Change's the world

Disclaimer : Massashi kishimoto

Genre : adventure & romance

Rate : M

Pair : Naruto x ...

Summary : Naruto yang sejak umur 5 tahun dilatih jiraya saat lembali kekonoha ingatan dan semua jutsu disegel oleh jiraya. Apa yang terjadi saat segel itu terlepas..

Chapter 2

Setelah meminta izin kepada sandaime hokage dan mempersiapkan semua kebutuhan untuk perjalanan mereka. Hari ini mereka akan berangkat untuk melakukan perjalanan sekaligus latihan yang ditujukan untuk naruto. Terlihat digerbang desa dua orang berbeda fisik sedan bersiap-siap memulai perjalan mereka.

"Kau siap naruto" tanya salah satu dari mereka yang memiliki rambut putih panjang a.k.a jiraya

"Tentu saja ttebayo, aku akan berlati keras untuk menjadi kuat dan diakui seluruh warga desa" jawab bocah berambut kuning a.k.a naruto dengan penuh semangat

"Ho.. Kau semangat sekali, tapi ingat naruto perjalanan kita bukan permainan karna diluar sana banyak sekali orang jahat yang bisa membahayakan nyawamu. Apalagi kau masih kecil." ujar jiraya

"Kau jangan menakutiku jiraya sensei" ucap naruto agak ketakutan

"aku tidak menakut-nakutimu tapi tenang saja selama kau bersama sang gamma sannin kau akan baik-baik saja" kata jiraya membanggakan diri

"Benarkah"

"Tentu.."

"Yosh ayo berangkat kalau begitu" seru naruto. Jiaraya hanya tersenyum menanggapi anak angkatnya yang sangat bersemangat itu. Dimulailah perjalanan panjang naruto dan jiraya mengelilingi dunia. Tanpa mereka sadari dari jauh seorang gadis kecil sedang memperhatikan mereka "naruto-kun" lirihnya.

7 tahun kemudian

"Yosh akhirnya aku kembali juga konoha tunggu kedatanganku" ujar anak berusia 12 tahunan penampilannya sudah berubah drastis sejak terakhir kali ia berada dikonoha. Dia memakai baju berwarna hitam lengan panjang dengan lambang pusaran air berwarna orange dibelakangnya dengan setelan celana standar chunin berwarna orange tua (pakaian waktu the last). Ia memiliki fisik yang melebihi anak seusianya, rambutnya dibiarkan agak panjang dengan gaya acak-acakan, tiga garis tipis tanda lahirnya juga terlihat memudar hampir tak terlihat. Mata blue safirnya terlihat begitu tegas dengan aura yang sangat berwibawa sorot mata yang tidak seharusnya dimiliki anak seusianya karna sorot mata itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang telah merasakan betapa kejamnya dunia shinobi ini.

"Ayo ero-sennin aku sudah tak sabar melihat konoha" ujar naruto

"Sabar naruto kita sudah dekat dengan desa. Hoy.. naruto kesini sebentar aku akan memberikan sesuatu kepadamu" ujar jiraya sambil merogoh kantongya mengeluarkan sesuatu

"Apa itu ero-sennin" tanya naruto penasaran melihat sebuah gulungan yang diambil sang guru dari kantongnya

"Kau akan lihat sendiri bukalah" ujar jiraya. Dengan penasaran naruto membuka gulungan tersebut. Saat naruto membukanya muncul asap berwarna keunguan naruto tau itu asap apa ia ber usaha tidak menghirup asap yang biasa digunakan untu membuat musuh tak sadarkan diri

"Apa yang kau lakukan er~" Naruto tak dapat melanjutkan kata-katanya karna ia sudah pingsan terlebih dahulu

"Maaf naruto aku akan menyegel sebagian ingatan dan kekuatanmu agar bisa kau gunakan saat terdesak FUIN" ucap jiraya

Kantor hokage

Sebuah kepulan asap mengagetkan sang empunya ruangan para anbu langsung bersiaga memegang tanto masing-masing. Setelah asap menipis terlihat dua orang dengan warna rambut yang berbeda dan salah satunya dalam keadaan pingsan.

Naruto yang sejak umur 5 tahun dilatih jiraya saat lembali kekonoha ingatan dan semua jutsu disegel oleh jiraya. Apa yang terjadi saat segel itu terlepas. Sandaime yang mengenal orang tersebut memerintahkan seluruh anbu untuk meninggalkan mereka

"Apa yang terjadi pada naruto jiraya ?"

"Dia hanya pingsan setelah aku menyegel sebagian ingatannya dan kekuatannya agar ia dapat berkembang layaknya anak seusianya" ujar jiraya

"Apakah itu tidak berbahaya jiraya" tanya sandaime dengan nada khawatir

"Tenang saja segel itu akan terlepas dengan sendirinya saat ia dalam keadaan sangat terdesak. Dan aku ingin kau memasukkan ia ke akademi saat sudah sadar agar ia bisa bersosialisasi dengan anak sebayanya" jelas jiraya

"Itu memang sudah aku rencanakan setelah menerima kabar kau akan kembali ke desa. Apakah kau akan pergi lagi ?" tanya hiruzen

"Iya sensei aku akan memeriksa jaringan mata-mataku yang sedang mengawasi pergerakan orochimaru dan akatsuki. Jadi aku mohon tolong jaga anak angkatku ini sensei"

"Tanpa kau mintapun aku akan menjaganya" jawab sandaime dengan tersenyum simpul memperhatikan naruto.

Skip

Naruto POV

Ugh kepalaku sakit sekali dimana ini kenapa semua berwarna putih ?. Dan bau ini bau obat apa aku dirumah sakit tapi apa yang terjadi padaku kenapa aku tidak mengingat apa-apa. Aku mengedar pandangan keluar jendela aku melihat pahatan para hokage disana.

"Kau sudah sadar naruto" lamunanku buyar saat mendengar orang memanggilku

Naruto end POV

"Kau sudah sadar naruto"ucap seseorang yang muncul dari balik pint

"hai.. hokage-sama apa yang terjadi kepada saya hokage-sama" tanya naruto berusaha formal

"Kau tak usah seformal itu aku sudah menganggapmu seperti cucuku sendiri panggil saja aku jiji" ucap sandaime sambil tersenyum

"H-hai.. Jiji. Jadi apa yang sebenarnya terjadi padaku jiji" tanya naruto

"Kau ditemukan pingsan oleh para anbu dihutan kematian" ujar sandaime bohong hanya dibalas anggukan oleh naruto

"Apa kau sudah merasa baikan kalau sudah pulanglah ke apartemenmu besok datanglah kekantorku" ucap sndaime sambil menyerahkan kunci apartemen kepada naruto

"Ano.. Jiji apartemenku didaerah mana aku lupa" ujar naruto sambil memainkan telunjuknya dipipinya.

"Apartemenmu hanya berjarak 500 meter dari sini. Kau lihat bangunan berlantai dua itu nah disitu apartemenmu" ucap sndaime sambil menujuk keluar jendela

"Arigato jiji"

Skip

Sekarang naruto berada dialam ruangan hokage ia memakai baju yang sama saat ia pulang bersama jiraya menunggu perkataan sang hokage

"Naruto aku sudah mendaftarkanmu di akademi kau bisa mulai hari ini kalau kau mau"

"Benarkah arigato jiji" ujar naruto dengan bersemangat

"Neko" setelah sandaime mengucapkan itu muncul anbu berambut ungu panjang memakai topeng berbentuk kucing

"Ada apa hokage-sama memanggil hamba"

"Aku ingi kau mengantarkan naruto ke akademi dan berikan ini kepada iruka" ujar sandaime sambil mrnyerahkan amplop ke pada anbu neko

"Hai hokage-sama" ujar sang anbu

"Nah naruto kau bisa ikut dengan neko ke akademi"

"Hai jiji" ucap naruto lalu mereka menghilang meninggalkan kepulan asap

Akademi ninja

Diluar kelas muncul naruto dan neko neko lalu mengetok pintu keluarlah seorang dengan rompi cunnin dengan ciri-ciri kulit coklat dengan bekas luka melintang diatas hidungnya a.k.a umino iruka

"Ada yang bisa aku bantu anbu-san" tanya pria tersbut dengan ramah

"Ini saya membawa murid baru dan ini surat dari hokage-sama" ujar anbu neko dengan menyerahkan amplop kepada iruka

"Iya terima kasih anbu-san dan kau siapa namamu ?" tanya iruka pada naruto

"Namaku uzumaki naruto ttebayo" ucap naruto dengan bersemangat

"Baiklah uzumaki-san namaku umino iruka kau bisa memanggilku iruka sensei nanti kau masuk saat aku memanggilmu" ujar iruka dibalas anggukan oleh naruto. Iruka langsung memasuki kelas disusul kepergian anbu neko tadi.

"Baiklah anak-anak kita dapat teman baru sensei harap kalian bisa berteman baik denganny" ujar iruka

"Hai sensei" jawab para murid serempak kecuali dua orang yang satu karna tidur dan satunya lagi terkesan cuek

"Baiklah uzumaki-san kau boleh masuk" seru iruka dan pintu kelaspun bergeser masuklah naruto semua perhatian murid tertuju padanya

"Perkenalkan dirimu uzumaki-san"

"Hai... Ohayo minna perkenalkan namaku uzumaki naruto kalian bisa mmanggilku naruto" ucap naruto diakhiri senyuman 3 jarinya seketika suasana hening hingga

"KYAA.. DIA TERSENYUM"

"KYAA.. NARUTO-KUN KEREN"

"KYAA..KAU TAMPAN SEKALI NARUTO-KUN"

Suasana jadi ricuh karna fansgirl dadakan naruto sedamgkan naruto hanya menatap gadis-gadis tersebut dengan pandangan bingung. Iruka yang sudah tidak tahan berteriak mengendalikan muridnya.

"DIAM KALIAN SEMUA baiklah naruto kau bisa duduk di kursi kosong sebelah hinata. Hinata angkat tanganmu, nah silahkan ketempat dudukmu naruto"

"Hai sensei" ujar naruto seraya berjalan menuju kearah tempat duduknya ia dihadang seorang anak dengan tato segitiga di kedua pipinya

"Hai perkenalkan aku kiba dan ini shino dan yang sedang makan itu chouji sedangkan yang berambut nanas itu sikamaru dan yang itu sasuke" ucap anak tersebut a.k.a kiba

"Salam kenal semuanya" ucap naruto

"Naruto dan kau kiba bisakah kalian duduk dan kita mulai pelajarannya" ujar iruka

"Hai sensei" ujar mereka berdua

"Baiklah anak-anak buka buku kalian halaman 31 dan untuk kau naruto kau bisa berbagi dengan hinata" jelas iruka

Hinata POv

Kami-sama apakah ini mimpi dia telah kembali dan ia sekaran jauh bertambah tampan dia duduk disebelahku kenapa jantungku sekarang berdetak tidak karuan. Kami-sama aku harus bagaimana. Lamunanku buyar saat aku mendengar suaranya yang begitu indah

"Hey namamu hinata kan salam kenal aku naruto"ucapnya sambil tersenyum dan mengulurkan tanganya kepadaku aku terpaku melihat senyumannya dan kurasa pipiku memanas ah kami-sama aku tidak kuat lagi. Dan akhirnya.

'BRUK'

Hinata End POV

"Wah.. Hey kau kenapa haduh kenapa tiba-tiba kau pingsan" ucap naruto dengan panik. Sontak semua menoleh kearah naruto

"Naruto apa yang kau lakukan pada hinata" tanya iruka tak kalah paniknya

"Aku tidak melakukan apa-apa padanya aku hanya memperkenalkan dirirku dan tersenyum kepadanya dan tiba-tiba mukanya memerah dan pingsan" terang narut.

"Baiklah kalau begitu bawa hinata keruang kesehatan" ucap iruka

"Baik sensei" ucap naruto mengendong hinata dengan gaya bridal style seswmpainya dipintu ia berhenti dan berbalik

"Ano sensei tau kan aku murid baru jadi aku belum tau dimana ruang kesehatan kalo boleh tau dimana tempatnya sensei" tanya naruto polos sehingga membuat iruka menepuk jidatnya sendiri

"Kenapa aku bisa lupa kau lurus saja nanti belok kiri diujung loronnya adalah ruang kesehatan." jelas iruka

"Arigato sensei" tanpa pikir panjang naruto langsung bergegas ke ruang kesehatan

Skip

Hinata mengerjapkan matanya dan ia lihat adalah seseorang yang sedang tersenyum kearahnya seketika wajah hinata memanas karena jarak mereka yang begitu dekat.

"Na-naruto-kun" ucap hinata sambil menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang memerah.

"Akhirnya kau sadar juga" ujar naruto dengan senyum diwajahnya

"Tadi kau kenapa pingsan apa kau sedang sakit tadi wajahmu merah" lanjut naruto dengan nada khawatir.

'Naruto-kun menghawatirkanku' batin hinata

"Hey apa kau masih sakit kenapa kau diam saja" tanya naruto dengan polosnya

"Ah.. Ti-tidak tidak apa-apa a-aku ba-baik saja" kata hinata dengan gugup. Sedangkan naruto hanya mengangguk-ngangguk saja.

"Baiklah aku akan kembali kekelas dulu sebaiknya kau istirahat saja disini" ucap naruto ramah seraya bangkit dari duduknya.

"A-arigato na-naruto-kun" kata hinata membuat naruto menghentikan langkahnya saat menyampai pintu dan berbalik.

"Kau tau hinata kau agak berat dan wajahmu saat tidur tadi sangat manis sekali. Kalau begitu jaa ne" ujar naruto seraya pergi dari ruangan tersebut meninggalkan hinata mematung diatas ranjang

'Jadi tadi naruto-kun yang mengendongku kesini dan dan ia bilang aku manis uhh...rasanya aku ingin pingsan' batin hinata sambil memegangi dadanya karna jantungnya berdetak begitu kencang.

.

.

1 tahun kemudian

Hari ini adalah hari pengunguman menjadi kelulusan akademi. Terlihat didalam kelas semua murid sudah berkumpul menanti dang sensei mengumumkan kelulusan mereka. Suasana yang sebelumnya riuh senyap seketika saat iruka memasuki kelas.

"Pagi anak-anak apa kalian sudah siap"

"Hai sensei" jawab para murid serempak

"Selamat kalian semua lulus dan untuk Rokie Of The Year jatuh pada uciha sasuke dan sekaran kita akan melakukan pembagian tim" (untuk pembagianya sama kayak di canon)

"Baiklah kalian bisa tunggu jounin pembimbing kalian menjemput kalian" ujar iruka

.

.

Sudah satu jam menunggu kini yang tersisa hanya tim 7 yang ada dikelas

"Ha kemana jounin pembimbing kita kenapa lama sekali" gerutu sakura

"Sabar sakura mungkin sebentar lagi dia datang" ucap naruto menenangkan

"Kau dari tadi bicara begitu terus" ketus sakura sementara naruto hanya menghela nafas

"Woy sasuke urus fansgirlmu itu" ujar naruto kepada sasuke

"Hn"

"Apa-apan kau ini teme apa tidak ada kata lain selain hn"

"Hn diam kau dobe" ujar sasuke datar

"Huh datar seperti tembok" ucap naruto mengejek sasuke

"Hey naruto kenapa kau mengejek sasuke-kun dia itu lebih cool dari pada kau" sengut sakura

"Terserah" jawab naruto acuh

Suasana kembali hening hingga kepulan asap mengejutkan mereka.

"Yo jadi karena tinggal kalian berarti kalian adalah muridku jadi temui aku diatap sekarang" ujar seseorang berambut silver hitai-ate dipasang miring menitupi mata kirinya dengan masker menutup mulutnya. Setelah mengucapkan itu ia kembali menghilang meninggalkan kepulan asap.

.

.

Kini merak berada diatas atap akademi dihadapan mereka ada seorang jonnin sedang membaca buku aneh bersampul orange miliknya.

"Baiklah kalian silahkan perkenalkan diri kalian masing-masing" ujar sang jonnin tanpa mengalihkan matanya dari buku yang dipegangnya.

"Sensei bukankah seharusnya sensei dulu yang memberikan contoh" ucap sakura diikuti anggukan oleh naruto & sasuke

"Baiklah namaku hatake kakashi yang aku sukai kalian belum cukup umur untuk mendengarnya, yang tidak aku sukai kalian tidak perlu tau, hobiku sama dengan yang aku sukai cita citaku belum terfikirkan" ucap kakashi dengan senyum dibalik maskernya sementara ketiga muridnya hanya swetdrop mendengar perkenalan kakashi.

'Itu sama saja hanya mengenalkan namanya saja' batin ketiganya kompak

"Baiklah sekarang giliran kalian dimulai darimu kuning" ucap kakashi sambil menunjuk naruto

"Yosh.. Namaku uzumaki naruto yang aku sukai adalah ramen, yang tidak aku sukai adalah menunggu ramen matang selama 3 menit, hobiku aku tidak ingat aku punya hobi, cita-citaku melindungi orang-orang yang aku sayangi" ucap naruto dengan penuh semangat

"Anak yang penuh semangat berikutnya kau pink" ucap kakashi menunjuk sakura

"Namaku haruno sakura yag aku sukai ( nglirik sasuke dengan wajah memerah), yan tidak aku sukai ino pig, hobiku berlatih sedangkan cita-citaku (nglirik sasuke lagi)" ujar sakura

'Bagus kita dapat fansgirl tingkat akut disini' batin kakashi

"Dan yang terakhir kau emo"

"Namaku uciha sasuke yang aku sukai tidak banyak yang tidak aku sukai hampir semua hal hobiku berlatih cita-citaku atau ambisiku adalah membalaskan dendam kepada pembantai klanku" ujar sasuke dingin.

"Baiklah besok kita akan bertemu jam 8 ditraning ground 7 untuk melakukan ujian dariku dan pastikan kalian tidak makan agar tak memuntahkannya lagi" ucap kakashi lalu menghilang dengan kepulan asap meninggalkan murid-muridnya.

TBC

Balasan review

Zizi : untuk kesamaan dengan cerita punyanya silver m emng ini terinspirasi dari sana tapi untu kedepanya akan nampak perbedaanya.

Ruiw : Untuk updatenya saya usahakan secepatnya paling ngak 1 minggu 2 kali update..

Kasuga arami : terimakasih sarannya untu masalah typo maaf soalnya ngetiknya pakai hp jadi ngak terlalu rapi. Dan maaf karna saya orangnya kurang bisa mengekspresikan sesuatu lewat kata-kata

Tomy g7 : makasih reviewnya untuk maslah typo saya akan usahakan memperbaikinya

Lovelylany :makasih saranya maaf kalau kurang bagus maklum nulisnya pakai hp jadinya agak kurang rapi.

Ara dipa, g14napink, vira-hime, temerlane 21 : iya maksih dukungannya

Maaf kalo ada yang kurang berkenan dengan fic saya. Mohon reviewnya