Keesokan harinya ….

Sepatu kets putih melangkahkan kaki riang, diikuti siulan si salam sepanjang perjalanan menuju sekolah. Suasana hatinya cukup baik, dia bersiap meminta pertanggungjawaban Lisanna di kelas nanti. Meski terasa kurang penting, karena kekosongan di hari Minggu telah terisi, oleh canda tawa Lucy yang terngiang manis dalam ingatan. Sesampai di depan gerbang, kebetulan sesosok wanita silver tertangkap lewat sepasang onyx, benar-benar kebetulan!

"Yo, Lis. Apa kamu melupakan sesuatu?" tanya Natsu sekadar basa-basi, daripada langsung menginterogasi dan membuatnya terkena serangan jantung dadakan

"Sesuatu? Eh, apa ya?" tampang polos Lisanna menyebabkan Natsu luluh lantak. Niat menyelidiki pun sekejap menguap dari daftar keinginan. Tangan besarnya mengacak gemas surai sebahu itu, mengajak masuk bersama-sama dan memohon, 'tolong lupakan pertanyaan barusan!'

Biarlah sesekali mengalah, batin Natsu mengganti sepatunya dengan uwabaki. Masih mengukir seulas senyum membuat Lisanna terheran-heran. Sejak kapan lelaki datar ini suka sekali tebar pesona? Tanpa si polos sadari, perhatian beberapa siswi tertarik pada tampang rupawan tersebut, termasuk Lucy yang baru saja tiba di pintu kaca. Dia memang ganteng, tetapi cenderung ke imut ….? Kenapa tampak berbeda dari kesehariannya?

"Ah, aku tau! Ada remah roti yang menempel di bibirmu" ucap Lucy terang-terangan, menimbulkan kericuhan sesaat akibat tawa tertahan di sana-sini. Natsu melongo di tempat, membiarkan ibu jarinya membersihkan sisa noda itu sampai bersih

"O-oh, terima kasih! Aku kaget kamu menyadarinya" dasar bodoh! Gumam sekumpulan cewek terkejut, menyadari kepolosan sang pemuda yang boleh disebut kelewat batas. Padahal jelas-jelas modus terselubung!

"Habisnya semua melihat terus. Sebagai temanmu, kan, aku bisa merasa malu hehehe …."

Suasana pun hening sejenak, segenap penghuni sekolah meratapi dua sejoli yang sama-sama tidak peka. Mendengar cerita Lisanna, Gray pun berusaha mati-matian menahan tawa. Jika itu Natsu maka bukanlah perihal mengherankan, tetapi Lucy? Apa dia serius hanya menganggap 'calonnya' teman baik? Tetapi menilik kencan kemarin, mereka membuahkan banyak kemajuan. Diam-diam penguntit surai silver ini mengikuti, serta memperhatikan gerak-gerik keduanya.

Percaya atau tidak, semua itu telah dirancang sedemikian rupa.

"Lucy, dengar-dengar paman akan melangsungkan pernikahan bulan September. Aku turut bahagia, ya, untuk keluarga kalian!"

"Kebetulan juga ibu menikah bulan September. Tanggal berapa?" jujur, Natsu agak kaget mendapati ucapan selamat Lisanna. Memangnya bisa begitu? Seakan yang mereka lakukan selalu sehati dan serupa. Gray yang sedari tadi bungkam pun, mulai fokus mendengarkan percakapan

"Dua September. Kalau jamnya aku belum tau"

"E-eh?! A-aku bingung bagaimana bisa semua ini terjadi" komentarnya gelagapan, bahkan lidah terlalu kelu untuk menanyakan hal-hal lain. Sampai kecanggungan di antara mereka Gray pecahkan sekali hantam

"Tandanya kalian berdua jodoh. Cepatlah berpacaran, jangan lupa pajak jadiannya, oke?" ejekan yang mengundang rasa penasaran Natsu. Entah kenapa Gray terlihat serius, walau di akhir kalimat menyelipkan sedikit candaan

"Hahaha …. Tuhan memang banyak kejutan! Yosh, ayo berharap yang terbaik demi keluarga masing-masing! Dan aku masih ada urusan dengan Gray, kalian berdua mengobrol saja"

Isyarat berbicara empat mata, huh? Mereka berhenti di daun pintu, Natsu tak kunjung memulai pembicaraan meskipun dia ingin. Dua menit terbuang sia-sia, Gray mulai bosan dan berniat pergi, kalau mulutnya tidak mengeluarkan sepatah kata guna mencegat.

"Tunggu sebentar. Aku ragu harus menanyakannya atau tidak. Kenapa kamu ingkar janji kemarin? Lucy hampir menangis karenamu" sepasang netra dark blue itu terbelalak kaget. Menangkap perkataan Natsu yang mengsuratkan perhatian terhadap nona pirang

"Ku pikir kamu melupakannya. Ke-kemarin aku sibuk, sehingga tidak bisa …."

BUAKKKK!

Tinju dadakan itu tepat mengenai wajah Gray, melampiaskan seluruh kekesalan Natsu dalam serangan tersebut. Saksi mata di sekitar pun enggan melaporkan, mengingat mereka berdua adalah anggota geng Fairy Tail yang terkenal sangar. Pertengkaran berakhir, ketika seorang lelaki berkaca mata datang guna melerai. Tindakan heroiknya justru dipandang sebelah mata, emosi si salam tetap berkobar melihat seringai pemuda Fullbuster terukir jelas di bibir.

"Jangan tertawa bodoh! Kau kira lucu apa melihat Lucy menangis?! Cowok perkasa apanya, kamu tidak lebih dari playboy yang suka mempermainkan cewek!" bentakan Natsu membuka lebar-lebar indera pendengarannya. Tidak salah lagi, barusan ia menyebut nama gadis ponytail!

"Gray, apa yang kamu lakukan terhadap Lucy?!"

"Hey Natsu, untuk apa kau mengundang orang asing ikut campur?" perkelahian yang tiba-tiba berkesan absurd. Dengan bodohnya dia mengidikkan bahu, lagi pula sejak kapan mereka punya teman berkaca mata persegi?

"Aku Jellal, yang biasa kalian ledek cowok hentai!"

"Ternyata kamu. Kami pikir ketua OSIS, habisnya kalian mirip" Gray dan Natsu menyerukan bersamaan, sedangkan Jellal pasrah 'termakan umpan' . Orang macam apa yang melupakan temannya, padahal setiap hari bertemu bahkan bertegur sapa

"Berhentilah mengalihkan topik! Gray kau mengapakan Lucy sampai dia menangis?!"

Krik … krik … krik ….

"L-lho, jelas-jelas Natsu berkata, 'kau kira lucu apa melihat Lucy menangis?'" bungkam massal yang menyebabkan Jellal bertambah bingung. Rasanya seperti orang bodoh di hadapan mereka berdua, padahal sudah jelas bahwa tadi itu bertanya

"Sebatas perandaian semata. Mana mungkin aku membuat Lucy menangis" siku empat melekat di pelipisnya yang bercucuran keringat. Jawaban lugu Gray dikombinasikan anggukan pelan Natsu, ia benar-benar terperosok dalam lubang

"Kalian bersekongkol mempermainkanku ya?! Apapun pembelaanmu, ketahuan berbohong rasakanlah ganjarannya cepat atau lambat"

"Bukankah kau hanya menyukai cewek dua dimensi? Tidak jadi menikah dengan komik?"

"Lucy berbeda dari tokoh komik! Dan hentikan lelucon konyolmu, tidak lucu. Ancaman itu berlaku juga untuk Natsu. Aku tidak segan-segan jika salah satu dari kalian melukainya, mengerti?"

Sifat Jellal berubah 180 derajat saat dia marah besar! Gray menepuk pundak Natsu perlahan, membisikkan sesuatu yang membuat ia terperengah, 'berhati-hatilah, kau mempunyai saingan'. Tetapi siapa? Jangan bilang Gray pula menaruh perasaan terhadap Lisanna! Akhir-akhir ini mereka sering bersama, jadi tidak aneh jika sembunyi-sembunyi saling menyukai. Kalau Jellal sungguh terlihat jelas mencintai Lucy.

"Aku tidak akan memberikan Lisanna padamu meski kita bersahabat!"

Tinggal hitungan hari sebelum liburan musim panas dimulai. Saat festival nanti, Natsu berjanji pasti mengungkapkan perasaannya. Tentu dia juga berharap, supaya cinta Lucy tidak bertepuk sebelah tangan.

2 September X791 ….

Hari yang sama-sama membahagiakan bagi Lucy dan Natsu. Ibu nampak cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih bersih, sementara paman terlihat tampan memakai setelan jas hitam legam bersematkan bunga mawar. Ketika acara makan berlangsung, tanpa sengaja karamel familiar itu terekam oleh retinanya, yang sejak tadi fokus melahap sepotong kue keju dan pencuci mulut lainnya. Kalau tidak salah Lucy Heartfilia? Hanya dia yang berkuncir ponytail.

"Ano … apakah kamu …." garis horizontalnya berubah, membentuk kurva yang menyiratkan kaget bukan kepalang. Natsu mengira berhalusinasi karena kurang tidur, siapa sangka wanita itu memang Lucy sendiri!

"K-kau, bagaimana bisa? Ini pesta pernikahan paman/ibuku!"

"Aha … ahahaha ….! Kita mengucapkannya bersamaan. Pamanmu menikah dengan siapa?"

"Jelaskan menikah dengan ibumu! Natsu, mulai besok kita bertiga akan tinggal satu atap. Kami berdua mohon bantuannya" sekarang Jellal yang muncul! Terlebih, apa maksud dari balasan sebelumnya? Jadi, ibu menikahi paman Lucy?!

"Mungkin kamu belum tau. Aku dan Jellal kakak-beradik, meski tidak kandung sih"

"Benarkah?"

Bersambung ….

Balasan review :

Nazila Sakichi : Thx atas pujiannya, entah kenapa aku bangga banget mendengar itu hahaha. Ya memang disengaja kok, jadi meskipun update lama bisa baca ceritanya sekaligus. Kalau update satu per satu mah berapa minggu juga udah beres. Thx udah review!

Fic of Delusion : Ya memang sebenarnya sengaja direncanain kok, hehehe. Thx ya udah review.