamar miliknya menuju dapur untuk membuat sarapan.
Tak berapa lama, Naruto turun melewati tangga karena kamar milik sakura berada di lantai atas.
"Kau sudah selesai, dan ma-mana pakaianmu?!"
Sakura merasa lidahnya keluah saat menatap tubuh indah bagian atas Naruto, perut sixpack milik Naruto memang selalu membuat para wanita takhluk di hadapannya.
"Ahh maaf kalau ini mengganggu, aku terbiasa membuka baju jika di pagi hari, aku akan kembali ke atas untuk mengambilnya"
Naruto merasa bersalah kepada tuan rumah di depannya.
"T-tidak usah, aku tidak merasa terganggu, kemari lah, aku juga akan mandi, kau bisa makan makanan yang sudah ku buat utukmu"
Naruto menghampiri meja yang telah tersedia beberapa menu sarapan.
"Aku ke atas dulu, kau bisa memulainya tanpaku, aku sudah makan tadi"
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Sakura berjalan melalui tangga menuju lantai 2 rumahnya.
Sudah hampir 15 menit Naruto selesai makan, tapi Sakura belum juga turun.
Jam sudah menunjukkan pukul 08:10. Kalau tidak pulang sekarang Naruto bisa terlambat ke kampus.
RzOneNHL
"Sakura-san, boleh aku masuk kedalam?"
Naruto mendorong pintu tersebut padahal belum mendapat persetujuan dari si pemilik kamar.
"HUAAAA! Apa yang kau lakukan Bakaaa, aku masih belum menggunakan apapun"
Lemparan bantal dari Sakura sukses menghantam wajah tampan Naruto.
"Ma-maaf Sakura-san, aku hanya ingin mengambil baju dan kunci motorku di dalam kamarmu, ma-maaf"
Naruto kembali keluar dari dalam kamar Sakura setelah berhasil melihat tubuh polos gadis pink tadi.
"Dadanya sangat kecil, tapi cukup membuatku tegang" pikiran Naruto mulai melayang ke mana-mana.
Naruto Sekarang masih setia berdiri di depan pintu kamar Sakura dengan wajah yang memerah kerena pikiran kotornya.
Krieett
Pintu kamar sakura terbuka memunculkan gadis cantik berambut pink.
"Ka-kau, apa yang kau lakukan di depan pintu kamarku dengan wajah memerah seperti itu, jangan katakan kau mengintip ku lagi!"
Sakura langsung menyilangkan tangannya di depan dada kecilnya dengan wajah yang terlihat Kawai bagai lolli.
Perlakuan sakura mengingatkan Naruto pada Hinata.
'Keh, mereka sama, hentikan wajah memerahmu itu Sakura, atau aku akan menyerangmu di sini'
Batin Naruto.
"Ti-tidak Sakura-san, mungkin ini karna suhu badanku masih hangat."
Naruto mencoba berbohong untuk meyakinkan sakura.
Padahal suhu tubuhnya memanas karna membayangkan dada kecil Sakura.
Tangan sakura terulur untuk menyentuh kening Naruto, Sakura memang merasakan hangat pada kening Naruto.
Sakura tidak sadar bahwa perlakuannya dapat membangunkan sisi gelap pada selangkangan Naruto.
'Sabar Naruto, tahan, ini hanya cobaan untuk melumpuhkan perasaanmu pada Hinata'
"Sepertinya kau masih demam, kau boleh tinggal sementara di rumahku, aku ingin pergi kuliah sekarang"
"Ti-tidak, aku sudah sembuh, aku akan mengantarmu sebagai ucapan terima kasih ku padamu dan permintaan maaf, mungkin"
"Benarkah, apa itu tidak menyusahkanmu? Apa kau tidak lelah atau kau tidak bekerja?"
"Tenang saja, aku juga masih kuliah, aku akan mengantarmu"
RzOneNHL
Sakura terlihat susah payah untuk naik ke atas motor Naruto karna sekarang dia sedang menggunakan rok selutut.
"Hei hei, kau seperti orang yang tidak pernah naik motor, Duduk menyamping itu akan lebih mudah dengan rok itu"
"Ma-maaf, aku belum pernah di bonceng dengan motor sebesar ini, aku ingin duduk seperti yang kau minta, tapi sangat sulit, jok motormu tinggi sekali"
Naruto mengulurkan 1 tangannya untuk membantu sakura Naik ke atas motornya.
"Jangan salah kan motornya, badanmu saja yang pendek."
Sakura yang mendengar ejekan dari Naruto langsung mencubit pinggang pemuda pirang di depannya.
"Hei heii, itu sakit tau, pegangan yang erat dan di mana tempatmu belajar?"
"Huhh dasar, ini tinggi ideal orang Jepang, kau saja yang seperti monster dengan badan jangkung itu.
Antar aku ke universitas Tokyo, aku belajar di sana"
"Baiklah, aku juga belajar di sana"
Naruto menarik pedal gas pada motornya dengan pelan, dia sedikit hapal dengan daerah ini, karna dulu dia sering menjadi stalker Hinata di kompleks perumahan yang dia lalui sekarang.
Karna merasa bosan, sebab Naruto sedari tadi hanya diam, Sakura mencoba membuka percakapan bersama Naruto, untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.
"Kau juga belajar di sana bukan? mengapa aku tidak pernah melihatmu? Dan wajahmu juga terlalu tua untuk anak kuliahan"
Naruto sweetdrop mendengar ucapan mendadak wanita pink di boncengan nya,
'Tua katanya! Wajah tamvan superku ini tua katanya? Dasar gadis lolli, badan pendeknya tidak cocok untuk anak kuliahan'
Batin Naruto.
"Hei bocah ingusan, badan kecilmu itu tidak cocok untuk wajah Tante-tante sepertimu, apa wajahmu dewasa sebelum waktunya?"
Sakura merasa tertohok dengan perkataan pemuda di depannya,
'Wajah Tante-tante katanya, enak saja'
"Rasakan ini Naruto baka!"
Sakura menyerang pinggang dan mukul kepala kuning Naruto ketika mereka berhenti di lampu merah.
"Berhenti sakura, ini sakit sekali aw ee ew aw ha ha ha"
Sakura tidak berhenti tapi malah intens mengglitiki pinggang Naruto.
"Tarik kata-katamu tadi Naruto bakaa!"
"Ia ia, aku minta maaf, kau menang"
Tanpa mereka sadari dari balik kaca mobil tepat di belakang mereka, terlihat Hinata yang bersama Neji sedang memperhatikan mereka.
Terlihat wajah Hinata yang sudah kusut dari tadi malam karena berita buruk, kini gambaran buruk di depannya semangkin memperkeruh keadaan hatinya.
'Naruto-kun, siapa wanita itu?'
Batin Hinata lirih
RzOneNHL
Sakura turun dari motor Naruto tepat di depan gerbang universitas Tokyo.
"Aku pergi dulu, sepertinya aku tidak masuk hari ini" ucap Naruto.
"Kau memang harus beristirahat, berhati-hati lah, kita bertemu di lain waktu, dan kuharap kau sudah baikan."
Ujar Sakura.
"Aku pergi dulu, terimakasih atas semuanya" ucap Naruto yang kini bayangannya semangkin menghilang dari pandangan Sakura.
Naruto melajukan motornya untuk pulang.
Sesampainya di rumah, Naruto segera mengaktifkan handphonenya karena sempat mati akibat kehabisan daya.
RzOneNHL
Hinata terlihat sedang menjelajahi kampus untuk mencari keberadaan Naruto.
Hampir setengah jam dia belum berhasil menemukan Naruto.
Tanpa pikir panjang Hinata mencoba untuk menelepon Naruto kembali karena tadi handphone Naruto sempat mati saat dia hubungi.
Tutt tuttt tutttt
Hinata merasa sedikit senang karena kali ini handphone Naruto sudah aktif kembali.
Dan tak berapa lama Naruto membalas panggilan darinya.
"Hallo Naruto-kun, aku mencarimu sedari tadi, Naruto-kun di mana?"
Ucap Hinata.
"Kau masih mencariku, setelah kau membiarkan aku kedinginan di luar tadi malam?"
Terdengar nada kecewa pada ucapan Naruto barusan.
"Aku mi-minta maaf Naruto-kun, maaf karna tidak memberimu kabar, a-aku menyesal"
" temui aku di alamat yang akan aku kirim melalui SMS , aku menunggumu, dan ingin mendengar penjelasanmu"
"Tapi Naruto-kun, sebentar lagi aku ada kelas"
"Aku menunggumu"
Tuttt laa littt tuutt laa litt
Naruto mematikan panggilan secara sepihak membuat Hinata semangkin bingung.
'Kalau aku pergi, Sasuke pasti mencariku ketika jam makan siang nanti, tapi, Naruto pasti sangat marah bila aku tidak datang, Naruto-kun lebih penting sekarang'
RzOneNHL
"Ini alamatnya nona"
Supir taksi yang Hinata tumpangi memberhentikan mobil nya di depan gerbang rumah mewah yang sangat kental dengan desain Eropa.
Hinata turun dari taksi tersebut setelah selesai membayar, lalu berjalan kearah gerbang besar kediaman Uzumaki.
"Apakah Anda nona Hinata? Tuan Naruto sudah menunggu Anda di dalam"
Tanya salah satu penjaga kediaman Uzumaki tersebut.
Hinata hanya menganggukkan kepalanya, lalu mengikuti penjaga tersebut.
"Silahkan masuk nona, tuan muda sudah menunggu di dalam"
Ucap penjaga tersebut sambil membukakan pintu besar itu untuk Hinata.
Hinata memasuki kediaman Naruto dengan sangat tegang, ruangan pada rumah ini sangat luas, sangat berbeda dengan rumahnya yang hanya bernuansa kuno.
"Kau sudah sampai, kemarilah"
Hinata yang tadi sedang terpesona dengan interior rumah Naruto kini merasa lidahnya kelu karena mendengar suara Naruto yang sangat berbeda.
Hinata hanya mengangguk dan mendekati dimana Naruto berada.
"Duduk di sebelahku!"
Perintah Naruto saat Hinata masih berdiri terpaku di hadapannya.
"Ba-baik Naruto-kun"
Dengan secepat kilat Hinata mendudukkan pantatnya di sebelah Naruto.
"Aku ingin penjelasan sekarang"
"Aku akan menjelaskannya, tapi Naruto-kun jangan marah"
Wajah Hinata terlihat memelas dengar mata yang sedikit sayu.
"Hahh, baiklah-baiklah, aku memang tak bisa marah beneran kepadamu, tapi jangan kecewakan aku Hime"
Ucap Naruto sambil mengecup bibir Hinata sekilas.
Hinata tersenyum karena Naruto kembali kesifat aslinya, di cium oleh Uzumaki itu sangat sepesial untuknya.
"Sasuke dan keluarganya datang ke rumahku tadi malam, dan-"
Hinata mulai menjelaskan tentang maksud Sasuke dan keluarga datang ke kediaman Hyuga.
Lelehan air mata Hinata saat menjelaskan semuanya membuat Naruto semangkin terpukul, apalagi dirinya sempat marah kepada Hinata.
"Semuanya akan baik baik saja Hime, kita ikuti permainan Uchiha itu, dan mimpi buruk yang dia inginkan akan semangkin cepat tercapai"
Seringai Naruto terpampang sangat jelas di wajah tampannya.
Pelukan Naruto kepada Hinata semangkin erat, di tambah isakan Hinata semangkin kencang.
Perlahan Naruto menyelipkan lengannya di tengkuk dan antara betis dan paha bagian bawah Hinata untuk menggendong tubuh mungil Hinata yang akan dia bawa ke dalam kamar pribadinya.
Hinata menenggelamkan wajah cantiknya di dada bidang Naruto, tangan mungilnya juga sudah mengalung di leher pemuda tersebut.
Hinata tau apa yang di inginkan pemuda itu sekarang, bergulat dengan Naruto di atas kasur mungkin bisa menghilangkan beban untuknya dan pemuda itu saat ini.
RzOneNHL
Naruto secara perlahan meletakkan tubuh mungil Hinata di atas kasur king size-nya.
Setelah sukses meletakkan tubuh Hinata di atas ranjangnya, Naruto langsung melepas pakaian yang dia gunakan.
Wajah Hinata memerah seperti biasa, padahal dia sudah pernah melihat seluruh bagian pada tubuh pemuda itu.
"Hei, kau masih memerah seperti biasa, tapi itu terlihat manis"
Ucap Naruto di sela-sela kegiatannya yang sedang menjamah leher jenjang wanita mungil di bawahnya.
"Engghh, jangan menggoda ku Naruto-kun, itu memalukan"
Sentuhan bibir Naruto pada area buah dada Hinata yang masih terbungkus pakaian berhasil membuat Hinata semangkin melayang.
Tak butuh waktu lama seluruh pakaian yang mereka gunakan sudah berserakan di atas lantai kamar Naruto.
"Kau boleh menikahi Sasuke sampai aku merebutmu kembali, tapi ada 1 sarat yang aku berikan"
Ucap Naruto yang saat ini di atas tubuh Hinata.
"Apa?"
Tanya Hinata.
"Jangan sampai dia menyentuhmu walau seujung kuku, karna tubuh dan hatimu adalah milik Uzumaki Naruto, bukan yang lain!"
Seringai Naruto sambil meraba bagian intim pada tubuh wanita mungil di bawahnya.
Permainan semangkin panas, ruangan ini akan menjadi saksi bisu percintaan sepasang kekasih gelap ini.
Setidaknya itu bisa menghilangkan pikiran mereka dari masalah yang sedang mereka berdua hadapi.
Desahan desahan Hinata yang berada di atas kasur empuk itu membuat keadaan ruangan sunyi itu semangkin bewarna, dan itu membuat pemuda di atas tubuhnya semangkin bersemangat menggerakkan pinggulnya untuk mencapai kenikmatan dunia.
"Ahkkk, aku mencintaimu Naruto-kunnn!"
Desahan nikmat Hinata di sela-sela klimaks yang entah sudah berapa banyak.
TBC
Selamat menikmati.
Tinggalkan jejak anda setelah membaca atapun memaki fic saya, saya terima makian anda dengan lapang dada.
Seharusnya Sakura tidak muncul pada chap ini.
Tapi karna permintaan fans Sakura, terpaksadeh ane mutar otak untuk jalan cerita terbaru.
SASUSAKU? Itu belum terbayang endingnya!
THX:
RzOneNHL off
