"aissh--" Kyungsoo memasukkan peralatan sekolahnya dengan terburu-buru, ia sudah terlambat beberapa menit dari janjinya

Ini karena ia ketiduran di UKS bersama Baekhyun bahkan sahabat mungilnya itu ia tinggal dalam keadaan masih terlelap disana

"Do Kyungsoo?"

"Ne?!" Pekik Kyungsoo, sontak ia menegakkan tubuhnya dan berkedip cepat

Chanyeol terkekeh "seperti melihat hantu saja"

"Bukan hantu tapi monster" gumam Kyungsoo dalam hati

"Emm, Baekhyun ada dimana? Dia tidak bersamamu?" Tanya lelaki raksasa itu sambil melirik meja Baekhyun

"A-ah Baekhyun masih di UKS ssaem, dia ketiduran dan aku tidak tega membangunkannya, aku berencana memberitahu Sehun sunbae dan Kai sunbae untuk menjemputnya disana"

Chanyeol mengangguk "oh yasudah, hati-hati dijalan yah" kemudian melangkah menuju UKS dimana simungil berada

Kyungsoo terdiam kemudian mengedikkan bahunya, kembali merutuk saat jam sudah lewat sangat jauh dari waktu janjiannya

"Aaa semoga mereka belum membentuk pasangan" gumamnya dan berlari keluar kelas

...

Nyatanya, Baekhyun sadar betul saat Kyungsoo keluar duluan dan membisikkan kalimat minta maaf karena dia harus pulang duluan dan akan memanggilkan Sehun dan Kai untuk menjemputnya

Karena simungil tidak benar-benar tertidur, ia sibuk menghentikan tangisnya yang entah kapan sudah pecah. Ia masih sedih karena Chanyeol membentaknya tadi dikelas, simungil benar-benar tidak suka dibentak

Ceklek

Mata Baekhyun berkedip cepat, ia usap air matanya dan berpura-pura tidur bisa gawat kalau itu Sehun karena kakaknya itu akan sangat berisik kalau melihatnya menangis seperti ini

"Baek?"

Mata simungil sontak terbuka, itu Chanyeol bukan Sehun apalagi Kai

"Kau tidur?" Suara berat terdengar lembut membuat dada Baekhyun berdesir hangat

Chanyeol melangkah mendekati ranjang Baekhyun dan mendudukan dirinya dipinggir

"Hei-- kau marah?"

Baekhyun menggeleng, air matanya kembali mengalir walaupun tidak sederas yang tadi

Chanyeol sadar kalau simungil sedang menangis karena bahunya terus bergetar kecil

"Jangan menangis baek, aku minta maaf oke?" Bujuknya, dengan gerakan lembut ia menarik tubuh simungil agar bangun

Kini ia bisa melihat dengan jelas mata bengkak dan hidung simungil yang memerah, Baekhyun sudah menangis lama ternyata

"Maaf yah" ucapnya lagi, kali ini benar-benar menyesal, ia tidak suka melihat Baekhyun menangis apalagi karenanya

Simungil menggeleng kemudian menunduk, tangisannya semakin tidak mau berhenti, ia remas selimut yang menutupi perutnya

'hik'

Chanyeol terkesiap "oh kau cegukan"

'hik' Baekhyun mengerucutkan bibirnya "ugh aku tidak suka 'hik' cegukan" keluhnya dengan suara serak

Baekhyun menahan nafasnya dan mulai mengitung dalam hati

1.. 2.. 3.. 4..

'hik'

"Aaa tidak mau hilang" rengeknya pada diri sendiri, ia melupakan atensi Chanyeol yang sedari tadi menatapnya gemas

"Aku bisa membantumu menghilangkannya, kau mau?" Tanya Chanyeol

Simungil mengangguk

"Tapi kau harus memaafkanku dulu, bagaimana?"

Simungil mengangguk lagi

"Dan berhenti menangis, matamu akan benar-benar hilang kalau kau masih menangis"

Baekhyun mengusap kedua matanya sambil mengangguk-angguk

Chanyeol tersenyum "Nah sekarang tatap aku"

Baekhyun menurut dan membawa mata puppynya menatap mata Chanyeol

'hik'

Chanyeol memberengut "seharusnya hilang saat menatap pria tampan" gumamnya lebih kepada diri sendiri

Kalau ada Sehun disini, sudah pasti anak itu akan berteriak kencang "Obat macam apa itu? Sejak kapan cegukan bisa sembuh dengan hanya menatap pria tampan dan lagi sejak kapan Ssaem jadi pria tampannya ck" kurang lebih seperti itulah bayangannya

'hik' Baekhyun mengerucutkan bibirnya "tidak hilang" rengeknya

Chanyeol memasang wajah berpikir "kalau begitu--"

Cup

Mata Baekhyun mengerjap cepat, barusan bibir Chanyeol menempel secara kilat dibibirnya

"Bagaimana?" Tanya Chanyeol

Baekhyun menggeleng, pipinya sudah bersemu merah 'hik'

"Belum hilang yah" gumam Chanyeol

"Mungkin lebih lama baru bisa" ucapnya kemudian sambil menarik dagu simungil mendekat

"Emmph" hati Baekhyun bersorak-sorai, perutnya terasa geli dan jantungnya berdetak dengan asal

Bibir Chanyeol sangat manis, lebih manis dari permen yang biasa ia dapat dari toko dekat rumahnya

"Ummph"

Chanyeol ikut terlarut, ia tidak tau kalau bibir Baekhyun akan selembut ini, ia seperti sedang mengemut jelly, tanpa sadar ia memiringkan kepalanya kekanan dan kekiri agar bisa mengecap seluruh isi mulut simungil

Baekhyun yang baru pertama kali hanya pasrah mengikuti alur yang Chanyeol buat, ia dengan senang hati membuka bibirnya dan membiarkan lidahnya dijamah oleh lidah Chanyeol, sekarang ia tau kenapa di film-film yang biasa eommanya tonton senang berciuman, ternyata ciuman seenak ini, rasanya seperti sedang ngemil manisan

Bibir mereka akhirnya terpisah, Chanyeol masih ingat kalau simungil membutuhkan udara sekarang

Baekhyun terengah, dadanya naik turun dengan terburu, ia menghisap udara dengan rakus

"Eoh sudah berhenti? Cegukanmu?" Tanya Chanyeol sambil mengusap sudut bibir Baekhyun

Simungil mengangguk senang, binar matanya telah kembali dan senyumannya juga sudah terpatri dibibir cherrynya yang kini terlihat lebih bengkak

"Baguslah, ayo bersiap kita harus pulang sekarang"

Baekhyun menggembungkan pipinya kemudian merentangkan tangannya

"Gendong" rengeknya

Chanyeol terkekeh, ia berbalik dan berjongkok dilantai membelakangi simungil

"Ayo"

Dengan senang hati Baekhyun turun dari ranjang dan naik kepunggung Chanyeol, ia mengusak-usakkan hidungnya dibahu lelaki raksasa itu

"Kau mengotori bajuku baek" gurau Chanyeol

"Biar saja, baekki suka" balas simungil dan mendaratkan kepalanya dibahu Chanyeol dengan nyaman

"Tidurlah lagi" ucap Chanyeol

Baekhyun mengangguk dan memejamkan matanya, menghirup benar aroma tubuh Chanyeol dan tertidur lelap

...

*makasih lagi buat yang berkenan tinggalin jejak buat ff ini, rasanya seneng banget pas baca ehe~

btw emang aku belum jelasin chanyeol sebenarnya siapa kkk tpi entar dijelasin koo~ sampai jumpa dichap depan nyaaw~ mumumu~