Change's the world

Disclaimer : Massashi kishimoto

Genre : adventure & romance

Rate : M

Pair : Naruto x ...

Warning : Miss Typo , Alur Gaje , OOC , Gaje , ide pasaran (maybe) , Strong!Naru, Smart!Naru ..Etc

Summary : Naruto yang sejak umur 5 tahun dilatih jiraya saat lembali kekonoha ingatan dan semua jutsu disegel oleh jiraya. Apa yang terjadi saat segel itu terlepas..

A/ N : Sebelumnya saya mohon maaf jika ceritannya membosankkan dan monoton karna jujur saya terlalu memikirkan kedepannya tanpa melihat detail-detailnya hingga akhirnya ceritanya jadi terkesan hambar dan monoton. Sekali lagi maaf dan mohon saran dan kritikannya.

Chapter 4

.

.

.

Nami no kuni negeri yang terletak didekat kirigakure. Suasana malam di nami no kuni tampak sepi karna sebagian besar orang telah terlelap dalam tidurnya. Ditepi sebuah danau yang tak jauh dari nami no kuni terlihat seseorang yang tengah merenung memandangi bulan. Mata birunya nampak memandang kosong sang bulan yang menghiasi langit nami. Naruto nama pemuda tersebut nampak sedang memikirkan kejadian-kejadian yang dia alami kemarin. Kejadian yang sangat menganggu pikirannya.

Flashback.

Perjalanan tim 7 tetap berlanjut meski sempat mendapat gangguan missing-nin yang mengincar nyawa klien mereka. Suasana hening mewarnai perjalanan mereka namun mereka nampak lebih waspada dari sebelumnya.

Perjalanan mereka yang semula tenang kembali terganggu sebuah pedang besar melesat hendak memenggal kepala mereka. Kakashi yang mengetahui hal tersebut langsung menyuruh timnya dan tazuna menunduk. Pedang tersebut meluncur hingga menancap pada sebuah batang pohon besar.

Tak lama berselang muncul seseorang berbadan tegap dan kekar disamping pohon tempat menancapnya pedang tersebut. Ia Memakai perban yang menutupi mulutnya dan hitai atai yang dipasang miring diatas kepalanya. Orang teraebut yang menjadi pelaku penyerangngan tim 7 dan langsung mencabut pedang yang menancap di batang pohon tersebut.

"Zabuza momochi salah satu pendekar pedang dari kiri. Tak kusangka orang sepertimu yang disewa gotou untuk menghadang kami." ujar kakashi.

"Oh suatu kehormatan bisa berhadapan dengan pahlawan perang dari konoha sang copy ninja hatake kakashi." ucap zabuza. Lalu ia merapal segel

"Kirigakure No Jutsu"

Seketika muncul kabut yang menghalangi pandangan mereka. Kakashi langsung menaikkan hitai atainya dan menunjukkan mata sharingan yang terletak di mata kirinya. Sasuke yang melihat hal tersebut sontak kaget karena ada orang diluar klan uchiha yang memiliki sharingan. Kakashi yang mengerti kekagetan sasuke langsung melempar senyum khasnya.

"Tenang saja aku tidak akan membiarkan muridku terluka. Aku akan melawannya sementara kalian lindungi tazuna-san" setelah mengucapkan hal tersebut kakashi langsung melesat kedalam kabut.

Sementara disisi zabuza ia langsung membuat 5 mizu bunshin untuk menyerang tim 7 dan tazuna sementara zabuza yang asli langsung menyerang kakashi dengan teknik silent killing andalannya.

Trank.. Trank.. Trank

Suara dentingan antara dua besi terdengar dari dalam kabut. Tim 7 sudah dalam posisi melingkari tazuna dan membentuk pertahanan tiga arah. Masing-masing mengenggam kunai di kedua tangan mereka. Sasuke sudah mengaktifkan sharingan dua tomoe miliknya.

Tiba-tiba serangan datang dari arah depan sakura mizu bunshin milik zabuza mengarahkan kubikiribucho kearah sakura. Namun naruto dengan sigap menahan serangan tersebut dan langsung diakhiri dengan serangan balasan yang membuat tubuh zabuza mencair menjadi air.

"Mizu bunshin" gumam naruto

Tak lama berselang muncul lagi mizu bunshin milk zabuza namun kini bukan satu melainkan empat sekaligus. Naruto yang melihat itu mengeratkan giginya lalu ia menoleh kearah sasuke.

"Sasuke apa kau bisa ambil dua ?" tanya naruto

"Cih jangan meremehkanku" naruto hanya tersenyum mendengar jawaban dari sasuke.

"Sakura lindungi tazuna-san kami akan menghadapi mereka" ujar naruto yang dibalas anggukan oleh sakura.

"yosh ikuzo sasuke"

"Hn" mereka langsung melesat menuju mizu bunshin zabuza.

Naruto Side

Naruto kini sedang beradu dengan kedua mizu bunshin milik zabuza. Naruto menggjnakan kage bunshin untuk membuat mizu bunshin milik zabuza terpojok. Namun dengan mudah mizu bunshin milik zabuza menghilangkan kage bunshin milik naruto.

Naruto tak kehabisan akal ia mengeluarkan dua kunai yang sudah dipasang kertas peladak. Naruto menggunakan bunshin yang tersisa sebagai pengalih perhatian. Sementara naruto yang asli mencari celah.

Bunshin naruto terus mendesak mizu bunshin zabuza. Saat mizu bunshin zabuza lengah naruto yang asli melempar kunai yang sudah dipasangi peledak ke arah mizu bunshin.

"KAI"

DHUARR.. DUARRR..

Ledakan terjadi dan mengakibatkan jutsu kabut zabuza menghilang terkena ledakan. Kedua mizu bunshin zabuza musnah menjadi air. Naruto membulatkan matanya saat kakashi dan sasuke terperangkap dalam bola air yang dibuat oleh mizu bunshin zabuza.

"Heh kau lumayan juga bocah bisa menghilangkan jutsu spesialku" ujar zabuza

Naruto mengeratkan kepalan tangannya giginya berbunyi gemelatuk menahan amarah

"Menyerahlah bocah dan serahkan orang tua itu untuk ku bunuh maka guru dan temanmu akan aku lepaskan" lanjut zabuza.

"Sialan ! Akan ku bunuh kau" geram naruto. Zabuza hanya tertawa sinis mendengar ancaman naruto.

"Hahaha lucu sekali bocah kau bukan dalam posisi untuk mengancamku. Lebih baik dengarkan ucapanku atau kau mau melihat guru dan temanmu mati didepanmu" sinis zabuza

'Sial apa yang harus aku lakukan sekarang berfikir naruto berfikir. Aku harus cepat memikirkan strategi yang efektif untuk melumpuhkan zabuza dengan resiko paling minim. Andai aku menguasai sebuah jutsu.' pikir naruto

Tiba-tiba sesuatu terlintas difikirannya. Naruto langsung membuat handseal.

"Kage bunshin no jutsu"

Seketika muncul sepuluh klon naruto. Naruto memandang para bunshinnya lalu mengangguk. Dengan cepat naruto dan bunshinnya berpencar menerjang zabuza.

"Heh ternyata kau keras kepala juga bocah sebanyak apapun itu tidak berpengaruh padaku" ujar zabuza langsung melesat dengan kubikiribucho miliknya.

Trankk.. Trankk.. Trankk..

Suara dentingan besi mewarnai pertempuran naruto dan zabuza. Bunshin naruto tinggal tiga yang tersisa. Naruto mengatur nafasnya memandang kearah zabuza memikirkan sebuah cara untuk menyelamatkan kakashi dan sasuke.

'Kalau begini terus mereka akan mati kalau begitu baiklah akan aku coba melakukannya' naruto langsung membuat handseal

Zabuza mengerutkan keningnya melihat naruto merapalkan segel. 'Mau apa bocah itu?'. Zabuza membelalakan matanya saat naruto menyelesaikan hendsealnya 'apakah mungkin ! Sial tidak akan sempat aku haris menghindar'

"Fuuton : Kazekiri no jutsu"

Setelah naruto meneriakkan nama jutsunya. Muncul angin dengan tekanan tinggi melesat kearah zabuza. Zabuza yang tak ingin mati langsung menghindar. Namun itulah yang diincar naruto karena target sebenarnya adalah mizu bunshin milik zabuza.

Crashhh...

Mizu bunshin milik zabuza terpotong menjadi dua dan langsung berubah menjadi air karena jutsu naruto. Seketika penjara air yang mengurung kakashi dan sasuke menghilang. Zabuza yang melihat hal tersebut mendecih tidak suka

'Cih sial ternyata dia pintar juga' batin zabuza

"Kalian cepat bawa kakashi-sensei dan sasuke ketempat sakura" ujarar naruto kepada dua bunshinnya. Dan berfikir lagi dua bunshin tersebut langsung membawa kakashi dan sasuke pergi.

"Ternyata kau hebat juga bocah aku telah salah meremehkanmu" naruto mengalihkan pandangannya kearah orang zabuza dengan pandangan datar.

"Begitukah aku sangat tersanjung dipuji oleh sang kirigakure no kijin" ujar naruto

"Tapi kau terlalu cepat sepuluh tahun untuk mengalahkanku bocah terima ini" zabuza langsung merapalkan segel

"Suiton : Suiryuudan no jutsu"

Dari air danau muncul sebuah naga air besar dengan mata merah menyala yang bersiap menerjang naruto. Melihat itu naruto tidak tinggal diam ia langsung membuat heandseal.

"Fuuton : Kazeryuu no yaiba"

Dari udara kosong disekitar naruto terbentuk sebuah naga angin. Namun jika dilihat dengan jelas naga angin itu tersusun dari beberapa pedang angin yang membentuk seekor naga berwarna biru kehijauan. Jutsu naruto melesat kearah naga air milik zabuza.

'Dhuak.. Blarrr..

Kedua naga tersebut bertubrukkan namun naga milik naruto masih melesat kearah zabuza satelah menghancurkan naga air milik zabuza. Zabuza melebarkan matanya karena jutsu air tingkat tinggi miliknya dikalahkan oleh seorang genin.

"Ti-tidak mungkin" gumam zabuza. Jutsu narutoterus melesat kearah zabuza. Zabuza tidak tinggal diam ia mencoba menghalau dengan pedang kubikiribucho miliknya. Namun tetap saja ia masih terkena belati angin dari naruto. Naga angin tersebut terus menerus menyerang zabuza secara membabi buta.

"ARRRKHH.." terikan kesakitan zabuza menggema ditempat tersebut.

"GRROOARR.." aungan naga angin milik naruto menelan teriakkan kesakitan zabuza.

Sementara kakashi dan sasuke yang sudah sadar sangat terkejut dengan jutsu yang dikeluarkan naruto.

"Su-sugoi" gumam sakura melihat jutsu naruto

"Apakah itu jutsu naruto ?" tanya kakashi entah pada siapa. 'Jutsu apa itu aku baru pertama kali melihatnya' batin kakashi.

Sedangkan sasuke hanya mengertakkan giginya karena merada kalah oleh naruto.

'Cih dobe sekuat apa kau sebenarnya' batin sasuke.

Setelah jutsu naruto menghilang kini tampak zabuza yang berdiri dengan bertumpu pada pedangnya tubuhnya terdapat banyak luka tebasan sangat dalam yang disebabkan oleh belati angin milik naruto. Darah segar keluar dari luka-luka tersebut sehingga membuat zabuza seperti bermandikan darah.

Naruto mengeluarkan kunai dari kantong ninja miliknya bersiap mengakhiri hidup zabuza. Namun beberapa senbon yang mengarah kearah zabuza dan menancap tepat di tengkik zabuza.

'BRUKK'

Zabuza langsung tersungkur kedepan. Tak lama kemudian muncul seseorang dengan topeng berlambang kirigakure.

"Terima kasih telah membuat buruanku tak berdaya. Mulai dari sini biar aku yang mengurusnya." ujar hunter-nin tersebut.

"Tunggu biar aku pastikan dulu." kata kakashi. Ia langsung berjalan kearah zabuza dan memeriksa denyut nadinya. 'Denyut nadinya sudah tidak ada' batin kakashi.

"Kau boleh membawanya" hunter-nin tersebut langsung membopong tubuh zabuza lalu menghilan dengan sunshin.

"ARKH.." semua kaget mendengar teriakkan kesakitan tersebut. Mereka langsung mengalihkan pandangan mereka ke asal suara. Dan nampak naruro yang sedang memegang kepalannya menahan sakit.

'BRUKH'

"NARUTOO"

Naruto jatuh tersungkur dan lansung pingsan seketika. Kakashi, sasuke, sakura, serta tazuna panik melihat naruto ambruk mereka langsung berlati kearah naruto.

"Hey naruto sadarlah" ujar sakura dengan wajah yang sangat panik. Kakashi langsung mengecek tubuh naruto

"Kalian tenang saja dia hanya jehabisan cakra. Dia akan sadar setelah istirahat, mungkin akan memakan waktu sekitar dua hari karena dilihat dari jutsu yang ia keluarkan kemungkinan jutsu itu memakan banyak cakra" ujar kakashi

Kakashi langsung memandang tazuna "apa rumahmubmasih jauh tazuna-san ?" lanjut kakashi

"Mungkin tinggal lima belas menit lagi dari sini. Sebaiknya kita bawa bocah itu kerumahku untuk mendapatkan tempat istirahat yang layak" ujar tazuna

"Baiklah kalau begitu, mari kita lanjutkan perjalanan" ujar kakashi dan langsung menggendong naruto.

END Flashback

'Apa yang sebenarnya terjadi kenapa pikiranku kacau sekali. Dan dari mana jutsu itu kenapa aku bisa menggunakannya ini semakin aneh saja' pikir naruto

'Pluk' Sebuah tepukan dipundaknya menyadarkan naruto dari lamunananya. Naruto menoleh dan mendapati sang guru sedang duduk disampingnnya.

"Kau belum tidur naruto seharusnya kau istirahat menginggat kau baru sadar setelah pingsan selama satu hari" ujar kakashi.

"Aku sudah merasa lebih baik sensei jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan aku" ujar naruto sambil kembali memandangi bulan. Setelah itu suasana kembali hening, mereka berdua larut dalm fikiran masing-masing

"Kalau ada sesuatu yang mengganjal fikiranmu tanyakan saja sensei." ujar naruto

"Baiklah sepertinya kau sudah tau maksudku menemuimu, hm" ujar kakashi naruto hanya bisa menghela nafas.

"Kalau kau menayakan hal yang sama maka jawabannya akan sama pula itu tidak akan berubah. Bukankah sudah aku jelaskan sewaktu aku sadar tadi" jelas naruto. Ia agak kesal dengan guru maskernya ini.

"Dilihat dari sudut manapun jawabanmu itu terkesan hanya sebuah alasan yan kau buat-buat naruto" ujar kakashi

"Aku harus bagaimana lagi itu memang kenyatannya aku juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba dalam kepalaku ada jutsu tersebut" ketus naruto.

"Hah! Baiklah.. Baiklah.. Kita lupakan saja sebaiknya ayo kita kembali" ujar kakashi dan mulai beranjak dari duduknya.

"Apa itu tidak aneh" kakashi menghentikan langkahnya mendengar ucapan naruto dan menengok kebelakang melihat naruto yang masih memandang bulan

"Aneh!"

"Oh ayolah sensei kau seharusnya mengerti apa yang aku maksud" ujar naruto seraya menghadap kearah kakashi.

"Apa yang kau maksud hunter-nin itu ?" tanya kakashi memastikan.

"Iya itu, aku pikir itu terlalu jangal untuk seorang hunter-nin membawa tubuh targetnya. Dan lagi tempat terkenanya jarum itu adalah titik akupuntur yang bisa mengakibatkan seseorang mati suri. Aku bisa asumsikan jarum itu adalah jarum medis" ujar naruto dengan pose berfikir.

'Jenius sekali tak kusangka ia memang sangat mirip minato-sensei analisanya sangat sempurna untuk anak seumurannya. Ia bahkan lebih mirip nara dalam hal kejeniusan' batin kakashi

"Apa kau mau bilang bahwa zabuza kemungkinan masih hidup ?" tanya kakashi.

"Kemungkinan itu ada tapi dengan luka seperti itu setidaknya ia harus memerlukan waktu seminggu penuh untuk memulihkan lukanya" ujar naruto.

"Kau ada benarnya juga. Tak kusangka kau memikirkan sedetail itu. Kalau begitu ayo kita kembali dan istirahat besok kita akan latihan mempersiapkan diri menyambut kedatangan zabuza" ujar kakashi. Lalu mereka beranjak meninggalkan danau tersebut

Other palace

Disuatu tempat yang gelap dan pengap. Terdapat sebuah jeruji besar dengan tanda segel ditengahnya. Didalam jeruji tersebut muncul sebuah suara

"Khe tinggal beberapa dorongan lagi segel keparat ini akan terbuka. Cepatlah datang padaku gaki" ujar sesosok makhluk dengan seringai diwajahnya. Mata merah dengan iris hitam vertikalnya menyala dari balik jeruji besi.

.

.

.

Keesokan harinya

Terlihat ditengah hutan tim 7 sedang berkumpul untuk mendengarkan intruksi dari sang sensei. Satu nampak antusias sedangkan yang satu nampak biasa tanpa ekspersi dan yang terakhir tampak tenang dan seakan tak peduli

"Baiklah hari ini kita akan mulai dari control cakra. Kita akan mulai dengan memanjat pohon tapi tanpa menggunakan tangan." ujar kakashi. Sakura dan sasuke nampak kebingungan sedangkan naruto hanya tenang-tenang saja.

"Apakah bisa sensei ?" tanya sakura.

"Tentu saja kalian cukup mengalirkan cakra pada telapak kaki kalian. Tapi ingat harus seimbang karena kalau terlalu banyak mengalirkan cakra pada telapak kaki akan membuat pohon tersebut hancur. Dan sebaliknya kalau terlalu sedikit maka kalian akan jatuh" jelas kakashi sakura dan sasuke mengangguk mengerti sedangkan naruto nampak tak mendengarkan.

"Melihat dari ekapresimu seprtinya kau sudah bisa naruto" ujar kakashi. Naruto yang dimaksud hanya menanggapinya dengan tersenyum canggung dan menggaruk kepala belakangnya

"Sebenarnya aku kurang mengerti apa yang sensei ucapkan karna aku lebih suka praktek dari pada teori yang membingungkan seperti itu" jawab naruto

"Hem kau benar tapi tetap saja teori itu perlu tapi akan lebih efektif kalau ada contoh prakteknya. Baiklah akan aku contohkan kalian amati baik-baik." kakashi langsung berjalan menuju pohon didekatnya lalu ia mulai berjalan menaiki pohon tersebut hingga kesalah satu dahan dan berjalan secara terbalik.

"Wah hebat" ujar sakura

"Apa kalian mengerti semua" ujar kakashi.

"Apakah yang seperti ini sensei ?" ujar naruto. Mereka semua terkejut karena naruto sudah ada di dahan sebuah pohon yang tak jauh dari mereka dengan posisi yang sama dengan kakashi.

'Bagaimana mungkin dia bisa menguasainya dengan secepat itu' batin kakashi menap tak percaya murid pirangnya.

Tak jauh beda dengan kakashi sasuke dan sakura pun terkejut melihat naruto menguasai hal tersebut dengan mudah.

'Cih bahkania dengan mudah menguasai kontrol cakra' batin sasuke kesal. Naruto yang melihat semuanya diam hanya memiringkan kepalanya bingung lalu melompat dan menghampiri rekan dan gurunya yang sudah turun.

"Eto.. Apa aku melakukan sesuatu yang salah ? Kenapa kalian menatapku seperti itu ?" tanya naruto bingung.

"Ah tidak itu tadi sangat sempurna naruto, bagaimana kau bisa melakukan itu padahal kau hanya melihat aku melakukannya sekali ?" tanya kakashi agak bingung.

"Entahlah mungkin bakat alamiku" jawab naruto enteng. Semuanya sweatdrop mendengar penuturan naruto.

Kakashi menghela nafas "Hah... baiklah kalian lakukan seperti yang dilakukan naruto. Dan untukmu naruto ikut aku kita akan latihan tahap selanjutnya" kakashi dan naruto meninggalkan sakura dan sasuke yang mulai mencoba memanjat pohon.

.

.

Kini naruto dan kakashi berada didekat danau untuk memulai latihan.

"Baiklah tahap selanjutnya dalam kontrol cakra adalah berjalan diatas air. Hal ini hampir sama dengan berjalan menaiki pohon. Namun lebih sulit karena permukaan air setiap saat berubah-ubah jadi kau harus terus memastikan cakra dikakimu cukup stabil. Apa kau mengrti naruto ?" tanya kakashi.

"Err... Itu tadi terlalu berbelit-belit apa tidak bisa langsung praktek saja ?" ujar naruto.

"Sudah kuduga akan seperti ini jadinya. Baiklah, kau perhatikan caraku melakukannya" kakashi mulai memusatkan cakranya pada telapak kakinua hingga muncul pendar kebiruan ditelapak kaki kakashi. Ia mulai melangkah menuju danau dan berjalan diatas air hingga ketengah danau. Naruto dari tadi serius memperhatikan kakashi.

"Apa kau sudah faham naruto ?" tanya kakashi. Dibalas anggukkan oleh naruto, ia mulai melakukan seperti yang kakashi contohkan. Dari telapak kaki naruto muncul pendar kebiruan, setelah itu ia mulai melangkahkan kaki berjalan diatas air awalnya lumayan lancar hingga langkah kelima.

'Byurr'

Naruto terjatuh kedalam air danau, ia dengan cepat berenang ketepian. Sampai ditepian ia langsung naik kedarat dengan nafas tersengal-sengal.

"Hah.. Hah.. Ternyata lebih sulit dari yang akh kira" ujar naruto

"Awal yang bagus naruto mungkin dengan terus begitu kau akan menguasainya dalam dua atau tiga hari" ujar kakashi.

"Kau lihat saja sensei aku akan menguasainya dalam satu hari." ujar naruto yakin.

"Semangat yang bagus aku akan ketempat sakura dan sasuke dulu. Aku akan meninggalkan bunshinku untuk memantau latihanmu" ujar kakashi lalu ia membuat bunshin.

"Kalau begitu aku pergi dulu. Kita alan berkumpul lagi ditempat tadi saat sore." ujar kakashi langsung menghilang dengan sunshin miliknya.

Setelah kepergian kakashi naruto lalu melanjutkan latihannya berulang kali ia gagal. Hingga hari menjelang sore ia masih melakukan latihan. Hingga akhirnya ia berhasil berjalan dan berlari diatas air. Setelah menyelesaikan latihannya ia menuju ketempat awal ia dan timnya melakukan latihan.

Sesampainya disana ia melihat kakashi dan sakura sedang duduk melihat sasuke latihan. Ia langsung menghampiri mereka.

"Yo sensei, sakura" mereka berdua menoleh keasal suara yang ternyata naruto menghampiri mereka.

"Oh naruto apa kau sudah menyelesaikan latihanmu ?" tanya kakashi heran, maklum saja karna ini masih menjelang sore. Terlalu cepat untuk ukuran genin pemula menguasai kontrol cakra yang lumayan sulit dengan waktu sesingkat itu.

"Yah seperti janjiku aku menguasainya dalam waktu satu hari" ujar naruto, ia lalu mengalihlan pandangannya kearah sakura. "Apa kau sudah bisa memanjat pohon sakura ?" tanya naruto.

"Tentu, awalnya aku sedikit kesusahan tapi setelah beberapa lali mencoba aku langsung bisa menguasinya" ujar sakura.

Mereka lalu mengalihkan perhatian learah sasule yang baru bisa memanjat setengah dari pohon tersebut. Hari sudah sampai kepenghujung sore, mereka memutuskan untuk kembali kerumah tazuna

"Oy teme apa kau tidak ikut kami kembali ?" tanya naruto.

"Cih dobe kau jangan sombong, hanya karena kau lebih dulu menguasai ini dari pada aku" ujar sasuke.

"Oe oe apa masalahmu teme aku hanya mengajakmu kembali kenapa kau marah padaku" ujar naruto.

"Kalian kembali saja dulu aku akan menyusul setelah menguasai ini." ujar sasuke.

"Baiklah terserah kau saja tuan uchiha" ujar naruto lalu pergi menyusul kakashi dan sakura yang lebih dulu beranjak kerumah tazuna

'Cih aku tidak akan kalah darimu dobe. Akan aku tunjukkan bahwa uchihalah yang paling unggul' batin sasuke.

.

.

.

Dirumah tazuna acara makan malam berlangsung khidmat. Semua makan dengan tenang hingga suara dobrakkan pintu menganggu ketenangan mereka.

'BRAK'

Muncul anak kecil mengenakan topi sebagai pelaku pendobrakkan pintu.

"KALIAN JANGAN JADI SOK PAHLAWAN. KALIAN SEMUA TIDAK AKAN SNGGUP MELAWAN GOTOU. KALIAN HANYA AKAN BERAKHIR SEPERTI ORANG BODOH ITU" teriak anak kecil tersebut. Ia langsung berlari keatas masuk kekamarnya

"Inari" ujar tsunami, ibu inari. Langsung menyusul inari

"Maafkan perbuatan cucuku, ia jadi berubah setelah kematian ayahnya" ujar tazuna

"Ah tidak masalah tazuna-san itu sama sekali tidak menganggu" ujar kakashi seraya tersenyum dengan senyum andalannya.

"Baiklah kalian semua istirahatlah besok kita akan lanjutkkan latihan untuk mempersiapkan diri dari serangan zabuza" lanjut kakashi kepada tim 7.

"Bukankah zabuza telah mati sensei ?" tanya sakura.

"Ada kemungkinan ia belum mati dan mungkin ia akan menyerang bersama rekannya" ujar kakashi

"Tapi bagaimana mungkin bukankan sensei sendiri yang memastikan bahwa zabuza mati ditangan hunter-nin tersebut" ujar sakura sementara sasuke yang baru datang hanya ikut mendengarkan.

"Apa kau tidak merasa aneh dengan hunter-nin tersebut sakura ?" kini naruto yang bertanya

"Aneh !"

"Prinsip kerja hunter-nin adah mengeksekusi ditempat. Kalaupun perlu bukti ia cukup membawa kepala targetnya. Sedangkan tubuhnya dibiarkan membusuk, dan juga jarum yang dipakai oleh hunter-nin tersebut adalah jarum medis yang bila ditancapkan dititik tertentu akan membuat sikorban mati suri" jelas naruto. Sakura dan sasuke cukup tercengang dengan penjelasan naruto yang sangat rinci.

Mereka tau naruto tidak terlalu bodoh tapi mereka juga tak menyangka ia akan sepandai ini. Bahkan mereka tidak akan sangsi jika membandingkan naruto dengan temannya yang berambut nanas.

"Jadi.."

"Zabuza masih hidup dan hunter-nin tersebut adalah rekan dari zabuza" tukas kakashi.

"Kira-kira berapa waktu yang kita punya ?" tanya sasuke yang dari tadi diam.

"Aku memperkirakan ia membutuhkan waktu satu minggu untuk pulih. Dan kita sudah melewati dua hari kemungkinan masih ada empat sampai lima hari lagi" ujar kakashi

"Baiklah kalau begitu kita sebaiknya istirahat untuk mempersiapkan diri untuk latihan besok" ujar kakashi yang dibalas anggukkan oleh timnya. Tazuna, sakura dan sasuke sudah beranjak menuju kamar mereka masing-masing. Menyisahkan naruto dan kakashi yang belum beranjak dari tempat duduknya.

"Kau tidak tidur naruto ?" tanya kakashi

"Aku akan keluar sebentar untuk menjernihkan pikiran" ujar naruto lalu beranjak menuju pintu.

"Tidak usah terlalu difikirkan maslah kemarin" ujar kakashi.

Naruto menghentikan langkahnya "Aku tidak sedang memikirkan hal tersebut. Aku hanya ingin mencoba menggali lebih jauh potensi yang kumiliki" kata naruto tanpa menoleh sedikitpun.

"Baiklah terserah kau saja aku sarankan kau berhati-hati" ujar kakashi.

"Tidak perlu mengkhwatirkanku. Aku tau sensei selalu mengawasiku. Apa itu tugas dari jiji ?" tanya naruto seraya menghadap kakashi

'Apa dia tipe sensorik padahal aku sudah menekan cakraku sampai titik terendah" pikir kakashi

"Aku memang bisa mengetahui hawa keberadaan seseorang dari jarak tertentu kalau sensei ingin tau" lanjut naruto

"Hah ketahuan ya baiklah..baiklah.. Aku menyerah kau boleh pergi" ujar kakashi dibalas anggukkan oleh naruto. Ia lalu pergi keluar rumah dan berjalan kehutan terdekat.

.

.

.

Sang surya mulai menampakkan wujudnya. Sinar matahari mulai menembus celah-celah dari rimbunnya pohon-pohon yang menjulang. Dibawah sebuah pohon ditengah hutan, seseorang nampak sedang tidur dengan khidmatnya tanpa mengetahui ia sedang didekati oleh seseorang.

Orang tersebut terus memandangi anak laki-laki yang berumur tak terpaut jauh darinya. Wajah yang damai seakan tak memiliki beban sama sekali. Ada sebuah rasa mengelitik yang timbul dihatinya saat memandangi wajah laki-laki didepannya.

"Hey bangun kenapa kau tidur dihutan ?" ujar orang tersebut pada anak berambut pirang yang tengah tidur.

"Engh.. Sudah pagi ternyata" naruto mengerjap-ngerjapkan matanya. Hal yang pertama ia lihat adalah sesosok wanita cantik dihadapannya. Hingga membuat ia terkejut "Uwaa.. Apa aku sudah mati ? Kenapa ada bidadari disini ? Apa ini di surga ?"

Orang yang dimaksud hanya bisa tertawa mendengar laki-laki didepannya merancau tidak jelas. Naruto yang mendengar wanita didepannya tertawa menghentikan aksi gajenya.

"Kenapa kau tertawa ? Apa ada yang lucu ?" tanya naruto.

"Kau yang lucu. Kenapa kau merancau tidak jelas seperti itu ?"

"Huh aku hanya kaget saja, ohya kau siapa dan apa yang kau lakukan disini ?"

"Huh.. Apa tidak seharusnya kau memperkenalkan dirimu dulu sebelum menanyakan pada orang lain. Dan seharunya aku yang tanya kenapa kau tidur disini" ujar orang tersebut

"Ah iya namaku uzumaki naruto dan kau.."

"Haku"

"Haku ! hm baiklah haku-chan apa yang kau lakukan di tengah hutan kan tidak baik perempuan ditengah hutan sendirian" ujar naruto. Meski sebenarnya ia tau bahwa wanita didepannya ini adalah seorang shinobi.

"Aku sedang mengumpulkan tanaman obat untuk mengobati temanku yang terluka" ujar haku sambil menunjukkan keranjang yang beriai tanaman herbal "kau sendiri kenapa tidur disini ?" tanya haku

"Hm aku tadi malam latihan karena terlalu malam aku tidur diatas dahan pohon itu tapi sepertinya aku jatuh" ujar naruto dengan tangan menunjuk kebatang pohon diatasnya.

"Apa kau ninja medis atau semacamnya ?" tanya naruto.

"Ah aku hanya tau sedikit mengenai ilmu medis" jawab haku

"Apa zabuza terluka parah ?" pertanyaan naruto sontak membuat haku membulatkan matanya. Ia lalu melompat menjauhi naruto dan memasang posisi siaga.

"Hey hey tenang aku tidak akan melukaimu.." ujar naruto

"Tch jangan bercanda kita adalah musuh. Aku tidak akan percaya padamu" desis haku.

"Begitukah.. Lalu kenapa tadi kau tidak membunuhku ?" tanya naruto, haku terdiam mendengar perkataan naruto. Benar, mereka adalah musuh dan haku tau itu. Tapi kenapa ia tak membunuhnya tadi harusnya ia langsung saja membunuhnya.

"Jangan melamun saat sedang berhadapan dengan musuhmu" ujar naruto dari belakang haku tangan kanannya menodongkan kunai ke arah leher haku. Sontak haku membelalakkan matanya, karena musuhnya sudah ada dibelakangnya.

"Ba-bagaimana bisa.." "Aku ada dibelakangmu, mudah saja kau terlalu fokus pada fikiranmu tanpa mengetahui aku sudah bergerak kearahmu. Kau tau lengah sedikit saja kau bisa mati dengan mudah" ucapan haku terpotong oleh penjelasan naruto.

"Apa yang sebenarnya kau inginkan ?" tanya haku

"Seperti yang kubilang aku hanya ingin bicara" ujar naruto, ia lalu menurunkan kunai yang ia todongkan keleher haku. Haku langsung melompat mengambil jarak dari naruto dan langsung memasang posisi siaga.

"Oh ayolah kenapa susah sekali mengajakmu bicara."

"Aku tau kau punya maksud tertentu cepat katakan apa maumu ?" ujar haku

"Baiklah... Baiklah... Sebelum itu apa tujuanmu bekerja untuk gotou ? Apakah ini ada hubunganya dengan perang saudara di kiri ?" tanya naruto.

"Ba-bagaimana kau tau" ujar haku kaget pasalnya naruto mengetahui misi rahasia yang ia kerjakan bersama zabuza untuk membantu pasukan relibion

"Hm jadi benar dugaanku, bawa aku bertemu zabuza aku akan mengajukan kesepakatan" haku menimang-nimang perkataan naruto. Setelah beberapa menit berfikir ia akhirnya mengangguk.

Haku mendekati naruto lalu memegang pundak naruto setelah itu menghilang menggunakan sunshin. Mereka berdua muncul disebuah rumah kayu sederhana dipinggir hutan. Di sebuah kamar terdapat zabuza yang terbaring diatas ranjang. Mereka berdua mendekat kearah zabuza, zabuza yang merasa ada yang mendekat perlahan membuka matanya.

Ia mengedarkan pandangan kearah orang yang mendekat. Ia membelalakan mata melihat bocah yang membuat ia dalam kondisi sedemikian rupa. Zabuza bersiap bangkit dari ranjang namun diurungkan saat mendengar intruksi naruto.

"Tenang saja zabuza-san aku tidak ada niat buruk kesini" ujar naruto.

"Tch lalu apa maumu bocah ?" tanya zabuza.

"Aku ingin mengajukan sebuah penawaran" ujar naruto disertai seringai diwajah tampannya.

.

.

.

.

TBC

Wah akhirnya kelar juga maaf kalau agak kacau ceritanya. Disini saya buat haku jadi perempuan. Jadi kalau ada yang gak suka maaf karna ini juga demi kepentingan cerita. Mohon dimaklumi untuk kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam fanfic ini.

Balasan Review

Menma :

Masalah pair belum sya tentukkan jadi kita lihat aja kedepannya.

Firdaus minato :

Kalau untuk itu masih saya fikirkan tapi mungkin ngak lama lagi

Temerlane12 :

Maaf saya agak lupa jadi salah terima kasih kritikannya. Sekali lagi untuk pairnya belum saya tentukan mungkin bisa saja saya buat harem. Biar bisa nampung saran semuanya

Leffayete :

Maaf kalau terlalu monoton saya juga bingung gimana bikinnya. Masalah sasuke saya akan buat gitu tapi ada sedikit perubahan.

Faisal771 :

Untuk pair lihat aja kelanjutannya

Sekian mohon saran dan kritiknya untuk chap kedepannya..