Sekelumit kisah sembilan orang anak muda yang berasal dari planet EXO dan nyasar di bumi beberapa tahun lalu. Selama ini mereka berhasil bertahan hidup dengan kekuatas super mereka masing-masing. Tapi kekuatan itu semakin melemah setiap harinya dan membuat mereka semakin mirip dengan manusia.

-oOo-

Title:

Tolong berikan judul untuk cerita ini.

Cast:

EXO member

Semua cast adalah milik mereka sendiri

Cerita ini milik saya

Rate:

All

Author:

Hyun Ji Soo

-oOo-

Kyungie langsung menyambar handuk untuk menutupi tubuh telanjangnya saat tiba-tiba Jojong muncul di kamar mandi saat dia sedang asik menikmati acara mandinya sambil menyanyikan lagu favoritnya.

"Brengsek. Lu ngapain di sini Jong? Gue lagi mandi nih."

Jojong yang masih ngantuk belum juga membuka matanya. Kesal, Kyungie langsung mengguyur Jojong dengan air di gayung yang dia pegang.

Byuuurrr. Air itu tepat mengenai wajah Jojong.

"Bangun. Lu teleportasi sambil tidur?"

Jojong yang sadar langsung ngebuka matanya dan mengusap wajahnya yang basah.

"Ngapain lu di sini Kyung?"

"Lu yang ngapain di sini kampret? Minggat sono. Gue mau lanjut mandi."

Karena diusir dengan sangat tidak berperasaan oleh Kyungie akhirnya Jojong memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dengan berjalan.

Di depan kamar mandi, ada Channie yang berdiri dengan handuk di bahunya dan gayung yang berisi alat mandi di tangannya.

"Ada Kyungie di dalem."

"Buset. Lu mandi bareng sama Kyungie, Jong?"

"Jangan sampek gue nampol orang pagi-pagi."

"Eits, galak amat. Gue kan cuma nanya."

Channie ngeloyor pergi karena tahu jika Kyungie yang sedang mandi, mungkin akan memerlukan waktu satu jam. Karena biasanya Kyungie selalu latihan vokal saat sedang mandi. Biasalah, Kyungie adalah anak paduan suara di sekolahnya.

Jojong pun kembali ke kamarnya sambil mengacak-acak rambutnya.

"Sial. Kenapa sekarang gue bisa teleportasi sambil tidur? Ini sebenernya kemampuan gue meningkat atau malah melemah sih? Gue suka heran."

Satu jam kemudian, terdengar suara Channie yang berteriak dari kamar mandi.

"WOI. INI GIMANA GUE MANDI KALO KERAN AIRNYA PATAH?"

Kyungie yang merupakan pelaku perusak keran air hanya bisa nyengir dan berlari ke kamarnya. Takut kena timpuk gayung oleh Channie.

"Ngapain lu nyengir-nyengir Kyung? Lu matahin keran air lagi?"

Kyungie hanya mengangguk saat Jojong menanyainya saat sudah sampai kamar. Teman sekamarnya itulah yang paling mengerti dengan tenaga Kyungie yang berlebih hingga akhir-akhir ini sering ngerusak barang karena kehilangan kontrol.

"Ganti sono. Sebelum Chan mencak-mencak dan curhat di vlognya. Bisa-bisa elu terkenal nanti. Tu anak gitu-gitu fansnya banyak."

Jojong melempar keran yang dia ambil dari dalem lacinya. Lalu kembali menutup tubuhnya hingga wajah dengan bed covernya.

-oOo-

"Lu jadi mandi gag sih Chan?"

Baekkie hanya duduk sambil melihat Channie yang sedang asik menyemprotkan parfum sambil matutin dirinya di cermin.

"Jadilah. Emang kenapa?"

"Kalo udah mandi siniin parfum gue. Jangan pake banyak-banyak. Mahal tuh."

"Ya elah Baek. Lu dapet dari endorse aja pelit."

"Bodo."

Baekkie merebut parfum yang ada di tangan Channie. Lalu menaruhnya di dalem laci dan menguncinya. Takut di colong lagi sama cowok sok kecakepan itu.

"Lu gag ngampus Baek?"

"Ntar siangan dikit."

Baekkie keluar dari kamar sambil ngebawa ember yang isinya baju kotor. Rencananya dia mau nyuci dulu sebelum ngampus. Channie segera memakai jaket tebal untuk anak motor dan mengekori Baekkie di belakang.

"Bener lu nggak mau bareng gue?"

Channie masih setia mengekori Baekkie saat pria itu sudah sampai di depan kamar mandi. Dia nyandar di tembok sambil ngerapihin jambulnya yang sudah klimis karena di pakein gell satu galon. Just kidding.

"Bener. Gue pake ojek online aja. Berangkat sono. Ntar lu telat lagi."

"Siap bos."

Channie berbalik dan pergi. Dia melewati ruang tamu dan di sana ada Umin yang sedang cemberut karena susu hangatnya berubah kadi es gara-gara disentuhnya tadi.

"Lu kenapa bang?"

"Mau minum susu hangat."

"Terus masalahnya dimana?"

"Noh. Punya mata tuh dipake."

Umin menunjuk gelas susunya yang ada di atas meja. Channie pun mengerti dan segera memegang gelas susu. Tak lama kemudian keluar api dari tangannya dan setelah susu itu mencair dan berubah jadi hangat dia pun melepasnya.

"Jangan sungkan-sungkan buat minta tolong ke gue bang."

"Thanks. Sepertinya cuma kekuatan elu yang masih normal Chan."

"Gag tahu juga bang. Semoga aja. Ngomong-ngomong Sehun, Chenie, sama bang Suho kemana?"

"Suho udah berangkat subuh tadi. Katanya anak-anak BEM lagi mau demo. Kalau Sehun sepertinya udah berangkat sekolah. Dan Chenie masih molor."

"Jojong. Tu anak gag sekolah?"

"Dia udah niat mau bolos sejak kemarin."

"Takut tambah item kali tu anak. Makanya di kamar mulu. Gue berangkat ngampus dulu bang. Udah telat."

Channie ngeloyor pergi dan menuju ruang tamu yang kalo malam berubah jadi garasi motor. Dia lalu mengeluarkan motor ninjanya yang berwarna merah. Dia bangga sekali sama motornya yang katanya kayak punya Boy di sinetron anak jalanan. Saat hendak memakai helm, dia mengomel pelan.

"Hadooohh, sayang banget nih jambul gue. Bisa bengkok ntar."

-oOo-

Tak berapa lama, Umin mendengar suara Baekkie dari kamar mandi.

"BANG, SABUN CUCINYA ABIS."

"Pake sunlight aja Baek. Tuh di dapur banyak."

"GILA AJA BANG. GUE MAU NYUCI BAJU BUKAN NYUCI PIRING."

Umin cuma cengengesan dan membawa gelas susunya menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2. Dia tidak ingin disalahkan gara-gara kemarin disuruh beli Rinso tapi malah beli Sunlight.

Di kamar dia papasan sama Chennie yang berjalan keluar sambil garuk-garuk perutnya sampai kaosnya terangkat hingga dada dengan rambut yang seperti sarang burung.

"Ada apa lagi sih bang? Tu anak masih pagi udah ngebacot."

Umin hanya mengangkat bahunya, karena dia sadar dialah penyebab masalah si Baekiie pagi ini.

Chen keluar kamar dan melongo ke bawah, ke arah kamar mandi.

"DIAM LU BAEK, GANGGUIN GUE TIDUR AJA. LAMA-LAMA GUE SUMPEL JUG MULUT LU."

Plaakkkk.

Umin memukul kepala Chennie dari belakang. Chennie langsung mmegang kepalanya yang sakit.

"Kok lu mukul gue sih bang? Noh, tu anak yang berisik."

"Elu yang lebih berisik, nggak nyadar apa suara lu kayak toak Masjid."

Baekkie yang melihat kejadian itu dari bawah, hanya cengengesan sambil bergumam pelan.

"Rasain lu Chendol."

-oOo-

To Be Continue

-oOo-

Begitulah sekelumit kisah pagi hari anak-anak muda yang berasal dari planet EXO. Garing? Seharusnya elu ketawa vroh. Gue maunya elu ketawa. Minimal senyum-senyum dikitlah. Jangan pelit-pelit, biar barokah hidup lu. Kekekekekekeke

Maaf untuk semua karakter yang ternistakan di sini. Hanya fiktif semata. Jangan terlalu diambil hati.

My name Hyun Ji Soo. Follow me.

Please review. Terima kasih sudah menjadi pembaca yang baik. Semoga kalian sehat selalu.