PART 6
Jaejoong menguap beberapa kali saat kuliah sedang berlangsung. Junsu yang duduk disampingnya hanya bisa menggelengkan kepala. Sahabatnya itu pasti tidak tidur semalaman. Tadi pagi saat Junsu bahkan belum membuka matanya, Jaejoong sudah duduk di samping tempat tidurnya dengan senyuman aneh yang menurut Junsu itu menakutkan. Dia hanya takut jika sahabatnya itu gila atau kerasukan setan apapun itu setelah semalam menghilang tanpa kabar. Tetapi setelah mendengar cerita menggebunya tentang Yunho -lagi lagi tentang Yunho- Junsu jadi paham mengapa sahabatnya itu rela bangun pagi -atau mungkin tidak tidur- dan menemuinya bahkan sebelum alarmnya untuk bangun berbunyi. Sungguh Jung Yunho mempunyai pengaruh yang sangat besar.
"Aku sangat mengantuk." Jaejoong menumpu kepalanya dengan kedua tangan. Kuliah mereka baru saja selesai beberap menit yang lalu.
"Apa kau begitu bahagia, sampai kau tidak bisa tidur nyenyak?"
"Bukan tidak bisa tidur nyenyak, tapi aku memang tidak tidur. Sengaja. karena aku tidak mau yang aku alami semalam hanya mimpi."
"Konyol sekali alasanmu." Junsu menatap Jaejoong dengan kesal. Jaejoong bisa gila jika dia terus melakukan hal ini.
"Aku hanya ingin tidur, aku tidak butuh komentarmu."
"Pulanglah. Aku yang akan memberikan alasan pada dosen untuk kuliah berikutnya."
"Kau tahu Su-ie, hal yang paling aku sukai darimu adalah, kau sangat sangat sangat pengertian." Jaejoong menangkup pipi Junsu dengan kedua tangannya.
"Aku tidak butuh pujianmu. Terima kasih. cepat pulang, atau aku akan segera berubah pikiran."
Tanpa menunggu lama, Jaejoong sudah menyampirkan tasnya di punggung dan berjalan menjauh dari Junsu sambil melambaikan tangan.
Drrtt Drrttt
"Kau menghilang kemana, Sweety?"
Ah, Jaejoong lupa. Pesan Yonghwa semalam belum dibalasnya sampai siang ini. Pikirannya terlalu sibuk dengan Yunho.
"Aku tidak menghilang, Tiger. Aku hanya lupa membalas pesanmu." Jaejoong membuka percakapan setelah terdengar Yonghwa mengangkat teleponnya di seberang sana.
"Bisa kita bertemu, Joongie? Sudah lama kita tidak mengobrol panjang lebar. lagi pula kau berhutang penjelasan kepadaku tentang kejadian di cafeku kemarin."
Jaejoong merona mengingat siang berkesan itu. "Baiklah. Aku akan datang ke cafemu sekarang."
"Tidak kuliah?"
"Bolos."
Terdengar suara tawa Yonghwa di seberang sana. "Kau tidak pernah berubah."
"Aku tetap Jaejoong, tidak akan pernah berubah menjadi spiderman."
Sekali lagi terdengar suara tawa Yonghwa. Jaejoong hanya berpikir, apa kata-katanya barusan lucu?
^^SARANGHAMNIDA^^
"Jangan ceritakan pada Yunho jika hari ini aku bolos lagi." Jaejoong meletakkan tasnya diatas meja, dan berkata hal itu ketika melihat Yonghwa mendekat.
Yonghwa mengerutkan dahinya seakan bertanya memangnya kenapa?
"Yunho tidak suka aku bolos. dan aku sudah berjanji padanya bahwa aku tidak akan bolos lagi." Jaejoong yang memahami maksud pandangan bertanya Yonghwa menjelaskan.
"Joongie, apa kau benar-benar baru mengenal Yunho?"
Jaejoong mengangguk mantap.
"Tapi kalian terlihat sangat dekat. bahkan kau menuruti ucapannya?"
Jaejoong tersipu malu mendengar pernyataan atau mungkin pertanyaan Yonghwa.
"Bisa jelaskan padaku?"
Jaejoong mengangguk lagi, antusias. Bercerita tentang Yunho tidak pernah membuatnya bosan. Dia sungguh sungguh menyukai menceritakan kisahnya tentang Yunho kepada orang lain.
"Joongie ..." Yonghwa belum menyelesaikan kata-katanya ketika Yoochun mendekat dan duduk di hadapan mereka berdua.
"Kau bolos lagi?" Kali ini suara Yoochun.
"Ya. dan jangan coba-coba ceritakan pada Yunho."
Sama dengan reaksi Yonghwa, Yoochun juga mengerutkan dahinya bingung. Tapi kali ini Jaejoong malas untuk menjelaskan. Lagipula Yoochun juga tidak bertanya lagi.
"Semalam apa yang terjadi?"
"Aku hanya pergi dari makan malam, dan entah kenapa semua orang terlalu panik mencariku."
"Kau tidak mengangkat telepon kami Joongie." Yoochun memutar bola matanya kesal.
"Aku hanya tidak ingin. Lagipula aku bukan anak kecil lagi. Kenapa semua orang harus cemas berlebihan?"
"Kau masih seperti anak kecil bagiku." Yonghwa menangkap kekesalan dari wajah Jaejoong setelah dia mengatakannya. Dan sekarang dia hanya memalingkan muka, mencoba melihat sekeliling dengan menggembungkan pipinya lucu, persis seperti anak kecil.
Yonghwa tidak tahan untuk tertawa. Sementara Yoochun hanya tersenyum.
"Baiklah, apa semalam Yunho yang mengantarmu pulang?" Yoochun sangat pandai membuat Jaejoong merubah suasana hatinya. lihat saja sekarang, Jaejoong sudah tersenyum dengan mata yang menerawang, seperti mengingat kembali apa yang terjadi semalam.
Jaejoong mengangguk antusias dan wajahnya tiba-tiba saja merona.
"Kau seperti remaja sedang jatuh cinta bila bersikap seperti itu." Yonghwa mengacak rambut Jaejoong gemas.
"Apa ada sesuatu yang terjadi?"
Senyum Jaejoong bertambah lebar. "Dia menciumku."
Mata Yoochun dan Yonghwa membelalak. Secepat itu? itulah yang ada di pikiran keduanya.
"Joongie, kau baru mengenalnya 2 hari, jika hari ini juga dihitung." Yonghwa yang sudah sadar dari ketekejutannya menanggapi.
"Tapi bukankah kalian sudah lama mengenalnya? Jadi bedanya apa?"
"Kau belum tahu apapun tentang Yunho. Bagaimana jika dia sudah punya pacar?"
"Jika dia sudah punya pacar, maka harusnya kau sudah mengatakannya padaku sejak kemarin."
"Kau baru menceritakan semuanya padaku hari ini."
"Tapi bukankah Yoochun sudah mengetahui semua kisahku sejak lama? Sudahlah, kalian tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan."
Jaejoong berdiri, berniat meninggalkan dua orang dihadapannya saat ini. Malas rasanya jika rasa bahagia yang sejak tadi dirasakannya harus hilang karena sikap posesif temannya itu.
"Kau perlu mengenalnya lebih jauh sebelum kau jatuh cinta terlalu dalam, Joongie."
Itu suara Yonghwa terakhir yang di dengar Jaejoong sebelum pintu cafe tertutup dan Jaejoong hilang ditelan keramaian di seberang jalan.
"Apa Yunho benar-benar sudah punya pacar?" Yoochun akhirnya bersuara setelah tenggelam dalam lamunannya sendiri memperhatikan perdebatan di hadapannya beberapa menit yang lalu.
"Bukan hanya pacar, tapi Yunho akan segera menikah."
Yoochun terdiam. Beberapa menit yang serasa beberapa jam.
"Apa yang harus kita lakukan pada Jaejoong?"
Kata-kata itu dikatakannya lebih pada dirinya sendiri. Meski Jaejoong baru saja dikenalnya, tetapi dia hanya tidak ingin Jaejoong bersedih. Dia masih ingat kejadian 2 hari lalu saat Jaejoong meninggalkan Junsu hanya karena Yunho tidak mengenalinya membuatnya memejamkan mata.
Bukankah nanti akan lebih dari itu?
^^SARANGHAMNIDA^^
"Yeoboseyo"
Yunho mengangkat teleponnya ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Maafkan aku, tapi aku sedang sibuk sekarang. Bagaimana kalau besok?"
"Baiklah. Aku akan menjemputmu di kampus besok sore."
klik.
Panggilan terputus.
Yunho menghela napasnya dalam. seakan membebaskan beban berat di hatinya yang sudah mengganggu sejak semalam.
Bodoh. Hanya itu yang bisa Yunho ucapkan pada dirinya sendiri. Entah apa yang merasukinya hingga dia mencium Jaejoong semalam.
Yunho tidak menyesal menciumnya, hanya saja, apa yang akan terjadi nantinya pasti akan membuatnya menyesal.
Yunho kembali mengacak rambutnya kasar. Ini sungguh gila.
Sudah ku katakan, jangan menyakitinya.
Pesan Yonghwa di layar ponselnya membuat Yunho kembali memejamkan matanya.
^^SARANGHAMNIDA^^
"Kau datang tepat waktu, Yun. Kuliahku baru saja selesai." Jaejoong tersenyum ceria ketika menemui Yunho di kantin kampusnya. Kemarin dia menghubungi Yunho, dan disinilah dia, benar-benar menunggunya untuk menjemputnya.
"Kau mengatakan perlu bicara denganku. Ada apa?" Yunho tidak tersenyum. Tidak juga memasang wajah sinis. Wajahnya datar, entah apa yang dipikirkannya saat ini.
"Lebih baik kita tidak bicara disini. Bagaimana dengan ice cream?"
Yunho mengangguk. Berjalan mendahului Jaejoong.
"Yun, apakah kemarin malam kau bisa tidur?"
Yunho menggeleng. Dia memang tidak bisa tidur karena ciuman itu.
"Aku juga." Jeda sejenak. Jaejoong tersenyum lebar. "Itu ciuman pertamaku." Ucapnya malu malu.
Yunho diam. Hatinya seperti dicubit. Jaejoong begitu bahagia, sementara dirinya? Dia bahkan menganggap itu adalah kesalahan.
"Tanpa ku katakan, kau tahu aku menyukaimu Yunho."
Sekali lagi tamparan untuk Yunho. Yonghwa benar. Jaejoong menyukainya. Dan entah apa yang harus dilakukannya setelah ini. Dia tidak cukup berani untuk mengatakan yang sebenarnya.
TBC
Maaf karena lama update. Sedang ada masalah pribadi. :-)
Semoga masih ada yang menunggu.
