'Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah saat melihat orang yang kau cintai bahagia…'

.

.

.

AFFAIRS

Rate: M

Genre: Romance, Drama, Angst, Family

.

.

Disclaimer: Kuroko no Basuke (黒子のバスケ) – Fujimaki Tadatoshi

Pairing: Akashi Seijuurou X OC, Slight Mayuzumi Chihiro X OC

Warning: Little OOC

.

.

.

Chapter 6

"Se-Akashi…" Panggil Shizuka pada pria bersurai merah yang tengah duduk di bangku taman itu. Sesuai janji, hari ini mereka bertemu. Akashi yang melihat kedatangannya tersenyum lembut.

"Shizuka…" Kata Akashi sambil mendekapnya, namun Shizuka buru-buru mendorongnya.

"A-Akashi… Ingat posisi kita sekarang…" Pria bersurai merah itupun menatapnya kecewa.

"Ah… Maaf." Bisik Akashi akhirnya, dan hening diantara keduanya.

"Akashi-"

"Bisakah panggil aku seperti biasa?"

"Akashi, soal itu-"

"Kumohon."

"… Baiklah, Seijuurou." Shizuka menyerah akhirnya. "Jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Tanya Shizuka. Akashi menatap perempuan lurus.

"Apa kau serius akan menikah dengan Chihiro?" Tanyanya.

"Ya. Tentu saja."

"Kau mencintainya?"

"… Ya." Akashi tersenyum pahit mendengarnya.

"Kau…" Akashi mengangkat wajah Shizuka. "Berbohong." Bisiknya. Shizuka menatap Akashi terkejut. "Mana ada orang mengatakan kalau dia mencintai seseorang dengan ekspresi sedih dan terpaksa begitu."

"Jangan sok tahu." Shizuka mengalihkan pandangan dari Akashi, namun lagi-lagi Akashi memaksa Shizuka untuk menatapnya.

"Tatap aku." Perintah Akashi. "Katakan padaku kalau kau mencintai Chihiro dan ingin menikah dengannya." Tubuh Shizuka bergetar melihat pandangan Akashi padanya. Namun dia berusaha kuat, kali ini dia berusaha agar tidak tunduk pada pesona sang Emperor. Chihiro. Dia mencintai Chihiro, dan dia harus mengatakannya dengan tegas pada Akashi.

"Aku…" Shizuka berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk menatap Akashi. "Mencintai Chihiro dan… Ingin menikah dengannya…" Ucap perempuan itu yang lebih mirip dengan bisikan. Akashi langsung tertunduk lemas mendengarnya.

"… Begitukah…" Lirih Akashi, lalu ia mengecup kening Shizuka. "Semoga kalian bahagia…" Ucapnya. "Aku mencintaimu…" Bisiknya kemudian, hatinya sangat sakit dan hancur. Shizuka yang mendengarnya berusaha menahan tangisnya.

"Seijuurou…" Panggil Shizuka. "Mengenai Seiryu," Shizuka menatap Akashi yang memasang ekspresi sendu saat mendengar nama Seiryu. "Kau boleh menemuinya kapanpun. Tapi kumohon, jangan paksa dia untuk mengerti kondisi kita… Aku janji, aku pasti akan mengatakan yang sebenarnya, hanya saja, aku menunggu waktu yang tepat untuknya, jika dia sudah lebih besar…"

Akashi tersenyum tipis mendengarnya. "Aku mengerti." Jawab Akashi. "Tolong jaga anakku… Sampaikan permintaan maafku padanya…"

Shizuka terdiam mendengarnya, namun dia tersenyum."… Ya." Jawab perempuan itu akhirnya. Akashi menarik nafasnya, dan memeluk perempuan itu erat, Shizuka memilih membiarkan perbuatan Akashi itu sambil tersenyum sedih.

"Aku mencintaimu Shizuka… Kau, dan hanya kau selamanya…" Bisik Akashi, Shizuka tidak menjawab pernyataan Akashi itu secara langsung.

'Aku mencintaimu Seijuurou…' Batin Shizuka. Apa memang harus berakhir seperti ini?

"Mamah!" Panggil sebuah suara anak-anak, buru-buru Shizuka dan Akashi melepaskan pelukannya. Dan terlihatlah Seiryu yang berlari ke arahnya, dibelakangnya Chihiro sedang mengejarnya. Shizuka pun langsung menghampiri anak itu dan memeluknya.

"Mamah sedang a-" Pertanyaan Seiryu terhenti saat melihat Akashi yang berada dibelakang Shizuka dan diapun langsung bersembunyi dibalik tubuh Shizuka. Akashi berjalan mendekati Seiryu.

"Se-"

"Ja-jangan dekat-dekat!" Teriak Seiryu, dan langsung berlari keluar dari taman tersebut.

"SEIRYU!" Teriak Shizuka panik, saat anaknya menyebrangi jalan tanpa melihat lampu penyebrangan yang berwarna merah dan ada sebuah mobil yang akan menabraknya. Chihiro hanya bisa membelalakan matanya. 'Ckiit!' Suara ban mobil yang di rem dalam. Shizuka sudah menatap putus asa. Namun untunglah ternyata Akashi berlari sangat cepat dan berhasil melindungi anak itu sehingga tidak tertabrak. Mobil itu berhasil menghentikan lajunya, dan kembali melanjutkan perjalanannya setelah memaki pada Akashi.

"Pa-paman…" Panggil Seiryu yang masih shock dalam pelukan Akashi yang sangat erat. Akashi melepas pelukannya dan menatap Seiryu dengan pandangan marah.

"Apa yang kau lakukan?! Tadi itu sangat berbahaya! Apa yang terjadi kalau aku tadi tidak sempat menyelamatkanmu, hah?! Kau bisa terluka!" Marah pria itu, namun terlihat sekali kalau dia sangat khawatir.

"Hiks… Maaf… Huaaa…" Kata Seiryu akhirnya, sambil mulai menangis. Akashi memandang Seiryu penuh kelegaan saat melihat tidak ada luka sedikitpun ditubuh anaknya itu.

"Seiryu!" Panggil Shizuka dan Chihiro panik, mereka segera menghampiri Akashi dan Seiryu.

"Papah… Mamah…" Kata Seiryu sambil menatap keduanya. Shizuka segera memeluk anaknya itu. Akashi pun tersenyum pahit dan menepuk puncak kepala Seiryu.

"Jadilah anak baik. Jangan membuat papah dan mamahmu khawatir…" Ucap Akashi lembut dan ia mencium puncak kepala Seiryu, lalu beranjak pergi.

"Akashi, lukamu…" Kata Chihiro saat melihat beberapa luka di lengan Akashi karena tergesek aspal.

"Tidak apa-apa, hanya luka kecil. Lebih baik kalian periksakan Seiryu ke dokter, barangkali ada luka yang tidak ketahuan." Jawab Akashi, lalu ia menatap ke arah Shizuka dan Chihiro. "Aku pasti datang ke pernikahan kalian." Ucapnya kemudian. Seiryu yang melihat Akashi mulai berjalan pergi tiba-tiba menarik baju Akashi, sehingga membuat Chihiro, Shizuka, termasuk Akashi terkejut.

"Paman… Terima kasih…" Ucap Seiryu malu-malu. Akashi menatap anaknya itu dengan senyum kecil lalu mengusap kepalanya.

"Sama-sama, lain kali berhati-hatilah." Pesan Akashi, setelah itu ia pergi dari hadapan ketiganya. Shizuka yang melihat Akashi menundukkan pandangannya, dan mulai menangis.

"Shizuka…" Panggil Chihiro sambil memegang pundaknya. Seiryu yang melihat Shizuka menangis langsung memeluknya.

"Mamah maaf… Jangan nangis mah…" Kata Seiryu. Shizuka langsung mendekap anaknya lagi.

"Syukurlah kau tidak apa-apa sayang… Syukurlah…" Bisik Shizuka dengan air mata yang mengalir.

'Seijuurou… Syukurlah…'

.

.

.

"Shizuka…" Panggil Haruka. "Gaunmu sudah siap." Katanya saat mereka akan mempass gaun pernikahan. Dan Shizuka menatapnya tidak percaya saat melihat ternyata gaun itu adalah gaun rancangannya dan Akashi dulu.

"Nee-san, kenapa…" Kata Shizuka bingung.

"Ini gaun yang kau rancang dulu, kurasa kau yang lebih pantas memakainya…" Kata Haruka, Shizuka hanya menatap sendu gaun itu.

"Gaun yang indah…" Puji Chihiro saat melihat gaun itu. "Aku ingin cepat-cepat melihatmu memakainya…" Shizuka hanya tersenyum kecil mendengarnya.

"Papah~" Panggil Seiryu manja sambil menarik baju Chihiro. "Aku mau es krim…" Pinta Seiryu.

"Tidak boleh!" Larang Shizuka. "Seiryu sudah banyak makan manis hari ini, jadi jangan tambah lagi, nanti sakit gigi loh!" Seiryu pun menggembungkan pipinya.

"Mamah pelit! Lagipula Seiryu kan rajin sikat gigi, jadi tidak mungkin sakit gigi!" Bantahnya kemudian. Chihiro pun tertawa kecil melihatnya.

"Sudah sudah… Mamah benar Seiryu, jangan banyak-banyak makan manis, ini yang terakhir ya?"

"Chihiro… Jangan terlalu memanjakannya!" Kata Shizuka kesal, sementara Seiryu menjulurkan lidahnya pada ibunya. "Seiryu…" Geram Shizuka.

"Hmph… Sudahlah Shizuka, kau tidak akan menang melawan Seiryu…" Tawa Chihiro. "Nah, Seiryu, ayo kita beli es krim, tapi janji ya ini yang terakhir?"

"Iya! Aku janji!" Seiryu dan Chihiro pun pergi untuk membeli es krim, tinggallah Haruka dan Shizuka.

"Pfft… Sikap keras kepalanya benar-benar seperti Seijuurou-kun ya?" Tawa Haruka pelan.

"Kau benar nee-san… Aku kewalahan menghadapinya…" Kata Shizuka.

"Ngomong-ngomong Shizuka… Bagaimana kemarin?" Tanya Haruka hati-hati, Shizuka tertunduk mendengar pertanyaan Haruka.

"… Kami sudah menyelesaikannya baik-baik… Dan syukurlah Seijuurou bisa menerimanya, dan yang membuatku senang, sepertinya Seiryu sudah tidak terlalu takut padanya…" Jawab Shizuka dengan senyum kecil.

"Begitukah? Syukurlah…" Haruka pun ikut tersenyum mendengarnya. "Tapi Shizuka… Apa kau… Bahagia?" Haruka menatap adiknya lurus, Shizuka pun tercengang mendengarnya.

"A-Apa yang kau katakan nee-san? Aku bahagia, sangat!" Shizuka tersenyum dengan agak dipaksakan.

"Hmm…" Gumam Haruka. "Wajahmu sama sekali tidak terlihat seperti itu…" Haruka pun menghela nafasnya. "Shizuka… Kalau kau memang tidak bahagia, maka jangan lanjutkan pernikahan ini, aku sudah bilang kan? Jangan sampai menyesal…" Kata Haruka sambil menggenggam tangan adiknya. Shizuka yang merasa semakin terpojok merasa terselamatkan saat pintu ruangan mereka diketuk.

"Nona Shizuka, tuan besar memanggil anda." Kata seorang pelayan.

"Ba-Baik! Aku segera kesana!" Jawab Shizuka, buru-buru dia melepaskan genggaman Haruka. "Nee-san, aku pamit dulu…" Katanya sambil buru-buru pergi. Sementara Haruka menatap kepergian Shizuka dengan pandangan sendu.

"Shizuka…" Bisik Haruka.

Shizuka mengetuk pintu ruangan besar didepannya, ruangan yang pernah hampir hancur karena amukkan ayahnya dulu. Jujur saja, ia agak trauma memasuki ruangan tersebut.

"Masuklah, Shizuka." Jawab sebuah suara didalam.

"Permisi…" Shizuka memasuki ruangan itu dengan gugup. "Ada apa memanggilku, ayah?" Tanya Shizuka, ayahnya hanya tersenyum. Senyuman yang sulit di artikan.

"Shizuka… kemarilah." Titah ayahnya. Shizuka pun duduk berhadapan dengan ayahnya.

"Ini mengenai Seiryu." Air muka Shizuka langsung menjadi tegang saat mendengar itu dari ayahnya.

"A-ada apa dengannya?" Tanya Shizuka. Ayahnya hanya menatap putrinya nanar.

"Shizuka… Ayah memang sudah menerimanya, dan Mayuzumi juga, ayah bersyukur dia menyayanginya. Tapi tetap saja ayah berhak tahu…" Ayahnya menggantungkan kalimatnya. "Siapa ayah kandungnya?" Mata Shizuka membulat sempurna, dia bingung harus menjawab apa.

"I-itu…"

"Shizuka, ayah percaya, kau bukanlah perempuan yang bisa tidur dengan sembarang lelaki… Karena itu, tolong beritahu ayah siapa sebenarnya…" Bujuk ayahnya. Shizuka meremas ujung roknya sambil menundukkan pandangannya.

"Apakah itu… Akashi Seijuurou?" Tanya ayahnya yang semakin membuat Shizuka gemetar. Sejujurnya, ayahnya selalu memperhatikan gerak-gerik Shizuka dan Akashi sejak dulu yang menurutnya 'agak' mencurigakan, belum lagi saat melihat Seiryu, dia seperti melihat seorang Akashi Seijuurou kecil, hanya saja lebih ceria.

"Maaf ayah… Aku…" Shizuka menarik nafasnya. "Aku belum bisa memberitahu ayah, siapa pria itu…" Ayahnyapun menatapnya kecewa. "Tapi aku janji, suatu saat nanti aku pasti akan memberitahu ayah…" Katanya lagi. Ayahnya pun mengusap kepala putrinya itu.

"Baiklah… Ayah akan menunggu… Hingga kau siap. Yang terpenting sekarang adalah pernikahanmu dengan Mayuzumi." Ucap Ayahnya bijak.

Shizuka tersenyum menatap ayahnya. "Terima kasih, ayah…"

.

.

.

Bulan bersinar terang menghiasi langit malam, Shizuka termenung melihat pemandangan itu. Sudah jam 11 malam, dan dia masih terbangun, Seiryu sudah tidur, Chihiro? Sepertinya juga sudah tidur. Pernikahannya dengan Chihiro hanya tinggal empat hari lagi, namun entah kenapa ada sebagian dari hatinya yang berharap agar waktu menjadi lambat saja.

'Seijuurou…' Batinnya sambil memikirkan pria berambut merah itu. Ah, pasti gara-gara dia… Cepat-cepat Shizuka menggelengkan kepalanya.

'Tidak! Tidak boleh! Aku sudah memutuskan akan menikah dengan Chihiro! Aku harus melupakannya!' Tekadnya. Tiba-tiba sebuah tangan merengkuhnya dari belakang.

"Kenapa malam-malam begini masih diluar? Kau bisa sakit…" Bisik Chihiro.

"Aku suka udara malam, tenanglah, aku tidak akan sakit…" Kata Shizuka sambil tertawa kecil. Chihiro pun membalikan badan Shizuka agar menatapnya.

"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya pria itu sambil memainkan ujung rambut soft brown Shizuka.

"Bukan apa-apa… Bukan hal yang penting ko'…" Elak Shizuka dengan senyum yang dipaksakan, Chihiro pun menatapnya sendu.

"… Akashi kah?" Tanyanya yang sukses membuat Shizuka tercengang.

"A-apa maksudmu? Bukan dia ko'…" Jawab Shizuka gugup. Chihiro menatapnya tidak percaya.

"Kau masih belum bisa melupakannya?" Lirih pria bersurai abu tersebut dengan tatapan kosongnya.

"Chihiro…" Shizuka menatap pria itu khawatir.

"Kau masih mengharapkannya?"

"Chihiro…"

"Apa kau ingin kembali padanya?"

"Chihiro!"

"Shizuka!" Chihiro menaikkan nada suaranya. "Apa kau merasa terpaksa menikah denganku? Jika iya, aku-"

"CHIHIRO!" Bentak Shizuka memotong ucapannya sambil meremas kemeja pria itu dan menggelengkan kepalanya. "Tolong berhentilah bicara seperti itu…" Lirih Shizuka sambil menatap mata Chihiro.

"… Maaf…" Bisik Chihiro, setelah itu bibir mereka pun bertemu cukup lama. Namun tanpa sengaja, bayangan pria berambut merah terlintas di kepala Shizuka dan membuat air matanya menetes.

"Shizuka…" Kata Chihiro kaget saat melihat perempuan dihadapannya menangis, buru-buru Shizuka menghapusnya. "Maaf Shizuka… Apa ini karena ucapanku tadi?" Chihiro merasa bersalah melihatnya, Shizuka pun segera menggelengkan kepalanya.

"Tidak… Bukan salahmu… Jangan menyalahkan dirimu sendiri…" Kata Shizuka sambil mengusap wajah pria itu. "Kurasa sebaiknya kita tidur. Ayo." Ajak Shizuka, lalu ia segera memasuki kamarnya, meninggalkan Chihiro yang menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan.

.

.

.

Hari pernikahan Shizuka dan Chihiro pun tiba, tidak banyak yang datang, memang mereka sengaja tidak mengundang banyak orang, hanya keluarga dan kerabat dekat sajalah yang mereka undang. Shizuka terdiam di ruang riasnya dengan Haruka yang menatapnya khawatir, karena Shizuka sejak tadi melamun terus, bahkan tidak konsen saat diajak berbicara. Haruka pun menghela nafasnya berat.

"Shizuka, masih belum terlambat, apa kau memang ingin menikah dengan Mayuzumi?" Tanya Haruka, namun Shizuka memilih untuk diam. "Shizuka…" Ulang Haruka.

"Nee-san…" Lirih Shizuka. "Maaf, tapi ini sudah saatnya membalas kebaikan Chihiro… Dia sudah terlalu baik…" Haruka menatap adiknya itu sendu.

"Tapi itu artinya kau menikah karena perasaan balas budi kan? Bukan karena cinta kan?" Shizuka tersentak mendengar kata-kata kakaknya barusan, dan tidak menjawab.

"Nona Shizuka, sudah waktunya." Panggil seseorang, Haruka dan Shizuka pun menoleh ke orang tersebut.

"Shizuka… Baiklah kalau ini keputusanmu. Tapi jujur saja, aku jadi menyesal melepas Seijuurou-kun. Tahu begini aku pertahankan saja dia dulu!" Seru Haruka sambil meninggalkan adiknya yang tengah tertunduk itu.

Shizuka memasuki ruangan pernikahan itu, dilihatnya Akashi yang tengah menatapnya dengan sendu, kakaknya yang berada disebelah Akashi menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan, dan di pangkuan Haruka, terdapat Seiryu yang menatapnya dengan pandangan berbinar. Shizuka pun memutuskan untuk menatap lurus kedepan dimana terdapat Chihiro yang menatapnya dengan senyum lembut di wajah tampannya. Dia merasa sangat gugup sekarang. Dan sampailah ia didepan pendeta bersama Chihiro disampingnya.

"Sebelum dimulai, apakah ada dari hadirin yang keberatan dengan pernikahan keduanya?" Tanya sang pendeta yang terdengar déjà vu di telinga Haruka. Haruka pun bermaksud mengangkat tangannya namun dicegah oleh Akashi.

"Hentikan." Bisik Akashi sehingga gadis itu dengan berat hati menyerah.

"Mayuzumi Chihiro, apa anda bersedia menerima Matsumoto Shizuka menjadi istrimu, saat suka maupun duka, senang ataupun susah, sampai maut memisahkan?" Tanya pendeta tersebut pada Chihiro.

"Aku bersedia." Jawab Chihiro tegas. Sang pendeta pun mengalihkan pandangannya ke arah Shizuka.

"Matsumoto Shizuka, apa anda bersedia menerima Mayuzumi Chihiro menjadi suamimu, saat suka maupun duka, senang ataupun susah, sampai maut memisahkan?" Shizuka terdiam mendengar pertanyaan itu.

"Aku…"

'Tapi itu artinya kau menikah karena perasaan balas budi kan? Bukan karena cinta kan?' Kata-kata Haruka terngiang di kepalanya.

"Aku…" Shizuka menundukan pandangannya sambil mengepalkan tangannya erat. Kenapa mulutnya sanggat sulit mengucapkan itu.

'Seijuurou…' Batin Shizuka, rupanya perasaannya pada Akashi belum lenyap seutuhnya. Chihiro yang melihat Shizuka pun menghela nafasnya dan menggenggam tangannya sehingga Shizuka menatap ke arahnya.

"Chihiro…" Bisik Shizuka, dan pria itu memberinya sebuah senyuman.

"Kalau kau tidak bisa. Jangan memaksakan diri." Mata Shizuka pun melebar mendengarnya. "Kau masih… Mencintai Akashi kan? Dan hanya dia kan?" Lirih Chihiro, lalu ia melihat ke arah Akashi, dan berjalan menghampirinya lalu menarik pria itu agar pergi kesamping Shizuka. Para tamu undangan dan ayah Shizuka menatapnya terkejut.

"Tung- Chihiro!" Kata Shizuka, sementara Akashi menatap pria itu tidak percaya.

"Bahagiakan Shizuka. Jangan pernah menyerahkannya lagi pada orang lain." Bisik Chihiro pada Akashi.

"Ya." Jawab Akashi tegas. Sementara Shizuka menatap Chihiro dengan air mata yang mulai menggenang di matanya.

"Jangan memasang wajah seperti itu. Berbahagialah. Aku rela jika ini demi kebahagiaanmu." Chihiro menghapus air mata yang menggenang di wajah Shizuka dan mencium tangannya. "Nah, lanjutkan pernikahannya!" Kata Chihiro. Dan dia pergi menuju bangku disamping Haruka.

"Mayuzumi…" Bisik Haruka, dan Chihiro hanya tersenyum padanya sambil mengusap rambut Seiryu yang ada di pangkuannya.

"Sst… Upacara yang sebenarnya akan dimulai…" Bisik Chihiro. Sang pendeta pun berdeham menenangkan para hadirin dan menatap kedua orang di depannya.

"Tuan..?"

"Akashi Seijuurou."

"Baiklah, Akashi Seijuurou, apa anda bersedia menerima Matsumoto Shizuka menjadi istrimu, saat suka maupun duka, senang ataupun susah, sampai maut memisahkan?"

"Aku bersedia."

"Matsumoto Shizuka, apa anda bersedia menerima Akashi Seijuurou menjadi suamimu, saat suka maupun duka, senang ataupun susah, sampai maut memisahkan?" Shizuka tersenyum menatap Akashi.

"Aku… bersedia." Jawabnya.

"Kedua pengantin dipersilahkan untuk saling bertukar cincin, dan mencium pasangannya." Kata sang pendeta. Akashi dan Shizuka pun saling bertukar cincin dan bibir mereka saling berpangutan, ciuman penuh rasa sayang dan rindu diantara keduanya. Air mata kebahagiaan Shizuka menetes. Dia tersenyum dengan wajah bahagianya saat pangutan mereka lepas, begitupula Akashi.

"Mayuzumi… Kau tidak apa-apa?" Tanya Haruka ragu. Chihiro menatap gadis disampingnya ini sendu.

"Bohong jika aku bilang aku tidak apa-apa… Hatiku sangat sakit. Tapi…" Chihiro menatap wajah tersenyum Shizuka. "Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah saat melihat orang yang kau cintai bahagia…" Lanjutnya dengan senyum tulus di wajahnya. Haruka tersenyum mendengar itu.

"… Kau benar…" Bisik gadis itu saat melihat senyuman kedua orang yang disayanginya. Mereka melihat Shizuka melempar karangan bunga, dan tertangkap pas di tangan Haruka.

"Hei, apa ini artinya aku akan segera menikah juga?" Kata Haruka dengan tawa kecil, Akashi dan Shizuka tersenyum kearahnya. Tiba-tiba Chihiro merasa jasnya ditarik oleh seseorang, dan terlihatlah Seiryu yang menatapnya dengan mata besarnya yang berkaca-kaca.

"Papah… Apa papah tidak akan menjadi papahku lagi? Apa aku tidak menjadi anak papah lagi?" Tanya Seiryu polos. Chihiro menjongkokkan tubuhnya agar sejajar dengan anak itu dan tersenyum padanya.

"Siapa bilang? Papah akan selalu menjadi papahmu, dan Seiryu tetap menjadi anak papah ko'… Hanya sekarang, Seiryu punya ayah baru, ayah Seijuurou." Jelas Chihiro sambil mengusap kepala Seiryu.

"Benarkah?" Chihiro menganggukan kepalanya. "Janji?" Kata Seiryu sambil mengeluarkan jari kelingkingnya.

"Un, papah janji." Chihiro menautkan jari kelingkingnya dengan jari kecil Seiryu, anak itupun menatap Chihiro dengan pandangan berbinar. Chihiro kembali tersenyum dan mencium puncak kepalanya.

"Nah, sekarang, sana ke tempat mamah dan ayah Seijuurou…" Kata Chihiro, Seiryu mengangguk menuruti perkataan Chihiro dan berlari menuju ke arah Shizuka dan Akashi.

"Seiryu…" Panggil Akashi saat melihat putranya berjalan kearahnya dengan pandangan menunduk. Dia tahu putranya masih belum bisa menerimanya sepenuhnya. Shizuka menepuk pundak Akashi pelan dan tersenyum maklum padanya. Tapi perlahan Seiryu mengangkat wajahnya dan menatap Akashi takut-takut.

"Boleh aku… Memanggil paman, ayah?" Pertanyaan itu membuat Akashi membulatkan matanya, dan mendekap anak itu.

"Tentu saja kan? Kau memang putraku…" Bisik Akashi. Shizuka yang melihat itu juga ikut memeluk kedua laki-laki yang sangat dicintainya itu.

"Kali ini, kita akan terus bersama sampai kapanpun…"

Haruka memandang ke arah ayahnya. "Begini lebih baik kan yah?" Tanyanya kemudian, ayahnya tidak menjawab dan hanya tersenyum.

"Hhh… Aku tidak menyangka kedua putriku akan membuat kehebohan di pernikahan mereka…" Kata ayahnya sambil menjitak Haruka pelan, Haruka pun tertawa kecil mendengar ucapan ayahnya itu.

"Tapi kurasa, mereka berdua harus siap ku introgasi, ah, jangan lupakan juga Akashi-dono." Haruka tercengang mendengar ucapan ayahnya itu dan hanya bisa mendoakan adik dan adik ipar barunya itu.

Malam harinya setelah selesai 'introgasi besar-besaran' oleh ayah Akashi dan ayah Shizuka, Shizuka dan Akashi kembali ke kamar mereka.

"Hhh… Aku tidak menyangka ayah benar-benar mengintrogasi kita habis-habisan begini…" Gumam Akashi.

"Yah, wajar saja, kita memang salah kan?" Kata Shizuka diiringi senyum kecil. Akashi menghela nafasnya dan tersenyum tipis.

"Seiryu mana?" Tanya Akashi kemudian karena tidak melihat putranya dimana-mana.

"Dia sudah tidur, kelelahan karena bermain dengan Chihiro dan nee-san…" Jelas Shizuka, lalu ia kembali tersenyum. "Seijuurou… Aku bahagia…" Ucapnya tiba-tiba, Akashi pun mengangkat wajah istrinya itu, dan mengecup dahinya singkat.

"Aku juga bahagia… Sangat…" Senyum Akashi tulus, "Aku bersumpah tidak akan pernah melepasmu lagi." Lalu ia mengunci bibir Shizuka, mengulumnya dan merasakannya, dia sangat merindukan itu semua, Akashi mendorong Shizuka perlahan ke ranjang dan menindihnya.

"Kurasa tidak masalah jika Seiryu diberi adik." Bisik Akashi seduktif, Shizuka hanya menjawab ucapan suaminya itu dengan senyuman. Malam ini mereka kembali bersatu, hal-hal berat yang mereka alami selama ini ternyata tidak sia-sia dan berakhir manis.

.

.

.

Haruka's POV

Beberapa bulan berlalu setelah pernikahan Shizuka dan Seijuurou-kun. Aku tersenyum melihat foto yang dikirimkan oleh mereka saat liburan. Terlihat Seijuurou-kun, Shizuka, dan Seiryu yang tersenyum ke arah kamera. Mereka sudah mengalami hal yang cukup berat, apalagi saat menghadapi paman Akashi dan ayah, dan mendapatkan ceramah panjang dari keduanya. Perlahan, Seiryu mulai menerima Seijuurou-kun sebagai ayahnya, dan mereka menjadi dekat, walaupun dia tetap memanggil Mayuzumi 'papah' dan masih sering bertemu dengannya. Yah, itu hal yang wajar, karena bagaimanapun Mayuzumi yang selalu bersamanya sejak ia kecil, Seijuurou-kun juga menerima itu.

Mengenai Mayuzumi, dia sendiri kembali ke kehidupannya sebelumnya. Pegawai kepercayaan ayah yang rajin dan pekerja keras. Namun akhir-akhir ini dia sedang digosipkan sedang dekat dengan seorang model terkenal, saat kutanyai benar tidaknya dia hanya tersenyum… Ck, dasar… Yah… semoga saja dia cepat menemukan perempuan baik jodohnya yang bisa membuatnya bahagia.

Sementara aku…

Haruka's POV end

Haruka menutup buku diarinya. Dia bangkit dari tempat duduknya, dan pergi mengunjungi toko makanan manis di kotanya, mungkin tidak terlihat, tapi Haruka sebetulnya sangat menyukai makanan manis.

"Irasaimashe…" Sambut pegawai toko tersebut, yang sudah hapal dengan Haruka. Haruka buru-buru menuju rak makanan kesukaannya, dan terlihatlah barang yang dicarinya itu. Sebuah coklat putih dengan cookies didalamnya.

'Ah! Ada! Tinggal satu!' Haruka pun berlari, dan saat akan menggapainya, tangannya menyentuh secara bersamaan dengan tangan seorang pria tampan berambut hitam dengan poni yang menutupi sebelah matanya.

"A-ah… Maaf… Untukmu saja…" Kata Haruka dengan wajah memerah karena malu dengan sifatnya yang out of character. Pria itu pun tersenyum lembut padanya.

"Tidak untukmu saja." Katanya.

"Eh? Tidak, tidak, untukmu saja…" Tolak Haruka, pria itu menggeleng.

"No, ladies first." Kata pria itu lagi.

"Tapi kau yang menemukannya duluan!"

"Aku tidak apa-apa…"

Haruka pun menghela nafasnya, dia menarik pria itu kasir. Dan mengeluarkan uangnya setengah dari harga coklat tersebut, pria itu menatapnya bingung. "Setengahnya lagi darimu." Jelas Haruka. Pria itu mengangguk mengerti dan mengeluarkan uangnya. Sang pegawai kasir tersenyum kecil melihatnya.

"Datang lagi ya…" Kata sang kasir.

Diluar, Haruka membagi dua coklat tersebut dan membaginya pada pria itu.

"Bagianmu." Kata Haruka. Pria itu pun tertawa melihatnya. "Ke-kenapa kau tertawa?" Tanya Haruka bingung.

"Ti-tidak, tidak apa-apa." Jawab pria itu sambil menerima coklat tersebut. "Ngomong-ngomong kau cantik. Siapa namamu? Aku Himuro Tatsuya." Kata Himuro sambil mengulurkan tangannya. Haruka tersenyum melihatnya.

"Haruka. Matsumoto Haruka." Jawab Haruka sambil membalas uluran tangan Himuro.

'Aku rasa sudah saatnya membuka lembaran baru…'

.

.

.

END

Author's note:

Yeiy beneran tamat yeiy~! *tebar bunga*

Aduh, maaf ya kalo endingnya mengecewakan dan gaje begitu... QwQ

Saa, sekarang bales review dulu~

Yamashita Hanami-chan : Tedaaak! Ada adenya Akashi! #dicabok E-eh? Kenapa mau ngebunuh Chi-chan?! *peluk Mayuyu* Enggak juga sih, aku update tergantung beres chap-nya kapan hehehe~ Sankyuu~ Ini udah update, semoga kamu suka~ x'D

ABNORMALholic : Hehehe… Enggak ko', tuh Akashinya akhirnya jadi sama Shizuka~ xD

LeoniaOtaku : Hahaha… Akhirnya jadinya sama Akashi ko' xD Iya si, kasian ke ayahnya, dua kali pernikahan putrinya bikin heboh xD

Mayura 129 : Sankyuu, ini udah lanjut~ :D

ShizukiArista : A-ah… douzo… OwO)/ *ngasih tisu* Aah, sayang, akhirnya tetep sama si kepala merah, tapi tenang aja, Chihiro juga –mungkin- bakal ngedapetin jodohnya~ x'3 #digetok

FISIKA : Ah, sayangnya dia malah sama Akashi… Gomenne… :'D salam kanji(?) x3 /what/

RaniRii : Eeh? Benarkah? Fic abal ini? X'D #tok Tenanglah, Shizuka sama Akashi ko' akhirnya, pengorbanannya gak sia-sia~ x'D Akashi berusaha nyari info tentang Shizuka selama 4 tahun itu, cuma sayangnya gak ketemu, dan baru dapet sekarang~ x'3

Aoi Yukari : Teheee xD #digetok Tenanglah, mereka bahagia sekarang~ x3

Aadiva azzahra : He? xD Makasiih~ Ini udah lanjut~ semoga puas dengan endingnya x'3

Silvia-KI chan : E-eh?! Jangan nangis~ Dx Yosh! Ini udah lanjut~ x3

nijigengurl : yeeeiy~ #plokk wkwkwkwk~ xDD ini last chap… semoga kamu suka ya… :'D

Katou Ayumu : ahaha… pusing? Minum bodrex~ xD #digampar Semoga dengan chap ini pusingmu hilang~ xDD #buagh

Sipplah. Makasiiih banget buat semua yang udah baca, review, follow n fav fic ini… Sumfeh, aku seneng banget… :'D Kalian sumber penyemangat aku~! :*

Dan special thanks buat otouto-ku tercintah Sirius Daria yang selalu ngebantuin saat aku WB~ Sankyuu otouto~ xDD

Nah, berhubung ini last chapter, dimohon banget reviewnya ya… ;)

See you in other fic~

Sign, Kaito Akahime

P.S : Baca fic-ku yang lain juga ya xD #digetok karna malah promo