MY FAULT – CHAPTER 2
CHANBBYX
T
Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Exo's member
Disclaimer : kepunyaan chanbbyx
Chanyeol terbangun dari tidurnya. Entahlah, mungkin Tuhan masih berbaik hati memberinya kesempatan membuka matanya untuk melihat pada jalan yang sekiranya lebih baik. Tapi, rasanya akan begitu berat jika ia masih harus menanggung semua itu dalam benaknya sendirian. Jadi, ia tak tahu apakah harus berterima kasih atau tidak untuk hal tersebut.
Chanyeol menegakkan dirinya pada kursi di ruang makannya. Ia memegangi kepalanya, lantaran pusing akibat posisinya yang tidak nyaman. Ia menumpu kepalanya di atas kedua sikunya di atas meja makan selama semalaman. Hal ini terntu berimbas pada persendiannya yang membuatnya pegal dan kebas serta kesemutan.
Ia sedikit melirik pada jam dinding kemudian berdiri mengambil air untuk tenggorokannya yang kering. Ia menenggaknya hingga habis. Kemudian, ia hendak melangkah menuju kamar tidurnya di lantai dua jika langkahnya tidak terhenti secara tiba – tiba. Tubuhnya membatu, matanya membulat. Seperti orang bodoh, ia membalikkan badannya perlahan.
AAAAA!
Tunggu, apa yang membuatnya seheboh itu di pagi hari?
No... sekarang sudah pukul 08.00 waktu yang sangat terlambat bagi seseorang yang bekerja di perusahaan intel suatu pemerintahan negara. Bodohnya Chanyeol. Inspeksi akan dilakukan pada 30 menit lagi. Ia menepuk jidatnya keras – keras.
" SHIT! " setelahnya Chanyeol segera berlari mengambil handuk dan bergegas membersihkan dirinya di kamar mandi. 10 menit kemudian Chanyeol telah keluar dari kamar mandinya dengan rambut basah dan handuk melilit di pinggangnya. Dadanya yang bidang terlihat sangat gagah dengan kulitnya yang putih mulus. Lengannya yang kokoh... Ooops! Maaf, ini bukan lah fanfiction dengan adegan erotis. Kita harus berfokus pada waktunya. Tinggal 20 menit lagi dan Chanyeol harus tepat waktu.
20 menit kwmudian...
Chanyeol telah siap dengan mobilnya menuju tempat kerjanya. But, sungguh malang. Ia mungkin harus melakukan skot jump, push up, back up, dan lain lain sebagai hukuman karena tak bisa datang tepat waktu. Dengan wajah kusutnya, ia mengendarai kendaraan beroda empat itu dengan kecepatan yang gila – gilaan. Tapi tenang saja. Tidak akan ada adegan melankolis dimana Chanyeol mati saat dalam perjalanan. Hal ini dapat dipastikan.
Chanyeol tiba di INTELEGENCY CENTER COMNUNICATION. Gedung kumuh dengan plat yang sudah compang – camping dan bisa saja hilang jika angin sangat kencang melewati tempat tersebut. Warna cat yang sudah memudar pada bangunan itu menambah kesan yang ehem sangat suram. Terserah kalian jika ingin mengadakan uji nyali pada tempat ini. Toh makhluk astral yang ingin kalian temui di sini tidak ada.
Chanyeol memandang bangunan itu sejenak. Ia memasuki gedung tua itu dengan hembusan nafas yang berat. Sungguh, apakah ia tak berhak memiliki tempat yang layak dari ini? Ia mengambil salah satu yang terletak di dalam. Ia mengucapkan kata sandinya dan menunjukkan name-tag yang berisi barcode yang terhubung dengan chip yang sudah terisi dengan profile lengkapnya.
" Selamat datang, Tuan Park. Keterlambatan 23% pada jam 08.45. "
" Dan aku bukan anak polos yang tidak mengetahui kesalahanku, bodoh. "
" Semoga harimu menyenangkan. " mesin itu berucap untuk yang kedua kalinya.
" Haha. Terima kasih. " Ujar Chanyeol tersenyum jengkel.
Pada ruang 3, terdapat pintu rahasia yang menghubungkan antara rumah ini dengan kantor pusat ICC. Tunggu! Kalian tidak benar – benar berpikir bahwa Chanyeol berkerja di tempat seperti itu, bukan? Yeah, walau kemungkinannya ada, tapi kenyataannya ia tidak. Oke, lanjut.
Chanyeol sampai di tempat ICC yang sebenarnya. Gedung yang meski tak meiliki tingkat itu, mampu menampung 20 orang di dalamnya dengan seluruh perlengkapan mata – mata yang sangat lengkap. Chanyeol telah bekerja sama dengan ICC selama hampi 4 ½ tahun. Ia menyukai pekerjaannya walau diawal ia sempat terpaksa.
Jika kalian ingin tahu, jika tidak akan tetap dijelaskan. Oke, sebenarnya Chanyeol itu bukanlah kebangsaan Korea Selatan. Ia adalah warga negara Korea Utara yang pindah kebangsaan menjadi kebangsaan Korea Selatan. Mengikuti eommanya yang sekarang tinggal dengan noonanya, Yoora. Mereka semua pindah karena ayah Chanyeol yang gugur dalam peperangan dengan Korea Utara.
Jika dijelaskan secara runtut adalah seperti ini. Ayah Chanyeol yang berkebangsaan Korea Selatan menikah dengan eommanya yang berkebangsaan Korea Utara. Dalam peperangan, ayah Chanyeol lebih mempertahankan kebangsaannya, yaitu Korea Selatan dan meninggalkan eomma Chanyeol, Chanyeol, dan noonanya, Yoora di Korea Utara. Sekitar selama 3 bulan berlalu, kabar yang justru terdengar adalah kabar duka bahwa ayah Chanyeol gugur dalam peperangan tersebut.
Untuk menghargai perlawanan ayah Chanyeol, eomma Chanyeol memutuskan untuk pindah kewarganegaraan bersama anak – anaknya untuk menetap di Korea Selatan. Selama di Korea Utara, ia juga berkerja pada salah satu intelegency agency resmi. Ia memang terkenal cerdik dalam hal yang bebau tekhnik informatika. Ia mengambil seluruh data Korea Selatan yang kemudian diserahkan pada pimpinannya untuk dialihkan menuju pesan berbasih kode menuju komputer pemerintahan.
Ternyata ia telah mengantarkan nyawa ayahnya kepada pemerintahan Korea Utara. Berkas – berkas tersebut berisi data kemiliteran pasukan alfa yang sedang bertugas di Yunani. Ia tak memperhatikan siapa – siapa saja anggota yang ditelusurinya. Baginya hal itu tidak penting. Prinsip seorang intel adalah BERANI TIDAK DIKENAL, MATI TIDAK DICARI, BERHASIL TIDAK DIPUJI, DAN GAGAL DICACI MAKI. Jadi ia hanya memikirkan keberhasilannya untuk menyelidiki para target.
Lalu, bagaimana ia menyadarinya? Sehari setelah pemakaman ayahnya, ia mendapat selamat langsung dari pemerintahan Korea Utara atas peretasan data pemerintahan pusat Korea Selatan. Ia mengatakan jendral dari pasukan alfa yang bernama Tuan Park telah berhasil disingkirkan sehingga perdagangan senjata gelap menuju Korea Utara tak akan terhalangi lagi.
MR. PARK ADALAH AYAHNYA! Dan FUCK! Apa itu tadi? ayahnya lah yang meninggal? Dan juga ia yang memberikan segala prospek tentang data ayahnya kepada pemimpinnya? Jadi itu artinya sama saja ia turut membunuh ayahnya sendiri. Dan ia menjadi linglung. Akibat ulahnya, orang tuanya mati. Ia harus bertanggung jawab. Ia pun berusaha mengundurkan diri dari tempatnya berkerja.
" Kau yakin akan keputusanmu? " Mr. Wei menepuk pundak Chanyeol dari belakang.
" Ya, aku sangat yakin. " Chanyeol menatap lurus pada dinding putih yang bersebrangan dari tempatnya duduk.
" Kau bisa mengatakan akan alasanmu anak muda? " tanya mr. Wei kepada Chanyeol.
" Saya merasa sudah tidak cocok lagi dengan perusahaan intel ini. " jawab Chanyeol masih menatap lurus ke depan.
" Lalu apa yang akan kau lanjutkan setelahnya. Jika kau di sini kemampuanmu akan terus berkembang. Kau akan lebih maju dan aku akan menjadikanmu tangan kananku. " tatap mr. Wei serius. Ia melangkah menuju tempat duduknya.
" Aku tidak bisa. " ujar Chanyeol bersikukuh. Bagaimana pun lebih baik jika ia mengikuti eomma dan noonanya agar rasa penyesalan yang ada pada dirinya tidak semakin menjadi.
" Katakan apa alasanmu yang sejujurnya. " mr. Wei menyeringai ke arah Chanyeol. Ia mendekatkan posisi duduknya kepada Chanyeol.
Chanyeol hanya diam. Bukannya ia takut, ia hanya terlalu malas menjawab. Lagi pula... ia yakin 100%, tidak. 1000% malah, bahwa mr. Wei sudah tau alasan untuk ia mengundurkan diri dari perusahaan intel ini, yaitu...
" alasanmu mengundurkan diri dari perusahaanku adalah... " ucap mr. Wei menggantung kalimatnya.
Ayahku...
" Ayahmu... " ucap mr. Wei melanjutkan bicaranya.
To Be Continued
Oke chapter 2 dari ff yang berjudul my fault ini akhirnya update. Kenapa lama? Maklumin yah, authornya ini mendekati UN. Dan yah... gua sortir dulu ide – ide yang muncul dari otak gua. Kebanyakan plot... ada 6 plot haha. Maklum otak gua becabang – cabang. Oke sekian, seperti kebanyakan author... gua mau minta reviewnya sobat.
-Chanbbyx
