Sial …. Kenapa Tuhan mempermainkannya dengan cara mempertemukan mereka? Natsu tak habis pikir, bagaimana bisa dia melupakan wajah korban bully? Setiap hari hal tersebut menjadi topik pembicaraan. Tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Lucy yang kesakitan, atau ketika memohon ampun dan menyodorkan lembarangan uang sebagai pembebasan. Geng Fairy Tail memang begitu keji, meskipun akhir-akhir ini ia memutuskan untuk bertobat, fokus pada kelulusan pun ujian masuk universitas.

Apa sebaiknya, berhenti saja kemudian memulai hidup baru?

Tok … Tok … Tok ….

CKLEK!

"Aku pulang!" seru Natsu sembari melepas sepatu. Melempar tasnya ke sembarang arah menghela nafas panjang. Melelahkan sekali …. Marah-marah di depan teman sendiri bahkan mengusir sekaligus mengancam akan dilaporkan ke guru. Mau ditaruh dimana muka ini?

"Kamu kelihatan lemas. Ayo makan siang, ibu membuat tempura dan sup miso" ajak beliau balik memasuki dapur. Menyendokkan semangkuk nasi hangat untuk dimakan mereka berdua

"Oh iya! Ibu memiliki calon yang sesuai dengan kriteriamu. Namanya Erza Scarlet. Bersekolah di SMA Mermaid Heel kelas tiga. Lihat fotonya, dia cantik!" lembar persegi berukuran 12x12 centi meter Natsu perhatikan seksama. Kaget bukan kepalang, ia tersedak butiran nasi yang tersangkut di kerongkongan

"Kenapa Erza, ibu? Dia menyukai Jellal! Kalau ketahuan dijodohkan mukaku yang babak belur dibuatnya" keluh Natsu menyingkirkan foto terkutuk itu. Menggelengkan kepala cepat menolak mentah-mentah sang calon. Iya cantik, tetapi galak seperti macan betina di hutan antah berantah

"Lho? Temanmu yang bernama Jelly, kan, suka cewek dua dimensi. Ibunya pernah bercerita, kalau dia ingin menikahi komik suatu hari nanti. Masa Erza mau pacaran dengan orang aneh?"

"Cinta tidak memandang kekurangan"

Oke, lagi-lagi mulutnya salah berucap. Natsu bersiap-siap kabur dalam hitungan ke tiga, sebelum ibu berkoar mengenai perjodohan. Beliau sempat mengatakan, 'pasti menemukan calon yang lebih baik'. Ah, siapa peduli! Kenapa pula dia tergila-gila dengan model ponytail? Karena kebanyakan membaca komik shoujo di perpustakaan, sehingga ikut tertular virus si Jellal? Jangan naif, bodoh! Ingat, kalian harus berpisah bukan menjalin pertemanan! Batin Natsu mengacak-acak rambutnya. Berusaha melupakan Lucy Heartfilia dari memori otak.

Ternyata jatuh cinta memang merepotkan.

Keesokan harinya ….

"W-WHOAAAA!"

Hosh … Hosh … Hosh ….

Mi-mimpi aneh macam apa itu?! Nafasnya tersengal-sengal. Kesulitan memasok oksigen meredakan jantung yang berpacu kencang. Natsu tak banyak berkomentar selama sarapan di ruang makan. Berpura-pura nikmat melahap sepotong roti, meskipun deretan gigi itu terasa berat guna mengunyah santapan paginya, sementara wanita di ujung kanan sibuk mengoceh ala ibu-ibu rumah tangga. Menggosipkan kelakukan tetangga. Menceritakan teman semasa SMP, lalu melantur kemana-mana.

"Apa ibu tidak bosan terus membicarakan ayah Jellal?" dideskripsikan sebagai pria tampan single parent. Tiga tahun lalu bercerai karena sang istri ketahuan selingkuh. Ughh …. Apapun boleh asalkan tidak menyangkut kaul sehidup semati

"Mana mungkin. Kami mengobrol banyak saat kamu dan Jellal masih di sekolah. Kalau kau punya ayah baru bagaimana rasanya?" ekspresi terburuk justru menjadi kenyataan paling memulikan. Natsu tidak keberatan, jika cepat atau lambat dia akan seatap dengan si otak shoujo. Mimpi konotasi semalam yang menganggunya, menandakan apa, ya?

"Tentu boleh. Aku ingin ibu memiliki kebahagiaan tersendiri. Ayah meninggal dan kita hanya tinggal berdua. Ganti suasana merupakan pilihan terbaik. Kira-kira kapan?"

"Empat atau lima bulan lagi. Terima kasih atas perhatianmu, Natsu. Jadi, biarkan ibu membalasnya …."

Belum selesai bicara Natsu kabur duluan meninggalkan rumah. Berjalan santai menuju sekolah ditemani sepasang earphone. Sesampai di depan pintu kelas, ia langsung menghampiri Gray yang menyalin catatan. Di sampingnya ada seorang wanita pirang ikat ponytail, ini hanya perasaan atau memang dia menempel terus? Penguntit kah? Mereka mirip sepasang kekasih. Mungkin juga sebatas friend zone. Lagi pula kapan kenalannya?

"Yo, Gray. Menyebalkan melihatmu sok sibuk" sindir salam duduk di sebelah sahabat. Tidak mempedulikan Lucy yang menatapnya intens tanpa alasan jelas. Dia peka terhadap kode tersebut, tetapi siapa dan sepenting apa sampai wajib dibalas saat itu juga?

"E-eto …. Terima kasih untuk yang kemarin, Natsu-san. A-aku mengenalmu dari Jellal, tolong maafkan kelakukan anehnya"

"Ya, ya, ya, bilanglah pada teman anehmu itu agar berhenti mempengaruhiku. Karenanya aku bermimpi mengerikan kemarin" dapat dikatakan Jellal dikambing hitamkan oleh Natsu. Entah salah siapa, dia malas memikirkan dalam-dalam masalah tersebut

"Jellal suka komik shoujo sejak SMP. Aku sering menyuruhnya agar berhenti, tetapi …. Sulit kalau sudah kecanduan. Ta-tapi dia cowok sejati! Sehingga geng Fairy Tail jarang mengangguku sekarang. Gray selalu menolongnya jika nyaris dikalahkan. Me-mereka berdua hebat! Natsu-san pun begitu. Ikatanmu bagus, belajar dari siapa?"

"Setiap pagi aku menguncir rambut adikku yang bernama Wendy. Kami akrab, lalu Tuhan memanggilnya gara-gara sakit demam berdarah. Itu penyesalan terbesar kami sekeluarga, terutama ibu" cerita Natsu menyilangkan tangan di belakang kepala. Berusaha santai demi menghilangkan ketegangan di antara mereka. Lucy merasa bersalah telah menanyakannya

"Maaf. Aku tidak bermaksud melukai perasaan Natsu-san"

"Hilangkan imbuhan –san. Kita mengobrol lumayan banyak, aku menaruh kepercayaan padamu" seulas senyum menghiasi paras manisnya yang nampak cerah. Natsu terkesima di tempat, disadarkan oleh dering bel masuk sebanyak tiga kali berturut-turut

Ujarannya salah total, kenapa malah berkata 'menaruh kepercayaan', huh? Sama saja dengan mengajak berteman secara tersirat. Natsu merutuki kedogolannya. Memukul meja perlahan menyalurkan kekesalan, tetapi lebih baik daripada mencari musuh. Ini pesan Tuhan supaya ia segera keluar dari geng Fairy Tail. Jam istirahat nanti, rencananya yaitu berbicara kepada ketua, mengarang alasan logis dan semua pasti berjalan sesuai ekspetasi!

Istirahat makan siang ….

"Tolonglah Lyon! Aku ingin fokus belajar masuk universitas. Selama beberapa waktu terakhir pun keaktfikanku di geng berkurang. Boleh?"

"Meskipun tidak aktif juga bukan masalah besar. Kemarin aku mendengar laporan, katanya kamu menghentikan aksi bully terhadap Lucy Heartfilia. Apa …."

"Pokoknya aku keluar. Terserah apa katamu!"

Dasar menyusahkan! Natsu keluar kelas berluap emosi. Acuh tak acuh melangkahkan kaki menelusuri koridor. Tiba-tiba ia merasa sudah menabrak seseorang. Membantu sang korban berdiri sekaligus memunguti buku yang berserakan di lantai. Di antaranya berupa sejarah dunia, kronologi perang di Magnolia tahun X720 dan lain-lain, pasti punya anak IPS. Mereka bangkit bersamaan, saling bertatap wajah sesaat yang membuat Natsu terkena serangan jantung, lagi.

"Ternyata kamu Natsu! Pantas bau parfumnya familiar"

"Li-Lisanna? Aku kira menabrak anak IPS! Untuk apa kamu meminjam buku-buku itu?"

"Membantu Lucy mencari refrensi novel. Kata Gray kalian sudah mengenal. Kenapa tidak mengobrol saja? Biar aku yang menaruhnya di atas mejamu, oke?" tawar Lisanna memberi pertolongan cuma-cuma. Secepat kilat meninggalkan sepasang muda-mudi itu di tengah koridor

"Selamat siang Natsu. Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini"

"Barusan aku menemui kawan lama. Dia benar-benar menyebalkan, bahkan berpuluh kali lipat dari si pangeran es dan otak shoujo. Lisanna ingin membuat novel? Ku kira menulis merupakan kegiatan yang dibenci olehnya"

"Bukan Lisanna, tetapi aku. Pa-pasti mengejutkan bagimu, korban pembullyan mau berkarya. Natsu boleh tertawa jika …."

"Justru sangat keren! Kenapa kau menulis? Menyuarakan ketidak adilan lewat cerita? Buktikan pada mereka kalau Lucy bisa. Oke?" ucap Natsu memberi semangat. Menunjukkan grins khasnya yang akhir-akhir ini jarang terlihat

"Tebakanmu benar. Mungkin kita cocok satu sama lain, apa Natsu ingin mendengar kerangka ceritanya? Kalau kamu mau boleh menyarankan alur yang bagus"

"Yosh! Walaupun aku kurang suka membaca sepertinya menarik. Ayo mengobrol di halaman belakang sekolah!"

Tak dapat dipungkiri, Natsu merasa nyaman sewaktu bernama Lucy. Menit demi menit berlalu sangat cepat. Bel masuk berbunyi nyaring, memaksa pergi ke kelas masing-masing, menghentikan percakapan tersebut di pertengahan jalan. Sekarang dia malah berterima kasih. Penyesalannya berubah menjadi hadiah terbaik sepanjang masa, bahkan memenangkan lotre pun belum tentu segembira ini! Pulang sekolah mereka janjian bertemu di depan kelas. Kebetulan bertetangga, C dan D.

Teman lima langkah, ya, sebutannya?

Pulang sekolah ….

Awan putih bergelantung menghiasi langit biru. Natsu dan Lucy berlindung di bawah naungan pohon rindang. Menikmati desiran angin yang memainkan surai mereka lembut. Amat sejuk mengingat musim panas telah menghampiri kota Magnolia. Kelas tambahan dan liburan menanti di ujung sana. Mendadak dia memiliki ide untuk mengajaknya jalan-jalan ke pantai, bersama Gray, Jellal pun Lisanna. Jelas bukan semakin banyak semakin seru?

"Hey. Liburan nanti ada rencana? Aku kepikiran pantai. Berenang di laut pasti menyenangkan. Berjemur di bawah terik matahari. Membuat istana pasir. Menurut bagaimana, ideku ini?"

"Uhm, aku setuju! Ajak juga Jellal, Gray dan Lisanna"

"Kita sepemikiran. Apa itu yang dinamakan berbagai pikiran beda tubuh? Wow, kita tiga S! Sehati, sejiwa, seraga! Menurutmu bagus tidak, jika menyelipkan sedikit adegan romantis? Meskipun temanya perang kurang lengkap tanpa bumbu percintaan"

"Mereka memandang lembayung senja di pinggir pantai. Sebelum sang cowok berangkat perang keesokan harinya, lalu …."

"Ciuman! Mereka berjanji pasti bertemu setelah perang usai" balas Lucy antusias melanjutkan perkataan Natsu. Tertawa lepas dengan polosnya, merasa puas berhasil melepaskan beban pikiran dalam kepala. Lebih-lebih satu pemikiran pula!

"Ini hebat! Aku yakin kita bisa menghasilkan ide-ide lainnya"

Drrtt … drrtt … drttt ….

From : Lisanna

Hari Minggu besok mau kencan di café L'a Fairy Tale? Jam sembilan tepat, jangan sampai terlambat!

Kencan berdua maksud Lisanna?! Natsu tersipu malu menerima SMS itu. Spontan mengetik balasan yang menyetujui ajakan tersebut. Ia hendak menceritakannya pada Lucy. Iris onyx bertemu manisnya karamel, saling merasakan deru nafas masing-masing yang bergetar tidak karuan, kemudian menyungging seutas senyum menggambarkan kebahagiaan personal. Pas sekali! Tuhan memang perencang skenario kehidupan terbaik sejagat raya!

"Gray mengajakku kencan besok Minggu. Berjuanglah untuk merebut hati Lisanna!"

"Kamu juga, untuk novel dan Gray!"

Bersambung ….

Balasan review :

Fic of Delusion : Dan aku juga gagal paham dengan review-mu, hahaha, tetapi itu penggambaran lain dalam bentuk dialog ya maksudnya? Oke thx udah review.

CN Scarlet : Terima kasih atas ucapan wow-nya, hehehe ...

: Dari fandom kurobas nih mampir ke fairy tail ceritanya? Natsu atuh anggota geng-nya, bukan Lucy hehehe. Tiba2 kepikiran pengen bikin dia jadi penggemar komik shoujo wkwkw. Ceritanya pengen dibuat se-fun mungkin aja, jadi ya tipe ibunya gitu, si Natsu gitu wkwkw. Ok thx udah review.