Krystal terus tersenyum sambil memperhatikan Chanyeol yang melahap makan siangnya
Chanyeol yang baru sadar diperhatikan hanya berdeham canggung "maaf, anda tidak makan ssaem?"
Krystal terkekeh dan mulai memegang alat makannya "Park ssaem terlihat menggemaskan saat makan"
"U-uh terima kasih" balas Chanyeol kaku
"Aah Park ssaem kurasa kita bisa berbicara menggunakan banmal saja, setauku kita seumuran" ujar Krystal, tidak meninggalkan senyuman manisnya
"Oh tentu" Chanyeol ikut tersenyum
"Park ssaem ada acara minggu nanti?" Tanya Krystal
"Sepertinya tidak, aku menghabiskan hari minggu dirumah saja"
"Kalau begitu mungkin Park ssaem bisa menemaniku bermain di taman bermain hari minggu, aku mendapat tiket masuk gratis karena temanku yang bekerja disana, bagaimana?" Krystal menatap Chanyeol penuh harap sedangkan yang ditatap memasang wajah berpikir, sebenarnya sitinggi Park bukan orang yang suka berjalan-jalan ditempat seperti itu, merepotkan ia rasa tapi setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya juga mencobanya sekali
Krystal tersenyum kecut "terlalu kekanakkan ya? Berjalan-jalan ditaman bermain, tidak apa kalau Park ssaem--"
"Tentu aku akan pergi" angguk Chanyeol menyetujui kemudian kembali melahap makan siangnya melewati senyuman lebar diwajah Krystal
...
Kyungsoo melirik Baekhyun yang sedari tadi hanya diam, bahkan hingga bel pulang berbunyi, Simungil masih betah dengan keterdiamannya
"Baek? Kau tau kan sunny itu suka asal menyebar gosip, bisa saja Jung ssaem dan Park ssaem hanya berteman" bujuk Kyungsoo, ia tau apa yang membuat sahabat manisnya itu diam seribu bahasa
Baekhyun menghela napasnya "aku juga berpikir seperti itu kyung padahal tidak baik membenci orang yang tidak pernah berbuat jahat pada kita kan? Tapi tiba-tiba baekki jadi tidak suka melihat Jung ssaem" keluh simungil, bibirnya mengerucut sedih, mungkin kalau ia punya telinga anak anjing, telinganya sudah akan jatuh lemas memperjelas kalau ia memang sedang sedih
Kyungsoo menepuk-nepuk punggung sahabatnya "tidak apa baek, itu artinya kau cemburu"
"Eo? Cemburu?" Raut simungil berubah menjadi raut tidak mengerti
Kyungsoo menghela napas "jangan bilang kau tidak tau cemburu itu apa"
"Eihh tentu saja aku tau, drama yang dinonton eomma banyak menceritakan tentang cemburu cuma baekki baru tau kalau rasanya seperti ini, tidak enak"
Kyungsoo terkekeh kemudian matanya membola saat melihat Chanyeol berdiri didepan kelas mereka
"Uh Park ssaem?"
Chanyeol tersenyum kemudian melangkah masuk "halo anak-anak manis"
Kyungsoo menunduk tersenyum kaku "selamat sore ssaem, kalau begitu aku duluan ya baek, sampai besok- aku pulang dulu ssaem"
"Uh sampai jumpa besok kyung" balas Baekhyun sambil melambaikan tangannya
"Hati-hati ya" Chanyeol ikut membalas
Tersisa Chanyeol dan Baekhyun dikelas, mereka terdiam dengan Baekhyun yang sibuk membereskan peralatan sekolahnya dan Chanyeol yang sibuk memperhatikan simungil
"Sudah? Ayo pulang" ucapnya saat melihat Baekhyun memakai tasnya dipunggung
Baekhyun melirik Chanyeol kemudian melangkah duluan "baekki mau pulang sendiri"
Chanyeol mengerjap dan segera menangkap lengan Simungil
"Hey baek? Kau kenapa?"
Baekhyun hanya diam, matanya menatap tangan Chanyeol yang menggenggam pergelangan tangannya. Sejujurnya ia juga bingung kenapa ia merasa kesal saat melihat wajah Chanyeol, hanya saja kepalanya mengingatkannya pada adegan Krystal dan Chanyeol siang tadi, membuat simungil marah dan kesal
"Baek?"
Baekhyun mendongak dengan mata yang sudah berkaca-kaca, ia kesal dengan perasaannya sekarang, membuat hatinya merasa tidak nyaman
Chanyeol mengerjap kebingungan, tentu saja- karena tiba-tiba Baekhyun memasang wajah siap menangis sedangkan dirinya tidak tau apa yang telah terjadi
"Kenapa menangis hum?" Tanyanya lembut, ia tarik pelan simungil untuk mendekat dan menggendongnya keatas meja guru
Chanyeol berdiri diantara paha Simungil dengan tangan yang menopang disisi kanan dan kiri Baekhyun, terlihat seperti sedang mengukung simungil
Baekhyun hanya menunduk, menjauhi tatapan Chanyeol sambil menggigit bibir bawahnya
Chanyeol yang gemas dengan keterdiaman simungil memilih mengecup batang hidung Baekhyun, meminta perhatiannya
"Kenapa hum? Ada masalah dengan temanmu?" Tanyanya lembut, simungil menggeleng dan setetes air matanya sudah jatuh, bibirnya masih ia gigit agar tidak mengeluarkan isakan
Chanyeol menyentuh bibir Baekhyun "jangan digigit nanti berdarah" ucapnya lagi
Baekhyun mengerucutkan bibirnya, matanya sudah basah membuat Chanyeol semakin khawatir
"Kau sakit? Ayo ceritakan padaku hm, jangan menangis baby"
Baekhyun menggeleng lagi, ia malah menarik leher Chanyeol dan menyembunyikan wajahnya diceruk leher sitinggi, mulai terisak kecil mengeluarkan kekesalannya
Chanyeol menghela napas, ia tidak ingin memaksa Baekhyun bercerita kalau memang simungil belum mau memberitahunya, ia memilih mengelus-elus belakang kepala simungil sambil membisikkan kalimat-kalimat penenang agar isakan Baekhyun berhenti
Setelah beberapa menit akhirnya Baekhyun tenang, tubuhnya berhenti bergetar dan isakannya juga sudah tidak terdengar lagi, pelukannya ia lepas dan mengelus pipi gembil simungil
"Sudah mendingan?" Tanya sitinggi
Baekhyun mengangguk, ia merasa lebih mendingan setelah menangis
"Chanyeolo harus beli ice cream strawberry yang paling besar untuk baekki" ucap simungil dengan suara serak
Chanyeol mengernyit tapi akhirnya mengalah juga "tentu saja nanti dijalan pulang kita singgah untuk membeli seember ice cream untukmu hm"
Baekhyun mengangguk kemudian kembali memeluk leher Chanyeol "turunkan baekki"
Chanyeol terkekeh, ia lingkarkan lengannya dipunggung simungil dan menurunkannya dari atas meja
"Ayo pulang" ucapnya kemudian menggenggam tangan mungil Baekhyun, berjalan beriringan keluar kelas
...
Chanyeol tidak sadar saja kalau yang membuat Baekhyun menangis hari ini adalah dirinya
.
.
.
.
.
.
note :
wahai Park Chanyeol
kamu dimana?
dengan siapa?
semalam berbuat apa?
member lain pda berseliweran di medsos
gw kangen elu yeol :""))
btw aku ga bisa buat cerita yg berat-berat jadi yah gini yg ringan-ringan aja semacam cemilan, semoga gabosan kalo bosan gapapa jga/? eh
makasih bnyak buat smua yg baca dn ninggalin jejak gumawu anneong~
